BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu cara yang teratur dengan

Teks penuh

(1)

48 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara yang teratur dengan menggunakan alat atau teknik tertentu untuk suatu kepentingan penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) menjelaskan bahwa, “metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”.

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik korelasional. Penelitian ini memusatkan perhatian kepada permasalahan aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan, karena gejala dan peristiwa telah ada sehingga peneliti hanya mendeskripsikannya, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis data-data agar memperoleh suatu pemecahan masalahnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:64) menjelaskan bahwa, “Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskriptifkan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang”

B. Variabel penelitian

Suharimi Arikunto (1993:91) menjelaskan bahwa variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian dari suatu penelitian. Variabel penelitian dibedakan menjadi dua kategori utama yaitu, variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, dan variabel

(2)

terikat (dependent) adalah variabel yang timbul akibat variabel bebas atau respon dari variabel bebas.

Sesuai dengan identifikasi masalah dan perumusan masalah, maka dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang diteliti, yaitu :

1) Variabel bebas (x1) :Persepsi mahasiswa praktikan mengenai micro teaching

2) Variabel bebas (x2) :Persepsi mahasiswa praktikan mengenai supervisi PPL

3) Variabel terikat (Y) :Kemampuan mengajar mahasiswa praktikan Hubungan antar variabel x1 x2 dan y

r

yx1

Rx1x2

r

yx2

Gambar 3.1 Variabel Penelitian C. Paradigma Penelitian

Menurut Sugiyono (1994 :25) paradigma penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut :

Paradigma penelitian dapat diartikan sebagai pandangan atau model, atau pola pikir yang dapat menjabarkan berbagai variabel yang akan diteliti kemudian membuat hubungan antara suatu variabel dengan variabel yang lain, sehingga akan mudah dirumuskan masalah penelitian, pemilihan teori yang relevan rumusan yang diajukan metode/strategi penelitian, instrumen penelitian, teknik yang digunakan serta kesimpulan yang diharapkan.

Persepsi Mahasiswa Praktikan tentang Micro Teaching

x1

Kemampuan mengajar Mahasiswa praktikan

y Persepsi mahasiswa praktikan tentang

supervisi PPL

(Dosen Luar Biasa Dan Dosen Tetap PPL) x2

(3)

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dengan paradigma penelitian, peneliti akan mudah melakukan penelitiannya.

: Ruang lingkup penelitian : Alur penelitian

Gambar 3.2 Paradigma Penelitian Pengumpulan data Pengolahan data Interpretasi data Kesimpulan Hasil X1 Y X2 Y X1 Y X2 Mahasiswa JPTM FPTK UPI yang telah

melaksanakan PPL

Variabel x2

Persepsi mengenai supervisi PPL

Aspek yang diungkap: 1. Intensitas bimbingan 2. Kualitas bimbingan 3. Peran supervisi dalam pelaksanaan PPL 4.Komunikasi dengan mahasiswa praktikan Variabel y Kemampuan mengajar

Aspek yang diungkap yaitu, indikator-indikator prilaku kemampuan mengajar

Variabel x1

Persepsi mengenai micro teaching

Aspek yang diungkap: 1. Fasilitas KBM ketika melaksanakan micro teaching 2. Proses KBM ketika

melaksanakan micro teaching 3. manfaat yang diperoleh setelah melaksanakan micro teaching

(4)

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan karakteristik obyek penelitian. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Sudjana (1992:161), yaitu: “Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengukuran, kuantitatif atau kualitatif, daripada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan subjek yang lengkap dan jelas.”

Yang akan menjadi populasi dalam penelitian ini adalah jumlah mahasiswa praktikan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin tahun akademik 2007/2008 yang telah melaksanakan PPL yang berjumlah 27 orang dari 3 Konsentrasi yaitu Produksi dan perancangan, Otomotif, dan Refrigasi dan Tata udara.

Tabel 3.1 Populasi

Konsentrasi Jumlah (orang)

Produksi 6

Otomotif 12

Pendingin 9

Total 27

2. Sampel

Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dapat mewakili dan menggambarkan karakter populasi yang sebenarnya. Penarikan sampel perlu dilakukan karena populasi sifatnya sangat luas, sehingga dengan menggunakan sampel dalam melakukan penelitian lebih efektif dan efisien. Suharsimi Arikunto (2002:112) memberikan pedoman dalam penarikan sampel sebagai berikut :

Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil seluruhnya, sehingga penelitiannya merupakan penelitian

(5)

populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya lebih besar, dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25%, bahkan lebih.

Dengan mengacu pada pedoman tersebut, maka peneliti mengambil semua populasi yang ada atau disebut penelitian populasi atau sensus.

E. Operasional variabel

Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang akan diteliti, yaitu persepsi mahasiswa tentang micro teaching sebagai variabel (x1), persepsi mahasiswa tentang supervisi PPL (x2), dan kemampuan mengajar mahasiswa praktikan (y). untuk lebih jelasnya, variabel-variabel tersebut terdapat dalam tabel berikut:

Tabel 3.2 Operasional variabel

Variabel Konsep teori Konsep empiris Konsep analitis Variabel bebas (x) a. persepsi mahasiswa praktikan tentang Micro teaching (x1) Suatu tinjauan, tanggapan, keyakinan, dan ide mahasiswa praktikan atas latihan praktek mengajar yang dilakukan dalam PBM yang dimicrokan untuk membentuk/ mengembangkan keterampilan mengajar. 1. membaca dan mempelajari teori dan hasil penelitian 2. mengamati dan mendikusikan model-model mengajar. 3. mengenal, menghayati dan berlatih dengan teman sejawat 4. konsultasi dengan dosen (supervisor) 5. implementasi micro teching 6. latihan mengajar ulang (reteach).

Data diperoleh dari jawaban responden tentang micro teaching yang meliputi:

1. teori dan hasil penelitian tentang berbagai ketrampilan mengajar

2. hasil rekaman video atau audio dan model-model mengajar yang telah ada

3. latihan penerapan dengan teman sejawat dalam pelajaran tertentu 4. perencanaan micro teaching

yang dibantu oleh (supervisor). 5. pertemuan pendahuluan,

mengajar dan observasi pertemuan balikan.

6. perencanaan kembali, praktek ulang disertai observasi, serta diskusi. Langkah-langkah ini dilakukan apabila dianggap terdapat yang segera harus

(6)

b. persepsi mahasiswa praktikan tentang supervisi PPL.(x2) Suatu tinjauan, tanggapan, keyakinan dan ide mahasiswa (praktikan) PPL atas bimbingan/tun-tunan yang duilakukan Dosen luar biasa dan Dosen Tetap PPL dalam menjalankan visinya sebagai supervisi. 1.menjalin relasi dan kemitraan. 2.merencanakan program bersama guru. 3.perencanaan observasi 4.mengobservasi pengajaran 5.menganalisa data hasil observasi 6.merencanakan pertemuan bimbingan 7.melaksanakan bimbingan 8.memperbaharui rencana pengajaran diperbaiki.

Data diperoleh dari jawaban responden tentang supervisi klinis yang meliputi:

1. menjalin relasi yang akrab serat menjalin kemitraan dalam memecahkan masalah. 2. merencanakan materi dan

memberi petunjuk. 3. merencanakan observasi

penampilan mengajar. 4. melakukan observasi

penampilan dan pemeriksaan sampel

5. memberikan komentar serta mendiskusikan hasil observasi. 6. merencanakan jadwal

pertemuan binbingan 7. memberikan bimbingan 8. memberikan saran perbaikan

dalam mengatasi kekurangan. Variabel terikat (y) Kemampuan belajar mengajar mshasiswa praktikan PPL Menggambarkan indikator-indikator prilaku kemampuan mengajar mahasiswa PPL dalam PBM 1.kemampuan membuka pelajaran 2.proses pembelajaran 3.penguasaan bahan ajaran 4.proses pembelajaran 5.kemampuan menggunakan media 6.evaluasi 7.kemampuan menutup pelajaran.

Data diperoleh dari jawaban responden tentang kemampuan mengajar mahasiswa PPL dalam proses belajar mengajar, yang meliputi:

1.kemampuan menimbulkan motivasi, memberi acuan dan aperspsi

2.penyampaian materi dan gerak tubuh

3.penyajian materi 4.metode pengajaran

5.ketepatan dalam menggunakan media

6.mengevaluasi alat evaluasi 7.peninjauan kembali pelajaran

yang sudah diajarkan/ mengevaluasi

(7)

F. Teknik pengumpulan data

Data merupakan suatu bahan yang sangat diperlukan untuk dianalisis, maka dari itu diperlukan teknik pengumpulan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket atau kuesioner. Suharsimi Arikunto (2002:128) menjelaskan, “kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden, dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.

G. Alat Pengumpul data

Sesuai dengan rumusan masalah dan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, maka diperlukan alat pengumpul data. Alat pengumpul data digunakan agar dapat memperoleh data mengenai variabel-variabel dalam penelitian ini, yaitu persepsi mahasiswa tentang micro teaching, persepsi mahasiswa tentang supervisi PPL, dan kemampuan mengajar mahasiswa.

Angket yang digunakan adalah angket tertutup, dalam arti alternatif jawaban sudah tersedia, dimana responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan. Angket dibuat berdasarkan kisi-kisi yang telah ditetapkan sebelumnya.

H. Pengujian Instrumen Penelitian

Variabel diukur dengan menggunakan skala tertentu untuk mencapai sasaran yang diharapkan. Skala pengukuran dapat dijadikan dasar untuk menentukan jenis analisis data yang digunakan.

(8)

Dalam penelitian ini, untuk variabel X1, X2, dan variabel Y menggunakan skala likert. Skala ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 1993:69).

Skala sikap yang disusun berdasarkan skala sikap model Likert, berupa angket mengenai Micro teaching, supervisi PPL dan kemampuan mengajar mahasiswa praktikan PPL, setiap optionnya terdiri dari lima kategori yang diberinilai skla 1-5, seperti pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Skala Sikap Likert

OPTION SKOR Selalu Jarang Kadang-kadang Pernah Tidak pernah Sangat setuju Setuju Kurang setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju

5 4 3 2 1 Sumber:Sugiyono (2005:87)

1. Uji Validitas angket

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu alat ukur dikatakan valid apabila alat itu dapat mengukur apa yang hendak diukur. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud. Dalam penelitian ini penulis mengadakan pengujian validitas soal dengan menggunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson (Suharsimi Arikunto, 2005:72) dengan memulai angka kasar, rumusnya adalah sebagai berikut

(9)

(

) ( )

(

)

(

)

(

( )

)

[

]

− − ⋅ − ⋅ = 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy (Arikunto, 2003:72) Keterangan: xy r = Koefisien korelasi

X = Jumlah skor tiap item dari seluruh responden uji coba

Y = Jumlah skor total seluruh item dari keseluruhan responden N = Jumlah responden

Setelah harga koefisien korelasi ( rxy ) diperoleh, disubstitusikan ke rumus uji ‘t’ yaitu : 2 1 2 xy xy r n r t − − = (Syafaruddin, 2004: 211) Keterangan : t = Nilai t hitung

n = Banyaknya data/jumlah responden r xy = Koefisiensi korelasi

Instrumen dinyatakan valid apabila thitung > t tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n-2

2. Uji Reliabilitas angket

Reliabilitas instrumen digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu alat ukur memberikan gambaran yang benar-benar dapat dipercaya tentang kemampuan seseorang. Sesuai pendapat Arikunto (2003:90) bahwa reliabilitas adalah ketepatan suatu test apabila diteskan kepada subjek yang sama.

(10)

Suatu instrument penelitian dikatakan reliabel jika instrument tersebut dapat menghasilkan hasil yang tetap. Dengan uji reliabilitas ini akan diketahui apakah suatu instrumen memiliki taraf kepercayaan yang tinggi atau rendah.

Uji reliabilitas yang digunakan adalah menghitung reliabilitas dengan menggunakan rumus koefisien alpha, sebagai berikut:

1) Menghitung harga-harga varian tiap item,menggunakan rumus:

( )

N N x x 2 2 2 ∑ − ∑ = b σ (Suharshimi Arikunto, 2005:110) Keterangan :

σb2 = Harga varian tiap item

∑x2 = Jumlah kuadrat jawaban responden setiap item (∑x)2 = kuadrat skor seluruh jawaban responden setiap item N = Jumlah responden

2) Menghitung varian total, menggunakan rumus:

( )

N N 2 2 2 ∑ − = Y Y t σ (Suharshimi Arikunto, 2005:110) Keterangan :

σt2 = Harga varian tiap item ∑Y2 = Jumlah kuadrat skor total

(∑Y)2 = kuadrat skor seluruh jawaban skor 3) Menghitung reliabilitas angket, menggunakan rumus:

        −       − =

2 2 11 1 ) 1 ( t b n n r

α

α

Keterangan : r11 = reliabilitas angket

(11)

n = banyaknya item angket ∑αb2 = Jumlah varian item σt2 = varian total

Besarnya klasifikasi reliabilitas diinterpretasikan untuk menyatakan kriteria reliabilitas. Suharsimi arikunto (2005:75) menyatakan kriteria reliabilitas sebagai berikut:

Tabel 3.4 Tingkat Reliabilitas

Koefisien Korelasi (

r

11) Tafsiran

0,80 < r11 ≤ 1,00 Reliabilitas sangat tinggi 0,60 < r11 ≤ 0,80 Reliabilitas tinggi 0,40 < r11 ≤ 0,60 Reliabilitas sedang 0,20 < r11 ≤ 0,40 Reliabilitas rendah

r11 ≤ 0,20 Reliabilitas sangat rendah

(J.P. Guilford dalam Avianti (2000:51) 3. Hasil Uji Coba Instrumen

Pengujian instrumen angket penelitian dilakukan terhitung tanggal 3 Maret s/d 9 Mei 2008 yang dilakukan terhadap 27 responden. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa JPTM yang melaksanakan PPL.

a. Uji validitas dan Reliabilitas

Hasil uji validitas dan reliabilitas dari 17 item untuk variabel X1 (Persepsi mahasiswa mengenai micro teaching) terdapat 17 item yang memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, dengan tingkat reliabilitas tinggi. Untuk variabel X2 (Persepsi mahasiswa mengenai supervise PPL) terdapat 23 item dari 23 item yang memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, dengan tingkat reliabilitas sangat tinggi. Untuk variabel Y (kemampuan mengajar) terdapat 14 item dari 17 item yang memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, dengan tingkat reliabilitas sangat

(12)

tinggi. Seluruh data hasil perhitungan uji validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada halaman 103.

I. Teknik analisis data

1. Langkah-langkah analisis data

Berkaitan dengan data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, dimana pengukuran semua variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner skala likert, maka data pengukuran micro teaching (x1). Supervisi PPL (x2) dan kemampuan mengajar mahasiswa praktikan (y) dapat dikategorikan sebagai data ordinal.

Prosedur yang ditempuh dalam menganalisis data ini adalah:

a. Persiapan, meliputi memeriksa jumlah lembaran angket yang dikembalikan, memeriksa kelengkapan jawaban serta kebenaran dalam pengisian

b. Memberi bobot nilai untuk setiap alternatif jawaban, menghitung skor yang diperoleh dari tiap responden.

c. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian meliputi uji normalitas, uji regresi dan lineritas, perhitungan koefisien determinasi, perhitungan koefisien korelasi, dan uji hipotesis. sebagai dasar dalam penarikan kesimpulan.

2. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kondisi data apakah berdistribusi normal atau tidak. Kondisi data berdistribusi normal menjadi syarat

(13)

untuk menguji hipotesis menggunakan statistik parametrik. Menurut Sudjana (1992: 151) menyatakan bahwa:

Teori-teori menaksir dan menguji hipotesis berdasarkan asumsi bahwa populasi yang sedang diselidiki berdistribusi normal, jika ternyata populasi tidak berdistribusi normal, maka kesimpulan berdasarkan teori itu tidak berlaku.

Uji normalitas menggunakan aturan Sturges dengan memperhatikan tabel berikut ini.

Tabel 3.5

Persiapan Uji Normalitas Interval f

t

X Zi lo li ei

χ

2

Jumlah

(Syafaruddin, 2004: 87) Pengisian tabel di atas mengikuti prosedur sebagai berikut:

1. Menentukan rentang dengan rumus: Xb

Xa

R= − (Syafaruddin, 2004:24)

dimana : Xa = data terbesar Xb = data terkecil

2. Menentukan banyaknya kelas interval (i) dengan rumus: n

i=1+3,3.log (Syafaruddin, 2004: 24)

dimana : n = jumlah sampel

3. Menghitung jumlah kelas interval dengan rumus:

K R

(14)

dimana : R = rentang K = banyak kelas

Berdasarkan data tersebut, kemudian dimasukan ke dalam tabel distribusi frekuensi.

4. Menghitung rata-rata

( )

x dengan rumus:

( )

i i i f x f x ∑ ∑ = . (Syafaruddin, 2004: 86)

dimana : fi = jumlah frekuensi

i

x = data tengah-tengah dalam interval 5. Menghitung standar deviasi (S) dengan rumus:

(

)

(

1

)

2 2 − ∑ − ∑ = n n x f x f n S i i i i (Syafaruddin, 2004: 86)

6. Tentukan batas bawah kelas interval

( )

xin dengan rumus:

( )

xin =Bb−0,5 kali desimal yang digunakan interval kelas. dimana : Bb = batas bawah interval

7. Hitung nilai Zi untuk setiap batas bawah kelas interval dengan rumus:

S x x

Zi = in − (Syafaruddin, 2004: 86)

8. Lihat nilai peluang Zi pada tabel statistik, isikan pada kolom lo. Harga

1

x dan xn selalu diambil nilai peluang 0,5000.

Hitung luas tiap kelas interval, isikan pada kolom li, contoh l1 =lo1lo2 (Syafaruddin, 2004: 87)

(15)

9. Hitung frekuensi harapan

i i i l f

e = .∑ (Syafaruddin, 2004: 86)

10.Hitung nilai

χ

2 untuk tiap kelas interval dan jumlahkan dengan rumus:

(

)

i i i e e f 2 2 = − χ (Syafaruddin, 2004: 87)

11.Lakukan interpolasi pada tabel

χ

2 untuk menghitung p-value.

12.Kesimpulan kelompok data berdistribusi normal jika p-value > α = 0,05. 3. Analisis Regresi dan Korelasi

Selanjutnya dilakukan analisis regresi dan korelasi. Jenis regresi yang digunakan yaitu regresi linier multiple, dengan dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Persamaan regresinya yaitu :

(Syafaruddin, 2004: 229) Penyelesaian untuk mendapatkan nilai koefisien regresi dapat juga

dilakukan dengan menggunakan dengan metode matriks sebagai berikut:

.

(Syafaruddin, 2004: 232) Jumlah kuadrat (JK) yang diperlukan untuk menentukan nilai statistik pada regresi ini adalah:

(16)

Dengan demikian nilai determinasi R2 didapat dari persamaan:

(Syafaruddin, 2004: 232) Lalu dihitung koefisien determinasi untuk mengetahui berapa besar hubungan antara variabel tersebut. Harga koefisien determinasi ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

KD = R2 x 100 %

(Sudjana, 2002: 369) Selanjutnya cari koefisien korelasi individu (parsial), dengan rumus:

(Syafaruddin, 2004: 233) Setelah itu kita dapat tentukan diantara variabel x1 (persepsi tentang micro teaching) dan x2 (persepsi tentang supervisi PPL), variabel mana yang paling dominan mempengaruhi y (kemampuan mengajar).

Interpretasi terhadap koefisien korelasi antara x1, x2, dan y dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3.6

Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi Interval koefisien Tingkat hubungan

0.000 – 0.199 Sangat rendah 0.200 – 0.399 Rendah 0.400 – 0.599 sedang 0.600 – 0.799 Kuat 0.800 – 1.000 Sangat kuat (Sugiyono, 2006:214)

(17)

Bentuk hubungan antar variabel dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.3 Hubungan antar variabel 4. Pengujian Hipotesis

Untuk menguji kebenaran dari hipotesis yang telah dirumuskan, dapat digunkan rumus uji t, yaitu:

(Syafaruddin, 2004: 211) Dimana : rxy = koefisien korelasi

n = jumlah responden

Hipotesis akan disimbolkan dengan hipotesis alternatif (HA) dan hipotesis nol (Ho). Setelah t hitung didapat lalu dilakukan uji p-v untuk menentukan tingkat peluang kesalahan penolakan Ho, yaitu sebagai berikut:

Kriteria pengujian : Jika p-v < 0,05, maka tolak Ho terima HA Jika p-v > 0,05, maka tolak HA terima Ho

Ho : p-v > 0,05 (hipotesis nol), artinya “Tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa praktikan tentang tentang micro teaching dan supervisi PPL dengan kemampuan mengajar mahasiswa praktikan”.

x1

x2

(18)

HA : p-v < 0,05 (hipotesis alternatif), artinya “Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa praktikan PPL tentang micro teaching dan supervisi PPL dengan kemampuan mengajar mahasiswa praktikan”.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :