PENG ARUH METO DE MENG AJAR DAN ME DI A PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA
PADA POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA
Oleh :
Suherman Hardianto NIM 409331053
Progm Studi Pendidikan Kimia
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iii
PENGARUH METODE MENGAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PADA POKOK
BAHASAN IKATAN KIMIA
Suherman Hardianto (409331053) Abstrak
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayahNya yang memberikan kesehatan dan hikmat penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Metode Mengajar dan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Kimia Pada Pokok Bahasan Ikatan kimia”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drs. P.M. Silitonga, MS, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Drs. Jamalum Purba, M.Si, Bapak Drs. Rahmad Nauli, M.Si, dan Ibu Dra. Ani Sutiani, M. Si, selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran-saran dalam penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Dr. Marham Sitorus, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang menggatikan Bapak Drs. M.M. Tambunan, M.Pd (Alm) yang telah meninggal dunia sebelum penulis selesai menyelesaikan perkuliahan, dan seluruh Dosen beserta staff pegawai Jurusan Kimia FMIPA UNIMED. Terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah SMK Awal Karya Pembangunan Galang yang telah memberikan izin penelitian, Bapak dan Ibu Guru di SMK Awal Karya Pembangunan Galang yang telah banyak membantu penulis selama penelitian.
v
Baror, Empik, Irwan, Ayub, Jowo, Adi, Ongki, Pesal, serta teman lainnya yang selalu penulis rindukan saat tidak bersama penulis, terima kasih buat semua nasehatnya yang tidak pernah saya lupakan. serta semua teman – teman yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan penulis.
Penulis menyadari masih banyak kelemahan dalam penulisan skripsi ini baik dari isi maupun tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap kiranya isi skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.
Medan, Juli 2014 Penulis,
vi
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Tabel viii
Daftar Gambar ix
Daftar Lampiran x
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Ruang Lingkup 3
1.3 Rumusan Masalah 3
1.4 Batasan Masalah 4
1.5 Tujuan Penelitian 4
1.6 Manfaat Penelitian 4
1.7 Defenisi Operasional 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6
2.1 Metode Mengajar 6
2.2 Media Pembelajaran 14
2.3 Analisis Materi 18
2.4 Penelitian yang Relevan 21
2.5 Kerangka Berfikir dan Penyajian Hipotesis 22
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 23
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 23
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 23
3.3 Variabel Penelitian 23
3.4 Rancangan Penelitian 23
3.5 Instrument Penelitian 25
3.6 Teknik Pengumpulan Data 27
3.7 Teknik Analisis Data 31
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 36
4.1 Hasil Penelitian 36
4.1.1 Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian 36
4.1.2 Hasil Uji Persyaratan Analisi 37
4.1.3 Peningkatan Hasil Belajar Siswa dan Uji Hipotesis 39
vii
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 44
5.1 Kesimpulan 44
5.2 Saran 45
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1. Skema Alur Penelitian 35
Gambar 4.1. Bentuk Interaksi Faktor Metode Mengajar (Faktor A) dan Bentuk tes (Faktor B) terhadap peningkatan hasil
[image:8.595.78.526.121.654.2]x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Instrumen Kuesioner Untuk Menjaring Data Pribadi
Siswa 48
Lampiran 2 Silabus 50
Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk Kelas yang menerapkan Kombinasi Perlakuan Metode mengajar Resitasi dan Bentuk tes Pilihan ganda (A2B1) dan Bentuk tes Essay (A2B2)
52
Lampiran 4 Kisi-Kisi Instrumen Tes 66
Lampiran 5 Naskah Soal (Instrumen Tes) yang Digunakan Pada
Ujicoba Instrumen Penelitian 67
Lampiran 6 Kunci Jawaban Instrumen Tes 73
Lampiran 7 Soal Latihan 74
Lampiran 8 Pembahasan Soal Latihan 75
Lampiran 9 Lembar Kegiatan Siswa 77
Lampiran 10 Lembar Jawaban Tugas Siswa 79
Lampiran 11 Perhitungan Validitas Butir Tes yang diujicobakan 84 Lampiran 12 Peerhitungan Tingkat Kesukaran Setiap Butir Tes
yang Valid 87
Lampiran 13 Perhitungan Indeks Daya Beda setiap Butir Tes yang
Valid 89
Lampiran 14 Perhitungan Reliabilitas Tes yang Diujicobakan 91
Lampiran 15 Instrumen Tes Setelah Penelitian 94
Lampiran 16 Data Peningkatan Nilai Hasil Belajar Siswa yang Diberi Kombinasi Perlakuan Metode Mengajara dan Media Pembelajaran
98
xi
Belajar Kimia Siswa yang Diberi Kombinasi Metode Mengajar dan Media Pembelajaran
Lampiran 18 Perhitungan Uji Homogenitas Data Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa yang Diberi Kombinasi Metode Mengajar dan Media Pembelajaran
102
Lampiran 19 Perhitungan Uji Hipotesis Data Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa yang Diberi Kombinasi Metode Mengajar dan Media Pembelajaran
103
Lampiran 20 Pengujian Pengaruh Sederhana Fakktor Metode Mengajar Unutuk Taraf B1 (Media Pembelajaran-Macromedia Flash) serta Pengujian Pengaruh Sederhana Faktor Metode Mengajar Untuk Taraf B2 (Media Pembelajaran-Peta Konsep)
108
Lmapiran 21 Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi Kuadrat (χ 2) 112 Lampiran 22 Tabel Nilai-Nilai R Produk Moment 113 Lampiran 23 Tabel Nilai-Nilai Dalam Distribusi-T (Tabel T) 114 Lampiran 24 Tabel Nilai Kritis Distribusi F (Tabel F) 115 Lampiran 25 Surat Penugasan Dosen Pembimbing Skripsi Dari
Ketua Jurusan 118
Lampiran 26 Surat Izin Penelitian Dari Dekan 119 Lampiran 27 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Dari
Kepala Sekolah 120
[image:10.595.60.534.128.677.2]1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan persoalan yang cukup kompleks, sebab banyak faktor yang mempengaruhinya. Yang di antaranya adalah guru. Guru merupakan komponen pembelajaran yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik sangat tergantung pada metode yang digunakan. Minimnya metode yang digunakan membawa akibat terhadap pesan yang diberikan oleh guru. Namun tidak hanya guru saja, mutu pendidikan di sekolah juga berkaitan langsung dengan sarana dan prasarana, mutu kegiatan, proses belajar mengajar, evaluasi serta mutu manajemen sekolah secara keseluruhan. (Kamsinah,2008).
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pengajaran. Alat untuk mengetahui apakah tujuan pengajaran tercapai disebut evaluasi. Evaluasi yang baik haruslah didasarkan atas tujuan pengajaran yang ditetapkan oleh guru dan benar – benar diusahakan pencapaiannya oleh guru dan siswa. Tujuan pengajaran yang sudah ditetapkan harus diwujudkan dalam pengajaran materi dan metode belajar mengajar serta evaluasi yang merupakan suatu rantai yang tak terpisahkan.
2
Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang sarat dengan konsep mulai dari konsep sederhana hingga konsep yang lebih kompleks. Metode mengajar yang kurang sesuai dengan materi pelajaran, waktu pembelajaran yang terbatas dan kurangnya bimbingan serta latihan yang diberikan oleh guru menyebabkan timbulnya anggapan bagi siswa bahwa kimia merupakan mata pelajaran yang sulit. Untuk itu kecermatan guru dalam memilih metode mengajar yang tepat menjadi salah satu kunci utama kesuksesan proses belajar mengajar kimia dan mematahkan anggapan bahwa kimia itu sulit.
Salah satu metode mengajar yang banyak di aplikasikan dalam pembelajaran kimia adalah metode drill dan resitasi. Metode ini lebih ditujukan agar siswa cepat dan cermat dalam menyelesaikan soal, dan lebih dikaitkan dengan upaya meningkatkan kemampuan untuk cepat ingat dan kegiatan-kegiatan yang bersifat lisan yang memerlukan hafalan. Metode resitasi merupakan metode penugasan ataupun pemberian tugas yang bertujuan agar pengalaman siswa lebih terintegrasi, pengalaman siswa lebih luas, karena dapat mendidik siswa untuk belajar sendiri, mengatur waktu belajar, dan dapat mendidik siswa memahami suatu masalah secara mendalam.
Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Namun, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi hal – hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Media juga meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Sanjaya, 2006).
3
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kusoro Siadi (2009) yang berjudul „Komparasi Hasil Belajar Kimia Antara Siswa yang diberi Metode Drill dan Metode Resitasi”, menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan metode drill lebih tinggi dibandingkan dengan metode resitasi. Kemudian Ismail (2013) yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Ikatan Kimia Dengan Menerapkan Media Pembelajaran Peta Konsep Pada Siswa Kelas X di SMA Negeri I Telaga”, menunjukkan bahwa meningkatkannya hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran peta konsep. Kemudian, Zakiyah (2013) “Efektivitas Pembelajaran Kimia Menggunakan Media Macromedia Flash pada Pokok Bahasan Ikatan Kimia”, menunjukkan meningkatnya hasil belajar siswa. Muratni dkk (2012) “Meningkatkan Hasil Belajar Ikatan Kimia Dengan Menerapkan Strategi Pembelajaran Peta Konsep Pada Siswa Kelas X di SMA Negeri I Telaga” menunjukkan hasil belajar meningkat.
Berdasarkan hal –hal tersebut di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mengajar dan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Kimia Pada Pokok Bahasan Ikatan kimia”.
1.2. Ruang Lingkup
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi ruang lingkup masalah dalam penelitian adalah penggunaan metode mengajar dan media pembelajaran dan hubungannya dengan hasil belajar kimia siswa di SMK.
1.3. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang dan ruang lingkup masalah diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah ada interaksi antara metode mengajar dan media pembelajaran terhadap hasil belajar kimia siswa?
4
1.4. Batasan Masalah
Untuk menjaga agar penelitian ini lebih terarah dan terfokus, maka diperlukan adanya batasan masalah, yaitu :
1. Penelitian ini memvariasikan metode mengajar dan media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode drill (latihan) dan metode resitasi (penugasan), sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah mcromedia flash dan peta konsep
2. Materi pokok yang di ajarkan adalah ikatan kimia.
3. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMK Awal Karya Pembangunan (AKP) Galang.
1.5. Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui apakah ada interaksi antara metode mengajar dan media pembelajaran terhadap hasil belajar kimia siswa.
2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode mengajar terhadap hasil belajar kimia siswa.
3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar kimia siswa.
1.6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 1. Bagi guru
Sebagai bahan pertimbangan dalam memilih metode mengajar dan media pembelajaran yang sesuai dalam proses belajar mengajar
2. Bagi siswa
Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa serta meningkatkan minat belajarnya untuk lebih meningkatkan prestasi belajar.
3. Bagi guru bidang studi lain
5
4. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini akan menambah wawasan, kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan kompetensinya sebagai calon guru
5. Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan serta rujukan dalam melakukan penelitian selanjutnya.
1.7.Definisi Operasional
1. Metode drill merupakan suatu metode atau cara mengajar yang membuat siswa melaksanakan kegiatan–kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
2. Metode resitasi merupakan suatu metode atau cara mengajar dengan memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Siswa dapat mengerjakannya dihalaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, di rumah siswa, atau dimana saja asal tugas tersebut dikerjakan.
3. Macromedia Flash merupakan gabungan konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang akan ditampilkan berupa tiga dimensi, karena dapat menampilkan warna serrta dapat dibuat gerakan yang lebih jelas untuk dilihat siswa sehingga guru dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada pengaruh metode mengajar dan pengaruh media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa.
2. Ada interaksi antara faktor metode mengajar yang dikombinasikan dengan faktor media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa. 3. Penggunaan metode mengajar drill yang dikombinasikan dengan penerapan
media bentuk peta konsep memberikan rataan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang paling tinggi yaitu sebesar 4,37 ± 0,80. Sebaliknya, penggunaan metode mengajar drill yang dikombinasikan dengan penerapan media macromedia flash, memberikan rataan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang paling rendah yaitu sebesar 1,55 ± 0,68.
4. Penggunaan media pembelajaran bentuk peta konsep yang dikombinasikan dengan penerapan metode drill maupun metode resitasi memberikan rataan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang relatif tinggi yaitu berturut-turut sebesar 4,37 ± 0,80 dan 4,01 ± 0,58. Dari segi statistik, tidak ada perbedaan yang signifikan rataan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang menggunakan media pembelajaran bentuk peta konsep, baik untuk pengajaran yang menerapkan metode mengajar drill maupun metode resitasi.
45
5.1. Saran
46
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. 2011. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Arikunto, S. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Djamarah, S.B, Zain A. 2010. Strategi Belajar Mengajar (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Rineka CiptaMuhaimin. A,M. 1993. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung : Triganda Karya
Hermawan, dkk. 2007. Kimia SMK Teknik 1. Bekasi : PT Galaxy Puspa Mega Mulyas. 2010. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
PujiAstuti, Lisa. 2009. Buku Panduan Pendidik Kimia untuk SMK/MAK. Jakarta: Pratama Mitra Aksara.
Purnomo, P. 1996. Strategi Pengajaran. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta(http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasarkpdd_b 12) diakses : 29/01/2013. 12:57
Roestyah,N.K. 1989. Metodologi Pembelajaran. Jakarta : PT. Rineka Cipta. ____________ 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Sagala, S. 2012. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Siadi, K. dkk. 2009. Komparasi Hasil Belajar Kimia Antara Siswa yang Diberi Metode Drill dengan Resitasi. Semarang : Jurusan Kimia FMIPA-UNNES
Silitonga, P.M. 2007. Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian. Medan: FMIPA-Unimed
____________ 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Medan: FMIPA-Unimed
Subiyanto. 1988. Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta
47
Tim Pendidikan Kimia. 2011. Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Kimia. Medan: FMIPA-UNIMED
Yolida, B. 2007. Penerapan Metode Resitasi Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi SMA. Lampung : Jurusan Biologi FMIPA-Universitas Lampung(http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/81071924.pdf) diakses : 26/01//2013. 22:40
ii