• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN ANALISIS WACANA KELUHAN DALAM SURAT PEMBACA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI BULAN APRIL 2011.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN ANALISIS WACANA KELUHAN DALAM SURAT PEMBACA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI BULAN APRIL 2011."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Wacana sebagai dasar dalam pemahaman teks sangat diperlukan oleh masyarakat bahasa dalam komunikasi yang utuh. Para ahli bahasa umumnya

berpendapat sama tentang wacana dalam hal satuan bahasa yang terlengkap (utuh), tetapi dalam hal lain ada perbedaannya. Perbedaannya terletak pada

wacana sebagai unsur gramatikal tertinggi yang direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh dengan amanat lengkap dan dengan koherensi serta kohesi tinggi (Djajasudarma, dalam Sumarlam 2009:134).

Wacana yang utuh harus dipertimbangkan dari segi isi (informasi) yang koheren, sedangkan kekohesifannya dipertimbangkan dari keruntutan unsur pendukung (bentuk). Hal ini sejalan dengan pendapat Sumarlam

(2009:134), bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan (seperti pidato, ceramah, kuliah, khotbah, dan dialog) atau tertulis

(seperti cerpen, novel, buku, surat, dan dokumen tertulis) yang dilihat dari struktur lahirnya (bentuk) bersifat kohesif (saling terkait) dan dari struktur batinnya (makna) bersifat koheren (terpadu).

Penggunaan bahasa digunakan untuk mengungkapkan perasaan, misalnya memaki, memuji, menyeru, dan memberi perintah. Salah satu

(2)

2

tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Berkeluh kesah adalah sifat normal

dan manusiawi yang dimiliki setiap manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:472) kata keluhan memiliki arti ungkapan yang keluar

karena perasaan susah (karena menderita sesuatu yang berat, kesakitan, dan sebagainya).

Wacana keluhan dalam situasi dan kondisi tertentu tergantung pada isi

atau pesan yang disampaikan dapat dilihat sebagai pengejawantahan dari fungsi transaksional bahasa. Wacana keluhan dalam wacana jurnalistik dapat

dimasukkan ke dalam wacana jenis opini.

Bahasa dalam wacana keluhan jika dilihat dari cara penyampaian pesan atau informasi bersifat partikularis. Hal ini dikarenakan tulisan-tulisan

dalam wacana keluhan menggunakan bahasa yang segar yang tidak biasa digunakan kolom-kolom lain dalam surat kabar yang cenderung lebih baku. Wacana keluhan menurut muatan isinya, mewakili pernyataan sikap,

pandangan, dan atau penilaian penulis tentang suatu hal.

Maraknya bisnis jurnalistik secara langsung akan membawa

konsekuensi semakin gigihnya usaha berbagai media massa untuk menarik jumlah pembaca atau pelanggannya. Pihak-pihak yang terlibat dalam usaha penerbitan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas penerbitannya dengan

berbagai upaya. Penciptaan rubrik khusus sebagai salah satu usaha para redaktur untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik penerbitan tersebut.

(3)

3

penggemarnya.

Kolom surat pembaca sebagai kolom andalan yang menjadikan media ini memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Kenyataannya memang

banyak orang yang menyampaikan keluhan terhadap suatu hal melalui kolom ini. Melalui kolom ini, para penulis dapat mengungkapkan keluhan yang sedang dirasakan.

B. Rumusan Masalah

Ada dua masalah yang perlu dibahas dalam penelitian ini.

a. Bagaimana tindak tutur yang terdapat pada wacana keluhan dalam surat pembaca harian Suara Merdeka edisi bulan April 2011?

b. Apa konteks yang mempengaruhi penggunaan bahasa pada wacana keluhan dalam surat pembaca harian Suara Merdeka edisi bulan April 2011?

C. Tujuan Penelitian

Ada dua tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.

a. Mendeskripsikan tindak tutur yang terdapat pada wacana keluhan dalam surat pembaca harian Suara Merdeka edisi bulan April 2011.

(4)

4

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat, baik teoritis maupun praktis.

1. Manfaat teoretis

a. Dapat mengetahui bagaimana tindak tutur yang terdapat pada wacana keluhan dalam surat pembaca harian Suara Merdeka edisi

bulan April 2011.

b. Dapat mengetahui apa konteks yang mempengaruhi penggunaan

bahasa pada wacana keluhan dalam surat pembaca harian Suara

Merdeka edisi bulan April 2011.

2. Manfaat praktis

a. Dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai tindak tutur dan konteks wacana.

b. Dapat digunakan sebagai acuan bahan ajar saat mengajarkan pokok

bahasan mengenai tindak tutur dan konteks wacana.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode pada wacana iklan di harian Suara Merdeka Edisi September-Oktober 2014 meliputi campur kode berupa bentuk kata yaitu kata

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode pada wacana iklan di harian Suara Merdeka Edisi September-Oktober 2014 meliputi campur kode berupa bentuk kata yaitu kata

Disebabkan tanda verbal dan tanda visual merupakan hal yang intensif untuk digunakan dalam iklan maka penulis meneliti iklan-iklan di harian Suara Merdeka edisi September

2.92 Kesimpulan Berbagai Jenis Informasi dalam Pikiran Pembaca 205 BAB III MAKSUD YANG TERKANDUNG DALAM WACANA PIKIRAN PEMBACA PADA SURAT KABAR HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI

Ada dua tujuan dalam penelitian ini (1) Penanda kohesi apa saja yang terdapat dalam wacana tajuk rencana harian Kompas edisi bulan April 2018; (2) Penanda koherensi apa saja

Faktor penyebab campur kode pada wacana iklan di harian Suara Merdeka edisi September-Oktober 2014 yakni disebabkan oleh sikap penulis, topik yang digunakan

Sesuai dengan judulnya, makalah ini akan membahas implikatur wacana Semarangan yang terdapat dalam harian Suara Merdeka (khususnya yang terbit pada bulan Juli 2010)

1 April 2023 http://Aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara E-ISSN:2597-6095 Implikatur pada Wacana Argumentatif dalam Surat Pembaca Harian Kompas.Com Edisi Agustus– September 2021