CONTOH PERUMUSAN KEBIJAKAN BERADASARKAN PENDEKATAN PROSES DAN HASIL
Apri Ramantano
105611105216
1. Pendekatan Proses a) Model Sisitem Politik
Dalam UUD 1945, pasal 31 ayat (1) menjadikan pendidikan dasar Sembilan tahun sebagai kewajiban bagi warga negara Indonesia untuk mengikutinya; dan ayat (3) menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlah mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia.
Kebijakan ini di buat pada masa kepemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penyebab terbentuknya kebijakan ini iyalah karena jumlah anak yang putus sekolah dari beberapa tahun sebelumnya terus meningkat dan itu dialami oleh kalangan masyarakat ekonomi bawah.
Pada tahun 2006 anak yang putus sekolah menurut data dari 33 kantor KOMNAS HAM di 33 Provinsi, tercatat berjumlah sekitar 9,7 juta jiwa, kemudian pada tahun 2007 mengalami kenaikan sekitar 20% atau sekitar 11,7 juta jiwa. Melihat hal tersebut pemerintah yang prihatin dengan keadaan para generasi muda penerus bangsa, mengeluarkan kebijakan wajib belajar 9 tahun pada tahun 2008 dengan harapan dapat mengurangi jumlah anak yang putus sekolah walaupun dalam kalangan masyarakat terjadi pro & kontra terhadap kebijakan tersebut.
b) Model Kelompok
tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurut Perppu ini, Ormas dilarang menggunakan nama, lambang, bendera, atau atribut lembaga pemerintahan; menggunakan dengan tanpa izin nama, lambing, bendera negara lain atau lembaga/badan internasional menjadi nama, lambang, bendera atau tanda gambar yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau secara keseluruhannya dengan nama, lambang, bendera, atau tanda gambar Ormas lain atau partai politik. Selain itu dalam Perppu ini ditegaskan, bahwa Ormas dilarang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras atau golongan; melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia; melakukan tindakan kekerasan, mengganggung ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial; dan melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ormas juga dilarang melakukan kegiatan sparatis yang mengancam kedaulatan NKRI, dan/atau menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. “Ormas yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dijatuhi sanksi administratif dan/atau sanksi pidana,” bunyi Pasal 60 Perppu ini, Sanksi administratif sebagaimana dimaksud, menurut Perppu ini, terdiri atas: 1).Peringatan tertulis; 2).Penghentian kegiatan; dan/atau 3).Pencabutan surat keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum.
1) tindakan pemerintah sudah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-VII/2009. "Presiden bisa mengeluarkan perppu atas dasar adanya keadaan yang membutuhkan atau keadaan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan undang-undang”
2) terkait aturan hukum yang belum memadai. perppu bisa diterbitkan untuk memberikan solusi agar tidak terjadi kekosongan hukum. "Undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum. Atau ada undang-undang tetapi tidak memadai untuk menyelesaikan masalah hukum,"
3) perppu bisa diterbitkan jika kekosongan hukum tersebut tidak bisa diatasi dengan cara membuat undang-undang baru. “Mekanisme dan prosedur untuk membuat undang-undang baru membutuhkan jangka waktu yang panjang, dan itu jadi kendala, sementara kondisinya harus segera diselesaikan, sehingga tidak memungkinkan untuk menunggu dibuatnya undang-undang yang baru.
2. Pendekatan Hasil a) Model Incremental
BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketatanegaraan dahulu berrnama Jamsostek yang disebutkan dalam UU No. 3 Tahun 1992, yang merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS sendiri diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013, sedangkan untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014.
BPJS Kesehatan sebelumnya bernama Asuransi Kesehatan (Askes) yang dikelolah oleh PT. Askes Indonesia (persero), namun sesuai UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT. Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014.