7
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Bank
Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 dalam Kasmir (2014:24) tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.
Menurut Kasmir (2014:24) bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding.
Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas.
2.2. Asas, Fungsi dan Tujuan
Menurut Hasibuan (2011:03) dalam pasal 2, 3, dan 4 UU No. 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan, dinyatakan asas, fungsi dan tujuan:
1. Asas adalah perbankan Indonesia dalam melaksanakan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.
2. Fungsi adalah sebagai penghimpun dan menyalur dana masyarakat.
3. Tujuan adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.
Sesuai dengan isi UU N. 7 Tahun 1992. Pelaksanaan prinsip kehati-hatian perbankan didasarkan pada fungsi utama perbankan sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat.
Sebagai lembaga perantara, falsafah yang mendasari kegiatan usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, bank juga disebut sebagai lembaga kepercayaan masyarakat yang ciri-ciri utamanya sebagai berikut:
1. Dalam menerima simpanan dari Surplus Spending Unit (SSU).
2. Dalam menyalurkan dana kepada Defisit Spending Unit (DSU).
3. Dalam melakukan kegiatannya, bank lebih banyak menggunakan dana masyarakat yang terkumpul dalam banyaknya dibandingkan dengan modal dari pemilik atau pemegang saham bank.
Sebagai lembaga kepercayaan, bank dituntut selalu memperhatikan kepentingan masyarakat di samping kepentingan bank itu sendiri dalam mengembangkan usahanya. Bank juga harus bermanfaat bagi pembangunan ekonomi nasional sesuai dengan fungsinya sebagai Agent Of Develovment dalam rangka mewujudkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas.
2.3. Sumber-sumber Dana Bank
Menurut Martono (2013:38) pengertian dari sumber dana bank adalah kegiatan bank di dalam menghimpun dana. Dana bank dapat bersumber dari (1) modal sendiri, (2) dana masyarakat dan (3) dana lembaga lainnya.
1. Dana yang Bersumber dari Modal Sendiri
Sebagai modal utama dari badan usaha bank adalah dana dari bank bersangkutan yang disebut modal sendiri (ekuitas) dalam pengertian dana yang diperoleh dari dalam bank tersebut. Penghimpun dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah sebagai berikut:
a. Setoran modal dari pemegang saham.
b. Cadangan.
c. Laba bank yang belum dibagi.
Salah satu keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu membayar keuntungan yang relatif tinggi dibandingkan jika mengambil kredit dari pihak lain. Keuntungan lain adalah relatif mudah untuk memperoleh dana yang diinginkan. Sedangkan kerugiannya adalah untuk jumlah dana yang relatif besar harus melalui berbagai prosedur yang lama.
2. Dana yang Bersumber dari Masyarakat
Sumber dana dari masyarakat (dana pihak ketiga) merupakan sumber dana yang terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Penghimpunan dana dari masyarakat dapat dikatakan relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan sumber dana lainnya. Penghimpunan dana dari masyarakat dapat dilakukan
secara efektif dengan memberikan bunga yang relatif lebih tinggi dan memberikan berbagai fasilitas yang menarik lainnya seperti hadiah dan pelayanan yang memuaskan. Keuntungan lain dari dana yang bersumber dari masyarakat adalah jumlahnya yang tidak terbatas baik berasal dari perseorangan (rumah tangga), perusahaan maupun lembaga masyarakat lainnya. Sedangkan kerugiannya adalah biayanya yang relatif mahal jika dibandingkan dengan dana dari modal sendiri, misalnya untuk biaya bunga atau biaya promosi. Ada tiga jenis simpanan sebagai sarana untuk memperoleh dana dari masyarakat, yaitu:
a. Simpanan giro.
b. Simpanan tabungan.
c. Simpanan deposito.
3. Dana yang Bersumber dari Lembaga Lain
Sumber dana dari lembaga lain (dana pihak kedua) merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencairan sumber dana pertama dan ketiga.
Pencairan dari sumber dana ini relatif lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. Dana yang diperoleh dari sumber ini biasanya digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi tertentu. Sumber dana dari lembaga lain di antaranya berasal dari:
a. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
b. Pinjaman antar bank (call money).
c. Surat Berharga Pasar Uang (SPBU).
d. Pinjaman dari bank-bak luar negeri.
2.3.1. Jenis-jenis Sumber Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga biasanya lebih dikenal dengan dana masyarakat, merupakan dana yang di himpun oleh bank yang berasal dari masyarakat dalam arti luas, meliputi masyarakat individu, maupun badan usaha. Bank menawarkan produk simpanan kepada masyarakat dalam menghimpun dananya.
Menurut Ismail (2010:43) sumber dana yang berasal dari pihak ketiga adalah sebagai berikut:
1. Simpanan Giro (demand deposit)
Simpanan giro merupakan simpanan yang di peroleh dari masyarakat atau pihak yang sifat penarikannya adalah dapat ditarik setiap saat dengan menggunakan cek dan bilyet giro atau sarana perintah bayar lainnya atau pemindahbukuan.
Simpanan giro ini dapat ditawarkan kepada seluruh masyarakat baik perorangan maupun badan usaha. Simpnan giro sangat bermanfaat bagi masyarakat yang melakukan aktivitas usaha, karena pemegang rekening giro akan banyak mendapat kemudahan dalam melakukan transaksi usahanya.
Kebutuhan adanya simpanan giro ini tidak hanya semata-mata untuk kepentingan bank, akan tetapi juga untuk melayani kepentingan masyarakat modern.
Masyarakat sangat membutuhkan produk giro karena giro adalah uang giral yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, dengan menggunakan sarana penarikan berupa cek dan sarana pemindahbukuan berupa bilyet giro.
Pertimbangan utama nasabah memiliki rekening giro ialah karena kemudahan yang ingin diperoleh oleh nasabah. Memiliki rekening giro itu sama dengan
memiliki uang tunai, karena sifat dari rekening giro yang dapat ditarik setiap saat.
2. Simpanan Tabungan (saving deposit)
Tabungan merupakan jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu sesuai perjanjian antara bank dan pihak nasabah. Dalam perkembanganya, penarikan tabungan dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan sarana penarikan berupa slip penarikan, ATM, surat kuasa dan sarana lainnya yang dapat digunakan dengan itu.
3. Simpanan Deposito (time deposit)
Deposito merupakan jenis simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan antara bank dengan nasabah.
Deposito dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
a. Deposito Berjangka
Merupakan simpanan berjangka yang dapat dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang disepakati. Pemegang deposito berjangka akan mendapat bilyet deposito sebagai bukti hak kepemilikan.
Deposito berjangka diterbitkan atas nama dan hanya dapat dicairkan oleh pemegang hak yang namanya tercantum dalam bilyet deposito berjangka dan tidak dapat diperjualbelikan. Pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal valuta, tanggal dimana deposito tersebut dibuka.
b. Sertifikat Deposito
Merupakan simpanan berjangka yang diterbitkan dengan menggunakan sertifikat sebagai bukti kepemilikan oleh pemegang haknya. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk, artinya didalam sertifikat deposito tidak dicantumkan nama pemegang hak. Sertifikat deposito dapat dicairkan oleh siapapun yang membawa dan menunjukan kepada bank yang menerbitkan dan dapat diperjualbelikan. Pembayaran bunga dilakukan pada saat pembelian (bunga dibayar dimuka).
c. Deposito On Call
Jenis simpanan berjangka yang penarikannya perlu memberitahukannya terlebih kepada bank penerbit deposito on call. Dasar pencairannya sama dengan deposito berjangka, yaitu mengembalikan bilyet deposito on call- nya. Deposito on call ditebritkan atas nama dan tidak dapat diperjualbelikan.
Bunga dibayar pada saat pencairan.
2.3.2. Faktor Yang Mempengaruhi Penarikan Dana Pihak Ketiga
Menurut Hasibuan (2011:71) penarikan besarnya dana atau modal asing dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Kepercayaan masyarakat
Kepercayaan diartikan penabung percaya bahwa uang dan bunga tabungannya dapat ditariknya kembali dari bank sesuai dengan perjanjian. Kepercayaan ini meliputi kepercayaan moral, komersial dan finansial. Kepercayaan moral adalah kepercayaan masyarakat kepada pimpinan bank, misalnya karena pimpinan itu
mempunyai nama baik, jujur dan belum pernah melakukan pekerjaan tercela di masyarakat. Kepercayaan komersial diartikan masyarakat menilai bank tersebut selalu menaati ketentuan-ketentuan perdagangan dengan baik dan benar.
Kepercayaan finansial diartikan masyarakat percaya terhadap suatu bank dengan menilai kekayaan pemilik bank. Misalnya bank-bank pemerintah lebih dipercaya masyarakat dibandingkan bank swasta.
2. Area Operasioanal Bank
Area operasional bank dimaksudkan jika bank tersebut beroperasi secara nasional, internasional dan kantor cabangnya banyak tersebut maka penarikan dana asing relatif mudah.
3. Kemudahan Pencairan Tabungan
Kemudahan pencairan tabungan diartikan bahwa jika masyarakat mudah mencairkan tabungannya, misalnya dengan ATM atau Credit Card maka besarnya penarikan dana asing relatif mudah. Kemudahan pencairan tabungan sangat merangsang pemilik uang untuk menabungkan uangnya di bank tersebut.
4. Tingkat Bunga Tabungan
Bunga adalah jumlah pendapatan yang diterima penabung dari hasil tabungannya, besarnya adalah selisih antara jumlah yang dikembalikan bank dengan tabungannya
Tingkat suku bunga tabungan hendaknya bervariabel dengan jangka waktu dan besarnya tabungan. Tabungan dengan jangka waktu yang lebih lama dan dengan jumlah yang lebih besar diberikan waktu suku bunga yang lebih besar pula.
5. Pelayanan yang Baik dan Benar
Pelayanan adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh bank pihak kepada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.
Service adalah kegiatan yang dapat diidentifikasikan dan tidak berwujud dan merupakan tujuan penting dari suatu rencana transaksi guna memberikan kepuasan kepada konsumen.
Pelayanan yang baik dan benar adalah jika pelayanan diberikan secara cepat, tepat, adil, ramah dan menyenangkan bagi orang yang dilayani.
Peranan pelayanan ini sangat besar manfaatnya untuk merangsang dan menarik masyarakat untuk menabungkan uangnya di bank. Semakin baik dan benar pelayanannya semakin banyak dana pihak ketiga yang dapat diperoleh bank bersangkutan.
6. Sarana-sarana Penabung
Pemimpin bank harus kreatif dan inovatif menciptakan beraneka ragam sarana penabungan. Karena semakin banyak sarana menabung, semakin banyak pilihan masyarakat untuk menabungkan uangnya pada bank bersngkutan. Sarana-sarana tabungan ini hendaknya dapat dijual kepada masyarakat pemilik uang.
7. Kebersihan dan Kenyamanan Bank
Kebersihan dan kenyamanan bank dimaksudkan agar masyarakat tertarik untuk mendatangi bank dan kemudian menabungkan uangnya di bank tersebut.
Kebersihan dan kenyamanan itu misalnya ruangan, meja, mesin-mesin, pekarangan dan AC.
8. Promosi dan Hadiah-hadiah
Promosi dan hadiah yang diberikan bank kepada para penabung hendaknya efektif untuk menarik tabungan yang lebih banyak. Pimpinan bank hendaknya mempunyai kiat-kiat andal dalam mempromosikan produknya supaya masyarakat terdorong untuk menabungkan uangnya pada bank tersebut.
9. Krisis Moneter dan Perbankan
Krisis moneter dan perbankan sangat mempengaruhi besarnya penarikan dana asing bank karena pemilik uang enggan menabungkan uangnya. Krisis moneter dan perbankan menyebabkan masyarakat kurang percaya kepada uang dan perbankan. Krisis moneter diartikan banyak bank di suatu negara tertentu dilikuidasi sehingga masyarakat takut kalau uangnya tidak dapat ditariknya kembali dari bank.
Krisis ini bahkan mendorong peningkatan pencairan tabungan (capital rush) secara besar-besaran dari bank dan adanya pelarian dana (capital flight) ke luar negeri.
10. Lokasi dan Keamanan Bank
Lokasi bank harus strategis, pelataran parkir cukup luas keamanannya relatif baik. Hal ini mendorong masyarakat untuk menabungkan uangnya pada bank tersebut, karena mereka tidak takut membawa uang tunai ke bank bersngkutan.
2.4. Pengertian Tabungan
Tabungan (saving deposit) merupakan jenis simpanan yang sangat populer di lapisan masyarakat Indonesia mulai dari masyarakat kota sampai pedesaan. Menurut Undang-undang Perbankan No. 10 Tahun 1998, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat di tarik dengan cek, bilyet giro dan atau lainnya yang di persamakan dengan itu.
Menurut Supriyono (2010:24) tabungan adalah “simpanan” (funding) yang dananya di simpan pada suatu rekening, setiap saat atau kapan saja pemilik tabungan dapat menarik baik tunai maupun non tunai (pindah buku atau transfer ke bank lain) melalui mesin ATM atau Teller”.
Menurut Darmawi (2014:46) Tabungan adalah simpanan masyarakat pada bank, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui buku tabungan atau melalui ATM. Sekarang kebanyakan bank memelihara hubungan online dengan kantor cabang, bahkan dengan kantor kas dan ATM, sehingga dapat menarik dananya disetiap kantor bank atau pada setiap ATM bank yang bersangkutan. Karena itu, rekening tabungan sekarang ini amat disukai masyarakat. Dengan demikian, tabungan sumber dana yang cukup besar, pada keadaan normal merupakan sumber yang stabil karena jumlah penarikan dan penyetoran hampir sebanding. Namun bahayanya jika suatu saat semua nasabah menarik seluruh dananya, ini bisa terjadi bila masyarakat luntur kepercayaannya kepada bank yang bersangkutan atau bila ada isu devaluasi.
2.4.1. Manfaat Tabungan
Menurut Iskandar (2008:83) menyatakan bahwa manfaat tabungan bagi nasabah antara lain sebagai berikut:
1. Mendapat bunga atas uang yang disimpan di bank.
2. Dapat melakukan penarikan dan penyetoran tunai di bank.
3. Transaksi non tunai dengan pemindahbukuan, kliring dan transfer.
4. Dengan mendapatkan fasilitas ATM, SMS Banking, Internet Banking dapat melakukan:
a. Penarikan tunai di ATM.
b. Transfer antar rekening dalam satu bank.
c. Transfer antar rekening di lain bank dengan media ATM berlogo link atau ATM bersama.
d. Pembayaran tagihan telepon dan listrik.
e. Pembayaran kartu kredit.
f. Pembelian tiket.
g. Pembayaran uang kuliah.
2.4.2. Ketentuan Tabungan
Untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada nasabah tabungan, maka terdapat beberapa ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon nasabah. Persyaratan dan ketentuan tersebut di samping untuk meningkatkan pelayanan juga untuk menjaga keamanan dan keuntungan bagi nasabah. Ketentuan tentang tabungan diatur oleh Bank Indonesia akan tetapi masing-masing bank akan
diberi kewenangan untuk mengatur sendiri asalkan tidak bertentangan dengan peraturan BI. Hal ini dimaksudkan agar bank dapat bersaing.
Menurut Ismail (2010:70) beberapa ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh nasabah antara lain:
1. Pembukaan tabungan
Pembukaan tabungan merupakan awal nasabah tersebut akan menjadi nasabah tabungan. Sebelum pembukaan tabungan dilaksanakan, bank akan memberikan formulir isian yang harus dilengkapi oleh calon nasabah. Pada umumnya bentuk formulir pembukaan rekening tabungan setiap bank sama. Setelah isi formulir diisi lengkap, maka bank akan membuka rekening tabungan dengan melaksanakan setoran pertama pada nasabah.
2. Jumlah setoran
Setiap bank akan mensyaratkan adanya ketentuan tentang setoran minimal pada saat pembukaan. Jumlah setoran pertama besarnya tergantung pada masing- masing bank. Beberapa bank mensyaratkan setoran pertama minimal sebesar Rp.
500.000,- beberapa bank lain mensyaratkan setoran pertama sebesar Rp. 50.000,- . Disamping itu biasanya bank juga membuat ketentuan tentang setoran minimal untuk setoran berikutnya misalnya minimal setoran sebesar Rp. 10.000,-.
3. Saldo tabungan
Setiap bank menentukan kebijakan tentang saldo minimal tabungan yang harus tersedia. Adapun besarnya saldo minimal tersebut tergantung pada masing- masing bank. Kebijakan tentang saldo minimal tersebut diperlukan untuk
membayar biaya administrasi atas penutupan rekening tabunganya apabila nasabah ingin menutupnya.
4. Penarikan tabungan
Penarikan tabungan merupakan pengambilan dana yang dilakukan oleh nasabah yang berasal dari tabungan. Bank memiliki kebijakan yang berbeda tentang penarikan dana dari rekening tabungan, baik dilihat dari segi jumlah penarikan maupun frekuensi penarikan dalam sehari.
5. Bunga
Sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank kepada nasabah pemegang rekening tabungan, bank memberikan balas jasa berupa bunga. Penentuan besarnya bunga tabungan dan cara perhitunganya tergantung masing-masing bank. Perhitungan bunga tabungan yaitu dengan metode saldo terendah maupun metode saldo rata- rata harian.
6. Insentif
Dalam era persaingan yang ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga, setiap bank berusaha menarik nasabah dengan memberikan berbagai macam keuntungan dan fasilitas antara lain hadiah, undian, cendramata dan lain-lain.
Beberapa bank memberikan hadiah untuk menarik dana tabungan sebesar- besarnya.
7. Penutupan
a. Penutupan tabungan atas permintaan nasabah.
b. Penutupan tabungan karena tidak aktif.
c. Penutupan tabungan karena faktor lain seperti perubahan nama tabungan bank merger dan lain-lain.