KEDUDUKAN WALI NIKAH DALAM PERKAWINAN MELALUI MEDIA VIDEOTELECONFERENCE DENGAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN.
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian ini terdarap dua masalah yaitu Bagaimana status praktik perkawinan poliandri menurut Undang-Undangan Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, Bagaimana kedudukan
Suatu perkawinan adalah sah bila mana dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Disamping itu tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan
TINJAUAN HUKUM ATAS PERKAWINAN BEDA AGAMA (ISLAM DAN KRISTEN) DIKAITKAN DENGAN UNDANG–UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN JUNCTO UNDANG–UNDANG NOMOR 39. TAHUN 1999
Perkawinan batal demi hukum apabila dilakukan sebagimana tersebut dalam pasal 70 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yaitu (1) suami melakukan
1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, tidak dijelaskan secara jelas status hukum pernikahan tersebut, tetapi secara tersirat menyebutkan bahwa perkawinan tersebut sah dilakukan
Akibat hukum perkawinan antar agama menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1974 dan. kompilasi Hukum Islam, Program dan strategi untuk pencegah
Permasalahan dalam tesis ini adalah aturan hukum antara Hukum Kanonik Katolik dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai pembatalan perkawinan dan akibat
1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, tidak dijelaskan secara jelas status hukum pernikahan tersebut, tetapi secara tersirat menyebutkan bahwa perkawinan tersebut sah dilakukan