MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI HEWAN
PERAN SARAF DAN HORMON DALAM PENGATURAN KERJA TUBUH
DI SUSUN OLEH:
Laura
Nurhayati
Maria Marlena
Anisa Puspita Dewi
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Sistem saraf manusia adalah suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks
sangat khusus dan saling berhubungan satu sama yang lain sistem saraf
mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan
lingkungan sekitarnya .sistem tubuh yang penting ini juga mengatur kebanyakan
aktivitas sistem-sistem tubuh lainya .karena pengaturan saraf tersebut maka terjalin
antara komunikasi antara berbagai sistem tubuh hinga menyebab kan tubuh
berfungsi sebagai unit yang harmonis .dalam sistem inilah berasal segala fenomena
kesadaran, pikiran ,ingatan, bahasa ,sesansi, dan gerakan. Jadi keampuan untuk
memahami belajar dan memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan
hasil kerja intergrasi dari sistem saraf yang puncaknya dalam bentuk kepribadian
dan tingkah laku individu.
BAB II
pheripheral nervous system (PNS). Kalat (2007:113) mengemukakan bahwa sistem saraf pusat terdiri dari otak(brain) dan sumsum tulang belakang ( spinal cord).Sistem saraf pusat merupakan pusat pengendalian untuk semua sistem dalam tubuh.Semua saraf yang menghubungkan otak atau sumsum tulang belakang denganreseptor atau efektor yang tergolong dalam sistem saraf perifer. Sistem saraf perifer dikelompokkan menjadi saraf sensorik atau aferen dan saraf motorik ataueferen. Saraf sensorik atau aferen terdiri dari saraf yang menghantarkan impulsatau yang membawa informasi dari resptor ke sistem saraf pusat, sebaliknya sarafmotorik atau eferen terdiri dari saraf yang menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat menuju ke efektor. Sistem saraf motorik terdiri dari somatic nervous system
dan autonomic nervous system. Kalat (2007:113) menyatakan bahwa somatic nervous system
terdiri darineuron yang meneruskan informasi dari panca indra menuju sistem saraf pusatdan yang meneruskan informasi dari sistem saraf pusat ke otot. Gardner, dkk.(1984:2) mengemukakan bahwa sistem saraf somatik terdiri dari saraf motorikyang menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot rangka. Selama sistem saraf somatik menghasilkan kontraksi otot rangka saja, maka aktivitasnya dapatsecara sadar dikendalikan.Kalat (2007:113) menyatakan bahwa Autonomic nervous system berfungsimengendalikan jantung, usus, dan organ-organ lain. Sistem saraf autonomi terbagimenjadi dua bagian yaitu sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik.Sistem saraf simpatetik adalah sebuah jaringan saraf yang mempersiapkan organtubuh bagian dalam untuk aktivitas berat. Sistem saraf simpatetik terdiri darisepasang rantai ganglia yang memanjang pada sisi tubuh dimulai dari bagiantengah tulang belakang dan terhubung ke sumsum tulang belakang melalui akson.Akson simpatetik memanjang dari ganglia menuju organ target dan mengaktivasiorgan tersebut untuk memberikan respon melawan. Misalnya napas dan detak jantung menjadi lebih cepat dan aktivitas pencernaan menurun. Organ-organseperti
keluar dari sumsum tulang belakang menuju ganglia parasimpatetik,sedangkan serat postganglionik yang lebih pendek akan keluar dari ganglia parasimpatetik menuju organ. Aktivitas parasimpatetik secara umum memicufungsi-fungsi yang menghemat energi dan tidak mendesak. Gardner, dkk. (1984:2) mengemukakan bahwa sistem saraf autonomi mengandung saraf motorikyang meghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot polos, otot jantung, dankelenjar. Aktivitas organ tubuh tersebut dikendalikan secara tidak sadar.
Neuron Neuron merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Tersusunatas badan sel saraf, dendrit, dan neurit (akson).
1) Badan sel, mengandung nucleus dan nucleolus yang dikelilingi olehsitoplasma.
2) Dendrit, merupakan serabut saraf pendek yang bercabang-cabang keluar dari badan sel. Berfungsi menerima impuls (rangsangan) yang datang dari neuronlain untuk dibawa menujun badan sel saraf.
3) Neurit (akson), merupakan serabut saraf panjang dan umumnya impuls dari badan sel sar af ke kelenjar-kelenjar dan serabut-serabut ke otot. Kebanyakandiselubungi selubung myelin yang berfungsi melindungi, memberi nutrisi, danmempercepat jalannya impuls.Bersadarkan fungsinya neuron dibedakan menjadi empat, yaitu:
1) Neuron sensorik, berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor ke pusatsusunan saraf. Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan neuron lain.
2) Neuron motorik, berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat k e efektor. Dendritnya menerima impuls dari akson neuron lain danneuritnya
berhubungan dengan efektor.
3) Neuron konektor, berfungsi menghubungkan neuron satu dengan neuron yanglain. 4) Neuron adjustor, berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuronmotorik
pada pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang). B.Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat yang merupakan pusat pengendalian untuk semua sistemterdiri dua bagian utama, yaitu otak dan sumsum tulang belakang.
1. OtakBagan otak terdiri dari cerebrum (otak besar), cerebellum (otak kecil),mesensefalon (otak tengah), dan diensefalon (otak depan). Fungsi masing-masing bagan otak, yaitu: a) Cerebrum (otak besar)
- Lobus frontalis = Pengendali gerakan otot, berfungsi untuk berpikir. - Lobus temporalis = Sebagai pusat pendengaran, penciuman, dan pengecap. - Lobus occipitalis = Pusat penglihatan.
- Pusat keseimbangan gerak dan koordinasi gerak otot serta posisitubuh.Di bawah cerebellum terdapat jaringan jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanantubuh.
- Sebagai pusat koordinasi seluruh kegiatan otak. c) Mesensefalon (otak tengah) sebagai pengatur nutrisi, pengaturan agar tetap sadar, penumbuhan sifatagresif,
sebagai tempat sekresi hormon yang memengaruhi pengeluaran hormon pada kelenjar hipofisis, pengaturan dalamgerak refleks, fisiologi denyut jantung, berperan dalam pernafasan,dan berfungsi dalam pelebaran dalam penyempitan pembuluhdarah.
2. Sumsum tulang
a) Medula oblongata (sumsum lanjutan) berfungsi dalam mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, dan berfungsidalam gerak menelan, bersin, bersendawa, batuk, serta mental. Medula spinalis (sumsum tulang belakang) berfungsi sebagai penghubung impuls dari sel ke otak, meneruskan impuls sensorik dari pusat reseptor ke reseptor otak,dan memungkinkan gerak refleks.
C. Sistem Saraf Perifer/Tepi
Saraf perifer atau pheripheral nervous system (PNS) terletak di luar bagiantengkorak dan tulang belakang. Terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
1) Somatic Nervous System
(Sistem Saraf Somatis) yang mengatur interaksi tubuhdengan lingkungan luar. Terdiri dari dua macam saraf, yaitu saraf aferen yangmembawa input sensoris dari reseptor diseluruh bagian tubuh, seperti kulit,kuping, mata, dan sebagainya ke saraf pusat atau central nervous system
(Sistem Saraf Otonom) , adalah bagian dari PNSyang berfungsi mengatur kondisi internal
manusia. Sistem Saraf Otonom
ini juga terdiri dari saraf aferen dan eferen. Saraf Eferen dalam sistem sarafotonom terdiri dari
Sympathetic Nerves (saraf simpatetik), yang menstimulasi,mengorganisasi, dan memobilisasi sumber-sumber energi dalam tubuh untukmenghadapi situasi yang menakutkan atau tidak menyenangkan. Parasymphatetic Nerves (saraf parasimpatetik), yang menyimpan energydalam tubuh dan bereaksi dalam menghadapi situasi yang menyenangkanKeseimbangan kondisi internal manusia berlangsung karena input dari sarafeferen dan aferen pada sistem saraf otonom, contohnya: detak jantung akanmeningkat apabila mendapat sinyal pada saraf sympatetik, sebaliknya bila ada sinyal dari saraf parasimpatetik, maka detak jantung akan menurun. Aferenmembawa impuls ke CNS, dan eferen membawa impuls dari CNS.
Sistem saraf pusat sifatnya berpasangan. Sebagian besar saraf pada PNS berpusat pada tulang belakang, tetapi ada 12 saraf perkecualian, yaitu 12 pasang saraf cranial yang berpus at di otak.
Bagan Pembagian Sistem Saraf
Sistem saraf
Sistem saraf pusat Sistem saraf perifer
Sistem saraf autonomik
Sistem saraf somatik
Saraf arefen Saraf erefen
Saraf simpatetik Saraf parasimpatetik
HORMON.
Definisi dan Jenis-jenis Hormon Heryati dan Faizah (2008:33) menuliskan bahwa sistem hormon merupakansalah satu sistem pengatur utama dalam kerja tubuh. Hormon adalah zat kimiayang terbentuk dalam tubuh yang dihasilkan oleh sebuah atau sekelompok sel dandibawa dalam darah ke organ atau bagian tubuh tempat mereka dapatmenghasilkan efek fungsional. Hormon berasal dari istilah Yunani “hormao” yang artinya membangkitkan. Hal ini sesuai dengan peran hormon dalam tubuh yang berperan sebagai katalis (zat yang memperlambat atau
mempercepat reaksi)
untuk perubahan kimia lainnya pada sel yang diperlukan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan energi manusia. Hormon berfungsi dalam menjaga homeostatistubuh, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku.Heryati dan Faizah (2008:34) juga menambahkan bahwa hormon terbentukdari berbagai kelenjar-kelenjar dalam tubuh yang disebut kelenjar endokrin,diantaranya yaitu kelenjar hipotalamus, hipofisis atau kelenjar pituitari, tiroid dan paratiroid, pankreas, kelenjar adrenal, kelenjar tymus, testi, dan ovarium.
1.Kelenjar hipofisisKelenjar hipofisis terdiri dari dua bagian, yaitu hipofisis anterior dan hipofisis posterior.Hipofisis anterior menghasilkan hormon-hormon yang berperan dalam pengaturan metabolisme di seluruh tubuh, seperti:
a) Hormon somatrotof = Untuk pertumbuhan sel dan anabolisme protein.
b) Hormon tiroid (TSH) = Untuk mengontrol sekresi hormon oleh kelenjartiroid.
c) Hormon adrenokortikotropik (ACTH) = Untuk mengontrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal.
d) Hormon prolaktin (PRL) = Untuk meningkatkan pertumbuhan kelenjar payudara dan produksi air susu.
e) Hormon perangsang folikel (FSH) = Untuk mengatur pertumbuhan folikeldalam ovarium sebelum ovulasi, dan meningkatkan pembentukan sperma.
f) Hormon pelutein = Berperan penting dalam proses ovulasi, menimbulkansekresi hormon kelamin wanita oleh ovarium, dan testosteron oleh testis.Hipofisis posterior menghasilkan hormon-hormon,diantaranya:
a) Hormon antidiuretik (ADH) = Untuk mengatur kecepatan ekskresi airkedalam urin. b) Oksitosin = Untuk membantu kontraksi uterus pada akhir kehamilan.
a) Hormon tiroksin = Memengaruhi proses metabolisme, mengatur penyerapan air dan garam mineral dalam tubuh, untuk memproduksi panas tubuh, dan untuk mengatur perkembangan mental dan kematanganseks.
b) Hormon triodotironin = Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, dan sistem saraf.
c) Hormon kalsitosin = Menurunkan kadar kalsium dalam darah denganmempercepat absorpsi kalsium oleh tulang.
3. Kelenjar paratiroidHormon paratormon = Mempertahankan kadar zat kalsium dan fosfor dalamdarah.
4. Kelenjar anak ginjal
a) Hormon aldosteron = Merangsang reabsorpsi ion-ion Na+ dan Cl- dari urin dalam tubulus ginjal dan mengeluarkan ion K + untuk dikeluarkandengan urin.
b) Hormon glukokortikoid = Memelihara tubuh selama stres.
c)Hormon adrenalin = Mengiatkan kerja jantung, mempercepat frekuensi pernafasan, meningkatkan kadar gula darah pada sel hati, dan menaikkankontraksi otot.
d) Hormon noradrenalin = Meningkatkan tekanan darah dengan merangsangkontraksi otot arteriol.
5. Kelenjar pankreas
a) Hormon glikogen = Menaikkan kadar gula. b) Hormon insulin = Menurunkan kadar gula. 6. Kelenjar gonadWanita
a) Hormon estrogen = Berperan dalam oogenesis, pertumbuhan alat kelamin,menumbuhkan tanda seks sekunder, mengatur sistem reproduksi, danmempertebal dinding rahim
b) Hormon progesteron = Untuk kontraksi otot rahim pada saat melahirkandan mengatur penebalan dinding rahim untuk implementasi.PriaHormon testosteron = Menghasilkan sperma, mengatur pertumbuhan sekssekunder, memberi efek negatif pada sekresi dari hormon LH, danmempertahankan kejantanan pria.
Heryati dan Faizah (2008:33) mengemukakan bahwa secara garis besar, sifatkerja hormon dibagi menjadi 2, yaitu:
1.Hormon setempat, yaitu hormon yang mempunyai fungsi untuk menimbulkanefek pada daerah setempat sekitar kelenjar hormon tersebut. Contoh hormonsetempat yaitu seperti hormon sekretin yang dilepaskan oleh dindingduodenum untuk menimbulkan sekresi pankreas yang encer.
2.Hormon umum, yaitu hormon yang mempunyai fungsi untuk menimbulkanefek pada hampir seluruh sel dalam tubuh . Contoh hormon umum yaituseperti epinefrin dan norepinefrin yang dilepaskan oleh medula adrenalkarena perangsang simpatis. Hormon ini diangkut oleh darah menuju keseluruh tubuh dan menimbulkan berbagai reaksi.
HUBUNGAN SISTEM SARAF DAN HORMON
Sistem saraf dan hormon merupakan dua sistem pengatur utama dalamtubuh yang saling berkoordinasi untuk menjaga homeostatis. Hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf. Sistem saraf yang mengontrol hormon bertindak padadua jalur utama, yaitu hipotalamus dan sistem saraf otonom (simpatik dan parasimpatik).Secara garis besar, hubungan antara sistem saraf dan hormon yangdihasilkan dari kelenjar terdiri dari tiga proses utama, yaitu:
1. Reseptor = Bagian tubuh yang berfungsi menerima rangsang (indra).
2. Konduktor = Bagian tubuh yang berfungsi sebagai penghantar rangsangan.Bagian-bagian ini adalah sel-sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistemsaraf ini ada yang mempunyai fungsi dalam membawa rangsang ke pusat saraf,ada pula yang membawa pesan dari pusat saraf.
3. Efektor = Bagian tubuh yang menanggapi rangsangan, yaitu otot dan kelenjar. Gambar proses umum dalam sistem koordinasi
(BAGAN WARNA COKLAT)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem saraf merupakan sistem yangmengontrol kerja hormon dalam tubuh. Hormon yang seimbang dapatmenyebabkan keseimbangan atau homeostatis dalam
ransangan
resepto
neuron neuron tanggapanr
efektor
tubuh. Keseimbangan ini berasal dari sistem saraf pusat serta sistem saraf simpatik dan parasimpatik yangsaling
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem saraf dan hormon merupakan dua pengatur utama dalam tubuh untuk menjaga