BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, karena dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah variabel satu dengan variabel yang lainnya memiliki pengaruh yang signifikan atau tidak signifikan. Menurut Sugiyono (2012) metode peneliian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sedangkan jenis penelitian korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Wallen, 2008).
3.2 Variabel Penelitian
Variabel Penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Ditetapkan variabel penelitian sebagai berikut: variabel bebas (independent variable) adalah locus of control (X), sedangkan variabel terikatnya (dependent variable) adalah self management (Y). Hubungan antara variabel digambarkan pada diagram dibawah
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2010:117) populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada
Y
X
pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Peneliti menetapkan populasi yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana Angkatan 2014 yang berjumlah 74.
3.3.2 Sampel
Menurut Sugiyono (2010:215) sampel adalah “sebagian dari populasi itu”. Populasi itu misalnya penduduk diwilayah tertentu, jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan murid di sekolah tertentu dan sebagainya. Dalam penelitian ini yang ditetapkan sebagi subjek penelitian adalah sebagian mahasiswa BK FKIP UKSW angkatan 2014 yang berjumlah 74 mahasiswa. Pada dasarnya mahasiswa BK FKIP UKSW mempunyai pandangan masing – masing terhadap kehidupan yang dijalani, mahasiswa pasti memiliki tanggung jawab tersendiri untuk menentukan suatu keberhasilan yang ia capai. Hal ini diperkuat dengan pendapat Demirtas & Günes ( 2012 ) yang menyebutkan bahwa persepsi orang tentang siapa atau apa yang bertanggung jawab atas hasil dari perilaku atau peristiwa dalam kehidupan mereka.
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi (Sugiyono,2007). Alasan mengambil total sampling karena menurut Sugiyono (2007) jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya. Sampel yang diambil adalah 74 sesuai dengan jumlah populasi.
3.4 Definisi Operasional
Dalam penelitian ini yang menjadi definisi operasional adalah Self
Management dan Internal Locus of Control. Adapun definisi dari setiap variabel tersebut adalah :
a. Self management adalah sebuah bentuk perilaku dimana seseorang mampu untuk mengontrol dirinya sendiri sehingga dapat membuat jadwal aktivitas bagi dirinya, seperti manajemen waktu, motivasi, penyusunan tujuan, manajemen stress, konsentrasi, dan manajemen prokastinasi.
b. Internal locus of control adalah tindakan individu yang mampu menghubungkan peristiwa – peristiwa kehidupannya dengan tindakan yang dapat mereka kendalikan.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan membagikan instrumen skala self management dan locus of control terhadap mahasiswa BK FKIP UKSW angkatan 2014. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel locus of control mengadopsi dari teori Levenson ( dalam Friedman 2006 ) yaitu mengenai aspek – aspek locus of control yang mencakup indikator internalisasi (internality), powerfull other, dan chance. Sedangkan untuk mengukur variabel Self Management mengadopsi dari teori Gie (2000) yaitu mengenai aspek kemampuan Self Management dalam belajar yang mencakup indikator pendorongan diri (Self Motivation), penyusunan diri (Self Organization), pengendalian diri (Self Control) dan pengembangan diri (Self Development).
Instrumen yang diberikan kepada Mahasiswa BK FKIP UKSW angkatan 2014
digunakan sebagai pengumpulan data variabel internal locus of control dengan self management mahasiswa.
Kriteria penilaian dan kisi – kisi instrumen dalam penelitian ini digambarkan
pada tabel berikut ini:
Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Skala Sikap Locus of Control Skor
No Pilihan Jawaban Favourable Unfavourable
1 Sangat Setuju 4 1
2 Setuju 3 2
3 Tidak Setuju 2 3
4 Sangat Tidak Setuju 1 4
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Skala Sikap Self Management Skor
No Pilihan Jawaban Favourable Unfavourable
1 Sangat Setuju 4 1
3 Tidak Setuju 2 3
4 Sangat Tidak Setuju 1 4
Tabel 3.3
Kisi – kisi Instrumen Skala Self Management yang diadaptasi Dari Teori Gie (2000)
Nomor item
Variabel Indikator Deskriptor + - Jumlah
Aspek –
aspek
1. Pendorongan diri
(Self Motivation)
a. Minat besar dalam belajar 1,2,3 4,5,6 6 kemampuan Self Management b. Perhatiannya tidak boleh terganggu oleh lingkungan 7,8 9,10 4 dalam belajar c. Mudah memahami bahan pelajarannya 11,12 13,14 4 d. Ekspresi saat mengerjakan tugas 15,16 17,18 4 2. Penyusunan diri (Self Organization) a. Pengelolaan pikiran 19,20,21 22,23,24 6 b. Pengaturan tenaga 25,26 27,28 4 c. Pengaturan waktu 29,30,31 32,33,34 6 d. Pengaturan tempat 35,36 37,38 4
3. Pengendalian diri a. Membina tekad 39,40 41,42 4
(Self Control) b. Memacu semangat 43,44 45,46 4
c. Mengikis keseganan 47,48 49,50 4
d. Mengerahkan tenaga
untuk melaksanakan
apa yang harus
dilaksanakan
51 52 2
4. Pengembangan diri a. Kecerdasan pikiran 53,54 55,56 4
Tabel 3.4
Kisi – kisi Instrumen Locus of Control yang diadaptasi dari teori Levenson (dalam Friedman 2006)
c. Rasa kemasyarakatan 61,62 63,64 4
d. Kesehatan diri 65,66 67,68 4
No Variabel Sub Variabel Indikator No Item Jumlah
F U
1. Locus of
Control
Internality 1. Saya bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam hidup saya
2. Orang lain menghormati saya karena saya selalu
berusaha bersikap baik
terhadap setiap orang 3. Berhasil atau tidaknya saya
mengerjakan sesuatu,
sebagian besar tergantung dari kemampuan saya
4. Saya hanya akan
melakukan sesuatu yang menjadi keinginan saya
5. Saya selalu berhasil
mendapatkan sesuatu yang saya inginkan karena saya
telah merencanakannya
dengan matang
6. Saya bisa melakukan
sesuatu tergantung dari
persiapan yang saya
lakukan
7. Saya dapat menentukan apa 1 4 6 12 19 22 25 28 33 36 9 30 12
yang akan terjadi dalam hidup saya
8. Saya dapat mencapai hasil yang memuaskan karena usaha maksimal yang saya lakukan
9. Rencana yang saya buat
dapat membantu saya
mencapai tujuan saya 10. Masalah yang saya alami
biasanya karena ulah saya sendiri
11. Keputusan yang akan saya ambil adalah sepenuhnya tanggung jawab saya 12. Berhasil atau tidaknya saya
mencapai tujuan tergantung dari usaha apa yang saya lakukan
2. Locus of
Control
Powerfull Other
1. Saya merasa tidak yakin
ketika akan melakukan
sesuatu sebelum
menanyakan pendapat
orang lain
2. Saya mendapatkan posisi di organisasi karena bantuan dari orang lain
3. Orang lain membenci saya karena perilaku buruk saya 4. Setiap usaha yang saya
lakukan dapat berhasil
karena ada campur tangan dari orang lain
5
10
2
8
5. Kehidupan yang saya jalani dikendalikan oleh orang lain yang berada disekitar saya
6. Saya akan melakukan suatu pekerjaan bila diminta oleh orang lain
7. Agar keinginan saya
tercapai, saya selalu
meminta bantuan orang lain 8. Keputusan yang saya ambil adalah saran yang diberikan oleh orang lain
9. Kegagalan yang saya alami biasanya karena tidak ada teman yang membantu saya 10. Meskipun saya memiliki
kemampuan namun
keberhasilan yang saya raih
sebagian besar akibat
bantuan dari orang lain
11. Orang lain bertanggung
jawab atas apa yang telah menimpa saya
12. Saya tidak mendapatkan
kesempatan untuk
bergabung dengan
organisasi karena orang lain memiliki kemampuan yang lebih dari saya
13. Saya dapat menyelesaikan
masalah jika mendapat
bantuan dari orang lain
20 13 15 17 23 26 32 34 38
14. Saya dihormati orang lain karena nama baik orang tua saya
39
3 Locus of
Control
Chance 1. Saya percaya bahwa apa yang terjadi karena takdir 2. Saya tidak dapat melakukan
apa-apa karena hidup saya ditentukan oleh takdir
3. Keberhasilan yang saya
dapatkan adalah faktor
ketidak sengajaan
4. Kecelakaan yang menimpa saya biasanya karena nasib saya sedang buruk
5. Saya mempunyai banyak
teman karena
keberuntungan
6. Kegagalan yang saya alami
biasanya terjadi karena
nasib buruk
7. Saya tidak dapat
merencanakan keinginan
saya, karena semua
tergantung pada nasib baik atau buruk
8. Saya bisa mendapatkan
teman karena
keberuntungan saja
9. Ketika saya mendapatkan apa yang saya inginkan
karena biasanya saya
3 27 7 11 14 16 18 21 24 13
3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.6.1 Uji Validitas
Pada tanggal 19 Januari 2016 penulis menyebarkan instrumen Locus of
Control dan Self Management kepada mahasiswa BK angkatan 2014 yang bertempat di gebung B ruang B 102 jam 11 siang dengan jumlah pertanyaan 12 butir untuk instrumen Locus of Control dan 68 butir pertanyaan untuk instrumen Self Management. InstrumenSelf management tersebut dikembangkan oleh Gie (2000) mengenai pendorongan diri (Self Motivation), penyusunan diri (Self Organization), pengendalian diri (Self Control) dan pengembangan diri (Self Development). Sedangkan Locus of Control yang mengadopsi dari teori Levenson (dalam friedman 2006) yaitu mengenai aspek internalisasi (Internality), pengaruh kekuatan orang disekitar (Powerfull other) dan kesempatan (chance). Suatu item dikatakan valid apabila item tersebut mampu menjalankan fungsi ukurannya atau memberi hasil ukur yang sesuai dengan maksud pengukuran tersebut ( Azwar, 2006). Kriteria untuk menentukan validitas instrumen digunakan pedoman dari Azwar (2006) yang menyatakan bahwa suatu item instrumen penelitian dianggap valid jika memiliki coefisien corrected item to total correlation ≥ 0,20.
Pengujian validitas untuk masing - masing skala dihitung dengan
menggunakan Corrected item Total Correlation dari tiap-tiap indikator α Cronbach, yang perhitungannya menggunakan program komputer SPSS (Statistical Product Service Solution) release 16.0 for windows. Selain instrumen Locus of Control, penulis juga melakukan uji validitas instrumen Self management.
beruntung
10. Nasib adalah jalan yang menentukan hidup saya 11. Masalah yang terjadi karena
nasib buruk
12. Kesuksesan yang saya raih karena faktor
13. Keadaan dalam hidup saya telah ditentukan takdir
29
37 31
35
Dari 12 butir pertanyaan instrumen Locus of Control semua item menunjukkan corrected item to total correlation ≥ 0,2. Item – item tersebut memiliki koefisien corrected item to total correlation terendah 0,249 dan tertinggi 0,630. Sedangkan dari 69 pertanyaan instrumen Self Management semua item menunjukkan corrected item to total correlation ≥ 0,2. Item item tersebut memiliki koefisien corrected item to total correlation terendah 0,203 dan tertinggi 0,639
3.6.2 Uji Reliabilitas
Sebuah penelitian dikatakan reliabel jika jawaban terhadap pernyataan adalah
konsisten atau stabil dari waktu ke waktu dan menunjukkan sejauh mana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subjek yang sama.
Menurut Azwar (2006) untuk menguji reliabilitas digunakan teknik alpha
cronbach, dikatakan reliabel jika besarnya korelasi minimal a 0,90. Dari uji reliabilitas 68 item pertanyaan dalam skala self management diperoleh angka koefisien Alpha = 0,973
Tabel 3.5
Uji Reliabilitas Self Management
Reliability Statistic Cronbach’s Alpha N of item .973 68
Sedangkan dari uji reliabilitas 12 item pernyataan skala sikap Locus of Control
diperoleh angka koefisien Alpha = 0,740
Tabel 3.6
Uji Reliabilitas Locus Of Control
Reliability Statistic
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
3.7 Teknik Analisis Data
Analisis data bertujuan untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang
lebih mudah untuk dibaca dan diintepretasikan sehingga dapat ditarik kesimpulan. Semua data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah menggunakan teknik regresi sederhanauntuk mencari pengaruh dan membuktikan hipotesis kedua variabel menggunakan program SPSS for windows release 16.0.