1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pembangunan pada dasarnya merupakan suatu proses multidimensi yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan (Todaro & Smith, Pembangunan Ekonomi (edisi kesembilan, jilid I), 2006).
Pembangunan ekonomi merupakan proses perubahan menuju ke arah yang lebih baik untuk mencapai tujuan meningkatkan pertumbuhan, mampu berdaya saing dan maju. Pembangunan juga tidak hanya tentang pertumbuhan melainkan juga peningkatan kesejahteraan, peningkatan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya lingkungan hidup. Salah satu bagian dari pembangunan nasional diantaranya adalah pembangunan ekonomi.
Pembangunan nasional merupakan upaya yang dilakukan oleh semua komponen bangsa dalam rangka untuk mencapai tujuan suatu negara. Dalam proses pembangunan ekonomi setiap negara pastinya akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan baik itu negara maju maupun berkembang (Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2000). Masalah yang dihadapi Negara berkembang termasuk Indonesia saat ini salah satunya adalah keimiskinan. Salah satu faktor yang menyebabkan ketertinggalan dan penghambat dalam pembangunan suatu negara adalah tingginya angka kemiskinan (Kuncoro, Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif, 2005).
Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau keluarga yang tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan pokok. Rendahnya tingkat kehidupan yang sering menjadi masalah dalam suatu negara sehingga dapat menimbulkan sebuah rantai kemiskinan. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dapat dikategorikan miskin antara lain tingkat pendapatan yang dibawah rata-rata garis kemiskinan. Selain itu kemiskinan juga dihubungkan dengan keterbatasan
lapangan pekerjaan dan biasanya mereka yang dikategorikan miskin tidak memiliki 4 pekerjaan atau pengangguran, serta tingkat pendidikan dan kesehatan mereka pada umumnya tidak memadai. Maka dari itu persoalan kemiskinan menjadi fokus perhatian bagi pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Di Indonesia sendiri kemiskinan merupakan masalah serius yang harus dihadapi oleh pemerintah saat ini. Pemerintah pusat maupun daerah telah berupaya dalam pengetasan kemiskinan dengan melaksanakan kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan. Dengan kebijakan dan langkah-langkah yang strategis diharapkan pemerintah dapat mengurangi tingkat di Indonesia saat ini.
Tabel 1.1
Presentase Penduduk Indonesia Dan Jumlah Penduduk Miskin menurut Pulau di Indonesia
Sumber : BPS Indonesia
Tabel 1.1 menunjukan bahwa Pulau Jawa merupukan pulau dengan jumlah penduduk miskin terbanyak sebesar 14.8 juta jiwa, dibandingkan dengan pulau lainnya. Hal ini dikarenakan hampir setengah presentase penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa sebesar 56.1 persen. Oleh karena itu, tidak heran jika Jawa menjadi salah satu pulau dengan jumlah penduduk miskin terbanyak.
Permasalahan yang dihadapi pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak jauh berbeda dengan pemerintah pusat atau masalah nasional yaitu tingkat kemiskinan.
Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah Kabupaten/ Kota terbanyak di Pulau Jawa dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa.
Masih tingginya jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur menunjukan
Pulau Sumatera 21.68 6.2
Pulau Jawa 56.1 14.8
Pulau Kalimantan 6.15 970 (ribu jiwa)
Pulau Sulawesi 7.36 2.1
Pulau Bali dan Nusa Tenggara 5.54 2.1
Pulau Maluku dan Papua 3.17 1.6
Wilayah Presentase Penduduk Indonesia
Jumlah Penduduk Miskin (Juta Jiwa)
penanganan yang dilakukan pemerintah masih belum merata dan menyeluruh.
Untuk melihat lebih jelas nya jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa dapat dilihat pada tabel 1.2.
Tabel 1.2. Penduduk Miskin di Pulau Jawa Tahun 2019 (Ribu Jiwa)
Sumber : BPS Jawa TImur
Bedasarkan pada tabel diatas menunjukan jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa pada tahun 2015-2019. Bedasarkan Tabel 1.2 diantara provinsi yang ada di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah penduduk miskin yang paling banyak diantara Provinsi lain. Provinsi Jawa Timur tahun 2015-2017 mengalami kenaikan sedangkan tahun 2018 dan 2019 mengalami penurunan. Selain itu, Provinsi Jawa Timur sendiri menduduki peringkat teratas pada jumlah penduduk miskin.
Indeks pembangunan manusia merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan pemerintah dalam membangun kualitas hidup manusia baik masyarakat atau penduduk. Rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) akan berakibat pada rendahnya produktivitas kerja dari penduduk. Indeks pembangunan manusia sebagai tolak ukur suatu negara untuk menentukan kategori negara berkembang atau maju. Karena itu diharapkan suatu daerah memiliki Indeks pembangunan manusia yang tinggi, maka tingkat kemiskinan akan rendah.
Adapun 3 indikator dasar sebagai perhitungan indeks pembangunan manusia antara lain umur panjang dan sehat, pengetahuan, kehidupan yang layak. Untuk melihat lebih jelas nya tingkat Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Timur dapat dilihat pada tabel 1.3.
Provinsi 2015 2016 2017 2018 2019
DKI Jakarta 368.67 385.84 393.13 372.26 362.3 Jawa Barat 4485.65 4168.11 3774.41 3539.4 3375.89 Jawa Tengah 4505.78 4493.75 4197.49 3867.42 3679.4 DI Yogyakarta 485.56 488.83 466.33 450.25 440.89 Jawa Timur 4775.97 4638.53 4405.27 4292.15 4056 Banten 690.67 657.74 699.83 668.74 641.42
Gambar 1.1 Perkembangan dan Pertumbuhan Tingkat IPM di Provinsi Jawa Timur 2015-2019
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur
Bedasarkan gambar 1.1 tingkat IPM di Provnsi Jawa Timur mengalami kenaikan sejak tahun 2015-2019. Namun jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, tingkat IPM di Jawa Timur merupakan yang terendah. Berikut data tingkat IPM di Pulau Jawa :
Tabel 1.3
Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2019
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur
Bedasarkan tabel 1.3 diatas Provinsi Jawa Timur selama tahun 2015-2019 menduduki tingkat IPM terendah. Dengan hal ini harus segera ditangani sehingga mampu bersaing dengan Provinsi lainnya.
Provinsi 2015 2016 2017 2018 2019
DKI Jakarta 78.99 79.6 80.06 80.47 80.76
Jawa Barat 69.5 70.05 70.69 71.3 72.03
Jawa Tengah 69.49 69.98 70.52 71.12 71.73 DI Yogyakarta 77.59 78.38 78.89 79.53 79.99
Jawa Timur 68.95 69.74 70.27 70.77 71.5
Banten 70.27 70.96 71.42 71.95 72.44
Pembangunan tidak hanya bertumpu pada pembangunan manusia. Selain, itu pembangunan infrastruktur juga sangat penting dalam pembangunan nasional.
Adanya infrastruktur sangatlah penting bagi kegiatan perekonomian dalam suatu daerah. Pembangunan infrastruktur dalam pendidikan khususnya jumlah sekolah.
Tersediannya infrastruktur listrik yang baik dapat membantu kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya dalam rangka pembangunan infrastruktur. Dengan adanya pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan, pemerataan dan berkeadilan.
Infrastruktur dapat menjadi invetasi jangka panjang bagi suatu negara untuk menarik minat investor dalam negeri maupun luar negeri. Berikut infrastruktur pendidikan dan listrik dapat dilihat pada tabel 1.4.
Tabel 1.4
Infrastruktur Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2019
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur
Bedasarkan tabel 3 Dapat dilihat infrastruktur pendidikan di Provinsi Jawa Timur pada umunya meningkat setiap tahunnya. Dikarenakan bertambahnya usia anak menempuh pendidikan SD, SMP, SMA untuk menunjang itu maka diperlukan pembangunan infrastruktur khususnya jumlah sekolah. Data infrastruktur pendidikan pada tabel diatas menunjukan kenaikan setiap tahun, kecuali pada tahun 2018 mengalami penurunan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur harus dikelola dengan baik melalui kebijakan yang intensif. Selain infrastruktur pendidikan, bedasarkan informasi data diatas menunjukan infrastruktur listrik setiap tahunnya mengalami naik turun.
Pendidikan Listrik
Jumlah Sekolah Listrik Terjual
2015 25175 10711555
2016 25313 32926843
2017 25705 27726958
2018 25582 37863923
2019 25970 39406795
Tahun
Infrastruktur
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti ingin membuat rumusan masalah yaitu :
Bagaimana pengaruh indeks pembangunan manusia, infrastruktur pendidikan, infrastruktur listrik terhadap kemiskinan?
C. Tujuan Masalah
Untuk menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia, infrastruktur pendidikan, infrastruktur listrik terhadap kemiskinan di Jawa Timur.
D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis
Untuk mengetahui dan menambah pengetahuan mengenai pengaruh indeks pembangunan manusia dan infrastruktur terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Timur.
2. Bagi Pemerintah
Untuk memberikan masukan kepada pemeritah dan pelaku kegiatan ekonomi dalam mengambil kebijkan terkait dengan pengaruhnya indeks pembangunan manusia dan infrastruktur terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Timur.
3. Bagi Peneliti Lain
Untuk memberikan informasi dan saran mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemiskinan di Jawa Timur sehingga dapat mengurangi masalah kemiskinan.