• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)

148 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Data Lokasi Penelitian

1. Gambaran Umum Kota Pekanbaru a. Sejarah Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru adalah ibu kota Provinsi Riau yang memiliki sejarah tersendiri dalam pembentukannya, mulai dari nama hingga menjadi salah satu daerah otonom. Sebelumnya, Kota Pekanbaru merupakan suatu perkampungan kecil yang bernama Payung Sekaki atau Senapelan. Suatu areal perladangan yang dibuka Hulubalang Kerajaan Gasib bernama Jumba atas perintah Raja pada masa itu. Kampung ini terletak dekat muara anak sungai Senapelan di pinggiran sungai Siak yang bentuknya seperti payung. Sehingga kampung disebut sebagai kampung Payung Sekaki atau Kampung Senapelan. Secara administratif pada waktu itu, kampung Payung Sekaki termasuk wilayah kekuasaan dari Kerajaan Gasib. Suatu Kerajaan yang letaknya di pinggiran sungai Siak, tepatnya bagian hilir mengikuti aliran sungai dari Kampung Payung Sekaki (Firdaus,2015:4).

Kerajaan Gasib merupakan salah satu kerajaan-kerajaan Melayu yang ada di

Riau, disamping Kerajaan Siak Sri Indrapura, Kerajaan Tambusai, Kerajaan

Kunto Darusalam, Kerajaan Rokan, Kerajaan Kepenuhan, Kerajaan Rambah,

Kerajaan Koto Kampar, Kerajaan Pakantua, Kerajaan Segati, Kerajaan Pelalawan,

Kerajaan Kampar Kiri, Kerajaan Gunung Sahilan, Kerajaan Kandis, Kerajaan

(2)

149 Kuantan, Kerajaan Cerenti, Kerajaan Indragiri, dan Kerajaan Keritang (Koentjaraningrat, 2007:1).

Setelah kerajaan Gasib runtuh, Kampung Payung Sekaki atau Senapelan menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Perkembangan kampung ini semakin ramai, disebabkan letaknya yang strategis dipinggir sungai Siak.

Daerahnya menjadi jalur transportasi masyarakat, sehingga banyak yang datang berdagang. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri oleh Raja Siak Sri Indrapura, terutama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1761-1766). Sultan ke IV dari Kerajaan Siak Sri Indrapura ini mendirikan istana dan menetap tinggal di Kampung Payung Sekali tersebut (Firdaus,2015:4).

Kampung Payung Sekaki atau Senapelan dalam perkembangannya tumbuh

menjadi kota perdagangan. Banyak pedagang-pedagang yang datang, tidak hanya

dari daerah sekitar kampung seperti Tapung dan Kampar, namun juga dari luar

yakni pedagang Sumatera Barat. Melihat kondisi tersebut, Sultan Abdul Jalil

Alamuddin Syah mendirikan pasar yang disebut dengan Pekan, sebagai upaya

untuk meningkatkan perekonomian rakyatnya. Kemudian setelah Sultan Abdul

Jalil Alamuddin Syah wafat, raja digantikan oleh anaknya yaitu Raja Muhammad

Ali dengan gelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam. Pada masa ini,

perkembangan Kampung Payung Sekaki atau Senapelan sebagai daerah

perdagangan semakin pesat. Kondisi ini menyebabkan Sultan Muhammad Ali

Abdul Jalil Muazzam ingin menambah Pekan (pasar) lagi. Sang Raja,

sebagaimana ayahnya juga berpandangan perlu mendirikan Pekan sebagai tempat

untuk memajukan perekonomian rakyatnya. Untuk merealisasikan keinginannya,

(3)

150 Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam melakukan musyawarah dengan datuk-datuk (pembesar kerajaan) yaitu datuk pesisir, datuk lima puluh, datuk tanah datar, dan datuk kampar. Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, maka disepakati pembangunan Pekanbaharu (pasar baru) yang letaknya arah ke hilir mengikuti sungai Siak, tidak jauh dari pasar yang dibangun sang Ayah sebelumnya. Pekanbaharu ini dibangun pada 23 Juni 1784 atau 21 Rajab hari selasa tahun 1204 Hijiriah. Dalam perkembanganya penyebutan nama Pekanbaharu mengalami perubahan menjadi Pekanbaru (Firdaus,2015:5).

Secara de yure, penetapan kampung Payung Sekaki yang berganti nama

Pekanbaru menjadi wilayah bagian (district) kekuasaan Kerajaan Siak

sebagaimana Surat Keputusan (Besluit van Her Inlanche Zelf Bestuur van)

Kerajaan Siak, nomor 01 tanggal 19 Oktober 1919. Kemudian setelah

kemerdekaan pada 1931, Pemerintah menetapkan Pekanbaru menjadi bagian dari

wilayah Kampar Kiri yang dikepalai seorang Controleur. Sebelas tahun kemudian

tepatnya 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai oleh seorang Gubernur Militer

(Gokung). Pada 17 Mei 1946, Gubernur Sumatera mengeluarkan Ketetapan

nomor 103 di Medan yang isinya menetapkan Pekanbaru sebagai daerah otonom

yang disebut Kota (Haminte). Dua tahun berikutnya, Kota Pekanbaru diberi status

Kota Kecil sebagaimana Undang-Undang nomor 22 tahun 1948 dan

disempurnakan statusnya sebagai Kota Kecil delapan tahun berikutnya

sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 1956. Satu tahun

berikut, Pekanbaru menjadi Kota Praja sebagaimana diatur dalam Undang-

Undang nomor 1 tahun 1957. Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Dalam

(4)

151 Negeri nomor Desember 52/I/44-25 pada 20 Januari 1959, Pekanbaru ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Riau. Perkembangan berikutnya Pekanbaru ditetapkan sebagai Kotamadya sesuai diatur dalam Undang-Undang nomor 18 1965.

Selanjutnya, Pekanbaru ditetapkan sebagai Kota otonom sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 (http://repository.uin- suska.ac.id/7295/3/BAB%20II.pdf, diakses 30 Nopember 2018).

b. Georgrafis Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru terletak di tengah-tengah Propinsi Riau dan dikelilingi oleh tiga Kabupaten yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan. Posisi kota ini berada di tengah-tengah perlintasan jalur darat yang sangat strategis menghubungkan antar Kabupaten Kota dan dengan Provinsi lainnya. Secara geografis berada pada posisi 101° 14‟ - 101° 34‟ Bujur Timur dan 0° 25‟ - 0° 45‟ Lintang Utara. Keadaan permukaan tanahnya relatif datar dengan struktur tanah berjenis aluvial dan berpasir. Selain itu di pinggiran kota, tanahnya berjenis tanah organosol dan humus serta rawa-rawa yang bersifat asam, sangat kerosif untuk besi (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017).

Kondisi geologi lahan Kota Pekanbaru berupa endapan alluvium muda yang

terbentuk akibat pengangkutan dan pengendapan sisa-sisa bahan induk oleh aliran

sungai. Lahan jenis ini mempunyai karakteristik yang rentan terhadap gangguan

alam maupun pengolahan lahan yang berlebihan. Selain itu, lahannya miring

dengan beberapa variasi seperti landai, berombak dan bergelombang. Permukaan

tanah sebagian rendah dan berawa, yang tersebar di pinggiran sungai dan

beberapa wilayah dalam kota, sehingga rentan terjadinya banjir

(5)

152 (https://www.kppod.org/perencanaan/file-download?filename=rpjpd_80_2005.pdf diakses 30 Nopember 2018).

Kota Pekanbaru memiliki satu sungai besar yang membelah wilayahnya menjadi dua, mengalir dari barat ke timur. Sungai tersebut bernama sungai Siak yang saat ini masih berfungsi sebagai jalur perhubungan lalu lintas perekonomian rakyat pedalaman ke kota serta dari daerah lainnya. Selain sungai besar juga terdapat sepuluh sungai kecil (anak sungai) yaitu Sungai Umban Sari, Air Hitam, Sibam, Setukul, Pengambang, Ukai, Sago, Senapelan, Mintan dan Tampan (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017).

Pada awalnya luas Kota Pekanbaru 62,96 Km 2 , kemudian diperluas menjadi 446.50 Km 2 , sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.19 tahun 1987 tanggal 7 September 1987. Selanjutnya dilakukan pengukuran ulang di lapangan oleh Badan Pertanahan Nasional Tingkat 1 Provinsi Riau, maka ditetapkan luas wilayah Kota Pekanbaru adalah 632,26 Km². Dimana wilayahnya berbatasan dengan tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017).

Secara rinci sebagai berikut:

Sebelah Utara berbatasan Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar.

Sebelah Selatan berbatasan Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

Sebelah Timur berbatasan Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.

Sebelah Barat berbatasan Kabupaten Kampar.

Distribusi (sebaran) penduduk dominan berada di pusat kota. Meskipun

demikian, terdapat beberapa pemusatan penduduk di perbatasan kota di luar

(6)

153 Pekanbaru yang aktivitas warganya pada siang hari (bekerja, sekolah, dan berbelanja) lebih banyak di Pekanbaru. Daerah-daerah yang dimaksud yaitu Siak Hulu dan Rimbo Panjang (Kabupaten Kampar), Minas (Kabupaten Siak), dan Sikijang Mati (Kabupaten Pelalawan). Secara teritorial, wilayah Kota Pekanbaru dapat dilihat pada gambar peta administrasi berikut:

Berdasarkan data Pekanbaru dalam angka tahun 2017, dapat diketahui bahwa Kota Pekanbaru terdiri atas 12 Kecamatan, 56 Kelurahan dan 2 daerah Pedesaan.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah nomor 3 dan 4 tahun 2003.

Kecamatan yang dimaksud meliputi Tampan, Payung Sekaki, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Tenayan Raya, Lima Puluh, Sail, Pekanbaru Kota, Sukajadi, Senapelan, Rumbai dan Rumbai Pesisir.

Gambar 4.1. Peta Kota Pekanbaru

(Sumber: https://petatematikindo.wordpress.com/2016/05/18/administrasi-kota-pekanbaru/, diakses 2 Desember 2018)

(7)

154 Kecamatan Tampan terdiri dari empat Kelurahan yaitu Simpang Baru, Sidomulyo Barat, Tuah Karya dan Delima. Desa tidak ada dengan luas wilayah 59,81 Km 2 . Kecamatan Payung Sekaki terdiri dari empat Kelurahan yaitu Labuh Baru Timur, Tampan, Air Hitam, dan Labuh Baru Barat. Desa tidak ada dengan luas wilayah 43,24 Km 2 . Kecamatan Bukit Raya terdiri dari empat Kelurahan yaitu Simpang Tiga, Tangkerang Selatan, Tangkerang Utara, dan Tangkerang Labuai. Desa tidak ada dengan luas wilayah 22,05 Km 2 . Kecamatan Marpoyan Damai terdiri dari empat Kelurahan yaitu Tangkerang Tengah, Tangkerang Barat, Maharatu, Sidomulyo Timur, dan Wonorejo. Desa tidak ada dengan luas wilayah 29,74 Km 2 . Kecamatan Tenayan Raya terdiri dari empat Kelurahan yaitu Kulim, Tangkerang Timur, Rejosari, dan Sail. Desa tidak ada dengan wilayah paling luas yakni 171,27 Km 2 . Kecamatan Lima Puluh terdiri dari empat Kelurahan yaitu Rintis, Sekip, Tanjung Rhu, dan Pesisir. Desa tidak ada dengan luas wilayah 4,04 Km 2 . Kecamatan Sail terdiri dari tiga Kelurahan yaitu Cinta Raja, Sukamaju, dan Sukamulia. Desa tidak ada dengan luas wilayah 3,26 Km 2 .

Selanjutnya, Kecamatan Pekanbaru Kota terdiri dari enam Kelurahan yaitu

Simpang Empat, Sumahilang, Tanah Datar, Kota Baru, Sukaramai, dan Kota

Tinggi. Desa tidak ada dengan luas wilayah paling kecil yaitu 2,26 Km 2 .

Kecamatan Sukajadi terdiri dari tujuh Kelurahan yaitu Jadirejo; Kampung

Tengah; Kampung Melayu; Kedung Sari; Harjosari; Sukajadi; Pulau Karam. Desa

tidak ada dengan luas wilayah yaitu 3,76 Km 2 . Kecamatan Senapelan juga terdiri

dari tujuh Kelurahan yakni Padang Bulan, Padang Terubuk, Sago, Kampung

Dalam, Kampung Bandar, dan Kampung Baru. Desa tidak ada dengan luas

(8)

155 wilayah 6,65 Km 2 . Kecamatan Rumbai terdiri dari empat Kelurahan yaitu Umban Sari, Rumbai Bukit, Palas, dan Sri Meranti. Desa ada satu yaitu Muara Fajar. Luas wilayah 128,85 Km 2 . Kecamatan Rumbai Pesisir terdiri dari lima Kelurahan yaitu Meranti Pandak, Limbungan, Lembah Sari, Lembah Damai, dan Limbungan Baru.

Desa ada satu yaitu Tebing Tinggi Okura. Luas wilayah yaitu 157,33 Km 2 (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017). Secara lebih jelas, jumlah kelurahan, desa dan luas wilayah setiap Kecamatan dapat dilihat pada chart berikut:

Chart 4.2. Kelurahan, Desa dan Luas Per Kecamatan, Kota Pekanbaru (Sumber: data olahan, 2019)

Berdasarkan data pada chart dapat diketahui Kecamatan yang paling luas adalah Tenayan Raya dan Kecamatan paling kecil wilayahnya adalah Pekanbaru Kota. Kemudian jumlah kelurahan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Sukajadi dan Senapelan, sedangkan jumlah Kelurahan paling sedikit terdapat di Kecamatan Sail. Selanjutnya Desa hanya terdapat di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir, masing-masing satu Desa.

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Tam p an Pa yu n g S eka ki Bu kit Ra ya Ma rp o yan Da m ai Te n ay an Ra ya Lim a Pu lu h Sail Pe kan b ar u K o ta Su ka ja d i Se n ap e lan Ru m b ai Ru m b ai Pe si sir

59,81 43,24 22,05 29,74171,27 4,04 3,26 2,26 3,76 6,65 128,85157,33

Kelurahan

Desa

(9)

156 c. Demografi Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau yang secara administratif dipimpin oleh Walikota dan Wakil Walikota. Dalam melaksanakan tugas Pemerintahan, Walikota dibantu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berjumlah + 9.360 orang. Mayoritas ASN adalah perempuan yakni 6.478 orang dan sisanya laki-laki yaitu 2.891 orang. Salah satu tugas Walikota yang memerlukan bantuan ASN adalah memberikan pelayanan kepada penduduk Kota Pekanbaru. Penduduk yang dimaksud adalah semua orang yang berdomisili di wilayah teritorial Kota Pekanbaru selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017).

Penduduk Kota Pekanbaru mengalami peningkatan setiap tahunnya yang disebabkan tidak hanya faktor kelahiran, namun juga migrasi penduduk dari luar daerah. Jumlah penduduk Kota Pekanbaru tahun 2016 sebanyak 1.064.566 jiwa, meliputi penduduk laki-laki sebanyak 546.400 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 518.166 jiwa. Jumlah ini meningkat sebesar 26.448 jiwa dari tahun 2015 yang berjumlah 1.038.118 jiwa. Penduduk tersebut tersebar di 12 Kecamatan, 56 Kelurahan dan 2 Desa. Di Kecamatan Tampan penduduknya 269.062 jiwa, Kecamatan Payung Sekaki, 90.665 jiwa, Kecamatan Bukit Raya 103.114 jiwa, Kecamatan Marpoyan Damai 131.245 jiwa, Kecamatan Tenayan Raya 158.519 jiwa, Kecamatan Lima Puluh 41.437 jiwa, Kecamatan Sail 21.479 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Pekanbaru Kota 25.094 jiwa, Kecamatan Sukajadi

47.364 jiwa, Kecamatan Senapelan 36.548 jiwa, Kecamatan Rumbai 67.523 jiwa,

(10)

157 dan Kecamatan Rumbai Pesisir 72.516 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017).

Tingkat kepadatan penduduk setiap kecamatan dapat dilihat pada chart berikut:

Chart 4.3. Kepadatan Penduduk Per Kecamatan, Kota Pekanbaru,2017 (Sumber: data olahan, 2019)

Berdasarkan data pada chart dapat diketahui bahwa penduduk yang paling banyak terdapat di Kecamatan Tampan, sedangkan penduduk yang sedikit terdapat di Kecamatan Sail. Namun, bila dilihat dari luas wilayah, maka Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Sukajadi yaitu 12.597 per Km 2 . Penduduk yang sedikit tingkat kepadatannya adalah Kecamatan Rumbai Pesisir yaitu 461 per Km 2 . Tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan lainnya seperti Tampan sebesar 4.499 per Km 2 . Kecamatan Payung Sekaki 2.097 per Km 2 , Kecamatan Bukit Raya 4.676 per Km 2 , Kecamatan Marpoyan Damai 4.413 per Km 2 , Kecamatan Tenayan Raya 926 per Km 2 , Kecamatan Limapuluh 10.257 per Km 2 , Kecamatan Sail 6.589 per Km 2 , Kecamatan Pekanbaru Kota

0 50000 100000 150000 200000 250000 300000

Jumlah

Jumlah

(11)

158 11.104 per Km 2 , Kecamatan Senapelan 5.496 per Km 2 , dan Kecamatan Rumbai 524 per Km 2 (Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017).

Dari segi sumber daya manusia dapat dilihat pada tingkat pendidikan penduduk usia 10 tahun ke atas. Mayoritas penduduk Kota Pekanbaru berpendidikan pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yakni sebesar 39,03%. Kemudian diikuti dengan tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebesar, 18,45%, berpendidikan tinggi yaitu akademi dan universitas sebesar 18,10%; berpendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar 14,80%; serta masih ada penduduk yang belum memiliki ijazah sebesar 9,62%

(Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, 2017). Gambaran tingkat pendidikan penduduk Kota Pekanbaru dapat dilihat pada chart berikut:

Chart 4.4. Tingkat Pendidikan Penduduk Kota Pekanbaru, 2016 (Sumber: (Sumber: data olahan, 2019)

Berdasarkan data pada chart tersebut dapat diketahui bahwa penduduk Kota Pekanbaru mayoritas berpendidikan menengah ke atas. Dengan demikian, sumber daya manusia penduduk Kota Pekanbaru cukup berkualitas. Disamping tingkat

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Persentase

Persentase

(12)

159 pendidikan yang cukup berkualitas, penduduk Kota Pekanbaru sangat majemuk (heterogen), terdiri dari berbagai etnis, suku bangsa dan agama. Penduduk yang heterogen dapat menciptakan suatu interaksi sosial yang dapat membentuk sikap dan budaya positif, sehingga melahirkan inspirasi ke arah kemajuan. Namun disisi lain, kemajemukan juga dapat menjadi ancaman terjadinya perselisihan, pertentangan atau konflik. Oleh karenanya keberagaman perlu dijaga dan dikelola dengan baik oleh Pemerintah bersama penduduk Kota Pekanbaru.

Kota Pekanbaru memiliki budaya penduduk tempatan yaitu budaya Melayu.

Budaya ini memiliki karakter yang terbuka, toleran, dan moderat. Selain itu, budaya Melayu identik dengan agama Islam, dimana adat (kebiasaanya) berdasarkan atau tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karenanya penduduk yang memiliki budaya lain dapat hidup berdampingan dengan rukun di Kota Pekanbaru.

2. Peserta (Kandidat) Pemilihan Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara demokratis merupakan perwujudan dari apa yang diamanatkan dalam Pasal 18 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Pemilihannya dilaksanakan setiap lima tahun sekali harus dilakukan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilihannya pun dapat diikuti oleh semua warga negara yang memenuhi ketentuan baik sebagai peserta maupun pemilih.

Peserta dalam Pilkada adalah para kandidat atau pasangan calon yakni calon

Gubernur dan Wakil Gubernur atau calon Bupati dan Wakil Bupati, serta calon

(13)

160 Walikota dan Wakil Walikota yang diusulkan oleh Partai Politik atau gabungan Partai Politik, ataupun perseorangan (Undang-Undang nomor 8 tahun 2015).

Peserta yang diusulkan Partai Politik atau gabungan Partai Politik harus memenuhi persyaratan yaitu perolehan suara minimal 20% dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilihan Umum. Kemudian peserta yang diusulkan melalui perseorangan harus memenuhi syarat dukungan jumlah pemilih, sebagaimana diatur dalam pasal 41 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016.

Bagi Provinsi yang jumlah daftar pemilih tetap sampai dengan 2 juta jiwa, maka jumlah dukungan minimal 10%. Bila jumlah daftar pemilih tetap 2 juta s/d 6 juta jiwa, maka jumlah dukungan minimal 8,5%. Bila jumlah daftar pemilih tetap 6 juta s/d 12 juta jiwa, maka jumlah dukungan minimal 7,5%. Bila jumlah daftar pemilih tetap lebih 12 juta jiwa, maka jumlah dukungan minimal 6,5%. Jumlah dukungan tersebut harus tersebar di lebih dari 50% jumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dimaksud. Kemudian untuk Kabupaten/Kota yang jumlah daftar pemilih tetap sampai dengan 250 ribu jiwa, maka jumlah dukungan minimal 10%. Bila jumlah daftar pemilih tetap 250. Ribu s/d 500 ribu jiwa, maka jumlah dukungan minimal 8,5%. Bila daftar pemilih tetap 500 ribu s/d 1 juta jiwa, maka jumlah dukungan minimal 7,5%. Bila jumlah daftar pemilih tetap diatas 1 juta jiwa, maka jumlah dukungan minimal 6,5%. Jumlah dukungan tersebut harus tersebar di lebih dari 50% jumlah Kecamatan di Kabupaten/Kota dimaksud.

Selain itu peserta harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam

pasal 7 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016. Persyaratan yang dimaksud yaitu

(14)

161 bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; berpendidikan paling rendah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat; berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur, berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun untuk calon Bupati dan calon Wakil Bupati serta calon Walikota dan calon Wakil Walikota.

Peserta harus mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika; tidak pernah sebagai terpidana atau bagi mantan terpidana telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana; tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan; tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian; menyerahkan daftar kekayaan pribadi; tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara; tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Peserta harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan memiliki laporan pajak pribadi; belum pernah menjabat sebagai Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama untuk Calon Gubernur, Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati, Calon Wakil Bupati, Calon Walikota, dan Calon Wakil Walikota;

belum pernah menjabat sebagai Gubernur untuk calon Wakil Gubernur, atau

(15)

162 Bupati/Walikota untuk Calon Wakil Bupati/Calon Wakil Walikota pada daerah yang sama; berhenti dari jabatannya bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota yang mencalonkan diri di daerah lain sejak ditetapkan sebagai calon; tidak berstatus sebagai penjabat Gubernur, penjabat Bupati, dan penjabat Walikota;

Peserta menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan; menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil serta Kepala Desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan; dan berhenti dari jabatan pada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sejak ditetapkan sebagai calon.

Pada Pilkada Kota Pekanbaru tahun 2017, para kandidat yang telah memenuhi persyaratan berdasarkan Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 dan Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 sebagaimana ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru ada lima pasangan calon. Kelima kandidat yang dimaksud meliputi 3 (tiga) pasangan calon dari gabungan Partai Politik dan 2 (dua) pasangan calon dari jalur perseorangan (independent).

Para pasangan calon tersebut sesuai nomor urutnya yaitu (1) DR. H. Syahril, S.Pd, MM dan H. Said Zohrin, MH dari jalur perseorangan; (2) H. Herman Nazar, SH,M.Si dan Defi Warman, M.Pd juga dari jalur perseorangan; (3) DR. H.

Firdaus, ST. MT dan H. Ayat Cahyadi, S.Si diusung Partai Demokrat, PKS, dan

(16)

163 Gerindra; (4) DR. H. M. Ramli, SE, M.Si dan dr. Irvan Herman, diusung Partai Golkar, PKB, PAN, Nasdem, dan Hanura; serta (5) H.Dastrayani Bibra dan H.

Said Usman Abdullah, diusung PDIP dan PPP (www.kpu-pekanbarukota.go.id, diakses 5 Januari 2017). Secara lebih jelas dapat dilihat pada gambar 4.5 berikut:

Gambar 4.5. Kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017

(Sumber:http://mediaindonesia.com/read/detail/151912-partai-demokrat-sumut-berencana-alihkan-dukungan;

https://www.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/17/12/04/p0eww0384-kpu-garut-verifikasi-dukungan-ktp-peserta-jalur- perseorangan; https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Keadilan_Sejahtera; https://nasional.tempo.co/read/897241/pilgub-jatim-

gerindra-berkoalisi-dengan-golkar-pks-pan-nasdem; https://twitter.com/golkar5;

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Logo_Partai_Amanat_Nasional.jpg; http://gumilar69.blogspot.com/2013/10/peraturan- partai-kebangkitan-bangsa.html; http://mediaindonesia.com/read/detail/194587-partai-nasdem-cianjur-roadshow-politik-ke-

seluruh-dapil.html; https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/verpol/lengkap/136;

http://www.tribunnews.com/nasional/2015/03/22/sejumlah-kader-pdip-tersebar-di-perusahaan-bumn; http://ppp.or.id/ppp- sambut-baik-duta-besar-arab-saudi-yang-baru/ diakses 23 Januari 2019)

Kelima kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017 tersebut, memiliki latar belakang (profil) yang berbeda baik antara kandidat maupun diantara personal kandidat.

(17)

164 a. Kandidat Kepala Daerah DR. H. Syahril, S.Pd, MM dan H. Said Zohrin,

MH

Kandidat Syahril-Said Zohrin adalah peserta Pilkada dengan nomor urut 1 sebagaimana yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru. Pasangan ini maju sebagai peserta Pilkada melalui jalur perseorangan (independent). Bila dilihat dari latar belakangnya, pasangan Syahril-Said Zohrin merupakan kombinasi antara pendidik dan politikus.

Calon Walikota, Syahril merupakan seorang pendidik (guru) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pria kelahiran 62 tahun yang lalu tepatnya di Taluk Kuantan, 28 November 1956. Pendidikannya mulai SD hingga SMP ditempuh di Teluk Kuantan. Pendidikan menengah atas yakni STMN di Kota Pekanbaru. Kemudian melanjutkan pendidikan Diploma Tiga (D3) di Politeknik Swiss ITB, Pendidikan Strata Satu (S1) di STKIP Bukit Tinggi, Pendidikan Strata Dua (S2) di UPI Padang, serta pendidikan Strata Tiga (S3) di Universitas Pasundan Bandung.

Profesinya sebagai guru dimulai sejak 1982 dan pernah menjabat Kepala Sekolah di SMKN 1 Pekanbaru, SMKN 2 Pekanbaru, dan SMKN 4 Pekanbaru.

Selain sebagai guru, juga pernah mengajar pada Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Rokan Hilir. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, periode 2015-2020 (Dokumen visi misi kandidat Syahril-Said Zohrin, 2017).

Kemudian calon Wakil Walikota Said Zohrin adalah seorang politikus dan

praktisi hukum. Pria kelahiran 54 tahun yang lalu tepatnya di Rengat ,13 Juli

(18)

165 1964. Karir politiknya diawali sebagai politikus Partai Golkar dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2009-2014. Jabatannya di DPRD adalah anggota Komisi II, bidang perekonomian dan keuangan (https://issuu.com/yatnosr./docs/buku_profil__dprd_kota_pekanbaru, diakses 2 Desember 2018).

Pada Pemilu 2014, Said Zohrin maju sebagai calon DPD, namun tidak terpilih. Perjalanan karir politik berikutnya, Said Zohrin meninggalkan Partai Golkar, berpindah ke Partai Kebangkitan Bangsa, dimana tahun 2015 dipercaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kota Pekanbaru (http://datariau.com/pilkada2017/said-zohrin-pimpin-dpc- pkb-pekanbaru, diakses 2 Desember 2018). Selain di partai politik, Said Zohrin juga aktif sebagai pengurus di organisasi sosial kemasyarakatan. Beliau adalah panglima Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau, Kota Pekanbaru (http://ranahriau.com/berita-1247-said-zohrin-terpilih-jadi-panglima- rmblhmr-pekanbaru.html diakses 2 Desember 2018).

b. Kandidat Kepala Daerah H. Herman Nazar, SH,M.Si dan Defi Warman, M.Pd.

Kandidat Herman Nazar-Defi Warman adalah peserta Pilkada dengan nomor

urut 2 sebagaimana yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru. Kandidat ini maju

sebagai peserta Pilkada melalui jalur perseorangan (independent). Bila dilihat dari

latar belakangnya, pasangan Herman Nazar-Defi Warman merupakan kombinasi

antara pengusaha-birokrat dan pendidik.

(19)

166 Calon Walikota Herman Nazar adalah seorang pensiunan ASN Pemerintah Kota Pekanbaru. Pria kelahiran 62 tahun yang lalu tepatnya di Pekanbaru, 23 Desember 1956. Jenjang pendidikannya mulai Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di Kota Pekanbaru. Pendidikan dasar di SDN 032 Pekanbaru (1969), PGAN 4 Pekanbaru (1974), SMA Sri Rama Pekanbaru (1977), Strata Satu (S1) Ilmu Hukum di Universitas Islam Riau (1982), Strata Dua (S2) Ilmu Lingkungan di Universitas Riau (2010).

Karirnya selama menjadi birokrat di Pemerintah Kota Pekanbaru terlihat cukup sukses. Di awali sebagai staf bagian pembangunan (1980), Kepala Subbag Perkotaan (1983), Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (1984), Kabag Hukum dan Ortal (1986), Plt. Camat Pekanbaru Kota (1989), Kabag Hukum (1993), Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru (1996), Sekretaris Badan Pertimbangan Daerah (1997), Kepala Dinas Pendaftaran Penduduk (2001), Kepala Badan Lingkungan Hidup (2003), Asisten Pemerintahan (2007), Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (2009), Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum (2011). Setelah pensiun dari ASN, Herman Nazar fokus menjalankan profesi sebagai pengusaha. Beliau adalah Komisaris PT. Asta Karya, Diputi Direktur General Affairs PT. Tunggal Sejati, Konsultan Hukum PT. Putra Jaya Sentosa.

Selain sebagai birokrat dan pengusaha, Herman Nazar aktif diberbagai

organisasi yaitu sekretaris KORPRI Kota Pekanbaru (1987), Koordinasi Ikatan

Cendikiwan Muslim Indonesia Pekanbaru (1987), Ketua Umum Pengda Persatuan

Renang Seluruh Indonesia, Provinsi Riau (2001-2010), Sekretaris Wanhat Golkar

(2002), Direktur Lembaga Kajian Hukum LAM Riau Kota Pekanbaru (2012),

(20)

167 Pengurus Persebatian Melayu Riau (2015), dan lain-lain (Dokumen visi misi kandidat Herman Nazar-Defi Warman, 2017).

Kemudian calon Wakil Walikota, Defi Warman adalah seorang pendidik (guru) yayasan Muhammadiyah. Pria kelahiran 42 tahun yang lalu tepatnya di Pulau Panjang, 4 oktober 1976. Jenjang pendidikannya baik strata satu (S1) maupun strata dua (S2) adalah dibidang pendidikan. Selama berkarir sebagai guru, beliau juga dipercaya sebagai Kepala Sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Kinerjanya sebagai Kepala Sekolah terbilang sukses, sehingga mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Sekolah berprestasi tingkat Kota Pekanbaru tahun 2014. Pelatihan-pelatihan yang banyak diikuitinya juga dibidang pendidikan seperti pelatihan administrasi bagi Kepala Sekolah dan Wakil urusan Kurikulum tingkat SMA Negeri/ Swasta (2013), Sosiolisasi dan Pengawasan SBMPTN (2013), pendidikan dan pelatihan penguatan Kepala Sekolah Provinsi Riau (2014).

Selain sebagai guru, Defi Warman juga aktif di organisasi sosial kemasyarakatan yaitu persyarikatan Muhammadiyah Riau. Kemudian di Dewan Pimpinan Daerah AKSI Riau (2013-2017), serta di organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Pekanbaru sebagai ketua periode 2015 s/d 2020 (https://caleg.psi.id/caleg/defi-warman-s-pd-m-pd/, diakses 3 Desember 2018).

c. Kandidat Kepala Daerah DR.H. Firdaus, ST, MT dan H. Ayat Cahyadi, S.Si.

Kandidat Firdaus-Ayat Cahyadi adalah peserta Pilkada dengan nomor urut 3

sebagaimana yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru. Kandidat ini maju sebagai

(21)

168 peserta Pilkada melalui gabungan Partai Politik yaitu Demokrat, PKS, Gerindra.

Kandidat ini adalah pasangan calon petahana (incumbent) yang masih menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru. Bila dilihat dari latar belakang pendidikan dan profesi sebelum menjabat, pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi merupakan kombinasi antara birokrat dan politikus-pendidik.

Calon Walikota, Firdaus lahir di Bangkinang, 2 Mei 1960. Latar belakang pendidikannya dimulai dari SD, SMP di Bangkinang, STM di Pekanbaru tahun 1981, Diploma Tiga (D3) di LP-PU ITB (1986), Strata Satu (S1) Teknik Universitas Islam Riau (1994), Strata Dua (S2) Teknik Sipil Universitas Gajah Mada (1999), Strata Tiga (S3) Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) lulus tahun 2017.

Profesinya sebagai birokrat dimulai dari tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau dan pada 1985 diangkat sebagai CPNS. Firdaus sebelum pensiun dini tahun 2011 disebabkan maju sebagai Walikota Pekanbaru, pernah menjabat struktural di birokrasi yakni Kepala Cabang Dinas PU Provinsi Riau di Batam (1995), Kepala Dinas Kimraswil Provinsi Riau (2007), Kepala Bapedalda Provinsi Riau (2008), Kepala Dinas PU Provinsi Riau (2008-2010), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau (2010).

Kemudian tahun 2012 terpilih sebagai Walikota Pekanbaru berpasangan

dengan Ayat Cahyadi. Pencalonan ini merupakan kedua kalinya dengan pasangan

yang sama. Firdaus juga dipercaya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota

Pekanbaru (Firdaus, 2015:127).

(22)

169 Kemudian calon Wakil Walikota, Ayat Cahyadi lahir di Bekasi 2 Juli 1971.

Pendidikannya dari SD, SLTP dan SLTA di tempuh di Bekasi. Strata Satu (S1) di Universitas Riau (1990). Ayat Cahyadi awalnya berprofesi sebagai guru di MA Muhammadiyah Pekanbaru, SMA N Kampar. Pada tahun 1998, Ayat berhenti sebagai guru dan bergabung dengan Partai Keadilan. Beliau sempat menjadi Ketua Partai keadilan (sekarang PKS) Kota Pekanbaru. Melalui partai tersebut, Ayat Cahyadi mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota DPRD Pekanbaru pada 2004 dan anggota DPRD Riau pada 2009. Pada tahun 2012 terpilih sebagai Wakil Walikota Kota Pekanbaru bersama Firdaus, ST, MT. , Ayat maju sebagai wakil wali kota mendampingi Firdaus pada 2012 (dokumen KPU Kota Pekanbaru, 2017).

d. Kandidat Kepala Daerah DR.H.M.Ramli Walid, SE.M.Si dan dr. Irvan Herman

Kandidat M. Ramli-Irvan Herman adalah peserta Pilkada dengan nomor urut 4 sebagaimana yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru. Kandidat ini maju sebagai peserta Pilkada melalui gabungan Partai Politik yaitu Golkar, PKB, PAN, Nasdem, dan Hanura. Bila dilihat dari latar belakang profesinya, pasangan M.

Ramli-Irvan Herman merupakan kombinasi antara birokrat dan dokter-birokrat.

Calon Walikota, M.Ramli Walid lahir di Teluk Sungka, Kabupaten Indragiri

Hilir, Riau pada 23 Agustus 1961. Tinggal di jalan Satria nomor 188 a, Kelurahan

Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Beliau adalah seorang

Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan riwayat jabatan yaitu Kepala Seksi Industri

Bahan Bangunan Pada Sub. Dinas Bina Industri Kimia Bahan Bangunan Dana

(23)

170 Logam Dinas Perindustrian Prov.Riau (1993), Kepala Sub. Bagian Penyusunan Rencana Kegiatan Pada Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Riau (1998), Kepala Dinas Perkebunan Dati II Indragiri Hilir (2000), Wakil Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (2001), Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (2001), Ketua Yayasan Gambut Indragiri, Pendiri Politeknik Pertanian Tembilahan Dan UNISI Tembilahan (2002/2006), Kepala Badan Administrasi Dan Pendidikan Latihan Pegawai Provinsi Riau (2004), Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Riau (2008), Pejabat Bupati Indragiri Hilir (2008), Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Riau (2008), Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Riau (2008), Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau (2010), Kepala Bappeda Provinsi Riau (2010-2014), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau (2014- 2015), Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Riau (2015)

Beliau aktif di berbagai organisasi meliputi BPD Gapensi Riau (1989-1992),

Dewan Kerajinan Nasional Daerah Riau (1991-1995), Ikatan Cendekiawan

Muslim Se Indonesia Orsat Pekanbaru sebagai Ketua Unit IPTEK (1995-2000),

Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (1997-2001), Majelis Sinergi Kalam

(MASIKA) ICMI Orwil Riau (1999-sekarang), Ikatan Alumni Riau-Singapore

Cooperation Programme (2008-sekarang), Himpunan Alumni Institut Pertanian

Bogor Provinsi Riau (2009-2013), Federasi Olahraga Rekreasi dan Masyarakat

Indonesia Provinsi Riau (2009-2013), Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir

Pekanbaru (2009-2014), Masyarakat Ekonomi Syariah Wilayah Riau (2009-

(24)

171 2013), Ski Air dan Weakboard seluruh Indonesia Provinsi Riau (2010-2014), Koperasi Pegawai Negeri Provinsi Riau (2009-2014), Tim Pertimbangan dan Kejian Kebijakan Gubernur Riau (2008-sekarang), Indonesian English Teachers Assosiation Riau Province (2010-2014), Majelis Pertimbangan Organisasi DPW Pemuda Pancasila Provinsi Riau (2014-sekarang). Menulis dua buku yaitu Mewujudkan Good Governance di Provinsi Riau. Penerbit Alaf Riau 2008 dan Cerdas Mengelola Anggaran Publik, penerbit Tunggal Mandiri Malang Tahun 2012 (https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2016/09/profil-dr-hm-ramli- walid-se-msi-calon-walikota-pekanbaru-2017.html, diakses 3 Desember 2018).

Kemudian calon Wakil Walikota dr. Irvan Herman, lahir di Pekanbaru 12 Nopember 1982. Pendidikan Strata Satu (S1) Ilmu Kedokteran di Universitas Padjajaran Bandung. Profesinya sebagai dokter Aparatur Sipil Negara (ASN).

Irvan Herman adalah seorang Putera tokoh masyarakat Riau, Walikota Pekanbaru 2 periode 2001-2011, Herman Abdullah (https://detakriaunews.com/berita-sosok- irvan-herman-abdullah-pendongkrak-suara.html, diakses 3 desember 2018).

Irvan Herman aktif di organisasi sosial politik yaitu Ketua Pengurus Purna

Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Pekanbaru perode 2016-2021

(https://www.goriau.com/berita/politik/terpilih-aklamasi-irvan-herman-pimpin-

ppi-kota-pekanbaru-hingga-2021.html, diakses 3 Desember 2018). Wakil

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional

(http://suararaya.com/berita/detail/irvan-herman-resmi-jabat-wasekjen-dpp-pan-

diakses 3 Desember 2018). Plt. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda

Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Provinsi Riau Periode 2017-2022

(25)

172 (ttps://riausky.com/mobile/detailberita/31800/irvan-herman-diangkat-sebagai- pltketua-bm-pan-riau-segera-konsolidasi-pilpres-dan-pileg.html diakses 3 Desember 2018).

e. Kandidat Kepala Daerah Drs. H. Destrayani Bibra, M.Si dan H. Said Usman Abdullah.

Kandidat Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah adalah peserta Pilkada dengan nomor urut 5 sebagaimana yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru.

Kandidat ini maju sebagai peserta Pilkada melalui gabungan Partai Politik yaitu PDIP dan PPP. Bila dilihat dari latar belakang profesinya, pasangan Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah merupakan kombinasi antara birokrat dan politikus.

Calon Walikota, Destrayani Bibra lahir di Pekanbaru 4 Oktober 1965.

Riwayat pendidikan dimulai dari SDN 19 Pekanbaru (1979), SMPN 4 Pekanbaru

(1982), SMPP 49 Pekanbaru (1985), D3 APDN (1989), S1 IIP (1995), S2

Universitas Riau (2008). Destrayani Bibra adalah seorang Aparatur Sipil Negara

di Kota Pekanbaru. Sebagai profesi birokrat dimulai dari pegawai kantor Lurah

Kota Baru (1989-1992), pegawai kantor Camat Bukit Raya (1995-1999),

Sekretaris Camat Bukit Raya (1999-2001), Sekretaris Camat Pekanbaru Kota

(2001-2002), Camat Sukajadi (2002-2003), Camat Bukit Raya (2003-2006),

Kepala Bagian Humas (2006-2007), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (2007-

2010), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (2010-2014), Kepala Dinas

Koperasi dan UMKM (2014-2014), Asisten III Administrasi Umum (2014-2016),

(26)

173 Asisten 1 Administrasi Pemerintahan (2016), Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan (2016).

Destrayani Bibra aktif di berbagai organisasi sosial maupun olaharga yakni Manager klub sepak bola, PSPS Pekanbaru, Ketua pembina Asykar Theking (suporter PSPS Pekanbaru), Ketua Dewan Pengurus Harian LAM Riau Kota Pekanbaru, Wakil ketua SOKSI (sentral organisasi karyawan swadiri indonesia provinsi Riau, Wakil Ketua PGI (Persatuan Golf Indonesia Provinsi Riau).

Kemudian calon Wakil Walikota, Said Usman Abdullah, lahir di Pekanbaru 19 Juni 1972. Beragama Islam dan tinggal di jalan Soetomo, Pekanbaru.

Pendidikan dimulai dari SDN 005 Rintis, SMP N 1 Pekanbaru, dan SMA N 6 Pekanbaru. Said Usman adalah seorang politikus, sejak 2004 menjadi anggota DPRD Kota Pekanbaru di Fraksi PPP. Pada Pemilu 2009 juga terpilih sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru dan menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Pekanbaru. Pemilu 2014 untuk ketiga kalinya terpilih sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru dan menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP, PKS, dan Nasdem.

Di partai politik, Said Usman Abdullah aktif bendahara DPC PPP Kota Pekanbaru 2001-2006. Sekretaris DPC PPP Pekanbaru 2006-2010 dan Ketua DPC PPP Pekanbaru 2010-2017. Beliau memiliki motto hidup, „Bersikap Apa Adanya Terhadap Warga‟.

3. Pesan Politik Kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017

Pesan politik kandidat Kepala Daerah (peserta) pada Pilkada Kota Pekanbaru

tahun 2017 diantaranya berupa kata-kata atau kalimat (pesan verbal) yang

(27)

174 dituangkan dalam bentuk slogan, visi, misi dan program. Pesan politik verbal ini menjadi bahan bagi kandidat untuk meyakinkan pemilih pada masa kampanye sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 2016.

Berbagai media atau saluran digunakan para kandidat, agar pesan politiknya dapat tersampaikan kepada pemilih. Berbagai media yang digunakan meliputi media format kecil seperti buku kecil, leaflet, dan selebaran; media luar ruangan seperti baliho, spanduk dan poster; media internet seperti website, facebook, twitter dan jenis media sosial lainnya. Selain itu, kandidat juga menyampaikan langsung secara lisan pada saat debat publik, rapat umum, pertemuan terbatas, dan kampanye dialogis.

a. Pesan politik verbal peserta dalam bentuk slogan

Pesan politik kandidat dalam bentuk slogan diperoleh melalui media luar ruangan (baliho) serta dokumen visi, misi dan program masing-masing kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017.

Pemilih khususnya etnis Melayu dapat mengetahui slogan masing-masing kandidat baik melalui media baliho maupun dokumen visi, misi dan program yang dimuat dalam website Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru yaitu www.kpu- pekanbarukota.go.id..

Berikut media luar ruangan, baliho masing-masing kandidat yang memuat

pesan politik verbal dalam bentuk slogan, sebagaimana terdapat pada gambar 4.5

(28)

175 Gambar 4.6. Media Luar Ruangan Peserta Pilkada Pekanbaru 2017

(Sumber: Dok. Pribadi,2017)

(29)

176 Berdasarkan data yang terdapat pada media baliho serta dokumen visi, misi, dan program para kandidat diketahuilah slogan masing-masing kandidat. Pertama slogan kandidat nomor urut 1, Syahril dan Said Zohrin yaitu 3 M (Mantap di kita;

Mantap di hati masyarakat; Mantap hasil pembangunan). Kedua kandidat nomor urut 2, Herman Nazar dan Defi Warman yaitu HEFI (Harmonis, Energik, Fokus, Intelektual). Ketiga, kandidat nomor urut 3, Firdaus dan Ayat Cahyadi yaitu yang pasti lanjutkan. Keempat, kandidat nomor urut 4, M. Ramli dan Irvan Herman yaitu SMS (Siap Membangun Semua; Siap Memberi Solusi; Siap Melayani Semua). Kelima, kandidat nomor urut 5, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah yaitu Kami bisa; Bekerja Ikhlas, Satukan Asa. Secara lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.7. Slogan Kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017 (Sumber: data olahan, 2019)

b. Pesan politik verbal peserta dalam bentuk visi

Visi merupakan suatu pernyataan mengenai kondisi dan situasi masyarakat ideal yang ingin diciptakan oleh setiap pemimpin. Visi adalah komponen sentral

Slogan Peserta Piilkada

Syahril-Said Zohrin

3 M (Mantap di kita;

Mantap di hati masyarakat; Mantap hasil pembangunan)

Herman Nazar-Defi Warman

HEFI (Harmonis, Energik, Fokus,

Intelektual)

Firdaus-Ayat Cahyadi

yang pasti lanjutkan

M. Ramli dan Irvan Herman

SMS (Siap Membangun semua; Siap Memberi Solusi; Siap Melayani

Semua)

Destrayani Bibra-Said Usman Abdullah

Kami bisa. Bekerja

ikhlas, Satukan asa

(30)

177 dari semua great leadership, atribut kunci kepemimpinan dan pembuat keputusan yang strategis, efektif, efesien, dan dengan akuntabilitas tertentu (Danim, 2006:73).

Pesan politik verbal para kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017 dalam bentuk visi secara tertulis terdapat pada dokumen visi, misi dan program yang dimuat KPU Kota Pekanbaru melalui website resminya yaitu www.kpu- pekanbarukota.go.id. Pertama visi kandidat nomor urut 1, Syahril dan Said Zohrin yaitu Terwujudnya Kota Pekanbaru Yang Geliat Pembangunannya Berbasis Masyarakat, Aman, Nyaman, Relegius, Mandiri Dalam Kebersamaan. Kedua kandidat nomor urut 2, Herman Nazar dan Defi Warman yaitu Pekanbaru Maju dan Sejahtera. Ketiga, kandidat nomor urut 3, Firdaus dan Ayat Cahyadi yaitu Terwujudnya Pekanbaru Sebagai Kota Cerdas Yang Madani. Keempat, kandidat nomor urut 4, M. Ramli dan Irvan Herman yaitu Pekanbaru kota metropolitan yang berbudaya aman dan harmonis. Kelima, kandidat nomor urut 5, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah yaitu Mewujudkan Pekanbaru Kota Bertuah yang Sejahtera. Secara lebih jelas dapat dilihat pada gambar 4.8. berikut:

Gambar 4.8. Visi Kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017

(Sumber: data olahan, 2019)

(31)

178 c. Pesan politik verbal peserta dalam bentuk misi

Misi adalah pernyataan tentang tujuan operasional dari visi suatu institusi atau rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan bayangan kondisi tentang masa depan. Pesan politik verbal kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru dalam bentuk misi jumlahnya beragam, 5 dan 6 item. Kandidat nomor urut 1, Syahril dan Said Zohrin memiliki 6 misi. Kandidat nomor urut 2, Herman Nazar dan Defi Warman, kandidat nomor urut 3, Firdaus dan Ayat Cahyadi, kandidat nomor urut 4, M. Ramli dan Irvan Herman, dan kandidat nomor urut 5, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah masing masing memiliki 5 misi. Secara lebih jelas jumlah misi para kandidat dapat dilihat pada gambar 4.9 berikut:

Chart 4.9 Jumlah Misi Kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017 (Sumber: data olahan, 2019)

Misi kandidat Syahril danSaid Zohrin; kandidat Herman Nazar dan Defi

Warman; kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi; kandidat M.Ramli dan Irvan

(32)

179 Herman; serta kandidat Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah sebagaimana terlihat pada gambar 4.10, 4.11, 4.12, 4.13, 4.14 berikut:

Gambar 4.10. Misi Kandidat Syahril-Said Zohrin (Sumber: data olahan, 2019)

Gambar 4.11. Misi Kandidat Herman Nazar-Defi Warman

(Sumber: data olahan, 2019)

(33)

180 Gambar 4.12. Misi Kandidat Firdaus-Ayat Cahyadi

(Sumber: data olahan, 2019)

Gambar 4.13. Misi Kandidat M.Ramli-Irvan Herman

(Sumber: data olahan, 2019)

(34)

181 Gambar 4.14. Misi Kandidat Destrayani Bibra-Said Usman Abdullah

(Sumber: data olahan, 2019)

d. Pesan politik verbal peserta dalam bentuk program

Program kerja merupakan tindak lanjut atau operasional dari visi dan misi

yang telah disusun. Sebagaimana misi, jumlah program kerja kandidat Kepala

Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017 cukup beragam. Kandidat Syahril dan Said

Zohrin memiliki 16 program. Kandidat Herman Nazar dan Defi Warman memiliki

33 program. Kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi memiliki 66 program. Kandidat

M. Ramli dan Irvan Herman memiliki 47 program. Kandidat Destrayani Bibra dan

Said Usman Abdullah memiliki 41 program. Secara lebih jelas jumlah misi para

kandidat dapat dilihat pada gambar 4.15 berikut:

(35)

182 Gambar 4.15. Jumlah Program Kerja Kandidat Kepala Daerah Kota Pekanbaru, 2017

(Sumber: data olahan, 2019)

Pertama kandidat nomor urut 1, Syahril dan Said Zohrin, memiliki 16 program kerja sebagaimana terlihat pada gambar 4.16.

Gambar 4.16. Program Kerja Kandidat Syahril-Said Zohrin

(Sumber: data olahan, 2019)

(36)

183 Kedua kandidat Herman Nazar dan Defi Warman memiliki 33 program kerja meliputi 8 program dibidang infrastruktur dan lingkungan hidup; 6 program dibidang ekonomi perkotaan; 5 program di bidang pelayanan umum; 8 program bidang sosial, budaya dan politik; serta 6 program dibidang aparatur Pemerintahan dan pelayanan administrasi. Secara lebih jelas 8 bidang program kerja kandidat Herman Nazar dan Defi Warman dapat dilihat pada gambar 4.17 berikut:

Gambar 4.17. Program Kerja Kandidat Herman Nazar-Defi Warman (Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja kandidat Herman Nazar-Defi Warman dibidang infrastruktur dan lingkungan hidup meliputi Perencanaan dengan menggunakan sistem informasi geografis; Penangan banjir; Penyediaan air bersih; Kebersihan/

pengelolaan sampah; Permohonan ruang terbuka hijau dan taman kota; Jalur perindustrian, plaza; Transfortasi massal; serta Penataan ruang dan bangunan.

Program bidang infrastruktur dan lingkungan hidup jenis perencanaan dengan

menggunakan sistem informasi geografis dilakukan, karena Pekanbaru adalah

(37)

184 kota metropolitan dan kompleks. Maka perencanaan kota nya harus menggunakan sistem informasi geografis (berbasis komputer dan pemetaan), sehingga perencanaan dan pengelolaan kota bisa dilakukan secara terpadu dan komprehensif untuk infrastruktur, tata ruang, lingkungan, dan pelayanan perkotaan.

Program penangan banjir dilakukan dengan revitalisasi anak-anak sungai utama menuju ke sungai Siak dan sungai Kampar; pentaan drainase primer dan sekunder perkotaan; penataan drainase di lingkuga pemukiman, penataan drainase kawasan rawan banjir. Program penyediaan air bersih dilaksanakan dengan melakukan peningkatan pengelolaan air bersih PDAM sumber air sungai siak dan sungai Kampar. Program kebersihan/ pengelolaan sampah dilakukan dengan pengelolaan sampah terpadu; 3 R (Reduce, Reuse, Recyle); pengangkutan manual dan mekanis; pengelolaan TPA Sanitary Landfill.

Kemudian program permohonan ruang terbuka hijau dan taman kota yaitu pengembangan ruang terbuka hijau dan taman bermain di areal perumahan/

pemungkiman; pengembangan ruang terbuka hijau di taman kota. Program jalur

perindustrian, plaza yaitu penataan jalur penjalan kaki yang nyaman, pembatasan

kenderaan bermotor pada kawasan tertentu. Selanjutnya program transfortasi

massal berupa peraturan hierarkhi (struktur) transportasi massal untuk jalur arteri,

kolektor dan lokal, memperbanyak jalan parallel dan alternative untuk mencegah

kemacetan dan penumpukan kenderaan pada jalan utama. Terakhir program

penataan ruang dan bangunan yaitu menertibkan bangunan berdasarkan tata

ruang. Secara lebih jelas dapat dilihat pada gambar 4.18 berikut:

(38)

185 Gambar 4.18. Program Infrastruktur & Lingkungan Hidup Kandidat Herman Nazar-Defi Warman

(Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja kandidat Herman Nazar dan Defi Warman di bidang ekonomi

perkotaan meliputi Penataan pedagang kaki lima dengan melakukan

pemberdayaan untuk peningkatan pendapatan; Industri dengan mempermudah

investasi dan menyiapkan infrastruktur pendukung; UKM dan peningkatan

pendapatan masyarakat dengan memajukan UKM, industri rumah tangga dan

peningkatan pendapatan masyarakat di berbagai sektor. Kemudian peningkatan

PAD (pajak daerah, PBB, BPHTB) yaitu peningkatan sektor pendapatan

perkotaan; Penataan pasar tradisional dengan menata pasar tradisional menjadi

bersih, nyaman dan ramai; serta memajukan sektor perdagangan dan jasa dengan

mempermudah pelayanan dan perizinan perdagangan/ jasa dan meransang

pertumbuhannya. Secara lebih jelas program bidang ekonomi perkotaan dapat

dilihat pada gambar 4.18 berikut:

(39)

186 Gambar 4.18. Program Ekonomi Perkotaan, Herman Nazar-Defi Warman

(Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja kandidat Herman Nazar dan Defi Warman pada bidang pelayanan umum meliputi (1) pemerataan pendidikan yaitu Pemerataan pendidikan (PAUD, SD, SMP, dan yang sederajat) antara pinggiran dan pusat kota; negeri dan swasta; baik dari penyediaan dari fasilitas maupun tenaga kerja.

(2) Program/ kegiatan untuk sekolah swasta yaitu peningkatan partisipasi pemerintah daerah untuk membantu sekolah swasta, baik fasilitas, honor tenaga pengajar, dan beasiswa masyarakat kurang mampu. (3) Beasiswa untuk masyarakat miskin yaitu pemberian beasiswa untuk masyarakat kurang mampu.

(4) Kesehatan yaitu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas dan

pemerataan; peningkatan pelayanan dokter spesialis. Pelatihan khusus untuk

tenaga kesehatan supaya bisa melayani masyarakat dengan ramah, senyum, sapa,

dan aktif menolong. (5) Perumahan yaitu peningkatan kualitas sanitasi

lingkungan, drainase, pengelolaan sampah, taman bermain dan penghijauan di

(40)

187 lingkungan perumahan/ pemukiman. Secara lebih jelas program bidang pelayanan umum kandidat Herman Nazar dan Defi Warman dapat dilihat pada gambar 4.19 berikut:

Gambar 4.19. Program Pelayanan Umum Kandidat Herman Nazar dan Defi Warman (Sumber: data olahan, 2019)

Program bidang sosial, budaya dan politik kandidat Herman Nazar dan Defi

Warman yaitu (1) Pengentasan kemiskinan yaitu melanjutkan pengantasan

kemiskinan perkotaan dan memangkas kesenjangan. (2) Penanganan

permasalahan sosial (gelandangan, pengemis, narkoba) yaitu menertibkan

gelandangan dan pengemis, mengaktifkan kegiatan kepemudaan untuk menangkal

pengaruh narkoba di kalangan pemuda. (3) Pembinaan keluarga dengan

mengaktifkan pembinaan keluarga untuk mendapatkan keluarga yang sakinah

mawaddah, warrohmah sebagai dasar pembentukan masyarakat yang baik. (4)

Panti asuhan, rumah jompo dan rumah singgah dengan membina panti asuhan,

rumah jompo, rumah singgah, untuk kepentingan sosial dan menghindarkan

pelantaran di tengah masyarakat. (5) Peningkatan budaya Melayu dengan

(41)

188 membina kebudayaan dan organisasi Melayu sebagai payung negeri. (6) Peningkatan budaya-budaya di Indonesia yaitu membina kebudayaan dan organisasi daerah nusantara yang ada di Pekanbaru. (7) Olahraga dan seni dengan mengaktifkan olahraga dan seni, serta (8) Komunitas dan organisasi yaitu membina komunitas dan perkumpulan yang ada sebagai wadah warga perkotaa dalam rangka berkontribusi untuk membangun masyarakat dan kota Pekanbaru.

Secara lebih jelas program bidang sosial, budaya dan politik kandidat Herman Nazar dan Defi Warman dapat dilihat pada gambar 4.20 berikut:

Gambar 4.20. Program Sosial, Budaya & Politik Kandidat Herman Nazar dan Defi Warman (Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja di bidang aparatur Pemerintahan dan pelayanan administrasi

meliputi (1) Smart city yaitu manajemen perkotaan menggunakan sistem

teknologi informasi (smart city) untuk mengaktifkan dan mengefisienkan

pengelolaan. Masukan dan informasi dari masyarakat dan stakeholder

dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan. (2) Sistem pengaduan dan quick

(42)

189 response yaitu mengaktifkan sistem pengadua berbasis teknologi informasi dan menyiapkan tugas dilapangan untuk secara cepat menangani permasalahan (quick response) meliputi sampah, banjir dan pelayanan umum lainnya. (3) Merit system yaitu meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan kinerja (merit system) pegawai akan termotivasi akan bekerja untuk sebaik-baiknya sesuai dengan peningkatan kesejahteraan yang akan mereka dapatkan. (4) Peningkatan kualitas pelayanan berbasis Spm (standar pelayanan minimal) yaitu menyiapkan ASN sehingga siap untuk melayani masyarakat berbasis SPM (standar pelayanan minimal). (5) Peningkatan kualitas SDM ASN yaitu meningkatkan kualitas SDM ASN sehingga mampu menjalankan roda pemerintahan dengan efektif dan efisisen dalam melayani masyarakat.

Secara lebih jelas Program kerja di bidang aparatur Pemerintahan dan pelayanan administrasi kandidat Herman Nazar dan Defi Warman dapat dilihat pada gambar 21 berikut:

Gambar 4.21. Program Pemerintahan & Pelayanan Administrasi, Herman Nazar dan Defi Warman

(Sumber: data olahan, 2019)

(43)

190 Ketiga, Kandidat nomor urut 3. Dr. H. Firdaus, ST. MT dan H. Ayat Cahyadi, S.Si. Kandidat ini memiliki 66 program kerja yang terbagi dalam 13 bidang program. (1) Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani meliputi 6 program. (2) Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil dan produktif meliputi 4 program. (3) Mempercepat transformasi masyarakat madani (Revolusi Mental), meliputi 4 program. (4) Mewujudkan tatanan masyarakat bermartabat, bermarwah, berkeadilan serta hidup rukun dan damai meliputi 5 program. (5) Mempercepat implementasi Pekanbaru smartcity dan E-Gov meliputi 6 program. (6) Meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur dasar perkotaan meliputi 10 program. (7) Mewujudkan Pekanbaru sebagai pusat industri meliputi 5 program.

Kemudian (8) Mewujudkan Pekanbaru sebagai pusat jasa dan perdagangan meliputi 4 program. (9) Mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan meliputi 5 program. (10) Mewujudkan Pekanbaru sebagai kota MICE meliputi 3 program.

(11) Meningkatkan peran strategis kota Pekanbaru dalam menghadapi MEA

meliputi 3 program. (12) Mewujudkan Pekanbaru sebagai kota layak huni

(liveable city) meliputi 6 program. (13) Mewujudkan Pekanbaru sebagai kota

ramah lingkungan (green city) meliputi 4 program. Secara lebih jelas dapat dilihat

pada Gambar 4.22 sebagai berikut:

(44)

191 Gambar 4.22. Bidang Program Kerja Kandidat Firdaus-Ayat Cahyadi

(Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang mewujudkan

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani

sebagaimana dapat dilihat pada gambar 4.23 berikut:

(45)

192 Gambar 4.23. Program Mewujudkan SDM Berakhlak Mulia,Sehat Jasmani dan Rohani

(Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil dan produktif, sebagaimana pada gambar 4.24 berikut:

Gambar 4.24. Program kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang mewujudkan SDM yang cerdas, terampil dan produktif

(Sumber: data olahan, 2019)

(46)

193 Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Meningkatkan kualitas dan ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan yaitu Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dan pelathan formal dan informal.

Meningkatkan semangat kewirausahaan, serta Meningkatkan pemanfaatan TIK dan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mempercepat transformasi masyarakat madani (Revolusi Mental), meliputi:

Meningkatkan disiplin aparatur dan masyarakat; Meningkatkan kesadaran hukum;

Meningkatkan semangat toleransi dan gotong royong; serta Meningkatkan kesadaran dan kualitas terhadap pentingnya kebersihan.

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan tatanan masyarakat bermartabat, bermarwah, berkeadilan serta hidup rukun dan damai. Sasaran programnya yakni: Berkurangnya konflik sosial baik horizontal maupun vertikal; Berkurangnya penyakit sosial; Meningkatnya ketahanan sosial dari bahaya kenakalan remaja, narkoba, ajaran sesat, terorisme dan lainnya; Meningkatkan sarana dan prasarana pusat kajian, pelestarian dan pengembangan budaya Melayu; serta Meningkatkan kegiatan promosi, minat dan kecintaan terhadap budaya Melayu.

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang

Mempercepat implementasi Pekanbaru smartcity dan E-Gov. Sasaran programnya

yaitu Meningkatkan sarana dan prasarana TIK; Meningkatkan kualitas SDM

dalam penguasaan TIK; meningkatkan komitmen pemanfaatan TIK dalam segala

aspek; Meningkatkan kinerja dan pengembangan system implementasi smartvcity;

(47)

194 Meningkatkan kualitas pelayanan melalui implementasi smart city; Meningkatkan partisipasi dan peran serta semua stake holder dalam pembangunan smart city;

serta Meningkatkan penerapan e-gov dalam segala aspek Pemerintahan. Secara lebih jelas dapat dilihat pada gambar 4.25 berikut:

Gambar 4.25. Program Implementasi Pekanbaru smartcity dan E-Gov, Firdaus-Ayat Cahyadi (Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur dasar perkotaan, sasaran programnya meliputi Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana jalan dan jembatan; Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana air bersih; Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana air limbah; Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana listrik;

Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasaranaenergy dan listrik;

Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana telekomunikasi.

(48)

195 Kemudian Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana persampahan; Meningkatkan kualitas infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air dan sistem drainase; Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana transportasi; serta Penyediaan sarana dan prasarana city gas.

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan Pekanbaru sebagai pusat industri. Sasaran programnya meliputi:

Meningkatkan peluang dan investasi bidang industri; Meningkatkan penyediaan sumber energi dan listrik bagi industri; Mengoptimalkan pemanfaatan ruang kawasan industri; Meningkatkan ketersediaan buruh/ tenaga kerja yang terampil dan siap pakai; Meningkatkan pemanfaatan teknologi berbasis green industri;

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan Pekanbaru sebagai pusat jasa dan perdagangan. Sasaran programnya meliputi: Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung jasa dan perdagangan; Meningkatkan ketersediaan sarana pergudangan;

Meningkatkan infrastruktur penunjang sistem logistik; serta Meningkatkan kualitas komoditi dan daya saing produk lokal.

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan. Sasaran programnya meliputi:

Meningkatkan daya beli masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan;

Meningkatkan peluang dan kesempatan kerja; Meningkatkan kapasitas manajerial UMKM dan koperasi; Meningkatkan kelembagaan ekonomi kerakyatan;

Meningkatkan dan mendorong tumbuhnya industri kreatif dan home industri.

(49)

196 Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan Pekanbaru sebagai kota MICE. Sasaran programnya yaitu:

Meningkatkan kualitas dan kuatitas infrastruktur penunjang kepariwisataan dan MICE; Meningkatkan kegiatan promosi objek dan event wisata; serta Meningkatkan kerjasama Pekan Sikawan.

Program kerja Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Meningkatkan peran strategis kota Pekanbaru dalam menghadapi MEA. Sasaran programnya meliputi: Meningkatkan kerjasama antara daerah dalam meningkatkan daya saing nasional; Meningkatkan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk barang dan jasa; serta Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kerja lokal siap pakai.

Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan Pekanbaru sebagai kota layak huni (liveable city). Sasaran programnya sebagaimana pada gambar 4.26 berikut:

Gambar 4.26. Program Pekanbaru Kota layak huni, Firdaus dan Ayat Cahyadi

(Sumber: data olahan, 2019)

(50)

197 Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang meningkatkan penyediaan rumah tempat tinggal yang layak huni. Sasaran programnya yaitu Meningkatkan sarana dan prasarana pemukiman; Peningkatan penataan ruang yang terencana dan terintegrasi dengan memperhatikan daya dukung kota;

Meningkatkan ketersediaan, standarisasi dan kualitas sarana dan prasarana serta tata kelola layanan kesehatan lingkungan; Meningkatkan ketersediaan taman kota yang berfungsi sebagai public area; serta Meningkatkan keamanan dan ketertiban kota.

Program kerja kandidat Firdaus dan Ayat Cahyadi di bidang Mewujudkan Pekanbaru sebagai kota ramah lingkungan (green city). Sasaran programnya yaitu:

Meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat; Peningkatan penyediaan sistem pengelolaan kebersihan dan persampahan dengan penerapan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan; Peningkatan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH); serta Meningkatkan pengendalian pencemaran lingkungan secara efektif dan efesien.

Keempat, program kerja kandidat nomor urut 4, DR. H. M. Ramli, SE, M.Si

dan dr. Irvan Herman. Kandidat ini memiliki 47 program kerja yang dimuat dalam

5 bidang. (1) Mengembangkan kerukunan masyarakat dalam bingkai kehidupan

yang berbudaya dan menjunjung tinggi keberagaman meliputi 5 program. (2)

Penyediaan infrastruktur ekonomi yang mendukung peningkatan pendapatan dan

kesejahteraan masyarakat meliputi 13 program. (3) Menciptakan keseimbangan

lingkungan melalui penataan ruang yang optimal dan berkelanjutan meliputi 7

program. (4) Peningkatan kualitas pelayanan sosial melalui pembangunan

pendidikan, kesehatan, wilayah pinggiran dan kawasan tepian sungai (water front

(51)

198 city), meliputi 13 program. (5) Memantapkan tatakelola pemerintahan yang baik (good corporate government) menuju smart city, meliputi 9 program.

Program kerja kandidat M. Ramli dan Irvan Herman dibidang Mengembangkan kerukunan masyarakat dalam bingkai kehidupan yang berbudaya dan menjunjung tinggi keberagaman sebagaimana pada gambar 4.27 berikut:

Gambar 4.27. Program Pengembangan Kerukunan Masyarakat Dalam Bingkai Kehidupan Berbudaya dan Menjunjung Tinggi Keberagaman Kandidat M. Ramli dan Irvan Herman

(Sumber: data olahan, 2019)

Program kerja kandidat M. Ramli dan Irvan Herman dibidang Penyediaan

infrastruktur ekonomi yang mendukung peningkatan pendapatan dan

kesejahteraan masyarakat. Bentuk programnya yaitu Menuntaskan dan

memfungsikan jalan lingkar luar kota Pekanbaru; Penataan infrastruktur jalan

dalam mengatasi kemacetan lalu lintas kota; Membangun pasar tradisional

berbasis modern dalam rangka penataan usaha rakyat yang berkeadilan, seperti

Referensi

Dokumen terkait

[r]

2 Pelatihan kecepatan lari dapat diberikan untuk meningkatkan kecepatan lari jarak pendek ( sprint ) pada pemain sepak bola. Pada anak sekolah dalam meningkatkan

function filename_Callback(hObject, eventdata, handles) function filename_CreateFcn(hObject, eventdata, handles) if ispc && isequal(get(hObject,'BackgroundColor'),

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi pemikiran Hamka dan Natsir adalah bahwa konsep ilmu harus melalui proses islamisasi; pendidikan Islam adalah pembentukan

Dari latar belakang yang telah diuraikan penulis, maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah yang akan diangkat didalam skripsi minor ini adalah bagaimana

Bakteri dapat digunakan sebagai agens biodegradasi (menguraikan senyawa yang berbahaya menjadi tidak berbahaya bagi lingkungan) (Anonimus, 2008c), bioremediasi

Bahwa variabel physical evidence dan gaya hidup memiliki pengaruh secara parsial terhadap loyalitas pelanggan pada Chanel Distro Di Tenggarong.. Bahwa variabel

“Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas, dan/atau Marka Jalan yang bersifat perintah, larangan, peringatan, atau petunjuk pada jaringan atau ruas