93
Kesimpulan dan Saran
5.1. Kesimpulan
Dari hasil identifikasi risiko yang dilakukan pada sistem informasi dan siklus pendapatan di PT. Prima Manunggal Inti Internusa, Penulis dapat memberi kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat 4 pembagian risiko pada sistem informasi dan siklus pendapatan di PT. Prima Manunggal Inti Intenusa, adapun 4 pembagian risiko berdasarkan penyebab risiko ialah sebagai berikut:
a. People, risiko ini disebabkan oleh kelalaian karyawan dalam mengerjakan tugasnya
b. Kebijakan dan prosedur, risiko ini dapat mempengaruhi efektifitas proses bisnis serta kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas dan menyebabkan kerugian baik secara financial maupun non-financial c. Software, risiko ini dapat mempengaruhi efektifitas proses bisnis dan
kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas
d. Hardware dan Jaringan Komunikasi, risiko dapat mempengaruhi efektifitas proses bisnis serta kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas dan menyebabkan keterlambatan penyediaan data yang terkait dengan siklus pendapatan di perusahaan
2. Dari hasil Identifikasi, penulis menemukan 21 risiko, yaitu:
a. 9 risiko yang disebabkan oleh people
b. 2 risiko yang disebabkan oleh tidak adanya kebijakan dan prosedur c. 6 risiko yang disebabkan oleh software
d. 4 risiko yang disebabkan oleh hardware dan jaringan komunikasi
3. Dari hasil analisa tingkat risiko berdasarkan identifikasi dan wawancara dengan pihak terkait di perusahaan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa PT. Prima Manunggal Inti Internusa memiliki tingkat risiko sebagai berikut:
b. 6 risiko memiliki tingkat frekuensi yang rendah dengan dampak yang sedang
c. 5 risiko memiliki tingkat frekuensi yang sedang dengan dampak yang rendah
d. 3 risiko memiliki tingkat frekuensi yang sedang dengan dampak yang sedang
e. 2 risiko memiliki tingkat frekuensi yang tinggi dengan dampak yang rendah
f. Tidak ada risiko yang memiliki tingkat frekuensi rendah dengan dampak yang tinggi
g. Tidak ada risiko yang memiliki tingkat frekuensi sedang dengan dampak yang tinggi
h. Tidak ada risiko yang memiliki tingkat frekuensi tinggi dengan dampak yang sedang maupun tinggi
4. Dari hasil analisa tingkat risiko menggunakan metode CIA, maka penulis dapat menemukan bahwa PT. Prima Manunggal Inti Internusa memiliki risiko CIA sebabagai berikut:
a. Tidak ada risiko yang berkaitan dengan Confidentiality (Kerahasiaan) b. 10 risiko memiliki risiko yang berkaitan dengan Integrity (Integritas) c. 19 risiko memiliki risiko yang berkaitan dengan Availability
(Ketersediaan)
5. Kontrol pada risiko pada PT. Prima Manunggal Inti Internusa kurang memadai. Hasil pernyataan tersebut di dapat dari evaluasi kontrol risiko pada PT. Prima Manunggal Inti Internusa, penulis menemukan 3 risiko sudah memiliki kontrol yang cukup baik dan menemukan 18 risiko tidak memiliki kontrol, sehingga penulis perlu membuat saran pengendalian terhadap risiko, agar dapat meminimalisir tejadinya risiko.
5.2. Saran
Setelah mengemukakan kesimpulan, penulis memberikan saran-saran kontrol terkait risiko yang ada, yang dapat digunakan atau menjadi bahan pertimbangan bagi PT. Prima Manunggal Inti Internusa untuk mengurangi dampak yang merugikan PT. Prima Manunggal Inti Internusa secara financial maupun non financial apabila risiko tersebut terjadi. Adapun saran yang diberikan ialah sebagai berikut:
Tabel 5. 1 Tabel Saran Pengendalian PT. Manunggal Inti Internusa Sumber : Pitroda (2011:18)
No Risiko Kontrol saat ini Kontrol yang disarankan Responsibility Accountability People
1. Pesanan Pelanggan di sistem Starling tidak sesuai dengan informasi Pesanan Pelanggan yang disampaikan oleh
Pelanggan -
Membuat kebijakan berupa peraturan, bahwa data pesanan pelanggan dalam sistem, harus sesuai dengan pesanan Pelanggan yang disampaikan oleh Pelanggan
Admin Sales Supervisor harus melakukan konfirmasi ulang secara lisan maupun tulisan terhadap pesanan Pelanggan, sebelum data pesanan Pelanggan diinput kedalam
Admin Sales Supervisor
Manager Marketing
sistem
2. Alamat pengiriman barang pesanan Pelanggan tidak sesuai dengan informasi alamat pengiriman yang
disampaikan oleh Pelanggan
-
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, bahwa data alamat pengiriman barang harus sesuai dengan alamat pengiriman yang disampaikan oleh Pelanggan
Admin Sales Supervisor harus melakukan konfirmasi ulang kepada Pelanggan secara lisan maupun tulisan terhadap alamat pengiriman barang Pelanggan, sebelum data alamat pengiriman barang
Pelanggan diinput kedalam sistem
Admin Sales Supervisor harus melakukan konfirmasi ulang secara lisan maupun tulisan terhadap
Admin Sales Supervisor
Manager Marketing
alamat pengiriman barang Pelanggan, sebelum barang siap dikirim ke alamat pengiriman barang. Minimal 1 hari sebelum barang dikirim
3. Alamat pengiriman barang pesanan Pelanggan tidak sesuai dengan informasi alamat pengiriman yang - disampaikan oleh Admin Sales Supervisor
-
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, bahwa data alamat pengiriman barang harus sesuai dengan alamat pengiriman yang disampaikan oleh Pelanggan
Bagian Ekspedisi harus melakukan konfirmasi ulang kepada Admin Sales Supervisor secara lisan maupun tulisan terhadap alamat pengiriman barang Pelanggan, sebelum barang siap dikirim ke alamat pengiriman barang. Minimal 1 hari sebelum barang dikirim
Bagian Ekspedisi
Manager Purchasing
4. Informasi harga genteng yang Admin Sales Supervisor sampaikan ke Pelanggan, tidak sesuai dengan harga genteng yang sebenarnya
Ketika ada perubahan harga, perusahaan selalu mengupdate informasi perubahan harga baik secara langsung ketika sedang annual meeting maupun via email ke masing-masing Admin Sales Supervisor
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, bahwa informasi harga barang yang disampaikan untuk Pelanggan, harus sesuai dengan harga barang yang telah ditetapkan oleh perusahaan
Menyediakan kertas yang berisikan harga barang pada meja Admin Sales Supervisor
Membuat kebijakan, untuk pemesanan berikutnya, Pelanggan harus membayar barang pesanannya sesuai dengan harga yang telah ditetapkan perusahaan
Membuat kebijakan, bahwa jika terjadi kekurangan terhadap pembayaran yang disebabkan oleh
Admin Sales Supervisor
Manager Marketing
kesalahan Admin Sales Supervisor dalam memberikan informasi harga barang ke Pelanggan. maka, Admin Sales Supervisor tersebutlah yang menanggung kekurangan
pembayaran tersebut **
5. Admin Sales Supervisor lupa menaruh kertas yang berisikan data pesanan Pelanggan
-
Membuat kebijakan yang berupa peraturan bahwa pesanan Pelanggan harus diinput maksimal 1 hari dari tanggal pesanan
Menyediakan batch atau laci sebagai tempat penyimpanan data pesanan Pelanggan yang belum diinput
Admin Sales Supervisor
Manager Marketing
6. Bagian Piutang tidak dapat membuat Invoice
-
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, bahwa Admin Pabrik harus memberikan Surat Jalan ke Bagian Surat Jalan, maksimal 2 hari dari tanggal Surat Jalan yang telah di
Admin Pabrik Finance and Accounting Manager
tandatangani oleh Pelanggan
Membuat kebijakan bahwa jika waktu dan tempat tidak
memungkinkan untuk Admin Pabrik memberikan Surat Jalan ke Bagian Surat Jalan dalam waktu maksimal 2 hari, maka Admin Pabrik harus mengirimkan gambar baik berupa foto atau scan picture Surat Jalan dan kirim ke Bagian Surat Jalan terlebih dahulu
7. Pembayaran pelunasan barang pesanan
Pelanggan, menjadi
tidak tepat waktu -
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, bahwa Pelanggan harus membayar pelunasan atas angsuran barang pesanannya sesuai dengan tanggal perjanjian yang telah ditetapkan
Bagian Piutang Finance and Accounting Manager
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, bahwa Bagian Piutang tidak berhak untuk mengizinkan Pelanggan untuk memperpanjang waktu pembayaran angsurannya, melainkan harus dengan alasan yang layak mengapa Pelanggan tersebut menunda waktu Pembayaran dan merundingkannya kepada atasan (Bagian Accounting)
Membuat kebijakan atas surat angsuran, yakni berisikan perjanjian tanggal pembayaran angsuran dan Pelanggan wajib tandatangan diatas materai pada surat angsuran tersebut 8. Pelanggan terlambat
dalam memberikan bukti transfer
-
Membuat kebijakan yang berupa peraturan bahwa Bagian Piutang harus selalu mengecek catatan kas
Bagian Piutang Finance and Accounting Manager
pembayaran barang pesanan Pelanggan ke Bagian Piutang
bank setiap harinya dan menagih bukti transfer dari Pelanggan maksimal 2 hari setelah tanggal pembayaran
Membuat kemudahan bagi Pelanggan dalam melakukan pengiriman bukti transfer
Bukti transfer dapat diberikan oleh Pelanggan ke Bagian Piutang dengan foto dan kirim bukti transfer tersebut via email, BBM, dan aplikasi chat lainnya yang dapat mengirimkan gambar bukti transfer Pelanggan ke Bagian Piutang 9. Kehilangan data laporan
penjualan bulanan -
Membuat kebijakan yang berupa peraturan bahwa data laporan penjualan harus diarsip / disimpan di
Admin Sales Supervisor
Manager Marketing
media penyimpanan lainnya Contoh : Hard disk
Kebijakan dan Prosedur 10. Admin Sales Supervisor
kehilangan uang (secara paksa) pembayaran barang pesanan Pelanggan, ketika melakukan penagihan ke alamat Pelanggan
-
Melakukan perubahan cara
pembayaran, yaitu via debit, kredit dan transfer saja
Menyediakan mesin EDC untuk pembayaran debit dan kredit
Admin Sales Supervisor Bagian Kasir Bagian Piutang
Director
11. Pelanggan membatalkan pesanannya secara tiba- tiba
-
Membuat kebijakan yang berupa peraturan, yaitu adanya minimal pembayaran uang muka minimal 15% dari harga barang pesanan
Membuat peraturan bahwa Admin Sales Supervisor tidak mengirimkan Delivery Note ke Admin Pabrik sebelum Pelanggan melakukan
Admin Sales Supervisor
Manager Marketing
pembayaran sebesar 15% dari harga barang pesanan
Membuat peraturan bahwa apabila setelah Admin Pabrik sudah menyediakan dan menyiapkan barang untuk siap dikirim, lalu Pelanggan membatalkan
pesanannya, maka uang muka 15%
yang dibayar oleh Pelanggan tidak dapat dikembalikan
Pengembalian uang muka 15%
hanya dapat dikembalikan jika Delivery Note belum dikirim ke Admin Pabrik dan Admin Pabrik belum menyediakan atau
menyediakan barang untuk dikirim ke Pelanggan
Segala peraturan diatas harus dipatuhi oleh Admin Sales
Supervisor dan di informasikan ke Pelanggan
Software 12 Admin Sales Supervisor
harus menghubungi Admin Pabrik terlebih dahulu untuk
mengetahui jumlah barang yang tersedia di Pabrik
-
Melakukan perbaikan pada sistem, contoh: membuat sistem yang terintegrasi, yaitu menyediakan sistem Starling yang dapat meng- update informasi persediaan barang pabrik ke Admin Sales Supervisor.
Sehingga, sistem Starling yang digunakan oleh Admin Sales Supervisor menyediakan informasi jumlah persediaan barang di Pabrik secara otomatis dan autoupdate
Bagian IT Finance and Accounting Manager
13. Salah catat penomoran Surat Jalan pada sistem Starling
-
Menyediakan sistem untuk pembuatan Surat Jalan di Pabrik yang terintegrasi dengan sistem yang
Bagian IT Finance and Accounting Manager
ada diperusahaan
14. Terdapat 2 atau lebih ID Pelanggan, pada 1 Pelanggan yang
memiliki alamat berbeda
-
Menyediakan field tambah alamat Pelanggan pada sistem Starling untuk 1 ID Pelanggan yang sama
Menyediakan fitur button yang dapat diklik oleh Admin Sales Supervisor, untuk mendeskripsikan status aktif/tidak aktif nya alamat Pelanggan tersebut
Bagian IT Finance and Accounting Manager
15. Bagian Piutang tidak ingat untuk melakukan penagihan angsuran kepada Pelanggan yang akan jatuh tempo
Bagian Piutang membuat catatan penagihan angsuran di excel secara manual
Menambahkan fitur pop-up yang secara otomatis tampil pada sistem Starling Bagian Piutang, yang menyediakan informasi tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran Pelanggan, 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo
Bagian IT Finance and Accounting Manager
16. Kinerja komputer tidak optimal
Terdapat anti-virus Menyediakan antivirus yang autoscan dan autoupdate
Bagian IT Finance and Accounting Manager
17. Kehilangan input data
yang belum disimpan -
Mengaktifkan menu autosave pada ms.office yang dimiliki komputer pengguna
Bagian IT Finance and Accounting Manager
Hardware dan Jaringan Komunikasi 18. Printer tidak bekerja
secara optimal
-
Membuat kebijakan menggunakan printer secara baik dan benar.
Contoh: Kertas yang digunakan tidak terlipat
Finance and Accounting Manager
Director
19. Tidak dapat mengirim atau menerima pesan fax
-
Membuat kebijakan meggunakan mesin fax secara baik dan benar untuk para pengguna (misalnya:
membaca petunjuk penggunaan mesin fax)
Menyediakan petunjuk penggunaan
Finance and Accounting Manager
Director
mesin fax pada meja fax (misalnya: sebelum mengirim dokumen yang akan di fax,
pengguna memeriksa terlebih dahulu apakah masih ada sisa staples atau cairan koreksi print yang masih basah, jika ada lepasakan staples dan keringkan cairan koreksi/tipex bila masih basah. Selalu
menggunakan karbon film yang memang direkomendasikan oleh pabrik agar hasil cetakan berkualitas dan mesin fax tetap awet)
20. Tidak dapat fotocopy data yang ingin di fotocopy
Tulisan/gambar buram
-
Membuat kebijakan meggunakan mesin fotocopy secara baik dan benar untuk para pengguna (misalnya: membaca petunjuk penggunaan mesin fotocopy) Menyediakan petunjuk penggunaan mesin fotocopy pada meja fotocopy (misalnya: sebelum memasukan kertas yang ingin di fotocopy ke
Finance and Accounting Manager
Director
mesin fotocopy, pengguna
memeriksa terlebih dahulu apakah masih ada sisa staples atau cairan koreksi print yang masih basah, jika ada lepasakan staples dan keringkan cairan koreksi/tipex bila masih basah. Mengecek apakah kertas yang digunakan terlipat/tidak)
21. Koneksi internet tidak bekerja secara optimal
-
Menyediakan management bandwidth pada jaringan internet.
Berikut ini adalah beberapa fitur dari mekanisme bandwidth:
Membatasi tingkat data untuk alamat-alamat IP tertentu Memprioritaskan beberapa arus paket penggunaan internet Berbagi lalu lintas yang tersedia diantara para pengguna secara adil, atau tergantung pada muatan saluran.
Bagian IT Finance and Accounting Manager