Lampiran 1. Skema pembuatan pakan berbentuk pelet
Bahan baku
Bahan baku digiling hingga menjadi tepung dengan mesin grinder
Ditimbang menurut formula yang sudah ditetapkan
Diaduk hingga merata di tempat pengadukan
Ditambahkan air ke dalam molases dengan perbandingan air dengan molases 1:5 kemudian aduk hingga merata
Diaduk kembali hingga bahan cair tercampur rata dalam bahan
Bahan baku berbentuk adonan dengan kebasahan 60%
Adonan dimasukkan ke alat pencetak pelet
Dihasilkan pelet ukuran 5-7 mm
Pelet dioven selama 12 jam dengan temperature 500C dan pelet siap diberikan sebagai pakan kelinci
Lampiran 2. Histogram nilai rata-rata bobot potong
Lampiran 3. Histogram nilai rata-rata bobot karkas
Lampiran 4. Histogram nilai rata-rata persentase karkas
Lampiran 5. Histogram nilai rata-rata lemak abdominal
1,41
2,48
1,06 0,98 1,04 1,07
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3
P0A P0B P1 P2 P3 P4
Lemak
Ab
domi
nal (
%
)
Perlakuan
Lampiran 6. Analisis uji kontras ortogonal pengaruh pemberian tepung ampas kelapa fermentasi Aspergillus niger dan ragi tape terhadap bobot potong
The SAS System 03:16 Friday, November 10, 2016 2
The GLM Procedure Dependent Variable: Y1 Bobot Potong
Sum of
Source DF Squares Mean Square F Value Pr > F
Model 8 549795.3333 68724.4167 8.97 0.0002
Error 15 114938.5000 7662.5667 Corrected Total 23 664733.8333
R-Square Coeff Var Root MSE Y1 Mean 0.827091 4.534178 87.53609 1930.583
Source DF Type I SS Mean Square F Value Pr > F perlakuan 5 463283.8333 92656.7667 12.09 <.0001
ulangan 3 86511.5000 28837.1667 3.76 0.0339
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Perlakuan 5 463283.8333 92656.7667 12.09 <.0001
Ulangan 3 86511.5000 28837.1667 3.76 0.0339
Contrast DF Contrast SS Mean Square F Value Pr > F P0A P0B vs P1 P2 P3 P4 1 47880.3333 47880.3333 6.25 0.0245 P0A vs P0B 1 45000.0000 45000.0000 5.87 0.0285 P1 P2 vs P3 P4 1 154449.0000 154449.0000 20.16 0.0004 P1 vs P2 1 123504.5000 123504.5000 16.12 0.0011
P3 vs P4 1 92450.0000 92450.0000 12.07 0.0034