اَلَو َنيِّنِّمۡؤُم ۡ
لِّ ل ٞةَمۡحَرَو ٞءٓاَفِّش َوُه اَم ِّناَءۡرُق ۡ
لٱ َنِّم ُلِّ زَنُنَو َنيِّمِّلَّٰ َ ظلٱ ُديِّزَي
اٗرا َسَخ ا َ لِّإ ٢٨
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.
( Al-Isra’ : 82 )
يِّف اَمِّ ل ٞءٓاَفِّشَو ۡمُكِّ بَ ر نِّ م ٞةَظِّعۡوَ م مُكۡتَءٓاَج ۡدَق ُساَ نلٱ اَهُ يَأ ََّٰٓي ى ٗدُهَو ِّروُد ُ صلٱ
َنيِّنِّمۡؤُمۡلِّ ل ٞةَمۡحَرَو ٧٥
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” ( Yunus :
57 )
Dari 'Auf bin Malik ia berkata,
"Pada masa jahiliyah aku pernah melakukan penjampian, lalu aku berkata,
"Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut?"
Beliau menjawab:
اًك ْرِش ْنُكَت ْمَل اَم ىَق ُّرلاِب َسْأَب َلَ ْمُكاَق ُر َّيَلَع اوُض ِرْعا
"Perlihatkan jampi kalian kepadaku! Tidak mengapa dengan jampi selama bukan perbuatan syirik."
[Sunan Abu Daud 3388]
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... I LATAR BELAKANG ... IV I. DEFINISI DAN DALIL ... 1 II. KONSEP PENYUCIAN JIWA ... 6 III. MENGENAL CIRI-CIRI GANGGUAN JIN ... 19 IV. TEKNIK DASAR & TATA CARA
PRAKTIS RUQYAH HOLISTIK ... 31 V. AYAT-AYAT RUQYAH... 49 VI. PENUTUP ... 65
I
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi.
Dialah Allah, tuhan yang telah melimpahkan nikmat karuniaNya yang tiada habis-habisnya. Sungguh berbahagialah mereka-mereka yang selalu bersyukur atas apa yang telah Dia limpahkan.
Shalawat beriring salam terhatur pada Baginda Nabi yang mulia, Nabi Muhammad bin Abdillah Shallallahu alaihi wasallam.
Penutup para nabi dan rasul. Kepada beliau Allah telah turunkan al- Qur`an yang menjadi mu`jizat dan petunjuk bagi umat manusia sepanjang zaman. Semoga kita semua menjadi umat beliau yang setia sampai akhir zaman.
Ruqyah telah ada jauh sebelum kedatangan Islam. Hanya saja pada masa itu ruqyah berlumur dengan noda-noda syirik yang telah bersenyawa dengan kehidupan masyarakat jahiliyah. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam diutus, Beliau membersihkan noda-noda syirik tersebut dan mengembalikan nilai-nilai tauhid yang murni pada ruqyah. Semenjak itu ruqyah mendapatkan jatidirinya yang sejati.
Sementara itu di Indonesia, ruqyah baru dikenal beberapa tahun belakangan ini terutama semenjak terbitnya majalah Ghoib pada tahun 2004 dan dibukanya lembaga Ghoib Ruqyah Syar`iyyah (GRS). Ruqyah semakin dikenal luas ketika munculnya sinetron Astghfirullah yang ditayangkan stasiun TV SCTV antara tahun 2005
II
dan 2006 serta acara ruqyah massal yang ditayangkan oleh stasiun TV TPI.
Munculnya tayangan tentang ruqyah di media TV menjadi pengobat dahaga masyarakat yang saat itu sudah bosan dengan suguhan tayangan klenik dan penuh dengan kesyirikan di televisi;
seperti Uka-uka, dunia lain, Dua Dunia dan sebagainya.
Dikenalnya ruqyah saat itu mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari masyarakat bawah sampai kalangan elite. Hal ini tentu merupakan hal yang sangat positif, mengingat sebelum ini dukun dan paranormal bisa dikatakan menjadi satu-satunya rujukan dalam penanganan masalah.
Terutama permasalahan yang berkaitan dangan gangguan jin.
Maka dengan ini kami memberikan semacam panduan belajar ruqyah bagi pemula yang kami beri judul “Ruqyah Semudah Senyum”
dengan harapan hadirnya panduan ini bisa menjadi khazanah tambahan wawasan juga referensi sederhana bagi mereka yang ingin tahu secara mendalam tentang pengobatan melalui ruqyah syar’iyyah.
Kami sadari bahwa panduan ini banyak memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan maka kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Demikian semoga panduan ini bermanfaat bagi kami khususnya dan kaum muslimin dimanapun berada.
III
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Banda Aceh, Muharram 1441 H Penulis
IV
LATAR BELAKANG
a. Menata Cara Pandang /Paradigma Pengobatan Nabi.
Konsep Pengobatan Nabi secara sederhana dapat kita lihat pada bagaimana Nabi Muhammad ﷺ bersikap dan bertindak saat menjenguk seorang yang sakit :
“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya,
‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib , kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.“ HR. Muslim 4/1993, no. 2575
Dari hadist tersebut sikap pertama yang ditunjukkan Nabi adalah jangan mencela penyakit.
Ini adalah sikap Nabi yang utama dalam menghadapi penyakit sebelum melakukan tindakan yang lainnya . Ucapan Nabi ini untuk menata secara benar cara pandang / paradigma tentang penyakit baik sebagai pengobat maupun pesakit.
Sesuatu yang dicela biasanya adalah sesuatu yang tidak disukai atau dibenci. Sikap mencela ini dalam Al Quran juga sangat dilarang
ٍة َزَمُل ٍة َزَمُه ِِّلُكِل ٌلْي َو
V
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,” (QS. Al- Humazah: 1)
Sikap mencela akan menimbulkan sikap reaksi menolak yang berlebihan terhadap suatu keadaan. Sikap resistensi yang berlebihan ini akan memperparah kondisi pesakit. Dapat diumpamakan jika suatu benda keras jatuh dari ketinggian ke lantai ubin yang keras maka ada dua kemungkinan benda itu akan hancur berserakan dilantai atau mungkin lantainya hancur menahan beban benda tersebut.
Namun jika benda tersebut jatuh pada lantai karet yang kenyal dan elastis maka benda akan menekan sesaat pada permukaan karet lalu dia akan terpental balik keluar tanpa harus menghancurkan benda tersebut.
Inilah sikap yang sama yang ditunjukkan Nabi dengan tidak mencela penyakit malah baginda menerima dan 'menyukai' penyakit yang datang ke tubuhnya. Sikap ini menyebabkan tubuh dapat menyesuaikan diri dengan penyakit.
Abu Hurairah berkata, “Tidak ada satu penyakit pun yang menimpaku, yang lebih aku sukai selain demam. Karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah SWT memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya.”
Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda :
VI
َح َّلاِإ ُها َوِس اَمَف ٍض َرَم ْنِم ىًذَأ ُهُبْي ِصُي ٍمِلْسُم ْنِم اَم ُهللا َّط
اَهَق َر َو ُة َرَجَّشلا ُّطُحَت اَمَك ِهِتاَئِِّيَس ِهِب
“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651
Sikap cara pandang inilah yang membuat Nabi menjadi manusia yang paling sehat dan sedikit mengalami sakit selama hidupnya .
Kesimpulannya : Penyakit bukanlah musuh yang harus kita bunuh atau kita usir kehadirannya . Mereka sama sama makhluk ciptaan Allah.
Penyakit adalah tamu yang datang kedalam tubuh kita yang harus kita hormati kehadirannya . Karena kita yakin tamu hanya akan tinggal sementara saja di rumah kita.
b. Menata Keyakinan
Sikap Nabi yang kedua dalam menghadapi sakit atau penyakit adalah Menata Keyakinan.
Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda :
VII
ُهللا َّطَح َّلاِإ ُها َوِس اَمَف ٍض َرَم ْنِم ىًذَأ ُهُبْي ِصُي ٍمِلْسُم ْنِم اَم اَهَق َر َو ُة َرَجَّشلا ُّطُحَت اَمَك ِهِتاَئِِّيَس ِهِب
“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan dihapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651
“Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri, atau yang lebih dari itu, melainkan ditulis untuknya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan” (HR. Muslim no. 2572).
Pada tahap ini Nabi Muhammad ﷺ mengajak kita untuk meyakini bahwa sakit jika disikapi dengan cara pandang yang benar akan membawa banyak kebaikan. Dari berbagai macam sumber kita dapat melihat bagaimana Nabi menyatakan sakit membawa banyak manfaat . Diantaranya sakit akan :
1. Menghapuskan kesalahan / menggugurkan dosa
2. Menjadi ladang kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
3. Menghindarkan dari api neraka 4. Mengingatkan hamba atas kelalaiannya 5. Menerima keridhaan Allah
6. Akan bertambah pahalanya 7. Mencapai kedudukan yang tinggi
VIII
8. Allah ﷻ menghendaki kebaikan terhadap hamba-Nya 9. Membawa manusia kepada muhasabah (Introspeksi diri) 10. Menjadi penyebab kembalinya hamba kepada Rabb-Nya 11. Memperbaiki hati
12. Mengingatkan hamba terhadap nikmat sehat.
Keyakinan tersebut harus kita tanamkan dalam dalam.
Keyakinan adanya manfaat dari sakit akan menimbulkan sikap optimis, berbaik sangka kepada Allah ﷻ dan menghindari sikap putus asa. Sikap optimisme akan menimbulkan semangat ikhtiar untuk berobat .
Sikap baik sangka akan menimbulkan ikhlas menerima, meredam rasa curiga dan menutup pintu pintu bisikan syetan.
Sebaliknya sikap putus asa akan membawa kebinasaan dan kemurkaan Allah ﷻ. Kita harus yakin Allah ﷻ lah Yang Maha Rahman dan Rahim yang menguasai semua sendi kehidupan kita. Sehat dan sakit adalah takdir dan ketentuan Nya. Yakini sakit hanya sementara.
Yakini sakit adalah bentuk kecintaan Allah dalam membuka beribu kebaikan untuk hamba-hamba Nya.
"Allah ﷻ mengobati hamba-hamba-Nya dengan berbagai obat cobaan dan ujian, tanpa itu niscaya mereka akan berbuat zalim dan melampuai batas. Dan apabila Allah ﷻ menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Dia menuangi obat dari cobaan dan ujian menurut kadar kondisinya, dan mengosongkan dengannya dari penyakit-penyakit yang membinasakan, sehingga apabila Dia telah membersihkannya, Dia menempatkannya untuk martabat paling
II
mulia di dunia, yaitu penghambaan, dan pahala tertinggi di akhirat, yaitu melihat-Nya dan dekat dengan-Nya.” (Syaifaul Ghalil hal. 524).
IX
1
I. DEFINISI DAN DALIL
a. Pengertian Secara Bahasa
Dalam Al Qamusul Muhith Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub Al Fairuz Abady halaman 1161 menyebutkan :
ةذوعلا ر مضلاب ةيقرلا
Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan.
Ruqyah berasal dari kata :
اًيْق َر ْيِق ْرَي ىَق َر اًّيِق ُر َو
ًةَيْق ُر َو ِهِت َذ ْوُع ْيِف َثَفَب
yang artinya meniup dalam memohon perlindungan.
Muhammad binAhmad Al Azhari dalam Tahdzibul Lughah 9/293 :
ىَق َر ِقا َّرلا اًيْق َر َو ًةَيْق ُر ى اَذِإ
َذ َّوَع َثَفَن َو
Raqi (seorang peruqyah) melakukan ruqyah apabila ia membaca doa perlindungan dan meniup.
Ibnul Atsir dalam An Nihayah fi Gharibil Hadits 3/254 :
2
ُةَذ ْوُعلا ِِّمَّضلاِب، ُةَيْق ُّرلا ِةَف لآا ُب ِحاَص اَهِب ىَق ْرُي ْيتِلَّا
ىَّمُحْلا َو اَمِه ِرْيَغ َو
Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan apabila ia diruqyahkan bagi orang yang terkena bala’ atau bencana, demam, dan yang lainnya.
b. Pengertian Secara Istilah
Menurut Abdullah bin Abdul Aziz Al-‘Aidaan dalam kitabnya Ruqyah Syar’iyyah Terapi Penyakit Jasmani dan Rohani menyebutkan bahwa Ruqyah Syar’i adalah bacaan atau do’a yang terdiri dai ayat al-Qur’an dan Hadits yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang yang sakit dibaca oleh seorang Muslim untuk diri sendiri, anak-anak, atau keluarganya, atau juga orang lain..
Inilah Ruqyah Syar’iyah, tidak sebagaimana yang dibayangkan oleh sebagian orang bahwa ia merupakan bagian dari sihir, sulap, ataupun bid’ah munkar yang tidak mempunyai dasar-dasar yang kuat (sumber) dalam islam.
Oleh karenanya, manakala makna ruqyah syar’iyah ini dipahami secara sempit dan salah di benak mereka, maka mereka pun menuju tukang sihir dan para penipu untuk mencari kesembuhan. Ini sangat
3
berbahaya bagi ‘aqidah seorang Muslim, sebagaimana yang sudah kita ketahui.
Atau bisa jadi, mereka akan mengabaikan beraneka ragam penyakit mereka sampai- sampai mereka merasakan penderitaan dan efek buruk penyakit tersebut dalam jiwa dan kehidupan mereka, di mana hanya Allah yang mengetahui sejauh mana kemudharatan hal ini. Semua ini disebabkan kebodohan dan pelecehan terhadap manfaat ruqyah dalam mengobati penyakit-penyakit tersebut.
c. Dalil Ruqyah dari al-Qur’an
ِنيِنِم ْؤُمْلِل ٌةَمْح َر َو ءاَفِش َوُه اَم ِنآ ْرُقْلا َنِم ُل ِِّزَنُن َو
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. ( Al-Isra’ : 82 ).
يِف اَمِل ٌءاَفِش َو ْمُكِِّب َر ْنِم ٌةَظِع ْوَم ْمُكْتَءاَج ْدَق ُساَّنلا اَهُّيَأ اَي َنيِنِم ْؤُمْلِل ٌةَمْح َر َو ىًدُه َو ِروُدُّصلا
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” ( Yunus : 57 ).
4
ْوَأ ُض ْرَ ْلْا ِهِب ْتَعِِّطُق ْوَأ ُلاَب ِجْلا ِهِب ْت َرِِّيُس اًنآ ْرُق َّنَأ ْوَل َو ىَت ْوَمْلا ِهِب َمِِّلُك
“Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu itu adalah Al Quran). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah.” ( Ar-Rad : 31 ).
d. Dalil Ruqyah dari Hadits
Abu Sa’id Al-Khudri Meruqyah Bisa Kalajengking
Abu Sa’id Al Khudry ra meruqyah pimpinan kaum yang terkena gigitan ular berbisa dengan membacakan Al Fatihah dan mengumpulkan ludahnya kemudian meludahkannya, hadiah sekelompok kambing dan disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau menyambut :“Kenapa kamu tahu bahwa ia (al Fatihah) itu ruqyah ?” Kemudian beliau bersabda :
“Sungguh kalian benar, buatkan untukku satu bagian bersama kalian
!” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa.” (HR.Bukhari dan Muslim).
5
Rasulullah Meruqyah Anak Yang Kerasukan
Riwayat dari Jabir bin Abdullah mengisahkan peristiwa pada Perang Dzatur Riqa’ tentang seroang perempuan yang membawa anaknya yang kesurupan kehadapan Rasulullah ﷺ. Dan Rasul menyuruh sang ibu untuk membuka mulutnya lalu diludahi oleh Rasulullah ﷺ sambil bersabda; “Enyahlah engkau wahai musuh Allah! Aku adalah utusan Allah!” sebanyak tiga kali. Setelah itu Rasulullah ﷺ bersabda,
“Anakmu sudah baik, tidak ada lagi yang akan mengganggunya”.
[Majma’uz Zawa’id (9/9)]
6
II. KONSEP PENYUCIAN JIWA
a. Makna Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)
Tazkiyatun nafs terdiri dari dua kata: at-tazkiyah dan an-nafs. At- tazkiyah bermakna at-tath-hiir, yaitu penyucian atau pembersihan.
Karena itulah zakat, yang satu akar dengan kata at-tazkiyah disebut zakat karena ia kita tunaikan untuk membersihkan/menyucikan harta dan jiwa kita. Adapun kata an-nafs (bentuk jamaknya: anfus dan nufus) berarti jiwa atau nafsu. Dengan demikian tazkiyatun nafs berarti penyucian jiwa atau nafsu kita.
Namun at-tazkiyah tidak hanya memiliki makna penyucian. At- tazkiyah juga memiliki makna an-numuww, yaitu tumbuh.
Maksudnya, tazkiyatun nafs itu juga berarti menumbuhkan jiwa kita agar bisa tumbuh sehat dengan memiliki sifat-sifat yang baik/terpuji.
Dari tinjauan bahasa diatas, bisa kita simpulkan bahwa tazkiyatun nafs itu pada dasarnya melakukan dua hal. Pertama, menyucikan jiwa kita dari sifat-sifat (akhlaq) yang buruk/tercela (disebut pula takhalliy – pakai kha’), seperti kufur, nifaq, riya’, hasad, ujub, sombong, pemarah, rakus, suka memperturutkan hawa nafsu, dan sebagainya. Kedua, menghiasinya jiwa yang telah kita sucikan tersebut dengan sifat-sifat (akhlaq) yang baik/terpuji (disebut pula tahalliy – pakai ha’), seperti ikhlas, jujur, zuhud, tawakkal, cinta dan kasih sayang, syukur, sabar, ridha, dan sebagainya.
7
b. Sebetulnya Jin Itu Takut Kepada Manusia
Imam Ibnu Abi Hatim rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah beliau berkata :
''Dahulu jin lari dari manusia (karena takut) sebagaimana (sebagian) manusia yang juga lari dari mereka, bahkan jin itu LEBIH TAKUT lagi, setiap kali ada manusia yang memasuki suatu lembah maka jin yang ada di situ akan kabur, akan tetapi setelah ada pemimpin kaum yang mengatakan : "Aku berlindung kepada jin penguasa lembah ini."
Maka jin yang mendengarnya mengatakan : "Wah kita melihat ternyata manusia itu takut kepada kita sebagaimana kita dahulu juga takut pada mereka." Lalu mendekatlah jin itu dan merasuki manusia, lalu membuat mereka menjadi bebal dan gila (kesurupan)." (Tafsir Ibnu Katsir : juz. 8 hal. 239)
Ajari sejak dini anak-anak kita berani ke tempat gelap, angker dan jangan ditakut-takuti dengan setan. Tanamkan aqidah yang lurus yang hanya bergantung akan keselamatan hanya kepada Allah swt, bekali mereka ayat-ayat al-Qur'an dan dzikir yang bersumber dari Rasulullah ﷺ dan diajarkan para ulama rabbani kita.
c. Zhalim Penghalang Kesembuhan
Zhalim - secara bahasa - artinya "meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya". Peci diletakkan di kaki, padahal di kepala. Itu zhalim.
Dalam konteks akidah, menganggap ada yang lebih tinggi, lebih
8
hebat, bisa mendatangkan kesembuhan dan sebagainya selain Allah, itu kezholiman.
Bahkan al-Qur'an menyebutkan bahwa syirik adalah kezhaliman yang sangat besar. Dalam QS. al-Isra : 82 setelah menyebutkan bahwa al-Qur'an adalah syifa', lalu disambung dengan penjelasan
"Dan (al-Qur'an) itu tidak akan menambahkan apa pun kepada orang- orang yang zhalim selain kerugian".
Ketika anda diruqyah, diantara syarat yang perlu dipenuhi selain niat ikhlas, keyakinan dan qashad (kesengajaan) mencari kesembuhan dengan al-Qur'an, meninggalkan kezhaliman juga sangat menentukan datangnya kesembuhan dari Allah ﷻ.
Kezhaliman yang harus dilepaskan ada tiga : 1). Kezhaliman terhadap diri sendiri.
Ketika anda melakukan sesuatu yang menyiksa dan membuat anda sakit, susah dan sebagainya, itu menjadi sebab munculnya penyakit, maka lepaskan diri anda dari kebiasaan itu.
Bertaubat dan kembali ke jalan kebenaran serta berupaya menjalani kehidupan yang baik dalam bingkai syariat.
2). Kezhaliman terhadap orang lain.
Sikap yang dapat menyakiti dan membuat orang lain susah bisa berdampak buruk pada diri anda dan
9
menimbulkan masalah dalam kehidupan anda, keluarga dan bisnis anda.
Lepaskan kezhaliman itu, kembalikan hak orang lain atau meminta halal atas tindakan anda yang menyakitinya.
Insha Allah, hal itu akan memudahkan anda keluar dari persoalan yang anda hadapi.
3). Kezhaliman terhadap Allah, yaitu syirik.
Nah, ini adalah puncak kezhaliman yang paling tinggi.
Anda meyakini Allah sbg Penguasa Mutlak tapi pada sisi lain dalam kehidupan anda, ternyata ada penguasa lain yang mendominasi hidup anda.
Bahkan terkadang, yang anda anggap memberikan pengaruh dalam hidup anda itu, hanya sebentuk tulisan diatas secarik kertas atau benda mati yang tak punya kuasa dan lain-lain. Anda merasa kehilangan saat anda lupa membawanya bepergian keluar rumah, padahal yang selalu menyertai anda kemana pun adalah Allah swt.
Itu kezhaliman karena memposisikan makhluk lebih tinggi dari Allah swt.
Mengapa anda belum sembuh, belum bahagia, belum menemukan solusi, belum punya anak, belum lancar usahanya, belum dapat jodohnya, belum harmonis keluarganya dan belum belum yang lain, padahal anda sudah lakukan hal-hal yang logis dan terukur.
10
Bahkan anda sudah diruqyah saat tidak dapat lagi berpikir jernih melawan kegagalan tapi mengapa belum juga menemukan jalan keluar ? Jawabnya : Tinggalkan kezhaliman itu.
Dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, berkomunitas atau berjamaah, anda juga perlu berhati-hati. Jangan sampai anda menzhalimi organisasi, komunitas, masyarakat atau jamaah anda.
Karena sangat sulit mencari kehalalan (kemaafan) dari banyak orang yang sudah anda sakiti. Syukur-syukur jamaah itu terdiri dari orang- orang yang suka memaafkan dan tidak menyimpan dendam, maka selamatlah anda. Tapi jika mereka tergolong sulit memaafkan dan pasrah saja menunggu keputusan Allah terhadap diri anda, tunggulah apa yang akan anda terima.
Inilah realita yang terjadi, mengapa orang sakit dan susah sembuh, padahal sudah menjalani terapi. Semua karena kezhaliman dirinya terhadap Allah, terhadap diri sendiri, terhadap pribadi / individu orang lain atau jamaah dimana dia hidup, bergaul dan berinteraksi.
Marilah kita intropeksi diri alias ber muhasabah serta merenung sejenak dan bertanya : MENGAPA INI BISA TERJADI PADAKU ?
d. 15 Cara Menyikapi Sakit Menurut Islam
Sakit ialah berkurangnya fungsi normal dari tubuh karena adanya gangguan. Sakit sangat luas, dapat terjadi pada tubuh manapun,
11
dalam bentuk apapun, dalam selama waktu apapun, dan juga menimbulkan rasa tidak nyaman atau gangguan yang berbeda beda.
Umumnya orang yang sakit akan merasa kurang bersemangat karena aktifitasnya terganggu dan terkadang merasa sedih karena beban yang dialami dalam tubuhnya.
Sebagai seorang manusia normal tentu kita semua pernah merasakan sakit, jika saat ini kita dalam kondisi sehat, wajib bersyukur dan memanfaatkan waktu untuk mengisi hal baik, jika dalam kondisi sakit, juga wajib bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri. Hal yang terasa berat bagi sebagian orang ialah jika merasakan suatu penyakit berat atau penyakit tertentu dalam waktu yang lama.
Umumnya akan menjadi beban karena merasa sakit di tubuhnya, beban pada masalah keuangan atau biaya, juga beban karena merepotkan orang orang terdekat. Apa yang sebaiknya dilakukan ketika sakit? Bagaimana cara menjalaninya? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menguraikannya lengkap yakni mengenai 15 cara menyikapi sakit dalam islam agar menjadi pahala dan menjadi ladang ibadah untuk kita.
1). Ikhlas.
“Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadah ku, hidup ku, dan mati ku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (QS Al An’am : 162). Cara menyikapi sakit dalam islam yang pertama ialah ikhlas, yakni menerima bahwa segala ketetapan hanyalah dari Allah dan segala yang dilalui seorang hamba adalah jalan
12
takdir terbaik yang sudah digariskan. Jadikan semuanya sebagai lahan untuk beribadah kepada-Nya sehingga apapun sakit yang dialami akan menjadi kebaikan dan keberkahan. Cara membuat hati ikhlas dan tenang ketika sakit ialah dengan mendekatkan diri kepada-Nya.
2). Berfikir Positif.
Dalam berbagai ayat Al Qur’an tentang motivasi selalu diperintahkan untuk berfikir positif dalam kondisi apapun.
“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”. (QS At Taubah : 40). Allah senantiasa memberikan pada hamba-Nya sesuai yang diprasangkakan, sehingga ketika dalam kondisi sakit harus tetap disikapi dengan berpikir positif kepada Allah bahwa sakit tersebut adalah ujian dan ujian akan menggugurkan dosa dosa orang yang terkena sakit tersebut.
3). Tawakkal.
“Sekali kali tidak akan menimpa apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami, Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang orang yang beriman akan bertawakal”. (QS At Taubah : 51).
Tawakkal dalam islam ketika sedang sakit disertai usaha, bukan tawakkal yang berdiam diri, cari pengobatan yang baik semampunya, tetap jalin silaturahmi dan kasih sayang terhadap orang terdekat serta sesama, serta banyak mencari ilmu tentang penyakit yang dialami sehingga menjadi jalan ikhtiar untuk kesembuhan.
13
4). Sabar.
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada-Nya lah kita kembali”. (QS Al baqarah 155,156). Cara menyikapi sakit menurut islam tentu saja dengan cara bersabar. Setiap orang yang diciptakan Allah memiliki ujian sendiri sendiri, belum tentu ujian yang menimpa seseorang lebih ringan dari ujian orang yang lain, tetap sabar dan memperbanyak ikhtiar serta doa. Cara meningkatkan kesabaran dalam islam ketika sakit ialah dengan mengingat bahwa banyak orang yang lebih menderita di luar sana.
5). Berdoa.
“Berdoalah kepada-ku pastilah Aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin : 40). Jangan lupa libatkan Allah dalam setiap urusan, termasuk ketika menyikapi rasa sakit, berdoa adalah cara untuk berkomunikasi secara langsung kepada Allah, dengan berdoa, hati akan menjadi tenang dan segala urusan akan terasa mudah karena sudah menyampaikan segalanya kepada yang Maha Penolong. bacaan doa dan dzikir setelah shalat wajib dibaca dengan rutin.
6). Percaya Takdir Allah.
“Tidaklah seorang hamba itu beriman kepada takdir yang baik dan buruk dari Allah, hingga ia mengetahui bahwa apa yang
14
menimpanya bukan karena kesalahnnya dan kesalahannya itu tidaklah akan menimpanya”. (HR Tirmidzi). Percaya bahwa garis hidup sudah ditentukan, termasuk kondisi sakit yang saat ini menimpa, tak perlu menyalahkan keadaan atau menyalahkan penyebab sakit cukup jadikan sebagai pelajaran dan bagikan kepada orang lain agar orang lain tidak terkena hal yang sama.Percaya takdir adalah salah satu rukun iman sehingga merupakan kewajiban setiap muslim.
7). Berusaha Mencari Pengobatan.
“Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali kali kamu merasa tidak berdaya”. (HR Abu Hurairah).
Jangan berdiam diri ketika sakit, hal tersebut sama saja tidak memiliki semangat hidup dan tidak disukai oleh Allah wajib berusaha mencari obat yang terbaik disertai doa kepada Allah agar mendapatkan berkah dan kesembuhan dari obat tersebut dan sakit yang diderita dapat sembuh.
8). Jangan Berandai Andai.
“Janganlah engkau berkata seandainya aku berbuat begini tentu begini dan begitu tentu akan seperti ini dan seperti itu”. (HR Muslim). jangan membayangkan hidup orang lain yang lebih sehat atau membayangkan mengubah keadaan agar tidak terkena sakit, sebagai umat muslim yang beriman wajib menjadikan masa lalu sebagai pelajaran dan masa depan
15
sebagai harapan, serta menjauhi angan angan yang hanya akan menyebabkan menjadi orang yang kufur nikmat.
9). Instropeksi Diri.
“Musibah yang menimpa kalian adalah hasil dari perbuatan tangan kalian sendiri”. (QS As Syuuraa : 30). Jangan lupa instropeksi diri, jika mungkin pernah berbuat salah atau menyakiti orang lain hingga orang tersebut mendoakan keburukan maka wajib segera meminta maaf dan menebus kesalahan semampunya. Juga instropeksi diri mengenai ibadah kepada Allah, apakah sudah maksimal, apakah sudah dilaksanakan dengan ikhlas, ataukah barangkali saat ini sedikit sekali beribadah dan hanya fokus pada kegiatan yang berhubungan dengan duniawi saja? Sedangkan untuk akhirat hanya memberi sisa waktu sekedarnya?
10). Tidak Meminta Belas Kasih Orang Lain.
“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. (QS Ali Imran : 139). Jangan bersikap lemah dengan meminta belas kasihan dari orang lain, tetap berbuat dan berusaha semampu diri sendiri, meletakkan harapan pada manusia pada akhirnya hanya akan menimbulkan luka dan rasa kecewa, cukup letakkan harapan pada Allah semata.
11). Lakukan Kewajiban Semampunya.
16
“Hendaknya mereka memenuhi perintah-Ku dan hendaklah mereka yakin kepada-Ku agar selalu berada dalam kebenaran”.
(QS Al Baqarah : 186). Setiap umat muslim wajib melakukan kewajiban seperti shalat lima waktu yang harus dilakukan dalam keadaan apapun setiap hari, jika dalam kondisi sakit, jangan mengabaikan shalat, tetap lakukan shalat walaupun mampunya dalam keadaan duduk atau tidur. Sebab shalat adalah kewajiban yang utama dan nantinya akan dipertanyakan pertama kali di hari akhir nanti.
12). Percaya Pertolongan Allah.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”.
(QS Al Insyirah : 5). Allah tentu tidak pernah membebani seseorang dengan ujian yang melebihi kemampuannya, Allah yang lebih mengerti kemampuan hambaNya. Cara menyikapi sakit menurut islam, wajib melaksanakan hal tersebut, wajib percaya bahwa pertolongan Allah itu nyata.
13). Berserah Diri.
“Sesungguhnya Allah bebas melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu menurut takarannya”. (QS Ath Thalaq : 3). Ketika sudah melakukan yang terbaik seperti sudah berusaha mencari pengobatan yang terbaik sudah menjalankan terapi atau makan makanan yag dianjurkan dengan sungguh sungguh, serta sudah berusaha instropeksi diri tetapi belum juga mendapatkan kesembuhan, maka selanjutnya wajib berserah diri kepada Allah.
17
Yakni dengan tetap menjalankan usaha untuk proses kesembuhan dan menyerahkan segala hasilnya pada Allah, barangkali sakit tersebut adalah ujian yang mengurangi dosa dosa, barangkali juga sebagai ujian sehingga Allah mengangkat derajat menjadi lebih tinggi, atau barangkali juga sebuah teguran sehingga nantinya akan menajdi orang yag lebih bersyukur dan menjadi orang yang lebih baik lagi.
14). Ambil Hikmahnya.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah : 216). Setiap ujian yang diberikan Allah tentu ada hikmahnya, contohnya ialah sakit yang dikarenakan karena terlalu banyak makan makanan berlemak, hikmahnya ialah ke depannya menjadi lebih berhati hati dan lebih mengutamakan makanan yang sehat ketika makan. Percayalah segala sesuatu selalu ada kebaikan di dalamnya.
15). Minta maaf Kepada Orang Tua dan Sesama.
Bagi seseorang yang sakit dan masih memiliki orang tua serta keluarga lengkap, jalin silaturahmi dengan mereka, mohon ampun dan mohon doa terutama pada orang tua barangkali di masa lalu pernah menyakit hati beliau atau pernah berbuat tidak adil pada orang tua, hal itu juga yang berpengaruh pada kesehatan dan keberkahan hidup.
18
e. Mengungkap Rahasia Mengapa tak Kunjung Sembuh
Peruqyah adalah mengikuti tugas para Rasul dan salah satu tugasnya adalah mensucikan jiwa. Peruqyah bukan Ghost Buster (Pemburu hantu). Allah menegaskan bahwa semua masalah manusia, sebabnya adalah dari diri sendiri yg bersangkutan, Surah Asy-Syura, 30 :
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
Salah satu tugas Peruqyah adalah menyadarkan orang yg terkena gangguan jin atau sihir, bahwa dia terkena gangguan jin dan syaitan sebabnya adalah dari dosa-dosa yg bersangkutan. Sihir dan gangguan jin adalah akibat bukan sebab.
f. Tiga Pilar Kebahagiaan :
1. Al-Khosyah (rasa takut kepada Allah) ini menyebabkan seseorang tidak berani untuk berbuat maksiat.
2. At-Tho'at (taat kepada Allah) ini menyebabkan seseorang masuk surga.
3. Al-Yaqin (keyakinan yang kuat) ini menyebabkan seseorang tabah di dalam menghadapi musibah.
19
III. MENGENAL CIRI-CIRI GANGGUAN JIN a. Apakah Jin Merasuki Tubuh Manusia ?
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila.” (QS. Al Baqarah: 275)
Manusia terkait dengan fenomena kesurupan jin, terbagi menjadi dua golongan:
1. Mereka yang mempercayainya dan meyakininya. Itulah keyakinan umumnya kaum muslimin.
2. Mereka yang mengingkarinya, dan menganggap itu bukan kesurupan jin. Keyakinan ini menjadi salah stau prinsip aliran liberal, mengikuti pemahaman pendahulunya, sekte Mu’tazilah. Untuk yang kedua ini tidak perlu dilirik, karena mereka lebih mengedepankan akal dan logika sederhana, ketimbang dalil Alquran dan sunah.
Lalu Bagaimana Islam Memandang?
Berikut beberapa catatan yang bisa kita jadikan bahan pertimbangan untuk membuat kesimpulan yang lebih benar:
Pertama, terdapat banyak dalil dari Alquran dan hadits yang menggambarkan keberadaan penyakit kesurupan jin. Diantaranya, 1. Allah berfirman, menceritakan keadaan pemakan riba ketika dibangkitkan,
20
“Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275)
Keterangan Ibnu Katsir,
“Maksud ayat, pemakan riba tidak akan dibangkitkan dari kubur mereka pada hari kiamat kecuali seperti bangkitnya orang yang kesurupan dan kerasukan setan. Karena dia berdiri dengan cara tidak benar. Ibnu Abbas mengatakan, “Pemakan riba, dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang gila yang tercekik.” (Tafsir Ibn Katsir, 1:708).
Terkait fenomena al-Qurtubi menegaskan,
“Ayat ini dalil tidak benarnya pengingkaran orang terhadap fenomena kesurupan karena kerasukan jin. Mereka menganggap bahwa itu hanya murni penyakit badan. Sedangkan setan tidak bisa mengalir di dalam tubuh tubuh manusia dan tidak bisa merasuk ke dalam tubuhnya.” (Tafsir a-Qurtubi, 3:355)
21
2. Disebutkan dalam hadits dari Abul Aswad as-Sulami, bahwa diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
،يِِّد َرَّتلا َنِم َكِب ُذوُعَأ َو ، ِمْدَهْلا َنِم َكِب ُذوُعَأ يِِّنِإ َّمُهَّللا َتَي ْنَأ َكِب ُذوُعَأ َو ،ِقي ِرَحْلا َو ،ِق َرَغْلا َنِم َكِب ُذوُعَأ َو يِنَطَّبَخ
ِت ْوَمْلا َدْنِع ُناَطْيَّشلا
…
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa benda keras, aku berlindung kepada-Mu dari mati terjatuh, aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari keadaan setan merasuki badanku ketika mendekati kematian…” (HR.
Nasai 5533 dan dishahihkan al-Albani)
Al-Munawi menjelaskan,
“…setan merasuki badanku ketika mendekati kematian…”: dengan gangguan yang yang bisa menggelincirkan kaki, merasuki akal dan pemikiran. Terkadang setan menguasai seseorang ketika hendak meninggal dunia, sehingga dia bisa menyesatkannya dan menghalanginya untuk bertaubat… (Faidhul Qadir, 2:148)
Kedua, kesurupan, dengan jin masuk ke tubuh manusia adalah kejadian yang hakiki, kenyataan dan bukan khayalan.
Abdullah bin Imam Ahmad pernah bertanya kepada ayahnya,
22
“Sesungguhnya ada beberapa orang yang berpendapat, bahwa jin tidak bisa masuk ke badan manusia.”
Imam Ahmad menjawab,
“Wahai anakku, mereka dusta. Jin itulah yang berbicara dengan lisan orang yang dirasuki.”
Setelah membawakan keterangan ini, Syaikhul Islam memberi komentar,
“Apa yang disampaikan Imam Ahmad adalah masalah yang terkenal di masyarakat. Orang yang kerasukan berbicara dengan bahasa yang tidak bisa dipahami maknanya. Terkadang dia dipukul sangat keras, andaikan dipukulkan ke onta, pasti akan menimbulkan sakit.
Meskipun demikian, orang yang kesurupan tidak merasakan pukulan dan tidak menyadari ucapan yang dia sampaikan.”
Beliau juga menegaskan,
Orang yang menyaksikan kejadian kesurupan, dia akan mendapatkan kesimpulan yang meyakinkan bahwa yang bicara dengan lidah manusia dan yang menggerakkan badannya adalah makhluk lain, selain manusia (Majmu’ al-Fatawa, 24:277).
23
Ketiga, ulama sepakat, jin bisa merasuki tubuh manusia Hal ini sebagaimana ditegaskan Syaikhul Islam dalam fatwanya, “Tidak ada satupun ulama islamyang mengingkari jin bisa masuk ke badan orang yang kesurupan dan lainnya. Orang yang mengingkari hal ini dan mengklaim bahwa syariat mendustakan anggapan jin bisa masuk ke badan manusia, berarti dia telah berdusta atas nama syariah. Karena tidak ada satupun dalil syariat yang membantah hal itu.” (Majmu’ al-Fatawa, 24:277).
Kesimpulan:
Fenomena kerasukan jin adalah kenyataan yang tidak mungkin dibantah. Di samping kejadian di lapangan, realita ini juga dibuktikan dengan dalil Alquran, hadits dan kesepakatan ulama. Satu-satunya golongan yang mengingkari realita ini adalah mu’tazilah, dan para pemuja akal sederhana yang mengikuti jejaknya. Ada banyak sebab, mengapa jin merasuk ke dalam tubuh manusia, bisa karena motivasi cinta dan bisa sebaliknya, karena kebencian.
b. 50 Ciri-ciri Gangguan Jin dan Sihir
Sebelum kita melakukan ruqyah mandiri, kita akan meluangkan waktu untuk menganalisa diri kita. Apakah dalam tubuh kita ada gangguan jin atau memang penyakit medis belaka.
24
Berikut ini adalah 50 ciri-ciri seseorang yang terkena gangguan jin dan sihir, jika ada 7 point saja maka sudah layak untuk melakukan ruqyah mandiri atau minta diruqyah.
1. Emosi yang tinggi dan sulit dikendalikan. Semisal seorang istri membantah suami atau anak membantah sama ibu dengan sorot mata yang aneh atau suami yang sering memaki istri karena hal kecil.
2. Sering ragu, was-was, ketakutan tanpa sebab yang jelas dihampir semua aktifitas.
3. Adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luarbiasa untuk melakukan aktifitas shalat dan ibadah lain.
4. Sulit khusyuk dalam mengerjakan sholat, dan jika mampu mendirikan shalat maka sering lupa rakaatnya secara berulang- ulang.
5. Sesak nafas dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca lebih dari 30 ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf).
6. Melemahnya hati, minder, suka menghayal/melamun, menyendiri dan mengurung diri dikamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari kehidupan sosial.
7. Cepat lesu dan merasa capek, juga ngantuk saat dalam aktifitas kerja.
25
8. Sulit konsentrasi atau fokus pada sebuah tujuan, sering gagal, dan terganggu fikiran.
9. Merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh; semisal pusing dikepala, mendengung ditelinga, pegal di bahu, belikat dan paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung dan dada sesak tanpa sebab yang jelas.
10. Memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah.
11. Depresi tingkat tinggi dan pikiran linglung.
12. Sering merasa sedih secara tiba-tiba hingga menangis tanpa sebab, jantung berdebar-debar keras.
13. Sering kesurupan baik separuh ingatan atau secara total.
14. Sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun kesungai atau jurang, menabrakan diri dll.
15. Paranoid dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh.
16. Sering mencium bau – bauan wangi, bau kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
26
17. Pusing berlebih (vertigo) dan melihat benda benda seakan bergerak, berputar, terbalik , miring dan lain sebagainya.
18. Sering melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari atau diluar kendali atau seperti ada yang mengendalikan dan tidak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.
19. Memiliki kemampuan supernatural semisal tiba-tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang lain atau mengetahui peristiwa yang akan terjadi.
20. Melihat atau “merasakan” keberadaan mahluk halus baik sekilas atau jelas.
21. Rasa sakit disalah satu anggota badan yang tidak terdeteksi dokter atau sakit menahun yang tidak ditemukan solusinya dalam dunia medis.
22. Sering tertawa sendiri, semisal melihat mahluk lucu yang tidak dilihat orang lain.
23. Susah tidur (insomnia), gelisah, cemas dan sering terbangun dimalam hari. Dalam kondisi akut biasanya baru bisa tidur jam 3 pagi atau tidak tidur sama-sekali berhari-hari.
24. Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah dan aktifitas yang diinginkan.
25. Tindihan (mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut) atau mimpi melihat
27
sesuatu yang mengancam dan menakutkan, seperti ingin berteriak minta tolong namun mulut seperti terkunci.
26. Mimpi melihat sesuatu yang mengerikan atau melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, serigala, tikus besar, harimau dll.
27. Sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (kondisi mata tertutup).
28. Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi.
29. Semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk dikuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan.
30. Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.
31. Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb) dan gigi yang berbunyi waktu tidur.
32. Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut.
28
33. Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dengan kematian.
34. Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.
35. Gejala tipes; tubuh seperti terbakar atau terpanggang api panas namun ketika dicek dengan termometer temperatur tubuh normal.
36. Sering mengalami peristiwa kecelakaan kendaraan, ngantuk dijalan atau bahkan gerakan tangan yang tidak bisa dikendalikan.
Ataupun berbagai kecelakaan saat mau pergi dakwah atau pergi untuk kebaikan.
37. Impotensi; sering terjadi pada mantan praktisi ilmu hitam semisal dukun, berbagai praktisi ilmu tenaga dalam, praktisi ilmu kebatihan, senam pernafasan, khodam amalan wirid overdosis (ribuan/malam), ilmu laduni instant, susuk, aktivasi otak tengah (aktivasi jin), pernah ikut tarekat yang disertai dengan bai'at dan pengisian, pernah mengamalkan wirid aneh seperti nurbuat, pernah berpuasa aneh (puasa 7 hari 7 malam, puasa mutih dll), meliki jimat/keris dll. Atau kelainan tubuh terjadi karena kedzaliman jin baik karena disuruh penyihir atau maksud tertentu dari jin.
38. Mandul; jin bersarang di dalam rahim atau menghalangi sel telur yang masuk ke rahim, atau bahkan sampai merusak setiap janin yang sudah jadi atas suruhan dukun.
29
39. Kista/Mium; penyakit ini sudah lama menjadi misteri di dunia kedokteran. Kadang sembuh dengan mengangkatnya, dan kadang sebaliknya. Untuk membedakan penyakit kista medis atau sihir, kita bisa membacakan ayat ruqyah ditangan dan meletakannya di perut.
Jika terasa hangat atau panas, maka geser keatas. Jika penyakit pindah maka itu adalah kista dari sihir.
40. VicTor (Fikiran Kotor); jin bersarang di mata laki-laki, dan mengendalikannya saat memandang lawan jenis hingga tidak berkedip. Kadang jin bersarang dikemaluan (laki-laki) dan dada (berupa hawa panas, bagi perempuan) dan membuat fikirannya kotor saat melihat lawan jenisnya.
41. Struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat) atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat).
42. Hypertensi, Jantung Bocor, Paru Basah, Batuk Menahun, Kolesterol, Asam Urat, Pengapuran dan penyakit lain yang tidak kunjung sembuh. Hal ini bisa disebabkan secara medis atau sihir, untuk membedakannya cukup bacakan surah al fatihah dan tiupkan ke tangan lalu letakan ditempat yang sakit. Jika terjadi rasa panas atau bertambah sakit maka itu adalah sihir.
43. Jomblo Menahun; sulit menikah, sulit dapat jodoh yang cocok, tidak mau menikah, atau selalu melihat calon suami/istri tiba-tiba menjadi mengerikan hingga akad yang direncanakan bubar.
44. Kedutan disebagian atau seluruh tubuh dengan frekwensi yang mengganggu.
30
45. Eksim, atau gatal yang sporadis ataupun lebih ringan dari itu yang tidak sembuh-sembuh.
46. Anak yang hyperaktif dan sangat nakal, bertenaga super saat marah, susah dibangunkan shalat dan tidak mau belajar mengaji dan pembantah dengan sorot mata aneh.
47. Anak indigo; sering bngobrol sendiri dan mengaku memiliki teman ghaib atau memiliki kemampuan indra ke-18 (mampu melihat jelmaan mahluk halus).
48. Sindikat kristenisasi ghaib terstruktur dan terorganisir [ditemukan pertama kali di Palembang, berpusat di gereja katedral Jakarta dan berpusat di Vatikan]. Hati-hati dengan buku-buku kristologi dan pastur-pastur liar yang membagikan sesuatu. Juga hati-hati dengan rumah sakit-sakit yang menjadi markas mereka.
49. Diperkosa Jin. Mimpi didatangi laki-laki dalam bentuk bayangan hitam atau bentuk aneh (menyerupai mahluk alien, mahluk alien dll).
50. Peristiwa hilangnya bayi dalam kandungan disertai kemunculan kembali setelah beberapa tahun kemudian dan ingin diakui anak.
31
IV. TEKNIK DASAR DAN TATA CARA PRAKTIS RUQYAH HOLISTIK
Berikut ini beberapa Teknik Dasar Ruqyah secara holistik.
- Persiapan Dan Adab Sebelum Dan Saat Ruqyah -
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat Ruqyah, yaitu :
1). Persiapan Bagi Peruqyah (orang lain atau mandiri)
Berwudhu
Shalat hajat 2 rekaat
Perbanyak Zikir perlindungan
Membaca 3 Qul ketelapak tangan kemudian menyapukan ke seluruh tubuh.
2). Persiapan Bagi Pasien
Berwudhu, ( wanita haid boleh berwudhu )
Lakukan Sholat Sunnah 2 Rakaat.
Baca Doa-doa Pembentengan Diri.
Mempersiapkan Peralatan atau Sarana Ruqyah
32
- Untuk Mengobati Orang lain -
1). Ruqyah Dengan Sentuhan
Yaitu menyentuhkan telapak tangan kepada pasien yang di ruqyah, sambil membacakan ayat-ayat ruqyah. Seperti ubun-ubun, perut dan dada.
Tata caranya : 1. Niat mengobati
2. Bacakan ayat kursi 1 kali di telepak tangan, hembuskan 3. Sentuh ubun-ubun, dada, atau perut pasien
4. Bacakan al-fatihah, ayat kursi, dan 3 Qul (al-Ikhlash, al-Falaq dan An-Naas)
5. Jika belum ada reaksi maka bacakan ayat-ayat ruqyah full.
2). Adab meruqyah wanita
1. Tidak boleh menyentuh wanita langsung, walaupun menggunakan sarung tangan.
2. Boleh menyentuh wanita saat meruqyah dengan alas tebal, atau alat bantu, seperti rotan, kayu, siwak, bambu, bantal, dll 3. Tidak boleh memandang berlebihan wanita saat ruqyah.
33
4. Dilarang meruqyah pasien tanpa mahram atau di temani orang lain.
5. Jangan memberikan waktu khusus pada pasien wanita.
6. Bersikaplah tegas dan jangan berlemah lembut pada pasien wanita.
7. Pasien wanita wajib menutup seluruh auratnya saat ruqyah ( hijab syar’i )
8. Jika pasien wanita berdandan berlebihan, maka ingatkan dia agar menjaga aturan Islam dalam penampilan.
3). Ruqyah Dengan Pukulan Atau Tepukan
Yaitu memukul anggota tubuh tertentu sambil membacakan ayat- ayat ruqyah untuk tujuan pengobatan atau untuk menyakiti jin yang ingkar. Bisa menggunakan tangan atau alat pemukul seperti, sajadah, rotan, bambu.
Tata caranya : 1. Niat mengobati
2. Bacakan ayat ruqyah sambil memukul ringan di anggota tubuh yang sakit atau seluruh tubuh
3. Anggota tubuh yang boleh di pukul : telapak kaki, pundak, pinggang, kaki.
4). Ruqyah Dengan Hembusan
34
Yaitu membacakan ayat-ayat ruqyah kemudian menghembuskannya sambil meludah ringan ke tubuh yang sakit, air ataupun herbal.
Tata caranya :
1. Niat untuk mengobati 2. Bacakan ayat-ayat ruqyah
3. Hembuskan di anggota tubuh yang sakit 4. Ulangi sekurangnya tiga kali.
5). Ruqyah Dengan Sapuan
Yaitu membacakan ayat-ayat ruqyah dengan niat mengobati, kemudian di sapukan di seluruh tubuh pasien atau di anggota tubuh yang sakit.
Tata caranya :
1. Niat mengobati
2. Bacakan Al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Naas di telepak tangan, kemudian hembuskan
3. Sapukan telapak tangan ke anggota tubuh yang sakit atau ke seluruh tubuh pasien
4. Tubuh yang wajib di sapukan : siku sampai ujung jari, lutut sampai jari kaki, pinggang sampai leher
5. Ulangi 3 kali jika perlu.
- Untuk Mengobati Diri Sendiri -
35
1). Ruqyah Putaran Thawaf 1. Niat ruqyah
2. Dekatkan kedua telapak tangan di mulut.
3. Bacakan Al-Fatihah, hembuskan ke telapak tangan tiga kali 4. Letakan telapak tangan di perut dan putar tangan
berlawanan arah jarum jam.
5. Bacakan Al-Fatihah satu kali
6. Kemudian tarik telapak tangan ke leher dan buangkan ke mulut, sambil mengucapkan “bismillahirahmanirrahim”.
7. Lakukan secara berulang-ulang, sampai muntah, selama 10 menit.
8. Lakukan setiap habis subuh dan habis isya’
9. Lama pengobatan selama 2 bulan.
2). Membuat Benteng Ghaib
Berzikir, Membaca Al-Qur’an, Wudhu, Qiyamullail dan Sedekah.
3.) Mandi Daun Bidara 1. Niat ruqyah
2. Ambil 7 helai daun bidara kemudian haluskan 3. Campurkan dengan air secukupnya untuk berendam 4. Tambahkan garam kasar yang sudah di larutkan.
36
5. Bacakan Al-Fatiha, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Al-A’raf : 117-122, yunus : 81-82, Thaha : 69, masing-masing 3 kali sambil menyentuh air dengan jari.
6. Mandikan keseluruh tubuh 7. Lakukan setiap hari sekali 8. Lama pengobatan selama 2 bulan.
4). Mengonsumsi Air Ruqyah Tata caranya :
1. Niat ruqyah 2. Siapkan air 20 liter 3. Buka penutupnya
4. Bacaka Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Al-A’raf : 117-122, Yunus : 81-82, Thaha : 69, masing-masing tiga kali.
5. Minumlah air ini setiap habis shalat 1 gelas.
6. Lakukan selama 2 bulan.
5). Mengusir Jin Dari Rumah Tata caranya :
1. Niat
2. Siapkan air secukupnya
37
3. Bacakan Al-Fatihah, Ayat kursi, dan 3 qul sambil menyentuh airnya
4. Bacakan surat Ash-Shaffat 1-10
5. Percikan keseluruh ruangan rumah bagian dalam sambil membacakan ayat kursi
6. Lakukan setiap hari sampai keluhannya hilang.
6). Terapi Mp3 Ruqyah Tata caranya : 1. Niat ruqyah 2. Ambil wudhu
3. Rekam mp3 ruqyah atau download di internet.
4. Duduk rileks, mata dipejamkan, dengarkan mp3 ruqyah dengan khusyu’, jangan mengikuti bacaan.
5. Dengarkan selama 15 menit setiap hari dua kali ( setelah subuh & isya’)
6. Lakukan selama 2 bulan.
7). Mengeluarkan Susuk
Ciri-ciri orang yang memakai susuk :
■ Wajah lebih berseri.
■ Tampil lebih percaya diri.
■ Memiliki beberapa pantangan.
38
■ Kadang terlihat ada beberapa kejanggalan.
■ Putih bening di wajah saat foto.
■ Terlihat lebih menarik.
■ Terlihat lebih kinclong.
■ Pintar menggoda.
■ Meyakinkan dalam berkata.
■ Selalu merasa ada getaran.
■ Sering terjadi hal-hal aneh.
■ Orang lain akan mudah percaya.
■ Orang yang dirayu mudah terpikat.
■ Banyak yang menggoda.
■ Suka menebar senyum nan menggoda.
■ Hoby pencitraan.
Sebab orang menggunakan susuk :
□ Ingin tampak cantik.
□ Ada orang yang diincar.
□ Ingin kaya raya.
□ Tuntutan profesi.
□ Wajah kurang menarik.
□ Persaingan bisnis.
Setiap seseorang memasang susuk itu ada pantangannya, sehingga apabila melanggar pantangannya susuk tersebut bisa keluar kata si empunya, bagi yang pernah memakai jasa dukun,
39
paranormal, orang pintar dan lainnya dan yang pernah memasang susuk bisa pakai tips di bawah ini.
Yang perlu di lakukan :
■ Taubatan Nasuha dari dosa-dosa besar, kesyirikan, memasang susuk dll.
■ Taqwa ( Melakukan Perintah Alloh dan Larangannya )
■ Berupaya melakukan Sunnah2 Rasululloh.
■ Mengikuti kajian / ta'lim minimal satu minggu sekali.
■ Gemar bersedekah.
Caranya :
□ Memakan Pantangan susuk yang di anjurkan dukun waktu memasangnya dahulu.
□ Pantangan susuk bisa berupa pisang emas,sayur daun kelor, memakan sate langsung dari sujennya, pisang tanduk, labu air, jantung pisang, tidak boleh menerobos pagar, melangkahi celana dalam lawan jenis, lewat dibawah jemuran, dll.
□ Makan salah satu pantangan susuk yang dianjurkan oleh dukun.
Cara Ruqyah mandiri untuk mengeluarkan/menghilangkan pengaruh Susuk :
40
□ Ambil Wudhu,
□ Niat Karena Allah.
□ Membaca Bismillah sebelum memakan pantangan susuk tersebut dan Alhamdulillah selesai makan.
□ Setelah proses memakan pantangan susuk tersebut maka lakukan ruqyah mandiri dengan membaca ayat-ayat pembatal sihir berulang-ulang sambil tangan kanan memegang bagian tubuh yang pernah dipasang susuk tersebut ( hanya di tempel saja tanpa ada tekanan)
□ Apabila susuk hanya keluar sedikit bisa di cabut memakai alat pencabut, apabila susuk terasa di kulit tetapi belum juga keluar maka bisa di bedah sedikit memakai silet.
Kemungkinan yang terjadi atas izin Allah
■ Susuk keluar.
■ Susuk keluar sedikit.
■ Susuk hilang tanpa bekas.
■ Susuk masih ada.
Apabila tidak keluar susuknya jalan yang terakhir adalah operasi kecil setelah di rontgen oleh dokter.
8). Mengobati ‘Ain
41
Perlu kita sadari bahwa kita semua tidak akan luput dari terkena
‘ain atau hasad, karena kita semua bisa saling menimpakan ‘ain dan hasad satu sama lain.Kita sebenarnya setiap hari terkena ‘ain dan hasad karena semua orang memiliki rasa iri dan dengki pada sesuatu yang dimiliki orang lain.Kita setiap hari memandang seseorang lalu mengaguminya tampa memberkahinya dan pada akhirnya yang kita pandang dan kagumi itu tiba-tiba merasakan perubahan kesehatan pada tubuhnya.
Jelasnya kita semua sebenarnya tidak bisa luput dari yang namanya sakit karena ‘ain dan hasad. Untuk itu saya sarankan pada semua orang untuk melakukan ruqyah mandiri dengan cara yang insyaa Allah, segera saya berikan. Inilah cara-caranya dan dianjurkan dilakukan setiap hari sebelum tidur:
1. Dalam keadaan suci/wudhu 2. Menghadap kiblat
3. Lintaskan niat dalam hati untuk menyembuhkan penyakit
‘ain dan hasad 4. Lalu baca ini:
هلأو دمحم ىلع ملاسلاو ةلاصلاو نيملاعلا بر هلل دمحلا ملسو هبحصو
Alhamdulillahi Robbil’aalamiiiin was sholatu was salaamu
‘ala Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam
42
5. Baca istighfar 3x atau 100x
6. Tanamkan rasa lemah anda dengan membaca Alhauqalah 3x yaitu:
هللااب لاا ةوق لاو لوح لا
Laa haula wa laa quwwata illa billah
“Tiada daya dan upaya selain kekuatan Allah”.
7. Berdo’a dengan do’a berikut 3x
ثيغتسا كتمحرب مويق اي يح اي
Ya Hayyu Ya Qoyyum birahmatika astagits
“Wahai Zat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya,dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan”.
8. Mulailah baca ayat-ayat berikut dengan khusyu’ dan penuh harap bantuan Allah ﷻ. Saya sarankan membacanya lewat mushaf yang terjemahan agar mengerti apa yang dibaca.
Bacalah ayat-ayat ruqyah secara lengkap. Lihat pada bagian V. AYAT-AYAT RUQYAH.
9). Meruqyah anak (0 – 10 tahun)
43
Ciri-ciri gangguan pada anak :
Nangis kencang tidak bisa dihentikan
Rewel / ngamuk di waktu-waktu tertentu
Sakit-sakitan (1 bulan bisa 5-10x sakit)
Hyperactive
Membangkang / melawan kepada orang tua
Tidak mau sholat, ngaji, sekolah, dan belajar
Susah berbicara atau gagap usia 4th ke atas
Pemarah
Indigo
Pecandu games
Solusi :
1. Lakukan ruqyah secara rutin setiap hari, ba’da maghrib dan sebelum tidur. Bacakan di dekat telinganya sambil sentuh dadanya minimal bacakan (al fatihah 3x, ayat kursi, 3 qul, dan al kafirun kemudian tutup dg doa perlindungan) lalu tiupkan dari bagian kepala sampai ke bawah sambil diusapkan.
Usahakan saat meruqyah dekap anaknya sambil di pangku.
2. Berikan air ruqyah setiap hari. Kalo perlu berikan air khusus untuk anaknya.
3. Berikan air madu pagi sore sebagai asupan suplemen bagi anaknya. Tentunya harus diruqyah dulu. Berikan pagi dan
44
sore 1 sdt campur dg air 100 ml, klo ada kurma ajwa bisa di tambah ajwa lalu di blender.
4. Usahakan sebelum tidur, minta maaf kepada anak dan berikan ungkapan rasa sayang kita lalu peluk dan cium keningnya. Ini dapat meredakan gejolak amarah dan kegundahan anak kepada kita.
5. Saat keluar rumah doakan anak dg doa perlindungan lalu tiup bagian kepala sampai ke bawah sambil di usap.
6. Ajarkan pada anak adab-adab sebelum tidur, agar anak tidak diganggu dalam mimpinya. Jangan lupa untuk mengibas- kibaskan kasurnya sambil dibacakan ayat kursi.
7. Biasakan menjelang maghrib tutup semua pintu dan jendela dengan membaca basmalah, agar syetan tidak bisa masuk ke dalam rumah. Dan usahakan anak kita tidak sedang di luar rumah, karena saat menjelang maghrib hingga waktu isya’
adalah saat syetan bertebaran atau berkeliaran.
8. Jika bayi, selain di ruqyah waktu maghrib dan sebelum tidur maka usahakan saat menyusui juga bacakan ayat” ruqyah dan doa perlindungan. Atau jika saat waktu” dia nangis langsung bacakan ayat ruqyah min. 30 menit atau 1 jam.
9. Jika anak kita tidak mau di ruqyah,
- Tahap awal ruqyah air minumnya, air mandinya, dan makanannya
45
- Ngaji di dekatnya dengan suara yg keras agar dia mendengarkan (bacakan surat al baqarah)
- Apabila si anak mulai merasakan tidak nyaman, kesakitan, atau ketakutan maka kesempatan kita untuk meruqyahnya (misalkan : “Nak, mama obati ya sakitnya biar cepet sembuh..”)
10. Lakukan selama 40 hari - 3 bulan. Insyaa Allah jika dilakukan dengan continue akan ada hasil perubahan pada anak, biidznillah.
11. Kalimat doa perlindungan untuk anak ini menyesuaikan dengan jenis kelamin anak yang didoakan. Jika anaknya adalah laki-laki satu, maka dengan redaksi:
ٍةَّماَه َو ٍناَطْيَش ِِّلُك ْنِم ِةَّماَّتلا ِهَّللا ِتاَمِلَكِب َكُذيِعُأ ٍةَّم َلا ٍنْيَع ِِّلُك ْنِم َو
“Aku lindungi kamu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua syetan dan binatang berbisa, dan dari segala pandangan mata yang membawa keburukan.”
- Sedangkan untuk mendoakan anak perempuan tunggal dengan redaksi,
46
َّتلا ِهَّللا ِتاَمِلَكِب ِكُذيِعُأ ٍةَّماَه َو ٍناَطْيَش ِِّلُك ْنِم ِةَّما
ٍةَّم َلا ٍنْيَع ِِّلُك ْنِم َو
“Aku lindungi kamu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua syetan dan binatang berbisa, dan dari segala pandangan mata yang membawa keburukan.”
- Kemudian doakan secara khusus untuk anaknya, misalkan :
“Ya Allah jadikanlah anak hamba anak yang sholeh, ya Allah jadikan bacakan ayat ruqyah hamba sebagai penghancur setan yang ada di dalam tubuh anak hamba..”
- Doa Istri Imran
َكِب ُهُذيِعُأ يِ نِإ َّمُهَّللَا ِمي ِج َّرلا ِناَطْيَّشلا َنِم ُهَتَّي ِ رُذ َو
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari setan yang terkutuk”.
47
kepada bayi perempuan, lafalnya:
ِناَطْيَّشلا َنِم اَهَتَّي ِ رُذ َو َكِب اَهُذيِعُأ يِ نِإ َّمُهَّللَا ي ِج َّرلا ِم
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada- Mu untuknya dan keturunannya dari setan yang terkutuk”.
12. Do’a Perlindungan ketika berada di tempat yang baru.
Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barang siapa yang mengatakan
ِض ْرَلأا ىِف ٌءْىَش ِهِمْسا َعَم ُّرُضَي َلَ ىِذَّلا ِهَّللا ِمْسِب
ُميِلَعْلا ُعيِمَّسلا َوُه َو ِءاَمَّسلا ىِف َلَ َو
48
“Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang memudharatkannya” (HR. Abu Daud: 5088, dan Tirmidzi: 3388)3
Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan,
َقَلَخ اَم ِرَش ْنِم ِتاَّماَّتلا ِهللا ِتاَمِلَكِب ُذ ْوُعَأ
(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya) niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya” (HR. Tirmidzi: 3437, dan An Nasai: 5433)
49
V. AYAT-AYAT RUQYAH a. Paket Mini/Simple
1). QS. Al-Fatihah
ِّميِّحَ رلٱ حۡمَٰنَِ رلٱ ِّ َ للّٱ بِسۡمِ
َنيِّم َلََّٰعۡلٱ ِّ بَر ِّ َ ِّللّ ُدۡمَحۡلٱ ١ ٨
ِّميِّحَ رلٱ حۡمَٰنَِ رلٱ ٣
ِّنيِّ دلٱ ِّمۡوَي ِّكِّلَّٰ َم َكاَ يوَإِ ُدُبۡعَن َكاَ يِّإ ٤
ُنيِّعَت ۡسَن َميِّقَت ۡسُم ۡ ٧
لٱ َطََّٰر ِّ صلٱ اَنِّدۡهٱ َنيِّذ َ لٱ َطََّٰر ِّص ٦
َغ ۡمِّهۡي َلَع َتۡمَعۡنَأ َنيِّ لآ َ ضلٱ اَلَو ۡمِّهۡي َلَع ِّبوُضۡغَمۡلٱ ِّرۡي
٥
2). QS. Al-Baqarah : 255 (Ayat Kursi)
ُۚٞمۡوَن اَلَو ٞةَنِّس ۥُهُذُخۡأَت اَل ُُۚموُ يَقۡلٱ ُ يَحۡلٱ َوُه اَ لِّإ َهََّٰلِّإ ٓاَل ُ َ للّٱ ُعَف ۡشَي يِّذ َ
لٱ اَذ نَم ِۗ ِّضرۡ َ
أ ۡ لٱ يِّف اَمَو ِّتَّٰ َوَّٰ َم َ سلٱ يِّف اَم ۥُه َ ل
50
اَلَو ۡۖۡمُهَف ۡ
لَخ اَمَو ۡمِّهيِّدۡي أ َنۡيَب اَم ُمَلۡعَي ُۚۦِّهِّنۡذِّإِّب اَ لِّإ ٓۥُهَدنِّع َ ِّحُي ُهُ يِّسۡر ُك َعِّسَو َُۚءٓاَش اَمِّب اَ لِّإ ٓۦِّهِّمۡلِّع ۡنِّ م ٖءۡيَشِّب َنوُطي
َي اَلَو ۡۖ َضرۡ َ أ ۡ
لٱَو ِّتََّٰوَّٰ َم َ سلٱ ُ يِّلَع ۡ
لٱ َوُهَو ُۚاَمُه ُظۡفِّح ۥُهُهو
ُميِّظَع ۡ لٱ ٨٧٧
3). QS. al-Ikhlash
ٌدَح َ
أ ُ َ للّٱ َوُه ۡلُق ١
ُدَم َ صلٱ ُ َ للّٱ ٨
ُي ۡمَلَو ۡدِّلَي ۡمَل ۡدَلو
٣ ۡمَلَو
ُُۢدَح َ
أ اًوُفُك ۥُه َ ل نُكَي ٤
4). QS. al-Falaq
51
ِّق َلَفۡلٱ ِّ بَرِّب ُذوُعَأ ۡلُق َقَلَخ اَم ِّ رَش نِّم ١
ٍقِّسا َغ ِّ رَش نِّمَو ٨
َبَقَو اَذِّإ ِّدَقُع ۡ لٱ يِّف ِّتَّٰ َثَّٰ َ فَ نلٱ ِّ رَش نِّمَو ٣
ٍدِّساَح ِّ رَش نِّمَو ٤
َد َسَح اَذِّإ ٧
5). Qs. an-Naas