ABSTRAK
Kota Medan sebagai salah satu kota besar di Indonesia tdak terlepas dari masalah lingkungan terutama soal sampah. Banyaknya penduduk di kota Medan dan semakin meningkatnya aktifitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dapat berpengaruh terhadap lingkungan. Pengurusan sampah sering mengalami masalah. Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar. Di kota Medan salah satu masalah sampah yang belum teratasi adalah di Sungai Deli. Kecenderungan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai seperti masyarakat Kampung badur yang membuang sampah di Sungai Deli mengakibatkan tercemarnya air Sungai Deli hingga berdampak terjadinya banjir. Hal ini disebabkan karena masyarakat Kampung Badur memaknai sampah hanya sekedar material yang tidak berguna dan tidak dapat dipakai sehingga tiada nilai sampah bagi masyarakat. Sehingga sampah diposisikan sebagai material yang harus dibuang.
Cara pembuangan sampah masyarakat Kampung Badur yang tidak tepat mengakibatkan sampah sulit untuk ditangani. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan juga sangat minim. Sehingga masyarakat Kampung Badur membuang sampah dengan cara pengelolaan mereka sendiri yaitu dengan cara sampah di kumpulkankan lalu dibuang ke sungai, sampah dikumpulkan kemudian dimasukkan dalam karung dan timbun dengan tanah, kemudian sampah dikumpulkan dan dibakar. Cara seperti itu dianggap masyarakat sebagai upaya mengurangi volume sampah di Sungai Deli, tetapi pada kenyataannya cara seperti itu tidak efektif.
Tujuan penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan perilaku masyarakat Kampung Badur terhadap sampah yang cenderung kurang peduli terhadap sampah dan berperilaku semena-mena dengan membuang sampah ke Sungai Deli. Dengan demikian dapat dicari solusi untuk menangani masalah sampah di Sungai Deli.