36
Universitas Kristen Petra
4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisa Deskriptif
Pada bagian ini akan dijelaskan secara deskriptif jawaban dari setiap responden mengenai variabel Logistics Service Quality (Personnel Contact Quality, Order Release Quantities, Information Quality, Ordering Procedures, Order Accuracy, Order Condition, Order Discrepancy Handling, Timeliness), Customer Satisfaction (Structural quality, Process quality, Outcome quality), dan Customer Retention (Repeat Purchase, Average Order Size, Purchase of Multiple Products or Services) berdasarkan pengumpulan data 100 kuisioner yang digunakan.
Tabel 4.1 Analisa Deskriptif Dimensi Personnel Contact Quality
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
Staf layanan pelanggan memahami dengan baik dalam pekerjaannya (X1.1)
0 0 24 42 34 4,10 0,755
Staf layanan berempati terhadap situasi pelanggan (X1.2)
0 0 22 46 32 4,10 0,728
Staf layanan membantu pelanggan menyelesaikan masalah mereka (X1.3)
0 0 21 48 31 4,10 0,714
Staf layanan dapat membentuk hubungan baik dengan pelanggan (X1.4)
0 0 27 41 32 4,05 0,766
37
Universitas Kristen Petra
Pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa dimensi personnel contact quality mengacu pada orientasi pelanggan terhadap contact people dari PT. Satria Putra Perkasa. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai-nilai yang cukup tinggi dari responden.
Pernyataan X1.1 memiliki nilai mean sebesar 4,10 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,755 yang artinya bahwa secara umum responden setuju bahwa staf layanan pelanggan di PT. Satria Putra Perkasa memahami pekerjaannya dengan baik.
Pernyataan X1.2 memiliki nilai mean sebesar 4,10 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,728 yang artinya bahwa secara umum responden setuju bahwa para staf mampu berempati terhadap situasi pelanggan.
Pada pernyataan X1.3, terdapat nilai mean sebesar 4,10 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,714 yang artinya bahwa secara umum responden setuju bahwa para staf layanan dapat membantu pelanggan menyelesaikan masalah yang dialami. Begitu pula dengan pernyataan X1.4 yang memiliki nilai mean sebesar 4,05 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,766 yang artinya bahwa secara umum responden juga setuju bahwa staf layanan dapat membentuk hubungan yang baik dengan pelanggan.
Tabel 4.2 Analisa Deskriptif Dimensi Order Release Quantities
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
PT. Satria Putra Perkasa selalu mampu memenuhi order dari konsumen (X1.5)
0 0 23 46 31 4,08 0,730
Pelanggan selalu mendapatkan kuantitas produk sesuai yang diinginkan (X1.6)
0 2 29 39 30 3,97 0,818
38
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.2 memberikan gambaran bahwa kedua indikator dari dimensi order release quantities memiliki nilai mean yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa PT.
Satria Putra Perkasa mampu dan bersedia untuk selalu memenuhi order dari konsumen.
Pada pernyataan X1.5, terdapat nilai mean sebesar 4,08 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,730 yang artinya bahwa secara umum responden setuju bahwa PT. Satria Putra Perkasa selalu mampu memenuhi order dari konsumen. Begitu pula dengan pernyataan X1.6 yang memiliki nilai mean sebesar 3,97 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,818 yang artinya bahwa secara umum responden juga setuju bahwa responden mendapatkan kuantitas produk sesuai yang diinginkan.
Tabel 4.3 Analisa Deskriptif Dimensi Information Quality
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
PT. Satria Putra Perkasa menyediakan informasi mengenai jasa pelayanan mereka (X1.7)
0 0 24 42 34 4,10 0,755
PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan informasi tentang ketersediaan truk (X1.8)
0 0 21 43 36 4,15 0,740
PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan tracking perjalanan truk (X1.9)
0 0 27 46 27 4,00 0,735
Informasi ketersediaan truk PT. Satria Putra Perkasa membantu
konsumen untuk membuat keputusan order (X1.10)
0 0 27 51 22 3,95
0,698
39
Universitas Kristen Petra
Pada tabel 4.3 dapat dijelaskan bahwa, pada pernyataan X1.7 memiliki mean sebesar 4,10 dan standar deviasi sebesar 0,755 yang dimana hal ini membuktikan bahwa pelanggan setuju dengan tersedianya informasi mengenai jasa pelayanan yang dimiliki oleh PT. Satria Putra Perkasa.
Responden juga menunjukkan kesetujuannya akan PT. Satria Putra Perkasa yang selalu memberikan informasi mengenai ketersediaan truk, hal ini dapat dibuktikan dengan X1.8 memiliki nilai mean sebesar 4,15 dengan standar deviasi sebesar 0,740. Seperti salah satunya adalah perusahaan menyediakan truk trailer untuk mengangkut kontainer 20’ dan 40’ sehingga konsumen dapat memilih jenis truk yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Responden setuju dengan X1.9 bahwa PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan tracking perjalanan truk, terbukti dengan nilai mean sebesar 4,00 dan nilai standar deviasi sebesar 0,735. Konsumen tentu ingin mengetahui barang yang mereka kirimkan melalui PT. Satria Putra Perkasa pasti aman dan sampai pada tujuannya sehingga PT. Satria Putra Perkasa tidak akan ragu untuk selalu memberikan info terbaru mengenai kondisi barang yang sudah sampai di tahap tertentu (barang sedang dalam perjalanan, barang sampai di pelabuhan, dll.)
Pada pernyataan X1.10, responden juga menunjukkan kesetujuan terhadap informasi ketersediaan truk PT. Satria Putra Perkasa dimana dapat membantu konsumen untuk membuat keputusan order yang dapat dibuktikan dengan nilai mean sebesar 3,95 dan nilai simpang sebesar 0,698.
Indikator dan dimensi dalam information quality diatas merupakan hasil kesetujuan responden terhadap adanya informasi-informasi bermanfaat yang disediakan oleh PT. Satria Putra Perkasa mengenai produk dan jenis jasa yang dapat dipilih oleh pelanggan.
Tabel 4.4 Analisa Deskriptif Dimensi Ordering Procedures
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
40
Universitas Kristen Petra PT. Satria Putra Perkasa
memberikan pelayanan yang efisien & efektif (X1.11)
0 0 26 52 22 3,96 0,692
Pelanggan mudah melakukan order di PT.
Satria Putra Perkasa (X1.12)
0 2 31 47 22 3,91 0,722
Ordering procedures menunjukkan kemampuan efisiensi dan efektivitas dari prosedur yang telah dibuat oleh PT. Satria Putra Perkasa. Tabel 4.4 memberikan gambaran bahwa kedua indikator dari dimensi ordering procedures memiliki nilai mean yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah mengakui bahwa prosedur yang diberikan oleh PT. Satria Putra Perkasa berjalan dengan efisien dan efektif.
Pernyataan X1.11 memiliki nilai mean sebesar 3,96 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,692 yang artinya bahwa secara umum responden setuju bahwa para PT. Satria Putra Perkasa telah memberikan pelayanan yang efisien dan efektif. Terbukti dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. Satria Putra perkasa yang tidak menyusahkan konsumen dan tetap mampu memenuhi order yang diminta. Begitu pula dengan pernyataan X1.12 yang memiliki nilai mean sebesar 3,91 dengan nilai simpang (standar deviasi) sebesar 0,722 yang artinya bahwa secara umum responden juga setuju bahwa mereka mudah untuk melakukan order di PT. Satria Putra Perkasa. Terbukti dengan kecepatan dan ketanggapan perusahaan dalam memenuhi order dari konsumen.
Tabel 4.5 Analisa Deskriptif Dimensi Order Accuracy
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
PT. Satria Putra Perkasa selalu mengirimkan barang yang tepat ke tempat tujuan (X1.13)
0 2 33 39 26 3,89 0,811
PT. Satria Putra Perkasa
selalu mengirimkan 0 0 31 46 23 3,92 0,730
41
Universitas Kristen Petra
barang dengan jumlah yang tepat (X1.14)
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa dimensi order accuracy mengacu pada ketepatan jenis barang dalam pesanan serta ketepatan jumlah barang yang dikirimkan oleh PT. Satria Putra Perkasa. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai- nilai yang cukup tinggi dari responden.
Pernyataan X1.13 menunjukkan bahwa secara umum responden setuju bahwa PT. Satria Putra Perkasa mengirimkan barang yang tepat ke tempat tujuan.
Hal ini dibuktikan dengan nilai mean 3,89 dan nilai simpang sebesar 0,811. Begitu pula dengan pernyataan X1.14 yang memiliki nilai mean 3,92 dengan standar deviasi sebesar 0,730, hal ini membuktikan bahwa respon setuju mengenai PT.
Satria Putra Perkasa selalu mengirimkan barang dengan jumlah yang tepat.
Tabel 4.6 Analisa Deskriptif Dimensi Order Condition
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
PT. Satria Putra Perkasa memberikan jaminan kerusakan pada barang yang dikirim (X1.15)
0 2 26 39 33 4,03 0,818
Pengiriman barang menggunakan PT. Satria Putra Perkasa selalu aman (X1.16)
0 3 26 37 34 4,02 0,848
Order condition mengacu pada kerusakan yang dapat terjadi dalam pesanan ketika proses pengiriman terjadi. Tabel 4.6 menjelaskan bahwa kedua indikator diatas memiliki hubungan yang kuat satu sama lain. hal ini terbukti dengan nilai mean yang tidak jauh berbeda yaitu X1.15 sebesar 4,03 dan X1.16 sebesar 4,02.
Kedua indikator ini memberikan gamabran bahwa PT. Satria Putra Perkasa memiliki order condition yang sudah dianggap baik oleh pelanggannya.
Indikator X1.15 menjelaskan bahwa PT. Satria Putra Perkasa memberikan jaminan kerusakan pada barang yang dikirim. Jaminan yang dimaksud disini adalah
42
Universitas Kristen Petra
ketika barang konsumen ada yang hilang selama proses pengiriman, maka PT.
Satria Putra Perkasa akan memberikan ganti rugi sebesar 30% dari nilai barang tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab PT. Satria Putra Perkasa terhadap seluruh pemesanan yang dilakukan oleh pelanggan. Kemudian didukung pula oleh indikator X1.16 yang menyatakan bahwa pengiriman barang dengan PT.
Satria Putra Perkasa selalu aman. Perusahaan selalu memastikan bahwa truk trailer yang mengangkut barang konsumen berada dalam keadaan aman dimana selalu diberi segel penutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tabel 4.7 Analisa Deskriptif Dimensi Order Discrepancy Handling
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
PT. Satria Putra Perkasa dapat memastikan kondisi barang sesuai pada waktu pengiriman (X1.17)
0 2 26 43 29 3,99 0,794
PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan solusi yang efektif ketika terjadi masalah (X1.18)
0 0 27 47 26 3,99 0,728
Tabel 4.7 dapat dijelaskan bahwa, pada pernyataan X1.17 memiliki mean sebesar 3,99 dan standar deviasi sebesar 0,794 dimana hal ini membuktikan bahwa PT. Satria Putra Perkasa dapat memastikan kondisi barang sesuai pada waktu pengiriman. Mengingat pelabuhan maupun pabrik konsumen memiliki jam operasional yang mengharuskan PT. Satria Putra Perkasa harus memperhitungkan waktu pengiriman mereka agar barang konsumen dapat sampai tujuan dengan tepat waktu.
Responden juga setuju dengan X1.18 bahwa PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan solusi yang efektif terjadi ada masalah, terbukti dengan nilai mean sebesar 3,99 dan nilai standar deviasi sebesar 0,728. PT. Satria Putra Perkasa tidak akan lepas pada tanggung jawab ketika sedang berhadapan dengan masalah karena
43
Universitas Kristen Petra
seberapa baik perusahaan dapat memberikan sikap dan perilaku yang benar ini mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap kinerja perusahaan.
Indikator dan dimensi dalam order discrepancy handling diatas merupakan hasil kesetujuan pelanggan terhadap seberapa baik perusahaan menangani ketidaksesuaian atau permasalahan yang terjadi ketika barang sampai di pelanggan.
Tabel 4.8 Analisa Deskriptif Dimensi Timeliness
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
Pelayanan PT. Satria Putra Perkasa selalu tepat waktu sesuai dengan jadwal yang diinginkan pelanggan (X1.19)
0 2 25 44 31 4,06 0,746
PT. Satria Putra Perkasa memiliki waktu
operasional yang akurat dalam proses pengiriman barang (X1.20)
0 2 25 41 32 4,03 0,806
Dalam pernyataan X1.19 menunjukkan nilai mean sebesar 4,06 dan standar deviasi sebesar 7,46 yang dimana hal ini menandakan responden setuju bahwa pelayanan PT. Satria Putra Perkasa selalu tepat waktu sesuai dengan jadwal yang diinginkan pelanggan. Indikator X1.20 memiliki nilai mean sebesar 4,03 dan standar deviasi sebesar 0,806 yang dimana responden setuju bahwa PT. Satria Putra Perkasa memiliki waktu operasional yang akurat dalam proses pengiriman barangnya.
Analisa dimensi timeliness ini dapat disimpulkan bahwa pelanggan setuju ketika mereka menggunaka jasa PT. Satria Putra Perkasa, pesanan akan tiba di lokasi sesuai dengan waktu yang dijanjikan.
Tabel 4.9 Analisa Deskriptif Dimensi Structural quality
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
44
Universitas Kristen Petra
PT. Satria Putra Perkasa memiliki berbagai macam tawaran menarik (Y1.1)
1 1 28 46 24 3,91 0,801
Pelanggan memiliki banyak pilihan dalam menggunakan pelayanan jasa dari PT. Satria Putra Perkasa (Y1.2)
1 2 27 50 20 3,86 0,788
PT. Satria Putra Perkasa memiliki kualitas pelayanan yang baik (Y1.3)
2 2 30 44 22 3,82 0,865
Pernyataan Y1.1 menunjukkan bahwa secara umum responden setuju PT.
Satria Putra Perkasa memiliki berbagai macam tawaran menarik. Hal ini dibuktikan dengan nilai mean sebesar 3,91 dan standar deviasi sebesar 0,801. Begitu pula Y1.2 yang memiliki nilai mean sebesar 3,86 dengan standar deviasi sebesar 0,788. Hal ini membuktikan bahwa secara umum responden juga setuju bahwa pelanggan memiliki banyak pilihan dalam menggunakan jasa PT. Satria Putra Perkasa.
Responden juga setuju pada Y1.3 bahwa PT. Satria Putra Perkasa memiliki kualitas pelayanan yang baik, terbukti dengan nilai mean sebesar 3,82 dan nilai standar deviasi sebesar 0,865.
Berdasarkan tabel 4.1.9 dapat disimpulkan bahwa dimensi structural quality menunjukkan kesetujuan responden terhadap macam-macam jenis jasa yang ditawarkan oleh PT. Satria Putra Perkasa sangat menarik kemudian didukung pula dengan kualitas pelayanan perusahaan yang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai-nilai yang cukup tinggi dari responden.
Tabel 4.10 Analisa Deskriptif Dimensi Process quality
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
45
Universitas Kristen Petra
Produk sampai ke tempat tujuan dengan hasil yang memuaskan (Y1.4)
0 2 24 53 21 3,93 0,725
Pelanggan tidak melihat/mengalami hal buruk dalam kualitas proses pengiriman barang melalui PT. Satria Putra Perkasa (Y1.5)
0 0 26 52 22 3,96 0,692
Pelanggan merasa PT.
Satria Putra Perkasa telah memenuhi kebutuhannya (Y1.6)
0 0 24 49 27 4,03 0,714
Pada tabel 4.10 dapat dijelaskan bahwa, pada pernyataan Y1.4 memiliki mean sebesar 3,93 dan standar deviasi sebesar 0,725 dimana hal ini membuktikan bahwa PT. Satria Putra Perkasa dapat mengirimkan produk konsumen sampai ke tempat tujuan dengan hasil yang memuaskan.
Responden setuju dengan pernyataan Y1.5 bahwa pelanggan tidak melihat/mengalami hal buruk dalam kualitas proses pengiriman barang melalui PT.
Satria Putra Perkasa, terbukti dengan nilai mean sebesar 3,96 dan nilai standar deviasi sebesar 0,692. PT. Satria Putra Perkasa selalu berusaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap pelanggan mereka sehingga pelanggan tidak akan mendapatkan pengalaman yang buruk setelah menggunakan jasa dari PT. Satria Putra Perkasa.
Responden juga setuju terhadap pernyataan Y1.6 yaitu pelanggan merasa PT. Satria Putra Perkasa telah memenuhi kebutuhannya. Hal ini dibuktikan dengan nilai mean sebesar 4,03 dan standar deviasi sebesar 0,714.
Indikator dan dimensi dalam process quality diatas merupakan hasil kesetujuan pelanggan terhadap seberapa baik kualitas pelayanan perusahaan sehingga dapat tersampaikan dan dinikmati oleh konsumen.
46
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.11 Analisa Deskriptif Dimensi Outcome quality
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
Pelanggan merasa puas terhadap produk dan pelayanan yang diberikan oleh PT. Satria Putra Perkasa (Y1.7)
0 2 24 44 30 4,02 0,787
PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan hasil yang maksimal (Y1.8)
0 2 26 48 24 3,94 0,759
Pelanggan merasa senang bertransaksi dengan PT.
Satria Putra Perkasa (Y1.9)
0 1 22 45 32 4,08 0,757
Pernyataan Y1.7 menunjukkan responden setuju bahwa mereka merasa puas terhadap produk dan pelayanan jasa yang diberikan oleh PT. Satria Putra Perkasa. Hal ini dibuktikan dengan nilai mean sebesar 4,02 dan standar deviasi sebesar 0,787.
Responden juga setuju dengan pernyataan Y1.8 bahwa PT. Satria Putra Perkasa selalu memberikan hasil yang maksimal, terbukti pada nilai mean sebesar 3,94 dan standar deviasi sebesar 0,759. Begitu pula dengan Y1.9 yang memiliki nilai mean sebesar 4,08 dengan standar deviasi sebesar 0,757, hal ini membuktikan bahwa responden setuju mereka merasa senang bertransaksi dengan PT. Satria Putra Perkasa.
Hal ini membuktikan bahwa dimensi outcome quality merupakan hubungan yang kuat dari hasil akhir pelayanan jasa PT. Satria Putra Perkasa hingga sampai ke konsumen yang menimbulkan terciptanya kepuasan konsumen.
Tabel 4.12 Analisa Deskriptif Dimensi Repeat Purchase
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
47
Universitas Kristen Petra
Pelanggan berminat untuk terus melakukan transaksi bisnis dengan PT. Satria Putra Perkasa (Z1.1)
0 1 29 40 30 3,99 0,794
Komitmen untuk menjadikan PT. Satria Putra Perkasa sebagai pilihan utama untuk jasa pengiriman logistik (Z1.2)
0 0 30 49 21 3,91 0,708
Pelanggan berminat melakukan pembelian ulang pada PT. Satria Putra Perkasa (Z1.3)
0 0 30 45 25 3,95 0,740
Repeat purchase mengacu pada seberapa sering konsumen melakukan pembelian ulang pada perusahaan yang sama. Tabel 4.12 menjelaskan bahwa nilai mean tertinggi terdapat pada indikator Z1.1 sebesar 3,99 yang menjelaskan bahwa pelanggan berminat untuk terus melakukan transaksi bisnis dengan PT. Satria Putra Perkasa. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen merasa puas terhadap pelayanan dan jasa dari perusahaan sehingga mereka mau untuk melakukan transaksi bisnis lagi dengan PT. Satria Putra Perkasa.
Indikator Z1.2 yang menjelaskan mengenai komitmen pelanggan untuk menjadikan PT. Satria Putra Perkasa sebagai pilihan utama dalam jasa pengiriman logistik memiliki nilai mean sebesar 3,91 yang berarti sebagian besar responden sudah setuju dan percaya dengan kualitas pelayanan PT. Satria Putra Perkasa dalam menjalankan tugasnya di pengiriman logistik. Selain itu indikator Z1.3 juga menunjukkan bahwa responden berminat melakukan pembelian ulang di PT. Satria Putra Perkasa. Hal ini dibuktikan dengan nilai mean sebesar 3,95 dan standar deviasi sebesar 0,740.
Tabel 4.13 Analisa Deskriptif Dimensi Average Order Size
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
48
Universitas Kristen Petra
Pelanggan melakukan order di PT. Satria Putra Perkasa dalam kuantitas yang besar (Z1.4)
0 0 28 49 23 3,95 0,712
Average order size membahas mengenai jumlah rata-rata pembelian yang dilakukan oleh konsumen dalam transaksi bisnis. Tabel 4.13 menjelaskan bahwa nilai mean dari indikator Z1.4 adalah 3,95 dengan standar deviasi sebesar 0,712.
Indikator Z1.4 menjelaskan mengenai konsumen yang melakukan order di PT.
Satria Putra Perkasa memiliki jumlah kuantitas yang besar atau tidak.
Tabel 4.14 Analisa Deskriptif Dimensi Purchase of Multiple Products or Services
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
Pelanggan menggunakan seluruh layanan yang ditawarkan PT. Satria Putra Perkasa (Z1.5)
0 0 27 43 30 4,03 0,754
Purchase of Multiple Products or Services mengacu pada konsumen yang melakukan transaksi bisnis terhadap beberapa produk jasa atau beberapa layanan perusahaan sekaligus. Indikator Y1.5 menunjukkan bahwa nilai mean sebesar 4,03 dengan nilai standar deviasi 0,754 yang berarti bahwa responden secara umum setuju mereka menggunakan seluruh layanan yang ditawarkan oleh PT. Satria Putra Perkasa.
Tabel 4.15 Analisa Deskriptif Dimensi Referral to buyers in other departments or in outside companies
Indikator Jawaban
Mean Std.
Dev.
STS TS N S SS
Kesediaan pelanggan merekomendasikan orang lain untuk memakai jasa PT. Satria Putra Perkasa (Z1.6)
0 0 24 43 33 4,09 0,750
49
Universitas Kristen Petra
Pelayanan dari PT. Satria Putra Perkasa adalah rekomendasi yang terbaik (Z1.7)
0 0 26 50 24 3,98 0,707
Referral to buyers in other departments or in outside companies merupakan pengaruh atau tidaknya konsumen melakukan transaksi pembelian yang beralih ke perusahaan lain. Tabel 4.15 menunjukkan nilai mean Z1.6 sebesar 4,09 dengan standar deviasi sebesar 0,750 yang berarti secara umum responden setuju bahwa pelanggan mau merekomendasikan pelayanan jasa PT. Satria Putra Perkasa kepada orang lain. Begitu pula dengan indikator Z1.7 menunjukkan nilai mean sebesar 3,98 dengan standar deviasi 0,707 yang berarti secara umum responden setuju bahwa pelayanan dari PT. Satria Putra Perkasa adalah rekomendasi pelayanan logistik terbaik.
4.2 Uji Reliabilitas 4.2.1 Indicator Reliability
Langkah awal untuk memeriksa apakah indikator-indikator yang digunakan untuk mengolah data dapat dikatan reliable adalah dengan melakukan uji reliabilitas tahap awal menggunakan indicator reliability. Indicator reliability digunakan untuk menguji konsistensi indikator pada outer model. Nilai indicator reliability didapatkan dari hasil pangkat dua dari outer loading tiap-tiap indikator yang digunakan. Nilai indicator reliability diatas 0,70 termasuk dalam kategori baik, 0,40 sampai 0,70 dianggap cukup, dan dibawah 0,40 dapat dikatakan tidak layak.
Berikut merupakan nilai outer loading yang sudah diolah menjadi indicator reliability.
Tabel 4.16 Indicator Reliability
Latent Variable Indicator Loadings Indicator
Reliability Kesimpulan
X1.01 0,742 0,551 Cukup
X1.02 0,669 0,448 Cukup
X1.03 0,668 0,446 Cukup
50
Universitas Kristen Petra
Logistics Service Quality
X1.04 0,710 0,504 Cukup
X1.05 0,684 0,468 Cukup
X1.06 0,761 0,579 Cukup
X1.07 0,858 0,736 Baik
X1.08 0,787 0,619 Cukup
X1.09 0,690 0,476 Cukup
X1.10 0,789 0,623 Cukup
X1.11 0,749 0,561 Cukup
X1.12 0,747 0,558 Cukup
X1.13 0,746 0,557 Cukup
X1.14 0,685 0,469 Cukup
X1.15 0,851 0,724 Baik
X1.16 0,670 0,449 Cukup
X1.17 0,789 0,623 Cukup
X1.18 0,688 0,473 Cukup
X1.19 0,769 0,591 Cukup
X1.20 0,669 0,448 Cukup
Customer Satisfaction Y1.01 0,801 0,642 Cukup
Y1.02 0,834 0,696 Cukup
Y1.03 0,665 0,442 Cukup
Y1.04 0,872 0,760 Baik
Y1.05 0,825 0,681 Cukup
Y1.06 0,809 0,654 Cukup
Y1.07 0,808 0,653 Cukup
Y1.08 0,790 0,624 Cukup
Y1.09 0,757 0,573 Cukup
Customer Retention Z1.01 0,790 0,624 Cukup
Z1.02 0,647 0,419 Cukup
Z1.03 0,862 0,743 Baik
Z1.04 0,787 0,619 Cukup
51
Universitas Kristen Petra
Z1.05 0,651 0,424 Cukup
Z1.06 0,847 0,717 Baik
Z1.07 0,697 0,486 Cukup
Pada variabel Logistics Service Quality terdapat 18 indikator yang memiliki tingkat reliabilitas yang cukup dan 2 indikator dengan tingkat reliabilitas baik.
Selanjutnya, pada variabel Customer Satisfaction terdapat 8 indikator yang memiliki tingkat reliabilitas cukup dan 1 indikator dengan tingkat reliabilitas yang baik. Kemudian pada variabel Customer Retention, memiliki tingkat reliabilitas dengan 5 cukup dan 2 baik.
Dari tabel 4.16 diatas dapat dilihat bahwa keseluruhan indikator layak digunakan, sehingga seluruh variabel dapat dijadikan bahan untuk mengolah data selanjutnya.
4.2.2 Internal Consistency Reliability
Tahap selanjutnya dalam pengukuran reliabilitas adalah dengan internal consistency reliability, dimana berguna untuk mengukur seberapa konsisten indikator tiap-tiap variabel yang ada. Composite Reliability untuk mengukur internal consistency reliability sebagai pengganti Cronbach’s Alpha pada penelitian modern. Nilai composite reliability harus lebih dari 0,7 agar sebuah variabel dapat dikatakan reliable.
Tabel 4.17 Internal Consistency Reliability
Variabel Composite
Reliability Keterangan Logistics Service Quality 0,960 Reliable
Customer Satisfaction 0,940 Reliable
Customer Retention 0,904 Reliable
Pada Tabel 4.17, dapat dilihat bahwa keseluruhan variabel yang ada memiliki nilai composite reliability diatas 0,7. Hal ini menyimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki level internal consistency reliability yang tinggi.
52
Universitas Kristen Petra
4.3 Uji Validitas
4.3.1 Convergent Validity
Dalam memeriksa nilai convergent validity, diperlukan evaluasi Average Variance Extracted (AVE) pada setiap variabel laten. Nilai AVE harus lebih besar dari angka 0,5 untuk dapat memastikan bahwa tiap variabel memiliki parameter convergent validity yang layak digunakan.
Tabel 4.18 Convergent Validity
Variabel AVE Keterangan Logistics Service Quality 0,545 Valid
Customer Satisfaction 0,636 Valid Competitive Retention 0,576 Valid
Tabel 4.18 menunjukkan bahwa keseluruhan variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah layak. Setelah memastikan convergent validity, maka dapat dilanjutkan untuk pemeriksaan tahap validitas selanjutnya.
4.3.2 Discriminant Validity
Cara mudah untuk memastikan discriminant validity adalah dengan melihat akar pangkat dua nilai AVE setiap latent variabel harus lebih besar dari nilai korelasi terhadap variabel lainnya.
Tabel 4.19 Fornell-Loarcker Criterion Analysis for Checking Discriminant Validity Variabel Logistics Service
Quality
Customer Satisfaction
Customer Retention
Logistics Service Quality 0,738
Customer Satisfaction 0,606 0,798
Customer Retention 0,705 0,632 0,759
Angka yang bercetak tebal di Tabel 4.19 didapatkan dari hasil akar pangkat dua nilai AVE pada latent variable, setelah itu hasilnya dibandingkan dengan angka pada setiap latent variable lain yang berhubungan. Tabel diatas menjelaskan bahwa akar AVE Logistics Service Quality (0,738) lebih besar dari korelasi Logistics Service Quality dengan Customer Satisfaction (0,606), dan Customer Retention (0,705). Sehingga variabel Logistics Service Quality dapat dikatakan valid.
53
Universitas Kristen Petra
Akar AVE variabel Customer Satisfaction (0,798) juga lebih besar dari korelasi Customer Satisfaction dengan Logistics Service Quality (0,606), dan Customer Retention (0,632). Maka variabel Customer Satisfaction dapat dikatakan valid.
Kemudian, Akar AVE variabel Customer Retention (0,759) juga lebih besar dari korelasi Customer Retention dengan Customer Satisfaction (0,632) dan Logistics Service Quality (0,705). Maka variabel Customer Retention dapat dikatakan valid.
4.3.3 Cross Loading
Tabel 4.20 Cross Loading Analysis for Checking Discriminant Validity Customer
Retention (Z1)
Customer Satisfaction (Y1)
Logistics Service Quality (X1)
X1.01 0.616 0.416 0.742
X1.02 0.428 0.422 0.669
X1.03 0.558 0.422 0.668
X1.04 0.608 0.453 0.710
X1.05 0.554 0.445 0.684
X1.06 0.590 0.475 0.761
X1.07 0.530 0.518 0.858
X1.08 0.425 0.492 0.787
X1.09 0.474 0.456 0.690
X1.10 0.553 0.445 0.789
X1.11 0.658 0.587 0.749
X1.12 0.537 0.587 0.747
X1.13 0.514 0.374 0.746
X1.14 0.559 0.447 0.685
X1.15 0.462 0.414 0.851
X1.16 0.410 0.359 0.670
X1.17 0.489 0.468 0.789
X1.18 0.444 0.383 0.688
X1.19 0.431 0.465 0.769
54
Universitas Kristen Petra
X1.20 0.420 0.350 0.669
Y1.01 0.473 0.801 0.461
Y1.02 0.527 0.834 0.419
Y1.03 0.477 0.665 0.458
Y1.04 0.481 0.872 0.503
Y1.05 0.477 0.825 0.484
Y1.06 0.466 0.809 0.516
Y1.07 0.580 0.808 0.493
Y1.08 0.538 0.790 0.495
Y1.09 0.499 0.757 0.512
Z1.01 0.790 0.589 0.587
Z1.02 0.647 0.275 0.495
Z1.03 0.862 0.568 0.604
Z1.04 0.787 0.458 0.542
Z1.05 0.651 0.422 0.439
Z1.06 0.847 0.557 0.649
Z1.07 0.697 0.414 0.364
Tabel 4.20 menunjukan nilai yang merupakan ukuran lain dari validitas diskriminan. Nilai yang diharapkan bahwa setiap indikator memiliki loading lebih tinggi untuk konstruk yang diukur dibandingkan dengan nilai loading ke konstruk yang lain. Hal ini untuk lebih memperdalam hasil Fornell-Larcker Criterion.
4.4 Model Fit
Dalam model penelitian ini RMS Theta yang di dapat adalah sebesar 0.179.
Chi Square yang didapat adalah sekitar 1,721.340 jika dibagi dengan jumlah sample sebanyak 100 responden, sehingga hasilnya adalah 17,213.4 yang berarti bahwa penelitian ini reliable dan valid tetapi hanya sebagai confirmatory dan tidak dapat diprediksi.
4.5 Evaluasi Path coefficient dan Coefficient of Determination (R2)
Evaluasi path coefficient digunakan untuk menunjukan seberapa kuat pengaruh variabel independen kepada variabel dependen. Sedangkan coefficient determination digunakan untuk mengukur seberapa banyak variabel endogen
55
Universitas Kristen Petra
dipengaruhi oleh variabel lainnya. Didalam marketing research, nilai R2 diatas 0,75 keatas dikategorikan substansial, 0,50 – 0,75 artinya sedang, dan 0,25 – 0,50 artinya lemah.
Gambar 4.1 Path Coefficient dan Coefficient of Determination
Pada analisa path coefficient ini telah terbukti bahwa customer satisfaction merupakan variable intervening yang dimana tidak memperkuat hubungan antara logistics service quality dengan customer retention sebesar 0.196. Nilai ini didapatkan dari hasil perkalian antara 0.606 dan 0.323.
Hubungan logistics service quality terhadap customer retention secara langsung menunjukan angka 0.563 dimana angka yang menunjukkan hubungan secara langsung ini lebih besar daripada menggunakan customer satisfaction sebagai variable intervening yang hanya sebesar 0.196.
Gambar 4.1 merupakan bukti bahwa dalam penelitian ini customer satisfaction tidak memperkuat hubungan antara variable independen terhadap
56
Universitas Kristen Petra
variable dependen. Melainkan hubungan secara langsung antara variable independen ke variable dependen lebih kuat.
Selain itu, keseluruhan variable dalam model ini memiliki path coefficient dengan angka yang positif. Sehingga jika semakin besar nilai path coefficient pada satu variable independen terhadap variable dependen tersebut, maka semakin kuat juga pengaruh antara variable independen terhadap variable dependen tersebut.
Nilai coefficient of determination (R2) yang di dalam gambar ditunjukan pada angka di dalam lingkaran customer satisfaction yang dipengaruhi oleh logistics service quality sebesar 0.368. Artinya variable logistics service quality mempengaruhi customer satisfaction sebesar 36.8% sedangkan 63.2 lainnya dipengaruhi oleh variable lain di luar penelitian. Lalu variable customer retention yang dipengaruhi oleh logistics service quality sebesar 0.563. Artinya variable logistics service quality mempengaruhi customer retention sebesar 56.3%
sedangkan 43.7% lainnya dipengaruhi oleh variable lain di luar penelitian.
4.6 T-statistic dan Uji Hipotesis
Nilai T-statistic didapatkan dari prosedur bootstrapping, dimana nilai ini digunakan untuk menarik kesimpulan pada suatu uji hipotesis. Nilai T-statistic dengan level signifikansi 5% menjelaskan bahwa inner model akan signifikan jika nilai T-statistic lebih besar dari 1.96.
57
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.21 T-statistic
Tabel 4.21 diatas memiliki arti bahwa nilai original sampel (O) adalah nilai path coefficient yang menunjukan kekuatan pengaruh satu latent variable ke satu latent variable lainnya. Nilai pada kolom mean (M) menunjukan nilai tengah dari path coefficient. Sedangkan standar deviasi (STDEV), menunjukan nilai simpang pada sampel mean. Nilai T-statistic untuk melihat nilai T hitung yang akan digunakan pada pengujian hipotesis.
T-statistic pada pengaruh customer satisfaction terhadap customer retention menunjukan 3.563 yang artinya customer satisfaction berpengaruh signifikan terhadap customer retention. T-statistic pada pengaruh logistics service quality terhadap customer retention menunjukan 5.928 yang artinya logistics service quality berpengaruh signifikan terhadap customer retention. T-statistic pada
Original Sample
(O)
Sample Mean
(M)
Standard Deviation (STDEV)
T Statistics
(|O/STDEV|) P Values Customer
Satisfaction (Y1) ->
Customer Retention (Z1)
0.323 0.329 0.091 3.563 0.000708
Logistics Service Quality (X1) ->
Customer Retention (Z1)
0.509 0.510 0.086 5.928 0.000170
Logistics Service Quality (X1) ->
Customer Satisfaction (Y1)
0.606 0.613 0.062 9.772 0.000000
58
Universitas Kristen Petra
pengaruh logistics service quality terhadap customer satisfaction menunjukan 9.772 yang artinya logistics service quality berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction.
Tabel 4.22 Kesimpulan Uji Hipotesis
Hipotesis Keterangan T-statistic
H1 Terdapat pengaruh signifikan dari customer
satisfaction terhadap customer retention 3.563 H2 Terdapat pengaruh signifikan dari logistics service
quality terhadap customer retention 5.928 H3 Terdapat pengaruh signifikan dari logistics service
quality terhadap customer satisfaction 9.772
4.7 Pembahasan
4.7.1 Logisctics Service Quality terhadap Customer Satisfaction
Penelitian ini memiliki hasil bahwa logistics service quality PT. Satria Putra Perkasa memiliki pengaruh terhadap customer satisfaction secara signifikan dengan nilai uji T-statistic >1.96 yaitu 9.772.
Penelitian ini memberikan hasil yang menunjukkan bahwa logistics service quality berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction dimana hal ini sesuai dengan pendapat (Mentzer, Flint, & Hult, 2001) yaitu terdapat dampak dan hubungan positif antara kualitas layanan logistik terhadap kepuasan pelanggan.
Komponen-komponen dari dimensi logistics service quality yang berjalan dengan baik, akan menimbulkan kepuasan konsumen. Memberikan pelayanan logistik yang terbaik untuk konsumen menjadi salah satu tujuan perusahan logistik agar konsumen juga merasakan kepuasan dalam menggunakan jasa dari perusahaan penyedia jasa. (Mentzer et al., 2001) juga menyatakan terdapat dua tahap menuju kepuasan konsumen berdasarkan kualitas pelayanan logistik. Tahap pertama adalah order placement yang mengacu pada kemampuan perusahaan untuk ketersediaan mereka menerima order dari konsumen dan juga berhubungan pada interaksi pada staf perusahaan ketika konsumen melakukan order. Kemudian pada tahap kedua
59
Universitas Kristen Petra
bernama order receipt dimana mengacu pada pesanan konsumen sampai dengan tepat waktu dan sesuai dengan tujuan.
PT. Satria Putra Perkasa telah berusaha memberikan kualitas pelayanan logistik yang terbaik bagi pelanggan mereka. Terutama dengan menyanggupi permintaan order konsumen, memberikan informasi akurat mengenai kondisi barang konsumen, memberikan pelayanan yang efisien dan efektif, hingga kualitas pelayanan karyawan yang baik. Dalam analisa deskriptif dimensi variabel-variabel juga menunjukkan kesetujuan pelanggan akan berbagai macam bentuk kualitas pelayanan yang diberikan dan begitu juga kesetujuan pelanggan terhadap satisfaction yang telah dirasakan oleh pelanggan.
Hubungan antara logistics service quality dan customer satisfaction juga dapat dibuktikan memiliki hubungan yang signifikan, sehingga kepuasan pelanggan dirasakan oleh pelanggan dengan adanya pelayanan logistik PT. Satria Putra Perkasa yang baik.
4.7.2 Logisctics Service Quality terhadap Customer Retention
Penelitian ini memiliki hasil bahwa logistics service quality PT. Satria Putra Perkasa memiliki pengaruh terhadap customer retention secara signifikan dengan nilai uji T-statistic >1.96 yaitu 5.928.
Penelitian ini mempunyai hasil yang menunjukkan bahwa logistics service quality berpengaruh signifikan terhadap customer retention dimana hal ini sesuai dengan pendapat (Micu, Adrian; Aivaz, Kamer; Capatina, 2013) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan dari kualitas pelayanan logistik dengan strategi menciptakan customer retention. Konsumen yang merasakan kualitas pelayanan jasa yang baik akan berpengaruh pada retensi pelanggan pada perusahaan tersebut.
Penelitian (Odunlami, 2015) juga mengungkapkan bahwa membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen menjadi hal yang penting bagi perusahaan agar mereka tetap bertahan di tengah persaingan ekonomi.
PT. Satria Putra Perkasa berupaya dalam meningkatkan retensi pelanggan dalam berbagai hal. Dalam kualitas pelayanan logistik yang diciptakan oleh PT.
Satria Putra Perkasa untuk terjadinya retensi pelanggan adalah dengan memperlakukan pelanggan dengan baik, selain itu memberikan tawaran-tawaran
60
Universitas Kristen Petra
menarik dalam menggunakan jasa perusahaan yang pastinya akan menguntungkan kedua belah pihak. Kualitas pelayanan logistik yang baik dari PT. Satria Putra Perkasa tentunya akan menimbulkan customer retention yaitu kesediaan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang dan bisa mengindikasikan komitmen hubungan jangka panjang antara konsumen dan perusahaan.
4.7.3 Customer Satisfaction terhadap Customer Retention
Penelitian ini memiliki hasil bahwa customer satisfaction PT. Satria Putra Perkasa memiliki pengaruh terhadap customer retention secara signifikan dengan nilai uji T-statistic >1.96 yaitu 3.563.
Penelitian ini mempunyai hasil yang menunjukan bahwa customer satisfaction berpengaruh signifikan terhadap customer retention dimana hal ini sesuai dengan pendapat (Khan, Naumann, & Williams, 2012) dimana kepuasan konsumen memiliki hubungan dengan tingkat retensi pelanggan. Konsumen yang merasa puas atas pelayanan logistik dari perusahaan akan berpengaruh pada tingkat retensi pelanggan dimana mereka yang puas akan bertahan menggunakan produk atau jasa pada perusahaan yang sama. Dalam membentuk customer retention, sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui konsumen siapa yang akan mereka layani dan bagaimana strategi efektivitas untuk memberikan kepuasan pada konsumen tersebut. Pelayanan setelah pembelian (post sales service) adalah faktor yang penting dalam customer retention (Saeed, Grover & Hwang, 2005). Strategi dalam post sales service memberikan efek jangka panjang dalam upaya membangun hubungan baik dengan konsumen.
PT. Satria Putra Perkasa juga berusaha memberikan kepuasan pelanggan terhadap pelanggan dengan mengirimkan barang konsumen dengan tepat waktu, memberikan kompensasi ketika ada barang konsumen yang hilang dan menangani masalah dengan baik sehingga konsumen akan merasa puas dengan kinerja dari PT.
Satria Putra Perkasa. Berdasarkan analisa deskriptif dimensi customer satisfaction dan customer retention menunjukkan kesetujuan pelanggan akan terciptanya kepuasan konsumen dan customer retention di PT. Satria Putra Perkasa.
61
Universitas Kristen Petra
4.7.4 Variabel Customer Satisfaction Tidak Memediasi Hubungan Logistics Service Quality Terhadap Customer Retention
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh logistics service quality terhadap customer retention dengan menggunakan customer satisfaction sebagai variable intervening. Customer satisfaction memiliki hubungan yang kuat terhadap logistics service quality dan customer retention. Namun dalam PT. Satria Putra Perkasa hubungan antara logistics service quality dan customer retention secara langsung lebih kuat.
Hubungan logistics service quality dan customer retention ini lebih kuat karena di PT. Satria Putra Perkasa tujuan utama sebenarnya adalah untuk mendapatkan kuantitas order dari pelanggan yang cukup banyak atas pelayanan logistik perusahaan. Kemudian setelah kuantitas order didapat, tujuan selanjutnya adalah memberikan tawaran-tawaran menarik bagi konsumen, mengingat persaingan bisnis ekspedisi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan demikian, tujuan jangka panjangnya adalah menghasilkan keuntungan terus-menerus berdasarkan komitmen dari pelanggan agar mau melakukan pembelian ulang di PT.
Satria Putra Perkasa. Penelitian Zimmerman, A., & Blythe, J. (2013) mengungkapkan bahwa terdapat 7 isu bentuk hubungan antara pembeli dan penjual B2B dimana hubungan ini lebih ke arah hubungan jangka panjang yang membantu terbentuknya customer retention:
a. Trust vs formality, kepercayaan memegang peran penting bagi B2B, sebab kepercayaan ini sangat menentukan keberlanjutan hubungan antara penjual dan pembeli. Pembeli yang mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan atau mengalami masalah dengan jasa perusahaan tentu akan berpikir ulang jika mau menggunakan jasa dari perusahaan yang sama karena ia merasa kurang bisa percaya pada kualitas penjual.
b. Power and dependence, berkaitan dengan kekuasaan dan ketergantungan antara kedua belah pihak. Poin ini menjelaskan bahwa antara pembeli dan penjual memiliki hubungan yang saling membutuhkan guna berlangsungnya bisnis masing-masing.
62
Universitas Kristen Petra
c. Complexity of the relationship, cenderung menjadi fungsi dari kedekatan hubungan dimana semakin banyak interaksi hubungan antara pembeli dan penjual maka hubungan yang komplek akan terjadi. Pada saat yang sama, hubungan ini membuat penjual dan pembeli memiliki hubungan yang semakin dekat.
d. Supplier relations, menyangkut koordinasi pemasok antara satu dengan lainnya sehingga hubungan ini dapat berkembang dikemudian hari.
e. Conflict and cooperation, konflik antara penjual dan pembeli tidak bisa dihindari ketika kedua pihak memiliki tujuan, latar belakang, dan agenda yang berbeda. Ketika mereka berusaha bekerja sama maka konflik akan dapat diselesaikan dengan cara yang baik.
f. Adaptations, setiap pelaku bisnis perlu beradaptasi satu sama lain dalam rangka membentuk hubungan yang lebih baik.
g. Relationships as investments, hubungan dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang karena setiap pelaku bisnis berusaha untuk mendapatkan hubungan jangka panjang yang baik sehingga kedua belah pihak berusaha keras untuk saling memahami guna memperlancar bisnis masing-masing