• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODE PENELITIAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODE PENELITIAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Petra

25

3. METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Bab ini bertujuan untuk menjelaskan proses penelitian, mendeskripsikan metode penelitian yang digunakan, responden dan prosedur, kuisioner penelitian, pengumpulan data, dan analisis data.

Babbie (2007) berpendapat bahwa setiap metode penelitian memiliki kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Metode ini digunakan karena penelitian ini menggunakan kuisioner yang terdiri atas sejumlah pertanyaan khusus yang ditujukan kepada responden untuk memperoleh data penelitian. Babbie menyatakan bahwa suatu survey tepat untuk diterapkan terutama dalam studi mengenai pendapat publik.

3.2. Populasi

Populasi adalah kumpulan atau jumlah keseluruhan dari unit analisa yang memiliki ciri-ciri atau karakteristik tertentu yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian (Malhotra & Birks, 2006).

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT.X yang mengoperasikan sistem informasi BCS dalam pekerjaannya, dengan jumlah sebanyak 38 orang dan disebut pengguna akhir. Karena ukuran populasi penelitian yang relatif kecil maka penelitian ini menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data, yang disebut dengan informan. Informan terdiri atas orang-orang yang bekerja pada bagian akuntansi, penjualan dan pembelian, produksi, baik staf, kepala bagian maupun manajer yang bekerja pada perusahaan yang menggunakan sistem informasi. Pertimbangan dipilihnya 38 informan tersebut adalah karena mereka merupakan individu yang paling sering mengoperasikan tersebut dibandingkan dengan bagian lain. Data jumlah informan menurut jabatan dan bagian dapat dilihat pada tabel 3.1. berikut

(2)

Universitas Kristen Petra

26

Tabel 3.1 Data Jumlah Informan pada PT.X

Keterangan Jumlah

Keuangan (Finance)

Manajer 1

Staff 2

Kasir 1

Akuntansi (Accounting)

Manajer 1

Staff 5

Marketing (Sales)

Manajer 1

Staff 3

Pembelian (Purchase)

Staff 3

Produksi Cetak Kemasan (Printing Production)

Manajer 1

Staff 3

Produksi Lampu (Lighting Production)

Manajer 1

Supervisor 1

Staff 2

Stok (Finished Goods and Raw Material)

Staff 2

Piutang (Account Receivable)

Staff 2

Hutang (Account Payable)

Staff 2

Personalia (HRD)

Manajer 1

Staff 2

Pembiayaan (Costing Printing & Lighting)

Staff 2

Gudang (Inventory)

Staff 2

3.3. Jenis dan Sumber Data

Data adalah informasi mentah (raw information) yang belum diolah sehingga belum bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer melalui survei terhadap pengguna dengan pembagian kuisioner.

(3)

Universitas Kristen Petra

27

3.4. Kuisioner Sebagai Prosedur Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan secara langsung kepada responden yang bekerja di PT.X, yaitu para pengguna akhir sistem informasi BCS. Kuesioner dikembangkan oleh peneliti berdasarkan studi sebelumnya (tinjauan pustaka) dari model kuisioner Doll & Torkzadeh (1994). Semua pertanyaan mengacu pada permasalahan dan hipotesis penelitian. Menurut Babbie (2007) metode survey termasuk penggunaan kuisioner merupakan instrument yang secara spesifik dirancang untuk mendapatkan informasi yang akan berguna dalam analisis data. Ketika mengajukan pertanyaan, peneliti memiliki 2 pilihan yaitu berupa model pertanyaan terbuka (open-ended question ) yang membe rikan kesempatan pada responden untuk memberikan pendapat atas pertanyaan yang diajukan dan model pertanyaan tertutup (closed -ended question) dimana responden diminta untuk memilih salah satu jawaban dari pilihan daftar yang disediakan oleh peneliti.

Penelitian ini menggunakan kedua pilihan tersebut yaitu open -ended dan juga closed-ended question, dengan lebih dominan pada closed-ended question. Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berasal dari pemba gian kuesioner yang disebar kepada para informan dan diolah dengan menggunakan SPSS 18.0, sedangkan data kualitatif berasal dari analisis kuesioner dari pertanyaan terbuka (open -ended question)

Menurut model konseptual yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya, penelitian ini menjelaskan tentang hubungan dimensi sistem informasi dan kepuasan pengguna akhir. Dimensi sistem informasi terdiri atas 5 variabel bebas yaitu isi (content), akurasi (accuracy), format, kemudahan pemakaian (ease of use), dan ketepatwaktuan (timeliness). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert 7 poin. Skala likert adalah salah satu jenis dari skala interval yang sudah sering kali digunakan untuk menilai tingkat kesetujuan dan ketidaksetujuan responde n pada suatu pernyataan (Malhotra & Birks 2006, p.34). Informan diminta untuk menilai setiap dimensi sistem informasi menggunakan skala Likert yang berkisar antara 1 (sangat amat tidak setuju) sampai 7 (sangat amat setuju). Pemilihan skala likert ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih detail dengan poinnya yang lebih beragam dan

(4)

Universitas Kristen Petra

28

memudahkan pengguna untuk memberikan jawaban yang sesuai, sehingga dapat diperoleh hasil yang valid.

Dari jawaban kuesioner yang telah dikumpulkan, dilakukan penyortiran untuk melihat kelayakan jawaban. Pertanyaan dalam kuesioner yang disebarkan terbagi menjadi tiga bagian

1. Profil informan yaitu bagian, jabatan, pendidikan, lama bekerja dan lama penggunaan sistem.

2. Persepsi kepuasan pengguna akhir terhadap faktor -faktor seperti isi (content), akurasi (accuracy), format (format), kemudahan pemakaian (ease of use) dan ketepatwaktuan (timeliness) dari sistem informasi BCS 3. Uraian mengenai saran dan kendala selama penggunaan sistem informasi

BCS

Berikut ini adalah definisi operasional variabel dalam penelitian ini:

Tabel 3.2 Variabel, Definisi Operasional dan Indikator Variabel Definisi Operasional Indikator Isi ( content ) Tingkat kelengkapan dan

relevansi informasi yang dihasilkan dengan kebutuhan pemakai (Seddon dan Siew Kee Yip, 1992,h.87)

• Tingkatan penyediaan informasi yang tepat dengan yang dibutuhkan

• Tingkatan kesesuaian isi dari informasi yang dihasilkan dengan yang diinginkan.

• Tingkatan kesesuaian laporan yang dihasilkan dengan yang diinginkan.

• Tingkatan kecukupan informasi yang dihasilkan Akurasi (accuracy) Tingkat keakurasian dari

informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi (Seddon dan Siew Kee Yip, 1992,h.87).

• Tingkatan akurasi dari sistem

• Tingkatan kepuasan pengguna terhadap keakuratan sistem

Format Bentuk atau format dari output, laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi (Seddon dan Siew Kee Yip, 1992).

• Tingkatan kemampuan memberikan informasi sesuai dengan format yang dibutuhkan.

• Tingkatan kemampuan menghasilkan informasi yang dapat dipahami secara jelas

(5)

Universitas Kristen Petra

29

Tabel 3.2 Variabel, Definisi Operasional dan Indikator (Sambungan) Variabel Definisi Operasional Indikator

Kemudahan pemakaian (ease of use)

Seberapa mudah sistem informasi tersebut untuk digunakan (Seddon dan Siew Kee Yip, 1992, h.87).

• Tingkatan keramahan sistem terhadap pengguna

• Tingkatan kemudahan sistem untuk digunakan Ketepatwaktuan

(timeliness)

Ketepatwaktuan dari sistem informasi untuk menghasilkan informasi terbaru yang dibutuhkan oleh pengguna (Seddon dan Siew Kee Yip, 1992, h.87).

• Tingkatan kesesuaian waktu penyediaan informasi dengan waktu yang diinginkan

• Tingkatan kemampuan iystem menghasilkan informasi yang bersifat real time

Kepuasan pengguna akhir (end-user satisfaction)

Opini / persepsi mengenai sejumlah faktor spesifik dari dimensi sistem informasi ( Doll et all, 1988)

• Persepsi pengguna mengenai kesuksesan sistem melalui kepuasan pengguna ( Doll et All,1988)

3.5 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS 18.0. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan setelah data-data telah dikumpulkan :

3.5.1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran mengenai demografi informan dalam penelitian yang meliputi bagian, jabatan, pendidikan, lama bekerja, dan lama penggunaan sistem. Statistika deskriptif juga menggambarkan hasil jawaban informan pada masing – masing variabel penelitian

3.5.2 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut secara tepat dan cermat sehingga data yang diperoleh bisa relevan/sesuai dengan tujuan diadakannya pengukuran tersebut. (Ghozali, 2001). Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS dan memakai korelasi product momen yaitu

(6)

Universitas Kristen Petra

30

(3.1) menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor (item-total correlation)

3.5.3 Uji Reliab ilitas

Uji Reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan kuisioner. Uji reliabilitas melihat dari sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya bila dilakukan pengukuran pada waktu yg berbeda, pada kelompok subjek yg sama dengan hasil perolehan yang relatif sama.

Suatu kuesioner dinyatakan handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. (Ghozali, 2001). Uji reliabilitas ini dilakukan dengan menggunaka n program SPSS yang memberikan fasilitas untuk melakukan uji statistik Cronbach Alpha (a), dimana suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha lebih dari 0,6 (Ghozali, 2001).

3.5.4 Uji Regresi Liner Berganda

Dalam praktek, regresi sering dibedakan antara regresi sederhana dan regresi berganda. Jika hanya ada satu variabel bebas maka disebut regresi sederhana, sedangkan regresi berganda jika ada lebih dari satu variabel bebas.

Oleh karena dalam penelitian ini, menggunakan lebih dari satu variabel bebas, maka digunakan metode regresi berganda. Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Kepuasan pengguna sistem informasi BCS yang merupakan variabel terikat dalam penelitian ini diprediksi dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas, yaitu isi, akurasi, format, kemudahan pemakaian dan ketepatwaktuan. Menurut George (2003) dan Andy (2000), analisis regresi berganda adalah analisa yang tepat untuk menguji hubungan atau korelasi antara dua variabel dan penelitian yang multi variasi atau lebih dari dua variabel.

Model analisis yang digunakan untuk rumusan masalah dirumuskan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5

(7)

Universitas Kristen Petra

31 Keterangan :

Y = kepuasan pengguna sistem informasi (variabel terikat) a = konstanta persamaaan regresi

b1-b5 = koefisien regresi X1 = isi (variabel bebas) X2 = akurasi (variabel bebas) X3 = format (variabel bebas)

X4 = kemudahan pemakaian (variabel bebas) X5 = ketepatwaktuan (variabel bebas)

3.5.5 Uji F

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama -sama terhadap variabel terikat (Solimun, 2000). Langkah-langkah/ urutan menguji hipotesa dengan distribusi F

1. Merumuskan hipotesa

Ho : ß1 = ß2 = ß3 = ß4 = 0, berarti secara bersama -sama tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

H1 : ß1 ? ß2 ? ß3 ? ß4 ? 0, berarti secara bersama-sama ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. Menentukan taraf nyata / level of significance = a

Tingkat signifikansi / derajat keyakinan yang digunakan sebesar a = 5%

Derajat bebas (df) dalam distribusi F ada dua, yaitu : df numerator = dfn = df1 = k – 1

df denumerator = dfd = df2 = n – k Dimana:

df = derajat kebebasan (degree of freedom) n = jumlah sampel

k = banyaknya koefisien regresi

3. Menentukan daerah keputusan, yaitu daerah dimana hipotesa nol diterima atau tidak

(8)

Universitas Kristen Petra

32

Ho diterima apabila F hitung < F tabel dan signifikansi uji F lebih besar dari 0,05, artinya semua variabel bebas secara bersama-sama bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat

Ho ditolak apabila F hitung > F tabel, dan signifikansi uji F lebih kecil dari 0,05, artinya semua variabel bebas secara bersama-sama merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.

4. Menentukan uji statistik nilai F ( bentuk distribusi F selalu bernilai positif) 5. Mengambil keputusan

Keputusan bisa menolak Ho atau menolak Ho menerima H1

Nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F tabel dan signifikansi uji F dibandingkan dengan 0,05. Apabila F hitung > F tabel dan signifikansi uji F lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan menerima H1 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas dengan variabel terikat. Apabila F hitung < F tabel dan signifikansi uji F lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima dan menolak H1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas dengan variabel terikat

3.5.6 Uji T

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Tujuan dari uji t adalah untuk menguji koefisien regresi secara individual (Solimun, 2000).

Langkah-langkah menguji hipotesa dengan distribusi t 1. Merumuskan hipotesa

Ho : ßi = 0, artinya variabel bebas bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat

H1 : ßi ? 0, artinya variabel bebas merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.

2. Menentukan taraf nyata / level of significance = a

Tingkat signifikansi / derajat keyakinan yang digunakan sebesar a = 5%

dengan:

(9)

Universitas Kristen Petra

33 df = n – k, dimana:

df = derajat kebebasan (degree of freedom) n = jumlah sampel

k = banyaknya koefisien regresi + konstanta

3. Menentukan daerah keputusan, yaitu daerah dimana hipotesa nol diterima atau tidak. Untuk mengetahui kebenaran hipotesis digunakan kriteria sebagai berikut:

Ho diterima apabila –t (a / 2; n – k) = t hitung = t (a / 2; n – k), artinya tidak ada pengaruh secara parsial antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Ho ditolak apabila t hitung > t (a / 2; n– k) atau –t hitung < -t (a / 2; n – k), artinya ada pengaruh secara parsial antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

4. Menentukan uji statistik (rule of the test)

5. Mengambil keputusan, keputusan bisa menolak Ho atau menolak Ho menerima H1 Nilai t tabel yang diperoleh dibandingkan nilai t hitung, bila t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikansi uji t lebih kecil atau sama dengan 0,05, maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan pada variabel terikat.

Apabila t hitung lebih kecil dari t tabel dan signifikansi uji t lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat

Gambar

Tabel 3.1 Data Jumlah Informan pada PT.X
Tabel 3.2 Variabel, Definisi Operasional dan Indikator   Variabel  Definisi Operasional  Indikator  Isi ( content )  Tingkat kelengkapan dan
Tabel 3.2 Variabel, Definisi Operasional dan Indikator (Sambungan) Variabel  Definisi Operasional  Indikator

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk kongkret dari perintah dan larangan tersebut yang tertera dalam surah al-Hujurat seperti perintah untuk tidak mencela orang lain karena boleh jadi orang yang dicela atau

Hasil tugas akhir ini adalah sebuah dokumen tata kelola berbasis service operation pada ITIL V3 dalam pemeliharaan layanan Aplikasi Manajemen Surat pada PT PLN

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pajak Bumi

Harapan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keinginan atau sesuatu yang dianggap benar oleh masyarakat di Desa Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung,

Hasil analisis menunjukkan bahwa working capital turn over atau perputaran modal kerja pada tahun 2010 sebesar 11,62 kali dan pada tahun 2011sebesar12,65 mengalami

Syukur alhamdullilah penulis panjatkan kehadirat Alloh Subhana Wa Ta’ala yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah, serta memberikan kekuatan, ketabahan, kemudahan dan

Perbaikan dalam organisasi kerja, berkaitan dengan jumlah pekerja housekeeping saat bertugas membersihkan kamar tamu hotel setelah tamu check out, yang disesuaikan

Penilaian tingkat kelayakan bahan ajar PLC didapatkan hasil penilaian guru pengampu sebesar 9,44 dengan kategori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran,