90 BAB III
METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan meneliti data primer yang diperoleh dari perusahaan. Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus (Istijanto, 2005:38). Metode kuantitatif bersifat terstruktur sehingga lebih mudah dibaca periset. Pendekatan penelitian ini berdasarkan data. Data kuantitatif adalah nilai dari perubahan yang dapat dinyatakan dalam angka- angka (Sumarsono, 2004:65). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner yang dibagikan kepada karyawan menggunakan teknik survey. Responden diminta menjawab pertanyaan yang ada dalam kuesioner dengan menggunkan skala likert.
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang kelapa sawit PT. Arief Nirwana Utama yang berdiri pada tanggal 30 Januari 2009.
3.2.1. Profil Perusahaan
Lokasi untuk keperluan lahan perkebunan kelapa sawit PT. Arief Nirwana Utama dengan luas 1.121 hektar yang terletak di Desa Buas-Buas dan Desa Sawaja Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin. Kegiatan utama perusahaan adalah memproduksi kelapa sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) dan kedepan akan memproduksi Crued Palm Oil (Minyak Mentah).
Letak kebun ini di tempuh dari Kota Rantau Ibukota Kabupaten Tapin menuju Margasari sejauh 32 kilometer, selanjutnya untuk menuju kebun dapat di tempuh dengan dua jalur yakni jalur darat dan jalur sungai. Apabila ditempuh dengan jalur darat hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua dengan waktu tempuh selama 1,5 jam, sedangkan jalur sungai adalah jalur yang paling sering digunakan dengan menggunakan kapal motor (klook) dengan waktu tempuh satu jam perjalanan. Penanaman kelapa sawit pertama kali dilakukan pada tanggal 13 April 2011 dan selesai ditanam pada tanggal 6 Februari 2013 yang seluruhnya berjumlah 550,10 hektar. Adapun jenis lahan yang digunakan oleh PT. Arief Nirwana Utama adalah lahan pasang surut.
1. Visi dan Misi PT. Arief Nirwana Utama Visi:
Perusahaan perkebunan terbaik di bidangnya yang menghasilkan produk berkualitas internasional dengan mengedepankan aspek lingkungan dan sosial.
Misi:
1. Menggunakan bibit tanaman yang berkualitas 2. Menggunakan tenaga kerja yang profesional.
3. Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang terprogram dengan memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan.
2. Budaya Organisasi PT. Arief Nirwana Utama
Budaya yang terus dan selalu diterapkan oleh PT. Arief Nirwana Utama pada setiap pekerjaan oleh semua lini adalah sebagai berikut:
1. Disiplin
Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan perusahaan dan norma sosial, oleh karena itu disiplin harus diwujudkan dalam segala bentuk aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh semua lini demi terwujudnya ketentraman dan keseimbangan yang dapat berdampak pada kualitas manajemen PT.
Arief Nirwana Utama, oleh karena itu tanpa disiplin yang baik sulit akan tercapai tujuan perusahaan.
2. Jujur
Suatu nilai yang sangat mahal dan bahkan tidak dapat diukur dengan materi adalah kejujuran, oleh karena itu kejujuran dijadikan budaya dalam bekerja di PT. Arief Nirwana Utama sehingga merupakan suatu nilai kredibilitas masing-masing individu yang ditekankan dan harus diterapkan dengan baik.
3. Tanggung jawab
Tanggung jawab merupakan hal yang sangat mendasar dalam melaksanakan pekerjaan, pekerjaan yang telah atau belum selesai harus dapat di pertanggungjawabkan baik secara fisik maupun administrasi.
4. Kebersamaan
Rasa kebersamaan yang tinggi antara karyawan akan mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Rasa kebersamaan antara karyawan terus dibina dan dipelihara.
5. Kekeluargaan
Kekeluargaan merupakan salah satu faktor pendukung yang menyebabkan perusahaan ini dapat berjalan dengan baik, oleh karena itu bentuk-bentuk komunikasi harus diciptakan sedemikian rupa sehingga rasa keluargaan akan terwujud dan mengayomi satu sama lain. Apabila hal ini kurang tercipta dengan baik maka sudah dipastikan bentuk komunikasi dan koordinasi baik sesama pekerja maupun dengan atasan sangatlah buruk dan ini akan berdampak dengan perkembangan perusahaan khususnya dari segi internal perusahaan itu sendiri.
3. Struktur Organisasi PT. Arief Nirwana Utama
Gambar 2. Struktur Organisasi PT. Arief Nirwana Utama Sumber: Data Primer
Komisaris Hartani
Direktur Utama H. Dedy Arief
Budiman
Direktur Syaiful Rahman
Satuan Pengawasan Internal H. Yustan Azidin, S.T.
Bagian Admistrasi dan Keuangan
Nordin
Divisi Pembibitan dan Analisis Ir. H. Mujiarto, M.S.
Eko Edi
Divisi Sarana dan Prasarana
Basuki
Divisi Kebun Suryanta
Divisi Pemasaran Andi N.R.
Berdasarkan struktur organisasi sebagaimana tersebut di atas, dijabarkan tugas-tugas dan tanggungjawab masing-masing sebagai berikut:
1. Komisaris
a. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan direksi dalam menjalankan perseroan.
b. Pelaksanaan rapat secara berkala satu bulan sekali.
c. Pemberian nasihat, tanggapan, dan/atau persetujuan secara tepat waktu dan berdasarkan pertimbangan yang memadai.
d. Pemberdayaan komite-komite yang dimiliki komisaris.
e. Mendorong terlaksananya implementasi good corporate governance.
2. Direktur
a. Mengkoordinasikan dan mengendalikan seluruh kegiatan
b. Bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan kegiatan perusahaan.
c. Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan
3. Wakil Direktur
a. Membantu direktur dalam membina hubungan yang harmonis dengan instansi pemerintah, aparat keamanan, lembaga/organisasi kemasyakaratan dan lingkungan.
b. Mengatur dan memimpin terselenggaranya keamanan dan ketertiban didalam area usaha.
c. Membantu direktur dalam pembinaan disiplin karyawan.
4. Satuan Pengawasan Internal
a. Bagian SPI mempunyai akses terhadap seluruh dokumen, pencatatan, personil dan fisik kekayaan perusahaan diseluruh bagian dan unit-unit lainnya untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksana tugas auditnya.
b. Memberikan analisa, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi mengenai aktifitas yang diaudit sesuai dengan yang disyaratkan oleh Kode Etik dan standar Profesi Internal Audit.
5. Sekretaris/Bagian Adminstrasi dan Keuangan
a. Melaksanakan kegiatan keskretariatan perusahaan.
b. Melaksanakan administrasi personalia dan pembiayaan gaji/upah serta surat menyurat.
c. Mengupayakan kelancaran pelaksanaan agenda direktur.
d. Melayani dan menerima tamu perusahaan.
e. Menyusun perencanaan waktu kegiatan sesuai bidang tugasnya.
f. Mengkoordinasikan bahan-bahan laporan untuk rapat.
6. Divisi Pembibitan dan Analisis
a. Menyusun jadwal waktu pembibitan yang di mulai dari penerimaan bibit dari perusahaan resmi sampai dengan penanaman.
b. Menyiapkan lokasi pembibitan sesuai dengan ketentuan teknis.
c. Menghitung dan menganalisa kebutuhan tenaga kerja dan biaya sejak pengisian polibag, penyusunan, penanaman benih dan pemeliharaan.
d. Menentukan biaya serta melakukan pengendalian biaya.
e. Pengawasan pembibitan secara periodik dan instensif.
f. Melakukan pemeliharaan tanaman.
g. Melakukan pemeliharaan agar terhindar dari kebakaran.
7. Divisi Sarana dan Prasarana
a. Menyusun perencanaan waktu penyediaan sarana dan prasarana setelah berkoordinasi dengan divisi lain.
b. Menyusun perencanaan waktu kegiatan sesuai bidang tugasnya.
c. Membuat rencana biaya penyediaan sarana dan prasarana beserta pemeliharannya.
d. Membuat pesanan barang untuk kebutuhan perusahaan.
e. Mengawasi dan mengarahkan operasional alat-alat transportasi/alat berat di lapangan.
f. Mencatat pemakaian bahan-bahan atau alat-alat kerja di lapangan g. Bertanggungjawab terhadap persediaan barang di gudang sesuai dengan
adminstrasi persedian barang.
8. Divisi Kebun
a. Menyusul perencanaan waktu kegiatan kebun.
b. Membuat sistem administrasi tanaman.
c. Pengawasan tanaman secara periodik dan intensif.
d. Melakukan pemeliharaan tanaman.
e. Mengatur segala kegiatan di lapangan yang menyangkut kepentingan tanaman, seperti waktu panen dan kelapa sawit yang sudah dapat dipanen.
f. Memastikan tidak terjadi ceceran pestisida kelingkungan, mengontrol pencampuran racun, mengontrol mutu hasil semprotan dan memastikan penggunaan bahan kimia telah dilakukan dengan benar dan aman.
g. Membuat laporan secara berkala dan insidentil tentang perkembangan kebun.
9. Divisi Pemasaran
a. Menentukan strategi pemasaran yang efektif dan efisien dengan memperhatikan sumber daya perusahaan.
b. Menjalin hubungan, koordinasi dan kerja sama yang baik di dalam intern divisi pemasaran maupun dengan divisi lain terkait degan kelancaran proses kerja di divisi pemasaran
c. Menjalin hubungan dengan pelanggan khususnya dalam hal penanganan komplain serta pengukuran kepuasan pelanggan.
d. Bertanggung jawan terhadap ketertiban, kelancaran dan keakuratan data administrasi pemasaran.
3.3. Definisi Operasional Variabel Penelitian 3.3.1. Komitmen Organisasi (X1)
Mayer, dan Smith dan Spector (Sopiah 2008) mengemukanan bahwa ada tiga komponen komitmen organisasional, yaitu Affective commitment, Continuance commitment, dan Normative commitment
Indikator dalam Komitmen menurut Mayer, Allen, dan Smith dan Spector dalam Sopiah (2008):
1. Affective commitment, komitmen afektif terjadi apabila karyawan ingin menjadi bagian dari organisasi karena adanya ikatan emosional.
Indikatornya :
a. Rasa nyaman terhadap organisasi b. Rasa memiliki terhadap organisasi c. Kebanggaan menjadi bagian organisasi d. Masalah organisasi masalah karyawan juga e. Senang berkarir sepanjang hidup dalam organisasi f. Mempunyai rasa suka duka dalam organisasi
2. Continuance commitment, komitmen berkelanjutan muncul, apabila karyawan tetap bertahan pada suatu organisasi karena membutuhkan gaji, dan keuntungan-keuntungan lain, atau karena karyawan tersebut tidak menemukan pekerjaan lain
Indikatornya :
a. Tetap tinggal di organisasi karena kebutuhan gaji
b. Tetap tinggal di organisasi karena keuntungan yang didapat c. Ingin bertahan karena tidak menemukan pekerjaan lain
d. Merasa berat meninggalkan organisasi meskipun sangat ingin keluar
3. Normative commitment, komitmen normative timbul dari nilai dalam diri karywan. Karyawan bertahan menjadi anggota organisasi karena adanya kesadaran bahwa komitmen terhadap organisasi merupakan hal yang seharusnya dilakukan.
Indikatornya :
a. Kesadaran dalam diri karyawan bahwa komitmen adalah hal yang harus dilakukan
b. Tidak ingin meninggalkan organisasi karena merasa adanya tanggung jawab yang tinggi dalam organisasi
c. Tidak ingin meninggalkan organisasi karena ingin menghabiskan sisa karir dalam organisasi
d. Keyakinan terhadap organisasi 3.3.2. Disiplin Kerja (X2)
Disiplin Kerja adalah kesadaran dan kesedian seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. (Singodimedjo dalam Sutrisno 2010). Dimensi-dimensi dari variabel ini adalah :
1. Taat terhadap aturan waktu
Indikator-indikator taat terhadap aturan waktu dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Tingkat ketepatan jam masuk kerja b. Tingkat ketepatan jam istirahat c. Tingkat ketepatan jam pulang kerja 2. Taat terhadap aturan perusahaan
Indikator-indikator taat terhadap aturan perusahaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Tingkat berpakaian sesuai yang ditetapkan instansi
b. Tingkat ketaatan untuk bersikap sopan dan bertingkah laku dalam pekerjaan
c. Tingkat kepatuhan dalam melaksanakan tugas 3. Taat terhadap perilaku dalam pekerjaan
Indikator-indikator taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Tingkat ketaatan terhadap bertingkah laku dalam pekerjaan b. Tingkat ketaatan tanggug jawab terhadap tugas yang diberikan c. Tingkat kesesuaian untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan
jabatan yang diemban 4. Taat terhadap peraturan lainnya
Indikator-indikator taat terhadap peraturan lainnya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Tingkat ketaatan bertingkah laku sesuai dengan norma yang berlaku di instansi
3.3.3. Kepuasan Kerja (Z)
Indikator kepuasan kerja menurut Robbins (2002:36) antara lain : 1. Kerja yang menantang secara mental.
Pada umumnya individu lebih menyukai pekerjaan yang memberi peluang untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan serta memberi beragam tugas, kebebasan dan feedback tentang seberapa baik pekerjaanya. Hal ini akan membuat pekerjaan lebih menantang secara mental. Pekerjaan yang kurang menantang akan menciptakan kebosanan, akan tetapi yang terlalu menantang juga dapat menciptakan frustasi dan perasaan gagal.
Indikatornya :
a. Pekerjaan dengan menggunakan keterampilan dan kemampuan
b. Tugas yang beragam
c. Kebebasan dalam menyelesaikan pekerjaan d. Timbal balik dari pimpinan
2. Penghargaan yang sesuai.
Karyawan menginginkan sistem bayaran yang adil, tidak ambigu, dan selaras dengan harapan karyawan. Saat bayaran dianggap adil, dalam arti sesuai dengan tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individual, dan standar bayaran masyarakat, kemungkinan akan tercipta kepuasan. Indikatornya :
a. Sistem pembayaran yang adil
b. Sistem pembayaran sesuai dengan harapan karyawan c. Kebijakan promosi pekerjaan yang adil
d. Kebijakan promosi pekerjaan yang sesuai dengan harapan karyawan
3. Kondisi kerja yang mendukung.
Karyawan berhubungan dengan lingkungan kerjanya untuk kenyamanan pribadi dan kemudahan melakukan pekerjaan yang baik. Yang termasuk didalamnya seperti tata ruang, kebersihan ruang kerja, fasilitas dan alat bantu, temperatur, dan tingkat kebisingan.
Indikatornya :
a. Lingkungan kerja yang nyaman b. Lingkungan kerja bersih
c. Lingkungan kerja tertata rapi d. Lingkungan kerja tidak bising
e. Lingkungan kerja mempunyai fasilitas yang memadai.
f. Lingkungan kerja yang memudahkan alam menyelesaikan tugas dan pekerjaan.
4. Kolega yang suportif
Individu mendapatkan sesuatu yang lebih daripada uang atau prestasi yang nyata dari pekerjaan tetapi karyawan juga memenuhi kebutuhan interaksi sosial. Perilaku atasan juga merupakan faktor penentu kepuasan yang utama. Oleh karena itu, perlu diterapkan rasa saling menghargai, loyal dan toleran antara satu dengan yang lain, sikap terbuka, dan keakraban antar karyawan.
Indikatornya :
a. Rekan kerja yang toleran b. Rekan kerja saling menghargai c. Sikap ramah dari atasan
d. Atasan mendengarkan keluhan dan saran karyawan e. Atasan memberikan pujian dan hadiah kepada karyawan f. Atasan memberikan motivasi kepada karyawan
3.3.4. Kinerja (Y)
Indikator kinerja menurut Gomes (2003:142) antara lain : 1. Quantity of work,
Yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan.
Indikatornya:
a. Karyawan dapat menyelesaikan tepat waktu
b. Karyawan mampu memenuhi jumlah permintaan barang c. Karyawan menyelesaikan tugas dengan cepat
2. Quality of work
Kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya.
Indikatornya
a. Karyawan memenuhi syarat untuk bekerja b. Karyawan bekerja berdasarkan standar kerja c. Karyawan bekerja dengan cekatan
d. Karyawan menjaga kualitas pekerjaan e. Karyawan menjaga kualitas produk 3. Job knowledge
Yaitu luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya.
Indikatornya :
a. Karyawan mengetahui bidang pekerjaan secara rinci b. Karyawan memahami tugas dan pekerjaan dengan jelas c. Karyawan mempunyai keterampilan
d. Karyawan mempunyai wawasan luas 4. Creativeness
Yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.
Indikatornya :
a. Mampu menciptakan situasi kerja yang berbeda b. Karyawan memberikan ide atau gagasan
c. Dapat menyelesaikan masalah yang timbul 5. Cooperation
Yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain sesama anggota organisasi.
Indikatornya :
a. Karyawan bersedia untuk bekerja sama dengan anggota lain b. Karyawan mampu bekerja sama dengan anggota lain
c. Karyawan dapat mengimbagi keterampilan anggota lain d. Karyawan bersedia berbagi keterampilan dengan anggota lain 6. Dependability
Yaitu kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan menyelesaikan pekerjaan.
Indikatornya :
a. Karyawan mampu menyelesaikan tugas sendiri b. Karyawan mampu memberikan konstribusi c. Karyawan dapat bekerja dengan sendiri
d. Karyawan memiliki kesadaran untuk bekerja sendiri 7. Initiative
Yaitu semangat untuk menyelesaikan tugas-tugas baru dalam memperbesar tanggung jawabnya.
Indikatornya :
a. Karyawan bersemangat dalam melakukan pekerjaan b. Karyawan dapat menyelesaikan tugas-tugas baru c. Karyawan merasa memiliki tanggung jawab
d. Karyawan dapat menjaga amanah (tugas) dari atasan e. Karyawan menjadi lebih peka
8. Personal qualities
Yaitu menyangkut kepribadian dan keramah tamahan.
Indikatornya :
a. Karyawan rajin beribadah
b. Karyawan bersikap ramah dilingkungan kerja c. Karyawan bersikap baik dengan dilingkungan kerja d. Karyawan bersikap komunikatif dilingkungan kerja 3.4. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Jenis pengumpulan data dibagi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh pengumpul data dari objek risetnya, sedangkan data sekunder adalah semua data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek yang diteliti (Sumarsono, 2004:69). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Kuesioner yang disebarkan berisi pertanyaan mengenai iklim organisasi, stres kerja, kepuasan kerja dan kinerja. Setiap poin jawaban pada kuesioner ditentukan skornya menggunakan skala Likert. Bobot yang digunakan dalam setiap pertanyaan yaitu :
5 = Sangat setuju 4 = Setuju 3 = Netral 2 = Tidak setuju 1 = Sangat tidak setuju Untuk pengukuran kinerja karyawan:
5=Sangat Tinggi 4=Tinggi
3=Sedang 2=Rendah
1=Sangat Rendah 3.5. Uji Instrumen Penelitian
3.5.1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2005). Rumus yang digunakan untuk mencari nilai korelasi adalah Pearson Product Moment sebagai berikut (Azwar, 2009:19):
𝑟𝑥𝑦= 𝑛 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
√*𝑛 ∑ 𝑋2− (∑ 𝑋)2+*𝑛 ∑ 𝑌2 − (∑ 𝑌)2+
𝑟𝑥𝑦𝑧 = 𝑛 ∑ 𝑋𝑌𝑍 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌) (∑ 𝑍)
√*𝑛 ∑ 𝑋2− (∑ 𝑋)2+*𝑛 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)2+*𝑛 ∑ 𝑍2− (∑ 𝑍)2+ Keterangan:
𝑟𝑋𝑌𝑍 = Koefisien korelasi
𝑋 = Skor yang ada dibutir item 𝑌 = Total skor
𝑛 = Jumlah subyek
∑ X = Jumlah skor X
∑ Y = Jumlah skor Y
∑ Z = Jumlah skor Z
Suatu instrumen dinyatakan valid jika memiliki koefisien korelasi lebih besar dari r tabel dan sebaliknya item pertanyaan dinyatakan gugur (tidak valid) jika koefesien korelasi kurang dari nilai r tabel.
3.5.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang mempunyai indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuisioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali,2005). Untuk mengetahui suatu alat ukur reliable atau tidak dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut (Sugiono, 2005.
282):
𝑟𝑖 =[ 𝑘
𝑘−1] [1 −∑ 𝑆𝑖2
𝑆𝑡2 ] Keterangan:
𝑟𝑖 = Alfa Cronbach
∑ 𝑆𝑖2= mean kuadrat kesalahan 𝑆𝑡2 = varians total
𝑘 = mean kuadrat antara subyek
Suatu instrumen dapat diaktakan reliabel jika memiliki koefisien keandalan (reliabel) sebesar 0. 60 atau lebih.
3.6. Populasi dan Sampel 3.6.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh karyawan kontrak PT Arief Nirwana Utama yang berjumlah 150 orang.
3.6.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari penelitian yang dilakukan dengan mengambil populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili seluruh populasi (Sugiyono, 2010). Mengingat jumlah populasi relatif sedikit, maka pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode sensus adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden, dimana semua anggota populasinya dijadikan sampel. Dengan demikian jumlah subyek dalam penelitian ini sebanyak 150 orang.
3.7. Metode Analisis Data
Metode analisis data dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Analisis Deskriptif, yaitu analisis yang dipakai untuk mendeskripsikan karakteristik penelitian, responden yang diteliti serta data yang dikumpulkan. Setelah itu dilakukan pembahasan secara deskriptif.
2. Analisis Statistik, yaitu analisis yang dilakukan dengan menggunakan teknik statistik.
Menurut Ghozali (2006:19) statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi).
3.7.1. Uji Statistik
3.7.1.1. Analisis Regresi Tahap I
Analisis ini digunakan untuk mengetahui tentang pengaruh tidak langsung kepuasan kerja terhadap kinerja melalui motivasi kerja dan stres kerja.
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja dan modal sosial terhadap komitmen organisasional. Bentuk umum persamaannya adalah sebagai berikut (Situmorang, 2010:141) :
Y= a + b1X1 +b2X2 + e dimana:
Y : Kinerja Karyawan
X1 : Komitmen Organisasional X2 : Disiplin Kerja
e = Error
2. Analisis Regresi Sederhana
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan. Bentuk umum persamaannya adalah sebagai berikut(Situmorang, 2010:141):
Y= a + 1𝑍 +e dimana:
Y = Kinerja Karyawan 𝑍 = Kepuasan Kerja e= Error
3.7.1.2. Analisis Regresi Tahap II
Dalam penelitian ini analisis jalur digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung kualitas kehidupan kerja dan modal sosial terhadap kinerja karyawan.
Bentuk umum persamaannya adalah sebagai berikut (Situmorang, 2010:141):
Y = a + b1X1 + b1X2 + e Keterangan:
Y : Kinerja Karyawan
X1 : Komitmen Organisasional X2 : Disiplin Kerja
e : Error 3.7.1.3. Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui lebih jauh hubungan antar variabel, salah satu alat analisis yang bisa digunakan adalah koefisien determinasi. Dengan koefisien determinasi, kita bisa mengetahui seberapa besar hubungan dari beberapa variabel dalam pengertian yang lebih jelas. Koefisien determinasi akan
menjelaskan dalam pengertian yang lebih jelas. Koefisien determniasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada variabel lain. Untuk memperoleh nilai koefisien determinasi, kita bisa menghitung variasi dari variabel dependen yang bisa dejelaskan oleh variasi variabel independen. Dan kita bisa menghitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi. Untuk pengujian kontribusi kemampuan menjelaskan variabel bebas untuk bersama-sama terhadap variansi variabel terikat dapat dilihat dari koefisien determniasi (R2) berganda dimana nilai koefisiennya antara 0 ≤ 1, hal ini berarti bahwa nilai R2 yang semakin besar mendekati 1 merupakan indikator yang menunjukan semakin kuatnya kemampuan menjelaskan perubahan variabel bebas X terhadap variabel terikat Y.
3.7.1.4. Uji F (Simultan)
Uji hipotesis (F-test) bertujuan untuk mengetahui bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen (Nugroho, 2005:53). Uji F digunakan untuk membuktikan hipotesis, adapun langkah-langkahnya yaitu:
1. Merumuskan hipotesis operasional, yaitu Ho dan Ha
Ho: Ada pengaruh tetapi tidak signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja secara simultan.
Ha: Ada pengaruh signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja secara simultan.
2. Menetapkan taraf signifikansi (α), yaitu α=5% atau 0,05 3. Membuat kesimpulan:
a. Jika p>α = Ho diterima dan Ha ditolak, artinya ada pengaruh tetapi
tidak signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Arief Nirwana Utama secara simultan b. Jika p≤α = Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh
signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Arief Nirwana Utama secara simultan 4. Melakukan perhitungan sesuai dengan pendekatan statistika yang
dipergunakan, yaitu dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) pada program SPSS.
3.7.1.5. Uji t (Parsial)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikan pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial.t-test bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen. (Nugroho, 2005:54). Uji t digunakan untuk membuktikan hipotesis, adapun langkah-langkahnya yaitu:
1. Merumuskan hipotesis operasional, yaitu Ho dan Ha
Ho: Ada pengaruh tetapi tidak signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap karyawan PT. Arief Nirwana Utama kepuasan kerja secara parsial.
Ha: Ada pengaruh signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap karyawan PT. Arief Nirwana Utama kepuasan kerja secara parsial.
2. Menetapkan taraf signifikansi (α), yaitu α=5% atau 0,05 3. Membuat kesimpulan:
a. Jika p>α = Ho diterima dan Ha ditolak, artinya ada pengaruh tetapi
tidak signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap karyawan PT. Arief Nirwana Utama kepuasan kerja secara parsial.
b. Jika p<α = Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan dari komitmen organisasi dan disiplin kerja terhadap karyawan PT. Arief Nirwana Utama kepuasan kerja secara parsial.
4. Melakukan perhitungan sesuai dengan pendekatan statistika yang dipergunakan, yaitu dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) pada program SPSS 17.
3.7.2. Analisis Jalur
Analisis jalur adalah perluasan dari analisis regresi linier berganda, atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel (model casual) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori (Ghozali,2005:160).
Yang dapat dilakukan oleh analisis jalur adalah menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variabel dan tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kausalitas imajiner.Level of significancy dalam analisis ini adalah sebesar 5%, yang dapat diartikan bahwa
tingkat kesalahan yang dapat ditolerir adalah sebesar 5%. Alat bantu analisis yang digunakan adalah progaram Exell, SPSS, dan AMOS.
Variabel penelitian:
X1 = Komitmen Organisasional X2 = Disiplin Kerja
Z = Kepuasan Kerja Y = Kinerja Karyawan
Total Efek Struktural dapat didekomposisi : Langsung dan Tidak Langsung.
Komponen Nonstruktural : 1. Komponen spurious 2. Komponen unanalyzed
Pendekomposisian pengaruh terbagi atas dua bagian, yaitu Causal Effect dan Noncausal Effect.
Dalam kajian analisis jalur, untuk menyederhanakan lambang, akan digunakan dua macam lambang saja yaitu X dan e, yang nantinya dibedakan oleh subscript-nya (X1, X2, …., Xk dan 1, e2, … , ek).
Istilah untuk variabel :
1. Variabel eksogen (exogenous variable) mencerminkan variabel penyebab
2. Variabel endogen (endogenous variable) sebagai variabel akibat.
3.7.2.1. Diagram Jalur dan Persamaan Struktural
Langkah pertama analisis jalur ialah menerjemhkan hipotesis penelitian yang bentuknya proporsional ke dalam bentuk diagram yang disebut diagram jalur. Pada saat menggambarkan diagram jalur ada yang perlu diperhatikan:
1. Hubungan antar variabel digambarkan oleh anak panah yang berkepala tunggal atau single headed arrow dan berkepala dua atau double headed arrow.
2. Panah berkepala satu menunjukan pengaruh dari sebuah variabel eksogen terhadap sebuah variabel endogen. Misalkan:
X1 X2
3. Panah berkepala dua mengambarkan hubungan korelatif antar variabel eksogen. Misalkan:
X1 X2
4. Tidak pernah seseorang bisa mengisolasi hubungan pengaruh secara murni artinya bahwa sesuatu kejadian banyak sekali yang mempengaruhinya, tetapi pada conceptual framework hanya dapat digambarkan beberapa pengaruh yang bisa diamati. Variabel lainnya yang tidak bisa digambarkan (tidak bisa diukur) diperlihatkan oleh suatu variabel tertentu yang disebut residu dan diberi simbol dengan e.
Diagram jalur:
Gambar 3: Analisis Jalur Persamaan Struktural:
1. Z = P3.1X1 + P3.2X2 + 1
2. Y = P4.1X1 + P4.2X2 + P4.3X3 + 2
3.7.3. Uji Asumsi Klasik 3.7.3.1. Uji Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal (Situmorang, 2010:95). Uji
P4.3
X1
Y Z
X2 R1.2
P3.1
P3.2 P4.2
P4.1
e1 e2
normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan histogram, grafik dan kolmogrov-smirnov dengan menggunakan tingkat signifikan 5% atau sebaran data dikatakan normal apabila nilai signifikansi di atas 0,05
3.7.3.2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linear yang sempurna di antara variabel-variabel bebas dalam regresi. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai tolerence dan VIF (Varians Inflation Factor) melalui program SPSS.
Kriteria yang dipakai adalah apabila nilai tolerence>0,1 atau nilai VIF<5, maka tidak terjadi multikolinearitas (Situmorang, 2010:136).
3.7.3.3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastitas bertujuan untuk menguji apakan sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama, dan ini yang seharusnya terjadi maka dikatakan ada homoskedastitas, sedangkan jika varians tidak sama dikatakan terjadi heteroskedastitas (Situmorang, 2010:95). Uji heteroskedastitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan grafik dan statistik melalui uji glejser dengan menggunakan tingkat signifikan 5% atau tidak terjadi heteroskedastisitas jika nilai signifikansi diatas 0,05