PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN DENGAN PENDEKATAN TERINTEGRASI SERVQUAL, LEAN DAN SIX SIGMA
(STUDI KASUS : PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA, Tbk)
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011
Peneliti Tugas Akhir:
Yaumul Alfin 2505.100.171
Dosen Pembimbing:
METODOLOGI PENELITIAN PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
PENGUMPULAN & PENGOLAHAN DATA ANALISA DAN USULAN
PERBAIKAN KESIMPULAN &
SARAN
DAFTAR ISI
Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian
1. Cadangan BBM semakin menurun dan harganya Semakin mahal
1. Cadangan BBM semakin menurun dan harganya Semakin mahal
2. Pentingnya kualitas proses layanan, untuk meningkatkan kepuasan konsumen
2. Pentingnya kualitas proses layanan, untuk meningkatkan kepuasan konsumen
3. PGN Sebagi perusahaan terbesar didisribusi dan trasmisi gas alam di Indonesia
3. PGN Sebagi perusahaan terbesar didisribusi dan trasmisi gas alam di Indonesia
4. Besarnya tingakat komplain dari pelanggan industri dan manufaktur, terlihat dari perbandingan jumlah pelanggan dengan komplain
4. Besarnya tingakat komplain dari pelanggan industri dan manufaktur, terlihat dari perbandingan jumlah pelanggan dengan komplain
1. Cadangan BBM semakin menurun dan harganya Semakin mahal
1. Cadangan BBM semakin menurun dan harganya Semakin mahal
- Terlihat harga BBM lebih mahal dari gas Alam, dan bila dibanding dengan energi Yang lain, saat ini terlihat termurah, cuma Investasi yang mahal yang menjadi
penghalang
- Terlihat harga BBM lebih mahal dari gas Alam, dan bila dibanding dengan energi Yang lain, saat ini terlihat termurah, cuma Investasi yang mahal yang menjadi
2. Pentingnya kualitas proses layanan, untuk meningkatkan kepuasan konsumen
2. Pentingnya kualitas proses layanan, untuk meningkatkan kepuasan konsumen
- Penggunaan oil semkain menurun, dan penggunaan Gas Semakin meningkat juga batubara dan panas bumi
- Penggunaan oil semkain menurun, dan penggunaan Gas Semakin meningkat juga batubara dan panas bumi
3. PGN Sebagi perusahaan terbesar didisribusi dan trasmisi gas alam di Indonesia
3. PGN Sebagi perusahaan terbesar didisribusi dan trasmisi gas alam di Indonesia
4. Besarnya tingakat komplian dari pelanggan industri dan manufaktur, terlihat dari perbandingan jumlah pelanggan dengan komplain
4. Besarnya tingakat komplian dari pelanggan industri dan manufaktur, terlihat dari perbandingan jumlah pelanggan dengan komplain
Data Jenis Pelanggan
97.760% 0.571% 0.274% 1.394%
Pelanggan Rumah Tanggga
Pelanggan Kecil Pelanggan Industri Jasa & Komersil
Pelanggan Industri Manufaktur & Pembangkit Listrik
E-Quality Pelanggan Manufaktur&pembangkit Listrik Tahun 2008 0.00% 1.00% 2.00% 3.00% 4.00% 5.00% 6.00% 7.00% 8.00% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan P e rs e n ta s e E -Q u a li ty Series1
GAMBARAN DISTRIBUSI DAN
TRANSMISI
Permasalahan yang akan dibahas pada penelitian Tugas Akhir ini adalah:
“Bagaimana meningkatkan kualitas
layanan dengan pendekatan
BATASAN:
1. Penelitian dilakukan di SBU II, Distrik Surabaya. 2. Penelitian dilakukan di Departemen Teknik dan
Operasi dan Departemen Penjualan
3. Metodologi Six Sigma yang digunakan adalah tahap DMAI (Define-Measure-Analyze-Improve), tanpa tahap Control.
ASUMSI:
1. Proses operasi berjalan normal, tidak ada perbaikan atau kerusakan pada jaringan perpipaan secara signifikan. 2. Prosedur operasi, perbaikan, dan penanganan keluhan
konsumen berjalan seperti biasa.
3. Kebijakan perusahaan mengenai supplier bahan baku tidak mengalami perubahan selama dilakukan penelitian
Mengidentifikasi gaps 5 antara harapan customer dengan tingkat kepuasannya, mengenai layanan yang dianggap paling penting.
Mengidentifikasi proses pelayanan dalam penyaluran gas.
Mengidentifikasi waste dan non valueaded activity pada pelayanan dalam panyaluran gas.
Mengidentifikasi penyebab terjadinya waste kritis. Mengusulkan alternatif-alternatif perbaikan untuk mengurangi waste kritis yang berpengaruh terhadap kualitas layanan.
Perusahaan dapat mengetahui apa-apa yang menjadi harapan customer, yang dapat diimprove untuk
meningkatkan pelayanan.
Perusahaan dapat mengetahui waste paling kritis yang berpengaruh terhadap proses pelayanan.
Perusahaan memperoleh usulan perbaikan untuk mereduksi waste kritis yang terjadi pada proses
pelayanan sehingga efisiensi dan kepuasan konsumen dapat meningkat.
Jasa Lean RCA Six Sigma FMEA Critical Review Lean Sigma Servqual Kualitas Jasa
Jasa adalah produk yang tidak berwujud. Apabila
seseorang membeli jasa, hal itu sama artinya
dengan menukarkan uang yang dimilikinya
dengan suatu produk yang tidak berwujud.
(Sumber : Vincent Gazpersz, 2002)
KUALITAS
Menurut Gasperz (2002 :4), kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi. Secara konvesional dari
kualitas menggambarkan karakteristik langsung dari
produk, sedangkan secara strategik bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan.
KUALITAS JASA
Kualitas jasa berpusat pada pemenuhan
kebutuhan dan keinginan pelanggan serta
ketepatan penyampaian untuk menimbangi
harapan pelangggan (Nasution, 2004:47).
Kualitas jasa adalah ketidaksesuain antara
harapan konsumen dengan presepsi
konsumen (Berry, Zeithaml, Parasuraman,
1990 :19).
Metode Service Quality (SERVQUAL)
Konseptual SERVQUAL ; sumber dari Zeithaml, et at (1990
Lean didefinisikan sebagai suatu pendekatan sistemik dan sistematik
untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) dan serta aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah (non-value added
activities) sepanjang proses value stream (value stream process)
melalui peningkatan terus menerus secara radikal (Gaspersz, 2007).
LEAN SERVICE
Prinsip-prinsip Lean Manufacturing dan Lean Service (Sumber: Vincent Gaspersz, 2006)
“Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk
memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem
solving tools secara intensif (Gaspersz, 2007)”
4 KONSEP INTI MANAJEMEN SIX SIGMA (Sung H. Park, 2003)
1. Proses 2. Variasi
3. Cycle Time, Yield, dan Produktivitas 4. Customer Satisfaction
SIX SIGMA&LEAN
Perbandingan Konsep Lean Thinking dan Six Sigma (Sumber: Gaspersz, 2007)
Sasaran LEAN :
Menciptakan aliran lancar produk sepanjang value stream process Menghilangkan semua jenis pemborosan (waste)
Sasaran SIX SIGMA :
Meningkatkan kapabilitas
proses sepanjang value stream
mencapai zero defects Menghilangkan variasi
Lean Sigma berarti mengerjakan sesuatu dengan cara
sederhana dan seefisien mungkin, namun tetap menghasilkan kualitas yang baik dan pelayanan yang
9 Waste (E-DOWNTIME)
E-DOWNTIME menurut Gaspersz (2007) :
Environmental, Health and Safety (EHS)
üDefects
üOverproduction üWaiting
üNot Utilizing employees knowledge, skill and
abilities
üTransportation üInventory üMotion
RCA merupakan suatu metodologi untuk
mengidentifikasi dan mengoreksi sebab-sebab yang penting dalam permasalahan operasional dan
fungsional (Jucan, 2005).
RCA menyediakan klasifikasi penyebab-penyebab yang komprehensif berhubungan dengan 5M yaitu
man, machine, materials, methods and management system dan membantu membangun suatu ilmu dasar untuk berhubungan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan reliabilitas produk/proses,
FMEA adalah suatu prosedur terstruktur
untuk mengidentifikasi dan mencegah
sebanyak mungkin mode kegagalan
(Gaspersz, 2002).
No Nama Latar Belakang Perumusan
Masalah Metodologi Hasil Akhir
1 Reni
Wulansari (PT. Telkom Devri V Jatim)
Perlunya perusahaan
mereduksi non-value added activities untuk meningkatkan kualitas layanan.
Mengidentifikasi waste dan
melakukan reduksi waste yang paling kritis untuk
meningkatkan kualitas layanan
Lean Thinking, Six Sigma
Didapat waste kritis yang berpengaruh terhadap kualitas layanan 2 Retno Anggraini (Pengemasan MSG di PT. Ajinomoto Indonesia) Pentingnya peningkatkan efisiensi proses pengemasan yang dapat mengoptimalkan kecepatan dan ketepatan produk ke customer, perbaikan kualitas, peningkatan produktivitas, dan pengurangan biaya Meningkatkan efisiensi proses pengemasan Lean Thinking, Six Sigma Produktivity
Perbaikan kualitas dan peningkatan produktivitas. 3. Yaumul Alfin (PT. Perusahaan Gas Negara, (Perseroan), Tbk) Pentingnya peningkatkan proses pelayanan untuk mendorong perekonomian dengan tercukupinya kebutuhan energi Meningkatkan proses pelayanan dengaan Servqual, lean an Six sigma
Servqual Lean Thinking, Six Sigma Perbaikan kualitas layanan dengan diketahui persepsi pelanggan.
SIDANG TUGAS AKHIR
IV. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN
DATA
DEFINE
PROFIL PERUSAHAAN
Semula pengusahaan gas di Indonesia adalah perusahaan gas swasta Belanda yang bernama I.J.N. Eindhoven & Co berdiri pada tahun 1859.
PGN kemudian memasuki babak baru menjadi perusahaan terbuka ditandai dengan tercatatnya saham PGN pada
tanggal 15 Desember 2003 di Bursa Efek Jakarta
Visi Perusahaan
“Menjadi perusahaan publik terkemuka di bidang penyedia gas bumi”
Misi Perusahaan
“Meningkatkan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan industri, komersial dan rumah tangga melalui jaringan pipa transmisi, moda transportasi lain, jaringan pipa distribusi dan kegiatan niaga serta usaha lain yang mendukung
IDENTIFIKASI ATRIBUT KEPUASAN KONSUMEN
Identifikasi Proses Pelayanan
Identifikasi Aktivitas 38,10% 9,52% 52,38% VA NVA NNVAKelalaian dalam
memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip EHS
Banyaknya klaim gangguan produk layanan
E-Quality yang ≥0.5%
Langkah-langkah penyelesaian
gangguan yang panjang dan berbelit-belit dimana tim harus melaporkan
progress kedepartmen terkait juga
departemen operasi EHS
DEFECT
OVERPRODUCTION
Waktu tanggapan atau time respon yang lama melebihi batas yang ditentukan
Proses penanganan gangguan yang melebihi batas yang ditentukan WAITING
Penggunaan pekerja yang tidak tepat untuk suatu pekerjaan tertentu.
Latarbelakang pendidikan pekerja yang tidak sesuai dengan
pekerjaannya
Estimasi gangguan yang salah, sehingga peralatan yang dibawah tidak sesuai atau
kurang.
Gangguan yang besar yang tidak teridentifikasi sejak awal, sehingga harus
menghubunggi departemen terkait
NOT UTILIZING EMPLOYEES KNOWLEDGE, SKILL AND ABILITIES
TRANSPORTATION
Pending penyelesaian gangguan
karena perbedaan pendapat wewenang penanganan penyelesaian gangguan
INVENTORY
Agen melakukan aktivitas yang tidak produktif pada
waktu jam kerja seperti bersenda gurau, mondar-mandir, berjalan-jalan tanpa
tujuan
Meninggalkan pekerjaannya pada saat jam kerja
MOTION
PENDEFINISIAN E-DOWNTIME
EXCESS PROCESSING
Terjadinya gangguan ulang pada produk layanan setelah perbaikan
MEASURE
MEASURE
CTQ DEFECT
Jumlah defect 0 5 10 15 20 25 SS oVTriPrep ssure o utle t... M eter m acet Boco r pad a sea ... Relie f N gebo w Vo lum e c orre ct.. keba ka ran Ga s ada air Ga s tid ak me ng... Kebo co ran plu... Pem indah an V... Segmen Gangguan Ju m la h G an gg ua n Series1
CTQ WAITING
- Target perusahaan waktu tanggapan rata-rata tidak Lebih dari 30menit
-Target perusahaan untuk waktu perbaikan rata-rata Tidak lebih dari 1 jam (60menit)
- Target perusahaan waktu tanggapan rata-rata tidak Lebih dari 30menit
-Target perusahaan untuk waktu perbaikan rata-rata Tidak lebih dari 1 jam (60menit)
ANALYZE
ANALYZE
IMPROVE
IMPROVE
USULAN PERBAIKAN&BIAYA
EXISTING
ESTIMASI BIAYA ALTERNATIF
1
2
3
PERHITUNGAN PERFORMANSI
TERBOBOT
PERHITUNGAN PEMILIHAN
ALTERNATIF
-pembersihan membran atau filter -training pekerja lapangan
-kendaraa operasional dibawah pulang
-pembersihan membran atau filter -training pekerja lapangan
-kendaraa operasional dibawah pulang
KESIMPULAN
1. Nilai gab terbesar antara tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan terdapat dalam dimensi kehandalan layanan dan jaminan layanan.
2. Waste yang sering terjadi (waste kritis) adalah defect dan
waiting. Penetepan waste kritis ini dengan menggunakan
kuisioner.
3. CTQ untuk waste defect dipengaruhi oleh 3 faktor kritis yaitu pressure outlet drop, relief blow up, dan SSoV trip. Ketiga faktor kritis tersebut digali dari dimensi kehandalan dan jaminan layanan.
4. CTQ untuk waste waiting dipengaruhi oleh 3 faktor kritis
yaitu koordinasi, jumlah tenaga kerja dan
jumlah
5. Berdasarkan RCA dan FMEA diketahui bahwa penyebab kritis waste defect adalah SOP penggunaan gas yang tidak ada atau tidak ada training penggunaan gas dan
membrane kotor atau rusak.
6. Berdasarkan RCA dan FMEA diketahui bahwa penyebab kritis waste waiting adalah kemampuan penyelesaian
keluhan oleh petugas yang lama dan tidak ada shif malam. 7. Alternatif terbaik yang dipilih dengan bedasarkan
performance, cost ,value dan kebijakan perusahaan adalah
kombinasi usulan perbaikan 2,3, 4, yaitu pembersihan membran, training pekerja lapangan untuk
meningkatkan kemampuan dan kendaraan operasional lapangan dibawah pulan
SARAN
Penelitian untuk meningkatkan kualitas
layanan sebaiknya dilakukan secara berkala
untuk melihat prilaku dari pelanggan
Perusahaan seharusnya melakukan metode
perbaikkan lainnya seperti Supply Chain
untuk menjaga kualitas produk dan layanan.
Untuk penelitian selanjutnya dapat dibuat
penelitian hingga fase control sehingga
hasil dari usulan perbaikan dapat diketahui
tingkat keberhasilannya
Berry, L., Zeithaml, V., Parasuraman, A. (1990) The Service-Quality Puzzle. Business Horizons
Evans, James R., Lindsay, William M. 2007. An Introduction to Six Sigma and Process
Improvement. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Gaspersz, Vincent. 2002. Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi
dengan ISO 9001:2000, MBNQA dan HACCP. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Gasperz, Vincent. 2006. Continous Cost Reduction Through Lean-Sigma Approach. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Gaspersz, Vincent. 2007. Lean Six Sigma for Manufacturing and Service Industries. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Hines, Peter and Taylor, David (2000). “Going Lean”. Proceeding of Lean Enterprise Research Centre, Cardiff Business School, UK.
<URL: http://www.cf.ac.uk/carbs/lom/learch/centre/publications>
Jafar, Farida., (2005) Manajemen Jasa Pendekatan Terpadu. Bogor : Gahlia Indonesia Montgomery, Douglas C. 1996. Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pande, Peter S, Neuman, Robert P., Cavanagh, Rolland R. 2000. The Six Sigma
Way –Bagaimana GE, Motorola dan Perusahaan Terkenal Lainnya Mengasah Kinerja Mereka. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Park, Sung H. (2003). Six Sigma for Quality and Productivity Promotion. Asian Productivity Organization, Tokyo.
Retno Anggraini (2009). Peningkatan Produktivitas Proses Pengemasan
dengan Pendekatan Lean sigma (Studi Kasus: PT. Ajinomoto Indonesia). Tugas
Akhir Mahasiswa Jurusan Teknik Industri. Surabaya: ITS.
Reni Wulan sari (2008). Evaluasi dan Peningkatan Kualitas Sistem Pelayanan
Gangguan Pada Unit Corporate Customer dengan Pendekatan Lean Sigma (Studi Kasus: PT. Telkom Divre V Jawa Timur). Tugas Akhir Mahasiswa
Jurusan Teknik Industri. Surabaya: ITS
Tjiptono, Fandy., Chandra, Gregorius. (2005). Service, Quality & Satisfaction. Yogyakarta :Penerbit ANDI.
Tjiptono, Fandy. (1996). Prinsip-Prinsip Total Quality Service. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta
Zeithaml, V., Parasuraman, A., Berry, L (1990) Delevery Quality Service Balancing Customer Perception and Expectation, USA :Free Pres Collier Macmillan Publisher