• Tidak ada hasil yang ditemukan

Atap Otomatis Dengan Menggunakan Mikrokontroler.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Atap Otomatis Dengan Menggunakan Mikrokontroler."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ATAP OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN

MIKROKONTROLER

Steven Wijaya (0727017)

Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha

Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri No.65 Bandung, 40164

Indonesia

ABSTRAK

Kemajuan teknologi di masa kini telah memberikan kemudahan bagi setiap kalangan masyarakat. Karena kemajuan tekonologi ini masyarakat diberikan kemudahan. Mulai dari mengoperasikan alat-alat kecil hingga alat-alat besar yang serba otomatis. Salah satu contohnya adalah atap yang dapat dibuka tutup secara otomatis.

(2)

ii Universitas Kristen Maranatha

AUTOMATIC ROOFTOP USING MICROCONTROLLER

Steven Wijaya (0727017)

Computer Engineering Department, Faculty of Engineering, Maranatha Christian University

Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri No.65 Bandung, 40164

Indonesia

ABSTRACT

Advances in technology today has made it easier for every society. Because of this advances, it has given ease for public. From operating small tools to large equipment which can be operate automatically. For example, a roof that can be opened and closed automatically.

Roofs such as garage’s roof, clothesline’s roof, cafe’s roof, restauran’s

roof and gazeebo’s roof are changing gradually. To open and close the roof was

operated manually. Moreover, the roof is automatically open and close based on

surrounding weather. This operation needs IC’s and Microcontroller which

(3)
(4)

v Universitas Kristen Maranatha

3.3 Desain Rangkaian Rangkaian Skematik... 44

3.3.1 Desain Rangkaian ATMega 8 ... 44

3.3.2 Desain Rangkaian Transistor ULN2003 ... 45

3.3.3 Desain Rangkaian Power Supply IC LM7805 ... 46

3.3.4 Desain Rangkaian Sensor Suhu (LM35) dan LM324 46

3.3.5 Desain Rangkaian Sensor Air (BC546) ... 48

(5)

3.5.3 Program Sensor Cahaya ... 55

3.5.4 Program Menjalankan Motor ... 58

Bab IV Hasil ... 58

4.1 Metoda Pengujian ... 58

4.2 Pengujian Sensor Cahaya ... 58

4.3 Pengujian Sensor Suhu ... 59

4.4 Pengujian Sensor Air ... 60

4.5 Pengujian LED ... 61

4.6 Pengujian Keseluruhan ... 62

4.7 Pengujian Lanjutan Sensor Cahaya LDR ... 64

4.8 Pengujian Lanjutan Sensor Air ... 65

Bab V Kesimpulan dan Saran ... 66

5.1 Kesimpulan ... 66

5.2 Saran ... 66

(6)

vii Universitas Kristen Maranatha

Daftar Gambar

Gambar 2.1 Konfigurasi Pink ATMega 8 ... 5

Gambar 2.2 Transistor Darlington ... 11

(7)

Gambar 3.4 Desain Rangkaian Transistor ULN2003 ... 45

Gambar 3.5 Desain Rangkaian IC LM7805 ... 46

Gambar 3.6 Desain Rangkaian LM324 ... 47

Gambar 3.7 Desain Rangkaian Sensor Suhu LM35... 47

Gambar 3.8 Desain Rangkaian Sensor Air BC546 ... 48

Gambar 3.9 Desain Rangkaian Sensor Cahaya LDR ... 49

Gambar 3.10 Desain Rangkaian Switch Motor ... 49

Gambar 3.11 Desain Rangkaian LED Sensor Air ... 50

Gambar 3.12 Desain Rangkaian LED Sensor Cahaya ... 50

Gambar 3.13 Desain Rangkaian LEDSensor Suhu ... 51

Gambar 3.14 Desain Rangkaian LED Motor ... 51

(8)

ix Universitas Kristen Maranatha

Daftar Tabel

Tabel 4.1 Tabel Data Pengamatan Sensor Cahaya... 58

Tabel 4.2 Tabel Data Pengamatan Sensor Suhu ... 59

Tabel 4.3 Tabel Data Pengamatan Sensor Air ... 60

Tabel 4.4 Tabel Data Pengamatan Motor ... 61

Tabel 4.5 Tabel Data Pengamatan Keseluruhan ... 62

Tabel 4.6 Tabel Pengujian Lanjutan Sensor Cahaya LDR ... 64

(9)

Daftar Lampiran

(10)

1 Universitas Kristen Maranatha browsing internet merupakan pekerjaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat menggunakan komputer. Penggunaan komputer untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut dipengaruhin oleh berbagai alasan diantaranya fleksibilitas yang tinggi, kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan uatu pekerjaan sehingga bisa meningkatkan efisiensi seseorang dalam bekerja.

Namun tidak semua pekerjaan manusia dapat digantikan fungsinya oleh komputer. Tidak semua pekerjaan yang bisa dilakukan komputer juga bisa digantikan fungsinya oleh manusia. Pekerjaan seperti menutup dan membuka atap jemuran ataupun atap garasi ataupun atap cafe bisa dilakukan oleh manusia secara manual. Salah satu alasan mengapa tidak dapat digantikan fungsinya adalah karena atap yang dipakai cukup berat untuk dioperasikan ataupun tidak sempatnya manusia mengoperasikan atap tersebut karena alasan di luar jangkauan tempat tersebut. Dengan memanfaatkan komputer untuk membuka dan menutup atap di saat yang diinginkan, maka pekerjaan tersebut dapat dilakukan walaupun user

tidak ada di tempat tersebut. Bahkan kita dapat memanfaatkan alat tersebut agar dapat beroperasi secara otomatis menutup atau membuka saat gelap, terang, bahkan saat hujan sekalipun.

Untuk membuat suatu sistem atap otomatis ini maka diperlukan suatu alat untuk menjadu otak untuk mengatur segala kerja dari atap tersebut. Tentunya diperlukan juga alat tambahan seperti sensor air, sensor cahaya, sensor suhu sebagai pendeteksi keadaan sekitar atap tersebut. Microcontroller yang akan digunakan adalah ATMega 8. Dengan adanya alat tersebut maka diharapkan memudahkan dalam melakukan pengaturan atap dan diharapkan pula sensor dapat berfungsi dengan baik dengan microcontroller yang akan digunakan.

1.2. Identifikasi Masalah

(11)

1.3. Tujuan

Membuat atap garasi otomatis.

1.4. Pembatasan Masalah

Beberapa pembatasan masalah dalam pembuatan Tugas Akhir ini antara lain:

1. Pemadaman sementara atau mati lampu yang membuat alat tidak bekerja sehingga harus dilakukan kalibrasi ulang.

2. Terjadi konsleting jika alat kena air.

3. Microcontroller yang digunakan adalah ATMega8. 4. Suhu yang ditetapkan adalah 30°C.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Laporan Tugas Akhir adalah sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan, pembatasan masalah untuk pembuatan atap otomatis.

BAB II Landasan Teori

Pada bab ini dibahas berbagai teori mengenai hardware dan software yang digunakan untuk membuat atap otomatis.

BAB III Hasil Penelitian

Pada bab ini dibahas tentang perancangan desain atap otomatis dan cara kerja hardware dan software penting yang digunakan.

(12)

3 Universitas Kristen Maranatha Pada bab ini dibahas data hasil pengamatan dari alat yang telah dibuat dan berbagai pengujian terhadap sensor-sensor serta keseluruhan sistem yang telah dibuat.

BAB V Kesimpulan dan Saran

(13)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian terhadap atap otomatis yang telah dibuat, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Atap otomatis berbasis mnikrokontroler telah berhasil di realisasikan serta dapat bekerja dengan baik.

2. Atap otomatis dapat bekerja dengan baik di saat sensor-sensor

yang ada tidak kotor/ tersumbat dengan kotoran, dikarenakan kotoran yang tersumbat dan menghalangi sensor dapat membuat

sensor tidak bekerja sebagaimana mestinya.

3. Sensor LDR pada atap otomatis tidak dapat bekerja secara maksimal jika dikelilingi oleh cahaya lampu pada malam hari.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan untuk atap otomatis berbasis mikrokontroler agar dapat berjalan dengan lancar adalah sebagai berikut:

1. Pembersihan sensor yang rutin setiap 1 minggu sekali.

2. Penempatan sensor LDR harus di tempat yang tinggi dan tidak menghadap cahaya lampu pada malam hari.

3. Switch harus diberikan bantalan yang cukup lembut agar membuat rotasi motor tidak tertahan yang dapat membuat motor rusak.. 4. Switch harus diberikan bantalan/ per agar dapat menerima tekanan

(14)

67 Universitas Kristen Maranatha 5. Delay untuk mengecek kering/basahnya sensor air dapat di set

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Gadre, Dhananjay V.. 2001. Programming And Costomizing The AVR Microcontroller, McGraw-Hill, USA.

Muhammad Ali Mazidi, Sarmad Naimi, Sepehr Naimi. 2009. The AVR Microcontroller And Embedded System: Using Assembly And C. Prentice Hall.

Rangkuti, Syahban. 2011. Mikrokontroller ATMEL AVR. Bandung : Informatika.

Syahrul. 2014. Pemrograman Mikrokontroler AVR Basa Assembly Dan C. Bandung: Informatika.

Referensi

Dokumen terkait

Dari pengontrolan alat yang dapat membuka dan menutup secara otomatis tersebut penulis merancang suatu alat yang tepat guna dan efektif serta dapat diaplikasikan

Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk merancang dan membuat pengunci loker otomatis membuka atau menutup pintu loker dengan kendali akses menggunakan kartu

Gambar 3.1 Blok Diagram Rancang Bangun Miniatur Buka Tutup Atap Otomatis Dengan Menggunakan Raindrop Sensor ... 32 Gambar 3.2 Miniatur Rumah yang Menggunakan Atap

Pengontrolan seperti ini biasa digunakan untuk mengontrol pintu garasi yang bisa membuka dan menutup dengan pengontrolan jarak jauh.. Pengontrolan pintu ini menggunakan

Perancangan alat pengendali jemuran otomatis yang dibuat oleh penulis, menggunakan mikrokontroler Atmega16 sebagai sistem pengendali yang membaca masukkan dari

Sebuah sistem keamanan pada pintu. Proses buka/kunci pintu biasanya dilakukan secara manual dan biasanya kita akan memerlukan anak kunci untuk membuka atau mengunci

Palang pintu kereta otomatis ini mempunyai empat bagian umum yaitu motor DC yang berfungsi untuk membuka dan menutup palang pintu kereta, sensor inframerah dan

Sebuah sistem keamanan pada pintu. Proses buka/kunci pintu biasanya dilakukan secara manual dan biasanya kita akan memerlukan anak kunci untuk membuka atau mengunci