• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH DASAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT EPIDEMIOLOGI

N/A
N/A
Kizal

Academic year: 2022

Membagikan "MAKALAH DASAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT EPIDEMIOLOGI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH DASAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

EPIDEMIOLOGI BIOSTATISTIK

Disusun Oleh:

KELOMPOK 6 Risma Liza Felsa Yulia Deski Alfaris Mulya Uttari

Dosen Pengampu:

Mhd. Hidayatullah, SKM.,MKM

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PRODI KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH BESAR

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Lampoh Keude, Oktober 2022 Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar belakang...1

BAB II PEMBAHASAN...2

A. Pengertian Epidemiologi...2

B. Tujuan Epidemiologi...2

C. Ruang Lingkup Epidemiologi...3

D. Peran Epidemiologi dalam Kesehatan...6

E. Pengertian biostatistik...7

F. Jenis-Jenis Biostatistik...7

BAB III PENUTUP...9

A. Kesimpulan...9

DAFTAR PUSTAKA...10

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kesehatan telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap manusia di dunia dalam menjalankan aktivitas hidup. Berdasarkan pengertiannya keadaan sehat merupakan kondisi dimana seorang, sejahtera secara fisik, mental dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Artinya apabila salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak dalam kondisi yang baik maka akan timbul suatu masalah atau gangguan kesehatan. Hal ini merugikan penderita karena akan menurunkan produktifitas terhadap kehidupan pribadi dan negaranya. Dengan demikian, perlu adanya suatu usaha-usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Hippocrates (460-377 SM) muncul sebagai Bapak kedokteran yang menangani kasus kejadian sakit yang menitik beratkan pada kuratif atau metode pengobatan dan penyembuhan. Penyembuhan ini dilakukan setelah terjadi insiden sakit. Akan tetapi setelah perkembangan zaman, penyembuhan melalui bidang kedokteran saja tidak cukup berhasil dalam menyelesaikan masalah kesehatan di masyarakat. Setelah itu muncullah metode preventif yang mengedepankan upaya-upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan berdasarkan ilmu Epidemiologi atau ilmu mengenai distribusi, frekuensi dan determinan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakt serta aplikasinya dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat.

Bidang epidemiologi lebih fokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit bukan pada teknik pengobatan sekunder dan tersier yang ada dalam ilmu pengobatan tradisional.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Epidemiologi Last (1998)

Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan.

Mac Mahon (1970)

Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.

W.H. Frost (1927)

Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat.

HIRSCH (1883)\

Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenis-jenis penyakit pada manusia, pada saat tertentu di bumi dan kaitanya dengan kondisi eksternal

ABDEL R OMRAN

Epidemiologi sebagai suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatn, penyakit dan perubahan pada penduduk begitu juga determinannya serta akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.

B. Tujuan Epidemiologi

Secara umum, dapat dikatakan bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam mempelajari epidemiologi adalah memperoleh data frekuensi distribusi dan determinan penyakit atau fenomena lain yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang penyebab penyakit, misalnya:

(6)

1. Penelitian epidemiologis yang dilakukan pada kejadian luar biasa akibat keracunan makanan dapat digunakan untuk mengungkapkan makanan yang tercemar dan menemukan penyebabnya

2. Penelitian epidemiologis yang dilakukan untuk mencari hubungan antara karsinoma paru-paru dengan asbes

3. Menetukan apakah hipotesis yang dihasilkan dari percobaabn hewan konsisten dengan data epidemiologis. Misalnya, percobaan tentang terjadinya karsinoma kandung kemih pada hewan yang diolesi tir.

Untuk mengetahui apakah hasil percobaan hewan konsisten dengan kenyataan pada manusia, dilakukan analisis terhadap semua penderita karsinoma kandung kemih lebih banyak terpajan oleh rokok dibandingkan dengan bukan penderita

4. Memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan, penanggulangan masalah kesehatan, serta menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat;

misalnya:

a. Data frekuensi distribusi berbagai penyakit yang terdapat dimasyarakat dapat digunakan untuk menyusun rencana kebutuhan pelayanan kesehatan disuatu wilayah dan menentukan prioritas masalah

b. Bila dari hasil penelitian epidemiologis diperoleh bahwa insidensi tetanus neonatorum disuatu wilayah cukup tinggi maka data tersebut dapat digunakan untuk menyusun strategi yang efektif dan efisien dalam menggulangi masalah tersebut, misalnya dengan mengirirm petugas lapangan untuk memberikan penyuluhan pada ibu-ibu serta mengadakan imunisasi pada ibu hamil

C. Ruang Lingkup Epidemiologi

1. Subjek dan objek berupa masalah kesehatan : a. Epidemiologi dan pencegahan penyakit menular

(7)

Aplikasi epidemiologi telah mampu membawa keberhasilan dalam pencegahan penyakit menular misal: adanya imunisasi BCG maka penyakit campak tertanggulangi

b. Epidemiologi dan pencegahan penyakit tidak menular

Aplikasi epidemiologi telah mampu membawa keberhasilan dalam pencegahan penyakit tidak menular. Dalam hal ini adalah mencari beberapa faktor yang memegang peranan dalam timbulnya berbagai penyakit tidak menular . misal: keracunan makanan dapat di cari faktor yang menjadi penyebabnya

c. Epidemiologi dalam klinik

Bentuk ini merupakan salah satu bidang epidemiologi yang sedang dikembangkan oleh para klinisi yang bertujuan untuk membekali para klinisi/ dokter tentang cara pendekatan masalah melalui disilin ilmu epidemiologi. Dalam penggunaan epidemiologi klinik sehari- hari, para petugas medis terutama para dokter sering menggunakan prinsip=prinsip epidemiologi dalam menangani kasus secara individual. Mereka lebih berorientasi pada penyebab dan cara mengatasinya terhadap kasus secara individu dan biasanya tidak tertarik unutk mengetahui serta menganalisis sumber penyakit, cara penularan dan sifat penyebarannya dalam masyarakat. Berbagai hasil yang diperoleh dari para klinisi tersebut, merupakan data informasi yng sanat berguna dalam analisis epidemiologi tetapi harus pula diingat bahwa epidemiologi bukanlah terbatas pada data dan informasi saja tetapi merupakan suatu disiplin ilmu yang memeliki metode pendekatan serta penerapannya secara khusus d. Epidemiologi kependudukan

Merupakan salah satu cabang ilmu epidemiolgi yang menggunakan system pendekatan epidemiolgi dalam menganalisi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi serta factor-faktor yang mempengaruhi berbagai perubahan demografis yang terjadi didalam masyarakat. Sistem pendekatan epidemiologi

(8)

kependudukan tidak hanya memberikan analisis tentang sifat karakteristik penduduk secara demografis dalam hubungannya dengan masalah kesehatan dan penyakit dalam masyarakat tetapi juga sangat berperan dalam berbagai aspek kependudukan serta keluarga berencana. Pelayanan melalui jasa, yang erat hubungannya dengan masyarakat seperti pendidikan, kesejahteraan rakyat, kesempatan kepegawaian, sangat berkaitan dengan keadaan serta sifat populasi yang dilayani. Dalam hal ini peranan epidemiologi kependudukan sangat penting untuk digunakan sebagai dasar dalam/ mengambil kebijakn dan dalam menyusun perencanaan yang baik. Juga sedang dikembangkan epidemiologi system reproduksi yang erat kaitannya dengan gerakan keluarga berencana dn kependudukan.

e. Epidemiologi pengolahan pelayanan kesehatan

Bentuk ini merupakan salah satu system pendekatan manajemen dalam menganalis masalah, mencari factor penyebab timbulnya suatu maslah serta penyusunan pemecahan masalah tersebut secara menyeluruh dan terpadu. Sisem pendekatan epidemiologi dalam perencanaan kesehatan cukup banyak digunakan oleh para perencana kesehatan baik dalam bentuk analisis situasi, penetuan prioritas maupun dalam bentuk penilaian hasil suatu kegiatan kesehatan yang bersifat umum maupun dengan sasaran khusus.

f. Epidemiologi lingkungan dan kesehatan kerja

Bentuk ini merupakan salah satu bagian epidemioloi yang mempelajari serta mnganalisis keadaan kesehatan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan pada lingkubngan kerja, baik yang bersifat fisik kimiawo biologis maupun social budaya, serta kebiasaan hidup para pekerja. Bentuk ini sangat berguna dalam analisis tingkat kesehatan ekerja serta untuk menilai keadaan dan lingkungan kerja serta penyakit akibat kerja.

(9)

g. Epidemiologi kesehatan jiwa

Merupakan salah satu dasar pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat, baik mengenai keadan kelainan jiwa kelompok penduduk tertentu, maupun analisis berbagai factor yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat.

Dengan meningkatnya berbagai keluhan anggota masyarakat ang lebih banyak mengarh ke masalah kejiwaan disertai dengan perubahan social masyarakat menuntut suatu car pendekatan melalui epidemilogi social masyarakat menuntu suatu cara pendekatan melalui epidemiologi social yang berkaitan dengan epidemiologi kesehatan jiwa, mengingat bahwa dewasa ini gangguan kesehatan jiwa tidak lagi merupakan masalah kesehaan individu saja, tetau telah merupakan masalah social masyarakat.

h. Epidemiologi gizi

Dewasa ini banyak digunakan dalm analisis masalah gizi masyarakat dimana masalah ini erat hubungannya dengan berbagai factor yang menyangkut pola hidup masyarakat. Pendekatan masalah gizi masyarakat melaui epidemiologi gizi bertujuan untuk menganalisis berbagai factor yang berhubungan erat dengan timbulnya masalah gizi masyarakat, baik yang bersifat biologis, dan terutama yang berkaitan dengan kehidupan social masyarakat.

Penanggulangan maslah gizi masyarakat yang disertai dengan surveilans gizi lebih mengarah kepad penanggulangan berbagai faktor yang berkaitan erat dengan timbulnya masalah tersebut dalam masyarakat dan tidak hanya terbatas pada sasaran individu atau lingkungan kerja saja.

D. Peran Epidemiologi dalam Kesehatan

1. Mengidentifikasi faktor faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat

(10)

2. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan

3. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Bila dari hasil evaluasi program tersebut dianggap tidak berhasil, maka dapat dihentikan atau diubah dengan program lain. Misalnya program fogging untuk memberantas nyamuk dewasa dapat diganti dengan menggalakan 3M (Menguras, Menutup sumber air, mengubur setelah diketahui penyebabnya adalah perilaku penduduk.

4. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya menanggulanginya

5. Mengarahkan intervensi yang diperlikan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.

E. Pengertian biostatistik

Biostatistik adalah data atau informasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Statistik kesehatan sangat bermanfaat untuk kepentingan administratif, seperti merencanakan program pelayanan kesehatan, menentukan alternatif penyelesaian masalah kesehatan, dan melakukan analisis tentang berbagai penyakit selama periode waktu tertentu. Statistik kesehatan dikenal dengan istilah

“biostatistik”. Biostatistik terdiri dari dua kata dasar yaitu bio dan statistik. Bio berarti hidup, sedangkan statistik adalah kumpulan angka-angka. Sehingga secara harfiah biostatistik adalah kumpulan angka-angka tentang kehidupan.

F. Jenis-Jenis Biostatistik

Statistik secara umum dibagi menjadi dua jenis yaitu statistic deskriptif dan statistik inferensial.

1. Statistik Deskriptif

Kegiatan mulai dari pengumpulan data, pengolahan, sampai mendapatkan informasi dengan jalan menyajikan dan analisis data yang telah terkumpul. Tujuan

(11)

berkaitan dengan penyakit atau masalah kesehatan berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Untuk data numerik informasi yang diberikan berupa perhitungan nilai tengah (mean, median, modus), nilai variasi. Sedangkan untuk data kategori informasinya adalah nilai proporsi/persentase.

2. Statistik Inferensial /statistik Induktif

Tujuan dari statistik inferensial adalah untuk menarik kesimpulan cirri-ciri populasi berdasarkan data yang diperoleh melalui sampel. Statistik inferensial merupakan kumpulan cara atau metode yang dapat mengeneralisasikan nilai-nilai dari sampel dikumpulkan menjadi nilai populasi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teori estimasi atau uji hipotesis.

(12)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Keadaan sehat merupakan kondisi dimana seorang, sejahtera secara fisik, mental dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Artinya apabila salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak dalam kondisi yang baik maka akan timbul suatu masalah atau gangguan kesehatan

Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.

Dengan adanya epidemiologi diharapkan penyakit pada manusia dapat di identifikasi penyebaran penyakitnya sehingga penyakit dapat segera ditangani.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Gita Sekar Prihanti.2016. pengantar biostatistik,Malang:universitas muhammadiyah malang.

https://www.academia.edu/12334569/Konsep_Dasar_Statistika

https://edukasi.kompasiana.com/2012/10/25/pengertian-statistik-504292.html http://cokroaminoto.blogetery.com/2010/02/18/manfaat-mempelajari-biostatistik-

dalam-penyusunan-proposal-penelitian. diakses, kamis 26 September 2013 http://organisasi.org/klasifikasi_jenis_dan_macam_data_pembagian_data_dalam_i

lmu_eksak_sains_statistik_statistika. Diakses, Minggu 13 Oktober 2013 Hastono Priyo Sutanto dan Sabri Luknis. Statistik Kesehatan. PT Rajagrafindo

Persada, Jakarta. 2011

Referensi

Dokumen terkait

Utama yaitu untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia hidup, dan meningkatkan kesehatan penduduk (masyarakat). Pencegahan terhadap penyakit merupakan salah satu upaya

 Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna, dari fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO, 1947 dan UU.

Relawan dapat menggunakan Alat Peraga di Masyarakat untuk memberikan informasi kepada anggota masyarakat tentang praktik yang sehat dan mendorong mereka melakukan perubahan

Jarak antara petugas kesehatan (dokter, drg, dan sebagainya) dengan pasien atau sasaran cenderung jauh.Sedangkan pendekatan preventif, sasaran atau pasien

Trauma akibat ditinggalkan mati oleh keluarga dekat, dalam masyarakat Bali masih dirasakan meskipun kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami salah satu

Dari penulisan makalah ini saya dapat menyimpulkan bahwa perubahan dinamis dan arus globalisasi yang tinggi menyebabkan masyarakat kita sebagai bangsa indonesia yang memiliki

IKM adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah masalah sanitasi yang menggang gu kesehatan (lama dan sempit). IKM adalah kegiatan pencegahan penyakit yang terjadi dalam

Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat VOLUME 5 Nomor 01 Maret 2014 Tinjauan Pustaka THE SOCIAL AND ENVIRONMENTAL DETERMINANTS OF HIV INFECTION IN FEMALE SEX WORKERS IN INDONESIA