• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam upaya menggalakkan peningkatan industri pariwisata di Indonesia yaitu kunjungan wisata baik lokal maupun internasional tidak lepas dari layanan hotel. Hotel sebagai industri jasa penunjang pariwisata sebagai penyedia akomodasi penginapan, makanan dan minuman sangat mengharapkan tamu- tamunya akan kembali setelah menginap. Keberadaan hotel di Surabaya sangat banyak mulai dari hotel kecil hingga hotel besar atau dari hotel tidak berbintang (kelas melati) hingga hotel yang berbintang.

Optimalisasi pelayanan dari sebuah hotel sangat berkaitan dengan efisiensi kerja dari karyawan hotel yang bersangkutan sehingga dapat memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan sebuah hotel dalam menjalankan bisnis.

Menurut Rivai (2009, p.35) perusahaan “Tanpa didukung pegawai/karyawan yang sesuai baik dari segi kuantitatif, kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang”. Karyawan yang produktif adalah karyawan yang bekerja secara efisien. Efisiensi menurut Sedarmayanti (2001, p.112) adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dengan kegiatan yang dilakukan. Efisiensi juga dapat diartikan sebagai sebuah ukuran sebaik apakah pemakaian sumber daya khususnya sumber daya manusia pada suatu organisasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bekerja dengan efisien adalah bekerja dengan gerakan, usaha, waktu, dan kelelahan yang sesedikit mungkin akan tetapi mendapatkan hasil yang terbaik. Sumber utama efisiensi sebenarnya ada dalam diri individu masing- masing pegawai, karena dengan akal pikiran dan pengetahuan yang ada, pegawai mampu menciptakan cara kerja yang efisien.

Efisiensi dalam upaya mendapatkan prestasi kerja yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah kemampuan karyawan (skills), pengetahuan yang memadai (knowledge) sehingga untuk memecahkan permasalahan pekerjaan dalam waktu yang tidak terlalu lama (Alma, 2000). Skill

(2)

dan knowledge bisa didapatkan melalui proses belajar dan pengalaman (lama bekerja). Iverson (2001, p. 133) mengatakan bahwa selain pelatihan yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan juga membutuhkan kemampuan dasar (basic ability) untuk melakukan pekerjaan secara mudah dan tepat. Pengetahuan adalah struktur prosedur yang jika digunakan akan membuat pekerjaan semakin mudah dan pengetahuan sangat diperlukan bagi pekerjaan (Iverson, 2001, p. 138). Skill, knowledge, kinerja dan kesuksesan sebuah organisasi atau perusahaan memiliki hubungan yang sangat erat. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak akan ada kesuksesan bagi suatu organisasi apabila tidak ada skill dan knowledge berkelas dunia dari para karyawannya (Leitch 2006, p. 9).

Faktor lainnya dalam pekerjaan yang mempengaruhi efisiensi adalah job description. Menurut Gomes (2003, p. 92) pengertian dari job description yaitu untuk mengidentifikasikan pekerjaan, riwayat pekerjaan, kewajiban-kewajiban pekerjaan, dan pertanggung jawaban, serta untuk mengetahui spesifikasi pekerjaan atau informasi mengenai standar pekerjaan. Sehingga job description dapat dijabarkan sebagai daftar tugas-tugas atau pekerjaan secara akurat, spesifik, dan jelas yang menjadi kewajiban individu di suatu posisi tertentu serta semua hal yang dibutuhkan bagi suatu individu untuk dapat melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut seefektif dan seefisien mungkin. Penjabaran job description diberikan sesuai dengan masing-masing unit dimana karyawan tersebut bekerja. Misalnya, seorang pramusaji, ditugaskan menjadi seorang food runner, maka tugas utamanya adalah mengantarkan makanan yang telah dipesan oleh tamu (dari kitchen sampai ke meja tamu).

Dari hal di atas dapat dilihat bahwa skill dan knowledge merupakan modal dasar yang harus dimiliki semua karyawan hotel untuk memberikan pelayanan yang efisien kepada tamu hotel (Kim et al, 2011). Sementara itu job description mempengaruhi karyawan untuk dapat melakukan pekerjaan karyawan tersebut secara efisien. Jika seorang karyawan memiliki job description yang jelas, maka karyawan akan melakukan tugasnya dengan baik, demikian juga bila karyawan mempunyai skill dan knowledge yang baik maka karyawan tersebut pasti akan efisien dalam melakukan pekerjaannya.

(3)

Santika Hotel Surabaya merupakan salah satu hotel bintang tiga yang ada di Surabaya. Selain menyediakan fasilitas-fasilitas yang tidak kalah dengan hotel sekelasnya, tentunya Santika Hotel Surabaya juga harus memiliki tenaga kerja yang mencukupi. Menurut Anshori (2005) hampir semua hotel memiliki fasilitas yang hampir sama, yang membedakan adalah kualitas pelayanan yang dimiliki oleh masing-masing hotel. Berdasarkan data yang didapat dari wawancara singkat dengan Manager Restoran Kemangi Santika Hotel Pandegiling Surabaya, sebanyak 37 karyawan dan 1 orang supervisor restoran. Para karyawan yang memiliki latar belakang perhotelan tentunya sudah memiliki skill dan knowledge yang cukup untuk dapat bekerja di Restoran Kemangi Santika Hotel Pandegiling Surabaya. Namun berbeda pada karyawan yang tidak memiliki latar belakang perhotelan. Pada kondisi dan masalah ini peran dari departemen HRD sangat penting sebagai unit yang paling bertanggung jawab untuk melakukan penyeleksian dan penempatan karyawan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliknya. Menurut Rivai (2009, p.6) pengelolaan sumber daya manusia secara profesional harus dimulai dari seleksi, perekrutan dan penempatan yang sesuai dengan kemampuannya dan mempertahankan sumber daya manusia yang potensial agar tidak berdampak pada perpindahan karyawan.

Perpindahan karyawan memberikan pengaruh yang kurang baik pada karyawan yang bersangkutan karena karyawan harus kembali berdaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, termasuk di dalamnya memperbaiki skills, knowlledge serta job description yang juga baru. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Bapak Sumaryono selaku supervisor restoran Kemangi di Hotel Santika Surabaya, dalam pengembangan skill dan knowledge karyawan, serta untuk memberikan pengertian mengenai job description pada karyawan, ada dua hal yang dilakukan Hotel Santika Pandegiling Surabaya. Pertama, karyawan lama yang sudah memiliki skill dan knowledge yang sudah memenuhi standard kemampuan masalah layanan perhotelan harus memberikan contoh bagaimana cara memberikan layanan yang tepat kepada para karyawan baru yang dinilai memiliki skill dan knowledge kurang mengenai layanan hotel. Kedua, para karyawan yang kurang memiliki skill dan knowledge diharuskan untuk meningkatkan skill dan knowledge dengan cara “learning by doing”. Dari

(4)

observasi yang dilakukan dan wawancara dengan supervisor peneliti menilai bahwa skill karyawan di Hotel Santika Pandegiling Surabaya masih perlu ditingkatkan untuk mendapatkan pemasukan yang maksimal. Skill dapat ditingkatkan dengan bertambahnya jam terbang, di mana dalam hal ini skill para karyawan Hotel Santika akan semakin meningkat dengan bertambahnya jam terbang dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan standard Hotel Santika.

Knowledge karyawan Hotel Santika sendiri juga sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh Hotel Santika kurang dalam menyampaikan visi dan misi (target revenue, standard pelayanan) yang jelas kepada karyawannya sehingga karyawan tidak mempunyai gambaran yang jelas mengenai target yang harus dicapai dan juga mengenai standard pelayanan yang harus diberikan kepada customers. Bagi karyawan baru, hal ini sangat penting untuk mengetahui visi dan misi yang jelas dari suatu departemen atau perusahaan supaya para karyawan juga mempunyai pengertian yang sama dan lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada customers sesuai dengan standard yang ditetapkan dan dengan demikian skill dan knowledge para karyawan akan perusahaan tersebut juga akan meningkat. Job description yang diberikan juga tidak dapat dipahami dengan tepat oleh karyawan.

Karyawan hanya diberikan selembar kertas berisi job description tanpa adanya penjelaskan secara detail satu persatu dari tugas yang harus dilakukan, sehingga menimbulkan pengertian yang berbeda-beda dan hal ini berpengaruh terhadap efisiensi kerja karyawan. Jika para karyawan mengerti dengan jelas mengenai job description, maka para karyawan akan lebih percaya diri dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan job description yang telah dijelaskan. Karena tidak adanya penjelasan yang jelas mengenai job description kepada karyawan dari pihak Hotel Santika, maka karyawan pun dalam menjalankan tugasnya atau pekerjaannya juga meraba – raba dan tidak mempunyai standard yang tetap dalam melakukan pekerjaan sehari – hari. Hal tersebut berdampak pada efisiensi. Jika salah satu dari ke 3 unsur tersebut tidak diterapkan, maka akan mengalami ketimpangan dan berakibat pada tidak tercapainya efisiensi. Contohnya, jika karyawan mempunyai skills dan knowledge yang baik, tetapi tidak mengetahui job description yang harus dilakukan secara jelas, maka karyawan tersebut pun tidak dapat menerapkan skill dan knowledge yang dimiliki pada tempatnya, demikian juga sebaliknya.

(5)

Penelitian terdahulu oleh Ferdy dan Suryadinata (2010) mengenai adanya pengaruh skill, knowledge, dan job description terhadap efisiensi kerja karyawan F&B sudah pernah dilakukan di hotel berbintang lima. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa skill, knowledge, dan job description memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi kerja karyawan F&B. Teori dan konsep yang dikembangkan dalam studi ini sudah terbukti dan valid. Penelitian terdahulu lainnya oleh Grugulis dan Dimintrika (2010) juga mengungkapkan bahwa skills juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi efisiensi dan kinerja para karyawan.

Berdasarkan pemikiran di atas serta acuan penelitian yang dilakukan oleh Ferdy dan Suryadinata (2010), maka timbul keinginan penulis untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai apakah skill, knowledge, dan job description mempengaruhi efisiensi kerja karyawan F&B Restoran Kemangi Hotel Santika Pandegiling Surabaya. Sehingga penelitian ini diberi judul “Pengaruh Skill, Knowledge, dan Job Description terhadap Efisiensi Kerja Karyawan F&B Kemangi Hotel Santika Pandegiling Surabaya .”

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya adalah :

1. Apakah skill, knowlege, dan job description secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi kerja karyawan F&B Restaurant Kemangi Hotel Santika Pandegiling Surabaya?

2. Apakah skill, knowlege, dan job description secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efisiensi kerja karyawan F&B Restaurant Kemangi Hotel Santika Pandegiling Surabaya?

3. Di antara ketiga variabel tersebut, manakah yang memberikan pengaruh lebih dominan terhadap efisiensi kerja karyawan F&B restaurant Kemangi Hotel Santika Pandegiling Surabaya?

(6)

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui apakah skill, knowledge, dan job description secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi kerja.

2. Untuk mengetahui apakah skill, knowledge, dan job description secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efisiensi kerja.

3. Untuk mengetahui dari ketiga variabel tersebut, komponen manakah yang paling dominan berpengaruh terhadap efisiensi kerja.

1.4. Manfaat Penelitian

Atas penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat diperoleh manfaat bagi : 1. Penulis

Penelitian ini dapat menambah wawasan penulis tentang pengaruh skill, knowledge, dan job description terhadap efisiensi kerja karyawan.

2. Hotel Santika Pandegiling Surabaya

Penelitian ini diharapkan dapat membantu Hotel Santika Pandegiling Surabaya untuk mempertahankan kebijakan manajemen sehingga dapat menjaga kualitas dan mencapai tujuan perusahaan.

3. Universitas Kristen Petra

Diharapkan penelitian ini dapat menambah daftar koleksi dan referensi yang dimiliki Universitas Kristen Petra.

4. Pembaca

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data-data yang relevan dan bermanfaat sehingga dapat dikelola lebih dalam lagi.

Referensi

Dokumen terkait

864/SE/KARS/VIII/2017 seluruh staf medis yang memberikan asuhan kepada pasien di rumah sakit memiliki STR dan SIP yang valid (KARS, 2017) Lalu yang menjadi pertanyaan bagaimana

Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini, tekait dengan media pembelajaran yang telah dikembangkan pada mata pelajaran batik di SMKN 14 Bandung.. Studi

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Chorin, 2013, tentang pengertian menopuse bagi wanita pre menopuse yang menyebutkan bahwa berdasarkan data

Model Pembelajaran Gallery Walk menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Selain itu, pembelajaran berlangsung dalam kelompok. Dalam pembelajaran tersebut,

Biaya pematangan tanah merupakan biaya yang diperlukan guna pematangan tanah, dari tanah mentah menjadi tanah siap bangun yang meliputi biaya cut & fill serta biaya urugan

Kanula khusus yang mengalirkan darah arteri langsung ke vena yang berdekatan. Kanula arteri dan vena dihubungan dengan konektor sehingga pada saat dialisa konektor

Hasil penelitian menjelaskan bahwa kerapatan tingkat semai pada seluruh plot SILIN dari jenis komersial Dipterocarpaceae memiliki kerapatan yang lebih besar dari hutan