• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Dan Pembahasan HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Hasil Dan Pembahasan HASIL PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

5

Hasil Dan Pembahasan

HASIL PENELITIAN

Berdasrkan penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan beberapa data partisipan dan ada lima topik yang akan dibahas dari penelitian ini yaitu: 1) hubungan anggota keluarga meliputi dukungan pada ibu hamil dengan hipertensi, 2) pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang hipertensi dalam kehamilan, 3) perilaku sehat terkait pemenuhan gizi dan kebutuhan tidur bagi ibu hamil dengan hipertensi, 4) perubahan perasaan ibu hamil dengan hipertensi, 5) kemampuan mengatasi penyebab rasa marah pada ibu hamil yang mengalami hipertensi.

Tabel 1. Karakteristik 3 partisipan penelitian.

Nama Usia Pekerjaan Usia Kehamilan

Ny. N 26 tahun Ibu rumah tangga 36 minggu

Ny. M 32 tahun Karyawan swasta 30 minggu

Ny. T 44 tahun Ibu rumah tangga 22 minggu

Sumber: Data primer peneliti (2022)

Hubungan Anggota Keluarga Meliputi Dukungan Pada Ibu Hamil Dengan Hipertensi

Hubungan yang terjalin dalam keluarga merupakan sebuah proses yang bisa menunjukkan apakah hubungan tersebut terjalin dengan baik atau tidak. Peran keluarga dalam membantu memelihara dan meningkatkan kesehatan setiap anggota keluarga sangat penting untuk menjamin keberhasilan kesehatan keluarga. Hal ini bisa dilihat pada ibu hamil dengan hipertensi, ibu hamil sangat memerlukan dukungan yang harus diterima untuk membantu mengatasi dampak buruk terhadap masalah kesehatan. Berikut adalah ungkapan pernyataan oleh partsipan.

“kalau hubungan saya dengan keluarga dirumah sejauh ini juga baik-baik saja mbak. Yoo baik, baik sama mertua sama kakak ipar sama adek ipar…kalau keluarga mereka tahu selama hamil ini tekanan darah saya tinggi… jadi keluarga terus mengingatkan saya untuk menjaga pola makan, kaya gak boleh

(2)

6 makan yang asin-asin, suami saya juga bilang saya jangan kebanyakan pikiran..

(P1 18/10/2022)”

“Hubungan saya dengan keluarga baik yaa mbak, keluarga juga banyak membantu apalagi dikehamilan sekarang kan dulu ditrimester pertama saya mual-mual gitu jadi banyak dikasih saran untuk bisa makan (P2 18/10/2022)”

Berdasarkan pernyataan di atas yaitu tentang hubungan anggota keluarga terdapat kaitan dengan teori Joyce Travelbee yaitu komunikasi dan interaksi dimana hubungan partisipan dan keluarga terjalin dengan baik, keluarga juga mampu memberikan saran untuk bisa menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Keluarga merupakan support system terdekat bagi ibu hamil, untuk itu dukungan dari keluarga sangat diharapkan karena di dalam keluarga terdapat ikatan emosional yang kuat.

Sehingga ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia, dan siap menjalani kehamilan, persalinan serta bisa melalui masa nifas. Hal ini jika dilihat dari teori Joyce Travelbee yang berkaitan dengan rasa simpati dan empati, bentuk dukungan yang diberikan keluarga kepada ibu hamil dengan penuh kasih sayang dan perhatian akan memberikan motivasi bagi ibu hamil yang mengalami hipertensi gestasional dalam memperhatikan kesehatan ibu dan janin selama kehamilannya (Delima, 2015).

Penelitian Andi Nurul (2021) bentuk dukungan dari berbagai aspek yang dapat diberikan kepada ibu hamil yaitu keluarga memberikan dukungan secara emosional, dukungan informasi, dan dukungan instrumental. Hal ini sejalan dengan penjelasan Mailani & Andriani (2017) bahwa dukungan emosional yaitu (keluarga sebagai tempat berlindung yang aman dan damai untuk beristirahat, tempat pemulihan serta dapat membantu dalam menguasai terhadap emosi), dukungan informasi (keluarga sebagai kolektor dan penyebar informasi yang baik dan dapat dipercaya), dukungan instrumental (keluarga sebagai sumber pertolongan yang praktis konkrit).

“Ya..dukungan dari keluarga itu kayak dikasih tau coba makan yang ini biar gak mual gitu… Ya pasti selalu kan kalau orang hamil apa lagi diawal kehamilan pasti muntah, terus suami saya ngasih dukungan bagaimana supaya makanan bisa masuk, vitamin bisa masuk soalnya dari awal kehamilan sampai tiga bulan

(3)

7 kalau makan pasti dimuntahin lagi... dulu nggak doyan nasi yang dingin sekarang malah jadi doyan...dari suami saya rasa yaa suami lebih kayakk apa yaa biasanya sihh dibilangin kalau ngerasa nggak gitu yaa aku disuruh periksa dulu sama bidan disini suami juga sering menemani saya mau itu kepuskesmas,ke bidan terdekat,maupun pergi ke dokter (P2 19/10/2022)”

Penjelasan di atas tentunya hubungan antar anggota keluarga terhadap ibu hamil yang mengalami hipertensi dapat menjadi acuan untuk melibatkan seluruh anggota keluarga untuk bisa memberikan dukungan pada ibu hamil dengan hipertensi. Dengan adanya hubungan antar keluarga ini juga didukung oleh penerapan teori Joyce Travelbee yaitu bagaimana human to human relationship untuk membantu individu dan keluarga dalam melakukan koping terhadap masalah yang dialami.

Pengetahuan Ibu Hamil Dan Keluarga Tentang Hipertensi Dalam Kehamilan Tingkat pengetahuan kesehatan pada ibu hamil akan menentukan bagaimana cara ibu hamil berperilaku baik dalam memelihara kesehatan dan bisa mencegah kematian pada ibu, seperti pada pernyataan partisipan berikut:

“Awal-awal hamil juga tensi saya masih normal pas dikehamilan trimester 2 dan trimester 3 tekanan darah saya sudah 140/95.. jadi keluarga terus mengingatkan saya untuk menjaga pola makan, kaya gak boleh makan yang asin-asin, kalau suami saya juga bilang sayanya jangan kebanyakan pikiran…setiap bulan periksa ke Puskesmas, biasanya pergi juga ke dokter di Ambara.,,ya saya harus ikut anjuran dari dokter..kan sudah dikasih tahu resiko ibu hamil yang hipertensi takutnya kayak sesak, kejang-kejang... (P1 18/10/2022)”

“Hipertensi itu kan tensinya tinggi..apalai sama ibu hamil sangat-sangat bahaya yaa mbak itu kan ada resikonya.., saya kemarin hasilnya 145/105 (P2 19/10/20)”

Hasil yang didapatkan melalui ungkapan partsipan di atas yaitu ibu hamil tersebut mengetahui hipertensi dalam kehamilan dan apa saja resiko yang dialami jika seseorang mengalami tekanan darah yang tinggi saat hamil. Pengetahuan ibu hamil

(4)

8 dengan hipertensi gestasional jika dilihat menggunakan penerapan teori Joyce Travelbee terkait pengobatan untuk diri sendiri yaitu penting bagi ibu hamil umtuk rutin melakukan pemeriksakan sebagai upaya untuk pengobatan diri sendiri.

Pengetahuan ibu hamil dan keluarga menjadi hal yang sangat penting untuk membantu ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dengan baik, membantu kesiapan mental dan fisik, serta dapat mencegah terjadinya pre eklampsia dalam kehamilan (Wijaya FI, 2014). Pengetahuan ibu tentang kehamilan merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung kesehatan selama kehamilan, semakin tinggi ilmu pengetahuan maka semakin luas wawasan yang didapatkan. Ibu yang memiliki pengetahuan rendah kemungkinan lebih besar mengalami hipertensi dalam kehamilan jika dibandingkan ibu yang berpengetahun tinggi, hal ini karena ibu tersebut tidak mengetahui bagaimana tanda dan gejala dari hipertensi, serta manfaat pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (Iqbal Mubarak & Wahit, 2011). Oleh karena itu, diharapkan petugas kesehatan bisa bekerjasama untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil yang mengalami hipertensi maupun yang tidak hipertensi melalui penyuluhan/konseling, memberikan informasi melalui kegiatan posyandu yang tujuannya untuk menekan angka kejadian hipertensi dalam kehamilan.

Pengetahuan bisa membuat seseorang menjadi sadar dan akan berperilaku atau bersikap sesuai dengan pengetahuan yang didapatkan. Sikap ibu hamil dapat menentukan bagaimana perkembangan janin dengan rajin melakukan pemeriksaan kesehatan, cek tekanan darah selama kehamilan. Dengan pengetahuan tinggi yang dimiliki oleh ibu hamil, maka bisa mengontrol sikapnya pada masa kehamilannya salah satunya yaitu sikap yang mencegah terjadinya eklampsia dan pre eklampsia. Maka dari itu ibu hamil dapat mengetahui apa yang terjadi pada masa kehamilannya (Budi Setyawati NF,2015). Penting bagi ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya yang mengancam ibu hamil dan janin lebih awal dengan tujuan untuk mengambil tindakan yang tepat yaitu dengan menghubungi tenaga kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan segera (Enny Fitriahadi 2020). Penelitian ini sejalan dengan penelitian Nona Rahmaida Poetri di Puskesmas Krueng Aceh Besar pada tahun 2018 (Puetri & Yasir, 2018), hasil penelitian tersebut didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil.

(5)

9 Perilaku Sehat Terkait Pemenuhan Gizi Dan Kebutuhan Tidur Bagi Ibu Hamil Dengan Hipertensi

Kebutuhan gizi pada ibu hamil sangat perlu diperhatikan dalam memenuhi asupan gizi bagi ibu dan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Berikut ungkapan salah satu partisipan mengenai asupan gizi yang diterima melalui makanan yang dikonsumsi selama kehamilan.

“Makan sih seperti biasa nasi sama lauknya ada sayuran juga, vitamin, minum susu juga seperti biasa hamil pertama sampai hamil sekarang anak ke lima susu ya diminum terus, kalau sekarang minum susunya satu hari sekali tergantung mau minumnya kapan (P3 18/10/2022)”

Hasil penelitian diatas yaitu tentang pemenuhan gizi pada ibu hamil tercukupi.

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami kurangnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Asupan gizi yang kurang selama hamil bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan baik bagi ibu hamil maupun janinya.

Makanan ibu hamil harus diketahui, terutama mengenai jumlah energi dan protein yang berguna untuk janin dan kesehatan ibu (Depkes RI, 2012). Sayuran, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan merupakan jenis pangan yang mudah ditemui dengan harga terjangkau. Susu dan produk olahan susu merupakan sumber kalsium yang baik, konsumsi susu dan olahannya berperan besar dalam pemenuhan kebutuhan kalsium.

Kalsium berfungsi untuk mempertahankan konsentrasi dalam darah pada aktivitas kontraksi otot karena kontraksi otot sangat penting untuk mempertahankan tekanan darah. (Damayati, 2020). Konsumsi pola makan yang seimbang dan teratur dapat mecegah komplikasi pada kehamilan dan hipertensi dalam kehamilan (Ibrahim, 2014).

Kualitas tidur yang baik pada ibu hamil akan menjaga kesehatan ibu selama hamil serta dapat memberikan energi yang cukup saat persalinan.

“malah kebanyakn tidur malah kurang aktivitas soalnya kadang bingung mau ngapain gitu loh nggak ada kerjaan... kadang tidur kadang nggak.. hmmm biasanyaa kalau lagi nggak bisa tidur itu saya lebih banyak memikirkan kalau ada masalah dipekerjaan suami, nanti proses lahirannya gimana.kalau malam paling bangun pipis toh... (P1 18/10/2022)

(6)

10

“Kalau tidur siang ya kadang bisa paling cuma berapa menit 10 menit, itu kan nggak enak namanya kerja di PT kan kadang nggak leluasa tiduran mau gimana, tapi kalau malam mah cepat tidur soalnya jam 8 pun sudah tidur gitu biasanya (P2 19/10/2022)”

Ungkapan dua partisipan diatas menunjukkan waktu tidurnya tercukupi, baik tidur maupun tidur pada malam hari, untuk partisipan kedua mengalami kualitas tidur yang kurang baik yaitu pada untuk tidur siang hal ini dikarenakan oleh pekerjaan setiap hari sebagai karyawan swasta.

Kualitas tidur merupakan ukuran seseorang mendapatkan kemudahan untuk memulai tidur, mampu mempertahankan tidur, dan merasa segar setelah bangun dari tidur. Factor-fakotr yang bisa mempengaruhi kualitas tidur diantaranya faktor fisiologis, faktor psikologis, lingkungan dan gaya hidup. Penurunan kegiatan sehari-hari, rasa lemah, lelah, daya tahan tubuh menurun dan tanda-tanda vital tidak stabil merupakan dampak dari factor fisiologis. Untuk faktor psikologis yaitu depresi, cemas, stress, serta sulit untuk konsentrasi. Kualitas tidur yang baik berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Meningkatnya kadar progesteron menyebabkan kantuk di siang hari (Potter dan Perry. 2010 & Venugopal L, dkk., 2018).

Menurut (Kasenda, dkk 2017) mengatakan bahwa ibu hamil yang mengalami stres akan mempengaruhi kualitas tidurnya. Ibu hamil yang memiliki gangguan tidur seperti tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat memicu tekanan darah menjadi tidak normal, hal ini disebabkan adanya proses hemostasis yang berperan dalam pengaturan keseimbangan tekanan darah pada ibu hamil. Istirahat yang cukup dapat menghindari ibu hamil dari kondisi stres, karena saat stres produksi hormon adrenalin meningkat sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Seseorang yang mengalami kualitas tidur yang buruk biasanya disebabkan oleh stres situsional seperti masalah keluarga, pekerjaan, dan kekhawatiran akan sesuatu.

(7)

11 Perubahan Perasaan Ibu Hamil Dengan Hipertensi

Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami mood swing, ini normal terjadi pada ibu hamil, mood swing merupakan suasana hati yang naik-turun. Untuk mengetahui hal tersebut berikut ungkapan dari partisipan.

“Merasa sedih sihh ngak.. mau sedih kenapa, cuma masih mikir nanti aku lahiran dimana ya gitu kadang gitu, masih bingung mau lahiran dimana..,,ngurus anaknya nanti gimana (P1 18/10/2022)

“Ohh gini diawal-awal kehamilan kalau udah trimester 2-3 udah nggak, diawal dulu suka kadang sensitif banget moodnya kadang bagus kadang suka nangis sendiri nggk tahu sebabnya apa. Kalau sekarang nggak terlalu sensitif, dulu suka nangis kalau ada omongan yang agak nadanya tinggi atau gimana gitu...(P2 19/10/2022)”

Berdasarkan ungkapan partisipan di atas bahwa satu ibu hamil tersebut mengalami sedih tanpa alasan karena mengalami gangguan mood serta penerimaan yang sensitif kepada orang lain, hal ini karena ibu hamil mengalami perubahan hormon saat hamil.

Masa kehamilan merupakan waktu yang rentan beresiko terjadinya gangguan fisiologi dan psikologis bagi seorang wanita hamil, bahkan dapat meningkat beberapa kali. Perubahan-perubahan tersebut dapat mengakibatkan timbulnya masalah psikologis yang serius, seperti stres, kecemasan dan depresi (Kingston, Tough, & Whitfield, 2012).

Perubahan dalam sisi psikologis dan emosi antara lain labilitas mood, insomnia, menurunnya konsentrasi dan meningkatnya responsivitas emosi. Selama kehamilan terjadi penambahan hormon, adanya perubahan hormonal ini menyebabkan emosi perempuan selama kehamilan cenderung berubah-ubah, sehingga tanpa ada sebab yang jelas seorang ibu hamil merasa sedih, mudah tersinggung, marah atau justru sebaliknya merasa sangat bahagia (Kumala, 2015).

“Yo takut ya takut karena dokternya juga sudah kasih tahu resiko ibu hamil yang hipertensi takutnya kayak sesak, kejang-kejang (P1 18/10/2022)”

(8)

12

“Iya rasa khawatir ada yaa, soalnya disekitar lingkungan pabrik itu banyak yang ini kemarin banyak teman yang hamil itu banyak yang keguguran juga, ada yang flek jadikan kita parno sendiri takut terus ada yang 6 bulan teman ngelahirin nggak ada itu jadi kayak iihh gimana nih, parno karena nggak cuma satu dua orang banyak sih (P2 19/18/2022)”

“Kalau merasa takut pasti takut yaa... Apalagi saya hamilnya kan udah diusia 40 tahun lebih yaa...,tapi kitanya harus banyak berdoa biar sehat, happy ajah gitu (P3 18/10/2022)”

Hasil analisa yang didapatkan dari ungkapan partisipan yatu terdapat faktor internal dan eksternal yang menyebabkan partisipan merasa cemas. Faktor internal yang bisa menyebabkan kecemasan yakni usia partisipan, dimana usia partisipan tersebut sudah mencapai 42 tahun saat hamil. Hal ni sejalan dengan penelitian yang dilakukan Maki, dkk (2018) yang mengatakan bahwa semakin tua kehamilan maka kecemasan dan ketakutan menjelang persalinan akan semakin meningkat. Faktor eksternal penyebab ibu hamil merasa cemas yaitu berasal dari orang sekitar yang berada di lingkungan partisipan.

Kecemasan merupakan salah satu bentuk perubahan psikologis yang terjadi pada perempuan selama masa kehamilan. Cemas dapat mempengaruhi kesehatan dan menjadi faktor penting dalam kesehatan janin. Perasaan takut dan khawatir dalam kaitannya dengan teori keperawatan Joyce Travelbee yang berkaitan dengan penderitaan, ditemukan semua ibu hamil yang mengalami hipertensi gestasional merasakan kecemasan yang berujung pada perasaan takut dan khawatir akan mengalami kejang, perdarahan,keguguran sebagai resiko ibu yang mengalami hipertensi saat hamil.

Kecemasan pada ibu hamil dapat dikendalikan dengan baik apabila terdapat peran keluarga yang saling mendukung. Penelitian ini didukung juga oleh penelitian Mustika A (2015), di kendal menyebutkan bahwa tingkat kecemasan ibu hamil dengan hipertensi berada pada tingkat sedang (53,3%) dan panik (13,3%).

(9)

13 Kemampuan Mengatasi Penyebab Rasa Marah Pada Ibu Hamil Yang Mengalami Hipertensi

Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan hormon sehingga ibu hamil mengalami perubahan emosi yang muncul secara tiba-tiba. Perubahan emosi tersebut merupakan stressor pada kehidupan, hal ini juga yang terjadi pada ibu hamil. Di bawah ini merupakan ungkapan partisipan terhadap setiap perubahan emosi yang dialami.

“awalnya sihh kaget yaa mbak..nggak percaya gitu..soalnya kan sebelum kehamilan tekanan darah saya normal-normal saja…pas udah masuk trimester ketiga tekanan darahnya sudah naik.

Yaa kalau marah mah kalau ada yang gimana ya marahnya nggak sampai marah-marah gitu nggak, cuma ngomong jangan ajah..Mungkin kalau ada gimana ya mungkin kayak ngerjain sesuatu tapi dia tu nggak sesuai yang diharapkan…kalau marah itu kayak ada yang terasa kaku jadi malas ngomong gituu..

biasanya saya kalau marah tenangin diri dulu nggak gegabah ngelakuin sesuatu baru bisa dibicarakan baik-baik (P2 19/10/2022)”

“Yaa masalah marah kan tergantung kita ngatur emosi kita..yaa apa ya biasa sih perbedaan pendapat...kalau marah cuma diam yaudah biasanya saya tidur dulu abis itu yaudah, tambah kita hubungannya dengan orang banyak udah biasa dari dulu hahaha (P3 18/10/2022)”.

Melalui wawancara dengan partisipan, ibu hamil mampu mengungkapkan bagaimana perasaannya ketika mengetahui hasil tekanan darah saat kehamilan memasuki trimester ketiga, mengetahui penyebab timbulnya rasa kesal dan marah, dan mampu untuk mengontrol emosi.

Kehamilan yang terjadi pada seorang perempuan dapat menimbulkan ketidakseimbangan psikologis secara umum hal tersebut bisa dilihat dari segi emosi. Regulasi emosi atau pengaturan emosi merupakan suatu kemampuan untuk

(10)

14 mempengaruhi pengalaman dan ekspresi emosi seseorang (Rutherford, et.al, 2015).

Kemapuan seseorang melakukan regulasi emosi dapat mengendalikan dirinya ketika merasa kesal dan mengatasi rasa cemas, sedih, atau marah sehingga mempercepat dalam pemecahan masalah. Kemampuan melakukan regulasi emosi dapat membuat seseorang tetap tenang ketika dibawah tekanan.

Regulasi emosi juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengevaluasi dan mengubah reaksi-reaksi emosional untuk bertingkah laku yang sesuai dengan situasi yang sedang terjadi (Berk, 2012). Gejala emosional ketika ibu hamil mengalami stres diantaranya seperti ibu sering merasa marah, khawatir, ketakutan, merasa terancam, tidak aman, mudah menangis, dan tidak bisa mengatasi masalah. Keadaan emosi yang kurang baik pada ibu hamil dengan hipertensi menyebabkan anggota tubuh menjadi tegang. Salah satu cara untuk merileksasikan pikiran yaitu dengan mengurangi kegiatan di dalam dan di luar ruangan karena dapat menyebabkan kelelahan, kemudian hal lain yang bisa dilakukan dengan mendengarkan musik-musik lembut atau ibu hamil bisa melakukan dzikir yang bisa mengatasi kecemasan dan stres. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami hipertensi diharapkan dapat mengelola keadaan emosinya dengan baik agar tidak berkembang menjadi stres yang berlebihan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Reyhani, et.al (2016) menyatakan bahwa implementasi dari pelatihan regulasi emosi dapat meningkatkan keamanan bagi ibu.

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan dari ketiga video profile tersebut dengan Perancangan Video Profil sebagai Media Informasi Pada Lorin Solo Hotel adalah dilihat dari konsep video dengan

Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu menerapkan dan menguasai konsep dasar analisis survival dalam melakukan inferensi pada bidang ilmu kehidupan

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

selanjutnya, hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat mengubah paradigma di masyarakat tentang daun putri malu sebagai tanaman semak belukar menjadi tanaman obat

Kuadran 2 merupakan gaya terpadu yang menunjukkan orientasi yang tinggi pada tugas atau pekerjaan dan juga pada hubungan atau orang, sehingga responden yang

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Merdeka Belajar Dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik dan

(20) Diisi nomor urut dari Buku Rekening Barang Kena Cukai Minuman yang Mengandung Etil Alkohol dalam angka.. (21) Diisi kantor yang mengawasi pengusaha pabrik minuman yang

Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat dengan memerlukan pengujian hipotesis dengan uji statistik.. Penelitian ini