• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makna Simbol Kebudayaan Minangkabau Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka: Tinjauan Semiotika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Makna Simbol Kebudayaan Minangkabau Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka: Tinjauan Semiotika"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penilitian menunjukan bahwa novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka memiliki tujuh jenis tokoh yang telah ditemukan yaitu tokoh utama, tokoh tambahan,

Di dalam sistem budaya yang wujud pada masyarakat Minangkabau melalui filem Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, watak-watak yang wujud telah direpresentasikan berdasarkan

Orang semanda merupakan simbol istilah dari peranan seorang laki-laki di rumah istrinya pada adat Minangkabau, atau istilah kedudukan suami terhadap kaum istrinya di

Nurcholish Madjid dalam buku 70 Tahun Buya Hamka (1978) mencatat peranan dan ketokohan Hamka sebagai figur sentral yang telah berhasil ikut mendorong terjadinya mobilitas

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Etika perempuan tokoh Hayati dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka berdasarkan aspek etika

Pada kutipan 1 terdapat aspek fisik yang terdapat pada penggalan “… itulah bunga di dalam rumah adat itu” dalam novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck karya Hamka, menggambarkan bahwa

In line with this, the research discussing issue relates to the hegemony contained in the novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck includes: kinship system, authoritarianism and social

Kesimpulan Hubungan Islam dan Budaya Minangkabau yang dipresentasikan dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck diwujudkan melalui penggunaan bahasa, pakaian, dan adat, yang