EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK.

92 

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI

UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN

PESERTA DIDIK

TESIS

diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

oleh :

BUDHY RAMDHANY

NIM. 1007261

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

SEKOLAH PASCA SARJANA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

B A N D U N G

(2)

ii

========================================================================

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI

UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN

PESERTA DIDIK

(Penelitian Eksperimen Kuasi terhadap Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014)

Oleh

Budhy Ramdhany

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada Program Studi Bimbingan dan Konseling

© Budhy Ramdhany 2014

Universitas Pendidikan Indonesia

Agustus 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Tesis ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

ii

BUDHY RAMDHANY

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK

disetujui dan disahkan oleh pembimbing :

Pembimbing I

Dr. Mamat Supriatna, M.Pd. NIP. 19600829 198703 1 002

Pembimbing II

Dr. Ilfiandra, M.Pd. NIP. 19721124 199903 1 003

Mengetahui :

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia

(4)

ii

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis dengan judul, “Efektivitas Program Pribadi untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik” ini beserta isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Bandung, Agustus 2014 Yang membuat pernyataan,

(5)

ii

KATA PENGANTAR

Kemandirian memiliki peran penting bagi peserta didik sebagai remaja untuk dikaji secara serius sebagai isu perkembangan identitas. Perkembangan kemandirian pada remaja didasarkan pada pertimbangan bahwa bagi remaja, pencapaian kemandirian merupakan dasar untuk menjadi orang dewasa yang sempurna. Kemandirian dapat mendasari orang dewasa dalam menentukan emosi, perilaku dan nilai dalam menentukan dan melakukan prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan. Keberhasilan peserta didik tidak dapat dipisahkan dari kemandirian karena perkembangan kemandirian peserta didik yang optimal sejalan dengan kemampuannya dalam mengelola emosi, perilaku dan nilai-nilai kebenaran yang diyakininya. Ketidakmampuan peserta didik dalam mengelola emosi, perilaku dan nilai-nilai dengan baik cenderung berdampak negatif terhadap perkembangannya, diantaranya pada proses dan hasil akademisnya serta kemampuannya dalam membina hubungan dengan lingkungan.

Program bimbingan pribadi merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan dan konseling yang diberikan oleh peneliti untuk memfasilitasi peserta didik dalam peningkatan kemandiriannya, diantaranya memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan agar dapat menghadapi permasalahan dunia remaja serta mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

Tesis ini terdiri dari lima bab, yaitu: Bab I merupakan pendahuluan yang memaparkan latar belakang penelitian. Bab II merupakan kajian pustaka mengenai konsep kemandirian dan konsep bimbingan pribadi. Bab III mengenai metodologi penelitian. Bab IV memaparkan hasil penelitian dan pembahasan. Dan Bab V merupakan pendeskripsian kesimpulan dan rekomendasi.

Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang membangun dari semua pihak, sangat diharapkan untuk penyempurnaan selanjutnya. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak, khususnya bagi perkembangan ilmu Bimbingan dan Konseling.

(6)

ii

UCAPAN TERIMAKASIH

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah S.W.T., Penguasa alam semesta, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis diberi kemampuan dan kemudahan untuk menyelesaikan studi dan penulisan tesis ini.

Proses penyelesaian studi dan penulisan tesis ini tidak lepas dari bantuan, dukungan, doa, dan motivasi serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:

1. Dr. H. Mamat Supriatna, M.Pd., selaku Pembimbing I yang di tengah-tengah kesibukannya, selalu memberikan bimbingan, arahan dengan sabar dan kritis serta sangat mengayomi terhadap berbagai permasalahan, dan selalu mampu memberikan motivasi bagi penulis sehingga tesis ini dapat diselesaikan. 2. Dr. Ilfiandra, M.Pd., selaku Pembimbing II yang ditengah-tengah

kesibukannya, selalu membagi waktu untuk memberikan bimbingan, petunjuk, arahan, koreksi dan dorongan dengan semangat yang tinggi, kritis, lugas terhadap berbagai permasalahan, yang sangat memberikan motivasi bagi penulis sehingga tesis ini dapat diselesaikan.

3. Dr. H. Nandang Rusmana, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah memberikan bimbingan dan bantuan kelancaran administrasi agar dapat lebih baik lagi dalam penyelesaian tesis ini.

4. Prof. Dr. H. Juntika Nurihsan, M.Pd., Dr. Nurhudaya, M.Pd., Dr. Tina Dahlan, M.Pd., dan Nandang Budiman, S.Pd., M.Si., yang telah membantu menimbang instrumen dan memberikan bimbingan, arahan dengan sabar dan kritis di tengah-tengah kesibukannya.

(7)

ii

6. Bapak dan ibu dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang telah memberi semangat untuk selalu belajar mencari ilmu sampai akhir hayat.

7. Drs. Arbani selaku Kepala SMAN 12 Tangerang yang telah membantu penulis selama pelaksanaan penelitian di lapangan dan memberi izin untuk mengikuti perkuliahan di Sekolah Pascasarjana UPI .

8. Rekan-rekan guru Bimbingan dan Konseling SMAN 12 Tangerang, dan khususnya Dra. Muhamad Syarhil, M.Pd dan Rahmat Hidayat, S.Pd yang telah ikut membantu penulis dalam uji keterbacaan program dan proses penelitian.

9. Peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014. Terima kasih atas kerjasamanya.

10. Drs. Sutanto, S.Pd selaku mahasiswa Angkatan 2010 Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pascasarjana UPI yang telah banyak mewarnai hari-hari penulis selama menyelesaikan tesis.

11. Istriku yang tercinta, Dewi Komalasari dan anak-anaku tersayang, Naila, Lenka dan Maska, terima kasih atas kesabaran, pengertian dan keceriannya. Ayah bisa melewati semuanya dengan dukungan sepenuh hati dan do’a. Semoga persembahan ini bisa membanggakan bunda dan anak-anak tercinta. 12. Kedua orang tua, Anwar Zakaria, B.Sc., dan Tintin Suminarsih. Terima kasih

atas segala do’a, didikan, teladan, nasehat dan kasih sayang yang selalu dicurahkan dan tanpa kenal lelah selalu mendorong peneliti sehingga tesis ini selesai.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, atas bantuan yang telah diberikan baik selama penyelesaian studi maupun tesis. Semoga Allah S.W.T., membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda. Amin.

(8)

ii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN PERSETUJUAN... i

PERNYATAAN... ii

ABSTRAK... iii

ABSTRACT... iv

KATA PENGANTAR... v

UCAPAN TERIMA KASIH... vi

DAFTAR ISI... viii

DAFTAR TABEL... x

DAFTAR BAGAN………... xiv

DAFTAR GRAFIK... DAFTAR LAMPIRAN... xv

BAB I PENDAHULUAN... 1

A.Latar Belakang Penelitian... B.Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian... C.Tujuan Penelitian... BAB II KAJIAN TEORETIK KEMANDIRIAN DAN PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI... 18

A.Tinjauan Teoritik tentang Kemandirian... B. Konsep dan Aspek Kemandirian…... C.Konsep Bimbingan Pribadi... D.Kerangka Teoritik Program Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik... E. Penelitian yang Relevan... F. Asumsi Penelitian...

A.Pendekatan, Metode dan Desain Penelitian... B.Populasi dan Sampel... C.Definisi Operasional Variabel...

(9)

ii

D.Instrumen Penelitian………... E. Pengembangan Program Bimbingan Pribadi... F. Prosedur Penelitian... G.Teknik Pengumpulan dan Analisis Data...

81 86 103 105

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 112

A. Deskripsi Hasil Penelitian... 1. Profil Kemandirian Peserta Didik Kelas XI SMAN 12

Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014... 2. Kondisi Awal Kemandirian Peserta Didik Subyek Penelitian... 3. Rumusan Program Hipotetik Bimbingan Pribadi untuk

Peningkatan Kemandirian Peserta Didik... 4. Implementasi Program Bimbingan Pribadi untuk Peningkatan

Kemandirian Peserta Didik... 5. Gambaran Efektivitas Program Bimbingan Pribadi untuk

Peningkatan Kemandirian Peserta Didik...

112 B. Pembahasan Hasil Penelitian... 1. Profil Kemandirian Peserta Didik Kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014... 2. Profil Aspek dan Indikator Kemandirian Peserta Didik Tahun Pelajaran 2013/2014... 3. Efektivitas Program Bimbingan Pribadi untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik... 4. Keterbatasan Penelitian...

148

148

150

154 157

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 159

A. Kesimpulan... B. Rekomendasi...

159 159

DAFTAR PUSTAKA... 162

(10)

ii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Perbandingan Model Teori Kemandirian... 37 2.2 Struktur dan Tahapan Program Bimbingan Pribadi untuk

Peningkatan Kemandirian Peserta Didik…... 57 3.1 Desai Penelitian... 76 Kisi-Kisi Instrumen Kemandirian Sebelum... Kisi-Kisi Instrumen Kemandirian Setelah...

77

Struktur dan Tahapan Program Bimbingan Pribadi untuk

Peningkatan Kemandirian Peserta Didik…... Hasil Uji Kelayakan Program ...

88

Pedoman Observasi Pelaksanaan Intervensi... Tahap Pelaksanaan Program... Pola Skor Respon ... Kriteria Skor Ideal ... Norma Skor... Status Kemandirian Peserta Didik...

102 4.1 Gambaran Umum Kemandirin Peserta Didik kelas XI SMAN 12

Tangerang... 112 4.2 Gambaran Aspek Kemandirin Peserta Didik kelas XI SMAN 12

Tangerang... 114 4.3 Gambaran Indikator Kemandirin Peserta Didik kelas XI SMAN 12

Tangerang... 115 4.4 Profil Kondisi Awal Subyek Penelitian... 120 4.5

4.6

Kondisi Awal Penelitian Kelompok Eksperimen dan Kontrol………. Hasil Uji Normalitas...

(11)

ii

4.8 Hasil Uji t Data Pretest secara Keseluruhan... 141

4.9 Hasil Uji t Data Pretest terhadap Aspek Kemandirian... 141

4.10 Hasil Uji t Data Pretest terhadap Indikator Kemandirian... 142

4.11 Hasil Uji t Data Posttest secara Keseluruhan... 143

4.12 Hasil Uji t Data Posttest terhadap Aspek Kemandirian... 144

4.13 Hasil Uji t Data Pretest terhadap Indikator Kemandirian... 144

4.14 Rerata Skor Gain setiap Aspek Kemandirian... 146

(12)

ii

DAFTAR BAGAN

Bagan Halaman

(13)

ii

DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

4.1

4.2

4.3

Profil Kemandirian Peserta Didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014………... Gambaran Aspek Kemandirian Peserta Didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014... Gambaran Indikator Kemandirian Peserta Didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014...

113

114

(14)

ii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. SK Pembimbing Penulisan Tesis dan Surat Keterangan Penelitian... 171 2. Instrumen Penelitian... 172 3. Hasil Pengolahan Data Penelitian... 173 4. Program Intervensi dan Satuan Layanan Bimbingan dan

(15)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK

Budhy Ramdhany, 2014. Efektivitas Program Bimbingan Pribadi untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik.

Penelitian dilaksanakan berdasarkan pada studi pendahuluan di SMAN 12 Tangerang yang menunjukkan cukup tingginya tuntutan sekolah yang mencakup (1) tuntutan materi akademis sekolah berupa materi umum dan kewirausahaan; (2) tuntutan adaptasi dari peserta didik terhadap lingkungan sekolah; (3) munculnya kekhawatiran atas tingginya harapan orang tua setelah lulus SMA; dan belum adanya program khusus berupa program bimbingan pribadi untuk peningkatan kemandirian peserta didik. Tujuan penelitian adalah menghasilkan program bimbingan pribadi yang efektif untuk peningkatan kemandirian peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain

non-equivalent pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel

mengacu pada sampling purposive atau subyek bertujuan. Partisipan adalah peserta didik kelas XI Tahun Pelajaran 2013/2014 sebanyak 60 peserta didik yang terdiri dari kelompok kelas eksperimen berjumlah 30 peserta didik (8 laki-laki dan 22 wanita) dan kelompok kelas kontrol berjumlah 30 peserta didik (10 laki-laki dan 20 wanita). Alat pengumpul data berupa angket kemandirian. Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik uji-t atau t-test. Hasil yang diperoleh adalah program bimbingan pribadi efektif untuk peningkatan kemandirian peserta didik. Penelitian merekomendasikan program bimbingan pribadi menjadi acuan dan pedoman untuk peningkatan kemandirian peserta didik.

(16)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT

Budhy Ramdhany, 2014. Effectiveness of Private Tutoring Program to Enhance Independence of Students.

The experiment was conducted based on a preliminary study in SMAN 12 Tangerang which showed quite high demands of schools that include (1) the demands of school academic material in the form of common materials and entrepreneurship; (2) the demands adaptation of learners to the school environment; (3) the emergence of concerns over the high expectations of parents after graduating from high school; and the absence of special programs such as private tutoring programs to increase the independence of learners. The purpose of research is to produce effective personal guidance program to increase the independence of learners. The method used is a quasi experimental design with non-equivalent pretest-posttest control group design. The sampling technique refers to a purposive sampling or subject aims. Subjects were students of class XI in the school year 2013/2014 as many as 60 students consisting of a group of experimental classes totaling 30 students (8 male and 22 female) and grade control group were 30 students (10 male and 20 women). Data collection tool in the form of a questionnaire independence. Analysis of data using inferential statistical techniques t-test. The results obtained are effective personal guidance program to increase the independence of learners. The study recommends a reference program of personal guidance and guidelines to enhance the independence of learners.

(17)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN PERSETUJUAN... i

PERNYATAAN... ii

ABSTRAK... iii

ABSTRACT... iv

KATA PENGANTAR... v

UCAPAN TERIMA KASIH... vi

DAFTAR ISI... viii

DAFTAR TABEL... x

DAFTAR BAGAN………... xiv

DAFTAR GRAFIK... DAFTAR LAMPIRAN... xv

BAB I PENDAHULUAN... 1

A.Latar Belakang Penelitian... B.Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian... C.Tujuan Penelitian... BAB II KAJIAN TEORETIK KEMANDIRIAN DAN PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI... 18

A.Tinjauan Teoritik tentang Kemandirian... B. Konsep dan Aspek Kemandirian…... C.Konsep Bimbingan Pribadi... D.Kerangka Teoritik Program Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik... E. Penelitian yang Relevan... F. Asumsi Penelitian...

A.Pendekatan, Metode dan Desain Penelitian... B.Populasi dan Sampel...

(18)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

C.Definisi Operasional Variabel... D.Instrumen Penelitian………... E. Pengembangan Program Bimbingan Pribadi... F. Prosedur Penelitian... G.Teknik Pengumpulan dan Analisis Data...

80

A. Deskripsi Hasil Penelitian... 1. Profil Kemandirian Peserta Didik Kelas XI SMAN 12

Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014... 2. Kondisi Awal Kemandirian Peserta Didik Subyek Penelitian... 3. Rumusan Program Hipotetik Bimbingan Pribadi untuk

Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik... 4. Implementasi Program Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan

Kemandirian Peserta Didik... 5. Gambaran Efektivitas Program Bimbingan Pribadi untuk

Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik... 112 B. Pembahasan Hasil Penelitian... 1. Profil Kemandirian Peserta Didik Kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014... 2. Profil Aspek dan Indikator Kemandirian Peserta Didik Tahun Pelajaran 2013/2014... 3. Efektivitas Program Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik... 4. Keterbatasan Penelitian...

148

148

150

154 157

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 159

A. Kesimpulan... B. Rekomendasi...

159 159

DAFTAR PUSTAKA... 162

(19)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Perbandingan Model Teori Kemandirian... 37 2.2 Struktur dan Tahapan Program Bimbingan Pribadi untuk

Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik…... 57 3.1 Desai Penelitian... 76 Kisi-Kisi Instrumen Kemandirian Sebelum... Kisi-Kisi Instrumen Kemandirian Setelah...

77

Struktur dan Tahapan Program Bimbingan Pribadi untuk

Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik…... Hasil Uji Kelayakan Program ...

88

Pedoman Observasi Pelaksanaan Intervensi... Tahap Pelaksanaan Program... Pola Skor Respon ... Kriteria Skor Ideal ... Norma Skor... Status Kemandirian Peserta Didik...

102 4.1 Gambaran Umum Kemandirin Peserta Didik kelas XI SMAN 12

Tangerang... 112 4.2 Gambaran Aspek Kemandirin Peserta Didik kelas XI SMAN 12

Tangerang... 114 4.3 Gambaran Indikator Kemandirin Peserta Didik kelas XI SMAN 12

(20)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4.4 Profil Kondisi Awal Subyek Penelitian... 120

4.5 4.6 Kondisi Awal Penelitian Kelompok Eksperimen dan Kontrol………. Hasil Uji Normalitas... 121 139 4.7 Hasil Uji Homogenitas... 140

4.8 Hasil Uji t Data Pretest secara Keseluruhan... 141

4.9 Hasil Uji t Data Pretest terhadap Aspek Kemandirian... 141

4.10 Hasil Uji t Data Pretest terhadap Indikator Kemandirian... 142

4.11 Hasil Uji t Data Posttest secara Keseluruhan... 143

4.12 Hasil Uji t Data Posttest terhadap Aspek Kemandirian... 144

4.13 Hasil Uji t Data Pretest terhadap Indikator Kemandirian... 144

4.14 Rerata Skor Gain setiap Aspek Kemandirian... 146

(21)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR BAGAN

Bagan Halaman

(22)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

4.1

4.2

4.3

Profil Kemandirian Peserta Didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014………... Gambaran Aspek Kemandirian Peserta Didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014... Gambaran Indikator Kemandirian Peserta Didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014...

113

114

(23)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. SK Pembimbing Penulisan Tesis dan Surat Keterangan Penelitian... 171 2. Instrumen Penelitian... 172 3. Hasil Pengolahan Data Penelitian... 173 4. Program Intervensi dan Satuan Layanan Bimbingan dan

(24)

Budhy Ramdhany, 2014

(25)

1

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, apalagi ketika akulturasi, globalisasi, dan modernisasi yang berlangsung pada dekade saat ini yang ditandai dengan ledakan besar ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan tersebut semakin terasa sangat mendesak. Untuk memenuhi semua itu, pendidikan berperan sebagai gerbang utama sekaligus sebagai filter terhadap buaian-buaian manis side effect akulturasi, globalisisi, dan modernisasi (Kartadinata, 2004:1).

Upaya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia ini merupakan isu

central dalam pembangunan bangsa, dalam rangka menciptakan kondisi

kehidupan yang lebih baik. Berdasarkan alasan ini„ maka bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan mutu dan peranannya. Apalagi jika mengingat bahwa kondisi kehidupan di masa depan akan lebih kompleks dari kehidupan masa sekarang. Dengan mengantisipasi permasalahan yang akan dihadapi, maka diperlukan suatu keputusan politis mengenai profit kepribadian insan Indonesia yang akan dikembangkan melalui pendidikan dan bimbingan.

Pendidikan merupakan proses yang dilakukan sepanjang hayat, karena pada dasarnya pendidikan adalah suatu proses untuk memanusiakan manusia sehingga dilaksanakan seiring dengan perkembangan individu itu sendiri. Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan pelatihan dalam rangka membantu peserta didik agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional maupun sosial. Pendidikan juga merupakan dasar bagi kemajuan dan keberlangsungan kehidupan individu, melalui pendidikan individu peserta didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan, dan kesempatan yang ada. Pendidikan bertujuan untuk menyiapkan individu peserta didik menjadi anggota

(26)

2

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

masyarakat yang memiliki kemampuan akademik yang dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pendidikan harus memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan kebudayaan nasional (Depdikbud, 2004:149). Pernyataan tersebut menyiratkan arti pendidikan yang merupakan unsur penting dalam mambangun masyarakat, kebudayaan dan perkembangan bangsa. Penegasan dari tujuan pendidikan, dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi:

" Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, berakhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara".

Menurut Juntika (2005:3), pendidikan yang bermutu haruslah yang seimbang, yang tidak hanya mampu mengantarkan peserta didik pada pencapaian standar kemampuan profesional dan akademis, tetapi juga mampu membuat perkembangan diri yang sehat dan produktif.

Secara formal pendidikan di Indonesia dimulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dengan menempuh jenjang pendidikan formal, diharapkan setiap individu peserta didik dapat menjadi manusia yang berkualitas dan mandiri. Secara tersirat bahwa suasana pendidikan yang diciptakan hams mampu mengembangkan semangat kemandirian dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Individu sebagai peserta didik menjadi sasaran utama dalam kegiatan pendidikan, di mana mereka diharapkan dapat mencapai keberhasilan belajar. Keberhasilan belajar individu peserta didik dapat dilihat dari kemampuannya dalam menguasai materi pelajaran, prestasi belajar yang dicapai, ketrampilan dan kebenaran serta ketepatan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan hal-hal lain.

(27)

3

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Salah satu aspek kualitas sumber daya manusia Indonesia yang harus ditumbuhkembangkan adalah "kemandirian". Dalam Undang Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Bab II pasal 3, menyatakan manusia berkualitas sebagaimana yang digariskan dalam tujuan pendidikan nasional adalah manusia yang memiliki kemampuan mengembangkan dan membentuk sikap serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Arahan pemerintah yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 tersebut mengisyaratkan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia seutuhnya, yaitu manusia yang mencapai perkembangan optimal. Salah satu indikator perkembangan optimal adalah kemandirian, sesuai dengan yang diungkapkan Syamsu (2008:5) bahwa manifestasi dari individu yang mencapai perkembangan optimal adalah individu mandiri.

Menjadi individu mandiri merupakan sesuatu hal yang tidak mudah. Kemandirian pada setiap individu tidak dapat terbentuk begitu saja, tetapi melalui proses pembentukan pengalaman kemudian menjadi sikap mandiri. Ketika seorang individu tidak dapat mencapai tahap perkembangan awal dengan baik atau tidak maksimal, maka tahap perkembangan berikutnya akan mengalami hambatan (Hurlock, 1996).

(28)

4

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal ujian

(http://sosbud.kompasiana.com/2013/03/29).

Kenyataan di lapangan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2013, jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 9,39 juta orang (8,39%) dari total angkatan kerja sekitar 111,4 juta orang. Pengangguran terbuka tersebut didominasi lulusan SMA/SMK sebesar 17,26%; Sekolah Menengah Atas 14,26%; Perguruan Tinggi 12,59%; Sekolah Menengah Pertama 9,39%; dan Sekolah Dasar 4,57%. Hal ini terjadi karena peserta didik SMA/SMK kurang memiliki kemandirian dalam membuka lapangan pekerjaan sendiri, peserta didik SMA/SMK hanya mengandalkan lapangan kerja yang ada, padahal lapangan kerja sudah sangat sempit, belakangan ini juga semakin banyak perusahaan-perusahaan yang mengurangi jumlah pekerjanya sehingga pengangguran pun semakin bertambah.

Fenomena lain yang menunjukkan indikasi rendahnya tingkat kemandirian adalah permainan-permainan ala dunia virtual. Permainan yang terdapat di

internet, gadget, hand phone, playstation dan sejenisnya bukanlah hal yang asing.

Remaja-remaja masa kini sangat lihai mengoperasikannya, mengalami banjir stres yang datang dari kemajuan teknologi yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. Dengan bermain, mereka saling berkomunikasi dan bersaing untuk memenangkan dan merasa nyaman dengan permainannya. Namun sangat disayangkan tidak semua permainan jenis ini dapat digunakan secara bersama-sama dan interaksi secara langsung. Hal ini mengakibatkan kurang meluasnya sosialiasi mereka. Pengunaan yang berlebihan mengakibatkan kemalasan bagi remaja untuk melakukan segala sesuatunya dengan mandiri (http://edukasi.kompas.com/read/2013/10/14).

(29)

5

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pada kebutuhan hidup yang lebih beragam dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Pilihan beragam menuntut remaja mampu mandiri menentukan pilihan yang akan diambil. Menurut Erikson (Syamsu, 2004:184) menyatakan fase perkembangan remaja dikenal dengan masa strom and stress, frustrasi dan penderitaan, konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan teralineasi (tersisihkan) dari kehidupan sosial budaya orang dewasa. Erikson memberi penekanan pada identitas vs kebingungan identitas (identity vs

identity confution), yang terjadi selama masa remaja.

Peserta didik pada tingkat SMA/SMK sebagai remaja, berada pada rentang masa remaja awal yaitu antara usia 16-17 tahun. Secara umum perkembangan remaja awal ditandai dengan perubahan kemampuan-kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang lebih bias. Pada masa remaja awal berlangsung kira-kira 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun, dan akhir masa remaja bermula pada usia 16 atau 17 tahun sampai 18 tahun, yaitu usia matang secara hukum. Peserta didik merupakan individu yang secara langsung melakukan proses pembelajaran, sehingga harus dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aktif, mampu mengungkapkan gagasan-gagasan, serta mampu menyertakan segala aspek yang menyertakan segala aspek yang ada pada dirinya baik kecerdasan, minat, perhatian, motivasi, disiplin dan cara belajar (Hurlock, 1992:2006). Berdasarkan hal-hal tersebut diharapkan akan tercapai perkembangan kemandirian yang optimal.

(30)

6

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

emosional berkembang lebih awal dan menjadi dasar perkembangan kemandirian perilaku dan kemandirian nilai. Ketika individu mengembangkan secara lebih matang kemandirian emosional, secara perlahan individu mengembangkan kemandirian perilaku dan kemandirian nilainya. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka mencapai kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan yang penting, bagi remaja.

Namun dalam pencapaian kemandirian, remaja sering mengalami hambatan. Mu'tadin (2002:95) mengungkapkan persoalan remaja dalam mencapai kemandirian karena adanya campur tangan yang berlebihan terhadap kehidupan remaja, seperti selalu memaksa dan mengatur dalam menentukan sekolah dan masa depannya.

(31)

7

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BK/Konselor yang merefleksikan pola interaksi enabling, dapat menstimulasi kemandirian remaja. Hal ini berarti semakin enabling guru BK/Konselor, semakin tinggi kemandirian remaja dan semakin mempermudah remaja dalam melakukan eksplorasi dan komitmen identitas vokasional.

Hasil penyebaran Inventori Tugas Perkembangan (ITP) di kelas XI SMAN 12 Tangerang menunjukkan bahwa tingkat kematangan intelektual peserta didik berada di urutan ketujuh pada delapan butir terendah dengan tingkat pencapaian 3.86 dan 3.97. Karakteristik remaja yang mandiri adalah ia mampu mengambil keputusan utamanya dan tidak bergantung kepada orang lain. Pribadi yang mandiri merupakan hasil dari, rangkaian interaksi individu dengan lingkungannya. Kepribadian yang mandiri akan muncul jika lingkungan tempat individu berinteraksi mendukung. Lingkungan yang mendukung berkembangnya kemandirian salah satunya adalah sekolah. Hal ini selaras dengan pendapat Havighurst (Syamsu, 2006:55) yang mengungkapkan bahwa sekolah mempunyai peranan dan tanggung jawab penting dalam membantu peserta didik mencapai tugas perkembangannya.

Syamsu (2006:54) mengemukakan beberapa alasan sekolah berperan penting bagi perkembangan kepribadian remaja, yaitu (1) sekolah memberikan pengaruh kepada anak secara dini, seiring dengan perkembangan konsep dirinya, dan (2) anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah daripada di tempat lain di luar sekolah.

(32)

8

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mengubah perilaku tidak mandiri karena dapat menyebabkan remaja cenderung bergantung pada orang lain.

Pentingnya pendidikan di sekolah dalam mengembangkan kemandirian pada remaja merupakan dasar untuk menjadi orang dewasa yang sempurna. Kemandirian dapat mendasari orang dewasa dalam menentukan sikap, mengambil keputusan dengan tepat, serta keajegan dalam menentukan dan melakukan prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan. Bimbingan dan konseling sebagai suatu sub sistem pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian proses pembelajaran dengan memfasilitasi peserta didik agar mampu mencapai perkembangannya dengan optimal.

Perkembangan kemandirian peserta didik sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia hidup yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Menurut Blocher (Juntika, 2008) menyatakan bahwa

people do not growth and develop in a vacuum. Pendapat tersebut menegaskan

bahwa perkembangan peserta didik banyak dipengaruhi oleh lingkungan. "Semakin kondusif kondisi lingkungan, akan semakin memberikan pengaruh positif bagi perkembangan peserta didik".

Lingkungan pendidikan hendaknya menjadi lingkungan yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Lingkungan pendidikan di sekolah harus menyediakan layanan yang membantu peserta didik untuk mencapai perkembangannya. Kartadinata (1998:39) mengungkapkan bahwa mendidik berarti bertindak secara bertujuan dalam mempengaruhi manusia, tindakan mendidik adalah pilihan moral dan bukan pilihan teknis belaka. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak terlepas dari pendidikan, karena bimbingan dan konseling ada di dalam pendidikan.

(33)

9

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembinaan kesiswaan (dalam hal ini bimbingan dan konseling). Hal ini menunjukan bahwa pendidikan yang bermutu haruslah merupakan pendidikan yang seimbang, tidak hanya mampu menghantarkan peserta didik pada pencapaian standar kemampuan profesional akademis saja, tetapi juga mampu membuat perkembangan peserta didik itu sehat dan produktif.

Bentuk bimbingan yang dapat diberikan untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan kemandirian yaitu bimbingan pribadi, karena bimbingan pribadi merupakan bimbingan untuk membantu peserta didik mengatasi masalah--masalah yang bersifat pribadi sebagai akibat ketidakmampuan peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Bimbingan pribadi dirasa tepat untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan kemandirian, karena ketidakmampuan peserta didik dalam mancapai kemandirian akan menimbulkan persoalan pribadi bagi peserta didik dalam penyesuaian diri dengan lingkungan sosialnya.

Dalam penelitian ini, program bimbingan pribadi diimplementasikan dalam adegan kelompok berdasarkan pertimbangan, yaitu: (1) dinamika kelompok merupakan media efektif bagi pengembangan aspek-aspek positif ketika mengadakan berbagai kegiatan dengan orang lain sebagai anggota kelompoknya, (2) teknik bimbingan yang menggunakan pendekatan kelompok dalam upaya memberikan bantuan kepada individu merupakan cara yang efektif untuk pencapaian tujuan bimbingan, (3) dinamika kelompok memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk berpartisipasi aktif, berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran dan sebagainya yang dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain (Surya dan Natawijaya; 1987:265; Prayitno, 1995:178; dan Rusmana, 2009:15).

(34)

10

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

waktu tertentu di sekolah. Hal ini tentunya diperlukan agar peserta didik dapat membantu mengatasi permasalahan yang bersifat pribadi akibat dari ketidakmampuannya dalam meningkatkan kemandiriannya sehingga pada akhirnya dapat mengalami perkembangan pribadi yang optimal.

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka penelitian ini difokuskan pada kajian tentang efektifitas program bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemandirian peserta didik.

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian

Latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas mengidentifikasikan bahwa pentingnya bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian peserta didik sesuai tipe-tipe, yaitu: kemandirian emosional, kemandirian perilaku dan kemandirian nilai yang merupakan wilayah kajian bimbingan dan konseling dalam adegan pendidikan. Pendidikan berfungsi meningkatkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan potensi manusia untuk menjadi mandiri (Undang-Undang SIKDIKNAS No.20 Tahun 2003).

Kemandirian merupakan suatu kondisi psikologis seseorang sekaligus merupakan salah satu tugas perkembangan terutama bagi remaja yang sedang dalam proses mencari identitas diri. Kemandirian juga merupakan suatu potensi yang dimiliki oleh setiap individu sehingga setiap individu mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk mencapai kemandirian dalam rentang hidupnya.

(35)

11

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dewasa. Dari pernyataan tersebut maka remaja dituntut untuk memiliki kemandirian.

Tetapi pada kenyataannva fenomena yang terjadi di sekolah pada umumnya berbeda dengan yang semestinya, keluhan yang disampaikan oleh guru mengenai kemampuan peserta didik untuk mandiri baik itu di sekolah maupun di luar sekolah. Contoh perilaku ketidakmandirian di sekolah antara lain peserta didik yang enggan untuk datang ke ruang BK, keengganan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas karena program keahlian yang dipilih tidak sesuai dengan harapan peserta didik, masalah kehadiran di sekolah dan kebingungan dalam menentukan masa depanya.

Tingkah laku peserta didik tersebut dapat dikatakan kurang mandiri karena dalam bertindak peserta didik tersebut masih konformitas terhadap lingkungannya, belum berani mengungkapkan masalahnya, ide-idenya, rencana karirnya dan memilih alternatif pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan diri sendiri dan orang lain.

Usaha ke arah peningkatan kemandirian dapat dilakukan dengan memberikan intervensi dalam bentuk bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan agar peserta didik dapat memahami dirinya dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya. Bentuk bimbingan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian peserta didik salah satunya melalui bimbingan pribadi. Bimbingan pribadi merupakan jenis bimbingan untuk membantu peserta didik mengatasi masalah-masalah yang bersifat pribadi sebagai akibat ketidakmampuan peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

(36)

12

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

rancangan program bimbingan dan konseling secara keseluruhan yang lengkap dalam meningkatkan kemandirian peserta didik.

Mengingat pentingnya program bimbingan pribadi di sekolah yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan lingkungan masyarakat dan kebijakan lembaga untuk membantu peserta didik mencapai perkembangan kemandirian yang optimal, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian adalah sebagai berikut: “seperti apa program bimbingan pribadi yang efektif untuk meningkatkan kemandirian peserta didik?”.

C. Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan program bimbingan pribadi yang efektif untuk meningkatkan kemandirian peserta didik. Secara khusus penelitian ditujukan untuk menemukan:

(1) profil kemandirian peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014;

(2) program hipotetik bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemandirian peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014; (3) gambaran keefektivan program bimbingan pribadi untuk meningkatkan

kemandirian peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014.

D. Manfaat Penelitian

Secara teoretis, penelitian ini bermanfaat dalam rangka pengembangan konsep bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemandirian peserta didik, perluasan khazanah tema penelitian serta program bimbingan dan konseling pada institusi Sekolah Menengah Atas (SMA).

Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, UPI, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, guru BK/Konselor dan SMA di Kota Tangerang.

(37)

13

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

strategis pengembangan pendidikan karakter pada jenjang pendidikan menengah kejuruan. Hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh UPI untuk mengembangkan program pendidikan bagi calon guru BK/Konselor sekolah khususnya mahasiswa jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan.

Bagi Dinas Pendidikan Kota Tangerang, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan kebijakan, menetapkan fokus dan strategi pengembangan program pembinaan bagi guru maupun peserta didik khususnya di lingkungan sekolah menengah kejuruan untuk meningkatkan kemandiriannya sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional.

Guru BK/Konselor dan SMA Negeri 12 Tangerang dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai umpan balik tentang keefektivan sebuah program bimbingan pribadi bagi pengembangan kemandirian peserta didik. Lebih lanjut, guru BK/Konselor tersebut dapat mengintergasikan hasil penelitian ini dalam menyusun program bimbingan dan konseling di sekolah.

E. Penjelasan Istilah

Penjelasan permasalahan utama dalam penelitian yang dikaji, dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Kemandirian

Kemandirian adalah kemampuan untuk menguasai, mengatur atau mengelola diri sendiri. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang dikemukakan beberapa ahli sebagai berikut.

Steinberg (1993: 286) mengemukakan istilah “kemandirian” sama dengan

independence. Secara konseptual diartikan sebagai kapasitas individu untuk

memperlakukan diri sendiri. Konsep independence merupakan bagian dari perkembangan autonomy selama masa remaja, hanya saja autonomy mencakup dimensi emosional, behavioral dan value. Istilah autonomy seringkali disama artikan dengan kemandirian, sehingga didefinisikan individu yang otonomi adalah individu yang mandiri yang memiliki kemampuan menguasai diri sendiri.

(38)

14

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kompeten, dan bebas bertindak. Kemandirian merujuk kepada adanya kepercayaan akan kemampuan diri untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tanpa bantuan khusus dari orang lain, keengganan untuk dikontrol orang lain, dapat melakukan sendiri kegiatan-kegiatan, dan menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang dihadapi.

Lebih lanjut Learner (1976) berpendapat bahwa kemandirian (autonomy) mencakup kebebasan untuk bertindak, tidak tergantung kepada orang lain, tidak terpengaruh lingkungan dan bebas mengatur kebutuhan sendiri. Konsep tersebut juga hampir senada dengan yang diajukan Watson dan Lindgren (1973) yang menyatakan bahwa kemandirian (autonomy) adalah kebebasan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, gigih dalam usaha dan melakukan sendiri segala sesuatu tanpa bantuan orang lain.

Dari paparan beberapa definisi seperti yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa secara implisit, terkandung tiga hal pokok dari kemandirian, yaitu kemandirian sebagai (1) suatu perbuatan, (2) suatu kemampuan atau kapasitas, dan (3) suatu peraturan yang memiliki tujuan tertentu.

Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk menguasai, mengatur atau mengelola diri sendiri untuk tidak tergantung secara emosional terhadap orang lain terutama orang tua, mampu mengambil keputusan secara mandiri dan konsekuen terhadap keputusan tersebut, serta kemampuan menggunakan seperangkat prinsip tentang benar dan salah serta penting dan tidak penting. Kemampuan untuk tidak tergantung secara emosional terhadap orang lain terutama orang tua disebut dengan kemandirian emosional, kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri dan konsekuen terhadap keputusan tersebut disebut kemandirian perilaku, serta kemampuan untuk memaknai seperangkat prinsip tentang benar dan salah serta penting dan tidak penting disebut kemandirian nilai.

2. Program Bimbingan Pribadi

(39)

15

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mencakup bidang layman bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, serta bimbingan karir.

Program bimbingan pribadi merupakan layanan bimbingan yang membantu individu dalam menghadapi serta memecahkan masalah-masalah kepribadian.

Salah satu kompetensi yang hams dimiliki oleh seorang guru BK/Konselor sekolah adalah mengelola program bimbingan dan konseling, yaitu: merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan merancang tindak lanjut atau mendesain perbaikan atau pengembangan program bimbingan dan konseling (Yusuf, 2009:68-69).

Program dalam layanan bimbingan dan konseling merupakan rencana yang menyeluruh dan aktivitas suatu lembaga pendidikan atau unit yang berisi layanan-layanan yang terencana beserta waktu pelaksanaan dan pelaksananya (Mappiare, 2006:254).

Program bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemandirian peserta didik dalam penelitian ini didefinisikan sebagai layanan fasilitasi dan konselor kepada konseli (peserta didik) yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam menumbuhkembangkan kemampuan untuk menguasasi, mengatur atau mengelola diri sendiri sesuai dengan aspek emosi, perilaku dan nilai dan tercermin pada indikator kemandirian.

a. Komponen Program

Komponen program (Rambu-Rambu Penyelengaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal, 2008:224) dipaparkan sebagai berikut:

1) Bimbingan Klasikal

Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan klasikal dapat berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat).

(40)

16

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pelayanan orientasi merupakan kegiatan yang memungkinkan peserta didik agar dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru,terutama dengan lingkungan sekolah. Pelayanan orientasi di sekolah biasanya dilaksanakan pada program awal tahun pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana dan prasarana, dan tata tertib sekolah.

3) Pelayanan Informasi

Layanan pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun komunikasi tidak langsung (melalui media cetak dan elektronik yang meliputi: buku, brosur, majalah dan internet).

4) Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d 10 orang). Bimbingan kelompok-kelompok ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat siswa. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok adalah masalah-masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia.

5) Pelayanan Pengumpulan Data

Pelayanan pengumpulan data merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungannya. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.

b. Tahapan Operasional Program

Program bimbingan pribadi dalam studi penelitian ini adalah proses merancang kegiatan bimbingan yang tepat dan terpadu untuk membantu meningkatkan disiplin peserta didik sesuai dengan tugas perkembangan pribadi peserta didik yang selaras dengan tuntutan kurikulum, dorongan individu dan harapan sosial kultur lingkungan sekitarnya.

(41)

17

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

standar rumusan program layanan bimbingan dan konseling dari ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) serta dipadukan dengan pengembangan program yang dikembangkan oleh Uman Suherman (2003:12) dengan tahapan berikut.

1) Orientasi Program yaitu landasan pembuatan program penelitian yang mengacu pada teori kemandirian Steinberg sebagai pedoman utama;

2) Rasional dan Asumsi Program menjelaskan mengenai pandangan Steinberg terhadap kemandirian, khususnya dalam mengembangkan kemandirian didik yang menitikberatkan pada aspek emosi, perilaku, dan nilai serta indicator-indikator yang mempengaruhinya (Steinberg, 1993);

3) Tujuan program yaitu menerapkan pendekatan perkembangan sosial pribadi peserta didik untuk mengembangkan kemandirian peserta didik;

4) Peran konselor yaitu menjabarkan tugas-tugas konselor dalam melaksanakan program pribadi dari mulai persiapan, pelaksanaan dan evaluasi program; 5) Kompetensi konselor yaitu menjelaskan kemampuan-kemampuan konselor

dalam melaksanakan program bimbingan pribadi dalam studi penelitian ini; 6) Struktur dan tahapan program yaitu menjelaskan dengan rinci tahapan, tujuan,

(42)

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan, Metode dan Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni pendekatan penelitian yang dirancang untuk memudahkan proses analisis dan penafsiran dengan menggunakan statistik. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengkaji kondisi empirik gambaran tingkat kemandirian peserta didik sebelum dan setelah perlakuan, serta menguji keefektivan program bimbingan pribadi.

Menurut Borg dan Gall (2003), langkah-langkah yang seyogianya ditempuh dalam penelitian meliputi: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan instrument penelitian, (3) pengembangan program hipotetik, (4) pengolahan dan penelahaan program hipotetik, (5) revisi program, (6) uji coba terbatas, (7) hasil uji coba, (8) uji coba lapangan program, (9) revisi program akhir, dan (10) diseminasi dan sosialisasi.

Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment atau eksperimen semu yang bertujuan menguji coba program bimbingan pribadi yang didesain untuk meningkatkan kemandirian peserta didik. Adapun desain quasi

eksperiment yang digunakan adalah nonequivalent (pretest and posttest) control

group design (Creswell, 1994:132), dimana kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol dipilih untuk mengetahui perbedaan antara kelompok yang diberikan intervensi dan yang tidak diberikan intervensi. Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2010:79). Desain penelitian disajikan pada Bagan 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Desain Penelitian

Kelompok Pretest Perlakuan Posttest

Eksperimen O1 X O2

Kontrol O1 - O2

(43)

77

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Keterangan :

O1 = pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. X = perlakuan dengan layanan bimbingan pada kelompok eksperimen.

O2 = posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Dalam penelitian ini, kelompok eksperimen diberikan intervensi perlakuan layanan bimbingan yang dirancang sesuai kebutuhan berdasarkan fakta empirik, sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan perlakuan layanan bimbingan secara konvensional. Perlakuan konvensional yang dimaksudkan di sini yaitu perlakuan yang biasa dilakukan oleh guru BK/Konselor. Kedua kelompok diberi

pretest dan posttest, selanjutnya dibandingkan perbedaan skor rata-rata kelompok

eksperimen dengan kelompok kontrol pada akhir perlakuan.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 7 kelas dan berjumlah 224 orang dengan rincian sesuai tabel 3.2 sebagai berikut.

Tabel 3.2

Jumlah Populasi Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014

No. Kelas Jumlah

1. XI IPA-1 32

2. XI IPA-2 32

3. XI IPA-3 32

4. XI IPA-4 32

5. XI IPA-5 32

6. XI IPS-1 32

7. XI IPS-2 32

Jumlah Total 224

(44)

78

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Peserta didik dihadapkan pada penyesuaian terhadap beban belajar pada program penjurusan yang berkaitan dengan perencanaan studi lanjutan dan penelusuran karir;

b. Peserta didik dihadapkan pada penyesuaian pengelompokkan teman sekelas yang sebagian besar berbeda dari kelas asal sebelumnya;

c. Hasil penyebaran Inventori Tugas Perkembangan (ITP) kelas XI menunjukkan bahwa tingkat kematangan intelektual peserta didik berada di urutan ketujuh pada delapan butir terendah dengan tingkat pencapaian 3.86 dan 3.97. Dari data tersebut dapat ditapsirkan bahwa karakteristik peserta didik, belum mandiri karena peserta didik belum mampu mengambil keputusan sebab keterampilan pengambilan keputusan merupakan bagian dari indikator kemandirian;

d. Jika temukan peserta didik yang mengalami hambatan dalam mengembangkan kemandiriannya dan mengakibatkan peserta didik mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri serta pencapaian prestasi belajar yang maksimal maka dimungkinkan untuk memperoleh bantuan dalam waktu cukup.

Pada tahap studi pendahuluan penelitian menggunakan populasi untuk identifikasi masalah guna mengungkap profil kemandirian peserta didik. Identifikasi masalah dilakukan dengan menyebarkan angket kemandirian dan mengklasifikasikan hasilnya menjadi kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil yang diperoleh menunjukkan dari 224 peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014, sebanyak 155 peserta didik atau mayoritas (69,20%) memiliki kecenderungan tingkat kemandirian pada kategori sedang. Selebihnya sebanyak 35 siswa (15,63%) berada pada kategori tinggi, dan sebanyak 34 siswa (15,18%) berada pada kategori rendah.

2. Sampel

Sampel penelitian ditentukan dengan teknik nonprobability sampling.

Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi

(45)

79

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive

sampling yaitu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas adanya tujuan

tertentu dan berbagai pertimbangan peneliti (Arikunto, 2006:85). Penelitian ini menetapkan ketentuan sampel terdiri dari peserta didik yang memiliki kemandirian pada kategori sedang dan rendah di kelas XI SMA Negeri 12 Tangerang.

Pada tahap uji coba program, subyek penelitian peserta didik dari kelas XI. IPA5, XI.IPS1, dan XI.IPS2 ditetapkan sebagai kelompok eksperimen. Sedangkan peserta didik kelas XI.IPA1, XI.IPA2, XI.IPA3, dan XI.IPA4 ditetapkan sebagai kelompok kontrol. Alasan penentuan subyek penelitian tersebut sebagai sampel, karena merupakan subyek yang paling banyak memiliki karakteristik kemandirian sedang dan rendah dan dianggap mewakili karakteristik kemandirian yang terdapat pada populasi berdasarkan pada hasil pengungkapan awal melalui angket kemandirian. Secara rinci, subyek penelitian disajikan pada tabel 3.3 berikut.

Tabel 3.3

Jumlah Sampel Penelitian Program Bimbingan Pribadi

No Kelompok Kelas

(46)

80

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dibentuk dalam rangka pengembangan kemandirian melalui diskusi kelompok yang diarahkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan pemahaman lingkungan, penyesuaian diri, serta pengembangan diri, dan (3) aktivitas kelompok menggunakan prinsip dan aktivitas kelompok dengan ditetapkan sebagai kelompok kontrol.

Ukuran kelompok dalam membantu meningkatkan kemandirian peserta didik disesuaikan dengan adegan layanan dengan menggunakan kelompok yang yang berjumlah 26-40 orang (Prayitno, 2004:309).

C. Definisi Operasional

1. Kemandirian

Kemandirian dalam penelitian ini didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang untuk menguasai, mengatur atau mengelola diri sendiri, yang ditunjukkan dengan (1) emosi, (2) perilaku, dan (3) nilai dan indikator-indikator yang mempengaruhinya. Secara lebih rinci, indikator yang menyertainya setiap aspek kemandirian peserta didik dapat dipaparkan sebagai berikut.

Emosi adalah kemampuan peserta didik untuk tidak tergantung secara

emosional terhadap orang lain terutama orang tua, yang ditunjukkan dengan indikator, yaitu: (1) memandang orang tua sebagaimana adanya (de-idealized), (2) memandang orang tua sebagai orang dewasa lainnya (parents as people), (3) bersandar pada kemampuan diri (nondependency), (4) kelebihan untuk mengatasi masalah (individuated).

Perilaku adalah kemampuan peserta didik untuk bertindak membuat

keputusan secara bebas dan konsekuen atas keputusannya, yang ditunjukkan dengan indikator, yaitu: (1) perubahan dalam pengambilan keputusan (changes in

decision-making abilities), (2) perubahan dalam penyesuaian terhadap pengaruh

pihak lain (changes in compormity and susceptibility to the influence of other), (3) perubahan dalam rasa percaya diri (changes in feelings of self-reliance)

Nilai adalah kemampuan peserta didik memaknai seperangkat prinsip

(47)

81

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

indikator, yaitu: (1) keyakinan akan sesuatu yang semakin abstrak (abstract

belief), (2) keyakinan yang mengakar pada prinsip umum dan memiliki dasar

ideologi (principled belief), dan (3) keyakinan akan nilai yang terbentuk dalam diri mereka sendiri (independent).

2. Program Bimbingan Pribadi

Program bimbingan pribadi dalam penelitian ini didefinisikan sebagai rumusan kegiatan layanan bimbingan yang dirancang secara sistematis sebagai upaya pemberian bantuan dari peneliti kepada peserta didik kelas XI SMAN 12 Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014, agar berkembang kemandiriannya secara optimal. Layanan bimbingan dilaksanakan dengan melibatkan peserta didik melalui seting kelompok. Adapun tahapan dalam kegiatan layanan bimbingan meliputi: (a) tahap awal/pemanasan (the warm-up), yaitu tahap pemberian pemahaman terhadap tema, maksud dan tujuan, serta aturan selama kegiatan, serta konsolidasi membangun komitmen konseli; (b) tahap tindakan/aksi (the action), yaitu tahap dimana peserta didik menyimak topik/tema yang disajikan sesuai SKLBK; (c) akhir merupakan tahap berbagi pendapat dan perasaan atau diskusi (the sharing) dan penutupan (closure), pada tahap ini siswa melakukan refleksi, diskusi, evaluasi, dan mengambil kesimpulan.

Program bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemandirian peserta didik, dijabarkan dalam komponen-komponen, meliputi: (a) rasional; (b) visi dan misi; (c) deskripsi kebutuhan; (d) tujuan; (e) komponen program; (f) sasaran intervensi; (g) rencana operasional; (h) prosedur pelaksanaan intervensi; (i) kompetensi konselor; (j) indikator keberhasilan; dan (k) evaluasi/penilaian.

D. Instrumen Penelitian

1. Penyusunan Kisi-kisi Instrumen

(48)

82

Budhy Ramdhany, 2014

Efektivitas Program Bimbingan Pribadi Untuk Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Instrumen penelitian dirancang dalam bentuk angket kemandirian menggunakan skala yang diaplikasikan dengan skala sikap untuk mengungkap kemandirian peserta didik. Bentuk skala yang dipergunakan, yaitu: sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS). Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban diberi skor atau disamakan dengan nilai kuantitatif, yaitu: sangat sesuai (SS) dengan skor 4, sesuai (S) diberi skor 3, tidak sesuai (TS) skor 2, dan sangat tidak sesuai (STS) diberi skor 1 (Sukardi, 2003:147).

Berikut secara rinci kisi-kisi instrumen pengungkap kemandirian peserta didik sebelum diujicobakan, seperti ditampilkan pada tabel 3.4 berikut.

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Instrumen Kemandirian Peserta Didik (sebelum judgment dan uji coba)

Aspek/Tipe Indikator No. Item Jumlah

Item

a. Memandang orang tua sebagaimana adanya (de-idealized).

1,2,3,4,5,

6,7,8,9,10 10

34 b.Memandang orang tua sebagai orang

dewasa lainnya (parents as people).

11,12,13, 14,15,16, 17,18,19,

20

10

c.Bersandar pada kemampuan diri

(nondependency.)

21,22,23, 24,25,26, 27,28

8

d.Kelebihan untuk mengatasi masalah

(individuated).

a. Perubahan dalam pengambilan keputusan (changes in

decision-making abilities).

35,36,37,

38,39,40 6

19 b. Perubahan dalam penyesuaian

terhadap pengaruh pihak lain

(changes in compormity and susceptibility to the influence of other).

41,42,43, 44,45,46,

47,48 8

c. Perubahan dalam rasa percaya diri

(changes in feelings of self-reliance).

49,50,51,

a. Keyakinan akan sesuatu yang semakin abstrak (abstract belief).

54,55,56

57,58 5

17 b. Keyakinan yang mengakar pada

prinsip umum dan memiliki dasar ideologi (principled belief).

59,60,61,

62,63 5

c. Keyakinan akan nilai yang terbentuk dalam diri mereka sendiri

Figur

Tabel
Tabel . View in document p.10
Tabel
Tabel . View in document p.19
Tabel 3.1   Desain Penelitian
Tabel 3 1 Desain Penelitian . View in document p.42
Tabel 3.2 Jumlah Populasi Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 12 Tangerang
Tabel 3 2 Jumlah Populasi Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 12 Tangerang . View in document p.43
Tabel 3.3 Jumlah Sampel Penelitian Program Bimbingan Pribadi
Tabel 3 3 Jumlah Sampel Penelitian Program Bimbingan Pribadi . View in document p.45
Tabel 3.5  Kisi-kisi Instrumen Kemandirian Peserta Didik
Tabel 3 5 Kisi kisi Instrumen Kemandirian Peserta Didik . View in document p.50
Tabel 3.6 Struktur dan Tahapan Program Bimbingan Pribadi
Tabel 3 6 Struktur dan Tahapan Program Bimbingan Pribadi . View in document p.54
Tabel 3.8 Pedoman Observasi Terhadap Aktivitas Peserta Didik pada Pelaksanaan
Tabel 3 8 Pedoman Observasi Terhadap Aktivitas Peserta Didik pada Pelaksanaan . View in document p.68
Tabel 3.9  Tahap Pelaksanaan Program Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan
Tabel 3 9 Tahap Pelaksanaan Program Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan . View in document p.69
Tabel 3.10 Pola Skor Respons
Tabel 3 10 Pola Skor Respons . View in document p.72
Tabel 3.11 Kriteria Skor Ideal
Tabel 3 11 Kriteria Skor Ideal . View in document p.73
Tabel 3.12 Skor Nilai
Tabel 3 12 Skor Nilai . View in document p.74
Tabel 3.13  Status Kemandirian Peserta Didik
Tabel 3 13 Status Kemandirian Peserta Didik . View in document p.74

Referensi

Memperbarui...