• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2010 NOMOR 16

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2010 NOMOR 16"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA

TAHUN 2010 NOMOR 16

NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO KUALA,

Menimbang : a. bahwa untuk terciptanya organisasi perangkat daerah yang efisien, efektif, rasional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah, dipandang perlu untuk menata kembali Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Barito Kuala ;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Barito Kuala.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang

Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890) ;

3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

(2)

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) ;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Stuktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 13 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintahan Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263) ; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang

Pedoman pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

(3)

10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang 0rganisasi Perangkat daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Barito Kuala (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2008 Nomor 2) ;

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA

dan

BUPATI BARITO KUALA

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksudkan dengan : a. Daerah adalah Kabupaten Barito Kuala.

b. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Kabupaten Barito Kuala.

c. Bupati adalah Bupati Barito Kuala.

d. Dinas Daerah adalah Dinas Daerah Kabupaten Barito Kuala.

e. Kewenangan Daerah adalah kewenangan daerah Kabupaten Barito Kuala.

BAB II

PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Bagian Kesatu

(4)

Pasal 2

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Dinas-dinas Daerah dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang terdiri dari :

a. Dinas Pendidikan ; b. Dinas Kesehatan ;

c. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ; d. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; e. Dinas Pekerjaan Umum ;

f. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ;

g. Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata ; h. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura ; i. Dinas Kehutanan dan Perkebunan ;

j. Dinas Peternakan ;

k. Dinas Perikanan dan Kelautan ;

l. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan ;

m. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah ; n. Unit Pelaksana Teknis Dinas.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 3

(1) Dinas Daerah adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas adalah pelaksana sebagian kegiatan teknis operasional dan atau kegiatan teknis penunjang dinas daerah yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

Bagian Ketiga Tugas

Pasal 4

(1) Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan melalui perumusan kebijakan teknis, pembinaan serta pelaksanaan dan fasilitasi pendidikan luar sekolah, pelaksanaan pendidikan dasar, pelaksanaan pendidikan menengah, pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dinas Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, pembinaan dan fasilitasi kesehatan keluarga, pembinaan dan fasilitasi kesehatan lingkungan, pembinaan sistem

(5)

informasi kesehatan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kependudukan dan catatan sipil melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pengelolaan administrasi kependudukan, administrasi catatan sipil, dan pengelolaan data dan informasi kependudukan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(4) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang sosial, bidang tenaga kerja dan bidang transmigrasi melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan rehabilitasi sosial, fasilitasi bantuan sosial, pemberdayaan sosial, pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan, penyelenggaraan ketransmigrasian serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(5) Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pekerjaan umum, bidang perumahan, bidang penataan ruang dan bidang lingkungan hidup melalui perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan kegiatan bina marga, sumber daya air, cipta karya, tata ruang dan tata perkotaan, air bersih, sanitasi dan drainase, pertamanan, persampahan serta pembinaan jasa konstruksi serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(6) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perhubungan serta bidang komunikasi dan informatika melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan pengelolaan lalu lintas angkutan jalan, lalu lintas angkutan sungai dan laut, pembinaan dan pengendalian komunikasi dan informatika serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(7) Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebudayaan, bidang pemuda dan olah raga dan bidang pariwisata melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pemuda, fasilitasi kegiatan, olah raga, pembinaan kebudayaan dan pembinaan dan fasilitasi pelaksanaan kepariwisataan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(8) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pertanian melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan dan fasilitasi kegiatan pertanian tanamanan pangan dan hortikultura yang mencakup pengelolaan lahan, pengoptimalan produksi tanaman pangan,

(6)

pengoptimalan produksi hortikultura, pengendalian hama dan penyakit tanaman dan pembinaan usaha tani serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(9) Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kehutanan dan bidang pertanian melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan dan fasilitasi kegiatan perkebunan - kehutanan yang mencakup fasilitasi rehabilitasi dan tata guna tanah, pembinaan, fasilitasi dan pengendalian usaha budi daya, pemanfaatan, pengendalian dan perlindungan peredaran hasil hutan dan perkebunan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(10) Dinas Peternakan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pertanian melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan pengoptimalan produksi ternak, kesehatan veteriner dan masyarakat veteriner, pembinaan serta fasilitasi usaha peternakan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(11) Dinas Perikanan dan Kelautan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kelautan dan perikanan melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan kegiatan pengoptimalan produksi perikanan, pembinaan dan fasilitasi usaha perikanan, pemanfaatan dan pengendalian sumber daya perikanan dan kelautan serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(12) Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang koperasi, bidang perindustrian, bidang perdagangan, bidang energi dan sumber daya mineral melalui perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan serta fasilitasi usaha koperasi, usaha kecil dan menengah, pembinaan dan fasilitasi bidang perindustrian, pembinaan, fasilitasi dan pengendalian perdagangan, pelaksanaan pengelolaan pasar serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(13) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pemerintahan umum dan penanaman modal melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan perolehan pendapatan daerah, pelaksanaan akuntansi keuangan daerah, pelaksanaan dan pengendalian anggaran keuangan daerah, pembinaan dan fasilitasi pengelolaan kekayaan daerah, pelaksanaan dan promosi penanaman modal serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

(14) Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan atau kegiatan teknis

(7)

penunjang dinas daerah yang memiliki wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

Bagian Keempat Fungsi

Pasal 5

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, masing-masing Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Dinas Pendidikan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan pendidikan luar sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, tenaga pendidik dan kependidikan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan luar sekolah , pendidikan kesetaraan dan pendidikan anak usia dini.

3. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dasar dan peningkatan mutu pendidikan dasar;

4. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan menengah dan peningkatan mutu pendidikan menengah;

5. Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi serta evaluasi penyelenggaraan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan ;

6. Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

7. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

b. Dinas Kesehatan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan di bidang pencegahan dan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, pembinaan kesehatan keluarga dan kesehatan lingkungan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan operasional dan evaluasi penyelenggaraan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pelaksanaan danfasilitasi pelayanan imunisasi ;

3. Pelaksanaan operasional dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang meliputi kesehatan dasar dan rujukan serta penyelenggaraan pelayanan jaminan kesehatan masyarakat;

4. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan fasilitasi kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi sehat dan pelayanan medis keluarga berencana;

(8)

5. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan kesehatan lingkungan ;

6. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

7. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan, sistem informasi kesehatan dan pelaporan.

c. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan administrasi kependudukan, administrasi pencatatan sipil, pengelolaan data dan informasi kependudukan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan admnistrasi kependudukan yang meliputi identitas dan mobilitas penduduk;

3. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan administrasi pencatatan sipil meliputi dokumen kelahiran, dokumen kematian dokumen perkawinan dan dan dokumen perceraian;

4. Pelaksanaan pengolahan dan formulasi data dan pelayanan informasi kependudukan;

5. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan keuangan, penyejian data kependudukan untuk publik dan pelaporan. d. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan rehabilitasi sosial, fasilitasi bantuan sosial dan pendayagunaan potensi sosial masyarakat, pembinaan pelaksanaan ketenagakerjaan, penyelenggaraan ketransmigrasian berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan rehabilitasi sosial yang meliputi anak terlantar, penyandang cacat dan masalah kesejahteraan sosial serta masyarakat lanjut usia ;

3. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan bantuan sosial, pengentasan kemiskinan tingkat pertama ( bantuan sosial dan perlindungan kelompok sasaran ), pengendalian dan fasilitasi kegiatan pengumpulan sumbangan sosial dan undian ;

4. Pelaksanaan pembinaan dan pendayaguaan potensi sosial masyarakat yang meliputi karang taruna, panti sosial dan organisasi sosial serta peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup mandiri secara sosial;

5. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian dan evaluasi penyelenggaraan ketenagakerjaan yang meliputi pelatihan dan pembinaan tenaga kerja, penempatan dan fasilitasi hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja ;

(9)

6. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan ketransmigrasian yang meliputi pemberdayaan transmigrasi, penyediaan dan pengaturan permukiman transmigrasi;

7. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

8. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

e. Dinas Pekerjaan Umum mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan kegiatan bina marga, sumber daya air, cipta karya, tata ruang dan tata kota, pertamanan dan persampahan serta jasa konstruksi berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan bina marga;

3. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan sumber daya air ;

4. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan cipta karya, yang mencakup bangunan gedung, air bersih, drainase dan sanitasi.

5. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan tata ruang dan tata perkotaan, yang mencakup pengendalian pembangunan fasilitas di wilayah perkotaan, pembangunan dan pemeliharaan pertamanan dan pengelolaan persampahan.

6. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan jasa konstruksi;

7. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

8. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

f. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai fungsi : 1. Perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pembinaan

pengelolaan lalu lintas angkutan jalan, lalu lintas angkutan sungai dan laut, dan pengendalian sistem komunikasi berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan pengelolaan lalu lintas angkutan jalan;

3. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan pengelolaan lalu lintas angkutan sungai dan laut ;

4. Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan sistem dan perangkat komunikasi ( soft ware dan hard ware ) dan pembinaan sistem informatika serta pengolahan data elektronik ; 5. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana

(10)

6. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

g. Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan kepemudaan, olah raga, kebudayaan dan pariwisata berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi pembinaan kepemudaan; 3. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi pembinaan keolahragaan ;

4. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan kebudayaan, yang mencakup bina kesenian, bina sejarah, pelestarian nilai-nilai tradisional dan kepurbakalaan;

5. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kepariwisataan, yang meliputi pengembangan obyek dan kegiatan wisata, usaha dan promosi wisata.

6. Pelaksanaan, fasilitasi evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

7. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

h. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai fungsi : 1. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan dan

fasilitasi kegiatan pertanian yang mencakup pengelolaan lahan, pengembangan produksi tanaman pangan, pengembangan produksi hortikultura, dan pembinaan usaha tani berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, pembinaan, fasilitasi dan evaluasi pengolahan dan pengelolaan lahan pertanian;

3. Pelaksanaan, pembinaan, fasilitasi dan evaluasi pengembangan produksi serta pengoptimalan produktifitas tanaman pangan ;

4. Pelaksanaan, pembinaan, fasilitasi dan evaluasi pengembangan produksi serta pengoptimalan produktifitas hortikultura ;

5. Pelaksanaan fasilitasi pemenuhan faktor produksi usaha budi daya pertanian oleh masyarakat.

6. Pelaksanaan dan fasilitasi pembinaan usaha tani dan agrobisnis masyarakat;

7. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

8. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

(11)

i. Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan kegiatan kehutanan dan perkebunan yang mencakup konservasi lahan, tata guna tanah, usaha dan budi daya hutan kemasyarakatan dan kebun serta pemanfaatan, perlindungan dan pengendalian pemungutan, peredaran hasil hutan dan kebun berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan fasilitasi konservasi lahan yang mencakup kawasan perlindungan setempat dan kawasan lainnya;

3. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan usaha dan budi daya kehutanan dan perkebunan;

4. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi pemanfaatan, perlindungan dan pengendalian legalitas pemungutan, peredaran dan keamanan peredaran hasil hutan dan perkebunan ;

5. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

6. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

j. Dinas Peternakan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan pengembangan produksi ternak, pengelolaan kesehatan viteriner, dan pembinaan usaha peternakan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi pengembangan populasi dan pengoptimalan produksi ternak ;

3. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi pemberantasan penyakit hewan dan pengelolaan kesehatan masyarakat veteriner; 4. Pelaksanaan, fasilitasi, dan evaluasi pembinaan usaha agrobisnis

peternakan;

5. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

6. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

k. Dinas Perikanan dan Kelautan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan di bidang produksi perikanan, usaha perikanan, pemanfaatan dan pengendalian sumber daya perikanan dan kelautan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, fasilitasi, pembinaan dan evaluasi pengembangan produksi perikanan ;

(12)

3. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi pembinaan usaha perikanan dan kegiatan aquabisnis lainnya;

4. Pelaksanaan dan evaluasi pemanfaatan dan pengendalian potensi kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil serta sumber daya perikanan dan kelautan lainnya;

5. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

6. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

l. Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian mempunyai fungsi : 1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan

perkoperasian, usaha mikro, usaha kecil dan menengah, pembinaan dan fasilitasi kegiatan perindustrian, kegiatan perdagangan, pembinaan dan fasilitasi usaha energi dan pelaksanaan pengelolaan pasar berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan usaha koperasi, usaha mikro, usaha kecil dan menengah ;

3. Pelaksanaan fasilitasi, pembinaan dan evaluasi pengembangan perindustrian;

4. Pelaksanaan fasilitasi, pembinaan dan evaluasi pengembangan dan pengendalian perdagangan, termasuk usaha di bidang energi.

5. Pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan pasar ;

6. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan unit pelaksana teknis dinas ;

7. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

m. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan pelaksanaan pendapatan, penerapan standart akuntansi keuangan, pelaksanaan anggaran, pengelolaan kekayaan daerah dan pengaturan penanaman modal - investasi berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;

2. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi perolehan, pemungutan, penatausahaan pendapatan daerah.

3. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi penerapan sistem akuntansi yang berlaku pada pengelolaan keuangan daerah ;

4. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi pengelolaan serta pengendalian pemanfaatan anggaran daerah melalui mekanisme perbendaharaan yang berlaku ;

(13)

5. Pelaksanaan, pembinaan dan evaluasi pengelolaan serta pengendalian pemanfaatan kekayaan daerah ;

6. Pelaksanaan fasilitasi, pembinaan, pelayanan dan evaluasi kegiatan penanaman modal, baik oleh Pemerintah Daerah maupun oleh dunia usaha lainnya ;

7. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencakup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, program pembangunan, keuangan dan pelaporan.

n. Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan sebagian kewenangan pada kegiatan teknis operasional dan atau kegiatan teknis penunjang dinas daerah yang memiliki wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

2. Perumusan kebijakan teknis yang dilimpahkan oleh kepala dinas.

BAB III

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 6

Susunan organisasi Dinas Pendidikan terdiri dari : a. Sekretariat :

a. Sub Bagian Umum dan Perencanaan ; b. Sub Bagian Kepegawaian ;

c. Sub Bagian Keuangan.

b. Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal : a. Seksi Pendidikan Kesetaraan ;

b. Seksi Pendidikan Usia Dini. c. Bidang Pendidikan Dasar :

a. Seksi Kurikulum dan Kesiswaan ; b. Seksi Sarana dan Prasarana. d. Bidang Pendidikan Menengah :

a. Seksi Kurikulum dan Kesiswaan ; b. Seksi Sarana dan Prasarana.

e. Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan : a. Seksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dasar ;

b. Seksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Menengah. f. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan.

(14)

Pasal 7

Susunan organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Perencanaan ; 2. Sub Bagian Kepegawaian ;

3. Sub Bagian Keuangan.

b. Bidang Pemberantasan Penyakit : 1. Seksi Pencegahan Penyakit ;

2. Seksi Pemberantasan Penyakit Menular ; 3. Seksi Imunisasi.

c. Bidang Pelayanan Kesehatan :

1. Seksi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan ; 2. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan ; 3. Seksi Sistem Jaminan Kesehatan

d. Bidang Bina Kesehatan Keluarga : 1. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak ; 2. Seksi Gizi ;

3. Seksi Fasilitasi Pelayanan KB.

e. Bidang Promosi dan Kesehatan Lingkungan : 1. Seksi Promosi Kesehatan ;

2. Seksi Penyehatan Permukiman ; 3. Seksi Sistem Informasi Kesehatan. f. Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan. g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 8

Susunan organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Kependudukan :

1. Seksi Identitas Penduduk ; 2. Seksi Mobilitas Penduduk ; c. Bidang Pencatatan Sipil :

1. Seksi Kelahiran dan Kematian ; 2. Seksi Perkawinan dan Perceraian. d. Bidang Data dan Informasi :

(15)

1. Seksi Olah Simpan Data ; 2. Seksi Pelayanan Informasi.

e. Unit Pelaksana Teknis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 9

Susunan organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri dari :

a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Bantuan dan Rehabilitasi Sosial :

1. Seksi Bantuan dan Kesiagaan ;

2. Seksi Rehabilitasi Penyandang Cacat dan Pelayanan Lansia ; 3. Seksi Bina Panti Sosial dan Anak Terlantar.

c. Bidang Pemberdayaan Sosial :

1. Seksi Bina Keluarga dan Organisasi Sosial ; 2. Seksi Bina Kesejahteraan Sosial Masyarakat ; 3. Seksi Bina Potensi Kesejahteraan Sosial. d. Bidang Ketenagakerjaan :

1. Seksi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja ;

2. Seksi Informasi dan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan ; 3. Seksi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. e. Bidang Ketransmigrasian :

1. Seksi Penempatan Transmigrasi ; 2. Seksi Bina Pemukiman Transmigrasi ; 3. Seksi Pemberdayaan Transmigrasi.

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 10

Susunan organisasi Dinas Pekerjaan Umum terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program ;

3. Sub Bagian Keuangan. b. Bidang Bina Marga ;

(16)

1. Seksi Jalan ; 2. Seksi Jembatan. c. Bidang Sumber Daya Air :

1. Seksi Rawa ; 2. Seksi Sungai. d. Bidang Cipta Karya :

1. Seksi Permukiman ;

2. Seksi Air Bersih dan Drainase.

e. Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi : 1. Seksi Tata Ruang ;

2. Seksi Bina Usaha Jasa Konstruksi.

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum. g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 11

Susunan organisasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan :

1. Seksi Lalu Lintas Jalan ; 2. Seksi Angkutan Jalan ;

3. Seksi Teknik, Sarana dan Prasarana. c. Bidang Lalu Lintas Angkutan Sungai dan Laut :

1. Seksi Lalu Lintas Sungai dan Laut ; 2. Seksi Angkutan Sungai dan Laut ;

3. Seksi Keselamatan, Sarana dan Prasarana. d. Bidang Komunikasi dan Informatika :

1. Seksi Telekomunikasi dan Informatika ;

2. Seksi Sarana Komunikasi dan Desiminasi Teknologi Informasi. e. Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan dan Komunikasi. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 12

Susunan organisasi Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata terdiri dari :

(17)

a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Pemuda dan Olah Raga :

1. Seksi Kepemudaan ; 2. Seksi Bina Olah Raga. c. Bidang Kebudayaan :

1. Seksi Bina Kesenian ;

2. Seksi Sejarah, Nilai Tradisional dan Kepurbakalaan. d. Bidang Pariwisata :

1. Seksi Pengembangan Objek Wisata ; 2. Seksi Usaha dan Promosi Wisata ;

e. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata.

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 13

Susunan organisasi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura terdiri dari :

a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Bina Pengelolaan Lahan :

1. Seksi Pengelolaan Lahan dan Air ; 2. Seksi Peramalan dan Pengamatan ;

3. Seksi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman. c. Bidang Bina Produksi Tanaman Pangan :

1. Seksi Perbenihan Tanaman Pangan ;

2. Seksi Pengembangan Produksi Tanaman Pangan ; 3. Seksi Prasarana Budi Daya Tanaman Pangan. d. Bidang Bina Produksi Hortikultura :

1. Seksi Perbenihan Hortikultura ;

2. Seksi Pengembangan Produksi Hortikultura ; 3. Seksi Prasarana Budi Daya Hortikultura. e. Bidang Bina Usaha Tani :

1. Seksi Pengembangan Usaha Tani ;

2. Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil ; 3. Seksi Pemasaran Hasil Pertanian.

(18)

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 14

Susunan organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Konservasi Lahan :

1. Seksi Tata Kelola Lahan Konservasi Setempat ; 2. Seksi Rehabilitasi Lahan.

c. Bidang Bina Usaha dan Budi Daya :

1. Seksi Legalitas Usaha dan Pengendalian Budi Daya ; 2. Seksi Fasilitasi Usaha dan Budi Daya.

d. Bidang Pemanfaatan dan Pengamanan Peredaran Hasil : 1. Seksi Legalitas Peredaran Hasil ;

2. Seksi Keamanan Peredaran Hasil.

e. Unit Pelaksana Teknis Dinas Kehutanan dan Perkebunan. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 15

Susunan organisasi Dinas Perikanan dan Kelautan terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Bina Produksi Perikanan :

1. Seksi Pengembangan Teknologi Tangkap ; 2. Seksi Bina Budi Daya Perikanan.

c. Bidang Bina Usaha Perikanan : 1. Seksi Olah Hasil Perikanan ; 2. Seksi Informasi dan Promosi.

d. Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan :

1. Seksi Pengelolaan Kelautan, Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil ; 2. Seksi Pengawasan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan. e. Unit Pelaksana Teknis Dinas Perikanan dan Kelautan.

(19)

Pasal 16

Susunan organisasi Dinas Peternakan terdiri dari : a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Bina Produksi Ternak :

1. Seksi Pembibitan dan Pengembangan Ternak ; 2. Seksi Pendayagunaan Pakan Ternak.

c. Bidang Kesehatan Veteriner :

1. Seksi Pemberantasan Penyakit Hewan ; 2. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner. d. Bidang Bina Usaha Peternakan :

1. Seksi Fasilitasi Agribisnis Peternakan ; 2. Seksi Fasilitasi Olah Mutu Hasil Peternakan. e. Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 17

Susunan organisasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari :

a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan.

b. Bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah : 1. Seksi Bina Kelembagaan ;

2. Seksi Bina Usaha dan Fasilitasi Permodalan ; 3. Seksi Bina Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah. c. Bidang Perindustrian :

1. Seksi Sarana Industri ;

2. Seksi Bina Usaha dan Produksi. d. Bidang Perdagangan :

1. Seksi Fasilitasi Promosi Komoditas ; 2. Seksi Distribusi dan Usaha Perdagangan. 3. Seksi Bina Usaha Energi.

e. Bidang Pengelolaan Pasar : 1. Seksi Prasarana Pasar ;

(20)

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 18

Susunan organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah terdiri dari :

a. Sekretariat :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; 2. Sub Bagian Program dan Keuangan. b. Bidang Pendapatan Daerah :

1. Seksi Pendapatan Asli Daerah ; 2. Seksi Dana Perimbangan ; 3. Seksi Pelayanan BPHTB c. Bidang Penerimaan PBB :

1. Seksi Pendataan dan Pelayanan PBB ; 2. Seksi Penilaian dan Penetapan PBB ; 3. Seksi Penagihan PBB.

d. Bidang Akuntansi : 1. Seksi Pembukuan ; 2. Seksi Pelaporan. e. Bidang Anggaran :

1. Seksi Perencanaan Anggaran ; 2. Seksi Pengelolaan Pembiayaan ; 3. Seksi Perbendaharaan.

f. Bidang Pengelolaan Kekayaan Daerah :

1. Seksi Bina Sistem Pengelolaan Kekayaan Daerah ; 2. Seksi Pengendalian Penggunaan Kekayaan Daerah ; 3. Seksi Pengembangan Penanaman Modal dan Investasi.

g. Unit Pelaksana Teknis Dinas pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah.

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 19

(1) Bagan susunan organisasi Pemerintah Daerah, sebagaimana tercantum dalam Lampiran I merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini ;

(2) Bagan susunan organisasi Dinas-Dinas Daerah, sebagaimana tercantum dalam Lampiran II sampai dengan Lampiran XIV merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(21)

Pasal 20

(1) Rincian unit pelaksana teknis dinas pada masing-masing dinas daerah yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, akan ditetapkan dengan Peraturan Bupati ;

(2) Uraian tugas masing-masing jabatan dalam organisasi dinas-dinas daerah yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, akan ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

BAB IV TATA KERJA

Pasal 21

Dalam melaksanakan tugasnya, dinas-dinas dan unit pelaksana teknis dinas menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugasnya masing-masing.

BAB V PEMBIAYAAN

Pasal 22

(1) Segala biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi dinas-dinas dan unit pelaksana teknis dinas dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Barito Kuala. (2) Selain mendapatkan biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dinas-dinas dan unit pelaksana teknis dinas dapat memperoleh bantuan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB VI

ESELON, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Bagian Kesatu

Eselon

Pasal 23

Eselon jabatan pada dinas-dinas daerah adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas adalah jabatan struktural eselon II b ;

b. Sekretaris Dinas adalah jabatan struktural eselon III a ; c. Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III b ;

(22)

d. Kepala Sub Bagian adalah jabatan struktural eselon IV a ; e. Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV a ;

f. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas adalah jabatan struktural eselon IV a;

g. Kepala Sub Bagian pada Unit Pelaksana Teknis Dinas adalah jabatan struktural eselon IV b ;

h. Kepala Tata Usaha Sekolah Menengah Kejuruan adalah jabatan struktural eselon IV b ;

i. Kepala Tata Usaha Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Menengah adalah jabatan struktural eselon V a ;

Bagian Kedua

Pengangkatan dan Pemberhentian

Pasal 24

Pengangkatan dan pemberhentian pejabat struktural, jabatan fungsional dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

BAB VII

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Pasal 25

Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi dinas-dinas daerah sesuai keahlian dan kebutuhan.

BAB VIII

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 26

Segala ketentuan yang mengatur mengenai pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja dinas-dinas daerah dan unit pelaksana teknis dinas, serta susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah lainnya yang sudah ada sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah ini masih tetap berlaku sampai diatur dengan ketentuan yang baru berdasarkan Peraturan Daerah ini.

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 27

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur dengan Peraturan Bupati.

(23)

Pasal 28

Dengan diberlakukannya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 6 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 7 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 8 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perikanan dan Kelautan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 9 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 10 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 11 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 12 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 13 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Sosial (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 14 Tahun 2008), Peraturan Daerah abupaten Barito Kuala Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 15 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 16 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota, Budaya dan Pariwisata (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 16 Tahun 2008) Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Peternakan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 17 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 18 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 19 Tahun 2008), Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pasar dan Kebersihan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 20 Tahun 2008) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

(24)

Pasal 29

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal 7 Januari 2011.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Barito Kuala.

Ditetapkan di Marabahan

pada tanggal 24 Nopember 2010 BUPATI BARITO KUALA,

ttd

HASANUDDIN MURAD

Diundangkan di Marabahan

pada tanggal 25 Nopember 2010

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA,

SUPRIYONO

(25)

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN DAERAH

KABUPATEN BARITO KUALA

NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA

I. UMUM

Menginjak 2 (dua) tahun diberlakukannya Struktur Organisasi dan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka dipandang perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif untuk melihat gambaran secara jelas mengenai kinerja masing-masing Dinas dan juga efektifitas dan sinkronisasi pelaksanaan tugas dan fungsi antar Dinas Daerah.

Dari hasil evaluasi terlihat adanya ketidakefektifan dan ketidaksinkronan pelaksanaan tugas dan fungsi antar Dinas Daerah sehingga berakibat terjadinya tumpang tindih dan ketidakjelasan cakupan tugas dan fungsi masing-masing Dinas Daerah.

Berkenaan hal tersebut, dalam rangka menciptakan organisasi perangkat daerah yang efisien, efektif, rasional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah, dipandang perlu untuk menata kembali Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Barito Kuala.

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 1 sampai dengan Pasal 29 Cukup jelas

(26)

Lampiran II : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PENDIDIKAN Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PENDIDIKAN SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN PERENCANAAN SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH BIDANG PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SEKSI PENDIDIKAN KESETARAAN SEKSI KURIKULUM DAN KESISWAAN SEKSI KURIKULUM DAN KESISWAAN SEKSI TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DASAR SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

SEKSI SARANA DAN PRASARANA SEKSI SARANA DAN PRASARANA SEKSI TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN MENENGAH U P T D BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(27)

Lampiran III : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS KESEHATAN Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA

DINAS KESEHATAN SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN PERENCANAAN SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PEMBERANTASAN PENYAKIT BIDANG PELAYANAN KESEHATAN BIDANG BINA KESEHATAN KELUARGA BIDANG PROMOSI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKSI PENCEGAHAN PENYAKIT SEKSI FARMASI DAN PERBEKALAN KESEHATAN SEKSI KESEHATAN IBU DAN ANAK SEKSI PROMOSI KESEHATAN SEKSI PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR SEKSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN RUJUKAN SEKSI GIZI SEKSI PENYEHATAN PERMUKIMAN SEKSI IMUNISASI SEKSI SISTEM JAMINAN KESEHATAN SEKSI FASILITASI PELAYANAN KB SEKSI SISTEM INFORMASI KESEHATAN U P T D BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(28)

Lampiran IV : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KEPENDUDUKAN BIDANG PENCATATAN SIPIL BIDANG DATA DAN INFORMASI SEKSI IDENTITAS PENDUDUK SEKSI KELAHIRAN DAN KEMATIAN SEKSI OLAH SIMPAN DATA SEKSI MOBILITAS PENDUDUK SEKSI PERKAWINAN DAN PERCERAIAN SEKSI PELAYANAN INFORMASI U P T D BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(29)

Lampiran V : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA DINAS

SOSIAL,

TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG BANTUAN DAN REHABILITASI SOSIAL BIDANG PEMBERDAYAAN SOSIAL BIDANG KETENAGA- KERJAAN BIDANG KETRANS- MIGRASIAN SEKSI BANTUAN DAN KESIAGAAN SEKSI BINA KELUARGA DAN ORGANISASI SOSIAL SEKSI PELATIHAN DAN PENEMPATAN TENAGA KERJA SEKSI PENEMPATAN TRANSMIGRASI SEKSI REHABILITASI PENYANDANG CACAT DAN PELAYANAN LANSIA SEKSI BINA KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT SEKSI INFORMASI DAN PENGAWASAN NORMA KETENAGA- KERJAAN SEKSI BINA PEMUKIMAN TRANSMIGRASI SEKSI BINA PANTI SOSIAL & ANAK TERLANTAR SEKSI BINA POTENSI KESEJAHTERAAN SOSIAL SEKSI HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA SEKSI PEMBERDAYAAN TRANSMIGRASI U P T D BUPATI BARITO KUALA,

ttd

(30)

Lampiran VI : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PEKERJAAN UMUM Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PEKERJAAN UMUM SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM SUB BAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG BINA MARGA BIDANG SUMBER DAYA AIR BIDANG CIPTA KARYA BIDANG TATA RUANG DAN JASA KONSTRUKSI SEKSI JALAN SEKSI RAWA SEKSI PERMUKIMAN SEKSI TATA RUANG SEKSI JEMBATAN SEKSI SUNGAI SEKSI AIR BERSIH DAN

DRAINASE SEKSI BINA USAHA JASA KONSTRUKSI U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(31)

Lampiran VII : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN BIDANG LALU LINTAS ANGKUTAN SUNGAI DAN LAUT BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SEKSI LALU LINTAS JALAN SEKSI LALU LINTAS SUNGAI DAN LAUT SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SEKSI ANGKUTAN JALAN SEKSI ANGKUTAN SUNGAI DAN LAUT SEKSI SARANA KOMUNIKASI DAN DESIMINASI TEKNOLOGI INFORMASI SEKSI TEKNIK, SARANA DAN PRASARANA SEKSI KESELAMATAN, SARANA DAN PRASARANA U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(32)

Lampiran VIII : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PEMUDA, OLAH RAGA, KEBUDAYAAN

DAN PARIWISATA

Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA

DINAS PEMUDA, OLAH RAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA BIDANG KEBUDAYAAN BIDANG PARIWISATA SEKSI KEPEMUDAAN SEKSI BINA KESENIAN SEKSI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SEKSI BINA OLAH RAGA SEKSI SEJARAH, NILAI TRADISIONAL DAN KEPURBAKALAAN SEKSI USAHA DAN PROMOSI WISATA U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(33)

Lampiran IX : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG BINA PENGELOLAAN LAHAN DAN PERLINDUNGAN TANAMAN BIDANG BINA PRODUKSI TANAMAN PANGAN BIDANG BINA PRODUKSI HORTIKULTURA BIDANG BINA USAHA TANI SEKSI PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR SEKSI PERBENIHAN TANAMAN PANGAN SEKSI PERBENIHAN HORTIKULTURA SEKSI PENGEMBANGAN USAHA TANI SEKSI PERAMALAN DAN PENGAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN SEKSI PENGEMBANGAN PRODUKSI HORTIKULTURA SEKSI PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN HASIL SEKSI PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN SEKSI PRASARANA BUDI DAYA TANAMAN PANGAN SEKSI PRASARANA BUDI DAYA HORTIKULTURA SEKSI PEMASARAN HASIL PERTANIAN U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd

(34)

Lampiran X : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KONSERVASI LAHAN BIDANG BINA USAHA DAN BUDI DAYA BIDANG PEMANFAATAN DAN PENGAMANAN PEREDARAN HASIL SEKSI TATA KELOLA LAHAN KONSERVASI SETEMPAT SEKSI LEGALITAS USAHA DAN PENGENDALIAN BUDI DAYA SEKSI LEGALITAS PEREDARAN HASIL SEKSI REHABILITASI LAHAN SEKSI FASILITASI USAHA DAN BUDI DAYA SEKSI KEAMANAN PEREDARAN HASIL U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(35)

Lampiran XI : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PETERNAKAN Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA

DINAS PETERNAKAN SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG BINA PRODUKSI TERNAK BIDANG KESEHATAN VETERINER BIDANG BINA USAHA PETERNAKAN SEKSI PEMBIBITAN DAN PENGEMBANGAN TERNAK SEKSI PEMBERANTASAN PENYAKIT HEWAN SEKSI FASILITASI AGRIBISNIS PETERNAKAN SEKSI PENDAYAGUNAAN PAKAN TERNAK SEKSI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER SEKSI FASILITASI OLAH MUTU HASIL PETERNAKAN U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(36)

Lampiran XII : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN Tanggal 24 Nopember 2010

KABUPATEN BARITO KUALA

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG BINA PRODUKSI PERIKANAN BIDANG BINA USAHA PERIKANAN BIDANG PENGENDALIAN DAN PEMANFAATAN SEKSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TANGKAP SEKSI OLAH HASIL PERIKANAN SEKSI PENGELOLAAN KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SEKSI BINA BUDI DAYA

PERIKANAN SEKSI INFORMASI DAN PROMOSI SEKSI PENGAWASAN SUMBER DAYA PERIKANAN DAN KELAUTAN U P T D

BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(37)

Lampiran XIII : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala BAGAN SUSUNAN ORGANISASI Nomor 16 Tahun 2010

DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Tanggal 24 Nopember 2010 KABUPATEN BARITO KUALA DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN SEKRETARIS SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH BIDANG PERINDUSTRIAN BIDANG PERDAGANGAN BIDANG PENGELOLAAN PASAR SEKSI BINA KELEMBAGAAN SEKSI SARANA INDUSTRI SEKSI FASILITASI PROMOSI KOMODITAS SEKSI PRASARANA PASAR SEKSI BINA USAHA DAN FASILITASI PERMODALAN SEKSI USAHA DAN PRODUKSI SEKSI DISTRIBUSI DAN USAHA PERDAGANGAN SEKSI PUNGUTAN PENYELENGGARA-AN PASAR SEKSI BINA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH SEKSI BINA USAHA ENERGI

U P T D BUPATI BARITO KUALA,

ttd HASANUDDIN MURAD

(38)
(39)

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KEKAYAAN DAERAH

KABUPATEN BARITO KUALA

Lampiran XIV : Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala

Nomor 16 Tahun 2010 Tanggal 24 Nopember 2010 DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KEKAYAAN DAERAH SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENDAPATAN DAERAH BIDANG PENERIMAAN PBB BIDANG AKUNTANSI BIDANG ANGGARAN BIDANG PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH SEKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH SEKSI PENDATAAN DAN PELAYANAN PBB SEKSI PEMBUKUAN SEKSI PERENCANA- AN ANGGARAN SEKSI BINA SISTEM PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH SEKSI DANA PERIMBANGAN SEKSI PENILAIAN DAN PENETAPAN PBB SEKSI PELAPORAN SEKSI PENGELOLAAN PEMBIAYAAN SEKSI PENGENDALI AN PENGGUNAAN KEKAYAAN DAERAH SEKSI PELAYANAN BPHTB SEKSI PENAGIHAN PBB SEKSI PERBENDAHA RA-AN SEKSI PENGEMBANG AN PENANAMAN MODAL DAN INVESTASI U P T D BUPATI BARITO KUALA, HASANUDDIN MURAD

(40)

Referensi

Dokumen terkait

Allah SWT berfirman: Dan dirikanlah sholat itupada kedua tepi siang (Zhuhur, Asar) dan pada waktu-waktuyang dekat dengan tepi malam (Maghrib, Isya dan Shubuh) (Hud)

Dalam melakukan periklanan, periklanan yang dilakukan adalah melalui media, televisi, radio, surat kabar, dan majalah. Kendala yang di hadapi pengelola Wisata

Pada menjalankan kuasa yang diberikan oleh seksyen 168 Kanun Tanah Negara, notis adalah dengan ini diberi bahawa adalah dicadangkan hendak mengeluarkan hakmilik

Minat dapat mempresentasikan tindakan-tindakan, dengan demikian minat kunjung adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan

Dari hasil analisis dan pembahasan tentang makna kotowaza yang terbentuk dari kata inu (犬) dapat disimpulkan bahwa dari 36 kotowaza inu (犬) yang telah dikumpulkan hanya ada 16

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Salatiga mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah

Adalah perdagangan elektrik dimana perdagangan ini dilakukan dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi terutama internet. Internet memungkinkan orang atau organisasi

Kemudian menganalisa dan menyusun perhitungan pada perangkat analisa kredit untuk memperkirakan kredit yang dapat diberikan dan membuat rekomendasi pada Perangkat