BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada zaman globalisasi dewasa ini, peranan sektor swasta mengalami peningkatan di berbagai negara berkembang. Munculnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi bagian yang signifikan dalam pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di Indonesia menjadi salah satu sumber penting bagi perdagangan produk dan jasa, maka demikian menjadi kesempatan untuk UMKM untuk terus melakukan perkembangan dalam usaha mereka agar tujuan keberhasila n usaha bisa tercapai. UMKM dituntut untuk mampu bersaing di era perdagangan bebas, baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor. Faktor yang menentukan keberhasila n pengembangan usaha kecil menengah ialah Sumber Daya Manusia.
UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM sehingga terjadi peningkata n kinerja karyawan dan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja UMKM. Kinerja karyawan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya organisasi dalam mencapai tujuannya. Kinerja adalah hasil kerja konkret yang dapat diamati dan dapat diukur.
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Pengertian UMKM sebagaima na dimaksud Keputusan Menteri Keuangan No 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003, yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesia dan memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000 sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000.
Kementerian Koperasi dan UKM RI melaporkan bahwa secara jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (65,5 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia pada Tahun 2018, sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit. Usaha Mikro menyerap sekitar 107,6 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%), dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%); sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa (kemenkopukm.go.id, diakses pada 29/05/2021). Berikut tabel yang memperlihatkan perkembangan UMKM dari Tahun 2016-2018:
Tabel 1.1
Perkembangan UMKM Periode 2016 – 2018
No Indikator Satuan 2016 2017 2018
1 Jumlah UMKM Unit 60.823.732 63.206.444 65.534.592 2 Pertumbuhan Jumlah
UMKM Persen 2,01 2,57 2,41
3 Jumlah Tenaga Kerja
UMKM Orang 99.401 775 101.722.458 107.657.509 4 Sumbangan PDB UMKM Rp. Miliar 1.282.571,80 1.369.326,00 1.504.928,20 5 Nilai Ekspor UMKM Rp. Miliar 175.894,89 187.441,82 208.067,00 Sumber:kemenkopukm.go.id, 2021
Berdasarkan tabel tersebut dapat disimpulkan secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sementara Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional. Dalam hal ini UMKM berperan penting bagi pertumbuha n perekomoni di Negara Indonesia. Selain itu penyerapan tenaga kerja yang diserap oleh UMKM mempunyai dampak yang cukup signifikan untuk pengurangan jumlah penganggura n yang ada di Indonesia. Bila disadari pengembangan usaha mikro kecil dan menenga h menghadapi beberapa kendala seperti kemampuan, ketrampilan, keahlian, manajemen sumber daya manusia, informasi pemasaran dan keuangan. Lemahnya kemampuan manajerial dan sumber daya manusia ini mengakibatkan pengusaha kecil tidak mampu menjalankan usahanya dengan baik.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha UMKM dapat ditingka tka n dengan berbagai cara seperti memberikan program pelatihan, pendampingan, penyediaan fasilitas kepada pelaku UMKM. Pelatihan dan pendampingan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kualitas SDM pelaku UMKM di tiap-tiap daerah
Dalam konteks pembangunan nasional pemerintah kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus berinovasi agar dapat mengakses pasar lebih luas. Berikut adalah daftar industri kecil dan menengah dan tenaga kerja yang ada di indramayu:
Tabel 1.2
UMKM dan Tenaga Kerja di Indramayu Tahun 2019 No Bidang Usaha Jumlah Unit
Usaha
Jumlah Tenaga Kerja 1 Kerupuk Ikan dan Udang 263 4.252
2 Keripik 224 795
3 Pengeringan Ikan 399 989
4 Pengawetan Buah-buahan 75 156
5 Kecap 29 87
6 Pengalengan Rajungan 2 43
7 Pengeringan Teri Nasi 5 225
8 Tahu/Tempe 446 1471
9 Garam Curai 3820 8026
10 Batik 120 690
11 Bordir 54 702
12 Furniture dari Kayu 300 1203
13 Perahu/Kapal 152 649
14 Bahan Bangunan dari Kayu 111 334
15 Kerajinan Logam 200 611
16 Kerajinan bukan Logam 233 1039 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu, 2021
Berdasarkan Tabel 1.2, jumlah unit UKM di Kabupaten Indramayu pada tahun 2019 sebanyak 3.517 unit dan jumlah tenaga kerja tahun 2019 sebanyak 21.269 orang. Dalam hal ini Kabupaten Indramyu berupaya meningkatkan pemberdayaan dan potensi ekonomi daerah dan pengembangan produk unggulan daerah. Dari Tabel 1.2 tersebut dapat kita lihat bahwa penggiat UKM/UMKM di Kabupaten Indramayu cukup banyak, dari berbagai macam UMKM di Kabupaten Indramayu UMKM tahu dan tempe termasuk salah satu yang banyak penggiatnya.
Salah satunya adalah UMKM Tahu dan Tempe di Desa Patrol. Hal yang menarik dari keberadaan industri tahu dan tempe adalah skala industrinya yang kebanyakan masih berupa industri kecil dan menengah yang berproduksi dengan metode tradisional, padahal daya beli masyarakat untuk produk ini relatif tinggi. Meskipun didalam persaingan dengan makanan luar negeri, tahu dan tempe tetap eksis di pasaran. Pasar untuk produk ini pun tergolong cukup luas, namun biasanya konsumen tahu dan tempe merupakan kalangan menengah ke bawah, berikut adalah tabel Nama UMKM yang bergerak di pembuatan tahu dan tempe yang ada di Desa Patrol:`
Tabel 1.3
UMKM dan Tenaga Kerja Desa Patrol Tahun 2020
No Nama UMKM Jumlah Karyawan Rata-rata Produksi Kedelai/Hari 1 Ibu Eva 12 200 Kg 2 Tahu Anita 8 120 Kg 3 Ibu Alfiah 8 120 Kg 4 Ibu Sumamik 11 150 Kg 5 Latif 10 150 Kg 6 Tahu Hendra 12 190 Kg
7 Tahu Super A.B 9 140 Kg
8 Usaha Tahu Al 8 120 Kg
9 Sumiyar 7 100 Kg
Jumlah 85
Sumber: Hasil Pra Survey, 2021
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa, UMKM yang mengembangkan usaha tahu tempe di Desa Patrol dan sekitarnya mempunyai jumlah karyawan 85 orang, setiap harinya memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku rata-rata 100-200 kg/hari. Pemenuhan kebutuhan permintaan yang semakin besar maka UMKM tahu-tempe di Desa Patrol biasanya dalam sekali memesan bahan baku kedelai sejumlah dua ton, yang dipergunakan kurang lebih selama tiga minggu. Dalam sekali produksi biasanya perusahaan menggunakan kurang lebih 100 kg kedelai yang nantinya diolah menjadi tahu dan tempe. Meskipun tergolong lama, UMKM ini terus mengalami kemajuan setiap tahunnya dan memliki konsumen tetap yang cukup banyak khusunya di wilayah Indramayu dan sekitarnya, Dengan banyaknya pabrik tahu yang
bermunculan di Indramayu, UMKM ini sejak awal berdirinya tetap konsisten dalam sistem produksinya, hal ini merupakan hal yang cukup menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku wirausaha UMKM antara lain mengenai teknologi, produk, keuangan, kemampuan SDM, dan permodalan (Dharma, 2013:56). Beberapa masalah tersebut apabila tidak ditangani maka akan berdampak pada kinerja UMKM.
Kinerja UMKM ditentukan oleh kinerja dari Sumber Daya Manusianya. Dalam kinerja UMKM pencapaian hasil terletak pada skala produksi, sehingga mencakup semua unsur yang ada, salah satunya adalah individu atau perorangan. Kinerja individu merupakan pencapaian atau efektifitas yang dipengaruhi oleh tujuan pekerjaan, rancangan pekerjaan, dan manajeme n pekerjaan serta karakteristik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja mempunya i pengaruh terhadap banyaknya produksi, besar kecilnya dan efisiensi yang dapat dilihat dari hasil produksi tenaga kerja yang diarahkan (Viviani dkk, 2020).
Faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM adalah pengalaman kerja karyawan. Pengalaman merupakan suatu proses pembelajaran dan pertambahan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal atau non formal yang dapat diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang pada suatu pola tingkah laku yang lebih baik (Zainullah dkk, 2013).
Faktor selanjutnya yang mempengaruhi kinerja UMKM adalah minat kerja. Pemenuhan kebutuhan mendorong munculnya minat seseorang, dimana minat tersebut merupakan unsur penting yang ikut menetukan untuk menjalankan tugas atau pekerjaan. Minat dalam bekerja akan menentukan seberapa jauh keikutsertaannya dalam suatu pekerjaan. (Amalia dan Murniawaty, 2020).
Sumber Daya Manusia dalam Usaha kecil dan Menengah berperan sangat penting, karena maju tidaknya usaha juga dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia itu sendiri. Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia masih tergolong rendah, banyak faktor yang mempengaruhi selain pendidikan, kurangnya pelatihan juga berpengaruh pada keahlian yang dimiliki Sumber Daya Manusia (karyawan). Perlunya kegiatan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan keahlian yang dimiliki Sumber Daya Manusia, semakin banyak ilmu yang dimiliki diharapkan dapat digunakan untuk memajukan Usaha Kecil dan Menengah.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk mengangkat fenomena diatas dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Pengalaman, Minat Kerja Dan Kemampuan
Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan UMKM Tahu-Tempe (Studi Kasus pada UMKM di Desa Patrol, Kabupaten Indramayu Jawa Barat)”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka pertanyaan yang muncul pada penelitian ini adalah:
1. Apakah pengalaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM?
2. Apakah minat kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM?
3. Apakah kemampuan sumber daya manusia positif dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan UMKM?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan antara lain:
1. Untuk mengetahui apakah pengalaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM.
2. Untuk mengetahui apakah minat kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM.
3. Untuk mengetahui apakah kemampuan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM.
1.4 Manfaat penelitian
Penelitian karya ilmiah ini diharapkan akan memberi manfaat kegunaan secara teoritis dan praktis kepada untuk berbagai pihak yang membaca:
1. Manfaat Teoritis, semoga hasil kesimpulan daripada penelitian karya ilmiah ini akan menjadi sarana pengembangan teori ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam manajeme n yang selama ini diperoleh dibangku kuliah untuk kemudian diterapkan pada dunia kerja. 2. Manfaat Praktis, semoga pula hasil penelitian karya ilmiah akan dapat pula menjadi bahan
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi yang akan dilakukan peneliti berdasarkan pada aturan sistematika yang sudah ditetapkan oleh Program Studi Manajemen Universitas Pelita Bangsa sehingga dapat diuraikan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan penelit ia n, tujuan penelitian, manfaat/kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menjelaskan tentang penjelasan tentang teori-teori yang bersangkutan dalam penulisan, hasil penelitian terdahulu, dan pengembangan hipotesis dari variabel-variabel yang diteliti beserta dengan model penelitiannya.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab III Metodologi penelitian, dimana pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, kerangka konsep yang meliputi desain penelitian dan deskripsi operasional variabel penelitian, selanjutnya menjelaska n tentang populasi dan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis data yang meliputi tahap pengolahan data kuantitatif dan tahap pengujian instrumen penelitian.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab IV hasil penelitian dan Pembahasan, dimana pada bab ini menjelaskan tentang hasil analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi, dan uji hipotesis, dijelaskan pula interpretasi data/pembahasan.
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang dikemudian hari diharapkan dapat memberi manfaat kepada pihak-pihak yang berkepentingan.