vii ABSTRAK
Pengimplementasian LTE di Bali mengalami kendala terutama dalam menjaga performansi jaringan yang diakibatkan oleh lonjakan data yang semakin meningkat dan kualitas coverage yang kurang maksimal. Maka perlu dilakukan pemeliharaan jaringan untuk mengetahui kualitas dari suatu jaringan yang dapat dilakukan melalui pengamatan secara real di lapangan dengan pengukuran parameter 4G LTE pada suatu wilayah yang belum optimal.
Penelitian dilakukan pada site yang baru berlokasi di daerah Auman, Badung dengan metode Drive Test menggunakan software pendukung GENEX Probe dan analisa hasil drive test menggunakan software GENEX Assistant. Adapun parameter yang diukur antara lain RSRP, SINR, RSSI, RSRQ, CQI, PCI dan PDCP Throughput. Bila hasil yang diperoleh tidak memenuhi standar KPI XL maka dilakukan proses optimalisasi dengan metode mekanikal tilt. Selanjutnya dilakukan pengujian dengan membuat perencanaan coverage area dengan model propagasi Cost-231 Hatta menggunakan software Atoll dibandingkan dengan hasil pengukuran dilapangan.
Berdasarkan analisa penelitian diperoleh software GENEX Probe dapat mengidentifikasi variabel jaringan LTE yaitu RSRP, SINR, RSSI, RSRQ, CQI, PCI dan PDCP Throughput. Analisa hasil drive test melalui software GENEX Assistant diperoleh nilai RSRP sebesar 93,36% > -105 dBm, SINR sebesar 91,14% > 3 dB, PDCP DL Throughput sebesar 92,18% > 5 Mbps dan PDCP UL Throughput sebesar 88,73% > 3 Mbps yang belum memenuhi standar KPI XL sebesar 95% diakibatkan oleh faktor variasi obstacle sehingga terjadi area bad spot pada beberapa titik wilayah. Optimalisasi yang dilakukan menggunakan metode mekanikal tilt dengan mengubah tilt antena dari 20 menjadi 30 pada area bad spot menyebabkan peningkatan performansi RSRP sebesar 3,49%, SINR sebesar 5,91%, PDCP Download Throughput sebesar 4,7% dan PDCP Upload Throughput sebesar 10,73% dari standar KPI (Key Performance Indicator) XL. Perbandingan perencanaan coverage area menggunakan model propagasi Cost-231 Hatta pada software Atoll dengan hasil pengukuran dilapangan mengalami perbedaan pada luas cakupan area. Pada hasil perencanaan diperoleh coverage area antena sektor 1 dengan radius perbedaan + 60 meter, pada antena sektor 2 dengan radius perbedaan + 200 meter dan pada antena sektor 3 dengan radius perbedaan + 340 meter dibandingkan hasil pengukuran dilapangan.
Kata kunci : LTE, Drive Test, Mekanikal Tilt, GENEX Probe, GENEX Assistant, Model Propagasi Cost-231 Hatta.
viii ABSTRACT
Implementation of LTE in Bali experienced obstacles, especially in maintaining network performance caused by increased data spikes and less coverage quality maximum. So need to do network maintenance to determine the quality of a network that can be done real through field surveillance with measurement of 4G LTE parameters in a region that has not been optimal.
The research was conducted at the new site located in Auman, Badung using Drive Test method supported by software GENEX Probe and software GENEX Assistant for data analysis. The parameters measured include RSRP, SINR, RSSI, RSRQ, CQI, PCI and PDCP Throughput. If the results are not in accordance with standard KPI XL then the process of optimization with method mechanical tilt. Furthermore conducted testing by making the coverage area planning with propagation model Cost-231 Hatta using software Atoll compared with the results of field measurement.
Based on the analysis of the research obtained software GENEX Probe can identify the LTE network variables are RSRP, SINR, RSSI, RSRQ, CQI, PCI and PDCP Throughput. Analysis of drive test result through software GENEX Assistant obtained value RSRP of 93.36% > -105 dBm, SINR of 91.14% > 3 dB, PDCP DL Throughput of 92.18% > 5 Mbps and PDCP UL Throughput of 88.73% > 3 Mbps are not in accordance with standard KPI XL of 95% due to obstacle variation factor resulting in bad spot area at some point area. Optimization performed using method mechanical tilt by converting tilt antenna
from 20 to 30 in bad spot area resulted in RSRP performance improvement of
3.49%, SINR of 5.91%, PDCP Download Throughput of 4.7% and PDCP Upload Throughput of 10,73% of the standard KPI (Key Performance Indicator) XL. Comparison of coverage area planning using Cost-231 Hatta propagation model in software Atoll with the result of field measurement has difference in wide coverage area. In the planning results obtained coverage area antenna sector 1 with a difference radius of + 60 meters, on the antenna sector 2 with a radius of difference + 200 meters and on the antenna sector 3 with a radius of difference + 340 meters compared to field measurement results.
Keywords: LTE, Drive Test, Mechanical Tilt, GENEX Probe, GENEX Assistant, Propagation Model Cost-231 Hatta.
ix DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL DALAM ... i
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii
PERSYARATAN GELAR ... iii
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... iv
UCAPAN TERIMAKASIH ... v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... xviii
DAFTAR SINGKATAN ... xx BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 3 1.5 Batasan Masalah ... 4 1.6 Sistematika Penulisan ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 6
2.1 Tinjauan Mutakhir ... 6 2.2 Tinjauan Pustaka ... 9 2.2.1 Konsep Jaringan ... 9 2.2.2 Konsep Seluler ... 10 2.2.2.1 Sel Hexagonal ... 12 2.2.3 Pengenalan LTE ... 13
x
2.2.3.2 Single Carrier Frequency Division Multiple Access ... 15
2.2.3.3 Multiple Input Multiple Output (MIMO) ... 16
2.2.4 Arsitektur Jaringan LTE ... 16
2.2.4.1 E-UTRAN ... 17
2.2.4.2 eNode-B ... 18
2.2.4.3 EPC (Evolved Packet Core) ... 19
2.2.4.4 Serving Gateway (SGW) ... 20
2.2.4.5 Mobility Management Entity (MME)... 20
2.2.4.6 Policy and Charging Rules Function (PCRF) ... 21
2.2.4.7 Home Subcription Service (HSS) ... 21
2.2.4.8 Mobile Station (MS) ... 22
2.2.5 4G LTE Drive Test ... 23
2.2.5.1 Pengertian Drive Test ... 23
2.2.5.2 Tujuan Drive Test ... 23
2.2.5.3 Prinsip Drive Test ... 23
2.2.5.4 Proses Pengambilan Data Drive Test ... 24
2.2.5.5 Mode Pengukuran Drive Test... 24
2.2.5.6 Major Quality of Service (QoS) KPI pada LTE ... 25
2.2.5.7 Parameter Pada Drive Test 4G LTE ... 27
2.2.6 Model Propagasi ... 32
2.2.6.1 Model Propagasi Okumura-Hatta ... 32
2.2.6.2 Model Propagasi Cost-231 Hatta ... 34
2.2.6.3 Model Propagasi ITU-R P.529 ... 35
2.2.6.4 Standard Propagation Model ... 36
2.2.7 Menganalisa Permasalahan pada 4G LTE ... 37
2.2.7.1 Permasalahan Pada Area Cakupan ... 37
2.2.8 Metode Mengatasi Permasalahan pada Jaringan 4G LTE ... 40
2.2.8.1 Metode Elektrikal Tilt ... 40
2.2.8.2 Metode Mekanikal Tilt ... 41
2.2.8.3 Mengubah Parameter Power ... 42
xi 2.2.9 Aplikasi Penunjang ... 43 2.2.9.1 GENEX Probe ... 43 2.2.9.2 GENEX Assistant ... 47 2.2.9.3 Google Earth ... 51 2.2.9.4 FileZilla ... 51
BAB III METODE PENELITIAN ... 53
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 53
3.2 Sumber Data dan Jenis Data Penelitian ... 53
3.2.1 Sumber Data ... 53
3.2.2 Jenis Data Penelitian ... 53
3.3 Tahapan Penelitian ... 54
3.4 Alur Analisis Data ... 55
3.4.1 Alur Analisis Untuk Melakukan Pengukuran Drive Test ... 58
3.4.2 Alur Analisis Untuk Mengolah Data Hasil Drive Test ... 60
3.4.3 Alur Analisis Untuk Melakukan Proses Optimalisasi Coverage 63 3.4.4 Alur Analisis Untuk Menampilkan Hasil Drive Test Setelah Optimalisasi ... 64
3.4.5 Alur Analisis Perbandingan Perencanaan Coverage Area Menggunakan Model Propagasi Cost-231 Hatta Pada Software Atoll Dengan Hasil Pengukuran Coverage Area Dilapangan .. 66
3.5 Jadwal Kegiatan ... 68
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 69
4.1 Gambaran Umum ... 69
4.2 Data Penelitian ... 71
4.3 Pengukuran Drive Test Menggunakan Software GENEX Probe ... 73
4.4 Report Logfile Hasil Drive Test Dengan Software GENEX Assistant . 80 4.4.1 Logfile RSRP (Reference Signal Received Power) ... 82
4.4.2 Logfile SINR (Signal Interference to Noise Ratio) ... 84
xii
4.4.4 Logfile RSRQ (Reference Signal Received Quality) ... 87
4.4.5 Logfile CQI(Channel Quality Indicator) ... 88
4.4.6 Logfile PCI (Physical Cell ID) ... 90
4.4.7 Logfile Throughput ... 92
4.5 Proses Analisa Dengan Menggunakan Software GENEX Assistant .... 95
4.5.1 Analisis Cross Feeder Site ID 610692 ... 96
4.5.2 Weak Coverage Site ID 610692 ... 97
4.5.2.1 Analisis Weak Coverage Site ID 610692 ... 101
4.5.2.2 Solusi Weak Coverage Site ID 610692 ... 102
4.5.3 Perbedaan Kualitas Upload dan Download Throughput Site ID 610692 ... 106
4.5.3.1 Analisis Perbedaan Kualitas Upload dan Download Throughput Site ID 610692 ... 106
4.5.3.2 Solusi Perbedaan Kualitas Upload dan Download Throughput Site ID 610692 ... 107
4.6 Report Hasil Drive Test Setelah Optimasi ... 108
4.6.1 Logfile RSRP (Reference Signal Received Power) ... 108
4.6.2 Logfile SINR (Signal Interference to Noise Ratio) ... 109
4.6.3 Logfile Throughput ... 110
4.7 Perencanaan Coverage Area Dengan Model Propagasi Cost-231 Hatta Menggunakan Software Atoll ... 112
4.7.1 Perencanaan Coverage Area Nilai RSRP Dengan Model Propagasi Cost-231 Hatta Menggunakan Software Atoll ... 114
4.7.2 Perencanaan Coverage Area Nilai SINR Dengan Model Propagasi Cost-231 Hatta Menggunakan Software Atoll ... 115
4.7.3 Perencanaan Coverage Area Nilai Throughput Dengan Model Propagasi Cost-231 Hatta Menggunakan Software Atoll ... 117
4.8 Perbandingan Perencanaan Coverage Area Menggunakan Model Propagasi Cost-231 Hatta Pada Software Atoll Dengan Hasil Pengukuran ... 119
xiii BAB V PENUTUP ... 122 5.1 Simpulan ... 122 5.2 Saran ... 124 DAFTAR PUSTAKA ... 125 LAMPIRAN
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Desain Jaringan Seluler ... 10
Gambar 2.2 Konsep Sel ... 11
Gambar 2.3 Makrosel, Mikrosel, Pico Sel dan Femto Sel ... 12
Gambar 2.4 Sel Hexagonal ... 12
Gambar 2.5 Evolusi 3GPP ... 13
Gambar 2.6 Orthogonal Frequency Division Multiple Access ... 14
Gambar 2.7 Transmitter dan Receiver SCFDMA ... 15
Gambar 2.8 Arsitektur jaringan LTE ... 17
Gambar 2.9 Evolusi E-UTRAN ... 18
Gambar 2.10 Arsitektur Evolved Packet Core ... 19
Gambar 2.11 Mobile Station ... 22
Gambar 2.12 Proses drive test ... 24
Gambar 2.13 Alokasi PCI untuk eNodeB ... 31
Gambar 2.14 Resource Blocks ... 31
Gambar 2.15 PCI Group dan PSS ID ... 32
Gambar 2.16 Pengukuran Mekanikal Tilt ... 36
Gambar 2.17 Batas Inner dan Outer Cell Radius ... 36
Gambar 2.18 GENEX Probe V3.17 ... 38
Gambar 2.19 Toolbar Standard GENEX Probe ... 39
Gambar 2.20 Logfile Toolbar ... 40
Gambar 2.21 Tampilan Workspace GENEX Probe ... 41
Gambar 2.22 GENEX Assistant V3.17 ... 42
Gambar 2.23 Support Software Versions GENEX Assistant ... 43
Gambar 2.24 Support Hardware, OS dan Database Versions GENEX Assistant ... 43
Gambar 2.25 Map Toolbar ... 43
Gambar 2.26 Tampilan Workspace GENEX Assistant ... 45
Gambar 2.27 Tampilan Workspace FileZilla ... 47
xv
Gambar 3.2 Diagram Alur Analisis Diagram Alur Analisis Untuk
Melakukan Pengukuran Drive Test ... 58
Gambar 3.3 Diagram Alur Analisis Untuk Mengolah Data Hasil Drive Test ... 60
Gambar 3.4 Flowchart Proses Optimalisasi Coverage ... 63
Gambar 3.5 Diagram Alur Analisis Untuk Menampilkan Hasil Drive Test Setelah Optimalisasi ... 64
Gambar 3.6 Diagram Alur Analisis Untuk Perbandingan Hasil Perencanaan Coverage Area Menggunakan Software Atoll Dengan Hasil Pengukuran Coverage Area Dilapangan ... 66
Gambar 4.1 Lokasi eNodeB Pada Wilayah Penelitian Ditampilkan Melalui Aplikasi Google Earth ... 72
Gambar 4.2 Konfigurasi Perangkat Pada Software GENEX Probe ... 73
Gambar 4.3 Proses Melakukan Drive Test Pada eNodeB Site ID 610692 ... 74
Gambar 4.4 Pengukuran Nilai RSRP Pada Software GENEX Probe ... 74
Gambar 4.5 Pengukuran Nilai SINR Pada Software GENEX Probe ... 75
Gambar 4.6 Pengukuran Drive Test Saat Kondisi Dedicated Mode Menggunakan Software FileZilla ... 76
Gambar 4.7 Pengukuran Nilai RSSI Pada Software GENEX Probe ... 77
Gambar 4.8 Pengukuran Nilai RSRQ Pada Software GENEX Probe... 77
Gambar 4.9 Pengukuran Nilai DL Throughput Pada Software GENEX Probe ... 78
Gambar 4.10 Pengukuran Nilai UL Throughput Pada Software GENEX Probe ... 79
Gambar 4.11 Proses Grouping File Moving-Idle Hasil Drive Test ... 80
Gambar 4.12 Export File Moving-Idle Hasil Drive Test ... 81
Gambar 4.13 Hasil Export File Moving-Idle Hasil Drive Test ... 81
Gambar 4.14 Kualitas RSRP Pada Software GENEX Assistant ... 82
Gambar 4.15 Area Bad Spot RSRP pada eNodeB Auman ... 83
xvi
Gambar 4.17 Area Bad Spot yang Menyebabkan Kualitas SINR Kurang
Baik pada eNodeB Auman ... 85
Gambar 4.18 Kualitas RSSI Pada Software GENEX Assistant ... 86
Gambar 4.19 Kualitas RSRQ Pada Software GENEX Assistant ... 87
Gambar 4.20 Kualitas CQI Pada Software GENEX Assistant ... 88
Gambar 4.21 Grafik Hasil Distribusi CQI pada eNodeB Auman ... 89
Gambar 4.22 Data PCI (Physical Cell ID) yang melayani User Equipment Pada setiap titik area terhadap eNodeB Auman ... 90
Gambar 4.23 Langkah Menampilkan Informasi Salah Satu Antena Sektoral Pada eNodeB Auman ... 91
Gambar 4.24 eNodeB Site ID 610692 ... 92
Gambar 4.25 Kualitas Download Throughput Pada Kondisi Dedicated Mode ... 93
Gambar 4.26 Kualitas Upload Throughput Pada Dedicated Mode ... 94
Gambar 4.27 Serving Cell PCI eNodeB Auman ... 97
Gambar 4.28 Weak Coverage pada Parameter RSRP ... 98
Gambar 4.29 Serving Cell PCI yang Mengcover area Bad Spot pada Parameter RSRP ... 99
Gambar 4.30 (a) Kualitas Download yang Rendah (b) Kualitas Upload Yang Rendah ... 99
Gambar 4.31 Weak Coverage pada Parameter SINR ... 100
Gambar 4.32 Serving Cell PCI yang Mengcover area Bad Spot pada Parameter SINR ... 101
Gambar 4.33 Tampilan Visual Kondisi Area Bad Spot Pada Aplikasi Google Earth ... 102
Gambar 4.34 Daerah Perbukitan serta Jalanan yang Curam Menghalangi Sektor 3 BTS dengan Site ID 610692 ... 103
Gambar 4.35 (a) Before Perhitungan Coverage Area Maks eNodeB Dengan Site ID 610692 Menggunakan Software Katherin (b) After Perhitungan Coverage Area Maks eNodeB Dengan Site ID 610692 Menggunakan Software Katherin ... 105
xvii
Gambar 4.36 Kualitas RSRP Setelah di Optimalisasi ... 108
Gambar 4.37 Kualitas SINR Setelah di Optimalisasi ... 109
Gambar 4.38 Kualitas Download Throughput Setelah Optimalisasi ... 110
Gambar 4.39 Kualitas Upload Throughput Setelah Optimalisasi ... 111
Gambar 4.40 Coverage Area Nilai RSRP Menggunakan Software Atol .. 114
Gambar 4.41 Coverage Area Nilai RSRP Menggunakan Aplikasi Google Earth ... 115
Gambar 4.42 Coverage Area Nilai SINR Menggunakan Software Atoll .. 116
Gambar 4.43 Coverage Area Nilai SINR Menggunakan Aplikasi Google Earth ... 116
Gambar 4.44 Coverage Area Nilai Throughput Menggunakan Software Atoll ... 117
Gambar 4.45 Coverage Area Nilai Throughput Menggunakan Aplikasi Google Earth ... 118
Gambar 4.46 Rute Drive Test Site ID 610692 di Daerah Auman ... 119
Gambar 4.47 (a) Hasil Pengukuran Drive Test Coverage Area Nilai RSRP, SINR dan Throughput (b) Perencanaan Coverage Area Nilai RSRP, SINR dan Throughput Menggunakan Software Atol 120
xviii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tinjauan Mutakhir (State Of The Art) ... 8
Tabel 2.2 Accessbility pada software drive test ... 25
Tabel 2.3 Retainability pada software drive test ... 26
Tabel 2.4 Mobility pada software drive test ... 26
Tabel 2.5 Integrity pada software drive test ... 27
Tabel 2.6 Perbandingan RxLevel, RSCP, dan RSRP ... 28
Tabel 2.7 Nilai RSRP dan kategorinya untuk parameter analisis drive test ... 28
Tabel 2.8 SINR dan nilainya untuk parameter analisis drive test ... 29
Tabel 2.9 K-Parameter Untuk Wilayah Asia ... 37
Tabel 2.10 Spesifikasi Laptop untuk Support GENEX Probe v.3.17 .... 44
Tabel 2.11 Software Pelengkap dari GENEX Assistant ... 50
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penyusunan Skripsi ... 68
Tabel 4.1 Data Lokasi dan Spesifikasi eNodeB pada Jarak 2 km Dari Area Blankspot ... 71
Tabel 4.2 Data Spesifikasi eNodeB Auman ... 72
Tabel 4.3 Kualitas RSRP Jaringan LTE Pada eNodeB Auman ... 82
Tabel 4.4 Kualitas SINR Jaringan LTE Pada eNodeB Auman ... 84
Tabel 4.5 Kualitas RSSI Jaringan LTE Pada eNodeB Auman ... 86
Tabel 4.6 Kualitas RSRQ Jaringan LTE Pada eNodeB Auman ... 87
Tabel 4.7 Kualitas CQI Pada eNodeB Auman ... 89
Tabel 4.8 Kualitas Download Throughput Dedicated Mode di eNodeB Auman ... 93
Tabel 4.9 Kualitas Upload Throughput Dedicated Mode di eNodeB Auman ... 94
Tabel 4.10 Before dan After Tilt Antena pada Site ID 610692 ... 103
Tabel 4.11 Kualitas RSRP Setelah Di Optimalisasi ... 108
Tabel 4.12 Kualitas SINR Setelah Di Optimalisasi ... 109
xix
Tabel 4.14 Kualitas Upload Throughput Setelah Di Optimalisasi ... 112 Tabel 4.15 Spesifikasi eNodeB Site Auman ... 113 Tabel 4.16 Perbandingan Nilai Coverage Area Pada Hasil Perencanaan
xx
DAFTAR SINGKATAN
3GPP = 3rd Generation Partnership Project
AF = Application Function
AuC = Authentication Center BSC = Base StationController
BTS = Base Transceiver Station
CDMA = Code Division Multiple Access
CQI = Channel Quality Indicator
CRF = Charging Rules Function
DFT = Discrete Fourier Transform
DL = Downlink
DSL = Digital Subscriber Line
DT = Drive Test
EDGE = Enhanced Data Rates For GSM Evolution
EPC = Evolved Packet Core
ERAB = E-UTRAN Radio Access Bearer
EPS = Evolved Packet Switch
E-UTRAN = Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network
FTP = File Transfer Protocol
GPON = Gigabit Capable Passive Optical Network GPRS = General Packet Radio Service
GPS = Global Positioning System
GSM = Global System for Mobile Communication
HO = Handover Our
HSDPA = High-Speed Downlink Packet Access HSPA = High-Speed Packet Access
HSS = Home Subcription Service
HSUPA = High-Speed Uplink Packet Access HS-DSCH = High Speed-Downlink Shared Channel HS-SCCH = High Speed-Signalling Control Channel
xxi
IMS = IP Multimedia Subsystem
IP = Internet Protocol
KPI = Key Performance Indicator
LTE = Long Term Evolution
MAC = Medium Access Control
MIMO = Multiple Input Multiple Output MME = Mobility Management Entity
MS = Mobile Station
MSC = Mobile Switching Center
MSE = Mean Squared Error
MTSO = Mobile Telecommunications Switching Office OFDM = Orthogonal Frequency Division Multiplexing OFDMA = Orthogonal Frequency Division Multiplexing Access PCC = Policy and Charging Control
PCEF = Policy and Charging Enforcement Function
PCI = Physical Cell ID
PCRF = Policy and Charging Rules Function PDCP = Packet Data Convergence Protocol
PDF = Policy Decision Function
PDN = Packet Data Network
PHY = Physical Layer
PSCH = Primary Synchronization Channel
PSS = Primary Synchronization Signal
PDN-GW = Packet Data Network Gateway P-CSCF = Proxy Call Session Control Function
P-GW = Packet Gateway
QAM = Quadrature Amplitude Modulation
QoS = Quality of Service
RF = Radio Frequency
RAT = Radio Access Technology
xxii
RNC = Radio Network Controller
RRC = Radio Resource Control
RRM = Radio Resource Management
RS = Reference Signal
RSCP = Received Signal Code Power RSRP = Reference Signal Received Power RSRQ = Reference Signal Received Quality RSSI = Received Signal Strenght Indicator SAE = System Architecture Evolution
SIM = Subscriber Identity Module
SINR = Signal to Noise Ratio
SFTP = Secure File Transfer Protocol
SSS = Secondary Synchronization Signal
SSV = Single Site Verification
S-GW = Serving Gateway
SC-FDMA = Single Carrier-Frequency Division Multiple Access
TA = Tracking Area
UMTS = Universal Mobile Telecommunication System
UE = User Equipment
UL = Uplink
VoLTE = Voice Over LTE
WCDMA = Wide-band Code Division Multiple Acces
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada zaman globalisasi saat ini salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi tingkat kehidupan masyarakat adalah perkembangan teknologi. Muncul suatu teknologi yaitu Long Term Evolution (LTE) yang merupakan teknologi jaringan seluler generasi keempat (4G) yang distandarisasi oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project). Tujuan dari LTE adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan data nirkabel menggunakan teknik dan modulasi DSP (Digital Signal Processing) yang baru dikembangkan sekitar pergantian milenium. Tujuan selanjutnya adalah desain ulang dan penyederhanaan arsitektur jaringan untuk sistem berbasis IP dengan signifikan mengurangi perpindahan latency dibandingkan dengan arsitektur 3G.
Pengimplementasian LTE di Bali mengalami kendala terutama dalam menjaga performansi jaringan yang diakibatkan oleh lonjakan data yang semakin meningkat dan kualitas coverage yang kurang maksimal. Dengan kondisi eksisting yang sudah ada operator perlu memikirkan mekanisme atau skenario yang efektif dan efisien dalam optimalisasi coverage jaringan LTE yang mengalami permasalahan. Operator harus peka terhadap keluhan pelanggan yang menginginkan tingginya kualitas akses data dan sinyal yang kuat. User dewasa ini menuntut dan membutuhkan kecepatan, kepastian dan kenyamanan solusi pelayanan, khususnya telekomunikasi data yang dapat diakomodasi oleh kepuasan itu bisa menggembirakan, tapi juga sekaligus memberikan tantangan buat para penyedia layanan. (Kuncoro, 2013)
Karena hal tersebut, teknologi 4G dalam hal ini XL melakukan penambahan new site jaringan LTE diseluruh Bali terutama di Badung, untuk meningkatkan kualitas coverage jaringan LTE agar semakin baik. Untuk mengetahui kualitas dari suatu jaringan dapat dilakukan dengan pengamatan secara real atau nyata di lapangan melalui pengukuran parameter 4G LTE disuatu wilayah yang kualitas sinyalnya kurang baik. Metode yang banyak dilakukan adalah dengan melakukan drive test. Oleh sebab itu sangatlah penting melakukan drive test pada eNodeB yang telah
2
menerapkan teknologi 4G dalam hal ini XL karena dengan demikian dapat diketahui performansi jaringan LTE di Kota Badung Bali. Langkah-langkah yang diambil adalah pengumpulan data dengan mengukur nilai parameter jaringan LTE yang digunakan dalam drive test pada teknologi LTE. Pengambilan data saat melakukan drive test adalah secara SSV (Single Site Verification). Tujuan dilakukannya SSV (Single Site Verification) di daerah Badung dengan rute drive test di Jalan Pura Kancing Gumi, Jalan Auman dan Jalan Raya Pura Pucak Mangu adalah untuk mendapatkan hasil secara real kualitas jaringan LTE dimana pada daerah tersebut merupakan new site sehingga diperlukan untuk mendapatkan hasil performansi mendetail dari kinerja pada site tersebut.
Dalam pengumpulan data, software yang digunakan untuk drive test adalah GENEX Probe kemudian hasil drive test di reporting pada software GENEX Assistant untuk dianalisa, dimana kedua software ini merupakan keluaran dari Huawei Technologies Co. Ltd. Software ini dapat didownload secara gratis namun memerlukan lisensi resmi untuk menjalankan programnya. Maka dari itu, hal ini juga penting bagi kalangan mahasiswa dimana pada dasarnya dalam melakukan drive test dan menganalisa data hasil drive test, tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan software seperti TEMS Investigation, G-NET Track Pro, MAP Info, Nemo Analyzer dll tapi juga dapat dengan menggunakan
GENEX Probe dan GENEX Assistant yang penggunaannya sama dengan software
drive test lainnya yang memberikan tampilan dalam mengukur parameter LTE namun software ini tidak perlu dicompile lagi dalam melakukan proses reporting data. Jadi dengan banyaknya varian software dalam melakukan drive test sehingga dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran dan praktikum, khususnya bagi mahasiswa.
Oleh karena itu, dalam Skripsi ini penulis ingin memberikan tentang variabel yang dapat diidentifikasi melalui software GENEX Probe dan cara melakukan analisa data menggunakan software GENEX Assistant sehingga menemukan hasil data yang kemudian dibandingkan dengan standar KPI (Key Performance Indicator) PT. XL Axiata, Tbk dan membuat perencanaan coverage area menggunakan model propagasi Cost-231 Hatta pada software atoll yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran dilapangan.
3 1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Variabel apa saja yang dapat diidentifikasi pada software GENEX Probe? 2. Bagaimana cara menganalisa data hasil drive test dengan menggunakan
software GENEX Assistant?
3. Bagaimana data hasil drive test dibandingkan dengan target KPI (Key Performance Indicator) PT. XL Axiata, Tbk?
4. Bagaimana hasil perbandingan perencanaan coverage area menggunakan model propagasi Cost-231 Hatta dengan hasil pengukuran ?
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan Skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui variabel yang dapat diidentifikasi software GENEX Probe. 2. Mengetahui cara menganalisa data hasil drive test dengan menggunakan
software GENEX Assistant.
3. Mengetahui data hasil drive test dibandingkan dengan target KPI (Key Performance Indicator) PT. XL Axiata, Tbk.
4. Mengetahui hasil perbandingan perencanaan coverage area menggunakan model propagasi Cost-231 Hatta dengan hasil pengukuran
1.4. Manfaat Penelitian
Dengan dibuatnya Skripsi ini maka dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran untuk mengetahui variabel yang dapat diidentifikasi melalui software GENEX Probe dan mengetahui cara menganalisa data hasil drive test dengan menggunakan software GENEX Assistant. Hasil dari analisa yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar KPI (Key Performance Indicator) jaringan 4G LTE pada provider PT. XL Axiata, Tbk dan membuat perencanaan coverage area menggunakan model propagasi Cost-231 Hatta pada software atoll yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran dilapangan.
4 1.5. Batasan Masalah
Dalam pembahasan dari permasalahan laporan Skripsi ini terdapat beberapa batasan masalah yang harus diperhatikan yaitu:
1. Sistem yang diteliti adalah jaringan LTE dengan frekuensi 1800 MHz. 2. Pengambilan data drive test secara SSV (Single Site Verification).
3. Tidak membahas kualitas layanan voice seperti VoLTE Success Rate, VoLTE Attempt Failure, VoLTE Call Connect, VoLTE Call Disconnect Dropped, VoLTE Call Disconnect Normal, VoLTE Call Duration, dan VoLTE Call Received, karena LTE saat ini masih fokus untuk layanan paket data.
4. Melakukan penelitian berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan dengan cara melakukan pengukuran drive test berupa parameter-parameter LTE pada eNodeB di wilayah Badung Bali dengan rute drive test di Jalan Pura Kancing Gumi, Jalan Auman dan Jalan Raya Pura Pucak Mangu. 5. Metode optimalisasi coverage hanya dengan melakukan tilt antena.
6. Menggunakan software GENEX Probe untuk melakukan drive test, di reporting pada software GENEX Assistant dan google earth sebagai software pemetaan data dan pengolahan data serta software FileZilla sebagai software transfer data saat melakukan drive test.
7. Hasil pengukuran drive test yang didapat menggunakan software drive test yaitu GENEX Probe.
8. Analisa performansi jaringan 4G LTE sudah berdasarkan logfile dari GENEX Probe dan analisa data hasil drive test yang didapat menggunakan software GENEX Assistant serta membuat perencanaan coverage area menggunakan software Atoll.
9. Semua data yang digunakan pada Skripsi ini berasal dari PT. XL AXIATA, Tbk.
5 1.6. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan Skripsi ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab ini berisi penjelasan tinjauan mutakhir dari referensi Skripsi ini dan tinjauan pustaka sebagai materi pendukung dan penunjang dari Skripsi ini.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai lokasi dan waktu penelitian, sumber dan jenis data penelitian, tahapan penelitian dan alur analisis data Skripsi.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas mengenai hasil dan pembahasan dari rumusan masalah dalam analisis yang telah didapatkan pada penelitian ini berdasarkan variabel yang dapat diidentifikasi menggunakan GENEX Probe, cara analisis data hasil drive test menggunakan GENEX Assistant kemudian membandingkan data hasil drive test sesuai dengan target KPI PT. XL AXIATA, Tbk dan perbandingan antara perencanaan coverage area menggunakan model propagasi Cost-231 Hatta pada software atoll dengan hasil pengukuran
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran yang merupakan evaluasi akhir dari hasil penelitian pada BAB IV.