BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perusahaan pada umumnya baik swasta muapun milik pemerintah mempunyai suatu tujuan yaitu mendapatkan laba, mepertahankan eksitensi, memperleuas usaha dan memberikan pelayanan kepada konsumen. Untuk
mencapai tujuan tersebut, perusahaan dalam mengelola kegiatan usahanya harus dijalankan dengan baik agar dapat tercipta laba secara maksimal, karena kesuksesan suatu perusahaan salah satunya diukur bari besar kecilnya laba yang dihasilkan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang adalah perusahaan pelayanan umum yang bergerak di bidang penyediaan air melalui sistem perpipaan. Sebagai suatu perusahaan yang salah satu tujuannya adalah memperoleh laba yang diperlukan untuk berbagai keperluan, utamanya adalah unuk menjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan, maka pengolahannya harus dilakukan secara profesional. Kedudukanm tugas pokok, dan funsi dari PDAM Kabupaten Kupang didirikan sebagai kelengkapan ekonomi daerah yang
diselenggarakan atas dasar azaz ekonomi perusahaan dalam kesatuan system pembinaan ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila, yang menjamin
kelangsungan demokrasi ekonomi dan berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat.
Tugas pokok PDAM Kabupaten Kupang adalah menyelenggarakan pengelolaan air minum untukmeningkatkan kesejahtraan masyarakat mencakup aspek social, kesehatan, dan pelayanan umum.
Dilihat dari segi kualitas yang dimiliki oleh PDAM Kabupaten Kupang untuk air masih memenuhi standar yang ada, PDAM Kabupaten Kupang mempunyai 19 unit sumber air yang berasal dari mata air dan sumur bor. Kualitas air yang dimiliki sudah sesuai dengan ketentuan dari dinas kesehatan, selain kualitas air kualitas sumber daya manusia yang ada pada PDAM Kabupaten Kupang memang masih kurang dari yang diharapkan, ini dapat dilhat dari jumlah konsumen yang ada selauruhnya pada PDAM Kabupaten Kupang yaitu sebanyak 23.788 unit (tahun 2008) yang jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang hanya berjumlah 202 orang (tahun 2008).
Segi kuantitas jumlah air baku yang tersedia semakin menurun ini dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan hal ini akan menyembabkan jumlah air yang didistribusikan kekonsumen akan menjadi berkurang, jumlah
peningkatan debet air akan terjadi pada musim hujan namun ada kenadala tertentu
yaitu pada saat hujan akan menyebabkan air menjadi berlumpur. Hal ini merupakan salah satu masalah PDAM Kabupaten Kupang yang cukup serius.
Kontinuitas pelayanan merupakan suatu hubungan timbal balik anatara perusahaan dengan pelanggan, ini diperlukan sebagai wahana untuk mengetahui tingkat kepuasan para pelanggan. Dengan adanya hubungan timbal balik yang baik antara konsemen dan PDAM Kabupaten Kupang ini akan lebih mudah untuk mengetahui masalah yang dialami konsumen.
Struktur PDAM Kabupaten Kupang yang sekarang ada masih kurang efektif ini dapat dilihat dalam perjalanan usahanya,pegawai atau keryawan dalam suatu perusahaan terhubung dalam kesatuan struktur yang menyatu dengan tujuan agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan baik jika dibandingkan dengan tanpa adanya pembagian tugas. PDAM Kabupaten Kupang sering mendapatkan sorotan negatif dari masyarakat yang berkaitan dengan kinerjanya, baik mengenai kualitas dan kuantitas pelayanan yang diberikan oleh PDAM Kabupaten Kupang kepada masyarakat. Struktur PDAM Kabupaten Kupang adalah struktur perusahaan garis yaitu bentuk struktur organisasi yang seluruh wewenagnya dari pucuk
pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari atas ke bawah, (Sutarto ; 228).
Kelemahan dari penggunaan struktur ini yang dialami PDAM
Kabupaten Kupang adalah terlalu banyak pejabat yang melapor pada satu kepala, jenjang organisasi yang terlalu panjang, timbulnya birokrasi yaitu dapat dilihat dengan lambanya jalan pekerjaan dan tanggungjawab karena banyaknya tangga- tangga organisasi yang harus dilewati dan kurang adanya kerjasama antara bagian- bagian yang sederajat dalam organisasi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah pengaduan pelanggan, dimana pada tahun 2006 pengaduan pelanggan adalah sebesar 350 pengaduan, pada tahun 2007 berjumlah 335.
Walaupun mengalami penurunan pada tahun 2007, tetapi peningkatan yang semakin besar pada tahun 2008 yaitu 1697 pengaduan. Hal ini terjadi karena penggunaan sruktur yang terlalu panajng sehingga harus melaui banyak tahapan atau proses agar pengaduan yang dilakukan oleh konsumen dapat ditangani olceh pihak PDAM. Selain itu dari laporan keuangan tahun 2007 dalam kurun waktu tiga tahun terkahir dari Tahun Buku 2005 PDAM terus mengalami kerugian, hal ini dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini :
Tabel 1.1 Laporan Laba/Rugi
2005-2007 Tahun Laba/Rugi
2005 (- 15.192.140.641,44) 2006 (+ 1.346.246.781) 2007 (- 244.994.691,17) Sumber : PDAM Kabupaten Kupang, 2009
Dari tabel 1.1 dapat dilihat PDAM Kabupaten Kupang terus menerus mengalami kerugian yang signifikan, dengan akumulasi rugi sebesar Rp.
15.192.140.641,44. Jumlah tersebut mencapai 82,05% dari modal perusahaan yang sebesar Rp. 18.515.634.507,00. Oleh kerena itu, pada tuhun 2005 perusahaan sudah tidak memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Kupang sesuai dengan saran dari BPK RI. Selain itu, dengan diterbitkan Kuputusan Bupati Kupang No. 8 Tahun 2006 tentang tarif Air Minum Kabupaten Kupang, terjadi kenikan tarif air yang berpengararuh pada kenaikan pendapatan usaha perusahaan dan pada tahun 2006 PDAM Kabupaten Kupang telah mengalami keuntungan sebesar Rp. 1.346.246.781,-. Pada tahun 2007 perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp. 244.994.691,17,- (laporan keuangan 2007).
Kinerja perusahaan merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kinerja juga merupakan suatu tingkat di mana para individu atau perusahaan berusaha mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Kinerja yang dicapai oleh suatu perusahaan akan memberikan gambaran mengenai sehatatau tidaknya perusahaan tersebut.
Penilaian kinerja perlu dilakukan karena merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peranannya untuk mencapai tujuan. Selain itu digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan. Dengan adanya penilaian kinerja, perusahaan dapat mengetahui keberhasilan maupun kegagalan yang diperoleh, sehingga perusahaan dapat mengmabil kebijakan atau langkah-langkah untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja perusahaan tersebut.
Dengan adanya perkembangan di berbagai sektor, khususnya yang terjadi di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang sebagai wilayah pelayanan PDAM, perusahaan dituntut untuk semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai perusahaan yang bersifat monopolis, selain melayani masyarakat diharapkan pula dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah.
PDAM Kabupaten Kupang dituntut agar dapat memberikan pelayan yang baik bagi masyarakat Kupang. Untuk melaksanakan fungsi pelayanan itulah, maka PDAM Kabupten Kupang harus dapat meningkatkan kinerjanya.
Perusahaan perlu mengevaluasi dengan cermat untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan maupun kegagalan PDAM Kabupaten Kupang dalam menjalankan usahanya untuk memeperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi dan
meningkatkan kinerjanya dimasa yang akan datang.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Struktur Organisasi Perusahaan Terhadap Kinerja Organisasi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah yang dibuat adalah :
1. Bagaimana kondisi struktur organisasi perusahaan pada PDAM Kabupaten Kupang dan bagaimana kinerja PDAM Kabupaten Kupang ?
2. Apakah berpengaruh signifikan antara struktur organisasi perusahaan terhadap kinerja perusahaan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui kondisi struktur organisasi perusahaan dan kinerja PDAM Kabupaten Kupang.
2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh signifikan dari strukutur organisasi perusahaan PDAM Kabupaten Kupang terhadap kinerja perusahaan pada PDAM Kabupaten Kupang.
2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah :
a. Sebagai bahan informasi bagi PDAM Kabupaten Kupang yang dapat digunakan untuk memeperbaiki dan meningkatkan kinerja organisasi dimasa yang akan datang.
b. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut.