Stimulus yang Mempengaruhi Sel Sel Saraf

12 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Stimulus yang Mempengaruhi Sel-Sel Saraf dan Sistem dalam

Tubuh

Bernadet Yulyanti, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 06, Tanjung Duren, Jakarta Barat 11510, E-mail : bernadeth.2014fk170@civitas.ukrida.ac.id

Abstract

Key Word: Cell, Cell Communication, Homeostasis.

Abstrak

Saat suatu kondisi terjadi pada tubuh mahluk hidup, mahluk hidup tersebut akan langsung bereaksi. Reaksi tersebut dapat terjadi secara refleks atau penuh perhitungan. Maka, saat tubuh merasakan adanya suatu tekanan / rangsangan, sekumpulan sel-sel akan mengambil tindakan. Khususnya sel saraf yang memegang kendali reaksi terhadap rangsangan. Sel-sel saraf dalam tubuh akan melakukan komunikasi antar sel. Komunikasi antar sel ini akan sampai pada pusat pengendali. Pusat pengendali yang terpasang sistem homeostasis akan melakukan sesuatu yang bertujuan untuk menjaga tubuh tetap berada dalam kondisi ideal. Tubuh akan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut, sesuai dengan sistem dari pusat pengendali, agar kondisi tubuh kembali normal.

Kata Kunci: Sel, Komunikasi Sel, Homeostasis.

Pendahuluan

Sel merupakan unit satuan terkecil fungsional dari tubuh mahluk hidup.1 Dimana satu sel terlihat

sangat kecil dan sepele. Padahal tanpa adanya sel, tubuh manusia dan mahluk hidup lainnya tidak mungkin ada. Sel yang kecil bergabung membentuk kumpulan sel yang disebut jaringan, kemudian jaringan terkumpul membentuk organ, organ yang terkumpul membentuk sistem organ dan seterusnya sampai terbentuklah mahluk hidup dengan tubuhnya yang kompleks. Tetapi, ternyata sel ini begitu banyak sampai harus diklasifikasikan kegunaan dan fungsinya. Ada yang namanya sel darah merah, ada sel darah putih, ada sel saraf, dan masih banyak sel lainya. Semua sel-sel ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tapi yang akan dibahas mengenai karya tulis ini hanya mengenai sel saraf, komunikasi sel, dan pengaturan tubuh homeostasis.

(2)

rangsangan yang diterima oleh mahluk hidup. Inilah mengapa sel saraf merupakan salah satu sel yang paling penting diantara yang lainnya. Di dalam kumpulan sel saraf ini terbentuk pula komunikasi sel yang memungkinkan terjadinya komunikasi atau penyampaian signal kepada sel, satu sama lain. Dari komunikasi dan reaksi sel-sel saraf akan terbentuk sistem pada tubuh mahluk hidup. Banyak jenis sistem yang dapat terbentuk, tetapi dimakalah ini akan dibahas mengenai homeostasis dimana tubuh selalu berusaha berada pada kondisi keseimbangan yang ideal (sehat). Ketika homeostasis terganggu (misalnya sebagai respon terhadap stressor), tubuh mencoba untuk mengembalikannya dengan menyesuaikan satu atau lebih proses fisiologis dari mulai pelepasan hormon-hormon sampai reaksi fisik yang diusahakan untuk memperbaiki keadaan tubuh yang ada. Homeostasis pun masih dibagi ke beberapa proses-proses tertentu.

Mind Map

Sel Unit Terkecil Pembangun Kehidupan

Berbagai sumber memiliki definisi tersendiri tentang sel. Tetapi, pada dasarnya semua menyampaikan bahwa sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil penyusun Mahluk Hidup.1

Jika disederhanakan, sel merupakan satuan terkecil penyusun mahluk hidup. Tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan terdiri dari beribu-ribu atau bahkan berjuta-juta sel. Tanpa sel mahluk hidup tidak akan disebut hidup, karena tidak mungkin hidup tanpa sel. Sel merupakan cikal bakal

KOMUNIKASI

SEL

HOMEOSTAS

IS

PROSES

SEL

Rangsang an

Reseptor

Respon (Motorik)

Parekrin Endokrin Simpatik

Jalur Umum

(3)

kehidupan. Sel yang ukurannya kecil memiliki alih besar dalam mengendalikan kehidupan mahluk hidup.

Sejak jaman dahulu kala, para peneliti dan ilmuan telah berusaha menemukan rahasia dibalik kehidupan, yaitu sel. Banyak teori yang tercipta berdasarkan hasil penelitian, observasi dan hipotesis dari para penemu teori sel. Teori dasar dari sel ini mengacu kepada gagasan bahwa, sel adalah unit dasar dari struktur di setiap makhluk hidup. Pada pertengahan abad ke-17 pengembangan tentang teori mengenai sel ini dimajukan dengan adanya penemuan mikroskop. Para peneliti sel sangat terbantu dengan adanya alat yang disebut mikroskop. Salah satu teori dasar biologi mengatakan bahwa sel-sel baru yang terbentuk dari sel-sel lain yang sudah ada, dan bahwa sel adalah unit dasar struktur, fungsi dan organisasi di semua organisme hidup.2

Tetapi jika diurutkan berdasarkan waktu penemuan, maka:3

Pada tahun 1665 Robert Hooke mengemukakan bahwa dia telah menemukan komposisi dari sel gabus dan memperkenalkan kata sel untuk ilmu pengetahuan.

Pada tahun 1676 Anton van Leeuwenhoek menyatakan binatang yang sangat kecil telah ditemukan (berkaitan dengan sel)

Pada tahun 1683 Anton van Leeuwenhoek menyatakan bahwa bakteri ditemukan di sampel air liur dari mulutnya.

Pada tahun 1838 Matthias Schleiden menemukan tanaman terdiri dari sel-sel

Pada tahun 1839 Theodor Schwann menemukan bahwa hewan yang terdiri dari sel-sel.

Pada tahun 1855 Rudolph Virchow menyatakan bahwa semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lainnya.

Sampai sekarang sel masih terus dipelajari. Dan teori-teori tersebut terus digunakan sebagai bahan kajian untuk penemuan selanjutnya. Diantara semua teori-teori tersebut, teori yang paling terkenal adalah gabungan antara teori Matthias Schleiden dan Theodor Schwann.

Sel dibagi menjadi dua subdivisi:

1. Prokariotik.

Prokariotik tidak memiliki membran sel. Sel prokariotik yang relatif kecil yang dikelilingi oleh membran plasma, dengan dinding sel khas yang mungkin berbeda dalam komposisi tergantung pada organisme tertentu inti (meskipun mereka memiliki DNA melingkar atau linier) dan membran dan lainnya.4 Prokariotik terikat dengan organel (meskipun mereka mengandung

(4)

2. Eukariotik.

Sel eukariotik juga dikelilingi oleh membran plasma, namun di sisi lain, mereka memiliki inti yang berbeda terikat oleh membran nuklir atau amplop. Sel eukariotik juga mengandung membran-terikat organel, seperti (mitokondria, kloroplas, lisosom, kasar dan halus retikulum endoplasma, vakuola).4 Selain itu, mereka memiliki lanjutan kromosom yang menyimpan materi

genetik yang diselenggarakan.

Proses Kerja Sel Saraf

Saat menerima rangsangan, sel-sel saraf langsung bekerja dengan cepat. Jalur-jalur khusus pada sel memang telah diciptakan sedemikian rupa sehingga, ketika reseptor merasakan adanya rangsangan, rangsangan ini langsung diteruskan ke pusat kendali, entah itu otak atau sum-sum tulang belakang bergantung pada rangsangan yang diterima.

Sel saraf sendiri memiliki pengertian sel yang mengantarkan impuls (rangsangan) dari reseptor (panca indera) ke otak dan sebaliknya. Sel saraf juga bertanggung jawab atas gerak refleks. Sel-sel saraf disebut neuron. Neuron-neuron tersebut membentuk suatu sistem saraf pada manusia. Sel saraf berbeda dengan sel-sel pada umumnya. Mengapa berbeda? Hal ini disebabkan oleh kerjanya yang khusus, mengakibatkan sel saraf juga memiliki anggota badan yang khusus untuk menghatarkan rangsangan ataupun untuk menanggapi rangsangan tersebut.

Neuron memiliki bagian bagian sebagai berikut :5

a.Dendrit

Dendrit merupakan tonjolan sitoplasma yang berupa serabut bercabang pendek yang keluar dari dari badan sel. Jadi dendrit berfungsi untuk menghantarkan inplus ke badan sel.

b.Badan Sel

Badan sel terdiri atas nukleus dan sitoplasma. Didalam sitoplasma terdapat organel seperti mitokondria, badan golgi, lisosom, dan badan niesel. Badan niesel ini berfungsi untuk menerima dan meneruskan inplus dari dendrit ke neurit (akson).

(5)

implus saraf berlangsung di sepanjang neuron. Artinya, implus saraf menjalar dari akson suatu neuron ke dendrit neuron lainnya.5

Sel saraf inilah yang menyebabkan adanya gerak biasa dan gerak refleks. 1) Gerak Biasa

Gerak biasa merupakan gerak yang disadari, contohnya melangkahkan kaki menuju suatu tempat, berlari, dan menyapu. Hantaran impuls pada gerak biasa dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsang. Impuls tersebut kemudian dihantarkan menuju neuron sensorik untuk kemudian diolah di otak. Respons dari otak kemudian oleh saraf motorik dihantarkan ke efektor sehingga terjadilah gerakan. Urutan perjalanan impuls pada gerak biasa secara skematis sebagai berikut.

Rangsang → reseptor → neuron sensorik → otak → neuron motorik → efektor 2) Gerak Refleks

Gerak refleks merupakan gerak yang tidak disadari. Hantaran impuls pada gerak refleks mirip seperti pada gerak biasa. Bedanya, impuls pada gerak refleks tidak melalui pengolahan oleh pusat saraf. Neuron di otak hanya berperan sebagai konektor saja.

Ada dua macam neuron konektor, yaitu neuron konektor di otak dan di sumsum tulang belakang. Contoh gerak refleks yang melalui neuron konektor otak, yaitu pupil mata mengecil saat terkena cahaya yang terang. Contoh gerak refleks melalui neuron konektor sumsum tulang belakang, yaitu kaki terangkat saat lutut dipukul. Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks secara skematis sebagai berikut.

Rangsang → reseptor → neuron sensorik → konektor (otak/sumsum tulang belakang) → neuron motorik → efektor

Rangsangan

Rangsangan adalah impuls atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf.

Contoh rangsangan adalah sebagai berikut: a. Perubahan dari dingin menjadi panas.

b. Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan. c. Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung.

(6)

Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor.

Reseptor

Reseptor adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.

Eksteroseptor adalah salah satu bagian dari reseptor. Eksteroseptor memberi informasi kejadian-kejadian pada permukaan tubuh hewan. Eksteroseptor adalah suatu alat penerima rangsang dari luar, misalnya saat digigit nyamuk atau dihinggapi serangga. Indra kulit dapat mengetahui langsung tempat nyamuk itu menggigit dan serangga hinggap. Dengan secara refleks tubuh akan melakukan respon terhadap bekas gigitan tadi misalnya menggaruk bekasnya.

Indra peraba dan tekanan diketahui sebagai indera dirasakan oleh ujung-ujung saraf pada folikelfolikel rambut yaitu ujung-ujung saraf Merkel’s dan Paccini. Ujung saraf Paccini yang berbentuk ovale adalah reseptor tekanan.

Ujung saraf Merkel, Paccini dan Meisner disebut juga mekanoreseptor karena bisa menyampaikan rangsang yang disebabkan oleh rangsangan mekanis. Ujung-ujung saraf Ruffini berguna sebagai reseptor panas. Dengan ujung saraf ini kita bisa mengetahui perubahan temperatur pada permukaan kulit terutama panas. Reseptor yang demikian disebut juga termoseptor. Reseptor untuk merasakan sakit ini merupakan ujung-ujung saraf yang tersebar diseluruh tubuh.

Respon

Sel saraf sensorik menghantarkan impuls persepsi ancaman, atau stres, darilingkungan ke hipotalamus diotak. Neurosecretory sel dalam hipotalamus mengirimkan sinyal kekelenjar pituitari dan memancing sel disana untuk melepaskan zat kimia ke dalam aliran darah. Bersamaan dengan itu, hipotalamus mengirimkan sinyal saraf ke sum-sum tulang belakang. Zat kimia sama, yakni kelenjar adrenal. Berdekatan dengan organ ginjal, kelenjar adrenal menerima sinyal saraf dan kimiayang diprakarsai oleh sel-sel di hipotalamus. Sinyal saraf mengaktifkan pelepasan epinefrinke dalam aliran darah.Ketika zat kimia yang dihantarkan tiba melalui aliran darah, dialihkan ke reseptor dan memulai urutan penyampaian sinyal sel yang menghasilkan kortisol. Kortisol dilepaskan kedalam aliran darah dan memulai penyampaian sinyal/impuls pada beberapa jenis sel, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah, dan penekanan pada sistem kekebalan tubuh.6

(7)

menghasilkan glukosa dari molekul gula yang lebih besar.6 Beredarnya kortisolmenjadikan asam lemak bebas diubah menjadi energi. Molekul-molekul sinyal ini secaracepat diekskresikan ke dalam aliran darah, menyediakan dorongan ketersedian energi untuktenaga dasar diseluruh otot pada tubuh.

Epinefrin merupakan sinyal molekul sel penting yang dilepaskan dalam responancaman atau bahaya. Juga dikenal sebagai adrenalin, epinefrin adalah zat kimia pengirimsinyal yang efisien terhadap jenis sel di seluruh tubuh dengan banyak efek. Pada paru-paru,epinefrin mengikat reseptor pada sel-sel otot polos yang melilit bronchioles. Hal ini menyebabkan otot-otot relaksasi, melebarkan bronkiolus dan memungkinkan lebih banyak oksigen ke dalam darah. Pada nodus sino-atrial jantung, epinefrin merangsang sel-sel jantung untuk berdetak lebih cepat. Hal ini menyebabkan meninggitnya tingkat di manasinyal kimia lain, dan glukosa dan oksigen diedarkan lebih cepat ke sel-sel yangmembutuhkannya. Epinefrin juga terikat pada sel-sel otot jenis tertentu di bawah permukaankulit, menyebabkan timbulnya butir-butir keringat dan pergerakan rambut pada permukaan kulit.7

Respon ancaman atau bahaya adalah reaksi sistemik rumit. Hal ini berlangsungseketika terhadap perubahan fisiologis yang terlibat.Bahkan, persepsi awal ancaman atau bahaya juga diterima oleh daerah dalam batang otak yang dimulai lagi pada sumbu komunikasi yang melibatkan pelepasan norepinefrin messenger. Seperti kortisol dan epinefrin, norepinefrin dihantarkan ke seluruh tubuh, memicukaskade sinyal di sejumlah tipe sel.Terlepas dari jenis sinyal, atau tempat asal sinyal, molekul sel sinyal yang terlibatdalam respon ancaman atau bahaya bekerja secara bersama. Sehingga efek keseluruhan yangditimbulkan adalah peningkatan sirkulasi dan energi terhadap sistem tubuh tertentu danterjadinya pergeseran dari yang kurang penting ke modus peningkatan. Dengan cara ini,respons ancaman atau bahaya mempersiapkan tubuh untuk tindakan ekstrim.6

Dalam merespon sebuah rangsangan sel motorik merupakan kunci utama untuk menyampaikan respon tersebut. Sel motorik merupakan bagian dari sistem saraf. Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.7

Komunikasi Sel

(8)

penting dalam komunikasi sel ini. Yang pertama adalah saat sel pengirim melepas signal, yang kedua adalah sel target menerima signal, dan yang terakhir adalah saat sel target merespons signal yang diberikan.8

1. Perjalanan Signal Menuju Sel

Sel berkomunikasi dengan cara mengirimkan dan menerima sinyal. Sinyal dapat berasal dari lingkungan, atau bisa saja berasal dari sel-sel lain. Dalam rangka memicu respon, sinyal-sinyal ini harus dikirimkan melintasi membran sel. Kadang-kadang sinyal itu sendiri dapat menyeberangi membran. Dilain waktu sinyal bekerja dengan berinteraksi dengan protein reseptor yang menghubungkan baik di luar ataupun di dalam sel. Dalam hal ini, hanya sel-sel yang memiliki reseptor yang benar pada permukaan yang akan merespon sinyal.

2. Signal yang Melewati Protein ke Protein Selanjutnya

Setelah masuk ke sel, sinyal terus berjalan. Tujuan akhirnya tergantung pada sifat dari sinyal, beberapa sinyal pergi ke inti atau struktur lain di dalam sel. Sinyal adalah yang paling sering bergerak melalui sel, dengan melewati protein ke protein, masing-masing protein akan memodifikasi bentuk signal dalam beberapa cara. Secara kolektif, protein yang menyampaikan sinyal ke tujuannya membuat jalur sinyal sendiri. Jalur sinyal memiliki sedikit atau banyak cara untuk masuk. Beberapa jalur cabang sinyal berada di arah yang berbeda, mengirimkan sinyal ke lebih dari satu tempat di dalam sel. Sebagai sinyal ditransfer dari protein ke protein, juga dapat diperkuat. Dengan membagi dan memperkuat sinyal, sel dapat mengkonversi sinyal kecil menjadi respon yang besar.

3. Protein Seluler Langsung Merespon

Setelah sinyal mencapai sasaran molekulnya (biasanya protein), ia bekerja untuk mengubah perilaku sel. Tergantung pada molekul sinyal yang terlibat, sel dapat merespon dalam berbagai cara.

4. Sel Mengintegrasikan Beberapa Sinyal

Setiap sel menerima kombinasi kompleks sinyal yang sekaligus memicu banyak jalur sinyal yang berbeda. Setiap langkah dalam jalur sinyal memberikan kesempatan untuk cross-talk antara sinyal yang berbeda. Melalui cross-talk, sel mengintegrasikan informasi dari berbagai jalur sinyal yang berbeda untuk memulai respons yang tepat.

macam-macam interaksi antar sel : 5

1. Komunikasi kontak langsung

(9)

2. Pensinyalan parakrin

parakrin merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh sel peng-sekresi , berdifusi ke dalam cairan ekstraseluler dan merangsang sel target.

3. Pensinyalan sinaptik

Pensinyalan sinaptik terjadi pada sel saraf yang spesifik. Sel saraf menghasilkan sinyal kimia yang berupa neurotransmiter berdifusi ke sel target (sel saraf) melalui ruangan sempit (sinapsis) untuk meneruskan rangsangan

4. Pensinyalan endokrin/ hormonal

Sinyal hormonal merupakan bagian dari pengisyaratan sel. Pengisyaratan sel adalah system komunikasi kompleks pada tingkat seluler yang mengatur seluruh aktifitas dan koordinasi antar sel. Sedangkan sinyal hormonal itu sendiri memiliki definisi yaitu senyawa kimia yang dilepaskan oleh sel ataupun kelenjar disalah satu bagian tubuh yang mengirimkan pesan untuk mempengaruhi sel-sel lain dari organisme itu sendiri.

Homeostasis

Homeostasis adalah suatu kondisi keseimbangan internal yang ideal, di mana semua sistem tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan dari tubuh. Semua organisme hidup berusaha untuk homeostasis. Ketika homeostasis terganggu (misalnya sebagai respon terhadap stressor), tubuh mencoba untuk mengembalikannya dengan menyesuaikan satu atau lebih proses fisiologis dari mulai pelepasan hormon-hormon sampai reaksi fisik seperti berkeringat atau terengah-engah. Sebagai contoh sederhana dari homeostasis, tubuh manusia menggunakan beberapa proses untuk mengatur suhu agar tetap dalam rentang yang optimal untuk kesehatan. Kenaikan atau penurunan suhu tubuh mencerminkan ketidakmampuan untuk mempertahankan homeostasis, dan masalah terkait.9

keadaan internal yang konstan (berda dalam batas toleransi) yang dipertahankan karena proses biokimia dalam tubuh berlangsung secara efiisien pada kisaran suhu dan pH teretentu yang spesifik, jika kemampuan ini gagal maka makhluk hidup itu akan sakit atau bahkan mati.10

Homeostasis fisiologis dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh sistem endokrin dan saraf otonom. Prosesnya terjadi melalui empat cara, yaitu : 10

(10)

Sistem ini terjadi secara otomatis pada tubuh orang yang sehat. Contohnya : proses pengaturan fungsi organ tubuh dilakukan oleh tubuh secara sistematis dan terprogram tanpa harus menunggu untuk diperintahkan terlebih dahulu.

2.Kompensasi (Jalur Khusus)

Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan yang terjadi didalamnya. Misalnya apabila secara tiba – tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan (misalnya menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhu tubuh tetap stabil, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh, dan peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu tubuh.

3.Umpan Balik Negatif

Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.( Upaya untuk menghentikan keadaan yang abnormal, yang terjadi di dalam tubuh.)

4.Umpan Balik Positif (Mengoreksi Ketidakseimbangan Fisiologis)

Respon untuk peristiwa meningkatkan kemungkinan peristiwa untuk melanjutkan.

Contoh, apabila seseorang mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup (berlangsung selama dibutuhkan) ke sel tubuh sehingga tubuh bisa kembali normal.

Tahapan-tahapan Homeostasis

Homeostasis terdiri dari 3 tahap:10 1. Homeostasis primer.

Jika terjadi desquamasi dan luka kecil pada pembuluh darah, akan terjadi homeostasis primer. Homeostasis primer ini melibatkan tunika intima pembuluh darah dan trombosit. Luka akan menginduksi terjadinya vasokonstriksi dan sumbat trombosit.

(11)

Jika terjadi luka yang besar pada pembuluh darah atau jaringan lain, vasokonstriksi dan sumbat trombosit belum cukup untuk mengkompensasi luka ini. Maka, terjadilah hemostasis sekunder yang melibatkan trombosit dan faktor koagulasi.

Homeostasis sekunder ini mencakup pembentukan jaring-jaring fibrin. Homeostasis sekunder ini bersifat delayed dan long-term response. Kalau proses ini sudah cukup untuk menutup luka, maka proses berlanjut ke homeostasis tersier.

3. Homeostasis Tersier.

Homeostasis tersier ini bertujuan untuk mengontrol agar aktivitas koagulasi tidak berlebihan. Homeostasis tersier melibatkan sistem fibrinolisis.

Lengkung Refleks Bagian dari Homeostasis

Peristiwa reflex terbentuk melalui mekanisme jalur tertentu. Jalur reflex tersebut jika dibuat dalam gambar bagan urutan peristiwa yang terjadi di reseptor, saraf eferen, medulla spinalis sebagai saraf pusat, saraf eferen dan fektor akan terlihat sebagai jalur yang melengkung. Dengan demikian jalur yang dilalui proses reflex sering disebut dengan lengkung reflex (Reflex Arc).

Proses kejadian lengkung reflex adalah ketika rangsangan dideteksi oleh reseptor sensoris . Lalu sinyal diteruskan melalui neuron sensorik, menuju sistem saraf pusat . Pada gerak refleks, impuls saraf diintegrasi (Diproses) pada sumsum tulang belakang (Bukan di otak), melalui neuron-neuron konektor (Interneuron-neuron). Setelah diproses, sinyal diteruskan melalui neuron-neuron motorik . Dan dari neuron motorik, sinyal berakhir di efektor, untuk menghasilkan respons.

Berdasarkan daerah kerjanya dapat dibedakan menjadi refleks somatis dan visceral. Refleks somatis jika mengenai anggota badan dan kulit. Refleks visceral jika mengenai organ-organ tubuh bagian dalam (viscera). Refleks somatis kebanyakan merupakan lengkung refleks monosinaptik yang berfungsi untuk menghindar dari keadaan bahaya (emergensi), misalnya terkena api, benda tajam dsb. Sedangkan refleks visceral biasanya merupakan lengkung refleks polisinaptik. Refleks menghindar memiliki reseptor dan efektor pada tempat yang sama misalnya serabut otot (muscle spindle).

Kesimpulan

(12)

dan pucat. Homeostasis tubuh Ani akan membuat Ani mengambil tindakan sehingga kondisi tubuh Ani akan kembali normal.

Daftar Pustaka

1. Pengertian sel diunduh dari:

http://www.biologi-sel.com/2012/12/pengertian-sel.html, Biologi dan Sel Molekuler,2 Januari 2015 2. Teori sel diunduh dari:

http://www.princeton.edu/~achaney/tmve/wiki100k/docs/Cell_theory.html, 2 Januari 2015 3. Teori Penemu Sel diunduh dari:

http://www.cpschools.com/schools/osm/theory.htm, Cell Theory, 2 Januari 2015

4. Wolfe, Stephen L. Biology of the cell. Wadsworth Pub.USA ;1972. h. 11,13.

5. Neil A, Champbell, Jane B, Reence, Lawrence G, Mitchell. Biologi. Ed 5. Erlangga. Jakarta ; 2002. h . 201,209,211,212.

6. Pengertian dan Jalur Respon: http://Learn.Genetics.Utah.Edu/Content/Begin/Cells/Fight_Flight/ .

2 Januari 2015. 7. Jalur respon :

http://www.academia.edu/5809583/Sel_dan_Respon. 2 Januari 2015. 8. Komunikasi Sel diunduh dari:

http://learn.genetics.utah.edu/content/cells/insidestory/ . 2 Januari 2015. 9. Arti Kata Homeostasis:

http://kamuskesehatan.com/arti/homeostasis/, 2 Januari 2015. 10. Pengertian dari Homeostasis diunduh dari :

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...