• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. yang diangkat dalam penelitian ini diantaranya hasil belajar siswa pada mata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV. yang diangkat dalam penelitian ini diantaranya hasil belajar siswa pada mata"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

IMPLEMENTASI PRINSIP MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III

PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH IBTIDAIYAH NAJAHIYAH

PALEMBANG

A. Implementasi Prinsip Multiple Intelligences dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang

Pada bab ini merupakan analisis data yang berisikan beberapa masalah yang diangkat dalam penelitian ini diantaranya hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia sebelum dan sesudah digunakan prinsip Multiple Intelligences.

Implementasi Prinsip Multiple Intelligences dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang dilaksanakan praktek langsung dikelas III pada tanggal 15,16, 21, 22, 23, dan 28 Mei 2015 Selama 6 kali pertemuan dengan materi menulis karangan. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan prinsip Multiple Intelligences sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah peniliti buat. Adapun yang dilakukan peneliti dalam proses pembelajaran dalam menerapkan Prinsip Multiple Intelligences yaitu peneliti memberikan soal pre-test serta memberikan soal tes post-test. Guna untuk mengetahui hasil implementasi Prinsip Multiple Intelligences dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah

(2)

Najahiyah Palembang, peneliti melakukan observasi dengan cara melihat guru (peneliti) mata pelajaran menjelaskan secara rinci penggunaan Prinsip Multiple Intelligences.

Adapun cara yang dilakukan peneliti ketika menerapkan Prinsip Multiple Intelligences terhadap siswa yang berjumlah 25 orang adalah sebagai berikut: 1. Guru mempersiapkan RPP

Setiap pertemuan peneliti selalu mempersiapkan RPP 2. Guru memberikan motivasi kepada siswa

Setiap kali pembelajran berlangsung ssebelum pelajaran dimulai peneliti selalu memberikan motivasi kepada siswa agar siswa lebih terdorong dan berminat unuk melakukan pembelajaran.

3. Guru mempersiapkan Prinsip Multiple Intelligences disini sangat penting, karena Prinsip Multiple Intelligences adalah yang menjadi cara mengajar dari pembelajaran yang dilaksanakan pada saat penelitian.

4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran karena sangat berpengaruh sekali pada pembelajaran agar pembelajaran dapat tersampaikan.

5. Guru menjelaskan materi pembelajaran memperhatikan Prinsip Multiple Intelligences.Dengan terlaksananya Prinsip Multiple Intelligences diharapkan siswa mampu aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar tidak membosankan.

(3)

6. Guru meminta siswa untuk menjawab soal-soal yang diberikan guru pada materi menulis karangan.

7. Siswa menjawab soal-soal yang diberikan guru dan setelah waktu yang ditentukan habis siswa segera mengumpulkannya agar guru dapat segera memberikan skor.

8. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembeajaran setiap pertemuan.

Untuk mengetahui keberhasilan siswa setelah diterapkannya Prinsip Multiple Intelligences diperoleh berdasarkan hasil tes yang berisikan soal-soal untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa. Pada pelaksanaan di Madrasah ada beberapa siswa yang sudah bisa menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang masih belum faham pada saat pengerjaan soal tes sehingga terdapat perbedaan yang diperoleh saat pembelajaran berlangsung dengan tes yang diberikan secara individu. Salah satu penyebabnya pada saat pembelajaran berlangsung sebagian siswa tidak memperhatikan sehingga pada saat mengerjakan soal-soal yang diberikan mereka mengalami kesulitan.

B. Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang

Pada bab ini akan membahas mengenai hasil belajar siswa sebelum digunakan Prinsip Multiple Intelligences maupun sesudah diterapkan Prinsip Multiple Intelligences. Sebagaimana telah dijelaskan pada Bab I terdahulu

(4)

peneliti ini bertujuan unk mengetahui hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 25 orang. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa maka diberikan test dengan 5 item soal. Tes yang dipakai adalah tes essay. Dari hasil tes yang diberikan pada responden sejumlah 25 orang siswa MI Najahiyah telah dihimpun data berupa skor hasil belajar mereka pada pre-test, didapat data hasil belajar siswa yang tertera pada tabel sebagai berikut:

1. Hasil Belajar Siswa Sebelum Digunakan Prinsip Multiple Intelligences Tabel VIII

Skor Hasil Pembelajaran Siswa Dari 25 Orang Siswa MI Najahiyah Palembang Pada Pre-Test

NO Nama Siswa

Skor Hasil Belajar Pre-Test (X) 1 Anisa 75 2 Amanda Audinda 45 3 Akbar Saputra 35 4 Astina Wulandari 45 5 Bayu 30 6 Duta Wijaya 30 7 Imam Samudra 30

(5)

8 Mela Mayang Sari 75

9 M. Cahya Daffa 80

10 M. Ilham 30

11 M. Jimmy Isba 65

12 M. Ridho Anugrah 30

13 Msy. Latifah Aini 70

14 M. Teguh 40 15 Nadra Aulia 60 16 Nurul 75 17 Nuriana 70 18 Rahmat Hidayat 80 19 Risma Asinia 75 20 Robiatul Hidayah 75 21 Siti Nabila 75 22 Susanti 60 23 Sri Aulia 80 24 Waldi 30 25 Wulandari 70 N= 25 ∑X = 1430 75 45 35 45 30 30 30 75 80 30 65 30 70 40 60 75 70 80 75 75 75 60 80 30 70

(6)

Tabel IX

Distribusi Hasil Belajar Siswa Sebelum Digunakan Prinsip Multiple Intelligences di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang

NO X f fx X (X-Mx) x2 fx2 1 80 3 240 22,8 519,84 1559,52 2 75 6 450 17,8 316,84 1901,04 3 70 3 210 12,8 163,84 491,52 4 65 1 65 7,8 60,84 60,84 5 60 2 120 2,8 7,84 15,68 6 45 2 90 -12,2 148,84 297,68 7 40 1 40 -17,2 295,84 295,84 8 35 1 35 -22,2 492,84 492,84 9 30 6 180 -27,2 739,84 4439,04 Total N= 25 ∑fx= 1430 ---- ---- ∑fx2= 9554

1) Mencari nilai rata-rata

=

=143025

(7)

2) Mencari SD1

D =

D =

D = 382,16 D = 19,54

3) Setelah diketahui skor rata-rata mengenai hasil belajar sebelum digunakan prinsip Multiple Intelligences maka selanjutnya mengelompokkan hasil belajar kedalam tiga kelompok yang tinggi, sedang, rendah (TSR)

M + 1 SD Tinggi

Antara M-1 SD sampai M+1 SD Sedang

M 1 SD Rendah

Dengan rumus di atas maka dapat ditentukan sebagai berikut: Tinggi (T) = M + 1 SD

= 57,2 + 19,54

= 76,74

Sedang (S) = M ˗ 1 SD sampai M+1 SD = 37,6 sampai 76,74

Nilai dibawah 37,6 artinya dimulai dari 37,5 sampai 76,73 kategori sedang Rendah (R) = M - 1 SD

= 57,2 - 19,54 = 37,6

(8)

Berdasarkan kategori skor tinggi, sedang, dan rendah (TSR) yang telah dijelaskan di atas maka langkah selanjutnya adalah memasukkan kedalam rumus persentase, untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel sebagi berikut:

Tabel X

Presentasi Hasil Belajar Siswa Sebelum Digunakan Prinsip Multiple Intelligences di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang NO Hasil Belajar Bahasa Indonesia Frekuensi Persentase

1 Tinggi 3 12%

2 Sedang 15 60%

3 Rendah 7 28%

JUMLAH 100%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa sebelum digunakan Prinsip Multiple Intelligences yang tergolong tinggi (baik) sebanyak 3 orang siswa (12%), tergolong sedang sebanyak 15 Orang siswa (60%), dan yang tergolong rendah sebanyak 7 Orang siswa (28%).

2. Hasil Belajar Siswa Sebelum Digunakan Prinsip Multiple Intelligences Tabel XI

Skor Hasil Pembelajaran Siswa Dari 25 Orang Siswa MI Najahiyah Palembang Pada Post-Test

NO Nama Siswa

Skor Hasil Belajar Post-Test

(9)

1 Anisa 90 2 Amanda Audinda 70 3 Akbar Saputra 75 4 Astina Wulandari 75 5 Bayu 75 6 Duta Wijaya 75 7 Imam Samudra 75

8 Mela Mayang Sari 95

9 M. Cahya Daffa 100

10 M. Ilham 80

11 M. Jimmy Isba 75

12 M. Ridho Anugrah 70

13 Msy. Latifah Aini 95

14 M. Teguh 75 15 Nadra Aulia 75 16 Nurul 90 17 Nuriana 85 18 Rahmat Hidayat 95 19 Risma Asinia 85 20 Robiatul Hidayah 100 21 Siti Nabila 90 22 Susanti 85

(10)

23 Sri Aulia 100 24 Waldi 75 25 Wulandari 90 N= 25 Y = 2100 90 70 75 75 75 75 75 95 100 80 75 70 95 75 75 95 85 95 85 100 95 85 100 75 90 Tabel XII

Distribusi Hasil Belajar Siswa Sesudah Digunakan Prinsip Multiple Intelligences di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang

NO Y f fy X (Y-My) y2 fy2 1 100 3 300 16 256 768 2 95 4 380 11 121 484 3 90 3 270 6 36 108 4 85 3 255 1 1 3 5 80 1 80 -4 16 16 6 75 9 675 -9 81 729 7 70 2 140 -14 196 392

Total N= 25 ∑fy= 2100 ---- ---- ∑fy2= 2500 1) Mencari nilai rata-rata

(11)

=

=210025 = 84 2) Mencari SD1

D =

∑ !

D =

√ ""

D = √100 D = 10

3) Setelah diketahui skor rata-rata mengenai hasil belajar setelah digunakan prinsip Multiple Intelligences maka selanjutnya mengelompokkan hasil belajar kedalam tiga kelompok yang tinggi, sedang, rendah (TSR)

M + 1 SD Tinggi

Antara M-1 SD sampai M+1 SD Sedang

M 1 SD Rendah

Dengan rumus di atas maka dapat ditentukan sebagai berikut: Tinggi (T) = M + 1 SD

(12)

= 94

Sedang (S) = M ˗ 1 SD sampai M+1 SD = 74 sampai 94

Nilai dibawah 74 artinya dimulai dari 73 sampai 93 kategori sedang Rendah (R) = M - 1 SD

= 84 - 10 = 74

Berdasarkan kategori skor tinggi, sedang, dan rendah (TSR) yang telah dijelaskan di atas maka langkah selanjutnya adalah memasukkan kedalam rumus persentase, untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel sebagi berikut:

Tabel XIII

Presentasi Hasil Belajar Siswa Sesudah Digunakan Prinsip Multiple Intelligences di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang NO Hasil Belajar Bahasa Indonesia Frekuensi Persentase

1 Tinggi 7 28%

2 Sedang 16 64%

3 Rendah 2 8%

JUMLAH 100%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa setelah digunakan Prinsip Multiple Intelligences yang tergolong tinggi (baik) sebanyak 7 orang siswa (28%), tergolong sedang sebanyak 16 Orang siswa (64%), dan yang tergolong rendah sebanyak 2 Orang siswa (8%).

(13)

C. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Digunakan Prinsip Multiple Intelligences dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang

Setelah mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah digunakan prinsip Multiple Intelligences dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah implementasi prinsip Multiple Intelligences menggunakan rumus tes “t”.

Untuk menganalisis data dalam penelitian ini penulis mengunakan tehnik analisis komparasional dengan menggunakan rumus tes “t”. rumus tes “t” digunakan untuk menguji kebenaran secara random dari populasi yang sama. Untuk menggunakan rumus tersebut harus melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1. ∑D = Jumlah beda/ selisih antara skor variabel I dan skor variabel II dan D

dapat diperoleh dengan rumus: D= X-Y

2. MD= Mean Of Difference nila rata-rata htung dar beda/selisih antara skor

variabel I dan skor variabel II, yang dapat diperoleh dengan rumus: MD= ∑D

(14)

N

3. Mengkuadratkan D, sehingga diperoleh ∑D2

4. SDD= Deviasi Standar dari perbedaan antara skor variabel I dan skor variabel

II, yang dapat diperoleh dengan rumus: SDD= ∑#N -

%

∑ & '

(

5. Mencari standar error dari Mean Of Difference, yaitu dapat diperoleh dengan rumus:

SEMD= SDD √N-1

6. Data yang telah didapat dikumpulkan dan direkapitulasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus statistik sebagai berikut:

to= MD

SEMD

7. Memberikan interestasi terhadap to dengan melakukan perbandingan antara to

dengan tt dengan patokan sebagai berikut:

a) Jika to lebih besar atau sama dengan tt maka hipotesa nihil ditolak

sebaliknya hipotesa alternatif diterima dan disetujui. Berarti antara kedua variabel yang sedang kita selidiki perbedannya, secara signifikan memang terdapat perbedaan.

b) Jika to lebih kecil daripada tt maka hipotesis nihil diterima atau disetujui

sebaliknya hipotesis alternatif ditolak berarti bahwa perbedaan antara variabel I dan variabel II itu bukanlah perbedaan yang berarti atau bukan perbedaan yang signifikan.

(15)

8. Menarik kesimpulan hasil penelitian.

Suatu kegiatan penelitian eksperimen telah melakukan penelitian terhadap implementasi prinsip Multiple Intelligences dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang. Dalam rangka uji coba efektivitas atau keampuhan prinsip ini. Dilaksanakan penelitian lanjutan ini dengan mengajukan hipotesa nihil: tidak terdapat/tidak ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan prinsip Multiple Intelligences dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang.

Dalam hubungan ini, dari sejumlah 25 orang siswa yang termasuk dalam kelompok kelas eksperimen yang ditetapkan sebagai sampel penelitian, telah berhasil dihimpun data berupa skor hasil belajar mereka pada pre-test (sebelum digunakan prinsip pembelajaran Multiple Intelligences dan skor yang melambangkan hasil belajar pada post-test (sesudah digunakan prinsip Multiple Intelligences) sebagaimana tabel berikut ini:

Tabel XIV

Perhitungan untuk memperoleh “t” dalam rangka menguji

kebenaran/kepalsuan hipotesa tentang adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan di kalangan siswa MI antara sebelum dan sesudah hasil belajar

digunakan prinsip Multiple Intelligences

NO Nama Siswa

Skor Hasil Belajar D D2 Pre-Test Post-Tes (X-Y) (X-Y)2

(16)

(X) (Y) 1 Anisa 75 90 -15 225 2 Amanda Audinda 45 70 -25 625 3 Akbar Saputra 35 75 -40 1600 4 Astina Wulandari 45 75 -30 900 5 Bayu 30 75 -45 2025 6 Duta Wijaya 30 75 -45 2025 7 Imam Samudra 30 75 -45 2025 8 Mela Mayang Sari 75 95 -20 400 9 M. Cahya Daffa 80 100 -20 400 10 M. Ilham 30 80 -50 2500 11 M. Jimmy Isba 65 75 -10 100 12 M. Ridho Anugrah 30 70 -40 1600

13 Msy. Latifah Aini 70 95 -25 625

14 M. Teguh 40 75 -35 1225 15 Nadra Aulia 60 75 -15 225 16 Nurul 75 90 -15 225 17 Nuriana 70 85 -15 225 18 Rahmat Hidayat 80 95 -15 225 19 Risma Asinia 75 85 -10 100 20 Robiatul Hidayah 75 100 -25 625

(17)

21 Siti Nabila 75 9 -20 400 22 Susanti 60 85 -25 625 23 Sri Aulia 80 100 -20 400 24 Waldi 30 75 -45 2025 25 Wulandari 70 90 -20 400 N= 25 ∑X = 1430 Y = 2100 -670 21750

Menentukan hipotesa dalam penelitian ini sebagai berikut:

Ha : Ada perbedaan sebelum dan sesudah implementasi prinsip multiple intelligences dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah.

Ho : Tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah implementasi prinsip multiple intelligences dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah.

Untuk mengetes mana yang benar diantara kedua hipotesis terebut, maka kita lakukan perhitungan langkah-langkah sebagai berikut:

Sebelumnya telah didapat hasil perhitungan ∑D = -670 ∑D2= 21750 Dengan diperolehnya angka tersebut. Maka, didapat besarnya Standar Deviasi perbedaan nilai antara variabel X dan variabel Y maka:

SDD= ∑*)2 - %∑*)(

2

SDD= 2175025 - %−67025 (

(18)

SDD= 870 − (−26,8)2

SDD= 870 − 7184,24

SDD= 151,76

SDD= 12,31

Degan diperoleh SDD sebesar 12,31 untuk lebih lanjut dapat kita

hitung Standar Error dari mean perbedaan nilai atara variabel X dan variabel Y sebagai berikut: SEMD= SDD √N-1 SEMD= 12,31 √25-1 SEMD= 12,31 √24 SEMD= 12,31 4.89 SEMD= 2,517

Selanjutnya mencari harga todengan mengitung mean terlebih dahulu

MD= ∑) N MD= ∑-670 25 MD= -26,8

Maka, didapat harga tosebagai berikut:

to= MD

SEMD

t

o

=

/ 0,1 , 2

(19)

t

o

=

-10,64

langkah berikutnya, Menentukan tingkat signifikansi:

Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi baik pada taraf 5% sebesar 2.06 maupun pada taraf signifikansi 1% tt diperoleh

2.79 mencari signifikansi 5% dan 1% adalah pada excel =tinv(0.05,24) dan =tinv(0.01,24). Ternyata dengan df (n-1) atau (25-1) = 24.

Dengan membandingkan besarnya “t” yang kita peroleh dalam perhitungan (to= -10,64) dan besarnya “t” yang tercantum pada t tabel 5% = 2.06

dan t tabel 1% = 2.79. maka dapat diketahui bahwa to adalah lebih besar dari

pada tt, yaitu:

2.79< -10,64 >2.06

Nilai to= -10,64 artinya ada selisih derajat perbedaan sebesar 10,64. Tanda (-)

merupakan tanda yang dibaca selisih dalam perhitungan statistika.

Karena to lebih besar dari pada tt, maka hipotesis nihil yang diajukan

ditolak, ini berarti bahwa adanya perbedaan signifikan nilai hasil belajar antara sebelum dan sesudah diterapkannya prinsip Multiple Intelligences.

Berdasarkan hasil uji coba tersebut, secara meyakinkan dapat dikatakan bahwa prinsip Multiple Intelligences telah menunjukkan hasil,

(20)

penggunaan prinsip Multiple Intelligences dapat dikatakan meningkat dalam artian prinsip ini bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah, seorang guru harus menyadari betapa pentingnya menyadari akan perbedaan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap siswa berdasarkan penelitian siswa yang mendapatkan nilai yang kecil itu bukan berarti mereka bodoh akan tetapi mungkin tidak menonjol pada pelajaran yang sedang dipelajari berdasarkan kecerdasan yang dijelaskan oleh Gadner bahwa kecerdasan setiap masing-masing siswa ada sembilan kecerdasan yang ada pada diri masing-masing siswa.

Siswa yang mendapatkan nilai kecil itu disetiap meraka pasti ada kecerdasan disalah satunya. Disinilah letak peran seorang guru dalam mengajar harus memiliki prinsip dalam mengajar karena faktor dari keberagaman kecerdasan yang dimiliki oleh setiap siswa dan letak pentingnya peranan seorang guru dalam mengembangkan kecerdasan yang dimiliki oleh peserta didik. Sehingga bukan hal yang terlalu berlebihan jika penilaian bahwa berhasil atau tidaknya proses pendidikan tergantung pada gurunya. 1

Untuk itu sebagai seorang pendidik harus mampu menjadi seseorang yang dapat menimbulkan salah satu bagian dari kecerdasan yang dimiliki siswa karena memang setiap anak itu memiliki kecerdasan, keterampilan, serta kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ketika

(21)

seorang anak diberi stimulus yang tepat, bakatnya akan dapat berkembang dan kemampuannya akan meledak dahsyat sehingga membentuk sosok anak yang memiliki kecerdasan yang Multi menghasilkan anak yang memiliki kecerdasan yang sesungguhnya sesuai dengan kemampuan mereka dibidangnya masing-masing.2 Setiap anak dilahirkan dengan kondisi yang terbaik (cerdas) dan membawa potensi serta keunikan masing-masing yang memungkinkan untuk menjadi yang terbaik (cerdas).

Gambar

Tabel IX
Tabel XIII
Tabel XIV

Referensi

Dokumen terkait

Kematian ibu juga menjadi tantangan dari waktu ke waktu. Ada berbagai penyebab kematian ini baik penyebab langsung maupun tidak langsung, maupun faktor penyebab yang sebenarnya

Pada penelitian ini, diasumsikan interferensi antara femtocell dan macrocell telah dimanajemen, sehingga fokus utama terdapat pada unterferensi antara femtocell, yang

Hasil penelitian ini adalah Cognitive Behavioral Play Therapy dengan teknik “ Beat the Clock ” dapat meningkatkan atensi pada kedua subjek anak ADHD.. Hasil ini ditunjukkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase terbalik yang digunakan dalam penetapan kadar aspartam.. Penelitian ini

Orang tua mempelai harus membayar sejumlah uang, sedangkan sanksi untuk anaknya yang melakukan perkawinan eksogami tidak hanya diusir, tetapi juga kehilngan semua hak-haknya

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga penuli s

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENCAIRAN KLAIM DANA/BIAYA PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MISKIN DILUAR KUOTA PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN

Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai zeolit yang dalam penggunaannya dibagi berdasarkan karakteristik serta komposisi kimia yang dikandungnya,