• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERANAN ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM P"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENANGGULANGAN DAMPAK FENOMENA PERUBAHAN

IKLIM BAGI DUNIA GLOBAL

Disusun oleh :

Rizka Azhari Chairani

155120400111024

Hubungan Internasional

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan hidayahNya saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah dengan judul “Peranan Organisasi Internasional dalam Penanggulangan Dampak Perubahan Iklim bagi Dunia Global” ini dengan baik dan tepat waktu demi memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Dalam penyelesaian tugas karya tulis ilmiah ini, tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang dihadapi penulis, namun dengan perjuangan itu lah saya dapat mempelajari lebih banyak dari yang saya ketahui sebelumnya, disitu lah terjadinya proses dari pembelajaran, sehingga pada akhirnya karya tulis ini dapat saya selesaikan.

Ucapan terimakasih juga saya persembahkan kepada ibu Nurdjizah selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah membimbing saya dan juga untuk rekan-rekan seperjuangan saya yang telah memberikan masukan dan saran yang membangun bagi penyelesaian karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi saya sendiri maupun bagi orang lain untuk membuka wawasan dan cara pandangnya terhadap perubahan iklim yang terjadi di bumi kita ini dan dampaknya pada dunia global. Masih banyak kekurangan pada karya ilmiah ini, maka dari itu kritik dan saran dari pembaca maupun dosen sangat saya harapkan.

Batu, 14 Desember 2015

(3)

DAFTAR ISI

COVER 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAB I. PENDAHULUAN 4

A. Latar Belakang 4

B. Tujuan 5

C. Rumusan Masalah 6

BAB II. ISI 7

A. Perubahan Iklim 7

B. Penyebab Perubahan Iklim 7

C. Dampak Perubahan Iklim 8

D. Solusi untuk Menghadapi Perubahan Iklim 10

E. Organisasi Internasional di Bidang Lingkungan12

F. Peranan Organisasi Internasional terhadap Perubahan Iklim 14

BAB III. PENUTUP 16

A. Kesimpulan 16

B. Saran 17

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada era modern di masyarakat dunia saat ini, kenyataan yang terjadi adalah

bahwa permasalahan lingkungan tidak terlalu diperhatikan terutama oleh para pengusaha

dan juga pemerintah, juga masyarakatnya. Orang-orang pada masa sekarang lebih

mementingkan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari bagi manusia saja,

tanpa adanya pemikiran untuk kehidupan yang berkelanjutan bagi makhluk hidup lain

dan bumi itu sendiri. Sehingga demi memenuhi kebutuhan manusia pada saat ini, yang

lebih diutamakan adalah pembangunan dalam sektor-sektor industri dan perumahan.

Bangunan beton semakin banyak saja sedangkan lahan hijau dari hari ke hari semakin

berkurang.

Faktor-faktor tersebut lah yang menjadi penyebab dari climate change atau perubahan iklim pada bumi. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ini adalah

permasalahan yang serius. Bahwa tingkat karbondioksida yang terperangkap di atmosfer

semakin tinggi, naiknya sea-level, dan semakin tingginya suhu bumi, ketidakteraturan siklus-siklus bumi yang diteliti oleh NASA dan agensi luar angkasa lainnya adalah tidak

penting bagi kelangsungan hidup masyarakat global. Banyak orang tidak menyadari

bahwa ketidakpedulian mereka juga pasti akan mempengaruhi kehidupan manusia pada

masa mendatang dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari yang terkecil dan paling

mendasar seperti ketersediaan oksigen, makanan, air, dan tempat tinggal yang aman bagi

(5)

pada permasalahan manusia yang lebih kompleks seperti perekonomian dunia, kesehatan,

dan berbagai aspek kehidupan lain yang penting bagi manusia.

Ini merupakan tantangan nyata bagi generasi kita untuk membangun kesadaran

akan lingkungan demi keberlangsungan kehidupan yang kita jalani saat ini. Mengingat

parahnya bahaya yang akan ditanggung oleh dunia global apabila kondisi iklim di bumi

kian memburuk sampai pada titik di mana segalanya tidak bisa dikembalikan seperti

semula lagi.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menanggulangi permasalahan

lingkungan yang ada saat ini adalah dengan mendirikan asosiasi-asosiasi dan organisasi

internasional yang membahas, meneliti, dan mencari jalan keluar terbaik yang bisa

dilakukan manusia pada saat ini dalam menghadapi perubahan iklim. Sudah ada beberapa

organisasi internasional dan lembaga yang berperan di sini, misalnya WMO, UNEP,

NASA (milik Amerika Serikat), dan agensi-agensi luar angkasa yang memiliki satelit

untuk meneliti dari Eropa, Rusia, Jepang, dan lain-lain.

B. Tujuan

1) Mengetahui permasalahan yang diakibatkan dari fenomena perubahan iklim bagi

dunia global.

2) Mengetahui apa saja organisasi internasional dan lembaga yang berperan dalam

penanggulangan fenomena perubahan iklim.

3) Memahami peranan organisasi internasional dan lembaga tertentu dalam

menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan dari fenomena perubahan iklim.

C. Rumusan Masalah

1) Apa permasalahan bagi dunia global yang diakibatkan dari fenomena perubahan

(6)

2) Apa saja organisasi internasional atau lembaga tertentu yang memiliki peran

dalam penanggulangan fenomena perubahan iklim?

3) Bagaimana peranan organisasi internasional dan lembaga tertentu dalam

(7)

BAB II

ISI

A. Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah suatu keadaan dimana pola iklim di bumi kita ini

mengalami perubahan karena adanya pemanasan global. Perubahan yang terjadi di

antaranya adalah arus panas dan dingin yang tidak menentu, perubahan curah hujan, dan

lain sebagainya. Bumi kita memiliki beberapa iklim di antaranya adalah iklim dingin,

sedang, subtopis, dan tropis. Setiap iklim pada masing-masing belahan bumi tersebut

memiliki pola tersendiri bagi cuacanya. Namun, karena adanya perubahan iklim, pola

yang sudah ada tersebut menjadi terganggu, bahkan di beberapa tempat terjadi secara

ekstrem.

B. Penyebab Perubahan Iklim

Pembahasan tentang perubahan iklim erat dikaitkan dengan pemanasan global.

Pemanasan global adalah perubahan suhu bumi, atau lebih tepat disebut sebagai kenaikan

suhu permukaan bumi karena adanya efek rumah kaca yang menyebabkan meningkatnya

suhu bumi dan akibatnya salah satunya adalah pencairan es di kutub.

Efek rumah kaca disebabkan oleh gas-gas rumah kaca, yaitu CO2, N2O, CH4, dan

yang cukup parah adalah CFC, dan lain-lain. Sebetulnya, gas-gas tersebut dan efek rumah

kaca itu sendiri dibutuhkan oleh bumi untuk membuat bumi tetap hangat. Cara kerja

gas-gas ini adalah seperti namanya, seperti rumah kaca yang dipergunakan untuk

(8)

hangat dan bisa bertahan hidup. Begitu pula dengan gas rumah kaca yang ada di bumi,

gas-gas tersebut berfungsi untuk menyimpan panas atau kalor yang cukup agar bumi tetap

hangat, dan segala isi dari bumi bisa tetap hidup. Namun, apabila kadar zat-zat di atas

terlalu banyak di bumi ini, itu akan menyebabkan terlalu banyak panas pula yang

tertangkap di atmosfer bumi, sehingga suhu bumi kian meningkat. Meningkatnya suhu

bumi menyebabkan berbagai macam permasalahan.

Penyebab terlalu banyaknya keberadaan gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi ada

berbagai macam, antara lain adalah :

Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang

menyebabkan emisi karbon

Gas metana atau CH4 yang berasal dari pembuangan peternakan, terutama dari

kotoran ternak mengandung banyak gas metana

Semakin sempitnya lahan hutan, yang menyebabkan pelepasan karbondioksida

atau CO2 yang terlalu masiv ke atmosfer

Penggunaan zat CFC untuk pendingin ruangan, kulkas, dan aerosol atau

botol-botol semprot. CFC sangat berbahaya karena zat CFC inilah yang merusak ozon

kita.

Penggunaan pupuk pada pertanian yang melepaskan gas NO2 ke udara

C. Dampak Perubahan Iklim bagi Dunia Global

Ada banyak kerusakan yang terjadi karena perubahan iklim pada berbagai sektor

di kehidupan manusia. Perubahan iklim menyebabkan perubahan pola cuaca yang ada di

seluruh negara-negara di bumi, sehingga curah hujan menjadi tidak menentu dan juga

perubahan arus angin yang menyebabkan badai-badai ekstrem. Curah hujan yang tidak

(9)

saja di Indonesia, karena curah hujan yang tidak menentu, menyebabkan kekeringan

panjang, sehingga para petani kesulitan mendapatkan pengairan untuk perkebunan atau

tanamannya, dan pada akhirnya terjadilah gagal panen masal. Atau apabila curah hujan

terlalu tinggi pada suatu daerah, sehingga kadar air pada tanaman tinggi, juga dapat

menyebabkan kegagalan panen. Apa yang terjadi jika seluruh belahan dunia mengalami

gagal panen? Tentu saja ketersediaan pangan bagi manusia akan semakin berkurang.

Bahkan, hal ini pun dapat menyebabkan permasalahan keamanan dunia, menurut website

EPA. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, sumber makanan akan habis, seluruh manusia

akan mengalami kelaparan, tidak hanya di Afrika dan negara miskin saja, namun di

seluruh dunia, yang pada akhirnya menuju kepunahan spesies manusia di muka bumi ini.

Selain faktor curah hujan yang menjadi penyebab gagal panen, ada juga hal lain, yaitu,

ada beberapa tanaman sumber pangan yang bisa tumbuh pada suhu dan iklim tertentu

saja, sehingga pemanasan suhu bumi juga menyebabkan tanaman-tanaman tersebut tidak

mampu lagi bertahan hidup.

Pemanasan suhu bumi juga menyebabkan mencairnya es di kutub, sehingga

sea-level bertambah yang juga menyebabkan terendamnya pulau-pulau kecil dan apabila

terus-menerus terjadi akan menenggelamkan pulau besar pula, yang artinya tempat

tinggal bagi manusia semakin sedikit. Selain penjelasan di atas, ada beberapa pula

dampak dari perubahan iklim yang disingkat menjadi :

 Perubahan pola cuaca yang menyebabkan tidak menentunya curah hujan dan arus

angin

 Terjadinya bencana alam misalnya badai yang ekstrem dan tak terduga  Punahnya spesies-spesies di bumi

(10)

 Pemanasan global yang memudahkan terperciknya api di hutan sehingga

kebakaran hutan sering terjadi

 Terganggunya pengelolaan energi, diakibatkan oleh banyak dibutuhkannya

pendingin ruangan

 Manusia menjadi rentan terhadap penyakit dan banyaknya wabah penyakit

berbahaya yang tersebar

 Arus transportasi akan terganggu karena faktor cuaca

 Kualitas udara yang buruk akan menggangu kesehatan manusia  Perekonomian dunia terganggu karena bahan makanan

D. Solusi untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Ada beberapa solusi untuk menghadapi perubahan iklim yang harus diwujudkan

bersama oleh seluruh masyarakat dunia dan juga para pembuat kebijakan, pemecahan

masalah untuk perubahan iklim haruslah sinergi dari semua pihak. Semua bisa dimulai

dari hal-hal yang kecil dan pribadi. Salah satunya adalah dengan membantu menurunkan

kadar gas rumah kaca yang ada di bumi, dengan mengurangi penggunaan kendaraan

berbahan bakar fosil, bisa diwujudkan dengan berjalan kaki ke tempat yang dekat, dan

juga menaiki kendaraan umum daripada menggunakan kendaraan pribadi, sehingga bisa

menurunkan emisi karbon. Juga dengan melarang penggunaan benda-benda aerosol yang

menggunakan CFC, mengurangi konsumsi daging, karena sapi menyebabkan banyak gas

metana, sehingga dengan mengurangi permintaan daging sapi, maka gas tersebut dapat

dikurangi pula, beberapa kelompok orang bahkan melakukan kampanye dan menarik

orang untuk menjalani gaya hidup vegetarian.

Selain itu, kita bisa menggunakan produk-produk yang berlabel hemat energi dan

eco-friendly, mengurangi penggunaan kertas untuk menyelamatkan pohon, hemat energi

dengan menggunakan listrik dan air seirit mungkin sesuai kebutuhan, melakukan aksi

(11)

plastik belanja. Hal-hal tersebut adalah aksi-aksi nyata yang kecil namun bermanfaat jika

terus dijadikan kebiasaan bagi masyarakat.

Sedangkan bagi para elit, bisa dilakukan dengan menghentikan pembalakan hutan,

agar paru-paru dunia tetap terjaga, melarang keras penggunaan zat CFC, dan salah satu

yang paling masiv adalah dengan berusaha mencari bahan pengganti bahan bakar fosil,

mencari bahan bakar alternatif untuk manusia yang bisa digunakan berkepanjangan.

Penggunaan secara merata benda-benda seperti benda-benda bertenaga surya, dan

energi-energi alternatif lainnya seperti dengan menggunakan energi-energi angin dan air, melakukan

kampanye-kampenye lingkungan agar dapat menyadarkan masyarakat akan apa yang

sesungguhnya dihadapi manusia di era ini.

Bagaimana cara mewujudkan semua itu? atas dasar itu, muncullah berbagai

macam organisasi-organisasi internasional peduli lingkungan yang berusaha mewujudkan

solusi-solusi di atas. Karena pada kenyataannya, efek dari perubahan iklim akan terasa

pada seluruh dunia, walaupun paling terasa di negara berkembang, namun seluruh dunia

harus bahu-membahu untuk menghadapi serangan perubahan iklim ini dengan

perhimpunan seperti organisasi-organisasi berikut.

E. Organisasi Internasional di Bidang Lingkungan

 WWF

World Wide Fund for Nature adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional

yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi

lingkungan, dulunya bernama World Wildlife Fund dan masih menjadi nama resmi di

(12)

 UNEP

UNEP atau United Nations Environment Program adalah organisasi utama PBB di

bidang lingkungan hidup, yang pada dasarnya melakukan pemantauan dan penelitian

secara ilmiah pada tingkat global dan regional serta memberikan rekomendasi

kebijakan kepada pemerintah.

 Greenpeace

Greenpeace adalah organisasi independen yang berkampanye tanpa menggunakan

kekerasan untuk mengungkap suatu permasalahan lingkungan global dan untuk

memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace

adalah untuk memastikan kemampuan bumi agar kelangsungan hidup bagi semua

keanekaragaman.

 IPCC

Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) adalah sebuah badan internasional

yang mengkaji aspek ilmiah terkait dengan perubahan iklim. IPCC dibentuk pada

tahun 1988 oleh World Meteorological Organization (Badan Meteorogi

International/WMO) dan United Nations Environment Program (Badan Lingkungan

PBB/UNEP) untuk memberikan kajian yang berkala mengenai aspek ilmiah dari

perubahan iklim, dampak dan resikoresiko di masa mendatang, serta pilihan-pilihan

kegiatan mitigasi dan adaptasi atas perubahan iklim.

(13)

WEC atau World Environment Center adalah organisasi global independen

non-pemerintah, non-profit, dan non-advokasi yang mempromosikan perkembangan

pembangunan berkelanjutan untuk dunia melalui praktek bisnis, kerja sama bisnis,

kerja sama dengan pembuat kebijakan di pemerintahan, kerja sama dengan

universitas, dan lain-lain.

 WMO

Organisasi Meteorologi Dunia adalah sebuah organisasi antarpemerintah dengan

keanggotaan dari berbagai negara dan Teritori Anggota. Berasal dari International

Meteorological Organization. WMO menjadi badan khusus Perserikatan

Bangsa-Bangsa untuk meteorologi, hidrologi dan geofisika. WMO Memiliki kantor pusat di

Jenewa, Swiss. Dalam tanggapan terhadap laporan pers yang memprediksikan

peristiwa seperti Zaman Es Kecil, Organisasi Meteorologi mengeluarkan peringatan

bahwa pemanasan iklim global yang signifikan dapat menyebabkan zaman es.

 WCMC

WCMC atau World Conservation Monitoring Center adalah badan eksekutif yang

adalah salah satu bagian dari UNEP yang kegiatannya adalah menangani masalah

biodiversitas, dukungan kepada konvensi internasional seperti Convention of

Biological Diversity dan Convention of International Trade in Endangered Species of

Wild Fauna and Flora.

(14)

Organisasi Internasional di bidang lingkungan memiliki banyak andil dalam

memperbaiki dan mempertahankan bumi. Antara lain adalah dengan membuat kebijakan

yang bersangkutan tentang penggunaan energi dan bahan-bahan tertentu yang berbahaya

untuk bumi. Berikut ini beberapa program yang dibuat oleh organisasi-organisasi

internasional di bidang lingkungan :

 UNEP adalah badan resmi dari PBB, jadi UNEP dapat membuat kebijakan-kebijakan di

bidang lingkungan. UNEP membuat kebijakan tentang manajemen ekosistem yang

berada di bawah perubahan iklim, bagaimana merawat bidang sektor perikanan dan

kelautan, dan riset tentang pengurangan resiko bencana alam. Program ini dinamakan

Ecosystem Manegement Programme.

 UNEP Mengadakan World Water Day untuk kampanye tentang air bersih

 Kinerja UNEP terfokus pada air bersih, hutan, kehidupan biota laut dan pesisir, juga

servis ekosistem dan ekonomi.

 UNEP juga mengadakan UNEA atau United Nations Environment Assembly atau

konferensi lingkungan PBB

 Event COP21 yang diadakan oleh PBB, yaitu konferensi tentang perubahan iklim yang

diadakan di Paris pada tahun 2015. COP adalah Conference of the Parties yang dihadiri

oleh perwakilan dari 196 partai yang mengadakan perjanjian berdasarkan konsensus

untuk menurunkan emisi global. Perjanjian ini diikuti oleh 55 negara di dunia.

 Greenpeace adalah organisasi yang mendukung penggunaan energi alternatif dan

pengurangan emisi karbon dunia. Greenpeace juga organisasi yang dalam kegiatannya

berusaha mempengaruhi pembuat kebijakan untuk membuat kebijakan yang sesuai

dengan lingkungan. Contohnya membantu penolakan pembangunan PLTU baru,

membantu orang-orang di Filipina untuk membuat tempat bebas rekayasa genetik, dan

(15)

 Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia bekerja sama dengan IPCC dan melaksanakan

lokakarya dalam upaya untuk menanggulangi dampak dari perubahan iklim di Indonesia.

Hasil dari lokakarya ini adalah untuk bagaimana kedepannya menguatkan para tim riset

dalam meneliti tentang perubahan iklim dan solusinya. Selain itu juga dibentuk

kebijakan-kebijakan dalam hal ini misalnya kebijakan riset nasional untuk mendukung

implementasi pengendalian dampak perubahan iklim oleh deputi pendayagunaan ilmu

pengetahuan dan teknologi kementrian riset dan teknologi.

Itulah antara lain peran-peran organisasi internasional dalam penanggulangan perubahan iklim di

(16)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Perubahan iklim merupakan suatu perubahan pola yang ada di bumi kita ini,

perubahan iklim menyebabkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan dan bagi

kehidupan manusia secara global pada berbagai sektor mulai dari sektor penyediaan

pangan, ketersediaan air dan udara bersih, sektor ekonomi, dan masih banyak lagi.

Semua itu tidak lain adalah karena perbuatan manusia itu sendiri, banyak hal yang

dilakukan hanya untuk kepentingan manusia tanpa mempertimbangkan aspek

lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Perubahan iklim pada akhirnya dapat

menyebabkan kehancuran pada kehidupan manusia, bahkan kepunahan.

Untuk mewujudkan ide solusi untuk dampak kerusakan dari perubahan iklim yang

sekarang melanda, maka dibutuhkan lah organisasi-organisasi internasional antara

lain UNEP, WEC, WWF, Greenpeace, IPCC, dan lain sebagainya supaya solusi bisa

tercapai dan niat baik manusia untuk memperbaiki bumi bisa tersampaikan. Banyak

upaya telah dilakukan dan akan terus dilakukan oleh organisasi-organisasi

internasional untuk menghentikan kerusakan dan memperbaiki bumi, mulai dari

melakukan kampanye tentang bahaya gas rumah kaca, kampanye untuk menanam

pohon, kampanye hemat energi, dan kampanye tentang energi terbarukan dan energi

(17)

B. Saran

Indonesia adalah negara berkembang yang berada di Asia Tenggara. Sebagai

negara berkembang, Indonesia juga termasuk negara yang terkena banyak dampak

dari pemanasan global dan perubahan iklim. Contohnya adalah, kegagalan panen

yang dikarenakan tidak menentunya curah hujan. Musim yang datang terlambat, dan

lain sebagainya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus memiliki kesadaran diri

akan lingkungan di sekitar kita tempat kita tinggal. Sudah seharusnya kita melakukan

tindakan-tindakan nyata untuk menyelamatkan bumi kita, semua bisa kita mulai dari

hal-hal kecil, mulai dari menghemat air dan listrik, sampai hal besar seperti menanam

pohon, ikutilah kampanye dari organisasi-organisasi yang ada. Begitu pula dengan

pihak elit dan para pembuat kebijakan, seharusnya lebih sadar lagi akan bahaya yang

dihadapi dari perubahan iklim, dan membuat kebijakan yang sesuai dengan keadaan

sekarang, dan juga memperbanyak kegiatan untuk masyarakat luas untuk

(18)

DAFTAR PUSTAKA

NASA, “NASA’s Work to Understand Climate : A global Perspective”

http://blogs.nasa.gov/bolden/2015/12/04/nasas-work-to-understand-climate-a-global-perspective/ (diakses pada 14 Desember 2015)

Nature, http://www.nature.org/ourinitiatives/urgentissues/global-warming-climate-change/threats-impacts/ (diakses pada 14 Desember 2015)

UNEP, "Climate Change : Introduction," UNEP, http://www.unep.org/climatechange/Introduction.aspx

(diakses pada 1 Januari 2016)

Greenpeace, "Perubahan Iklim," Greenpeace,

http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/ (diakses pada 1 Januari 2016)

Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, “Organisasi Internasional,” http://www.m

enlh.go.id/organisasi-internasional/ (diakses pada 1 Januari 2016)

World Environtmental Center, “About Us,” http://www.wec.org/about-wec (diakses pada1 Januari 2016)

Tropenbos International, “About Us,” http://www.tropenbos.org/about_us (diakses pada 1 Januari 2016)

IPCC, “Organization” http://www.ipcc.ch/organization/organization.shtml (diakses pada 1 Januari 2016)

GEF, “What is the GEF” https://www.thegef.org/gef/whatisgef (diakses pada 1 Januari 2016)

Earth System Governance, http://www.earthsystemgovernance.org/ (diakses pada 1 Januari 2016)

WWF, “Seputar Perubahan Iklim”

http://www.wwf.or.id/tentang_wwf/upaya_kami/iklim_dan_energi/solusikami/kampanye/powerswitch/sp

_iklim/ (diakses pada 1 Januari 2016)

UNEP, “Resolutions and Decisions by the United Nations Environment Assembly”

http://www.unep.org/unea/UNEA_Resolutions.asp (diakses pada 3 Januari 2016)

IESR “Tanya Jawab Laporan AR-5 Working Group IPCC”

http://www.iesr.or.id/wp-content/uploads/companion-Press-Release-IPCC-AR-5-small.pdf (diakses pada 3 Januari 2016)

UNEP “UNEP’s Work”

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memilih atau menunjuk yaitu dengan cara menggeser mouse hingga cursor bergerak menuju obyek yang akan dipilih, kemudian tekanlah  sebelah kiri (klik kiri) dengan

Dari 10 (100%) ibu – ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun telah diwawancarai, 2 (20%) ibu memiliki pengetahuan baik tentang makanan pendamping ASI yang baik

Sedangkan makna hoshi yang terdapat dalam lirik lagu Dream Sky adalah seorang yang ingin mengejar dan mewujudkan impiannya agar bisa bersinar kembali dan tidak

8 Adapun maya dalam filsafat vedantic adalah ilusi yang yang menyelimujti dunia sebagai akibat dari kebodohan, sebuah ilusi yang menyelimuti sesuatu yang benar karena perasaan

pellita yang dihasilkan dari penelitian ini sebesar 0,89%(b/b) yang ditentukan dari nilai perbandingan antara berat minyak atsiri hasil penyulingan dengan berat

Tumbuhan anggrek yang termasuk jenis anggrek epifit yang berhasil dieksplorasi dan di inventarisasi di kawasan Taman Nasional Kerinei Seblat eukup beragam dan tumbuh di

Hasil akhir dari sistem pendukung keputusan ini adalah membantu para pelaku bisnis sablon dalam membuat adonan tinta dan mengetahui metode yang baik untuk mendapatkan

Kata kunci : Forum, bengkel Mobil, dealer mobil, cara perawatan mobil, Diskusi, Online, Responsive Web Design, Codeigniter,