• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kompas Feng Shui Digital T1 612009055 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kompas Feng Shui Digital T1 612009055 BAB IV"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat serta analisis dari hasil pengujian. Tujuan dilakukan pengujian adalah mengetahui sejauh mana kinerja hasil perancangan yang telah dibahas pada Bab III serta mengetahui tingkat keberhasilan setiap spesifikasi yang telah diajukan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian perbagian maupun keseluruhan sistem.

4.1 Pengujian dan Pembahasan Perangkat Keras

Perangkat keras merupakan seluruh komponen elektronik yang mendukung sebuah sistem sehingga dapat bekerja dengan baik. Perangkat keras dari sistem ini antara lain, catu daya, mikrokontroler, LCD, sensor kompas, dan push button. Pengujian hanya dilakukan pada modul kompas, catu daya, LCD dan push button.

4.1.1 Modul kompas CMPS03

Modul kompas CMPS03 dikendalikan oleh mikrokontroler menggunakan komunikasi I2C pada portC bit 0 sebagai SCL dan portC bit 1 sebagai SDA. Untai antarmuka yang digunakan sama dengan rancangan, tidak ada perubahan. Komponen yang digunakan adalah, 2 buah resistor 4,7KΩ sebagai resistor pull-up, sebuah push button untuk kalibrasi dan sebuah header 9 pin untuk menghubungkan modul kompas dengan untai. Gambar 3.2 adalah untai untuk antarmuka CMPS03.

(2)

karena perangkat hanya perlu memberikan keluaran 0(low) untuk membuat jalur menjadi low, dan untuk membuat jalur menjadi high perangkat tidak perlu memberikan keluaran apapun. Selain itu pada rangkaian ini terdapat push button sebagai pengkalibrasi modul, yaitu dengan menghubungkan pin keenam dari modul dengan ground.

Pengujian untai ini dilakukan dengan cara mengambil data dari modul dan ditampilkan pada LCD. Berikut adalah cuplikan listing program dan hasil yang didapat.

1. delay_ms(17); 2. i2c_start(); 3. i2c_write(0xC0); 4. i2c_write(0x02); 5. i2c_start(); 6. i2c_write(0xC1); 7. dataH=i2c_read(0); 8. i2c_stop();

9. i2c_start(); 10. i2c_write(0xC0); 11. i2c_write(0x03); 12. i2c_start(); 13. i2c_write(0xC1); 14. dataL=i2c_read(0); 15. i2c_stop();

(3)

18. lcd_clear(); 19. lcd_gotoxy(0,0);

20. lcd_putsf("data high:"); 21. lcd_gotoxy(10,0);

22. lcd_puts(textH); 23. lcd_gotoxy(0,1);

24. lcd_putsf("data low :"); 25. lcd_gotoxy(10,1);

26. lcd_puts(textL);

Gambar 4.1 Pengujian modul kompas

Hasil pengujian menunjukkan bahwa untai dapat berfungsi dengan baik dan push button dapat mengkalibrasi modul kompas dengan baik. Modul kompas dapat berfungsi dengan baik, data yang ditampilkan oleh LCD sudah sesuai dengan ketentuan, yaitu data high bernilai dari 0 hingga 14, sedangkan data low bernilai dari 0 hingga 255. Nilai maksimal dari panggabungan data high dan data low adalah 3599.

(4)

Catu daya yang diimplementasikan ditunjukkan pada Gambar 3.3. Komponen yang digunakan antara lain, IC regulator 7805, kapasitor 1000µF, dan kapasitor 100µF. Sumber tegangan yang digunakan ada dua jenis, yaitu baterai 9V dan adaptor.

Sumber tegangan menjadi bagian utama dari sistem, sebab tanpanya, sistem tidak dapat bekerja. Tegangan yang dibutuhkan adalah 5V, maka dilakukan pengujian tegangan yang dihasilkan oleh untai catu daya telah memenuhi kebutuhan atau belum. Pengujian dilakukan dengan menguji tegangan yang masuk ke mikrokontroler, dan diberikan variasi tegangan masukan, yaitu 5V, 6V, 9V, 12V, dan 15 V.

(5)

5 5,1 3,55

4.1.3 Untai penampil LCD

Komponen yang digunakan untuk sistem adalah, mikrokontroler ATmega 32 sebagai otak sistem, Kristal 11.0592 MHz, dan kapasitor 22pF sebagai oscillator eksternal, resistor 4,7KΩ dan kapasitor 10nF sebagai pe-reset mikrokontroler, led 3mm dan resistor 330Ω sebagai indikator, dan beberapa header sebagai konektor dengan komponen lain seperti modul kompas dan LCD. Untai yang diimplementasikan ditunjukkan oleh Gambar 3.4

Untai penampil LCD bertugas untuk memberikan keluaran yang dapat dimengerti oleh pengguna. Untai ini dihubungkan denga mikrokontroler pada portA. Pengaksesan LCD harus menyertakan file lcd.h, agar proses penampilan karakter di LCD menjadi mudah. Untai ini diuji dengan cara memberikan program pada mikrokontroler untuk menampilkan sejumlah karakter dengan mode diam dan bergerak di LCD. Berikut adalah cuplikan listing program penguji dan hasil dari pengujian rangkaian LCD.

(6)

11. testberjalan();

Gambar 4.2 Pengujian LCD

Pada Gambar 4.16 dapat dilihat bahwa LCD dapat menampilkan karakter baik dalam mode bergerak ataupun diam. Program yang ditanam, memerintahkan untuk mengisi variabel text, setelah menunggu selama 50ms akan menampilkan tulisan coba LCD pada layar. Kemudian untuk listing pada baris 6, 7, dan adalah menampilkan lambang derajat (0)

dan pemanggilan prosedur testberjalan dimaksudkan untuk membuat tampilan text yang berjalan dari kanan ke kiri.

(7)

dan sesuai dengan harapan, yaitu LCD dapat menyampaikan informasi kepada pengguna dengan baik. Pada proses penampilan tulisan secara bergerak, ada beberapa penyesuaian agar tulisan dapat bergerak cepat namun tetap terbaca dengan jelas. Penyesuaian dilakukan pada jeda atau delay antar penampilan karakter dan pengaturan potensiometer pengatur kontras. Berikut adalah hasil penyesuaian potensiometer agar tulisan bergerak pada LCD dapat terbaca dengan baik pada delay yang telah ditentukan.

(8)

Gambar 4.3 Pengujian pengaruh delay

(9)

Push button yang digunakan pada rancangan diubah, yaitu jumlah push button yang digunakan dikurangi menjadi 3 buah saja. Namun untuk mempermudah dan mempercepat pengerjaan jumlah pin header tetap 4, karena tidak berpengaruh terhadap daya kerja sistem. Sehingga untai yang digunakan tetap sama dengan rancangan. Gambar 3.6 adalah gambar dari untai push button.

Proses pemasukan data pengguna dilakukan oleh untai push button ini, oleh karena itu kinerjanya harus diperhatikan agar data masukan dengan mudah diperoleh. untai ini dihubungkan dengan portD pin ke 3, 4, dan 5. Ketiga pin tersebut dihubungkan dengan ground, sehingga ketika ditekan akan menghubungkan kaki mikrokontroler dengan tegangan 0V dan hal itu sama dengan memberikan logika low kepada mikrokontroler. Pengujian dilakukan dengan cara memberikan program yang akan menampilkan pin mana yang ditekan. Pengujian tersebut akan memberikan informasi tentang kinerja dari 3buah saklar tekan, berikut adalah cuplikan program penguji dan hasil pengujiannya.

(10)

15. break; 16. }

17. if (PIND.5==0) { delay_ms(25); 18. lcd_clear();

19. lcd_putsf("pind5 ditekan"); 20. delay_ms(100);

21. break; 22. } 23. }

24. while(1);

(11)

Tiga buah saklar tekan yang digunakan pada sistem telah bekerja dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya kesalahan ataupun kesulitan dalam pendekteksian, hanya saja untuk saklar tekan pada pinD.4 perlu ditekan dalam-dalam. Saklar tekan yang berfungsi dengan baik masih perlu ada sedikit penyesuaian pada program yang digunakan untuk mengakses saklar tekan ini, hal ini disebabkan saklar tekan menimbulkan bouncing. Bouncing adalah suatu keadaan saat menekan saklar satu kali namun dideteksi berulang-ulang oleh mikrokontroler, hal ini sangat mengganggu jalannya sebuah sistem, terlebih saat dibutuhkan keakuratan jumlah penekanan tombol. Pada sistem ini, bouncing tidak terlalu bermasalah sebab tidak ada perhitungan jumlah penekanan tombol, namun tidak ada salah apabila bouncing dihilangkan. Metode yang paling ekonomis adalah dengan cara memberikan delay setelah mikrokontroler mendeteksi penekanan tombol terlebih dahulu sebelum melakukan perintah lain. Pada program pengujian delay diberikan pada baris ke 5, 11, dan 17. Waktu tunda dipilih 25 mS dengan pertimbangan bahwa dengan waktu tunda 25ms bouncing sudah selesai .

4.2 Pengujian dan Pembahasan Perangkat Lunak

Perangkat lunak adalah program yang ditanam dalam mikrokontroler sehingga dapat mengambil data, mengolah, dan menampilkan hasil pada LCD. Pengujian perangkat lunak dilakukan dengan cara menanamkan program ke mikrokontroler dan menilai kinerja dari sistem. Pengujian perangkat lunak tidak dilakukan untuk masing-masing prosedur, namun secara keseluruhan, dan pembahasan perangkat lunak dilakukan dengan membagi proses yang terjadi dalam sistem menjadi 3 bagian, yaitu pengambilan data, pengolahan data, dan penampilan hasil.

4.2.1 Pengambilan data

(12)

dan jenis kelamin, dan memilih menu. Hasil dari pengujian pengambilan data tahun dan jenis kelamin ditunjukkan pada Gambar 4.18.

Gambar 4.5 Pengujian pengambilan data tahun dan jenis kelamin

Data awal yang diperlukan adalah tahun lahir dan jenis kelamin. Pengambilan data dilakukan dengan cara menekan tombol, dan variabel yang dimaksud akan ditambah atau dikurangi sesuai dengan tombol yang ditekan. Ada 2 sesi pengambilan data, tahun lahir dan jenis kelamin. Ketika berada pada sesi pengambilan data tahun maka variabel yang mengalami penambahan atau pengurangan adalah tahun, dan ketika berada pada sesi pengambilan data jenis kelamin, variabel sex akan mengalami perubahan nilai jika tombol ditekan.

Pada sistem ini, tahun kelahiran dibatasi, yaitu dari tahun 1000 hingga tahun 9999 oleh karena itu tipe data yang digunakan pada variabel tahun adalah unsigned int karena pada tipe ini rentang nilainya adalah 0 hingga 65535. Sedangkan untuk variabel sex digunakan tipe data bit, karena jenis kelamin hanya ada 2 sehingga untuk menghemat penggunaan SRAM mikrokontroler digunakan tipe data bit.

(13)

kembali kebagian awal pengambilan data sesi tahun hingga tombol ok ditekan, dan setelah itu memulai sesi jenis kelamin. Khusus untuk pengambilan data jenis kelamin perlu diberikan pembatasan nilai sebab jenis kelamin hanya ada 2. Pada pengambilan data jenis kelamin, pengguna akan merasa bingung apabila nilai-nilai dalam variabel ini yang muncul pada LCD, oleh karena itu, nilai tersebut diterjemahkan sehingga dimegerti oleh pengguna. Caranya adalah dengan mengecek nilai variabel. Jika nilainya sama dengan 0 maka diterjemahkan sebagai laki-laki, dan ditulis pada LCD dengan “PA”, jika nilainya sama dengan 1, maka diterjemahkan sebagai wanita, dan pada LCD ditulis “PI.”

Pada saat pengisian data tahun, bila nilai tahun lebih kecil dari 1000 atau lebih besar dari 9999 maka tampilan di LCD menjadi kacau, hal ini terjadi akibat tidak adanya penghapusan karakter di LCD pada prosedur isi_data. Gambar 4.19 adalah gambar saat tahun diatas 9999 dan Gambar 4.19 adalah gambar saat tahun dibawah 1000.

(14)

Gambar 4.7 Nilai tahun lebih kecil dari 1000

(15)

Gambar4.8 Pengambilan data untuk memilih menu

Pada pengujian pengambilan data untuk memilih menu, kadang tombol telah ditekan, namun tidak terjadi perubahan apapun, hal ini disebabkan oleh kualitas dari saklar tekan yang telah usang, namun secara keseluruhan pengambilan data dapat dilakukan dengan baik.

4.2.2 Pengolahan data

Pengolahan data pengguna dibagi menjadi beberapa bagian terpisah. Data yang akan diolah adalah tahun kelahiran, jenis kelamin, arah yang ditunjuk, dan menu yang dipilih. Pada bagian ini tidak dilakukan pengujian secara terpisah dari sistem, sebab pengujian keakurasian hasil pengolahan data harus dilakukan secara keseluruhan. Maka pada bagian ini, hanya akan dibahas mengenai implementasi feng shui pada sistem.

Menentukan shio, elemen, dan gua

(16)

logam. Kemudian, untuk mendapatkan jarak terkecil antara tahun 1900 dengan tahun kelahiran pengguna, maka tahun kelahiran pengguna perlu dikurangkan dengan 1900, dan hasil ini di-MOD dengan 12. Hasil perhitungan ini akan berada diantara bilangan 0 dan 11, maka dibuatlah pembandingan hasil perhitungan dengan angka 0 hingga 11. Bila hasil perhitungan sama dengan 0 maka pengguna lahir pada shio tikus, bila sama dengan 1 maka lahir pada shio kerbau, bila sama dengan 2 maka lahir pada shio macan, dan seterusnya. Untuk mengetahui elemen pengguna, maka hasil pengurangan antara tahun kelahiran dan 1900 di-MOD 10. Angka 10 dipilih karena pergantian dari setiap elemen adalah 2 tahun. Hasil dari MOD 10 kemudian dibandingkan dengan angka 0 hingga 9, bila sama dengan 0 maka elemen pengguna adalah logam, bila sama dengan 1 maka elemen pengguna adalah logam, bila sama dengan 2 maka elemen pengguna adalah air, bila sama dengan 3 maka elemen pengguna adalah air, dan seterusnya. Pencarian shio dan elemen dengan cara ini akan valid untuk tahun kelahiran setelah 1900, untuk tahun sebelum 1900 hasil pengurangannya akan negatif. Oleh karena itu, agar perhitungan valid untuk tahun 1000 hingga 9999 maka hasil pengurangan perlu absolutkan terlebih dahulu sebelum di-MODkan dengan 12 atau 10.

(17)

mempermudah penjumlahan maka angka tahun yang bertipe dat integer diubah menjadi string. Pada proses ini ternyata tidak berjalan dengan lancar, karena proses pembacaan indeks ke sekian dari tahun bertipe data string ternyata akan memberikan nilai desimal untuk kode ASCII angka yang bersangkutan, sebagai contoh, angka keempat dari 1920 adalah 0, namun pada program muncul angka 48. Oleh karena itu, sebelum dijumlahkan, hasil pembacaan dari indeks ke sekian harus di ubah menjadi angka dari 0 hingga 9, dan dilakukan dengan perintah case. Perulangan diatur oleh panjang dari hasil penjumlahan, bila panjangnya tidak sama dengan 1 maka perulangan tidak akan berhenti. Kemudian, dilakukan pembedaan antara perhitungan angka gua pria dan wanita. Dengan aturan yang telah dijelaskan di atas didapatlah angka gua untuk pengguna. Kemudian untuk angka gua khusus, 5 diubah sesuai dengan aturan yang ada, dan untuk angka lebih besar dari 9 dilakukan penjumlahan, namun tidak dilakukan dengan perintah do..while, namun dengan if.. then, hal ini digunakan untuk mempermudah dan mengurangi terjadinya kesalahan dalam perhitungan.

Menentukan saran yang tepat untuk pengguna

Saran yang diberikan ada 2 macam, yaitu saran umum dan saran atau keterangan tentang arah yang ditunjuk. Saran umum merupakan saran yang bersifat umum tentang feng shui atau mengenai ruang yang dipilih, seperti posisi pintu yang kurang baik, saran penempatan pohon yang tepat menurut feng shui, atau keberadaan kompor di dapur. Berbagai saran yang ada di dalam buku referensi dipilih yang relevan dan memungkinkan untuk sistem ini diimplementasikan secara langsung, yaitu menayangkan pada saat pengguna memilih menu yang dimaksud. Saran umum dibagi menjadi 4, yaitu untuk dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan feng shui secara umum.

(18)

2 saran lain yaitu warna dinding dan penjelasan mengenai arah secara umum. Langkah kedua adalah mencocokkan angka gua dan arah yang dipilih, bila sesuai maka akan mengisi variabel dengan saran-saran untuk ditampilkan. Cara yang sama saat menentukan saran yang tepat untuk penjelasan secara umum mengenai arah, namun untuk warna dinding pemilihan saran dilakukan berdasar elemen pengguna. Pada proses penentuan elemen, telah disimpan hasil dari pengurangan tahun kelahiran dengan 1900 dan kemudian di-MOD dengan 10, nilai ini kemudian menjadi pengendali atau penyeleksi saran yang akan ditampilkan.

Pada sistem ini, ruang yang dibahas hanya dapur, kamar mandi, dan kamar tidur. Isi dari saran-saran yang akan ditampilkan ditentukan berdasar pada aturan-aturan feng shui. Untuk mendapatkan sifat yang positif dapat dilakukan dengan cara menempatkan ruang yang bersifat positif di bagian yang positif, atau dengan menempatkan ruang bersifat negatif di bagian rumah yang negatif. Aturan lain yang berlaku adalah setiap arah memiliki tingkat atau kualitas dan berhubungan yang berbeda-beda, contohnya adalah arah sheng qi memiliki kualitas paling baik yaitu +5 dan berhubungan dengan kemakmuran dan kesuksesan, arah liu sha memiliki kualitas yang buruk yaitu -4 dan berhubungan dengan penyakit, dan kerugian. Pada Tabel 6.3 dapat dilihat berhubungan terbesar dari setiap arah. Pada prinsipnya, arah dalam feng shui dibagi menjadi 2, yaitu arah baik dan arah buruk, masing-masing memiliki 4 arah, kedelapan arah tersebut adalah sheng qi, tian yi, yan nian, fu wei,huo hai, wu gui, liu sha dan jue ming. Setiap manusia memiliki distribusi arah yang berbeda-beda berdasarkan pada angka gua. Distribusi arah untuk masing-masing angka gua dapat dilihat pada Tabel 4.4. Penerapan pada sistem dilakukan dengan cara menggunakan perintah if..then yang akan membandingkan nilai gua dan arah. Sebagai contoh, angka gua 1, arah mata angin Utara ,merupakan arah fu wei, sedangkan untuk angka gua 2, arah mata angin utara merupakan arah jue ming.pencocokan angka gua dan arah dilakukan untuk kedelapan gua dan kedelapan arah, sehingga dilakukan 64 pencocokan untuk setiap menu.

(19)

sheng qi maka niscaya akan mendatangkan kemakmuran dan kesuksesan dalam berbisnis, dan sangat cocok bila sedang mengalami permasalahan yang berat. Pada arah tian yi, penempatan kamar di bagian ini akan mendatangkan kesehatan yang baik untuk penghuni rumah atau empunya kamar tidur. Penentuan isi dari saran ini dilakukan untuk setiap ruang dan setiap arah, sehingga ada 3x8 macam saran dan dapat berupa larangan. Larangan diberikan bila hasil dari penempatan berakibat buruk, contohnya menempatkan dapur yang bersifat negative pada arah sheng qi, atau menempatkan kamar mandi di tian yi.

Tabel 4.3 Hubungan arah dengan manusia(Kwan&Lie,2007)

ENERGI Hubungan dengan masalah manusia

SHENG QI Otoritas, kesuksesan bisnis, kekuasaan politik, dan pengembangan kekayaan, kemakmuran

TIAN YI Kesehatan, bintang penolong, pencegah kebakaran

YAN NIAN Panjang umur, hubungan, keharmonisan, keluarga, cinta, jaringan, pelayanan

(20)

perwakilan warna elemen dapat dilihat pada Tabel 4.1.

4.2.3 Penampilan hasil

Sistem akan menampilkan hasil kerjanya pada LCD. Hasil yang diperoleh ada 7 macam, yaitu, shio, elemen, gua, arah terbaik, saran saran umum mengenai ruang yang dipilih, saran mengenai arah terpilih, dan saran penggunaan warna cat dinding. Namun secara garis besar, penayangan hasil dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu penayangan hasil dengan tulisan bergerak, dan penayangan hasil dengan tulisan diam.

Penayangan hasil dengan tulisan bergerak dimaksudkan agar tulisan yang lebih dari 16 karakter dapat terbaca oleh pengguna, karena LCD yang digunakan hanya mampu menayangkan maksimal 16 karakter. Penayangan hasil dengan tulisan diam diperuntukkan kepada tulisan hasil yang kurang atau sama dengan 16 karakter. Pada pengujian, didapatkan hasil yang memuaskan, karena seluruh tulisan dapat terbaca dengan baik tanpa ada cacat tayangan. Gambar 4.20 adalah hasil pengujian penampilan hasil.

Gambar 4.9 Pengujian program penampilanhasil

(21)

masalah yang muncul dan kemudian dapat diatasi dengan baik. Permasalahan tersebut antara lain tulisan yang seharusnya bergerak, menjadi kacau dan tidak terbaca jika simbol derajat (0) dimunculkan pada LCD, permasalahan tersebut diselesaikan dengan memberikan

tanda kurung siku ([ ]) pada variabel yang menyimpan saran. Selain itu, terjadi penggantian mikrokontroler,yaitu dari mikrokontroler ATmega16 menjadi ATmega32 karena SRAM tidak cukup menampung sekian banyak variabel. Hal ini terjadi karena seluruh saran disimpan pada SRAM, kemudian untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan perubahan dalam penyimpanan saran. Saran yang akan ditampilkan saja yang disimpan dalam SRAM. Pemilihan saran dilakukan oleh 4 prosedur, yaitu pilihan_penjelasanumum, pilihan_dapur, pilihan_kamarmandi, dan pilihan_kamartidur.

4.3 Pengujian dan Pembahasan Sistem

Sistem akan aktif ketika mendapatkan tegangan, dan akan memulai pekerjaannya, yaitu mengeksekusi setiap perintah yang telah diberikan sebelumnya. Sistem perlu diuji, karena untuk mengetahui kinerja dan keakuratan dari sistem, dalam hal ini adalah keakuratan dalam menunjukkan arah mata angin, selain itu ketepatan dalam memberikan saran-saran untuk penggunanya.

Pengujian sistem dilakukan dengan 2 cara, yaitu

1. Mengukur ketepatan menunjukkan arah.

2. Membandingkan keluaran sistem dengan teori yang ada, antara lain terdiri dari:

a. Ketepatan dalam menentukan shio, elemen dan angka gua pengguna. b. Ketepatan dalam memberikan saran kepada pengguna.

(22)

Keakuratan dalam menunjukkan arah sangatlah penting dalam sistem ini karena akan berpengaruh dalam menentukan saran apa yang cocok bagi pengguna. Pengujian keakuaratan dilakukan dengan membandingkan kompas analog dan sistem ini.

Hasilnya pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.5, dan rerata kesalahan sebesar 1,56% atau 5,60. Bila dicermati, kesalahan pada arah mata angin primer sangat kecil,

sedangkan pada arah mata angin sekunder berkisar 2% hingga 3,27% atau sekitar 100.

Menurut teori yang ada, modul kompas CMPS03 akan memberikan resolusi yang cukup tinggi yaitu hingga 0,10 dengan akurasi 40-50 namun pada sistem ini keakuratan modul ini

menjadi turun, namun resolusinya tetap. Penurunan akurasi ini dapat disebabkan oleh gangguan yang ada disekitar sistem, atau modul kompas sudah mengalami kerusakan. Namun, bila dianalisa lebih lanjut, penyebab dari kesalahan hingga 1,56% ini disebabkan oleh gangguan medan magnet yang berada disekitar sistem, yaitu kabel-kabel yang menghubungkan antar perangkat keras sistem. Hal tersebut diperkuat dengan bukti saat sistem diuji, kabel penghubung perangkat keras diubah-ubah posisinya, sudut yang terukur juga berubah-ubah.

Kesalahan sebesar 1,56% ini masih dapat ditoleransi oleh konfigurasi sistem, sebab pada penggunaannya sistem tidak difungsikan sebagai penunjuk arah seperti kompas konvensional, namun sebagai alat pemberi informasi tentang pembagian rumah secara umum yang tidak mensyaratkan keakuratan tinggi. Dalam bahasa sederhananya, sistem ini hanya akan memberikan nama arah yang ditunjuk yaitu utara, timur, atau selatan dan seterusnya. Gambar 4.10 adalah penjelasan secara visual bahwa kesalahan 1,56% masih dapat ditoleransi oleh sistem.

Pada Gambar 4.21 dapat dilihat bahwa suatu ruang memiliki sudut sebesar 450,

sebagai contoh, ruang bagian Timur laut, berada pada sudut 22,50 hingga 67,50. Oleh karena

itu dengan kesalahan sebesar 1,56% pengguna masih mendapatkan kategori ruang yang benar.

(23)

No Kompas analog

Sistem keteranga n

Kesalahan (%)

1 00 0,3 Utara 0,083

2 450 55,50 Timur Laut 2,91

3 900 90,50 Timur 0,139

4 1350 144,80 Tenggara 2,72

5 1800 180,50 Selatan 0,139

6 2250 236,80 Barat Daya 3,27

7 2700 270,30 Barat 0,083

8 3150 325,60 Barat Laut 2,94

Contoh kasus, pada suatu rumah, pengguna menunjuk ruang yang berada pada sudut 500 maka oleh sistem diterjemahkan sebagai bagian Timur laut, kasus lain, dengan

(24)

Gambar 4.10 Model rumah

4.3.2 Akurasi penentuan shio, elemen dan gua

Setelah data diterima, maka selanjutnya adalah menentukan 3 komponen utama dalam feng shui yaitu shio, elemen dan gua. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil kerja sistem dengan tabel shio. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.6.

(25)

No Tahun

1 1980 Monyet Logam 2 4 Monyet Logam 2 4

2 1981 Ayam Logam 1 5 Ayam Logam 1 5

12 1991 Kambing Logam 9 6 Kambing Logam 9 6

13 1992 Monyet Air 8 7 Monyet Air 8 7

14 1993 Ayam Air 7 8 Ayam Air 7 8

15 1994 Anjing Kayu 6 9 Anjing Kayu 6 9

16 1995 Babi Kayu 5 1 Babi Kayu 5 1

17 1996 Tikus Api 4 2 Tikus Api 4 2

18 1997 Kerbau Api 3 3 Kerbau Api 3 3

19 1998 Macan Tanah 2 4 Macan Tanah 2 4

20 1999 Kelinci Tanah 1 5 Kelinci Tanah 1 5

21 2000 Naga Logam 9 6 Naga Logam 9 6

22 2001 Ular Logam 8 7 Ular Logam 8 7

23 2002 Kuda Air 7 8 Kuda Air 7 8

24 2003 Kambing Air 6 9 Kambing Air 6 9

25 2004 Monyet Kayu 5 1 Monyet Kayu 5 1

26 2005 Ayam Kayu 4 2 Ayam Kayu 4 2

27 2006 Anjing Api 3 3 Anjing Api 3 3

28 2007 Babi Api 2 4 Babi Api 2 4

29 2008 Tikus Tanah 1 5 Tikus Tanah 1 5

30 2009 Kerbau Tanah 9 6 Kerbau Tanah 9 6

31 2010 Macan Logam 8 7 Macan Logam 8 7

32 2011 Kelinci Logam 7 8 Kelinci Logam 7 8

33 2012 Naga Air 6 9 Naga Air 6 9

34 2013 Ular Air 5 1 Ular Air 5 1

35 2014 Kuda Kayu 4 2 Kuda Kayu 4 2

36 2015 Kambing Kayu 3 3 Kambing Kayu 3 3

37 2016 Kambing Api 2 4 Kambing Api 2 4

38 2017 Monyet Api 1 5 Monyet Api 1 5

39 2018 Ayam Tanah 9 6 Ayam Tanah 9 6

40 2019 Anjing Tanah 8 7 Anjing Tanah 8 7

(26)

Tabel 4.5 Hasil pengujian akurasi penentu shio, elemen, dan gua

4.3.3 Akurasi pemberi saran

Setelah mendapatkan arah yang dimaksud, maka langkah selanjutnya adalah menentukan saran yang tepat untuk pengguna. Tersedia 320 kemungkinan untuk pengguna, dan dibagi dalam 5 menu besar, yaitu, 64 kemungkinan untuk penjelasan secara umum, 64 kemungkinan untuk penempatan interior di dapur, 64 kemungkinan untuk kamar mandi, 64 kemungkinan untuk kamar tidur dan 64 kemungkinan untuk pemilihan warna dinding. Dalam tiap menu besar, hanya ada 8 macam penjelasan, 4 saran dan 4 larangan. Pengujian sistem dilakukan selama 20 hari yaitu pada 29 November 2010 hingga 18 Desember 2010. Selama 20 hari tersebut, ada 5 orang yang datang dengan 7 kasus, dan sistem diuji dengan cara menerapkan pada kasus dari 5 pasien seorang konsultan feng shui. Pengujian dilakukan oleh pasien dan dengan cara menggambarkan keadaan rumahnya, kemudian setelah menggunakan sistem penunjuk orientasi arah interior rumah digital dengan metode Feng shui ini, pengguna diminta untuk menggambarkan rumah yang seharusnya, dalam arti rumah yang sesuai dengan prinsip feng shui dan dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi.

(27)

makan, atau dapat juga digunakan sebagai kamar tidur anggota keluarga lainnya. Kamar tidur yang diletakkan pada posisi Utara adalah kamar tidur utama yang digunakan oleh kepala keluarga. Jika menggunakan penyelesaian model kedua, maka perlu diperhatikan posisi tempat tidurnya, yaitu jangan bersebelahan dengan bak mandi ataupun kloset. Saran dari konsultan feng shui kurang lebih sama, namun dengan penjelasan lebih rinci mengenai peletakan pintu dan jendela.

(28)

Gambar 4.11 Rumah kasus 1

Kasus ketiga, dari keluarga yang sama dengan kasus kedua, yaitu putra mereka juga belum mendapatkan pendamping hidup. Putra tersebut kini berusia 34 tahun. Penyelesaian pada kasus ini dilakukan dengan cara yang sama pada kasus kedua, yaitu menempatkan kamar tidur pada bagian yan nian, yaitu pada bagian Barat Daya rumah dan tempat tidur menghadap Barat Daya.

Kasus keempat, sebuah keluarga dengan keadaan yang kurang harmonis, kedua suami istri tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Sang suami selalu pulang malam dan tidak dapat bercengkrama dengan keluarganya. Pada permasalahan ini, kepala keluarga menjadi prioritas utama. Pria tersebut lahir pada tahun 1968, dan diperoleh shio monyet dengan elemen tanah dan memiliki angka gua 2. Untuk membantu mengharmoniskan keluarga ini, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan. Kamar tidur utama diletakkan pada bagian Barat Laut, kemudian dapur atau kamar mandi diletakkan pada arah Tenggara. Sama dengan kasus pertama, ada 2 macam penyelesaian pada kasus ini. Bila dibandingkan dengan saran dari konsultan feng shui maka saran yang diberikan tidak jauh berbeda, yaitu dapur diletakkan pada arah Utara untuk menghindarkan bencana yang fatal seperti perceraian.

(29)

dengan kamar tidur berada pada bagian Barat Daya. Dapur dan kamar mandi tidak perlu dipindah, karena ia bukan kepala keluarga, selain itu, dia sebaiknya memindah cermin di depan tempat tidurnya.

Kasus keenam berasal dari sebuah keluarga harmonis, namun belum mendapatkan keturunan. Pasangan suami istri ini masih tinggal di rumah kontrakan. Dalam kasus ini, yang menjadi kepala keluarga adalah suami yang lahir pada tahun 1975, maka memiliki shio kelinci dengan kayu dan memiliki angka gua 7. Keturunan dapat diperoleh dengan cara menempatkan dapur atau kamar mandi di bagian wu gui atau bagian Selatan rumah, namun pada kasus ini, bagian Selatan adalah bagian depan rumah sehingga tidak memungkinkan untuk diletakkan dapur atau kamar mandi, maka kamar mandi diletakkan pada bagian Utara dan dapur pada bagian Timur. Sedangkan kamar tidur diletakkan pada Timur Laut. Namun dalam penerapannya, harus diperhatikan letak bak mandi dan kompornya agar tidak menghasilkan efek buruk. Yaitu harus melihat saran saran umum mengenai 2 ruang tersebut, antara lain bak mandi jangan bersebelahan dengan ranjang.

Kasus terakhir datang dari seorang janda berumur 55 tahun. Dia mengalami kegelisahan akibat anak semata wayangnya selalu menghadapi masalah. Sekarang janda tersebut tinggal bersama dengan anaknya, maka yang menjadi prioritas adalah anak janda tersebut. Anaknya lahir pada tahun 1980, berarti memiliki shio monyet dengan logam dan memiliki angka gua 2. Permasalahan dapat diatasi dengan meletakkan ruang ruang sesuai dengan prinsip feng shui, antara lain meletakkan kamar mandi pada bagian Utara, dapur pada Selatan, dan kamar tidur utama di bagian Timur Laut. Kemudian warna dinding sebaiknya diberi warna nuansa kuning. Kemudian ruang makan diletakkan pada bagian Barat atau Barat Laut, dan memberikan tirai pada pintu tengah agar 3 pintu yang ada tidak membentuk garis lurus.

(30)

Sebagai contoh, pada kasus pertama, pengguna masih memerlukan aspek lain untuk menentukan posisi kamar mandi dan dapur, sedangkan untuk kamar tidur telah terselesaikan dengan baik.

Gambar

Gambar 3.2 adalah untai untuk antarmuka CMPS03.
Gambar 4.1  Pengujian modul kompas
Tabel 4.1  Hasil pengujian rangkaian catu daya
Tabel 4.2 Hasil pengujian rangkaian penampil LCD
+7

Referensi

Dokumen terkait

diibaratkan seperti teknologi penginderaan jarak jauh menggunakan citra satelit yang digunakan untuk mendeteksi potensi sumber daya alam di suatu titik lokasi,

Ampul dibuat dari bahan gelas tidak berwarna akan tetapi untuk bahan obat yang peka terhadap cahaya, dapat digunakan ampul yang terbuat dari bahan gelas

Dalam menyelenggarakan fungsi, Kepala Badan, Sekretaris Badan, Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian, Kepala Sub Bidang, dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib

Kinerja VSMC dalam paper ini diujicobakan untuk kendali kecepatan generator pembangkit listrik tenaga angin, yang membutuhkan variasi tegangan dan frekuensi pada sisi output

Ketentuan Lampiran I dalam Peraturan Bupati Malang Nomor 21 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (Berita Daerah Kabupaten Malang Tahun 2015 Nomor 16 Seri

2017 Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) untuk pekerjaan yang pernah dilaksanakan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (PHO/ FHO) (asli dan

Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, maka Penerima Kuasa mewakili dalam hal menyampaikan dokumen untuk pembuktian kualifikasi dan dokumen penawaran kami untuk paket kegiatan

[r]