• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hendra Gunawan. 16 Oktober 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Hendra Gunawan. 16 Oktober 2013"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MA1101 MATEMATIKA 1A MA1101 MATEMATIKA 1A

Hendra Gunawan

Semester I, 2013/2014 Semester I, 2013/2014

16 Oktober 2013

(2)

Latihan (Kuliah yang Lalu) Latihan (Kuliah yang Lalu)

1. Diketahui g(x) = x

3

/3,  x є [‐2,2]. Hitung nilai rata‐rata g pada [‐2,2] dan tentukan c є (‐2,2)  sedemikian sehingga g’(c) sama dengan nilai rata‐rata g pada [‐2,2].

2. Buktikan jika j f ’(x) = 0 f ( ) untuk setiap p x є (a,b),  ( , ), maka f(x) bernilai konstan pada selang (a,b).

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 2

(3)

Sasaran Kuliah Hari Ini Sasaran Kuliah Hari Ini

3 8 Anti‐Turunan dan Integral Tak Tentu 3.8 Anti Turunan dan Integral Tak Tentu

Menentukan anti‐turunan atau integral tak tentu dari suatu fungsi yang diberikan

tentu dari suatu fungsi yang diberikan.

3.9 Pengantar Persamaan Diferensial

Menyelesaikan persamaan diferensial seder‐

hana, dengan atau tanpa syarat tambahan. g p y

(4)

3.8 ANTI‐TURUNAN DAN INTEGRAL TAK

MA1101 MATEMATIKA 1A

TENTU

Menentukan anti‐turunan atau integral tak tentu dari suatu fungsi yang diberikan.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 4

(5)

Anti Turunan Anti‐Turunan

Fungsi F disebut anti‐turunan f pada I apabila Fungsi F disebut anti turunan f pada I apabila

F’(x) = f(x) untuk setiapp x є I. 

Sebagai contoh, F1(x) = x4 + 1 merupakan anti‐

turunan f(x) = 4x3 pada R. Demikian juga F2(x) = x4 + 5 turunan f(x)   4x pada R. Demikian juga F2(x)   x  5  merupakan anti‐turunan f(x) = 4x3 pada R. 

Secara umum, keluarga fungsi F(x) = x4 + C (dengan C Secara umum, keluarga fungsi F(x)   x + C (dengan C konstanta) merupakan anti‐turunan f(x) = 4x3 pada R,  karena F’(x) = 4x( ) 3 = f(x) untuk setiapf( ) p x є R.

(6)

Integral Tak Tentu Integral Tak Tentu

Keluarga fungsi anti‐turunan dari f(x) disebut Keluarga fungsi anti turunan dari f(x) disebut integral tak tentu dari f(x), dan dilambangkan dengan ∫ f(x) dx

dengan ∫ f(x) dx. 

Jadi, sebagai contoh,

∫ 4

3

d

4

C

∫ 4x

3

dx = x

4

+ C,

dengan C menyatakan konstanta sembarang.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 6

(7)

Ilustrasi: Integral Tak Tentu Ilustrasi: Integral Tak Tentu

Secara grafik, bila kita

mengetahui sebuah anti‐

turunan dari f(x), maka

i l k d i f( )

integral tak tentu dari f(x) adalah keluarga fungsi yang  anggotanya merupakan

anggotanya merupakan

pergeseran ke atas atau ke bawah dari anti‐turunan tsb. 

Semua anggota keluarga fungsi tsb mempunyai

Keluarga fungsi yang turunan- nya sama

turunan yang sama, yaitu f(x).

(8)

Aturan Integral Tak Tentu (1) Aturan Integral Tak Tentu (1)

Terkait dengan aturan turunan yang telah kita pelajari sebelumnya, kita mempunyai teorema‐

teorema berikut tentang integral tak tentu.

Teorema 1 (Aturan Pangkat). Jika r є Q, r ≠ ‐1,  maka ∫ x

r

dx = x

r+1

/(r+1) + C.

Contoh 1

(a)  ∫ x

2

dx = x

3

/3 + C. (b) ∫ x

‐2

dx = ‐ x

‐1

+ C.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 8

(9)

Aturan Integral Tak Tentu (2) Aturan Integral Tak Tentu (2)

Teorema 2 (Integral Tak Tentu sin x dan cos x)

∫ sin x dx = –cos x + C;

∫ cos x dx = sin x + C.

Catatan. Jangan tertukar: turunan dari sin x

adalah cos sedangkan anti t r nan dari sin

adalah cos x, sedangkan anti‐turunan dari sin x 

adalah –cos x + C.

(10)

Aturan Integral Tak Tentu (3) Aturan Integral Tak Tentu (3)

Teorema 3 (Kelinearan Integral Tak Tentu) Teorema 3 (Kelinearan Integral Tak Tentu)

Jika

f

dan

g

fungsi dan

k

adalah konstanta, maka

∫ k f( ) d k ∫ f( ) d

∫ k.f(x) dx = k.∫ f(x) dx

dan

∫ [f( ) ( )] d ∫ f( ) d ∫ ( ) d

∫ [f(x) + g(x)] dx = ∫ f(x) dx + ∫ g(x) dx.

C h 3 ∫ (6

2

i ) d 2 ∫ 3

2

d ∫ i d Contoh 3. ∫ (6x

2

+ sin x) dx = 2 ∫ 3x

2

dx + ∫ sin x dx

= 2x

3

– cos x + C.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 10

(11)

Aturan Integral Tak Tentu (4) Aturan Integral Tak Tentu (4)

Teorema 4 (Aturan Pangkat yang Diperumum) Jika r є Q, r ≠ ‐1 dan g adalah fungsi yang mem‐

punyai turunan, maka

∫ [g(x)]r.g’(x) dx = [g(x)]r+1/(r+1) + C.

Bukti. Dengan Aturan Rantai, turunan fungsi di ruasg g kanan adalah [g(x)]r.g’(x). Terbukti.

2 5

Contoh 4. Tentukan ∫ (x2 + 1)5.2x dx.

Misal u = g(x) = x2 + 1, du = 2x dx. Maka

∫ (x2 + 1)5.2x dx = ∫ u5 du = u6/6 + C = (x2 + 1)6/6 + C. 

(12)

Contoh 5. Jika g(x) = sin x, maka g( ) , g’(x) = cos x.  g ( )

Jadi, menurut Aturan Pangkat yang Diperumum, kita peroleh p

∫ sin x.cos x dx = ∫ g(x) g’(x) dx

= [g(x)]

2

/2 + C

= [g(x)] /2 + C

= (sin x)

2

/2 + C.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 12

(13)

Latihan Latihan

Tentukan integral tak tentu di bawah ini.

1. ∫ (x

2

+ x

‐2

) dx.

2. ∫ (x

3

+ 1).x

2

dx.

3. ∫ sin

2

x.sin 2x dx.

(14)

3.9 PENGANTAR PERSAMAAN

MA1101 MATEMATIKA 1A

DIFERENSIAL

Menyelesaikan persamaan diferensial seder‐

hana, dengan atau tanpa syarat tambahan.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 14

(15)

Persamaan Diferensial Persamaan Diferensial

Jika F’(x) = f(x), maka( ) f( ), ∫ f(x) dx = F(x) + C. Dalam∫ f( ) ( ) bahasa diferensial: Jika F’(x) = f(x), maka

(*) dF(x) = F’(x) dx = f(x) dx

( ) ( ) ( ) f( )

sehingga

∫ dF(x) = ∫ f(x) dx = F(x) + C.

( ) ∫ f( ) ( )

Persamaan (*) merupakan contoh persamaan diferensial yang (paling) sederhana

diferensial yang (paling) sederhana. 

Persamaan diferensial banyak dijumpai dalam matematika fisika dan bidang ilmu lainnya matematika, fisika, dan bidang ilmu lainnya.

(16)

Contoh 1

Tentukan persamaan kurva yang melalui titik (1,2) dan mempunyai turunan 2x di setiap titik (x,y) yang  Jawab. Misalkan persamaan kurva tersebut adalah dilaluinya.

p

y = f(x). Maka, dalam bahasa diferensial, informasi di atas mengatakan bahwa

d 2 d

dy = 2x dx.

Integralkan kedua ruas,

∫ dy = ∫ 2x dx.

∫ dy  ∫ 2x dx.

sehingga kita peroleh

y + C1 = x2 + C2

atau y = x2 + C,    dengan C = C2 – C1.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 16

(17)

Persamaan y = x2 + C menyatakan keluarga kurva yang mempunyai turunan 2x di titik (x,y).

k k k

Sekarang kita akan mencari

anggota keluarga kurva tersebut

yang melalui titik (1 2) (1,2) yang melalui titik (1,2). 

Dalam hal ini kita mempunyai persamaan

( , )

persamaan

2 = 12 + C,

sehingga mestilah C = 1. 

Jadi persamaan kurva yang kita cari adalah

2 1

y = x2 + 1.

(18)

Contoh 2 Contoh 2

Sebuah benda jatuh dari ketinggian 100 m dengan kecepatan awal 0 m/s Karena gravitasi benda tsb kecepatan awal 0 m/s. Karena gravitasi, benda tsb mengalami percepatan ‐9,8 m/s2. Tentukan

ketinggian benda tsb pada saat t.

Jawab. Misal v = v(t) = kecepatan benda dan h = h(t)

= ketinggian benda pada saat ketinggian benda pada saat tt. MakaMaka

dv = ‐9,8 dt, sehingga v = ‐9,8t + C. Karena v(0) = 0,  maka C = 0. Selanjutnya dh = ‐9,8t dt, sehingga

h = ‐4,9t2 + D. 

Diketahui h(0) = 100, maka D = 100. Jadi h = 100 – 4,9t2.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 18

(19)

Catatan Catatan

Persamaan ketinggian h = 100 – 4 9t

2

Persamaan ketinggian h = 100  4,9t tentu saja berlaku ketika benda ber‐

ada di atas permukaan tanah Karena ada di atas permukaan tanah. Karena itu daerah asal fungsi ini adalah

himpunan bilangan t ≥ 0 yang himpunan bilangan t ≥ 0 yang 

membuat h ≥ 0, yaitu 0 ≤ t ≤ √4,517. 

Dalam hal ini benda tsb mencapai Dalam hal ini, benda tsb mencapai

permukaan tanah dalam

√4,517 detik.

(20)

Contoh 3: 

lk

Kecepatan Meninggalkan Bumi

Gaya gravitasi Bumi pada benda bermassa m dan

b k d d l h 2/ 2

berjarak s dari pusat Bumi adalah F = ‐mgR2/s2,  dengan g = 9,8 m/s2 dan R ≈ 6.400 km. Dapat di‐

buktikan bahwa benda yang diluncurkan ke atas buktikan bahwa benda yang diluncurkan ke atas

dengan kecepatan awal v0 ≥ √2gR ≈ 11 km/s takkan jatuh kembali ke Bumi (bila gesekan dengan udara diabaikan) Menurut Hukum II Newton F = m a shg diabaikan). Menurut Hukum II Newton, F = m.a, shg

F = m.dv/dt = m.dv/ds.ds/dt = mv.dv/ds.

Akibatnya v dv = ‐mgR2s‐2 ds dan dari sini diperoleh Akibatnya, v.dv   mgR s .ds, dan dari sini diperoleh

v2 = 2gR2s‐1 + v02 – 2gR.

Untuk s besar, suku pertama di ruas kanan dapat, p p diabaikan. Jadi, v akan tetap positif bila v0 ≥ √2gR.

10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 20

(21)

Latihan Latihan

1. Tentukan fungsi g y = f(x) y f( ) sedemikian sehingga gg f ’(x) = 3x

2

+ 1 dan f(1) = 4.

2 Diketahui suatu persamaan kurva melalui 2. Diketahui suatu persamaan kurva melalui

titik (0,3) dan mempunyai turunan x/y di setiap titik (x y) yang dilaluinya Tentukan setiap titik (x,y) yang dilaluinya. Tentukan persamaan kurva tersebut.

3 Sebuah benda jatuh dari ketinggian 80 m 3. Sebuah benda jatuh dari ketinggian 80 m 

dengan kecepatan awal ‐5 m/s. Tentukan ke‐

cepatan dan ketinggiannya pada saat t 1 s

cepatan dan ketinggiannya pada saat t = 1 s.

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian tanah longsor adalah runtuhnya tanah secara tiba-tiba atau pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya

Namun banyak dari mereka yang tidak tahu bagaimana cara menambah tinggi badan dengan cepat dan cara menambah berat badan mereka, untuk itu semoga saja artikel saya ini dapat

sama dengan orang lain, baik di tempat umum atau tertutup, untuk mengejawantahkan agama atau kepercayaannya dalam kegiatan ibadah, penaatan,pengamalan dan pengajaran; (2)

Dari berbagai defenisi dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan kesehatan merupakan suatu proses belajar pada individu atau kelompok masyarakat dari tidak tahu

Itulah beberapa istilah-istilah yang sering digunakan oleh para penyiar serta penanggung jawab sebuah acara siaran dalam stasiun radio.. Dengan

Seseorang tetap ingin menjaga komitmen dengan karier yang dijalaninya pada tahap ini dan pada saat yang sama berusaha secara terus-menerus meng-update pengetahuan

[r]

Penyebab herpes ini adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan seks, baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada kelamin dan