Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
TESIS
diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Program Studi Pendidikan Dasar
Oleh
Lina Nurhayati NIM. 1302444
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH PASCASARJANA
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
LEMBAR HAK CIPTA
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Oleh
Lina Nurhayati S.Pd. UPI Bandung, 2012
sebuah tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Dasar
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
© Lina Nurhayati 2015 Universitas Pendidikan Indonesia
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Hak cipta dilindungi undang-undang
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
LINA NURHAYATI
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan masih rendah dan jarangnya guru memberikan variasi stimulus (stimulus variation) yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keterampilan guru melakukan variasi stimulus dengan berbagai profil pada pembelajaran di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dilakukan di SDN Cisalak dan SDN 2 Cibeber Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Subyek penelitian adalah delapan guru dengan profil berbeda. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan baru sebagian guru yang mampu memberikan variasi stimulus pada pembelajaran di Sekolah Dasar. Pada keterampilan melakukan variasi gaya mengajar yang menunjukkan kualitas variasi gaya mengajar yang baik adalah guru dengan profil; golongan kepangkatan III, berumur di bawah 40 tahun, masa kerja di bawah 20 tahun, dan tugas mengajar di kelas tinggi. Pada keterampilan melakukan variasi penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, yang menunjukkan kualitas variasi penggunaan media dan alat bantu yang baik adalah guru dengan profil; golongan kepangkatan III, berumur di bawah 40 tahun, masa kerja diatas 20 tahun, dan tugas mengajar di kelas tinggi. Pada keterampilan melakukan variasi dalam pola interaksi dan kegiatan siswa yang menunjukkan kualitas variasi pola interaksi yang baik adalah guru dengan profil; golongan kepangkatan III, berumur diatas 40 tahun, masa kerja di bawah 20 tahun, tugas mengajar di kelas tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan perlu memberikan kesempatan dan memotivasi guru agar dapat meningkatkan keterampilan dalam memberikan variasi stimulus (stimulus variation) pada pelaksanaan pembelajaran karena variasi stimulus yang diberikan guru berpengaruh terhadap motivasi untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pembelajaran.
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT
ANALYSIS OF TEACHER SKILL IN GIVING STIMULUS VARIATION IN LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL
LINA NURHAYATI
This study is based on problem that teachers seldom give stimulus variation which can enhance students’ motivation and achievement. The aim of study is to analyze teacher skill in doing stimulus variation with various profiles in learning in Elementary School. The method of study used is descriptive analysis which is done in SDN Cisalak and SDN 2 Cibeber, Cibeber Sub District, Cianjur Regency. The subject of study are eight teachers with different profile. Data collection technique through observation, interview, documentary study and bibliography study. The result of study show that only few teachers who capable to give stimulus variation in learning in Elementary School. In skill of doing teaching style variation which show good quality in teaching style variation are teachers with profile: rank- III category, age under 40 years old, year of service is under 20 years, and teaching task in higher class. In skill of doing media usage variation and learning aid which show good quality are teachers with profile: rank-III category, age under 40 years old, year of service up to 20 years, and teaching task in higher class. In skill in doing variation doing in student’s interaction and activity pattern which show good quality are teachers with profile: rank-III category, age above 40 years old, year of service under 20 years, teaching task in higher class. Based on result of study, it is recommended that there is need to give opportunity and motivating teachers in order to able to enhance their skills in giving stimulus variation in learning implementation because stimulus variation which is given by teacher is influential to motivation in enhancing achievement and learning quality.
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN ... i
KATA PENGANTAR ...ii
UCAPAN TERIMA KASIH ...iii
ABSTRAK ...v
DAFTAR ISI ...vii
DAFTAR TABEL ...xi
DAFTAR GAMBAR ...xii
DAFTAR LAMPIRAN ...xiii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ...1
B. Rumusan Masalah Penelitian ...7
C. Tujuan Penelitian ...8
D. Manfaat Penelitian ...8
E. Struktur Organisasi Tesis ...9
BAB II KETERAMPILAN MEMBERIKAN STIMULUS BERDASARKAN STANDAR PROFESIONAL DAN KOMPETENSI GURU A. Guru Profesional ...11
B. Kompetensi Guru ...13
C. Keterampilan Mengajar ...16
D. Keterampilan Memberi Variasi Stimulus (Stimulus Variation) ...19
E. Hakikat Pembelajaran di Sekolah Dasar ...30
F. Profil Guru di Sekolah Dasar ...34
G. Hasil Penelitian yang Relevan ...43
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian ...46
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
C. Penjelas Istilah ...48
D. Instrumen Penelitian ...49
E. Pengumpulan Data ...49
F. Analisis Data ...51
G. Keabsahan Data ...52
H. Prosedur Penelitian ...54
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data dan Partisipan ...55
B. Keterampilan Variasi Stimulus dalam Gaya Mengajar Berdasarkan Berbagai Profil Guru ...57
1. Temuan ke-1 ...58
a. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru Berdasarkan Golongan Kepangkatan ...58
b. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru Berdasarkan Umur ...64
c. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru Berdasarkan Pengalaman Mengajar ...69
d. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru berdasarkan Tugas Mengajar ...74
2. Pembahasan ke-1 ...78
a. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru Berdasarkan Golongan Kepangkatan ...79
b. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru Berdasarkan Umur ...82
c. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru Berdasarkan Pengalaman Mengajar ...85
d. Keterampilan Variasi Gaya Mengajar Guru berdasarkan Tugas Mengajar...90
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Temuan ke-2 ...94
a. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
PembelajaranBerdasarkan Golongan Kepangkatan ...94
b. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
PembelajaranBerdasarkan Umur ...96
c. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
PembelajaranBerdasarkan Pengalaman Mengajar ...98
d. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
Pembelajaranberdasarkan Tugas Mengajar ...99
2. Pembahasan ke-2 ...101
a. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
PembelajaranBerdasarkan Golongan Kepangkatan ...102
b. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
PembelajaranBerdasarkan Umur ...103
c. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
PembelajaranBerdasarkan Pengalaman Mengajar ...104
d. Keterampilan Variasi Penggunaan Media
Pembelajaranberdasarkan Tugas Mengajar ...106
D. Keterampilan Variasi Stimulus dalam Melakukan Pola
Interaksi dan Kegiatan Siswa Berdasarkan Berbagai Profil
Guru ...107
1. Temuan ke-3 ...108
a. Keterampilan Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan
SiswaBerdasarkan Golongan Kepangkatan ...108
b. Keterampilan Variasi Interaksi dan Kegiatan Siswa
Berdasarkan Umur ...111
c. Keterampilan Variasi Interaksi dan Kegiatan Siswa
Berdasarkan Pengalaman Mengajar ...113
d. Keterampilan Variasi Interaksi dan Kegiatan Siswa
berdasarkan Tugas Mengajar ...115
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Keterampilan Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan
SiswaBerdasarkan Golongan Kepangkatan ...118
b. Keterampilan Variasi Interaksi dan Kegiatan Siswa Berdasarkan Umur ...120
c. Keterampilan Variasi Interaksi dan Kegiatan Siswa Berdasarkan Pengalaman Mengajar ...122
d. Keterampilan Variasi Interaksi dan Kegiatan Siswa berdasarkan Tugas Mengajar ...123
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan ...126
B. Implikasi ...127
C. Rekomendasi ...128
DAFTAR PUSTAKA ...131
LAMPIRAN ...134
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Kriteria Skor Berdasarkan Masa Mengajar Guru ...37
Tabel 2.2 Angka Kredit yang Harus dipenuhi dari Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ...42
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR
Halaman
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
A. Dokumen Hasil Observasi Keterampilan Variasi Stimulus
Lampiran A.1 Hasil Observasi Keterampilan Guru Sy Memberikan
Variasi Stimulus ...134
Lampiran A.2 Hasil Observasi Keterampilan Guru Rk Memberikan
Variasi Stimulus ...143
Lampiran A.3 Hasil Observasi Keterampilan Guru Ns Memberikan
Variasi Stimulus ...153
Lampiran A.4 Hasil Observasi Keterampilan Guru Sr Memberikan
Variasi Stimulus ...162
Lampiran A.5 Hasil Observasi Keterampilan Guru Ds Memberikan
Variasi Stimulus ...174
Lampiran A.6 Hasil Observasi Keterampilan Guru Nr Memberikan
Variasi Stimulus ...184
Lampiran A.7 Hasil Observasi Keterampilan Guru Nh Memberikan
Variasi Stimulus ...193
Lampiran A.8 Hasil Observasi Keterampilan Guru Is Memberikan
Variasi Stimulus ...202
B. Rekapitulasi Kemunculan Variasi Stimulus
Lampiran B.1 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Sy
Melakukan Variasi Stimulus ...212
Lampiran B.2 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Rk
Melakukan Variasi Stimulus ...213
Lampiran B.3 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Ns
Melakukan Variasi Stimulus ...214
Lampiran B.4 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Sn
Melakukan Variasi Stimulus ...215
Lampiran B.5 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Ds
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Lampiran B.6 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Nr
Melakukan Variasi Stimulus ...217
Lampiran B.7 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Nh Melakukan Variasi Stimulus ...218
Lampiran B.8 Rekapitulasi Kemunculan Keterampilan Guru Is Melakukan Variasi Stimulus ...219
C. Dokumen Rekapitulasi Rata-rata Kemunculan Variasi Stimulus Lampiran C.1 Rekapitulasi Rata-rata Kemunculan Keterampilan Guru Melakukan Variasi Stimulus ...220
D. Dokumen Profil Guru Lampiran D.1 Profil Guru SDN Cisalak ...221
Lampiran D.2 Profil Guru SDN 2 Cibeber ...225
E. Dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lampiran E.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Sy ...229
Lampiran E.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Rk ...233
Lampiran E.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Ns ...235
Lampiran E.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Sr ...238
Lampiran E.5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Ds ...244
Lampiran E.6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Nr ...251
Lampiran E.7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Nh ...256
Lampiran E.8 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Is ...266
F. Dokumen Foto Penelitian Lampiran F.1 Foto Kegiatan Pembelajaran SDN Cisalak ...273
Lampiran F.2 Foto Kegiatan Pembelajaran SDN 2 Cibeber ...274
G. Dokumen Surat Lampiran G.1 Surat izin Penelitian ...275
Lampiran G.2 Surat Keterangan Penelitian SDN Cisalak ...276
Lampiran G.3 Surat Keterangan Penelitian SDN 2 Cibeber ...277
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
1
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Profesi guru di Indonesia merupakan profesi mulia yang semakin
diminati oleh masyarakat sejak reformasi guru dimulai dengan deklarasi Guru
sebagai profesi. Secara yuridis, pengakuan profesional guru diawali dengan
keluarnya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, yaitu pada pasal 39 ayat (2) yang menyatakan bahwa pendidik
merupakan tenaga profesional. Pasal 39 tersebut disambut dengan deklarasi
guru sebagai bidang pekerjaan profesi dengan diterbitkannya Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang ini
bertujuan untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen
pembelajaran. Undang-Undang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru
adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta
didik pada jalur pendididikan formal, pendidikan dasar, dan menengah.
Seluruh tugas yang dijelaskan pada Undang-Undang Guru dan Dosen
ditunaikan dalam ruang lingkup kelas dalam interaksi antara guru dengan
siswanya. Guru yang bijaksana adalah guru yang pandai menempatkan diri
dan pandai mengambil hati peserta didik. Biasanya dengan kepemilikan gaya
mengajar dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi psikologis siswa.
Variasi mengajarnya mempunyai relevansi dengan gaya belajar peserta didik.
Di sela-sela penjelasan selalu diselingi dengan hal menarik terkait dengan
pendekatan edukatif, yang selanjutnya diistilahkan sebagai variasi stimulus.
Dalam tataran global, UNESCO juga menetapkan kebijakan
pendidikan dunia, karena pendidikan pada abad ke-21 diprediksi akan jauh
berbeda dari pendidikan yang sekarang terjadi. Untuk itu, sejak 1997
UNESCO sudah mulai menggali kembali dan memperkenalkan The Four
2
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Live Together, dan Learning to Be. Kebijakan ini pun harus dijadikan pijakan
dalam menyiapkan guru masa kini dan masa depan.
Apabila konsep UNESCO ini digunakan, maka akan berimplikasi
pada hasil pendidikan yang harus didasarkan pada pengalaman belajar anak,
yang berarti keberhasilan pendidikan diukur dari hasil empat pilar
pengalaman belajar anak tersebut yaitu belajar untuk mengetahui, belajar
untuk dapat berbuat, belajar untuk dapat membentuk jati diri, dan belajar
untuk dapat hidup bersama. Siswa membutuhkan sumber informasi yang
beragam untuk memperoleh pengalaman belajar yang baik. Jika sumber
informasi yang dipelajari siswa terbatas, maka pengalaman belajar siswa akan
semakin sempit. Untuk merespon konsep tersebut, dibutuhkan pemberian
stimulus yang bervariasi, misalnya dengan pemberian sumber pembelajaran
yang beragam. Keragaman (variasi) sumber belajar yang diberikan bukan
hanya dari segi jumlah, akan tetapi juga dari segi kualitas, sehingga akan
mendorong terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang
berkualitas membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang baik dari guru.
Berkaitan dengan konsepsi tersebut Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggariskan beberapa hal.
Pertama, guru sebagai unsur pendidik “merupakan tenaga profesional yang
bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, ....” Kedua, bahwa untuk memberikan penjaminan mutu pendidikan digariskan adanya standar nasional pendidikan yang terdiri atas “standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala”. Ketiga, bahwa guru sebagai unsur pendidik “harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”.
Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem
pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral.
3
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
peran guru adalah sebagai pengajar/instruksional. Menurut Majid (2013, hlm.
232) dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh
guru yaitu, menguasai materi atau bahan ajar yang diajarkan (what to teach),
dan menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach).
Pada aspek yang kedua guru dituntut untuk memiliki keterampilan dasar
mengajar. Keterampilan dasar mengajar ini merupakan keterampilan yang
mutlak harus dimiliki guru. Dengan pemilikan keterampilan dasar mengajar
ini diharapkan guru dapat mengoptimalkan perannya di kelas.
Allen dan Ryan (dalam Sukirman, 2012, hlm. 55) menyebutkan yang
termasuk keterampilan dasar mengajar itu adalah keterampilan membuka dan
menutup (set of induction and closure), keterampilan memberikan variasi
stimulus (stimulus variation), keterampilan bertanya (question), keterampilan
menggunakan isyarat (silence an non verbal clue), keterampilan memberikan
ilustrasi/contoh (illustration ans use of example), dan keterampilan
memberikan balikan dan penguatan (feed back and reinforcement).
Kedudukan Variasi stimulus sebagai salah satu keterampilan dasar
mengajar mutlak dimiliki oleh seorang guru. Melalui proses pembelajaran yang
dikembangkan secara bervariasi, akan lebih meningkatkan apresiasi siswa untuk
belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga akan berdampak positif
terhadap peningkatan kualitas proses, dan hasil pembelajaran. Menurut Usman (2011, hlm. 84) variasi stimulus adalah “suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar-mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan
siswa sehingga, dalam situasi belajar-mengajar siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi”.
Schunk (2012, hlm. 243) memandang variasi sebagai salah satu cara
dalam memfokuskan dan mempertahankan perhatian siswa. Pelaksanaan
variasi meliputi penggunaan materi dan alat bantu mengajar yang
berbeda-beda. Menggunakan gerak-gerak isyarat, tidak berbicara dengan nada yang
monoton. Sementara itu Ariani dan Haryanto (2010) mengungkapkan bahwa
berdasarkan berbagai hasil penelitian, diyakini bahwa suatu materi
4
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
banyak tipe pembelajaran, gaya belajar, dan bukan hanya menunjukkan gaya
mengajar guru sebagai instrukturnya. Semakin banyak modalitas yang
dilibatkan dalam suatu pembelajaran, belajar akan semakin variatif,
bermakna, dan semakin mudah ilmu diserap oleh siswa. Gardner dengan teori
multiple Intelligences mengungkapkan bahwa ada banyak kecerdasan yang
dimiliki anak. Dengannya, pemberian treatment kepada setiap anak tidak bisa
disamakan. Mereka memiliki kecerdasan masing-masing atau diistilahkan
oleh DePorter (2014) dengan stasiun-stasiun kecerdasan.
Sementara itu pandangan Schunk (2012, hlm. 32) stimulus diposisikan
sebagai implikasi dari teori behavioral bahwa guru harus mengatur
lingkungan supaya siswa dapat merespons stimulus-stimulus secara tepat.
Edwin R. Guthrie 1886-1959 (Schunk, 2012, hlm. 116) sebagai salah satu
tokoh behavioral menyajikan gagasan kontiguitas stimulasi dan respons
bahwa pola-pola stimulasi yang aktif pada saat sebuah respons terjadi akan
cenderung menghasilkan respon tersebut jika dimunculkan berulang-ulang.
Gagne (dalam Schunk, 2012, hlm 116) terkenal dengan penemuannya
berupa condition of learning mendorong guru untuk merencanakan
instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi.
Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar
dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutkan pada yang lebih kompleks
sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan
masalah). Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi
stimulus respon.
Terdapat beberapa manfaat yang didapatkan ketika guru memberikan
variasi stimulus. Dari beberapa hasil penelitian terbukti bahwa penggunaan
variasi stimulus memiliki pengaruh yang sangat berarti, tidak hanya terhadap
hasil belajar siswa tetapi juga berpengaruh positif terhadap prestasi belajar
dan peningkatan minat serta motivasi siswa dalam belajar. Jatnikasari (2010)
melakukan studi tentang keterampilan variasi stimulus dalam usaha
meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran PKn. Pemberian
5
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menciptakan pembelajaran menyenangkan (joyfull learning). Apabila siswa
sudah menyenangi proses belajar, siswa akan berusaha untuk menggali
potensi dalam pembelajaran dan target pembelajaran dapat tercapai.
Selain itu pemberian variasi stimulus berpengaruh positif terhadap
peningkatan prestasi belajar siswa. Penelitian Apipah (2012) menghasilkan
kesimpulan bahwa terdapat hubungan fungsional antara keterampilan variasi
stimulus dengan peningkatan prestasi belajar siswa, dengan kata lain terdapat
hubungan ketergantungan antara prestasi belajar siswa dengan keterampilan
guru mengadakan variasi. Minat belajar serta kemandirian siswa yang
ditimbulkan dari persepsi siswa juga berpengaruh positif pada penguasaan
konsep matapelajaran. Ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
Murniawaty (2013), menurutnya apabila cara mengajar guru tinggi maka
minat belajar peserta didik pun cenderung tinggi, cara mengajar
membangkitkan dan mengembangkan kemandirian belajar pada peserta didik.
Pada akhirnya cara mengajar guru yang dipersepsikan peserta didik, minat
belajar dan kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap penguasaan
konsep. Sementara itu Joyce (2009, hlm. 88) menjelaskan bahwa dalam
pandangan siswa, perbedaan dalam gaya pengajaran dapat membuat
perbedaan besar dalam kualitas dan kenyamaan siswa di dalam kelas.
Beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa variasi stimulus
berpengaruh positif bagi peningkatan motivasi dan optimalisasi pencapaian
pembelajaran baik itu dalam hal hasil belajar, prestasi belajar maupun
penguasaan konsep pembelajaran. Sayangnya, pada pengamatan terbatas yang
dilakukan peneliti menunjukkan bahwa guru masih sering mengabaikan
pemberian stimulus yang variatif baik itu dalam aspek gaya mengajar guru,
penggunaan media dan alat pengajaran maupun pada pola interaksi dan
kegiatan siswa. Pembelajaran masih bersifat konvensional yaitu guru masih
mendominasi dalam proses pembelajaran. Motivasi atau dorongan untuk
belajar aktif melalui bimbingan dan mengajar dari guru belum terlihat,
komunikasi dalam pembelajaran hanya satu arah yaitu hanya bersumber pada
6
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
informasi berupa masukan-masukan kepada peserta didik dalam proses
pembelajaran, terbatasnya media pembelajaran sehingga pada saat
penyampaian materi pembelajaran anak kurang berminat untuk belajar, tidak
adanya interaksi antar siswa, serta model pembelajaran yang digunakan masih
kurang bervariasi yang berakibat pada rendahnya hasil capaian belajar siswa.
Berdasarkan rilis dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal
16 Maret 2012 (dalam Hernawan, 2012, hlm. 19) hasil uji kompetensi guru
Sekolah Dasar mengungkapkan bahwa kemampuan atau kompetensi guru
pada satuan pendidikan Sekolah Dasar masih berada pada tingkat yang sangat
rendah. Dari 100 butir soal terkait dengan kemampuan bidang kognitif pada
kompetensi pedagogik dan profesional yang diujikan, nilai rata-rata yang
diperoleh yaitu 36,86 dengan rentangan nilai mulai dari 30,00 (terendah)
sampai 80,00 (tertinggi), tidak seorangpun guru yang bisa mencapai nilai
maksimal (90-100).
Gambaran nyata masih rendahnya keterampilan guru mengajar
khususnya dilihat dari kualitas variasi stimulus dapat dilihat dari Gambaran
pola interaksi antara guru dan siswa yang diteliti oleh Hanifah (2014) sebagai
salah satu komponen keterampilan memberikan variasi stimulus dalam
pembelajaran biologi pada konsep ekosistem meliputi persentase pertanyaan
guru dan siswa. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dalam proses
pembelajaran pertanyaan yang diajukan guru lebih banyak dibandingkan
pertanyaan siswa sebesar 86%. Frekuensi pengajuan pertanyaan siswa sangat
sedikit. Selanjutnya Jatnikasari (2010) melakukan studi tentang keterampilan
variasi stimulus dalam usaha meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata
pelajaran PKn mengungkapkan, keterampilan variasi dalam penggunaan
media dan bahan pelajaran yang digunakan guru matapelajaran PKn
tergolong kurang baik karena hanya menggunakan keterampilan variasi
media pandang saja, yaitu menyajikan peta konsep di papan tulis, sedangkan
untuk media dengar, media motorik serta media audio visual tidak pernah
7
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Melihat gambaran kenyataan di lapangan, peneliti merasa permasalahan
keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus menjadi sangat
penting untuk diteliti. Keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus
harus diteliti secara utuh dengan melihat keseluruhan komponen variasi,
sebab stimulus yang dilakukan guru berkontribusi besar pada keberhasilan
pembelajaran. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan
penelitian yang difokuskan pada analisis untuk mendeskripsikan keterampilan
guru dalam memberikan variasi stimulus pada pembelajaran di Sekolah
Dasar.
B. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan kondisi yang telah dipaparkan pada latar belakang di atas,
maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
“Bagaimanakah kualitas keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus pada pembelajaran di Sekolah Dasar?”
Berdasarkan rumusan masalah tersebut dan untuk menghindari
pembahasan yang terlalu luas, maka peneliti membatasi masalah penelitian
hanya pada komponen keterampilan memberikan variasi stimulus.
Berdasarkan berbagai literatur variasi stimulus terbagi ke dalam tiga
komponen pokok yaitu.
1. Keterampilan variasi dalam gaya mengajar
2. Keterampilan variasi dalam menggunakan media dan alat bantu
pembelajaran
3. Keterampilan variasi dalam melakukan pola interaksi dan kegiatan siswa.
Karena profil guru dilapangan sangat variatif maka peneliti melihat
keterampilan variasi stimulus tersebut pada berbagai profil guru, sehingga
secara khusus permasalahan penelitian yang akan dikaji dalam penelitian
adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kualitas keterampilan melakukan variasi dalam gaya mengajar
8
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Bagaimana kualitas keterampilan melakukan variasi dalam menggunakan
media dan alat bantu pembelajaran yang dilakukan guru berdasarkan
berbagai profil guru?
3. Bagaimana kualitas keterampilan melakukan variasi dalam melakukan
pola interaksi dan kegiatan siswa yang dilakukan guru berdasarkan
berbagai profil guru?
C. Tujuan Penelitian
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran
tentang kualitas keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus pada
pembelajaran di Sekolah Dasar. Secara lebih spesifik, tujuan penelitian ini
yaitu sebagai berikut.
1. Memperoleh gambaran tentang kualitas keterampilan melakukan variasi
gaya mengajar yang dilakukan guru berdasarkan berbagai profil guru
2. Memperoleh gambaran tentang kualitas keterampilan melakukan variasi
dalam menggunakan media dan alat bantu pembelajaran yang dilakukan
guru berdasarkan berbagai profil guru
3. Memperoleh gambaran tentang kualitas keterampilan melakukan variasi
dalam melakukan pola interaksi dan kegiatan siswa yang dilakukan guru
berdasarkan berbagai profil guru
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak
yang berkepentingan, yaitu penulis sendiri serta seluruh pihak Sekolah Dasar
di kecamatan Cibeber, khususnya guru di Sekolah yang menjadi tempat
penelitian. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Penelitian ini memberikan sumbangan pengetahuan tentang keterampilan
9
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Penelitian ini akan melihat kualitas keterampilan guru melakukan berbagai
komponen dari keterampilan guru memberikan variasi stimulus
berdasarkan berbagai profil yang dimiliki guru.
2. Manfaat praktis
Manfaat praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Bagi guru, dapat menambah ilmu pengetahuan dan mendapatkan
gambaran tentang keterampilan dalam memberikan variasi stimulus
dalam pembelajaran di sekolah dasar sesuai dengan profil yang
dimiliki.
b. Bagi siswa, memberikan suasana menyenangkan dan menarik dalam
kegiatan dan proses pembelajaran serta memberikan kesempatan pada
siswa untuk terlibat dalam pembelajaran secara aktif.
c. Bagi sekolah, memberikan informasi untuk lebih memperhatikan
keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus dalam
pembelajaran yang ideal dengan berbagai karakteristik anak dan
lingkungan sekolah.
E. Struktur Organisasi Tesis
Untuk memberikan gambaran pembahasan yang sistematis, maka
peneliti menyusun struktur organisasi dalam beberapa bab dan sub bab.
Adapun struktur organisasi dalam tesis ini terdiri dari lima bab, yaitu Bab 1
adalah pendahuluan yang berisi latar belakang masalah penelitian yang
dirumuskan menjadi judul penelitian. Hal utama yang melatarbelakangi
penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui kualitas keterampilan guru
dalam memberikan variasi stimulus di sekolah dasar. Melihat gambaran
kenyataan dilapangan, peneliti merasa permasalahan keterampilan guru dalam
memberikan variasi stimulus menjadi sangat penting untuk diteliti.
Keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus harus diteliti secara
utuh dengan melihat keseluruhan komponen variasi, sebab stimulus yang
dilakukan guru berkontribusi besar pada keberhasilan pembelajaran. Hal
10
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penelitian, dan struktur organisasi tesis juga menjadi pembahasan dalam bab
I.
Bab II adalah kajian pustaka yang berisi konsep tentang Keterampilan
Mengajar secara umum dan Keterampilan Memberi Variasi Stimulus
(Stimulus Variation) secara khusus berdasarkan tiga komponen utama
keterampilan memberikan variasi stimulus (variasi gaya mengajar, variasi
media pembelajaran, dan variasi pola interaksi). Peneliti juga menjabarkan
kompetensi dan profesionalisme guru mengacu pada berbagai profil guru
yang dapat membuat kualitas variasi stimulus yang dimunculkan guru
berbeda.
Bab III adalah metodologi penelitian yang menjabarkan desain
penelitian, partisipan dan tempat penelitian, instrumen penelitian,
pengumpulan data, dan analisis data. Bab IV adalah temuan dan pembahasan
kegiatan observasi yang didukung berbagai sumber seperti wawancara dan
studi dokumentasi mengenai keterampilan guru melakukan variasi stimulus.
Bab V adalah simpulan, dan rekomendasi yang berisi tentang jawaban umum
atas rumusan masalah, dan rekomendasi yang dapat dirumuskan untuk
46
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana untuk memilih sumber-sumber
daya dan data yang akan dipakai untuk diolah dalam rangka menjawab
pertanyaan-pertanyaan penelitian. Desain yang digunakan pada penelitian ini
adalah desain penelitian kualitatif deskriptif yang digunakan untuk
mengetahui gambaran yang akan diteliti dalam penelitian. Menurut
Sukmadinata (2013, hlm. 72) bahwa penelitian deskriptif adalah suatu metode
penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang
ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau.
Dalam penelitian ini, peneliti tidak melakukan manipulasi atau
memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap variabel atau merancang
sesuatu yang diharapkan terjadi pada variabel, tetapi semua kegiatan,
keadaan, kejadian aspek, komponen atau variabel berjalan sebagaimana
adanya. Penelitian ini mengkaji mengenai keterampilan guru dalam
melakukan variasi stimulus di Sekolah Dasar dengan berbagai profil guru.
Peneliti menganalisis kualitas keterampilan variasi stimulus berdasarkan data
hasil observasi pembelajaran guru pada tiga komponen keterampilan
memberikan variasi stimulus. Tiga komponen variasi stimulus yang diamati
yaitu, keterampilan melakukan variasi dalam gaya mengajar, keterampilan
melakukan variasi dalam menggunakan media dan alat bantu, dan
keterampilan melakukan variasi dalam pola interaksi dan kegiatan murid.
Tipe deskripsif dipilih peneliti karena semua temuan serta analisis data akan
dilaporkan secara deskriptif.
B. Partisipan dan Tempat Penelitian
Penelitian ini melibatkan delapan guru dengan berbagai profil yang
berbeda. Delapan guru yang dijadikan Subjek penelitian berasal dari dua
47
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dijadikan tempat penelitian ini berada dalam satu kecamatan Cibeber,
Kabupaten Cianjur. Lokasi kedua sekolah tersebut berjauhan berada dalam
lingkungan gugus yang berbeda. Sekolah tersebut memiliki gedung sendiri,
dan proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hingga siang.
Pemilihan partisipan dilakukan dengan purposif sampling, yaitu
pengambilan sampel berdasarkan tujuan, sampel yang cocok dan sampel
insidental (Sukmadinata, 2013, hlm. 254). Hal ini dilakukan karena peneliti
ingin melihat kualitas keterampilan guru melakukan variasi stimulus
berdasarkan berbagai profil guru, maka partisipan dipilih untuk mewakili
profil yang ingin dilihat, seperti golongan kepangkatan, pengalaman
mengajar, tugas mengajar, dan umur. Semua guru yang dipilih sebagai
partisipan merupakan guru yang sudah tersertifikasi, maka sampel yang
diambil dalam penelitian ini adalah guru yang memiliki kriteria tersebut. Data
[image:27.595.132.519.405.717.2]partisipan adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1 Data Partisipan
Asal Sekolah Partisipan (inisial) Profil Guru
SDN CISALAK
Guru Sy
Umur 50 tahun
Golongan IV/a
Lama Mengajar 26 tahun
Tugas Mengajar kelas IV
Guru Rk
Umur 33 tahun
Golongan III/a
Lama Mengajar 10 tahun
Tugas Mengajar kelas V
Guru Ns
Umur 47 tahun
Golongan III/c
Lama Mengajar 13 tahun
Tugas Mengajar kelas VI
48
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Golongan III/b
Lama Mengajar 13 tahun
Tugas Mengajar kelas III
Asal Sekolah Partisipan (inisial) Profil Guru
SDN 2 CIBEBER
Guru Sr
Umur 35 tahun
Golongan I11/a
Lama Mengajar 10 tahun
Tugas Mengajar kelas V
Guru Ds
Umur 57 tahun
Golongan IV/a
Lama Mengajar 37 tahun
Tugas Mengajar kelas I
Guru Nh
Umur 38 tahun
Golongan III/b
Lama Mengajar 16 tahun
Tugas Mengajar kelas V
Guru Is
Umur 34 tahun
Golongan III/b
Lama Mengajar 10 tahun
Tugas Mengajar kelas II
C. Penjelas Istilah
Agar diperoleh persepsi yang jelas mengenai penelitian ini, maka
perlu diberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan, yaitu:
1. Keterampilan memberikan variasi stimulus adalah keanekaragaman
penyajian kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dalam konteks
proses interaksi belajar-mengajar yang ditujukan untuk mengatasi
kebosanan murid sehingga senantiasa memiliki antusiasme yang tinggi
49
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Variasi gaya mengajar guru adalah pengubahan tingkah laku, sikap dan
perbuatan guru dalam kontek belajar mengajar yang bertujuan untuk
mengatasi kebosanan murid, sehingga murid memiliki minat belajar yang
tinggi terhadap pelajarannya, terdiri dari penggunaan variasi suara,
pemusatan perhatian murid, kesenyapan atau kebisuan, mengadakan
kontak pandang dan gerak, gerakan badan mimik, dan pergantian posisi
guru di dalam kelas.
3. Variasi penggunaan media dan alat pengajaran adalah pergantian
penggunaan jenis media yang satu kepada jenis yang lain yang dilakukan
oleh guru dalam konteks belajar mengajar menyesesuaikan materi
pembelajaran, terdiri dari visual aids, auditif aids, motorik, dan
audio-visual aids.
4. Variasi pola interaksi dan kegiatan murid adalah frekuensi atau
banyak-sedikitnya pergantian aksi antara guru dengan murid, dan murid dengan
murid secara tepat, terdiri dari beberapa pola interaksi yaitu pola
guru-murid, pola guru-murid-guru, pola guru-murid-guru-murid,pola guru-guru-murid,
murid-guru, murid-murid, dan pola melingkar.
D. Instrumen Penelitian
Data dalam penelitian ini akan diperoleh dengan cara peneliti
menyusun dan membuat intrumen untuk menjawab pertanyaan penelitian
yaitu dengan menganalisis keterampilan guru dalam memberikan variasi
stimulus pada pembelajaran di sekolah dasar. Adapun bentuk instrumen
dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, dan wawancara terhadap guru
yang menjadi subjek penelitian. Instrumen tersebut digunakan untuk
mengumpulkan data mengenai keterampilan guru dalam memberikan variasi
stimulus dilengkapi dengan hasil studi literatur dengan melihat perangkat lain
yang digunakan guru dalam hal ini RPP yang disusun guru yang
bersangkutan.
50
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk
memperoleh dan mengumpulkan data penelitian. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah:
1. Observasi
Menurut Creswell (2014, hlm. 267) observasi kualitatif merupakan
observasi yang didalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk
mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian.
Dalam pengamatan ini peneliti merekam dan mencatat aktivitas guru
ketika melakukan pembelajaran terkait kualitas setiap komponen variasi
stimulus baik itu dalam gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu
pembelajaran, maupun pola interaksi dan kegiatan siswa. kegiatan
pengamatan yang dilakukan disesuaikan dengan pedoman observasi yang
telah dibuat. Lembar observasi berisi sejumlah pernyataan yang ditujukan
untuk mengkaji bentuk-bentuk variasi stimulus dan menghitung
kemunculan setiap komponen variasi stimulus tersebut. Lembar
observasi lengkap yang memuat aspek-aspek pengamatan dapat dilihat
pada lampiran A.
2. Wawancara
Creswell (2014, hlm. 267) menjelaskan dalam wawancara
kualitatif peneliti dapat melakukan face-to-face interview (wawancara
berhadap-hadapan) dengan partisipan, mewawancarai mereka dengan
telepon, atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam
kelompok tertentu). Wawancara seperti ini memerlukan pertanyaan yang
secara umum tidak terstruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (open
ended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari
para partisipan. Wawancara yang dilakukan pada penelitian ini
dimaksudkan untuk mencari informasi langsung dari guru secara lisan
yang menjadi subjek penelitian. Pertanyaan yang diajukan terkait variasi
stimulus menarik yang muncul selama kegiatan observasi atau
peristiwa-peristiwa menarik yang memerlukan informasi lebih lanjut dari guru
51
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
langsung ditujukan kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh
informasi terkait objek penelitian. Dalam studi dokumentasi ini peneliti
bisa melakukan penulusuran data historis mengenai objek yang diteliti.
Sumber dokumen yang dikumpulkan peneliti pada penelitian ini berupa
RPP guru. Peneliti menganalisis komponen RPP yang menunjukkan
kemungkinan munculnya variasi stimulus pada pelaksanaan
pembelajaran seperti tergambar dalam tujuan pembelajaran dan kegiatan
pembelajaran. Dokumen RPP lengkap yang dianalisis dapat dilihat pada
Lampiran E.
F. Analisis Data
Menurut Sugiono (2010, hlm. 244) analisis data adalah proses mencari
dan menyusun secara sistematis hasil wawancara, catatan lapangan,
dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan ke dalam unit-unit, melaksanakan sintesa, menyusun ke dalam
pola, memilih yang penting dan yang dipelajari, dan membuat kesimpulan
sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri ataupun orang lain.
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang peneliti dapatkan, yaitu
dari hasil wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi literatur maka
peneliti melakukan prosedur pengolahan dan analisis dari hasil pengumpulan
data. Dimana proses analisis data data ini dimulai dengan menelaah,
memeriksa seluruh data yang tersedia, dari berbagai sumber yaitu wawancara,
observasi, dokumentasi, studi literatur.
Miles dan Huberman (Sugiyono, 2010, hlm. 246), mengemukakan
bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan
berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis
data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.
52
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang
penting, dicari pola dan temanya. Data yang telah direduksi akan
memberikan gambaran yang lebih jelas, dan akan mempermudah peneliti
untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari kembali
jika diperlukan. Dalam hal ini seluruh data yang dikumpulkan peneliti
berupa observasi keterampilan guru dalam memberikan variasi stimulus
pada komponen gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, dan
pola interaksi dicocokkan dengan data hasil wawancara dan studi
dokumentasi pada RPP yang dibuat oleh guru.
2. Data display
Penyajian data disusun secara singkat, jelas dan terperinci namun
menyeluruh akan memudahkan dalam memahami gambaran-gambaran
terhadap aspek-aspek yang diteliti baik secara keseluruhan maupun
bagian demi bagian. Penyajian data selanjutnya disajikan dalam bentuk
uraian atau laporan sesuai dengan data hasil penelitian yang diperoleh.
Setelah data mengenai keterampilan guru dalam memberikan variasi
stimulus terkumpul, peneliti selanjutnya menyajikan data kedalam bentuk
paparan atau deskripsi hasil penelitian.
3. Kesimpulan/verification
Merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal
yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak
ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap
pengumplan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang
dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan
konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan
data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang
kredibel (Sugiono, 2010).
Pada tahap ini peneliti melakukan pengolahan data. Data yang telah
dikumpulkan kemudian dianalisis dan interpretasikan sebagai deskripsi
keterampilan guru dalam memberikan variasi dalam gaya mengajar guru,
53
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu G. Keabsahan Data
Dalam pengujian keabsahan penelitian, metode penelitian kualitatif
menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kuantitatif. Uji
keabsahan dalam penelitian kualitatif menurut Sugiono (2012, hlm. 364)
mencakup empat macam pengujian, yaitu uji kredibilitas data, uji
transferabilitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas.
1. Uji kredibilitas data
Kredibilitas dalam penelitian kualitatif menggambarkan kecocokan
antara konsep peneliti dengan konsep yang ada pada responden,
menunjukan seberapa jauh kebenaran hasil penelitian dapat dipercaya.
Untuk mencapai tingkat kepercayaan yang diharapkan, peneliti
menggunakan beberapa cara yang disarankan oleh Sugiono (2012, hlm.
365), yaitu perpanjangan pengamatan, peningkatan penekunan,
triangulasi, menggunakan bahan referensi dan member checking. Peneliti
menggunakan triangulasi teknik dengan cara mengecek data kepada
sumber yang sama dengan teknik yang berbeda yaitu data diperoleh
dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
2. Dependabilitas
Uji dependabilitas adalah pengujian sejumlah mana penelitian
bergantung pada keandalan, yaitu apakan data yang diberikan oleh
peneliti betul-betul merupakan hasil penelitian yang dilakukan. Karena
bisa jadi peneliti dapat memberikan data tetapi tidak pernah melakukan
penelitian. Menurut Sugiono (2012, hlm. 374) uji dependabilitas dapat
dilakukan oleh auditor keseluruhan aktifitas penelitian mulai dari awal
sampai akhir penelitian. Ukurannya adalah, dalam kondisi yang lebih
kurang sama apakah penelitian dapat diteliti ulang.
3. Konfirmabilitas
Uji konfirmabilitas adalah pengujian sejumlah mana hasil penelitin
dapat dibuktikan kebenarannya, yaitu sejauh mana hasil penelitian
54
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4. Uji transferabilitas
Uji transferabilitas menggambarkan sejauh mana hasil penelitian
dapat diaplikasikan dalam situasi, tempat, waktu yang berbeda. Dalam
hal ini peneliti hanya melihat transferabilitas sebagai suatu kemungkinan.
Tentunya harus memenuhi persyaratan adanya kesamaan atau kemiripan
55
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
[image:35.595.149.526.106.499.2]Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu H. Prosedur Penelitian
126
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis, temuan, dan pembahasan seperti yang telah
dikemukakan pada Bab IV, diperoleh kesimpulan bahwa keterampilan guru
melakukan variasi stimulus pada pembelajaran di Sekolah Dasar dibutuhkan
sebagai alternatif peningkatan kualitas proses, dan hasil pembelajaran.
Kesimpulan tersebut dapat dirinci sesuai dengan tiga komponen keterampilan
melakukan variasi stimulus sebagai berikut.
1. Gaya mengajar yang baik ditunjukkan dengan variasi yang tinggi seperti
pembelajaran diselingi dengan nyanyian, didominasi aktivitas
pembelajaran yang membuat siswa antusias mengikuti pembelajaran,
memunculkan gerakan yang dinamis dan menarik perhatian siswa,
penekanan verbal lebih variatif, memunculkan Ice breaking dan
kesenyapan (teacher silince) untuk mempertahankan perhatian siswa.
Pada keterampilan melakukan variasi dalam gaya mengajar yang
menunjukkan kualitas variasi gaya mengajar yang baik adalah guru
dengan profil; golongan kepangkatan III, berumur dibawah 40 tahun,
masa kerja dibawah 20 tahun, dan tugas mengajar di kelas tinggi. Ini
menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kualitas gaya mengajar.
Semakin lama mengajar, golongan kepangkatan semakin tinggi, dan
umur menuju dewasa akhir gaya mengajar semakin rendah..
2. Penggunaan media pembelajaran yang baik adalah disesuaikan dengan
tujuan pembelajaran dan konten materi yang disampaikan. Benda-benda
yang dipilih sebagai media pembelajaran adalah benda-benda sekitar
siswa, melibatkan banyak indera siswa atau media yang tergolong media
motorik. Pada keterampilan melakukan variasi dalam menggunakan
media dan alat bantu pembelajaran, yang menunjukkan kualitas variasi
penggunaan media dan alat bantu yang baik adalah guru dengan profil;
127
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
20 tahun, dan tugas mengajar di kelas tinggi. Kemampuan guru pada
penguasaan variasi penggunaan media mengajar masih kurang dan
kemampuan guru dalam menguasai teknologi pembelajaran masih
terbatas.
3. Pola interaksi yang optimal muncul ketika guru melakukan kegiatan
pembelajaran yang didominasi oleh siswa. Hal ini tergantung pada
keterampilan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar demi
keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Pada keterampilan melakukan variasi dalam pola interaksi
dan kegiatan siswa yang menunjukkan kualitas variasi pola interaksi
yang baik adalah guru dengan profil; golongan kepangkatan III, berumur
diatas 40 tahun, masa kerja dibawah 20 tahun, tugas mengajar di kelas
tinggi. Pola interaksi yang dominan adalah pola Guru-Murid-Guru, hal
ini menunjukkan bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru dalam
kegiatan tanya jawab satu arah guru dan siswa.
B. Implikasi
Penelitian ini difokuskan pada analisis keterampilan guru dalam
memberikan variasi stimulus pada pembelajaran di Sekolah Dasar. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa stimulus yang baik ditunjukkan dengan
variasi yang tinggi, baik pada komponen gaya mengajar, penggunaan media
pembelajaran serta pola interaksi. Variasi yang tinggi mengharuskan guru
merancang skenario pembelajaran yang baik yang sesuai dengan karakteristik
siswa. Skenario pembelajaran yang menerapkan variasi stimulus yang baik
dirancang sedemikian sehingga aktivitas belajar menjadi menyenangkan.
Guru membutuhkan forum pembinaan, khusus bagi perbaikan
keterampilan mengajar khususnya keterampilan dalam memberikan variasi
stimulus yang cakupannya lebih luas dari keterampilan mengajar yang lain. Hal
ini dapat dijadikan wadah kegiatan professional guru yang berasal dari guru, oleh
guru, dan untuk guru serta bertujuan antara lain untuk menampung segala
128
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
mencari cara penyelesaiannya; membantu guru dalam upaya memenuhi
kebutuhannya yang berkaitan dengan pembelajaran termasuk pengembangan
keterampilan memberikan variasi stimulus pada pembelajaran; saling tukar
informasi dan pengalaman dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari,
sehingga memberi masukan bagi guru senior yang sarat pengalaman namun
membutuhkan penyegaran wawasan tentang pembelajaran inovatif.
Selanjutnya, berdasarkan karakteristik pembelajaran yang menerapkan
variasi stimulus, maka implikasi lain adalah bagi perbaikan kurikulum 2013 yang
akan dan sedang dikembangkan. Kreatifitas guru sebagai perancang kegiatan
pembelajaran sekaligus fasilitator kegiatan siswa harus dikembangkan,
komponen pembelajaran dan perangkat lain berupa buku guru dan buku siswa
dalam kurikulum 2013 sudah dibakukan. Hal ini akan membatasi guru dalam
mengembangkan variasi stimulus pada pembelajaran berdasarkan
kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, hendaknya dalam kurikulum
2013 guru diberikan keleluasaan untuk menerapkan variasi stimulus.
C. Rekomendasi
Pada akhir penelitian ini, beberapa hal dapat direkomendasikan
berkaitan dengan keterampilan memberikan variasi stimulus pada
pembelajaran di Sekolah Dasar. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi
masukan bagi berbagai pihak terkait. Baik bagi guru, Kepala Sekolah, peneliti
selanjutnya, dan rekomendasi bagi praktek perumusan kebijakan pendidikan.
Rekomendasi yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut.
1. Rekomendasi bagi guru
Hasil penelitian dari berbagai komponen variasi stimulus yang dilakukan
guru menunjukkan adanya hal-hal yang harus diperbaharui.
a. Pada komponen gaya mengajar guru kurang menunjukkan mimik
muka yang menarik, padahal ekspresi atau mimik muka (gesture)
dapat dijadikan sebagai penguatan non verbal pada pembelajaran.
Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang menarik yang
129
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sendirinya menuntut guru untuk memunculkan gerakan dinamis
disertai dengan mimik atau gesture menarik yang menyertainya.
b. Pada penggunaan media, guru harus mengenal banyak jenis media
pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran, khususnya media
yang termasuk ke dalam media audio-visual yang tidak dimunculkan
guru selama kegiatan penelitian. Media ini menuntut guru untuk
menguasai teknologi berupa media proyeksi berupa gambar
bergerak/video.
c. Pada pola interaksi, guru masih dominan menggunakan pola interaksi
Guru-Murid-Guru ini menunjukkan bahwa pembelajaran masih
terpusat pada guru. Pemahaman guru akan kebutuhan siswa harus
ditingkatkan khususnya yang menyangkut peningkatan kompetensi
pedagogik dan kompetensi profesional.
d. Keterampilan guru dalam melakukan variasi stimulus tidak merata
pada setiap profil guru. Guru yang memiliki keterampilan yang tinggi
dalam mengajar khususnya dalam keterampilan memberikan variasi
stimulus yang cakupannya lebih luas dari keterampilan lain
hendaknya melakukan upaya pengimbasan pada guru lain. Kelompok
Kerja Guru (KKG) merupakan salah satu cara bagi guru dalam
mengembangkan profesionalismenya sebagai guru. Kolaborasi antar
guru dan kegiatan lesson study dapat dijadikan alternatif dalam
memecahkan masalah pembelajaran yang optimal.
2. Rekomendasi bagi Kepala Sekolah
Secara berkala Kepala Sekolah harus melakukan supervisi klinis pada
guru. Hal ini sebagai upaya menjaga kualitas pembelajaran yang
dilakukan di sekolah. Aktivitas pembelajaran yang baik akan membantu
siswa menjadi subjek pembelajar yang baik. Supervisi klinis oleh Kepala
Sekolah akan membantu, membina, mendorong, dan mengadakan
perbaikan terhadap pelaksanaan tugas mengajar guru demi tercapainya
tujuan pendidikan. Guru-guru diberi kesempatan untuk melatih
130
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
mengajar tanpa membatasi inisiatif dan kreativitas mereka menerapkan
berbagai stimulus pada pembelajaran.
3. Rekomendasi bagi pengambil kebijakan pendidikan
Dinas Pendidikan Daerah, melalui Pengawas dan Kepala Sekolah perlu
mengembangkan mekanisme pemberdayaan guru. Sebagai upaya
mempertahankan konsistensi kinerja guru baik itu guru baru maupun
guru yang sudah sarat pengalaman. Pemegang kebijakan hendaknya
memberikan banyak pelatihan pengembangan kompetensi bagi guru
disemua jenjang usia. Bagi guru muda hal ini akan menjadi suntikan
vitamin perluasan wawasan sedangkan bagi guru senior menyegarkan
kembali wawasan mereka tentang pendidikan yang dipadupadankan
dengan pengalaman yang mereka miliki.
4. Rekomendasi bagi perbaikan kurikulum
Pelaksanaan Kurikulum 2013 terlalu membatasi kreatifitas guru, karena
sebagian besar komponen pembelajaran sudah dibakukan dalam
kurikulum dan perangkat lain berupa buku guru dan buku siswa. Hal
tersebut memungkinkan guru tidak dapat menerapkan variasi stimulus
berdasarkan kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, hendaknya
dalam kurikulum 2013 guru diberikan keleluasaan untuk menerapkan
variasi stimulus.
5. Rekomendasi bagi penelitian lanjutan
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang memuat data
deskripsi berbentuk paparan kata-kata yang diperoleh melalui kegiatan
observasi, wawancara dan studi dokumentasi tanpa adanya konsep baru.
Apabila dilakukan penelitian lanjutan dari penelitian ini, penulis berharap
rumusan pertanyaan mengenai bagaimana setiap kompenen dari variasi
stimulus dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
131
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, P. (2010) Analisis Profil Pertanyaan Guru Pada Pembelajaran IPA di Kelas V Sekolah Dasar. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Apipah, Y. N. (2012). Pengaruh Variasi Stimulus terhadap Peningkatan Prestasi
Belajar Siswa. [Offline]. Tersedia:
http://www.upi.edu/repository/skripsiview.php.htm. [13 Januari 2015].
Aqib, Z. (2010). Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendikia.
Ariani, N dan Haryanto, D. (2010). Pembelajaran Multimedia di Sekolah: Pedoman Pembelajaran Inspiratif, Konstrutif dan Prospektif. Jakarta: Prestasi Pustakarya.
Barnawi, dan Arifin, M. (2012). Etika & Profesi Kependidikan. Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Bealer, B. K dan Weinberg B. A. (2010). The Miracle of Caffeine. Bandung: Qanita.
Ben, D. dkk. (2001). Self-Perception versus Students’ Perception of Teachers’ Personal Style in College Science and Mathematics Courses. Kluwer Academic Publishers, 31 (437–454, 2001), hlm. 437-454.
Chatib, M. (2013). Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara. Bandung: Kaifa.
Creswell J.W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darajat, Z. (1992). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
DePorter, B., Reardon, M., dan Nourie, S.S. (2014). Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bandung: Kaifa.
Djamarah, S. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
132
Lina Nurhayati, 2015
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Fathurrohman, P. & Sutikno, S. (2010). Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami. Bandung: Refika Aditama. Fathima, P & Saravanakumar. (2012). Effect of Stimulus Variation Techniques on
Enhancing Students Achievement. International Journal Of Scientific Research, 1 (2277 – 8179), hlm. 37-39.
Fisher, D. dkk. (2011). Interpersonal behaviour styles of primary education teachers during science lessons. Springerlink.com, 14 (DOI 10.1007/s10984-011-9093-z), hlm. 187-204
Hanifa, R. U. (2014). Profil Pola Interaksi antara Guru dan Siswa SMP dalam Pembelajaran Biologi pada Konsep Ekosistem. [Offline]. Tersedia: http://www.upi.edu/repository/skripsiview.php.htm. [11 Januari 2015].
Hernawan, A. H. Dkk (2007). Media Pembelajaran Sekolah Dasar. Bandung: Upi Press.
Hernawan, A. H. (2010). Belajar dan Pembelajaran SD. Bandung: Upi Press.
Hernawan, A. H. (2012). Model Pengembangan Pelatihan dengan Pendekatan Pembelajaran Mandiri untuk Meningkatkan Kemampuan Bidang Kognitif pada Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar. (Disertasi). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Jatnikasari, K. (2008). Studi tentang Keterampilan Variasi Stimulus dalam usaha Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Matapelajaran PKn. [Offline]. Tersedia: http://www.upi.edu/repository/skripsiview.php.htm. [15 Januari 2015].
Joyce, B., Weil, M., dan Calhoun, E. (2009). Models of Teaching. Bandung: Pustaka Pelajar.
Kunandar. (2007). Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Majid, A. (20