• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberitaan pada hari ini di dominasi oleh sentimen isu bertendensi netral

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemberitaan pada hari ini di dominasi oleh sentimen isu bertendensi netral"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1. Media Indonesia 7. Investor Daily 13. Bisnis Indonesia 19. Pikiran Rakyat 25.Vivanews

2. Jurnal Nasional 8. Republika 14. Indopos 20. Radar Banten 26. Tribun Timur

3. Seputar Indonesia 9. The Jakarta Post 15. Koran Jakarta 21. Bali Post 27. Jawa Post

4. Kompas 10. Sinar Harapan 16. Sriwijaya Post 22. Majalah Gatra

5. Jakarta Globe 11. Suara Pembaruan 17. Pos Kota 23. Majalah Tempo

6. Koran Tempo 12. Harian Kontan 18. Rakyat Merdeka 24. Detik.com Kliping Terkait

Overview:

Jumlah Media Meliput

: 7 Media

Volume Pemberitaan

: 15 Artikel

Leading Media

: Republika, Antaranews.com

Leading Isu

: Bencana Alam

Sentimen Isu

:

Negatif

Pada pemberitaan hari ini tidak terdapat isu dengan sentiment negatif

Positif

:

Kemensos siapkan 18 dapur umum antisipasi Kelud, 1.806 KK pengungsi Sinabung akan

dipulangkan, Bulog Sulut: 300 Ton Beras Korban Banjir, Kemsos Jamin Gelandangan dan

Pengemis, Menteri Datang Wabup Keluhkan Kerugian Banjir Rp1,6 Triliun, Rp 400 Miliar

untuk Kelompok Non-BPJS

Netral

:

Pemberitaan pada hari ini di dominasi oleh sentimen isu bertendensi netral

Catatan :

Pemberitaan pada hari ini di dominasi oleh sentimen isu bertendensi netral. Sementara untuk isu bertendensi positif terkait

pemberitaan Kemensos salah satunya adalah Kemensos siapkan 18 dapur umum antisipasi Kelud seputar pemberitaan

Kementerian Sosial mempersiapkan 18 dapur umum guna memastikan pemenuhan kebutuhan makanan para pengungsi

mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Kelud. Selain itu, Kementerian Sosial juga sudah mengirimkan 100 paket

kebutuhan keluarga dan kebutuhan anak di Kediri. Kementerian Sosial juga sebelumnya sudah membuat Kampung Siaga

(2)

Republika 20% Antaranews.com 20% Harian Pelita 14% Koran Tempo 13% Media Indonesia 13% Kompas 13% Jurnal Nasional 7%

(3)

Persentase pembagian isu dominan di media pada hari ini: Bencana Alam 0 1 2 3 4 5 6 7

Bencana Alam Badan Penyelenggara

Jaminan Sosial (BPJS)

Bencana Sosial Kepahlawanan ODHA Ekspedisi Kemanusiaan 2014 7 3 2 1 1 1

(4)

No

jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan

1 Antaranews.co m, Desi Purnamawati

Kemensos siapkan 18 dapur umum antisipasi Kelud Bencana Alam

Positif langkah taktis pemerintah melalui Kemensos dengan menyiapkan 18 dapur umum dan paket bantuan lainnya.

Kementerian Sosial mempersiapkan 18 dapur umum guna memastikan pemenuhan kebutuhan makanan para pengungsi mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Kelud. Selain itu, Kementerian Sosial juga sudah mengirimkan 100 paket kebutuhan keluarga dan kebutuhan anak di Kediri. Kementerian Sosial juga sebelumnya sudah membuat Kampung Siaga Bencana (KSB) di Sumbersari yang dilengkapi dengan lumbung sosial dan gardu sosial. Sejak Senin (10/2) status Gunung Kelud di Jawa Timur naik menjadi Siaga (Level II) dari Waspada karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

Margowiyono, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial

"Kita siapkan 18 dapur umum di Kabupaten Kediri,"

2 Antaranews.co m, Evalisa Siregar

1.806 KK pengungsi Sinabung akan dipulangkan Bencana Alam Positif Pemulangan pengungsi juga menjadi bagian tanggung jawab pemerintah, selain pemberian

tunjangan uang per KK ada juga paket bantuan lainnya.

Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho menegaskan pihaknya akan memulangkan 1.806 kepala keluarga (KK) pengungsi erupsi Gunung Sinabung. Meski dipulangkan, pemerintah masih terus memperhatikan nasib warga tersebut dengan memberikan dana bantuan Rp50 ribu per kepala keluarga (KK) ditambah jaminan hidup dari Kementerian Sosial senilai Rp 6.000 per jiwa setiap hari serta bantuan bibit dan pupuk.

Bantuan uang itu diberikan selama warga masih membersih-bersihkan rumah dan lahannya serta belum mendapat penghasilan dari ladang mereka. Sementara bantuan bibit dan pupuk akan diberikan saat warga mulai bertanam kembali. Jumlah pengungsi Gunung Sinabung hingga kini tercatat 30.129 jiwa atau 9.402 kepala keluarga (KK), yang ditempatkan di 46 pos penampungan. Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatera Utara

“1.806 KK itu berasal dari empat desa yang dinilai cukup aman dari erupsi Sinabung.”

3 Antaranews.co m, Redaksi

Bulog Sulut: 300 Ton Beras Korban Banjir Bencana

Alam

Positif Persediaan beras cadangan harus terus terpantau ketersediaannya terutama dalam kondisi bencana.

Kepala Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) Yayan Suparyan mengatakan hingga kini telah menyalurkan 300 ton beras cadangan beras pemerintah (CBP) untuk korban banjir bandang di Kota Manado dan sebagian Kabupaten Minahasa. Beras CBP ini memang disiapkan guna memenuhi permintaan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk keadaan darurat baik bencana alam maupun kondisi alam seperti di kepulauan, kata Yayan Suparyan di Manado, Sulut, Kamis. Menurut Yayan Suparyan bahwa teknis penyaluran beras untuk bencana alam itu, pemerintah kabupaten/kota dapat mengajukan ke kantor Bulog setempat.

Menurut Yayan Suparyan bahwa teknis penyaluran beras untuk bencana alam itu, pemerintah kabupaten/kota dapat mengajukan ke kantor Bulog setempat. Katanya, sesuai Peraturan Menteri Sosial No 20 Tahun 2012 tentang prosedur dan mekanisme penyaluran CBP untuk penanganan tanggap darurat bahwa pemerintah kabupaten dan kota mendapatkan kuota 100 ton per tahun, sementara pemerintah provinsi 200 ton per tahun. Jika dari stok tersebut masih kurang atau tidak mencukupi, maka bupati atau wali kota dapat mengajukan ke gubernur. Sementara gubernur dapat mengajukan ke Kementerian Sosial, katanya.

Yayan Suparyan, Kepala Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut)

“Bulog sendiri tidak bisa mendistribusikan bila tidak ada permintaan dari pemerintah kabupaten/ kota.”

(5)

No Media, hal &

jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan

7 Koran

Tempo, hal 6, Mustafa Ismail

Gunung Kelud Meletus Bencana

Alam

Netral Meletusnya Gunung Kelud harus

diantispasi secara maksimal mengingat dampaknya seperti abu sudah menyebar ke berbagai kota besar lainnya selain Kediri dan Malang.

Erupsi Kelud diperkirakan tak parah. Gunung Kelud, Jawa Timur, meletus kemarin malam sekitar pukul 23.00 WIB, dengan mengeluarkan awan panas. Sebelumnya, status gunung naik dari “Siaga” menjadi “Awas” pukul 21.15 WIB, kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geeologi Badan Geologi, Muhammad Hendrasto, lewat pesan pendeknya tadi malam. Badan Geologi merekomendasikan agar pemerintah daerah setempat segera mengevakuasi warga dalam radius 10 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri, Edy Purwanto, mengatakan, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Kediri mulai melakukan evakuasi tadi malam.

Muhammad Hendrasto, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geeologi Badan Geologi

“Mungkin tidak akan sebesar letusan Kelud pada 1990, namun lebih besar dari letusan 2007.”

Gede Suantika, Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi

“Ini menunjukkan tekanan di bawah kubah lava sebagai tanda-tanda erupsi makin kuat.”

8 Republika, hal 1, antara ed:syahruddi n el-fikri

Gunung Kelud Meletus, Warga Panik Bencana

Alam

Netral Ketenangan dan kepastian informasi sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Seluruh pihak terkait harus terus lakukan kordinasi dan komunikasi yang kuat.

Gunung Kelud bererupsi. Beberapa jam sebelumnya, status Gunung Kelud dinaikkan dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV), Kamis (13/2) malam. Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Surono menyatakan, erupsi Gunung Kelud terjadi pada pukul 22.50 WIB. Ia menambahkan, akibat erupsi itu, tim PVMBG harus keluar dari pos Gunung Kelud yang berjarak sekitar delapan km dari Gunung Kelud.

Surono, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG)

“Ketinggian materiil letusan mencapai 10 kilometer (km).”

9 Harian Pelita, hal 13, ant/ah

BPBD: Tiga Desa di Sikka Dilanda Banjir Bencana

Alam

Netral Antisipasi banjir dengan inventarisir dampak dan

penanggulangannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tini Tadeus mengatakan, berdasarkan laporan, ada tiga desa di Maumere, Sikka yang dilanda banjir bandang pada Selasa (11/12) 2014. Akibat banjir itu pula, 18 kepala keluarga (KK) diungsikan, tanaman warga rusak dan jembatan Maumere-Larantaruka putus, kata Tini Tandeus di Kupang, Kamis, terkait dampak akibat banjir bandang di Maumere, Sikka. Hujan deras yang turun di sekitar Gunung Egon, Desa Ego Gahar, Kecamatan Mapitara dan Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, telah menyebabkan banjir bandang yang melanda tiga desa.

Germanus Goleng, Camat Waigete

“Hujan lebat tersebut hanya terjadi di area gunung berapi Egon yang berjarak kurang lebih, tujuh kilometer dari Desa Nangatobong.”

14 Media Indonesia, hal 2, EDY SAPUTRA

Gunung Kelud Erupsi Bencana

Alam

Netral Segala bentuk yang terjadi dari letusan gunung Kelud perlu diimbangi

keselamatan para warga dan

masyarakat agar berada di zona aman dan nyaman dari letusan.

Gunung Kelud (1.731 meter dpl) di Jawa Timur erupsi tadi malam dengan melontarkan material batu dan pasir dari kawah hingga radius 10 kilometer. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Hendrasto kepada Metro TV menyatakan erupsi dimulai sekitar pukul 22.50 WIB. Masyarakat yang berada dalam radius 10 km dari puncak gunung diperintahkan mengungsi. Sebelumnya, PVMBG mendeteksi pusat tekanan magma berada sekitar 2-3 kilometer di bawah kawah Kelud dan gerakannya terus mendesak naik. Kubah lava nya pun telah mengeluarkan asap yang menutupi puncak.

Gede Swantika, Pejabat Pelaksana Bidang Pengamatan dan Penyidikan Gunung Api PVMBG

“Ini pertanda suplai panas dari bawah makin besar. Tekanannya sudah persis di bawah kubah lava.”

(6)

No

jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan

4 Kompas, hal 13, REK/WSI/ADH

Kemsos Jamin Gelandangan dan Pengemis Badan

Penyele nggara Jamina n Sosial (BPJS)

Positif Upaya positif kemensos yang meyatakan gelandangan dan pengemis menjamin pelayanan kesehatan nasional. Namun ada hal yang perlu menjadi pemikiran bersama yaitu mekanisme dan validasi data yang bisa menjadi pegangan.

Kementerian Sosial menjamin gelandangan dan pengemis mendapat pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, data mereka haras segera didaftarkan oleh dinas sosial di daerah ke Kemsos. Hal itu dikatakan Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie pada kunjungan keira ke Cirebon dalam rangka etape ke-10 “Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal”, Kamis (13/2). Kegiatan ekspedisi yang dimulai pada 25 Januari dari Aceh itu antara lain pemberian santunan kepada penghuni panti sosial, penyandang disabilitas, dan warga miskin.

Terkait gelandangan dan pengemis, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno menyatakan, di wilayahnya ada 752 gelandangan dan pengemis. Status kependudukan dan jaminan yang tak jelas menghambat pelayanan bagi mereka.

6 Koran Tempo, hal 11, Ivansyah

Rp 400 Miliar untuk Kelompok Non-BPJS Badan

Penyele nggaraJ aminan Sosial (BPJS)

Positif Anggaran untuk kelompok non BPJS menjadikan perlindungan khusus untuk layanan kesehatan dari pemerintah.

Pemerintah menganggarkan dana tanggap darurat sebesar Rp 400 miliar untuk warga miskin dan penyandang masalah sosial yang belum masuk program Badan

Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dengan dana tersebut, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri berharap tidak ada lagi kasus rumah sakit yang menolak warga yang belum terdaftar dalam program BPJS. Menurut dia, jika rumah sakit kedatangan pasien belum terdaftar sebagai anggota BPJS, sebaiknya diterima dulu. Selanjutnya, prosedur pelaporan bisa dilakukan rumah sakit itu melalui Dinas Sosial kemudian

diteruskan ke Kementerian Sosial. Salim menjelaskan, saat ini tercatat ada 86,4 juta warga miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Dari data tersebut, 2,8 juta orang merupakan lansia yang terlunta-lunta dan 4,5 juta anak telantar.

Salim Segaf Al Jufri, Menteri Sosial RI (Mensos RI)

“Dana emergency bersumber dari anggaran di Kementerian Kesehatan.”

Ano Sutrisno, Wali Kota Cirebon

“Mereka tidak memiliki KTP sehingga siapa yang menangani juga belum jelas.”

15 Jurnal Nasional, hal 13, M Yamin Panca Setia

Pemerintah Terus Sempurnakan JKN Badan

Penyele nggara Jamina n Sosial (BPJS)

Netral JKN akan terus mengalami

penyempurnaan hingga mampu menciptakan layanan kesehatan yang sesuai harapan dan sasarannya.

Kepala Pusat Informasi Komunikasi Publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Murti Utami menyatakan, pemerintah terus berusaha menyempurnakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam lima tahun ke depan. Menurut Utami, Kementrian Kesehatan senantiasa memonitor di lapangan dan meninjau kembali berbagai peraturan yang telah dikeluarkan. Dia menjelaskan, pemerintah menanggung iuran JKN bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang mencapai 86,4 juta orang, termasuk 1.304.716 orang di Riau. Kelompok ini disebut dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kemudian, ada sekitar 9.500 Puskesmas tersebar di seluruh Indonesia termasuk 209 di Provinsi Riau. Jumlah tersebut penyebarannnya tidak merata pada setiap kabupaten dan kota.

Murti Utami, Kepala Pusat Informasi Komunikasi Publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

“Bahkan berbagai peraturan dan panduan tentang pelayanan kesehatan dan standar tarif dasar bagi pemberi dan pengelola pelayanan kesehatan (yankes) telah dikeluarkan.”

(7)

No Media, hal & jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan

10 Kompas, hal 22, FLO (13-02 -2014)

Bentrokan Antar Kelompok, 28 Warga Terluka Bencana Sosial

Netral Perikaian ini merupakan lanjutan atas jatuhnya korban jiwa dari benih konflik sebelumnya. Hal ini harus segera diredam dengan melibatkan seluruh tokoh pihak yang bertikai serta pihak keamanan.

Bentrokan di antara dua kelompok masyarakat suku Kei di kota Timika Papua, yang terjadi sejak Sabtu pekan lalu belum berakhir. Situasi di Timika pun masih mencekam Hingga Rabu (12/2), sebanyak 28 warga dari dua kelompok yang bertikai terluka akibat terkena sabetan parang dan tertusuk panah dalam peristiwa tersebut. Bentrokan antar kelompok itu bermula dari pembunuhan Pieter Fautngil (37), seorang warga, di Jalan Pattimura, sekitar pukul 23.00 WIT.

Pudjo Sulistyo, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua

“Situasi di Kota Timika belum aman. Hal ini karena kedua kelompok belum ada niat yang tulus berdamai.”

11 Media

Indonesia, hal 14, HJ/N-2

Tawuran di Haruku, 1 Tewas Bencana

Sosial

Netral Pertikaian ini sudah membesar dan melibatkan dua desa . Solusi dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih jauh lagi.

Satu tewas, 5 luka, dan 7 rumah terbakar ketika warga Desa Kailolo baku perang dengan warga Desa Pelauw, di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, kemarin. Warga kedua kubu menggunakan senjata tajam dan senjata api untuk saling serang. Aparat dari Polsek dan Koramil Haruku yang diterjunkan ke lokasi tidak mampu memisahkan warga karena jumlah mereka kalah banyak. Peperangan itu baru bisa diredakan setelah anggota Brimob Polda Maluku dan Yonif 731 diturunkan ke lokasi.

(8)

No Media, hal & jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan

12 Republika, hal 18, Hatimatus Sa'diyah

Dinkes Bantah RSUD Tolak Pasien HIV ODHA Netral Terjawab

sudah polemik berita yang tersiar di media tentang penolakan layana kesehatan ka kak beradik yang terkena HIV. Sebaiknya hal seperti ini jangan terulang dan berlarut-larut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Dien Emmawati membantah kabar bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng dan RSUD Tarakan telah menolak merawat tiga anak kakak beradik. Ketiganya itu adalah anak yatim piatu. Menurutnya, dua dari tiga bocah malang tersebut kini sudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Jadi, kabar soal penolakan itu, ditegaskannya, tidak benar. Sebelumnya, diberitakan, dua kakak beradik warga Tanah Sereal RT 05 RW 09 Tambora, Jakarta Barat, yang menderita HIV ditolak RSUD Tarakan dan Cengkareng dengan alasan tak memiliki kartu BPJS pada Selasa (17/2). Dua kakak beradik penderita HW itu dirawat nenek mereka yang bekerja sebagai buruh cuci.

Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta

“Saya sudah mengecek langsung dan kondisi N di RSUD Cengkareng sudah membaik.”

Ronih, Nenek ODHA

“Ketiga cucu saya sudah positif terkena HIV/AIDS, Saya secara pribadi berharap kepada orang dermawan maupun pejabat pemerintah berkenair membantu penyembuhan cucu saya.”

(9)

No Media, hal & jurnalis Judul / Topik Isu Tone Refleksi Pemberitaan

13 Republika, hal 27,

Muhammad Subarkah Tan Malaka Bapak Bangsa yang Terlupa Kepahlawana

n

Netral Pelurusan sejarah sanagt di nanti dalam hal Tan Malaka. Pemerintah seharusnya dapat membat kajian kajian panjang sehingga semua keputusan dan pertimbangan menjadi matang.

Itu kan versinya PKI. Tan Malaka itu kan pahlawannya orang-orang PKI, Tan Malaka itu kan tokoh Marxis! Pernyataan ini dikatakan Ketua Bagian Nahi Mungkar FPI Jawa Timur KH Dhofir di depan Gedung C20 Library, Surabaya, Jumat (7/2), ketika mereka memprotes digelarnya acara diskusi buku tentang Tan Malaka karya peneliti asal Belanda, Hary A Poeze. Adanya pernyataan yang kemudian dibarengi pembatalan acara itu oleh pihak kepolisan dengan alasan keamanan, ternyata membuat publik terhenyak. Berbagai portal berita langsung memuatnya. Kabar ini pun segera merebak di jaringan radio-televisi, media sosial, baik Twitter maupun Facebook. Media masa cetak pada hari berikutnya ikut memuatnva. Kabar ini terasa aneh sebab sebelumnya diskusi serupa yang digelar di Jakarta dan Bandung berlangsung biasa saja. Bahkan, sekitar sepekan ke depan, ketika digelar di Kediri diskusi itu ternyata disambut publik dengan meriah.

Munarman, pimpinan pusat FPI

“Ah yang benar. Dan, kalau benar Tan Malaka disebut sebagai orang PKI itu karena mereka tak tahu sejarah. Coba saya cek dan kalau benar pasti ada pihak yang bermain.”

Fadli Zon, politisi Partai Gerindra

“Bahkan, beberapa bulan ke depan saya akan pasang patung Tan Malaka di depan rumah budaya saya di Bukittinggi. Bahkan, kalau keluarga Pak Tan Malaka sepakat, saya juga akan pasang kopian patung itu di kampung kelahirannya di Suliki, Negeri Pandam Gadam, Sumatra Barat. Tak bisa dibantah dia adalah salah satu bapak republik ini. Jasa dia sangat besar tapi sayang banyak yang melupakan.”

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk pertumbuhan karang batu pada daerah dekat muara Sungai Berau memiliki karakteristik yang dipengaruhi sedimen, sementara pada daerah yang jauh ke arah laut, bentuk

handphone terhubung ke speaker menggunakan bluetooth maka sinyal indikator yang terdapat pada speaker akan didirikan menuju mikrokontroller yang akan digunakan

Kendala yang ditemui dalam penyelidikan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik di Polda Sumbar adalah kurangnya sarana dan prasarana, Kualitas di bidang Teknologi Informasi

Biaya perjalanan bersifat at cost, artinya biaya yang akan diganti sebesar yang tercantum dalam bukti perjalanan pulang pergi, berupa tiket pesawat udara kelas

Pengawas Sekolah yang telah mengikuti Pelatihan Kurikulum Nasional Bagi Pengawas Sekolah, yang akan mendampingi Kepala Sekolah binaannya (tidak dapat

Keterkaitan aktivitas ekonomi perkotaan dengan pembangunan perumahan susun adalah dalam hal penataan ruang untuk skala bangunan dan kawasan sepantasnya dirancang

Bagian membran sel yang terdiri atas lipida dan karbohidrat adalah…. Grafik yang benar untuk menggambarkan hubungan aktivitas enzim katalase dan pH adalah ….. Tahap

 perlu dilakukan vaksin walaupun anti-HBs negative, individu yang bersangkutan tidak akan terkena infeksi VHB lagi. Demikian pula hanya sebagia dari individu yang