Oka Saraswati AP;
Salain, IP;
V o lu m e ( 5 ) N o m o r (1 ) E d is i Ja n u a ri 2 0 1 7 Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan
Kritik Perencanaan dan Arsitektur
Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur Teknik-Universitas Udayana yang terbit
dalamsetahun.www.ojs.unud.ac.id
Oka Saraswati, AAA; WidyaParamadhyaksa, IN AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM
Salain, IP;Sueca, NP; Suartika, GAM;Susanta, IN; Suryada, IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB;
Muktiwibowo, A
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASdan Desain Riset Perkotaan dan Lingkungan Binaan Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
rsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas Universitas Udayana yang terbit dua kali www.ojs.unud.ac.id
WidyaParamadhyaksa, IN; Syamsul, Swanendri, NM; Rumawan Susanta, IN; Suryada, Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A.
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANAe-Jurnal Arsitektur
e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata d
desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan
Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsi
perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk
JA UNUD mempublikasikan stud
dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:
1. Arsitektural dan Desain Riset:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi d
arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll.
merupakan hasil studi/skrips 2. Studi Perkotaan dan Lingkungan
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah p
perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur, dll.
3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil pengamatan terhadap studi kasus.
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia
+62 361 703384
[email protected] @ www.ojs.unud.ac.id; www.ar.unud.ac.id
Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.
Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior, perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turut berkontribusi.
JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro, dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:
Arsitektural dan Desain Riset:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll.
merupakan hasil studi/skripsi/tugas akhir mahasiswa arsitektur.
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah p
perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur, Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil pengamatan terhadap studi kasus.
Bali, Indonesia [email protected]
www.ar.unud.ac.id
) Universitas Udayana
Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA unia kerja dalam bidang arsitektur dan
Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka tektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior, perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi
i riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro, dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:
an desain berkelanjutan, komputer arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll.Artikel biasanya
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan, perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur,
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil
Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
Penanggung Jawab Anak Agung Ayu Oka Saraswati Pengarah I Nyoman Widya Paramadhyaksa
Ketua Syamsul Alam Paturusi Sekretaris I Wayan Yuda Manik
Bendahara Ni Made Swanendri Penyunting dan Reviewer I Putu Rumawan Salain Ngakan Putu Sueca Gusti Ayu Made Suartika I Nyoman Susanta I Gusti Agung Bagus Suryada Tim Validasi I Ketut Mudra Ngakan Putu Sueca Syamsul Alam Paturusi I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Penerbit I Made Widja Ngakan Putu Sueca I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Desainer Cover Antonius Karel Muktiwibowo
Arsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.
Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017 ISSN No. 9 772338 505776
Hak Cipta 2017 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana
Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur UNUD untuk mereproduksi, mendistribusikan, dan mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada website OJS Universitas Udayana www.ojs.unud.ac.id
Pandangan, pendapat, dan hasil penelitian merupakan tanggung jawab kontributor. Gambar dan diagram disediakan oleh kontributor.
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD
Tata tulis naskah:
1. Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A-4, spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45 cm. Font yang digunakan adalah Arial 11pt.
3. Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.
4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah-tengah kertas.
Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis sebagai referensi).
5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan alamat email di bawah institusi.
6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci (keyword) diletakkan setelah abstrak
7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt, spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital
8. Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.
9. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi diletakkan sebelum daftar pustaka
10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak miring.
Keterangan umum:
1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan soft copy dalam program pengolahan kata MS Word atau format teks/ASCII.
2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.
3. Redaksi berhak menolak atau mengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis naskah untuk ditanggapi.
Editorial
Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3, ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di Indonesia.Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e-jurnal.
Sosialisasi e-jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang mudah.Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas, menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewer dan validator) dan badan pelaksanaannya.Selain itu, dukungan kebijakan, sumberdaya dan pengalokasiannya.Belum lagi mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal volume 5 nomor 1 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan batas waktu yang sangat terbatas mewarnai volume kelima ini.Ini menjadi masalah tersendiri, menransformasi Tugas Akhir arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam format jurnal ilmiah, bukan hal mudah.Namun ini adalah pilihan satu-satunya dalam keadaan keterbatasan waktu.
Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester.Sehingga diharapkan diperoleh keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan.Dalam kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e-jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 5 nomor 1 ini.
Redaktur
Daftar Isi
Halaman
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... i
Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... ii
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD ... iii
Editorial ... iv
Daftar Isi ... v
1. Museum Seni Karikatur dan Patung di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Tri Mandala.
(I Putu Eka Masvianto, I Ketut Muliawan Salain, I Wayan Wiryawan) ... 1-4 2. Gelanggang Olahraga Baseball di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular.
(I Gusti Ngurah Krisma Dewa, I Made Adhika, I Gusti Bagus Budjana) ... 5-8 3. Klinik Rehabilitasi Medik di Badung, Bali. Transformasi Konsep Sirkulasi dalam Rancangan
Denah.
(Putu Shanti Apsari Prehastuti, Widiastuti, I Nyoman Surata) ... 9-12 4. Pelatihan Seni Tari Tradisional Bali di Gianyar, Bali
(Cok Istri Agung Prama Dewi, I Wayan Gomudha, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 13-16 5. Akademi Perfilman, Televisi dan Animasi di Denpasar. Penerapan Tema Arsitektur Post-Modern
dalam Tampilan Bangunan.
(Gamaliel Sangga Buana, Syamsul Alam Paturusi, I Ketut Muliawan Salain) ... 17-20 6. Hostel di Seririt, Bali. Penerapan Konsep Perancangan Tampilan Bangunan.
(Rizky Ramadhan, I Made Suarya, I Nyoman Susanta) ... 21-24 7. Pusat Desain Arsitektur dan Interior di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Tampilan Bangunan.
(I Nyoman Adi Arimbawa, Ngakan Putu Sueca, Ni Made Swanendri) ... 25-28 8. Klungkung Fine Art Space, Bali. Penerapan Tema Gravity in Art Object.
(I Wayan Sabath Sukma Miarna, I Wayan Gomudha, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ... 29-32 9. Restoran dan Bar Klub Motor Klasik di Badung, Bali. Penerapan Tema Sustainable Architecture
in Rustic Style.
(Ni Nengah Widnyana Shantyasri Putri, A. A. Ayu Oka Saraswati, Tjok Oka A. A. Sukawati) ... 33-36 10. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Bali di Denpasar
(Ahmad Elbi Alfarisi Muzakir, I Wayan Gomudha, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ... 37-40 11. Automotive Shop di Denpasar, Bali. Konsep Sirkulasi Kendaraan.
(Gede Igam Asia Candira, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, Ida Bagus Gde Primayatna) ... 41-44 12. Pusat Pelatihan Selam di Tulamben, Bali. Konsep Eco Architecture pada Rancangan Bangunan.
(Fandy Mahindra, I Nyoman Surata, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 45-48 13. Penataan Kawasan Air Terjun Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng. Penerapan Tema
Neo-Vernacularism terhadap Tampilan Bangunan.
(Komang Gede Agus Satria, Nengah Keddy Setiada, I Nyoman Surata)... 49-52 14. Pusat Rehabilitasi Narkoba dengan Metode Therapeutic Community di Denpasar, Bali
(Nyoman Febriadi Megananda, Ida Ayu Armeli, I Wayan Yuda Manik) ... 53-56 15. Outbound di Desa Muncan Karangasem. Penerapan Tema Dinamis pada Perancangan.
(Dewa Gede Gita Gotama, I Nengah Lanus, I Gusti Bagus Budjana) ... 57-60 16. Sekolah Alam Masyarakat Kurang Mampu di Abang Karangasem, Bali. Penerapan Konsep Tri
Hita Karana pada Tampilan Bangunan.
(Putu Gitta Wisnu Suryana, I Made Adhika, I Nyoman Sudiarta) ... 61-64 17. Redesain Terminal Barang Cargo di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep pada Desain Bangunan.
(Anak Agung Rai Pucangan, Tjok Oka Ardhana Sukawati, Ida Bagus Ngurah Bupala)... 65-68
18. Sekolah Anak Autis di Tabanan, Bali.
(A.A Aris Santanu Puriasa, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, Evert Edward Moniaga)...69-74 19. Fasilitas Workout Plaza di Kabupaten Badung, Bali
(I Gusti Bagus Wahyu Adnyana, I Wayan Kastawan, Ni Made Swanendri) ...75-78 20. Galeri Lukisan Wayang Kamasan di Klungkung. Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada
Rancangan Desain Bangunan Galeri.
(Cokorda Agung Aristya Pranatha, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Putu Sugiantara) ...79-84 21. Pusat Pelatihan Mixed Martial Arts di Badung, Bali. Penerapan Tema “Champion Spirit” dalam
Perancangan.
(Bambang Gde Grady Indura, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, Tri Anggraini Prajnawrdhi) ...85-88 22. Redesain UPT Puskesmas Kintamani I di Bali. Penerapan Tema Kehangatan dalam Rancangan.
(I Made Agus Suardi Putra, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Sudiarta) ...89-92 23. Pusat Perbelanjaan Batu Permata di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Kontemporer.
(Agus Komang Januadi Putra ND, Ida Ayu Armeli, I Ketut Muliawan Salain) ...93-98 24. Resort Bernuansa Budaya Pertanian di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Eco Architecture pada
Unit Hunian Resort.
(Putu Indra Setiawan, I Ketut Mudra, I Gusti Agung Bagus Suryada) ...99-102 25. Pengembangan Kawasan Pesinggahan, Goa Lawah-Klungkung, Bali. Pemanfaatan Tata Guna
Lahan.
(Putu Prasada Dhanwantara, I Dewa G.A. Diasana Putra, Anak Agung Gde Djaja Bharuna) ... 103-108 26. Sport Center di Kabupaten Badung, Bali. Konsep Penggunaan Sun Pipe pada Rancangan
Bangunan.
(Dimi Elkana, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, I Gusti Bagus Budjana) ... 109-112 27. Rumah Sehat Ibu dan Anak di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam
dan Ruang Luar pada Bangunan. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam dan Ruang Luar pada Bangunan.
(Gede Yudha Prasepta, Ni Ketut Agusintadewi, I Putu Sugiantara) ... 113-116 28. Pusat Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini Terpadu di Denpasar, Bali. Penerapan Tema
Playscape.
(Ryan Rachmawati, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Evert Edward Moniaga) ... 117-120 29. Penerapan Tema “Industrial” pada Industri dan Pelatihan Pembuatan Keramik Tableware di
Kabupaten Badung
(Ni Kadek Sari Murti, I Made Suarya, I Gusti Agung Bagus Suryada) ... 121-124 30. Agrowisata Ternak Sapi Bali di Kabupaten Badung, Bali. Penerapan Tema Fun and
EcologyDesign pada Tampilan Bangunan.
(I Putu Andi Irawan, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Nengah Lanus) ... 125-128 31. Rumah Pintar di Klungkung, Bali. Penerapan Tema dan Konsep Rancangan.
(I Made Abdi Suhendra, Ni Ketut Ayu Siwalatri, Evert Edward Moniaga) ... 129-132 32. Natural Spa & Yoga Center di Badung, Bali. Penerapan Tema Harmony with Nature pada Ruang
Luar.
(A.A. Angga WIcaksana, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 133-136 33. Pasraman Hindu di Buleleng, Bali. Penerapan Zoning, Tampilan Eksterior dan Interior pada
Perancangan Bangunan.
(Kadek Ajas Setiadika, Ngakan Putu Sueca, I Nyoman Susanta) ... 137-140 34. Denpasar Tourismn and Cultural Information Center di Bali. Penerapan Tema Perancangan pada
Desain Bangunan.
(I Gede Wiryasuta, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Wayan Kastawan) ... 141-146 35. Pusat Upakara di Badung, Bali. Penerapan Zoning, Tampilan Eksterior dan Interior pada
Perancangan Bangunan.
(I Made Prasetya Widiasra, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Susanta) ... 147-150 36. Martial Arts Community Center di Klungkung, Bali
(I Kadek Putra Ariwibawa, Gusti Ayu Made Suartika, Ida Bagus Gde Primayatna)... 151-154
37. Perancangan Fasilitas Rest Area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk, Bali. Penerapan Tema pada Konsep Perancangan Bangunan.
(I Wayan Candra WIbawa, I Wayan Kastawan, I Nyoman Susanta) ... 155-158 38. SLB Golongan A di Jimbaran, Bali. Penerapan Tema Arsitektur Tropis.
(Nuril Haqi Paramitha, Ni Ketut Agusintadewi, Evert Edward Moniaga) ... 159-162 39. Penataan Daya Tarik Wisata Alam Di Desa Sambangan Singaraja, Bali. Perancangan dan
Pemanfaatan Tata Guna Lahan.
(Kadek Arta Adnyana, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Anak Agung Gde Djaja Bharuna) ... 163-168 40. Sport Hall di Badung, Bali. Penerapan Konsep Perancangan pada Desain Bangunan.
(Ni Made Lusi Karolina, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Nengah Lanus) ... 169-174 41. Sasana Seni Ukir di Bangli, Bali. Penerapan Tema Neo Vernakular dalam Rancangan.
(I Dewa Gede Darma Putra, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Gde Primayatna) ... 175-180 42. Karakteristik Desain Pondok Pesantren Putri di Jembrana, Bali.
(Nona Maulida Maharani, Syamsul Alam Paturusi, I Nyoman Susanta) ... 181-184
KomangGedeAgusSatria(0919251039)1), NengahKeddySetiada2), dan I NyomanSurata3)–PenataanKawasan Air Terjun-
PENATAAN KAWASAN AIR TERJUN DESA SEKUMPUL, KECAMATAN SAWAN, BULELENG PenerapanTemaNeo-VernacularismTerhadapTampilanBangunan
KomangGedeAgus Satria1), NengahKeddy Setiada2), dan I NyomanSurata3)
1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]
2)JurusanArsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]
3)JurusanArsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]
ABSTRACT
Waterfall village ofSekumpul is one of the waterfall is located in the village of Sekumpul, District of SawanBu- leleng Regency. Waterfall is very difference from other waterfalls in Buleleng Regency, which still remain very natural and also has seven waterfalls that line the cliffs - climbing hills in the Sekumpul village. This wa- terfall introduced since 2012 by the local comunity there, the height of the tourists who visit the tourism object since 2015 as well as foreign tourists and local tourists. To increase the tourist number and the comfortable felling of tourists who visited this waterfall, that needs to be develop further with the additional of support fa- cilities, such as restaurants, parking area, a resting place, trails, and other support buildings with environ- mentally friendly design. Material that will be in use in the building such as, bamboo materials, wood, alang - alang and materials that do not contain chemicals.To slightly change the contour and cutting of trees on the site the future building must be suitable with contours that exist on the site and avoid the existing trees. For pavement on pedestrian and parking also use materials paving blocks for faster absorption of rainwater whichdoes not cause flooding.
Keywords: Sekumpul Waterfall, Neo-Vernacularism ABSTRAK
Air terjun Desa Sekumpul merupakan salah satu air terjun yang terletak di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Air terjun ini sangat berbeda dengan air terjun lainnya yang ada di Buleleng, yaitu masi sangat alami dan juga memiliki tujuh air terjun yang berjejer di tebing – tebing perbukitan Desa Sekumpul. Air terjun Desa Sekumpul diperkenalkan sejak tahun 2012 oleh masarakat Desa tersebut, ramainya para wisatawan yang berkunjung keobjek wisata inisejak tahu 2015 baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Untuk meningkatkan kunjungan dan kenyamanan parwisatawanyang berkunjung ke air terjun ini, maka dari itu perlu dikembangkan lagi dengan penambahan fasilitas penunjang, seperti restauran, parkir yang memadain, tempat beristirahat, jalan setapak, dan bangunan penunjang lainya, tentunya dengan desain yang ramah lingkungan. Material yang akan di pergunakan dalam bangunan di ataranya, material bambu,kayu, alang – alang dan material yang tidak mengandung bahan kimia. Agar sedikit merubah kontur dan penebangan pohon pada site maka dari itu pola masa bangunan menyusaikan dengan kontur yang ada pada site dan menghidari pohon yang sudah ada. Untuk perkerasan pada pedestrian dan juga parkir menggunaan bahan paving blok untuk lebih cepat penyerapan air hujan dan tidak menimbulkan banjir.
Kata Kunci: Air TerjunSekumpul, Neo-Vernacularism
PENDAHULUAN
Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata internasional yang sangat terkenal di dunia. Sektor kepariwisataan telah menjadi motor penggerak perekonomian dan pembangunan di Bali sejak tahun 1970- an. Oleh karena itu kepariwisataan merupakan bagian yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan di Bali.KhususKabupatenBuleleng, memilkipotensiwisata yang tinggi. Namunsayang, kawasanobjekwisataitubelumterlaludikenal.Selainwisatapantai, Bulelengjuga- memilikiwisatapegunungan yang identikdengan air terjun, air terjun yang sudah popular terdapat di Bulelen- gyaitu air terjunGitgit. Dan jugaterdapatbeberapa air terjun yang tidakkalahbagusdari air terjunGitgitadalah
air terjunsekumpul. Air terjuniniterletak di DesaSekumpul, KecamatanSawanKabupatenBuleleng, berajarak- sekitar 76 km dari Kota Denpasar, dan 20 km dari Kota Singaraja. Tepatnyaterletakdi antaraperbatasanDe- saLemukuh, DesaSekumpuldanDesaSudaji. Air terjunsekumpuldibukaataudiperkenalkankepadapubliksejak- tahun 2004 olehmasayarakatsekumpul.Ramainyawisatawanlokalmaupunwisatawanasing yang mengunjungi air terjuninisejaktahun 2012.Wisatawan lokalbiasanyaramaipadahariliburandanuntukwisatawanasingbiasa- nyaramaisaatakhirtahun.
Tetapiuntukmeningkatkankunjunganparawisatawanke Air TerjunSekumpuliniperludikembangkanlagi. Hal-hal yang perluditatakembalipadakawasan air terjuniniadalah, parkir yang belummemadai, selamainiparawisata- wan yang berkunjungke air terjunsekumpulhanyabisaparkir di area halamanrumahpenduduk .Makadariituperlunyadibuatkan area parker khusus yang dikelolaolehpengelola air terjun.Danjugaperlunya di sediakanpasilitas – pasilitaspendukungseperti restaurant, tempatberistirahat di sepanjangjalanmenuju air ter- jundanjugaartshop.
PENERAPAN TEMA TERHADAP TAMPILAN BANGUNAN
Tema merupakansebagaisuatupolaataugagasanspesifik yang berulangdiseluruhdesainsuatu- proyek.Temadapatmenjadisempitdalampengulangan, bagaikansuatutemageometrispesifik yang muncul di seluruhproyekatauiadapatmenjadilebihumum. Temamencakuppembahasanwacana yang berkaitandengan- bentukataugeometri, teknologi, lingkunganbudaya, perilakudankon- teks.Dengandemikiantemadapatdiwujudkansebagaibentukatauekspresifisikataudalamwujud non fisikberu- paekspresiperilakupenggunaarsitektur.Tema yang digunakandalammerancangpenatankawasa air
terjunDesaSekumpuliniadalahKembalikeAlam(Back To Na-
ture)denganpendekatangaya/stylesalahsatudarialiranPost ModernyaituNeo- Vernacularism.Penerapankeselarasanantaraarsitekturlokaldenganfungsirekreasialaminisepertipenggunaan material lokalsepertikayu, bamboo, batualam, danmengaplikasikanornamen Bali yang lebihkeki- nian.Perencanaandanperancanganbangunanharusmeminimalkanpengunaanbahanbakaratauenergilistrikdan memaksimalkanuntuk energy alamdisekitarbangunan, meminimalkanperusakanterhadap site (cut and fill), menerapkannilai-nilaidankonseparsitektur Bali padabangunansecarafisikmaupun non fisik.
KONSEP STRUKTUR BANGUNAN
Padapenatankawasan air terjunDesaSekumpul, material padabagiansub struktur, super strukturdan upper strukmenggunakan material lokaldanalam yang terdapat di daerahdesasekumpulterse- but,mengusahakansedikitmenggunakanbahankimiadan yang biasmerusakalam. Padabagianpondasimeng- gunakanpondasibatu kali, padabagiantiangpenyanggadandindingmenggunakanbatubatadanjugabambu, pa-
dabagianatapdanrangkaatapmengunakanbambu yang terdapat di
daerahDesaSekumpultersebut.denganpengunaan material tersebutdiharapkansangatsedikitmerusakalam- danjugadarisegitampilanbangunan bias menyatudenganalam.
Gambar1.KonsepStrukturBangunan
2012 patenBuleleng 2015
2012 Supper strukturmenggu- nakanbambu diameter 15 cm
Sub strukturmengguna- kanbatu kali
upersturktumenggunakan- bambu diameter 8 cm
KomangGedeAgusSatria(0919251039)1), NengahKeddySetiada2), dan I NyomanSurata3)–PenataanKawasan Air Terjun-
KONSEP TAMPILAN BANGUNAN
Dari segitampilanbangunanluar, kebanyakantampilanbangunberben- tukpersegidelapandenganpenerapantemaKembalikeAlam(Back To Nature)denganpendekatangaya/stylesalahsatudarialiranPost Moder- nyaituNeo-Vernacularism. Karenabangunaninimemrupakanbangu- nan yang bersifatumummakadariitusetiapbangun di desainterbuka
agar terkesan-
luas,pencahayaanmaupunpengahawaansirkulasinyabagus.Menggun akanjugakonsepatstakosalakosaliyaitukonseptrianggapadabanguna- nyaitupembagianbangunanmenjaditigabagiankepala, badandan ka- ki.Beberapabagiaatap yang terdapat plat beton di tanamitanama- nrambat agar lebihmenyatudenganalamsekitarnya, untukpolamasabangunanyaitupolamasamenyebartujuanyauntuk- menghindaripenebangnpohon yang sudahadadanmemberikansirku- lasi yang bagusuntuk
parapengunjung. Padabagianatapbangunanmengambilmorfologibangunanwantilandengan- bangunanbentanglebarpembagianatapmenjadiduabagianyaitubertumpangutukmembagiatap agar tidakterla- lutinggi.
KONSEP PEDESTRIAN
Jalanmenuju air terjunterbagimenjadiduajalanyaitujalnunukpekjalan kaki danjugajalanuntukkenda- raan.Jalanuntukpejalan kaki berukuranlebihkecildaripadajalankendaraanhanyadibuatdua meter sajadengan- bahan material yang digunakanadalahmengunakancorbeton yang dibentuksepertibatupilah, karenalokasita- pakmerupakan area yang bertrasismakapadabagiantanggapadasisijalannyadibuatkanrealingdanjuga ramp unukpenderitadifabel. Dan padajarakkuranglebih 250 m dibuatkantempatberistrihatberupa gazebo danjuga temp, padabagianjalankedaraanmaterialyangdigunakanadalah material aspal, yang padasisikirikananterda- patsaluran air berupa got, padasisiatas got di tutupdigunakanuntukterotoar, padasisisterotoarbahanmengu- nakan paving, untuktaamanpenujkarahpadabagianjalankedaraan di tanamsetiapjarak10 meter megunakan- tanamanpalem, danjugaterdapalampupeneranganjalanyaitulampumerkuri.
Gambar4.TampilanBangunanLobby
2012 patenBuleleng 2015
2012 Gambar2.TampilanBangunan
Zona 1
2012 patenBuleleng 2015
2012
Struktur bambu
Lantai semen poles Atap menggunakan
atap sirap bambu
Gambar 3.TampilanWantilan
2012 patenBuleleng 2015
2012
SIMPULAN
Dari penjelasan di atasmengenaiPentanKawasan Air TerjunDesaSekumpulmakadapatditarikKesimpulanyaitu : (1) Kawasan Air terjundesasekumpulinimerupakansalahsatuwisataalam yang terdapat di KabupatenBul e- leng, yang masisangatperlu di kembangkankarenakurangnyafasilitas yang memadai, denganditatanyakem- bali air terjuninidiharapkan bias menambahpendapatandaridesasekumpulkususnyadanmeningkatkankunjun- ganwisatawan yang dating KeBulelngpadaUmumnya (2) Temaperancangan yang di gunakanpadaPentaanKawasan Air TerjunDesaSekumpuliniadalahKembalikeAlam(Back To Na- ture)denganpendekatangaya/stylesalahsatudarialiranPost ModernyaituNeo-Vernacularism.(3)Materilan yang di gunakandarisetiapbangunan yang di rancangmenggunakan material alamidan material lokal, agar tidakl e- pasdaritema yang di gunakandanjugapemanfaatan material yang ada di sekitartapak.
SARAN
Berikutinimerupakan saran yang di jadikanpertimbanganuntukperancanganPenataanKawasan Air TerjunDe- saSekumpul.Pertimbangandarimenatakembalidari Air Terjuniniadalahuntukpemanfaatanobyekwisataalam di KabupateBulelengdanmeningkatkankunjunganwisatawandanjugameningkatkanpendapatanbagimasyarakat di DesaSekumpultersebut.Dengandesainbangunan yang alamidanpemanfaatan material alamibertujuanun- tukmeningkatkankenyamanansehinggadapatlebihmenarikwisatawanberkunjung.
DAFTAR PUSTAKA
AkademiPariwisata Denpasar;1994,halaman 14, IndustriPariwisata
BadanPusatStatistikKabupatenBuleleng; 2015.Buleleng dalamAngkaTahun 2015 Perda No 2 Tahun2012 ; Prov. Bali. Pemahamantentangobjekwisata
Neufert, Ernst. 1996.DataArsitekEdisi 33 Jilid 1, Erlangga:Jakarta
Pribadi, 2015, Pengertian air terjunhttps://id.wikipedia.org/wiki/Air_terjun Diakses 27 Oktober 2015 Gambar5.Denah Pedestrian JalanSetapak-
danJalanKendaraan 2012 patenBuleleng 2015
2012