29 BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
1 Pendekatan Penelitia
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif Bogdan dan Taylor mendifinisikan penelitian kualitatif sebgai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati (Lexy J Moeloeng, 2002:9). Artinya penelitian yang dilakukan guna menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata ,lisan, guru- guru dan peserta didik mengenai program kegiatan ekstrakurikuler BTQ.
2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi kasus. Studi kasus merupakan bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia di dalamnya (Robert K.
Yin,2015: 25)
Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan kepada pembaca untuk mendeskripsikan data yang sebenar-benarnya mengenai Pelaksanaan kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an. Dengan kata lain peneliti berusaha untuk melakukan pencarian data sedalam-dalamnya.
B. Tempat Penelitian
Penelitian ini bertepat di SMP Muhammadiyah 8 Batu yang terletak di JL. Welirang,Sisir,Kec, Batu, Kota Batu No. 17,Telp. 0341591 693 Malang, Jawa Timur 65313.
Adapun alasan peneliti mengambil penelitian di sekolah ini sebagai lokasi penelitian adalah:
1. Peneliti tertarik dengan budaya ke Islaman di SMP Muhammadiyah 8 Batu.
2. Peneliti tertarik karna program ekstrakurikulernya BTQ dilakukan pada jam 6 pagi
C. Informan Penelitian
Informan Penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Sedangkan menurut Sugiyono informan yaitu narasumber, partisipan, teman, dan guru dalam penelitian.
Kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa informan penelitian adalah narasumber atau orang yang di dalamnya dapat memberikan sebuah informasi tentang kondisi objek penelitian. Sedangkan informan dalam penelitian ini adalah :
1. Kepala Sekolah, karena kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi di SMP Muhammadiyah 8 Batu. Sedangkan data yang ingin diperoleh peneliti dari kepala sekolah yaitu untuk mengetahui tentang sejarah sekolah, jumlah guru BTQ, serta sarana dan prasarana sekolah.
2. Guru, merupakan tokoh utama dalam pembelajaran di dalam kelas yang telah mengetahui tentang pembelajaran dikelas sekaligus guru juga disebut sebagai orang tua yang kedua ketika di lingkungan SMP Muhammadiyah 8 Batu. Sedangkan data yang ingin diperoleh peneliti dari guru tersebut adalah
pelaksanaan pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an dan kendala apa saja yang dialami oleh para Guru ketika menggunakan Metode Qiraati dalam pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an tersebut.
3. Siswa, sebagai peserta didik terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui respon dari proses pembelajaran karena siswa akan mendapatkan dampak dari hasil pembelajaran tersebut, yaitu berdampak baik ataupun sangat lambat dalam mencerna dan memahami penjelasan para guru-guru . Dan juga untuk mengetahui pengalaman siswa ketika di kelas sedang mengikuti proses pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an melalui bacaan yang diterapkan oleh Guru dan serta kendala ap saja yang dialami oleh siswa ketika sedang melakukan proses pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an.
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang benar dan akurat dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan beberapa teknik yang antara lain:
a. Observasi
Metode observasi adalah metode pengambilan data melalui pengamatan langsung pada obyek penelitian. Peneliti menggunakan observasi partisipatif, observasi partisipatif ialah peneliti merupakan bagian dan kelompok yang ditelitinya (Nasution,2012:107)
Metode observasi adalah metode pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik
dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu ( Zainal,2013:136)
Kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendapat di atas yang dimaksud dengan metode observasi adalah suatu metode yang digunakan dalam proses mengamati, dan mencermati perilaku manusia untuk tujuan tertentu yang ingin diperoleh.
Oleh karena itu, peneliti akan melakukan observasi kepada : a. Kepala Sekolah
Dilakukan observasi tersebut karena Kepala Sekolah sebagai pemimpin tertinggi di SMP Muhammadiyah 8 Batu. Sedangkan data yang ingin diperoleh adalah respon Kepala Sekolah tentang pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an.
b. Guru
Dilakukan observasi tersebut karena Guru sebagai pengajar tunggal yang dianggap lebih mengetahui bagaimana pelaksanaan dan kondisi pada saat proses pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an berlangsung.
Sedangkan data yang ingin diperoleh adalah berkenaan dengan materi yang disampaikan, fasilitas yang tersedia serta pelaksanaan pembelajaran dan kendala apa saja yang terjadi ketika proses pembelajaran Al-Qur’an tersebut berlangsung.
c. Siswa
Dilakukan observasi tersebut karena siswa yang sedang mengikuti pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an, dan siswa juga yang mengetahui
secara langsung tentang sistem mengajar dari para guru-guru.
Sedangkan data yang dibutuhkan adalah fasilitas yang digunakan para Guru-guru BTQ ketika memberikan materinya dan respon para siswa terhadap fasilitas yang digunakan oleh para guru-guru.
b. Wawancara (Interview)
Metode wawancara menurut istilah adalah sebuah kegiatan berdialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara interviewer (Rully Indrawan,2014:136) Sedangkan metode wawancara menurut istilah yang diambil dari pendapat Muri Yusuf adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara (interviewer) dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai (interviewer) melalui komunikasi langsung (Muri Yusuf,2013:372)
Kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode wawancara adalah suatu proses pertemuan dua orang atau lebih untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab yang dilakukan seseorang baik secara langsung yaitu dengan tatap muka ataupun bisa dilakukan dengan menggunakan media secara terstruktur dan sistematis.
Oleh karena itu, peneliti akan melakukan wawancara kepada :
a. Kepala Sekolah, karena kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi di SMP Muhammadiyah 8 Batu. Sedangkan data yang ingin diperoleh peneliti adalah respon Kepala Sekolah tentang hasil pembelajaran BTQ.
b. Guru, karena Guru-gru merupakan orang yang langsung ikut serta dalam proses pembelajaran BTQ dan mengetahui tentang kualitas membaca siswa dengan menggunakan metode Qiraati. Sedangkan data yang ingin diperoleh dari para guru adalah fasilitas dan evaluasi apa saja yang digunakan pada saat pembelajaran Al-Qur’an tersebut berlangsung, dan faktor penghambat yang mempengaruhi penggunaan bacaan pembelajaran selama pelajaran berlangsung, serta respon siswa terhadap para guru guru mengenai bacaan yang telah diberikan.
c. Siswa, karena siswa merupakan orang yang menerima serta pelaku langsung dalam proses pembelajaran BTQ tersebut. Sedangkan data yang ingin diperoleh adalah fasilitas dan evaluasi yang digunakan guru- guru ketika proses pembelajaran berlangsung dan respon siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru-guru dengan menggunakan bacaan- bacan Al-Qur’an.
c. Teknik Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode mencari data mengenai variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah,prasasti, notula rapat, agenda, dan sebagainya (Suharsimi,2002:231) Sedangkan metode dokumentasi menurut istilah yang diambil dari pendapat Hamidi adalah metode yang berupa informasi yang berasal dari catatan penting baik dari lembaga atau organisasi maupun dari perorangan (Hamidi,2004:72)
Kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dokumentasi adalah suatu metode yang digunakan untuk memperoleh data yang
terdapat dalam dokumen-dokumen data yang diambil dari data secara tertulis maupun dengan gambar-gambar dan dokumen lainnya. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang nilai-nilai pembelajaran siswa, jumlah guru-guru BTQ, dan siswa aktivitas dan program belajar mengajar BTQ.
E. Teknik Analisa Data
1. Analisis data adalah data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata- kata Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tekhnik analisis kualitatif. kualitatif menurut istilah sebuah nilai yang dikandung oleh sesuatu /sebuah benda dimana penilaian yang dilakukan akan didasarkan pada mutu dan kualitas yang terkandung didalamnya (Jown,2015:40)
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kualitatif adalah suatu penelitian untuk memperoleh data yang dimana data tersebut menggunakan data deskriptif dan bukan data statistik yang bertujuan menggambarkan dan mendeskripsikan sebuah fenomena yang telah ada dan lebih memperhatikan pada karakteristik, kualitas dan keterkaitan antar kegiatan.
2. Menurut Miles dan Huberman terdapat tiga jalur analisis data kualitatif sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah proses pemilihan pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang
muncul dari catatan-catatan yang muncul dilapangan (Galang Surya,2016:144)
Jadi peneliti akan mereduksi data yang di dapatkan dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi berhubungan dengan proses penerapan pembelajaran BTQ di SMP Muhammadiyah 8 Batu, dengan cara merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan fokus pada hal-hal yang penting serta membuang yang tidak perlu atau tidak dibutuhkan.
2. Penyajian Data
Penyajian data adalah kegiatan seketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Imam Gunawan, 2010:211)
Jadi peneliti akan memisah-misahkan hasil penelitian yang sesuai dengan permasalahan masing-masing kemudian disajikan, seperti data yang berhubungan dengan dengan penerapan dan evaluasi pembelajaran BTQ sampai pada hasil akhir pembelajaran BTQ. Dengan langkah ini diharapkan agar dapat menyajikan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Imam Suprayogo,2001:194)
3. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan adalah hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisa data (Imam Gunawan,211)
Jadi dalam langkah akhir dari penelitian ini yaitu memberikan jawaban rumusan masalah yaitu bagaimana program ekstrakurikuler BTQ di SMP Muhammadiyah 8 Batu, bagaimanakah implementasi pprogram
ekstrakurikuler BTQ di SMP Muhammadiyah 8 Batu. Tingkat pemahaman penulis dalam langkah akhir ini yaitu sangat menentukan sekali hasil penelitian ini. Dalam verivikasi ini dapat diketahui bahwa bagaimana evalusi kegiatan program ekstrakurikuler BTQ di SMP Muhammadiyah 8 Batu.