TIP & TRIK MENULIS BUKU
Dr. Agus Tri Basuki, SE., M.Si.
Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ِباتِكلاب َملِعلا اوُدِِّيق
“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Imam Syafi’i rahimahullah juga pernah bertutur,
ْوُيُص ْدِِّيَق * ُهُدْيَق ُةَباَتِكْلا َو ٌدْيَص ُمْلِعْلا ْهَقِثا َوْلا ِلاَب ِحْلاِب َكَد
ْهَقِلاَط ِقِئَلاَخْلا َنْيَب اَهَك ُرْتَت َو ًةَلا َزَغ َدْي ِصَت ْنَأ ِةَقاَمَحْلا َنِمَف
Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat
Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang
Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)
Sebagai DOSEN Apa Yang Sudah Kamu Berikan Bagi
Perguruan Tinggimu ?
?
MANFAAT MENULIS BUKU
a. Membantu mempromosikan nama Jurusan, Fakultas, dan Universitas tempatnya bekerja karena memiliki penulis dan pengajar handal (terbukti dari buku-buku yang berhasil diterbitkan).
b. Menunjukkan pada dunia bahwa Anda memang mahir di bidangnya.
c. Sebagai media promosi diri dan meningkatkan value diri.
d. Sebagai alat membangun jaringan (networking).
e. Mendapatkan pemasukan tambahan. Bukan hanya royalti >20% diminta menjadi pembicara dalam sebuah acara yang berkaitan dengan bidang keahlian Anda.
f. Anda akan terpacu untuk lebih kreatif
g. Membagikan dan menyebarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.
h. Meningkatan Jabatan Akademik Dosen
Mengapa Dosen Harus Menulis Orang boleh pandai setinggi langit, tapi
selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah Mengapa Dosen Malas Menulis
1. Terkendala waktu mengajar yang padat 2. Tidak bisa menulis karena tidak mempunyai
ke-ahlian menulis
MENULIS BUKU
Ouput Kinerja Dosen
(Buku Referensi)
Outcome
Bagi para dosen, menulis buku merupakan
keharusan yg wajib dipenuhi untuk nilai tambahan
kum kepangkatan akademik. Dalam 1 kali terbitan
buku yg mempunyai nomer ISBN bisa mendapatkan
kredit kepangkatan akademik sampai dengan 40
poin.
Output Oucome
Beberapa poin yg perlu diperhatikan dalam menulis buku:
1. Menentukan judul tulisan (Sebaiknya menulis sesuai keahlian anda di kampus)
2. Membuat synopsis (Garis besar tulisan) 3. Membuat deadline pengerjaan
4. Mencari sumber atau rujukan
5. Tidak boleh mengutip “kutipan” sama persis lebih dari 10%
6. Meminta orang lain untuk membaca tulisan kita sebelum dicetak.
7.
Jangan merubah dalil, istilah, atau rumusan hanya untuk tidak dikatakan
menjiplak
PENGERTIAN BUKU REFERENSI, MONOGRAF DAN BUKU AJAR
Buku referensi berupa suatu media yang memuat kumpulan fakta-fakta terkait yang dijadikan satu bidang ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, buku referensi adalah buku yang memuat informasi ringkas dan padat semacam ensiklopedia, kamus, atlas, dan jenis-jenis buku pedoman lainnya. Buku jenis ini memuat informasi yang bersifat mudah untuk ditemukan agar pencarian data menjadi lebih efisien. Kualitas dari buku referensi tidak ditentukan bagaimana penulisan buku tersebut dilakukan, tetapi lebih kepada jumlah data dan referensi data secara kompreheren.
Ciri-ciri Buku Referensi:
Buku referensi berasal dari hasil penelitian.
Buku referensi digunakan oleh dosen untuk mengajar dan meneliti.
Ciri khas konten dan isi sesuai alur logika atau urutan keilmuan, contoh Case Study , serta ilustrasinya.
Bentuk gaya penyajiannya dengan bahasa formal sesuai kaidah format penulisan ilmiah
Dipublikasikan dengan ISBN (International Standart Books Number) dan diedarkan ke masyarakat luas.
Isi subtansi dalam buku hanya membahas satu bidang ilmu saja.
Tebal buku paling sedikit 40 lembar dan berukuran standar unesco ukuran min 15.5 cm x 23 cm.
Dapat digunakan sebagai referensi, sitasi, dan dapat ditulis dalam daftar referensi ilmiah.
Satu Bidang Ilmu Regresi Digunakan sebagai referensi, sitasi, dan dapat ditulis dalam daftar referensi ilmiah.
BUKU MONOGRAF
Buku Monograf bisa dibilang nama lain dari buku untuk membedakan antara terbitan berseri atau tidak berseri. Buku monograf ini merupakan bentuk buku yang terbitannya tunggal dan tidak ada seri selanjutnya. Berbeda halnya dengan buku referensi, buku referensi adalah buku yang di tulis secara ilmiah atau mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang membahas hanya satu bidang ilmu saja. Buku referensi tersebut biasanya berisi topik atau tema yang cukup luas.
Berikut ini ciri-ciri perbedaan buku monograf:
a. Monograf adalah terbitan yang bukan terbitan berseri yang lengkap dalam satu volume atau sejumlah volume yang sudah ditentukan sebelumnya
b. Berisi satu topik atau beberapa topik yang saling berkaitan dalam satu bidang ilmu
c. Isi buku sesuai dengan kompetensi bidang ilmu penulis.
d. Memenuhi kaidah ilmiah dan estetika keilmuan yang utuh (rumusan masalah yang mengandung nilai kebaharuan, metodologi pemecahan masalah, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, kesimpulan dan daftar pusaka)
e. Isinya bukan diambil dari Disertasi atau tesis. Dapat ditelusuri secara online (misalnya dipublikasi pada website perguruan tinggi)
f. Ditulis oleh satu orang
g. Tebal paling sedikut 40 halaman (format UNESCO) h. Ukuran 15 x 23 cm
i. Diterbitkan oleh Badan Ilmiah/ Organisasi/Perguruan Tinggi/ Penerbit Resmi
j. ISBN dan editor bereputasi dan disebarluaskan.
BUKU AJAR
Buku ajar merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Setiap dosen membutuhkan buku ajar untuk membantu proses mengajar. Tujuan dari buku ajar tidak lain membantu komunikasi antara pengajar dan peserta didik. Buku ajar dikenal pula dengan sebutan buku teks, buku materi, buku paket, atau buku panduan belajar.
Bentuknya bisa berupa buku teks, buku paket, buku materi, hingga buku panduan belajar.
Selain untuk dosen, buku ajar adalah jenis buku yang diperuntukkan bagi mahasiswa.
Buku ajar dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang memuat bahan ajar sesuai kurikulum yang berlaku. Buku ajar merupakan bekal pengetahuan dasar dan digunakan sebagai sarana belajar serta digunakan untuk menyertai kuliah maupun belajar mandiri.
Buku ajar ditulis oleh pakar dibidangnya masing-masing. Buku ajar ditulis untuk tujuan intruksional tertentu. Buku ajar dilengkapi dengan sarana pengajaran. Berikut ini ciri- cirinya:
1. Bersumber dari hasil-hasil penelitian atau hasil dari sebuah pemikiran tentang sesuatu atau kajian bidang tertentu. Buku ajar juga dapat memuat panduan manual tentang bidang ilmu yang tertera sesuai tuntutan dari setiap institusi pendidikan.
2. Dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa saat proses belajar-mengajar dalam kelas.
3. Gaya bahasa yang komunikatif dan semiformal agar mudah dipahami.
4. Disusun menggunakan landasan pola struktur belajar yang fleksibel dan terstruktur.
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran secara instruksional.
6. Tebal paling sedikit 40 halaman dengan format UNESCO.
7. Ukuran 15 x 23 cm.
8. ISBN dan editor bereputasi dan disebarluaskan.
Judul sesuai dengan Mata Kuliah Materi sesuai dengan RPS
Skema Alur Pembuatan dan Penggunaan Buku
Standar Proses Penulisan Buku Referensi
Standar Proses Penulisan Buku Ajar
Format Penulisan Buku Referensi atau Monograf BAGIAN LUAR BUKU
Cover Belakang Punggug Buku Cover Depan
1. Cover Depan, berisi;
Judul Utama, Nama Penulis dan Nama Penerbit (jika telah diterbitkan)buku ajar, paket kepangkatan,
2. Punggung Buku, berisi;
Judul Utama, Nama Penulis, Nama Penerbit (jika telah diterbitkan) 3. Cover Belakang, Berisi;
Judul Utama, Nama dan Tentang Penulis, Sinopsis, Nama dan Alamat Penerbit (jika sudah diterbitkan) serta Nomor ISBN.
4. Halaman Judul, Berisi; Preliminaries
5. Halaman Judul (Halaman terdepan setelah cover). Letaknya selalu di sebelah kanan, halaman ini berisi judul buku saja.
6. Judul Balik halaman judul, secara lebih atraktif, menyolok, menarik dibanding halaman judul. Selain judul buku, halaman ini juga memuat Nama penulis serta nama dan alamat penerbit.
7. Halaman Hak Cipta Memuat kutipan Undang-Undang Hak Cipta.
8. Halaman persembahan ditujukan pada siapa penulis buku itu berkarya. (Opsional) 9. Halaman ucapan terima kasih (Acknowledgments). (Opsional)
10. Kata sambutan Sambutan oleh mereka pejabat, tokoh atau mereka yang memiliki kapasitas keilmuan. Ini sekaligus sebagai media pengakuan atas isi dari buku ini. (Opsional)
11. Halaman Kata Pengantar Biasanya ditulis oleh ahli di bidang ilmu yang dibahas, memberikn komentar ulasan tentang materi yang disampaikan pada buku ini (Opsional)
12. Halaman Prakata Dibuat oleh pihak penerbit untuk memberikan ulasan mengapa buku ini dibuat ,serta hal-hal lain yang mendukung. Prakata juga bisa dibuat oleh penulis untuk memberikan tanggapan atas kritik pembaca pada cetakan/edisi sebelumnya
13. Daftar Isi
14. Daftar Tabel (Opsional) 15. Daftar Gambar (Opsional) 16. Daftar singkatan (Opsional)
17. Halaman Pendahuluan, Pendahuluan berbeda dengan Prakata. Pendahuluan dibuat oleh penulis, berisi pengenalan masalah secara umum sebelum memasuki bahasan permasalah.
18. Bagian Tubuh Buku, disesuaikan dengan logika atau struktur keilmuan yang akan dibuat buku
19. Bagian (Part)
20. Bab atau Sub Bagian (Chapter) 21. Sub Bab
22. Sub Sub Bab 23. Sub Sub Sub Bab
24. Referensi atau Daftar Pustaka
MENULIS BUKU AJAR
Tahapan praktis untuk menulis
buku Ajar
dengan cepat dan mudah 1. Pemilihan Ide dan Konsep Judul sesuai dengan Mata KuliahPilih ide yang dekat dengan kehidupan anda sesuai dengan pengalaman dan keahlian anda, bidang pekerjaan anda, kesukaan/kesenangan atau hobby anda dan sebagainya.
Ini akan memudahkan kita dalam memilih topik atau tema dan konsep apa yang akan kita tulis sebagai isi, maksud dan tujuan buku kita itu. Termasuk pilih segmen atau terget pembaca buku kita, karena sesuai dengan pengalaman dan keahlian atau bidang dan hobby kita.
Pilih ide dan tema atau judul yang sangat dicari karena diperlukan atau yang disukai oleh masyarakat umum, yang berguna dan bermanfaat bagi mereka. Sehingga mereka ingin beli dan membaca buku anda.
2. Siapkan Outline/Kerangka Isi Buku Sesuaikan dengan RPS (Buku Ajar)
Selanjutnya kita siapkan outline/kerangka isi buku atau bisa disebut daftar isinya buku.
Sehingga kita bisa dapat gambaran bahwa buku yang akan kita susun dan dibuat akan seperti apa.
Rencana isi buku atau outline ini penting untuk memandu saat kita proses dalam penulisan buku. Dan juga membantu saat kita mengalami “stuck” atau ‘macet’ dalam penulisan buku, karena kita bisa lompat ke bagian yang lain dulu untuk “refresh”. Tapi kita punya gambaran keseluruhan isi bukunya. Jadi kita semakin mudah dan terarah dalam proses penulisan bukunya.
Manfaat Outline/Kerangka Isi Buku :
Menjadi map/peta yang memandu proses penulisan buku
Supaya tidak Stuck (macet) di bagian tertentu
Supaya kerja jadi lebih efektif
3. Lengkapi Materi Pendukung Penulisan Buku
Sebelum masuk ke penulisan kita harus lakukan riset dan kumpulkan bahan-bahan sebagai materi isi buku. Dapat melalui perpustakaan, internet, wawancara nara sumber, diskusi, brainstorming. Kemudian semua bahan dan materi data-data tersebut
dikumpulkan menjadi satu folder agar membuat proses kerja penulisan menjadi efektif dan efisien.
4. Menetapkan Target Waktu Penulisan Buku dengan Time Line
Sebelum proses penulisan buku, penting untuk anda menetapkan target waktu pengerjaan penulisan buku, dengan dibuatkan time line atau garis waktu yang realisitis, agar terarah dan terukur sehingga proses penulisan efektif dan efisien penuh komitmen.
5. Drafting Penulisan Naskah Buku
Dalam proses penulisan, selalu perhatikan outline/kerangka isi buku termasuk time line yang sudah ditetapkan, agar terarah dengan maksud dan tujuan.
Apabila terjadi stuck (macet) dalam penulisan karena lain hal, maka bisa melompat ke bagian atau bab lain yang bisa dikerjakan lebih dahulu. Sambil melengkapi materi datau data lainnya untuk melanjutkan tulisan yang sebelumnya yang tertunda.
6. Terus Belajar dan Sering Latihan
Bisa karena biasa, biasa karena sering dilakukan. Semakin kita sering latihan menulis buku, maka semakin ahli kita dalam menulis dan membuat buku. Jadikan menulis buku adalah hobby yang menyenangkan dan ladang amal ibadah kita bagi sesama, karena berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan menghasilkan karya-karya yang berguna dan bermanfaat untuk orang banyak, maka semakin berarti dan bernilai hidup kita, karena sudah membuat sejarah dalam perkembangan peradaban manusia kini dan ke depannya.
7. Terbitkan Buku-Buku Hasil Karya Anda
Apabila buku kita telah siap untuk diterbitkan, maka carilah Penerbit Buku yang mau kerja sama untuk menerbitkan buku-buku anda dengan bagi hasil/royalti yang saling menguntungkan. Mulai saatnya menulis jadi hobby yang berguna dan bermanfaat serta menghasilkan pendapatan yang menyenangkan.
STUDI KASUS MENULIS BUKU 1. Memilih Topik
Misal ada topic berikut ini
Pertanyaan : Apa Yang Mau Ditulis Dari Kasus Tersebut ?
2. Menentukan Kerangka Isi Buku Berdasarkan Topik a. ……….
b. ……….
c. ……….
d. ……….
e. ……….
f. ……….
g. ……….
3. Melengkapi Semua Materi
Misal ada kerangka isi Regresi ???
Melengkapi Sumber Referensi Pendukung : 1………
2………
3………
4………
Dan seterusnya
4. Lengkapi seluruh target materi dengan Lakukan terus menerus dengan dukungan referensi yang terkait
5. Usahakan dalam menulis buku ada benang merah antar bab
6. Jika memang perlu di akhir bab ada kesimpulan dan pertanyaan umpan balik
7. Dalam menulis buku, usahan ditulis dengan bahasa Indonesia yang benar 8. Jika buku dianggap selesai carilah penerbit yang mau menerbitkan hasil
karya kita
Mengenal Arti Penting ISBN
ISBN merupakan kode buku dan tanda bahwa buku ini sudah terdaftar di dalam perpustakaan nasional. Berikut adalah beberapa arti penting dari kode ISBN itu sendiri:
1. Sebagai Penguat Identitas Buku.
ISBN sendiri merupakan bagian dari identitas sebuah buku. Lewat ISBN, maka bisa diketahui dengan detail mengenai judul, nama penulis, penerbit, dan sebagainya. Sekaligus menjadi pembeda antara satu buku dengan buku lainnya. Sekaligus memudahkan pendataan, untuk mengetahui buku mana saja dari penulis mana saja yang terbilang best seller.
2. Meningkatkan Jumlah Penulis di Indonesia
Pengurusan ISBN biasanya dilakukan oleh penerbit, yang kemudian menunjukan kredibilitasnya sebagai penerbit. Setiap penulis kemudian akan menyadari bahwa untuk mendapatkan iSBN mudah, karena diurus oleh penerbit. Kemudahan ini tentu akan mendorong lebih banyak orang untuk menjadi penulis yang produktif.
Sebab tidak perlu lagi mengurus ISBN sendiri, dan bisa terus berkarya melalui tulisan berkualitas.
3. Menjamin Kualitas dan Kredibilitas Buku
ISBN merupakan identitas sebuah buku, bahkan hasil cek ISBN bisa menentukan keasliannya. ISBN juga menjadi jaminan kualitas sebuah buku.
4. Membantu Mempromosikan Buku 5. Mendukung Arus Distribusi Buku 6. Menghidupkan Perpustakaan Nasional
Hal ini ternyata menjadi bukti bahwa setiap buku yang terdaftar akan mampu menghidupkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sebab semakin banyak buku yang kemudian terdaftar di sistem tersebut.
7. Mendukung Perkembangan Literasi Nasional
CARA MENERBITKAN BUKU
Cara menerbitkan buku pada umumnya terdapat beberapa tipe kerjasama yang bisa dijalin antara penulis dan penerbit buku. Sistem ini bergantung pada masing-masing pihak untuk memilih salah satu tipe kerjasama yang diinginkan.
1. Penerbit dan penulis dapat melakukan beli putus atau jual beli naskah. Cara ini dapat dilakukan oleh penulis dengan menawarkan naskahnya ke penerbit.
Selanjutnya penerbit akan memberikan harga dalam perhitungan nominal tertentu sesuai kesepakatan.
2. Sistem royalti. Penerbit akan memberikan harga terhadap naskah dalam bentuk prosentase harga buku terjual per-eksemplar. Kisaran royalti beragam, tergantung pada masing-masing penerbit. Besarnya royalti juga termasuk perhitungan dari jenis naskah, perlu atau tidaknya menyisipkan ilustrasi, foto, dan lain-lain. Pembayaran royalti dari penerbit ke penulis dilakukan menurut jumlah buku terjual dalam periode tertentu.
Referensi :
https://penerbitdeepublish.com/perbedaan-buku-monograf/
https://www.duniadosen.com/cek-isbn/
https://rumaysho.com/13457-beliau-pun-menyimak-dan-mencatat-ikatlah-ilmu-dengan- menulis.html
https://www.duniadosen.com/buku-referensi-m/