SALINAN
GUBERNUR PERATURAN DAERAH
SUMATERA UTARA
PROVINSI SUMATERA UTARA
8
TAHUN2AA
bahwa
untuk
melaksanakanamanat
pasal 7 peraturan PemerintahNomor
45
Tahun 2008 tentang
pedomanPemberian
Insentif
Dan
pemberian
Kemudahan Penanaman ModalDi
Daerah, pemberianinsentif
danpemberian kemudahan penanaman
modal
diatur
dengan Peraturan daerah;bahwa
berdasarkan
pertimbangan
sebagaimanadimaksud
dalamhuruf
a, perlu
mernbentuk peraturanDaerah
tentang
PemberianInsentif
dan
KemudahanPenanaman Modal;
Pasal
18
ayat
(6)
Undang-Undang
Dasar
NegaraRepublik Indonesia
Tahun l94S;
Undang-Undang
Nomor
24
Tahun
1956
tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Sumatera Utara(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun
1956Nomor 164,
Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 1103);Undang-Undang
Nomor
32
Tahun
2OA4
tentangPemerintahan
Daerah
(Lembaran Negara
RepublikIndonesia
Tahun
2OO4
Nomor
l2S,
TambahanLembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor
44g7l,sebagaimana
telah diubah
beberapa
kali,
terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2OO8 tentangPerubahan Kedua
Atas
Undang-Undang
Nomor
32Tahun
2OO4
tentang
Pemerintah
Daerah
menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun
2OO8Nomor 59,
Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor
a9afl;
Undang-Undang
Nomor
25
Tahun
2OOT
tentangPenanaman
Modal
(Lembaran
Negara
Republik Indonesia Tahun 2OOT Nomor 67, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor
a72fl;
NOMORTENTANG
PEMBERIAN INSENTIF DAN KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR SUMATERA UTARA,
Menimbang
:
a. b. Mengingat 1. 2. 3. 4.Undang-Undang Nomor
28 Tahun
2OO9tentang
PajakDaerah
dan
Retribusi Daerah
(Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Tahun 2OO9 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 50a9);
Peraturan Pemerintah Nomor
38 Tahun
2OO7 tentang PembagianUrusan
PemerintahanAntara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintah DaerahKabupatenlKota
(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun
2OO7Nomor 82,
Tarnbahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor a737);
Peraturan
Pemerintah Nomor45 Tahun
20O8 tentangPedoman Pemberian
Insentif Dan
PemberianKemudahan
Penanaman ModalDi
Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia
Tahun
2008
Nomor
88,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor a861);
Peraturan Presiden Nomor
27
Tahun
2OO9 tentang PelayananTerpadu
Satu
Pintu
di
Bidang
Penanaman Modal;Peraturan Presiden Nomor
36
Tahun
2OlO
tentang Daftar Bidang Usaha YangTertutup
Dan Bidang UsahaYang Terbuka
Dengan
Persyaratan
Di
BidangPenanaman Modal;
Peraturan Presiden Nomor
32
Tahun 2OLl
tentangMasterplan
Percepatandan
Perluasan
PembangunanEkonomi Indonesia 2011 - 2A25;
Peraturan Presiden
Nomor
16 tahun 2Ol2
tentang RencanaUmum
PenanamanModal
(Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2012 Nomor 42);
Peraturan
Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia Nomor 64Tahun
2Ot2 tentang Pelaksanaan PemberianInsentif dan
Pemberian Kemudahan Penanaman Modaldi
Daerah;Peraturan Daerah Nomor
9
Tahun 2008
tentangOrganisasi
dan Tata Kerja
LembagaTeknis
DaerahProvinsi Sumatera
Utara
(LembaranDaerah
ProvinsiSumatera
Utara Tahun
2OO8Nomor
9,
Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 9);Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
dan
GUBERNUR SUMATERA UTARA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
:
PERATURANDAERAH TENTANG
PEMBERIAN INSENTIF DAN KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.
t2.
13.BAB I
KE"TENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan
Daerah ini
yang dimaksud dengan:1.
Daerah adalah Daerah provinsi sumatera utara.2'
Pemerintah Daerah ad,alah Gubernur dan perangkat daerah sebagaiunsur
penyelenggara pemerintahan daerah.3.
Gubernur adalah Gubernur Sumatera Utara.4'
Peraturan
D.aera-h, selanjutnyadisingkat perda, adalah
peraturanDaerah provinsi Sumatera Utara
5.
Dewan perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya
disingkat
DPRD
adalah
rembaga
perwakilan ra1ryat
d."rrr,
".L"-g"i
unsur
penyelenggara pemerintah Daerah.
6'
Pajak
Daerahyang selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi
wajib keplda
Daerah yang terutang oleh orangpribadi atau
badan yang bersifat memaksa
berdasarkai
unaang-Undang, dengantidak
mendapatkan
imbaran
secara langsung
ir"r,
agirnar.an
untuk
keperluan Daerah bagi sebesar-besainyafemakmuran
ralryat.
7
-
Retribusi Daerah_adalah pungutan daerahsebagai pembayaran atas
jasa
atau pemberian
lzin- tertentu yang khusus
disediakan
dan/atau
diberikan oreh pemerintah
dlerah
untuk
kepentingan perseorangan atau Badan.8.
PemberianInsentif
penanaman Modal Daerah
yang
selanjutnya
disebut
pemberian
insentif
adarah
dukungan
dari
pemerintahdaerah kepada investor
dalam rangka
mendorong
peningkatan penanaman modaldi
daerah.9
-
Pemberian Kemudahan penananaman
Modal
daerah
yang selanjutnya.
disebut
pemberian kemudahan
aa*ar,
fenyediaanfasilitas
dari
pemerintah daerah kepada penanam modal untuk
mempermudah.
setiap kegiatan
penanamanmodal dalam
rangka mendorong peningkatan penanaman modal
di
daerah.10'
Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanammodal,
baik oleh
penanammodal dalam
negerimanpun
penanam modal asinguntuk
melakukan usaha didaeih.
11'
Penanam Modal adalah
perseoranganatau
badan usaha
yang
melakukan
penanamanmodal berrlpa
penanamanmodal
dalam negeridan
penanamanmodal
asing
y".,g
mendapatkaninsentif
dan/atau
kemudahan.72.
Modal adalah aset dalam bentuk uang atau bentuk lain yang bukan 11i11g^11lgdimiliki
oleh penanam
modaryang mempunyai nilai
eKonomlS.
13.
Perizinan
adalah
segala
bentuk
persetujuan
untuk
melakukan Penanaman
_Modar
yang
dikerulrkan oreh
pemerintah
danPemerintah Daerah
yang memiliki
kewenangan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.14'
Non perizinan adalah segala bentuk kemudahan pelayanan,fasilitas
fiskal, dan informasi
mengenai penanaman Modal,-"."r.i
dengan ketentuan peraturan perurrdang_undangan.15.
Pembinaanadalah kegiatan bimbingan kepada penanam
modaluntuk
merealisasikan penanaman
modalnya
dan
fasilitasipenyelesaian
masalah/hambatan
atas
pelaksanaan
kegiatan penanaman modal.16.
Pengawasanadalah upaya
atau
kegiatan
yang dilakukan
gunamencegah
dan
mengurangi
terjadinya
penyimpangan
ataspelaksanaan penanaman
modal serta
pengenaansanksi
terhadap pelanggaranf penyimpanganatas ketentuan peraturan
perundang-undangan.17.
Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Penanaman Modal adalah Badan Penanaman Modal dan Promosi Provinsi Sumatera Utara18. Industri
pioner adalah
industri yang memiliki
keterkaitan
yangluas,
memberi
nilai
tambah
dan
eksternalitas
yar,g
tinggi, memperkenalkan teknologibaru,
sertamemiliki
nilai
strategis bagiperekonomian nasional.
19.
Usaha
Mikro
adalah usaha produktif
milik
orang
perorangandan/atau
badan usaha perorangan yang memenuhikriteria
usaha mikro.20.
UsahaKecil adalah usaha
ekonomiproduktif yang berdiri
sendiriyang dilakukan oleh orang
peroranganatau
badan usaha
yangbukan
merupakan
anak
perusahaan
atau
bukan
cabangperusahaan
yang
dimiliki,
dikuasai, atau
berafiliasibaik
langsungmaupun tidak
langsung dengan usaha menengahatau
besar yang memenuhikriteria
usaha kecil.21.
Usaha
Menengahadalah usaha ekonomi
produktif yang
berdiri sendiri, yangdilakukan oleh
orang peroranganatau
badan usahayang bukan merupakan anak perusahaan
atau
cabang pemsahaan,dimiliki,
dikuasai,
atau
menjadi bagian
baik
langsung
maupuntidak
langsungdari usaha kecil atau usaha
besar denganjumlah
kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.22.
Koperasi
adalah badan hukum yang didirikan
oleh
orang perseoranganatau
badan
hukum
Koperasi, dengan
pemisahankekayaan
para
anggotanya sebagai
modal
untuk
menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dankebutuhan
bersamadi
bidangekonomi, sosial,
dan
budaya sesuai dengan
nilai
dan
prinsipKoperasi.
23.
PelayananTerpadu
Satu Pintu
yarrgselanjutnya disingkat
PTSPadalah kegiatan penyelenggaraan perizinan dan
non
petizinan yang proses pengelolaannyamulai dari
tahap
permohonansampai
ketahap terbitnya dokumen
dilakukan
dalam satu tempat.24.
Tim
Verifikasi Penilaian
Pemberian
Insentif
dan
Kemudahan Penanam Modaladalah
tim
yang melakukan verifikasi,
penilaian,memberikan
rekomendasi,
dan
melakukan pemantauan
danevaluasi terhadap pemberian
Insentif dan
kemudahan
penanamBAB II
MAKSUD Pasal 2
Maksud pemberian
insentif
dan
pemberian kemudahan
penanamanmodal adalah
untuk
menarik atau
merangsang penanamanmodal
didaerah
dalam rangka menciptakan akses
dan
kemampuan
ekonomiserta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
BAB
III
ASAS DAN TUJUAN Pasal 3
Pemberian insentif dan
kemudahan dilakukan
berdasarkan atas asas:a.
kepastianhukum;
b.
kesetaraarr;c.
transparansi;d.
akuntabilitas;
dane.
efektif dan efisien.Pasal 4
Pemberian insentif dan
kemudahan dilakukan
dengantujuan untuk:
a.
merarrgsanginvestor
menanamkan rnodalnya;b.
menciptakan lapangan kerja;c.
meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan;d.
meningkatkan kemampuan daya saing daerah;e.
mendorong pengembangan ekonomi keralgratan;f.
mengolah ekonomi potensialmenjadi kekuatan
ekonomiriil
denganmenggunakan dana yang berasal dari dalam negeri maupun dari
luar
negeri;g.
meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah; danh.
meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.BAB IV
HAK, KEWAJIBAN, DAN TANGGUNG JAWAB PENANAM MODAL Pasal 5
Penanam Modal berhak:
a.
mendapatkaninformasi dan
pelayanan pemberianinsentif dan/atau
kemudahan penanaman modal;b.
mendapatkan
insentif dan/atau
kemudahan penanaman
modalsesuai mekanisme yang telah ditetapkan;
c.
mendapatkan
layanan terkait,
proses
pemberian,
pelaksanaan, pengawasandan
pembinaan terhadap penanaman modaldi
daerah;dan
d.
mendapatkan
informasi
hasil
evaluasi terhadap
perkembangan penerimaan insentifdan/atau
kemudahan penanaman modal.Pasal 6
Penanam Modal wajib:
a.
membuat
laporan tentang
penggunaan
dan/atau
kemudahan penanaman modal;b.
mematuhi peraturan
yangditetapkan
mengenai pedoman pemberian insentifdan/atau
kemudahan penanaman modal.Pasal 7 Setiap penanam modal bertanggung jawab :
a.
menjamin
tersedianyamodal yang berasal
dari
sumber yang tidak
bertentangandengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang penanaman modal;b. menanggung
dan
menyelesaikan segala kewajibandan
kerugianjika
penanam modal menghentikan,
meninggalkanatau
menelantarkan kegiatan usahanya secara sepihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal;c. menciptakan
iklim
usaha
persainganyang
sehat, mencegah praktek monopoli dan hal lain yang merugikan negara;d. menjaga kelestarian lingkungan
hidup,
sosial dan budaya masyarakatsetempat;
e.
menciptakan keselamatan,
kesehatan,
kenyamanan,
dankesejahte r aarr pekerja; dan
f.
turut
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.BAB V
INSENTIF DAN KEMUDAHAN Pasal B
Untuk
meningkatkan
dan
mempercepat pengembangan penanamarl modal, Pemerintah Provinsi SumateraUtara
dapat memberikaninsentif
dan/atau
kemudahan penanarnan
modal
di
daerah sesuai
dengankewenangan,
kondisi,
dan
kemampuan keuangan
daerah
yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuanperaturan
perundang-undangan di bidang penanaman modal.Pasal 9
Gubernur
menetapkan penanam
modal
yang
memperoleh insentif
danf atau kemudahan pen.ar:arr.ar, modal berdasarkan rekomendasi Tim Verifikasi Penilaian Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanam Modal.BAB VI
BENTUK INSENTIF DAN KEMUDAHAN Pasal 10
(i)
Pemberianinsentif berbentuk
penguranganatau
keringanan
pajak daerahdan/atau retribusi
daerah.(2) Pemberian kemudahan berbentuk:
a.
penyediaan data dan informasi peluang penanaman modal;b.
penyediaan sarana dan prasarana;c.
percepatan pemberian perizinan;d.
pemberian layanan konsultasi usaha dan;e.
pemberian fasilitasi promosi investasi.Pasal 1 1
(1)
Pemberian
insentif dalam bentuk
pengurangan
atau
keringananpajak
daerah
dan/atau retribusi
daerah
sebagaimana dimaksuddalam Pasal
10
ayat
(1)dapat diberikan oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(2)
Ketentuanlebih
lanjut
mengenai besarandan tata cara
pemberianinsentif
sebagaimanadimaksud pada
ayat
(1) ditetapkan
denganKeputusan Gubernur.
Pasal 12
(1) Pemberian kemudahan dalam
bentuk
penyediaan data dan informasipeluang
penanamanmodal
sebagaimanadalam Pasal
10 ayat
(2)huruf
a, berupa:a. potensi ekonomi daerah;
b. rencana tata ruang wilayah provinsi,
kabupaten/kota;
danc. rencana strategis dan skala prioritas daerah.
(2) Dalam memberikan kemudahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah Provinsi Sumatera
Utara
memberikan kemudahan aksesdalam memperoleh data dan informasi melalui sarana dan prasarana yang tersedia.
Pasal 13
Pemberian kemudahan dalam
bentuk
penyediaan sarana dan prasaranasebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2)
huruf
b, yaitu:a.
memfasilitasi penyambunganjaringan listrik
dan gas;b.
memanfaatkanjalan
provinsi;c.
memfasilitasi penyambunganjaringan
telekomunikasi; dand.
memfasilitasi penyambunganjaringan
air bersih.Pasal 14
Bentuk
percepatan pemberian perizinan sebagaimanadimaksud
dalamPasal 10 ayat
(2)huruf
c
dilakukan melalui
PelayananTerpadu
Satu Pintu (PTSP).Pasal 15
Pemberian kemudahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
lO
ayat (2)a.
menyediakan
bantuan
teknis/konsultasi/layanan
untuk
memperluas akses pasar;dan/atau
b.
fasilitasi
pengaduan
dan
penyelesaianmasalah
dalam
kegiatan usaha.Pasal 16
Pemberian kemudahan sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 10ayat
(2)huruf
e antara lain:a.
mengikutsertakan dalam pameran yang diselenggarakandi
Provinsi Sumatera Utara;b.
mengikutsertakandalam
pameranyang
diselenggarakandi
tingkat
nasional dan internasional; dan/ atauc.
memberikan fasilitas tempatuntuk
menyelenggarakan promosi.Pasal 17
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan
satu atau
lebih insentif dan kemudahan sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 1O kepadapenanam modal di daerah.
BAB VII
KRITERIA PEMBERIAN INSENTIF DAN KEMUDAHAN
Pasal 18
Pemberian
insentif dan
kemudahandiberikan
kepada penanam modal yang sekurang-kurangnya memenuhi 3 (tiga)kriteria
sebagai berikut:a.
memberikankontribusi
bagi peningkatan pendapatan masyarakat;b.
menyerap banyak tenaga kerja lokal;c.
menggunakan sebagian besar sumberdaya lokal;d.
memberikankontribusi
bagi pelayananpublik;
e. memberikan
kontribusi dalam
peningkatan
Produk
DomestikRegional Bruto;
f.
berwawasan lingkungan dan berkelanjutan;g.
termasuk
skala
prioritas
tinggi
dalam
mendukung
program pemerintah;h.
terrnasuk pembangunaninfrastruktur;
i.
melakukanalih
teknologi;j.
melakukanindustri
pionir;k. berada
di
daerah
terpencil,
daerah
tertinggal,
atau
daerahpembatasan;
1.
melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi;m- bermitra dengan usaha mikro, kecil, menengah, atau koperasi; atau
n. industri
yang
menggunakanbarang modal,mesin,
atau
peralatanPasal 19
Kriteria
memberikan
kontribusi
bagi
peningkatan
pendapatanmasyarakat
sebagaimanadimaksud
dalam
Pasal
18
huruf
a
dapatdikenakan kepada
badan usaha
atau
penanam
modal
yangmenimbulkan
dampak terhadap
peningkatan pendapatan rata-rata
masyarakatdi
sekitar lokasi usaha.Pasal 20
Kriteria
menyerapbanyak tenaga
kerja lokal
sebagaimana dimaksuddalam Pasal 18
huruf
b
sebesarlebih
dari
10
(sepuluh) persen darijumlah
tenaga kerja yang dipekerjakan.Pasal 21
Kriteria
menggunakan sebagianbesar
sumberdayalokal
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 18
huruf
c
sebesarlebih
dari 30
(tiga
puluh)persen dari total bahan baku yang digunakan dalam kegiatan usaha.
Pasal22
Kriteria
memberikan
kontribusi
bagi
peningkatan pelayanan publik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18huruf d
adalah yang membantupemerintah daerah dalam
penyediaan pelayananpublik
berupa
dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesarlebih dari
2
(dua) persendari total keuntungan bersih per tahun.
Pasal 23
Kriteria memberikan
kontribusi
dalam peningkatan Produk
DomestikRegional
Bruto
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal
18 huruf
e diberlakukan kepada penanam modal yangnilai
total produksi penanam modal meningkat lebihdari
1O (sepuluh) persen per tahun.Pasal24
(1)
Kriteria
berwawasan lingkungan
dan
berkelanjutan
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 18huruf
f
diberlakukan
kepadajenis
usahaatau
penanam
modal
yang
memiliki
dokumen
pengelolaanlingkungan hidup.
(2)
Kriteria
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1) menerapkanprinsip-prinsip
keseimbangan, kemudahan, keadilan, dan keterkaitan dalam pemanfaatan sumber dayaalam
sertataat
pada rencanatata
ruang yang telah ditetapkan sertauntuk
mendorong pertumbuhan ekonomidengan tetap mempertahankan lingkungan.
Pasal 25
Kriteria termasuk skala prioritas tinggi
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 18huruf
gdiberlakukan
kepada penanam modal yang usahanyaberada
dan/atau
sesuai dengan :a.
Rencana Tata Ruang Daerah;b.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD);c.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD); danPasal26
Kriteria termasuk
pembangunaninfrastruktur
sebagaimana dimaksuddaiam Pasal 18
huruf h
diberlakukan
kepada penanam modal
yangkegiatan
usahanyamendukung pemerintah daerah dalam
penyediaanfasilitas sosial
dan/atau
fasilitas umum.Pasal 27
Kriteria melakukan
alih
teknologi sebagaimanadimaksud dalam
Pasal18 huruf i
diberlakukan kepada
penanam
modal yar:g
kegiatanusahanya memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah
dan masyarakat dalam melakukanalih
teknologi.Pasal 28
Kriteria
melakukanindustri pionir
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal18 huruf j
diberlakukan kepada
penanam
modal
yang
kegiatan usahanya membukajenis
usaha baru yangmemiliki
:a.
keterkaitan yang luas;b.
memberikannilai
tambah tinggi dan memperhitungkan eksternalitas yang terjadi;c.
memperkenalkan teknologi baru; dand. memiliki nilai
strategis
bagi
perekonomian
nasional
denganmeningkatkan potensi daerah menjadi unggulan daerah.
Pasal 29
(1)
Kriteria
beradadi
daerah terpencil, daerah tertinggal,
atau
daerahperbatasan sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 18
huruf
k
diberlakukan kepada penanam modal
yang
tersedia
dan
mampu mengembangkankegiatan usahanya
di
daerah terpencil,
daerahtertinggal
atau
daerah perbatasan.(2)
Kriteria
sebagaimanadimaksud pada
ayat (1) adalah
daerah yang keterjangkaluar,aksesibilitasnya
atau
derajat kemudahan
dicapaioleh
orang terhadap
suatu
objek pelayanan
ataupun
lingkungan masih sangat terbatas.(3)
Kriteria
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)dimaksudkan
sebagaiupaya
mendorong percepatan pertumbuhan
ekonomi
di
daerahterpecil, tertinggal, dan atau daerah perbatasan.
Pasal 3O
Kriteria
melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan,dan
inovasi sebagaimanadimaksud dalam Pasal 18
huruf
1diberlakukan
kepadapenanam modal yang kegiatan usahanya bergerak
di
bidang penelitian dan pengembangan, inovasi teknologi dalam mengelola potensi daerah.Pasal 31
Kriteria bermitra
dengan UsahaMikro, Kecil,
Menengahdan
Koperasi (UMKMK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18huruf
m diberlakukan kepada penanam modal yang kegiatan usahanya melakukan kemitraandengan pengusaha mikro, kecil, menengah, atau koperasi.
Pasal 32
Kriteria
industri
yang mengunakan barang modal, mesin, atau peralatanyang
diproduksi di
dalam negeri sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 18huruf n
diberlakukan
kepada penanam modal yang kegiatan usahanya menggunakan kandungan lokal lebih dari 5O (lima puluh) persenuntuk:
a.
b.
c.
barang modal bempa bahan mesin; atau
peralatan yar,.g diproduksi di
atau kandungan lokal; dalam negeri.
BAB VIII
BIDANG USAHA PENANAMAN MODAL Pasal 33
(1)
Bidang usaha dan kegiatan
penanaman modalyang
diprioritaskanmemperoleh
insentif dan
kemudahanyaitu
industri yang
mengolahproduk
unggulan daerah
dan/atau industri
pemanfaatan
limbah domestik.(2) Bidang usaha dan kegiatan penanam modal yang dapat memperoleh
kemudahan
yaitu
bidang usaha yangterbuka
dengan persyaratan di bidang penanaman moda1.BAB IX
PEMOHON Pasal 34
Insentif
danfatau
kemudahan penanamanmodal dapat
diajukan
olehpemohon semua bidang usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18,
baik lama atau baru.
Pasal 35
(1) Pemberian
insentif dan/atau
kemudahan penanaman modal
bagiusaha lama
adalah
penanam
modal
yang
sedang
melakukan perluasan usaha, baik dalam pengembangan pasar dalam negeri atauluar
negeri atau penanam modal yang mengalami kerugiandan/atau
kepailitan.(2) Pemberian
insentif dan/atau
kemudahan penanaman modal
bagiusaha
baru
adalah penanam modal yang
baru mulai
mendirikanusaha.
BAB X
TATA CARA PEMBERIAN INSENTIF DAN KEMUDAHAN Pasal 36
Pemberian
insentif
dan
pemberian kemudahan penanaman
modaldilakukan
dengan tata cara sebagai berikut:a.
Penanam modalyang
ingin
mendapatkaninsentif dan
kemudahanharus
mengajukan
usulan
kepada
PemerintahProvinsi
Sumatera Utara.b.
Usulan sebagaimana dimaksud padahuruf
a, memuat:1.
lingkup usaha;2.
kinerja manajemen; dan3.
perkembangan usaha.c.
Khusus
untuk
usaha
mikro,
usaha
kecil,
usaha
menengah dankoperasi
usulan cukup
dengan menyampaikankebutuhan insentif
dan kemudahan yang diPerlukan'Pasal 37
Gubernur
menetapkanTim Verifikasi
Penilaian PemberianInsentif
dan Kemudahan Penanam Modal dengan Keputusan Gubernur.Pasal 38
(1)
Tim
Verifikasi
Penilaian
Pemberian
Insentif
dan
KemudahanPenanam Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 mempunyai tugas :
a.
melakukan
verifikasi
usulan
dan
pengecekan
kelengkapanpersyaratan yang harus diPenuhi;
b.
melakukan penilaian terhadap masing- masing
kriteria
secaraterukur;
c. menggunakan
matrik penilaian untuk
menentukanbentuk
danbesaran
pemberian
insentif
dan
pemberian
kemudahan penanaman modal;d.
menetapkan
urutan
penanam
modal
yang
akan
menerimapemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman modal;
e. menetapkan
bentuk
dan
besaraninsentif yang akan
diberikan; danf.
menyampaikan rekomendasi
kepada Kepala Daerah
untuk
ditetapkan menjadi
penerimainsentif dan
penerima kemudahan penanaman modal.(2) Dalam melakukan tugasnya sebagaimana dimaksud pada
ayat
(1),Tim
Verifikasi melakukan penilaian dengan
mempedomaniketentuan
atau syarat-syarat
yarrgtercantum
dalam
Lampiran yangtidak
terpisahkan dari peraturan daerah ini.Pasal 39
Penanam mod,al
yang akan
memperolehinsentif
dan
kemudahanmengajukan permohonan secara
tertulis
kepadaGubernur untuk
mendapatkan persetujuan, dengan
melampirkan
persyaratan berupa izin prinsip penanaman modal.Dalam melakukan penilaian dan persetujuan terhadap permohonan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dilakukan
oleh Tim Verifikasi Penilaian Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanam Modal.Pemberian penilaian
dan
persetujuan sebagaimana dimaksud padaayat
{2\
ditetapkan dengan Keputusan
Gubernur
dalam
jangkawaktu
paling
lama 15
(lima
belas)
hari
kerja terhitung
sejakpermohonan diterima dan dinyatakan lengkap dan benar'
Dalam
hal
hasil
penilaian
sebagaimanadimaksud pada
ayat
(3)masih terdapat kekurangan
persyaratanTim
Verifikasi
PenilaianPemberian
Insentif
dan
Kemudahan Penanam
Modal
wajib memberitahukan kepada pemohon dalamwaktu
3
(tiga)hari
sejakditetapkannya hasil pemeriksaan permohonan. (1)
(21
(3)
(41
(5) Dalam hal hasil penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah memenuhi persyaratan
kriteria
pemberianinsentif dan
kemudahanpenanaman
modal, maka dapat
diberikan
insentif
danlatau
kemudahan yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.Pasal 4O
Keputusan
Gubernur
sebagaimanadimaksud
dalam pasal39 ayat
(5) sekurang-kurangnya memuat mengenai:a. nama dan alamat Badan Usaha Penanaman Modal; b. bidang usaha atau kegiatan penanaman modal;
c.
bentuk, jangka
waktu,
serta
hak
dan kewajiban
penerimainsentif
dan I atau kemudahan penanaman modal.Pasal 4 1
(1)
Dalam
ha1 permohonanpersetujuan
sebagaimanadimaksud
dalamPasal 39
ayat (1)
ditolak
oleh Gubernur, maka penolakan
harusdisertai
dengan alasan yang
jelas
secara
tertulis
dan
sekaligus mengembalikan berkas permohonan.(2) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan paling lama
7
(tujuh)hari
kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan lengkap dan benar.BAB XI
DASAR PENILAIAN
Pasal42
(1) Pemerintah daerah
dalam melakukan penilaian
pemberianinsentif
dan kemudahan kepada penanaman modal berdasarkan pada :a.
bidang usaha; danb.
kriteria
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18.(2) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menentukan bentuk
dan
besaraninsentif dan
kemudahanyang akan diberikan
kepada penanam modal.(3)
Bentuk dan
besaraninsentif
sebagaimanadimaksud pada
ayat (2)didasarkan pada
banyaknyakriteria yang dipenuhi oleh
penanammodal.
(4)
Pemerintah daerah
dalam
memberikan
insentif
dan
kemudahan disesuaikan dengan:a. kriteria
penerirna
insentif
danfatau
kemudahan
penanaman modal sebagaimana dimaksud dalam pasal 18;b.
skala prioritas dalam kebijakan
penanamanmodal
sebagaimanadimaksud dalam pasal 33; dan
c.
kemampuan anggaran pendapatan dan belanja daerah.BAB XII
JANGKA WAKTU PEMBERIAN INSENTIF DAN KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL
Pasal 43
(1) Pemberian
insentif diberikan kepada
penanammodal
baru
paling banyak4
(empat)kali
dalamkurun waktu
5Tahun
sejak beroperasiusahanya.
(1)
{2)
{2) Pemberian
insentif diberikan
kepada penanam modal lama diberikanpaling banyak
2
(dua)kali
saat usaha
penanammodal
mengalami kerugian danf atau mengalami kepailitan.(3) Pemberian kemudahan
diberikan
kepada penanam modalbaru
dan lama sepanjang badan usaha beroperasi.BAB XIII
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 44
Pembinaan terhadap pemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman
modal
di
daerah dilakukan oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.Pembinaan sebagaimana
dimaksud
padaayat
(1) dikoordinasikanoleh Badan
PenanamanModal
dan
PromosiProvinsi
Sumatera Utara.Pembinaan terhadap pemberian insentif dan pemberian kemudahan
penanaman
modal
di
KabupatenlKota dikoordinasikan
olehGubernur.
Pasal 45
Pengawasan
atas
pemanfaatan
pemberian
insentif
dan/atau
kemudahan
penanaman
modal
di
daerah dilakukan
olehPemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pengawasan sebagaimana
dimaksud
padaayat
(1) dikoordinasikanoleh
Badan
PenanamanModal
dan
Promosi Provinsi
Sumatera Utara.Pengawasan terhadap pemberian insentif dan pemberian kemudahan
penanaman moda-l
di
Kabupaten/Kota dikoordinasikan
olehGubernur.
BAB XIV
PELAPORAN DAN EVALUASI
Pasal 46
Penanam
modal
yang
menerima
insentif
dan
kemudahan penanaman modalwajib
menyampaikan laporan kepada Gubernurmelalui
Kepala
Badan
PenanamanModal
dan
Promosi
Provinsi SumateraUtara dan
kepadaBupati/Walikota melalui
SKPD yang menangani penanaman modal di daerahnya secara berkala.Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan format laporan yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini.
Pasal 47
Bupati/Walikota
menyampaikan laporan perkembangan pemberianinsentif
dan
pemberian kemudahan penanaman
modal
di daerahnya kepadaGubernur
secaraberkala setiap 1
(satu)tahun
sekali.Gubernur
menyampaikanlaporan
kepadaMenteri Dalam
Negerimengenai perkembangan pemberian
insentif
danlatau
pemberian kemudahan pananaman modaldi
daerah secaraberkala setiap
1 (satu)tahun
sekali.(1) (2) (3) (1) (21 (3) (1) (2) l4
(1) (2)
Pasal 48
Gubernur melakukan evaluasi terhadap kegiatan penanaman modal
yang memperoleh
insentif danlatau
kemudahan.Bupati/Walikota
melakukan evaluasi terhadap kegiatan penanamanmodal
yang
memperoleh
insentif dan/atau
kemudahan
didaerahnya.
(3)
Evaluasi
sebagaimanadimaksud pada
ayat
(1)
dan ayat
(2) ini
dilakukan
1 {satu)tahun
sekali.BAB XV
SANKSI Pasal 49
Setiap
penanatn moda-l
yar:g
mendapatkan
insentif
danf ataukemudahan,
tidak
melaksanakan kewajiban
sebagaimanaPasal
6peraturan daerah
ini
dikenakan sanksi administrasi berupa:a. peringatan tertulis;
b.
pencabutan pemberian
insentif
dan/atau
kemudahan
penanaman modal.BAB XVI
KETENTUAN PENUTUP Pasal 50
Peraturan Daerah
ini mulai
berlaku pada tanggal diundangkan.Agar
setiap orang
mengetahuinya,
memerintahkan
pengundangan Peraturan Daerahini
dengan penempatannya dalam Lembaran DaerahProvinsi Sumatera Utara.
Ditetapkan
di
Medanpada
tanggal
11 September 2074GUBERNUR SUMATERA UTARA
ttd
GATOT PUJO NUGROHO
Diundangkan di Medan
pada tanggal 12 September 2AI4
SEKRETARIS DAERAH
PROVINSI SUMATERA UTARA,
ttd
DIN LUBIS ngan Aslinya UKUM, Pembina U Muda 198003 (IV/C)I
OO4 NrP. 19590227 15PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
NOMOR
8
TAHUN 2OI4TENTANG
PEMBERIAN INSENTIF DAN KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL
I.
UmumKegiatan penanaman
modal
telah
menjadi bagian
dari penyelenggaraan perekonorniannasional
dan
ditempatkan
sebagaiupaya
untuk
meningkatkan pertumbuhan
perekonomian nasional dan perekonomian daerah. Kegiatan penanaman modaldi
SumateraUtara
selama
ini
sangat
berperan
penting
antara
lain
dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, memberdayakan sumberdaya lokal, meningkatkan pelayananpublik,
meningkatkan
Produk
Domestik Regional
Bruto,
sertamengembangkan usaha mikro, kecil, dan koperasi.
Upaya daerah
untuk
meningkatkan penanaman modal melaluipemberian
insentif dan/atau
kemudahan
bagi
penanam
modal tergolongmasih rendah bahkan
cenderungkontra produktif.
Haltersebut antara
lain
ditandai
dengan banyaknyaperaturan
daerahtentang pajak dan
retribusi
daerah serta pungutan-pungutan lainnyayang
justru
makin
membebanikalangan pelaku
usaha
termasukpenanam
modal
yang
mengakibatkan
daya saing
daerah
dan nasionaldi
bidang investasi makin menurun.Pengaturan pemberian
insentif
dan
pemberian
kemudahan penanamanmodal
di
daerah
diatur
dalam
Peraturan PemerintahNomor
45
Tahun
2O08tentang
Pedoman PemberianInsentif
dan Pemberian Kemudahan PenanamanModal
di
Daerah dan pasal
7mengamanahkan
bahwa "Ketentuan
mengenaipemberian insentif
dan
pemberian kemudahan penanaman
modal
diatur
denganPeraturan Daerah
". Untuk
itu
perlu menetapkan
Peraturan DaerahProvinsi
Sumataera
Utara
tentang
Pemberian
Insentif
dan Kemudahan Penanaman Modal.il.
PASAL DEMI PASALPasal 1 Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Pasal 2 Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7
Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Cukup jelas Pasal 1O Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 11 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Cukup jelas Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas t7
Pasal24 AYat (1) AYat (2) CukuP jelas CukuP jelas Pasal 25 CukuP jelas Pasal 26 CukuP jelas Pasal27 CukuP jelas Pasal 28 CukuP jelas Pasal29 AYat
tt'
"r*,
jeras AYat (2) CukuP jelas AYat (3) CukuP jelas Pasal 30 CukuP jelas Pasal 31' CukuP jelas Pasal 32 CukuP jelas Pasal 33 AYat (1) CukuP jelas AYat (2) CukuP jelas Pasal 34 CukuP jelas Pasal 35 AYat (1) Cukup jelas AYat (2) CukuP jelas Pasal 36 CukuP jelas Pasal 37 Cukup jelas 18Pasal 38 AYat (1) CukuP jelas AYat (2) CukuP jelas Pasal 39 AYat (1) CukuP jelas AYat (2) Cukup jelas AYat (3) CukuP jelas AYat (a) CukuP jelas AYat (5) CukuP jelas Pasal 4O CukuP jelas Pasal 41 AYat (1) CukuP jelas AYat
(')
"'.,*,
jelas Pasal42 AYattt'
"'ot'p
jelas AYat (2) CukuP jelas AYat (3) CukuP jelas AYatto'
"'u'p
jelas Pasal 43 AYat (1) CukuP jelas AYat (2) CukuP jelas Ayat ,a,"r*p
jelas Pasal 44 AYat (1) CukuP jelas AYatt''
"t'*P
jelas AYat (3) CukuP Jeras Pasal 45 AYat"'
"t'u"P
jelas AYat'''
"rurp
jelas AYat (3) CukuP Jetas 19Pasal 46 AYat (1) CukuP jelas AYat (2) CukuP jelas Pasal 47 AYat (1) CukuP jelas AYat (2) CukuP jelas Pasal 48 AYat (1) CukuP jelas AYat
''' "rr*p
jelas AYat (3) CukuP jelas Pasal 49 CukuP jelas Pasal 5O CukuP jelasPROVINSI SUMATERA
UTARATAMBAHAN LEMBARAN
DAERAHi;HtN
2ot4
NoMoR
2sI,AMPIRAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATEM UTARA
NOMOR
8
TAHUN 2014 TANGGAL 11 SEPTEMBER 2014JENIS.JENIS PEMBERIAN INSENTIF, FORMAT HASIL PENILAIAN DAN FORMAT I.APOMN
I.
JENIS PEMBERIAN INSENTIF BERUPA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH.No Pajak Dan Retribusi Provinsi KETERANGAN
Jenis Pajak
1. Pajak Provinsi
a. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKts) c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan
Bermotor
(PBBKB) d. PajakAir
Permukaane. Pajak Rokok
Dapat diberikan
Pengura.ngan, Keringananatau Pembebasan
pajakDaerah yang besaran
dan
tata cara
pemberiannyaditetapkan
lebihlanjut
dalam Peraturan Pelaksanaan Perda ini.2. Retribusi Jasa Umum
a.
Retribusi
P'elayananKesehatan;b.
Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor;c.
Retri'busi Penggantian Biaya Cetak peta;d.
Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang;e.
Retribusi Pelayanzrn Pendidikan; danf.
Retribusi Pengendalian Menara_Telekomunikasi.Pemberian
insentif
investasibaik
berupa keringanan, pengurangandan
pembebasan disesuaikandengan
kemampuankeuangan dan
kebijakan daerah.
-J. Retribusi Jasa Usaha
a. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah;
b. Retribusi Tempat Penginapanl Pesanggrahan/Villa;
c. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga;
d. Retribusi Penyeberangan di Air;
e. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah;
Pemberian
insentif
investasibaik
berupa keringanan, pengurangandan
pembebasandisesuaikan
dengan kemampuan keuangan dankebijakan daerah.
4. Retribusi P erizinan Tertentu
a.
Retribusi Izin Trayek; danb.
Retribusi Izin Usaha Perikanan.Pemberian
insentif
investasiberupa
keringanan, pengurangan danpembebasan
disesuaikan
dengan
kemampuan keuangan
dankebijakan daerah.
II. FORMAT PENILAIAN
A. VARIABEL PENILAIAN
No. VARIABEL INDIKATOR PARAMETER NILAI
1.
Kontribusi
Terhadap
Peningkatan Pendapatan MasyarakatPenanam
modal dapat memberikandampak
terhadap
peningkatanpendapatan
rata-rata masyarakat disekitar lokasi
usahaa.
Tingkat rata-rata
pendapatankaryawan per bulannya dibawah UMK
b.
Tingkat rata-rata
pendapatankaryawan per bulannya
sama denganUMK
c.
Tingkat rata-rata
pendapatankaryawan oer bulannva diatas UMK
1
2 3
2. Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Penggunaan tenaga
keda lokal yang
dibutuhkan/dipekerjakan
dalam usahanya.a.
Ada
penyerapan tenaga
kerja
lokalberpendidikan dasar (SD / SMP)
b.
Ada
penyerapan tenaga
kerja
lokalberpendidikan menengah (SMA/ SMK)
c.
Ada
penyerapan tenaga
kerja
lokalberpendidikan
tinggi(Dirrloma / Akademi / Sari ana)
1
2
3
3. Penggunaan Sumberdaya Lokal Penanam
bahan
baku dibandingkandiambil
dari digunakan usahanya modal lokal bahanluar
dalam menggunakanlebih
besarbaku
yangdaerah
yang kegiatana. Rasio
total
biaya
bahan
baku
darisumber lokal yang
digunakanterhadap
total kebutuhan
bahan bakukurang
dari lO o/ob. Rasio
total
biaya
bahansumber lokal
yangterhadap
total
kebutuhanantara lA
o/o - 3a o/oc. Rasio biaya
bahan
baku
dari
sumberlokal
yang
digunakan terhadap
totalkebutuhan bahan
baku
lebih dari 3Oo/obaku
dari digunakan bahan baku 1 2 3 23No. VARIABEL INDIKATOR PARAMETER NILAI
4.
Kontribusi
Terhadap
PeningkatanPelayanan Publik
Penanam
modal
melaksanakanpenyaluran
dana dari
programTanggjungjawab sosial (CSR) secara
rutin.
Belum ada
kontribusi
dana CSRKontribusi dana
CSRkurang
dari ohl Tdnun dari keuntungan bersihnyaKontribusi dana
CSRlebih
dart
2o/oTahun dari Keuntungan bersihnYa
a
b
1 2
3
5. Kontribusi Terhadap PDRB Peningkatan total produksi penanam
modal
baik
perkiraan
maupunrealisasinya
a. Pertumbuhan
nilai total
produksipenanam
modal meningkat
rata-ratakurang5%pertahunnYa
b.
Nilai total
produksi
penanam
modalmeningkat antara 5 o/o
-
lO o/o/Tahun
c.
Nilai total
produksi
penanam
modalmeninskat lebih
dari
lO o/o/
Tahun1
2
3
6.
Berwawasan
Lingkungan
danBerkelanjutan
Badan Usaha/Penanam Modal yang
menerapkan
prinsip-prinsiPkeseimbangan
dan
keadilan,
sertapemanfaatan
sumber
daya
(alam)dan taat
pada rencana
tata
ruang yang telah ditetapkana.
Penanam
Modal tidak
memilikidokumen AMDAL
b.
Penanam
Modal
Memiliki
dokumenAMDAL
namuntidak
melakukan daurulang limbahnya (Produksi Bersih)
c.
Penanam
Modal
Memiliki
dokumenAMDAL
dan
melakukan
daur
ulanglimbahnya (Produksi Bersih)
1
2
3
7. Skala Prioritas Tinggi Badan Usaha/Penanam Modal yang
usahanya berada
dan/atau
sesuaidengan : rencana tata ruang daerah;
RPJPD;
RPJMD;
dan
kawasanstrategis cepat tumbuh.
a. Usaha
penanam modal
sesuai denganRTRW
namun
tidak
masuk
masukdalam
dokumenPJPD/RPJMD/Renstra SKPD dan tidak
berlokasi
di
kawasan strategis
cepattumbuh
b. Usaha
penanam
modal
sesuai denganRTRW,
masuk dalam
dokumenRPJPD/RPJMD/Renstra
KPD
namun1
2
No. VARIABEL INDIKATOR PARAMETER NILAI
tidak
berlokasi
di
kawasan
strategiscepat
tumbuh
c. Usaha
penanam modal sesuai dengan
RTRW,
masuk dalam
dokumenRPJPD / RPJMD /
Renstra SKPD
danberlokasi
di
kawasan strategis
cepattumbuh
J
8.
Bidang
usahaInfrastruktur
pembangunan
Penanam
Modalyang
mendukung pemerintah daerah dalampenyediaan sarana
dan
prasaranayang
dibutuhkan oleh
masyarakatPenanam modal yang
dalamusahanya
menyertakan pembangunantidak
menyertakan
pembangunanFASOS dan FASUM
Penanam modal yang
dalamusahanya
menyertakan pembangunanFASOS
dan
FASUM
memPerolehdukungan dana dari APBD
Penanam
modal yang
dalamusahanya
menyertakan pembangunanFASOS atau FASUM
1
2
.)
9. Melakukan Alih Teknologi
Penanam
Modalyang
memberikankesempatan
kepada
pemerintahdaerah
dan
masyarakat
dalammeningkatkan
pengetahuan
dan penerapan teknologi yang digunakan oleh penanam modala. Belum ada
transfer
teknologi kepadaPemerintah Daerah
maupun
kePadaMasyarakat
b.
Transfer
teknologi kepada PemerintahDaerah
dan
Masyarakat
dilakukandengan dukungan dana APBD
c.
Transfer
teknologi kepada PemerintahDaerah
dan
Masyarakat
dilakukandengan
pembiayaan
Penuh
daripenanam modal
1
2
3
No. VARIABEL INDIKATOR PARAMETER NILAI
10. Merupakan
Industri Pioner
Penanam
Modal
yang
membukajenis
usaha baru yang
memilikiketerkaitan kegiatan
usaha
yangluas,
memberi
nilai tambah
danmemperhitungkan eksternalitas
yang terjadi,
memperkenalkanteknologi
baru,
serta memiliki nilai
strategis dalam mendukungpengembangan
produk
unggulandaerah
Usaha
penanam
modal
nukan
jenisusaha
baru dan tidak
memilikiketerkaitan
kegiatanusaha yang luas
(Keterkaitan kedepan
dan kebelakang)
dan
tidak
mendukung pengembangan
produk unggulan daerah (PUD)
Usaha
penanam
modal
adalah jenisusaha
baru yang memiliki
keterkaitankegiatan usaha yang
luas (Keterkaitan
kedepan
dan
kebelakang
tapi
tidakmendukung
pengembangan
produkunggulan daerah (PUD)
Usaha
penanam
modal
adalah jenisusaha
baru
yangmemiliki
keterkaitankegiatan usaha yang
luas (Keterkaitan
kedepan
dan
kebelakang danmendukung
pengembangan
produkunssulan daerah (PUD)
1
2
3
11.
Berlokasi
di
Daerah
Terpencil,Tertinggal atau Perbatasan
Penanam Modal
yang
bersedia danmampu
mengembangkan kegiatanusahanya di
daerah
yangaksesibilitasnya
masih
sangatterbatas, daerah marginal,
dan/atau
perbatasan
a. Lokasi proses
produksi
dari
penanammodal berada
di
pusat wilayah
atau pinggiran (sub urban)b. Lokasi proses
produksi
dari
penanammodal
berada
di
tertinggal
atauperbatasan
c. Lokasi proses
produksi
dari
penanammodal berada di terpencil
1
2
3
t2.
Melaksanakan
Penelitian,Pengembangan
dan
inovasiKegiatan usahanya bergerak
dibidang
penelitian
danpengembangan,
inovasi
teknologi dalam mengelola potensi daeraha. Tidak ada kegiatan Litbang dan inovasi
dalam
peningkatan
nilai
tambahproduk unggulan daerah (PUD)
b.
Ada
kesiatan
Litbans
dan
inovasi 1No. VARIABEL INDIKATOR PARAMETER NILAI
namun tidak terkait
denganpengembangan
produk
unggulandaerah (PUD)
c.
Ada kegiatan Litbang
dan
inovasinamun
yang terkait
erat
denganpengembangan
produk
unggulandaerah (PUD)
2
n J
13 Bermitra Dengan UMKMK
Melakukan
kemitraan
denganpengusaha
mikro, kecil,
menengahatau koperasi
a.
Penanam
modal
belum
melakukankemitraan
tidak
secara fungsionalb.
Penanam modal
melakukankemitraan
secarafungsional
dalambidang
produksi sajac.
Penanam modal
melakukankemitraan
secarafungsional dalam
bidane
produki dan pemasaran hasil1
2
3
l4
Menggunakan Barang Modal, MesinAtau
Peralatan Dengan Kandungan LokalKegiatan
usahanya
menggLrnakanbarang
modal
(bahan/kandunganlokal), mesin,
atau
peralatan
yangdiproduksi
di
dalam negeri.Penanam
modal belum
menggunakanbarang
modal, mesin atau
peralatanproduksi dengan kandungan lokal
Penanam
modal
menggunakan barangmodal, mesin
atau
peralatan produksidengan kandungan
lokal
kurang
dari50 o/o
Penanam
modal
menggunakan barangmodal, mesin
atau
peralatan produksidengan kandungan
lokal
lebihdari 50
o/o b. C. 1 2 3 27
b.
SKALA PRIORITAS PENANAM MODAL1)
Skala Penentuan Prioritas Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modala.
Skornilai antara 14 sampai
23 =
Prioritas Rendahb.
Skor nilai antara 24 sampai33
:
Priotitas Sedangc.
Skor nilai antara 34 sampai42
:
Prioritas Tinggi2)
Tabel Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal Berdasarkan Skala PrioritasnyaBentuk Pemberian
Insentif dan Kemudahan
Investasi
Prioritas
RendahPrioritas Sedang
Prioritas(maks
Tinggi 3O%)
Bentuk Insentif
DalamPenanaman Modal
Pengurangan,
keringananatau
pembebasanretribusi
dan
pajak
untuk
setiappenanam
modal
diberikanmaksimum sebesar
maksimum
10
ohdan
totalperkiraan
atau
realisasipembayaran
pajak
danretribusi dari
penanammodal
Pengurangan,
keringanan
ataupembebasan
retribusi
danpajak
untuk
setiap
penanammodal sebesar maksimum 2Ooh
dari total
perkiraan
ataurealisasi pembayaran pajak dan
retribusi dari
penanam modalatau
Pembebasan
pembayaranretribusi
Provinsi selama
3(tiga) bulan
Pengurangan,
keringanan
ataupembebasan
retribusi
dan
pajakuntuk
setiap
penanam
modalsebesar
maksimum
3Ao/odari
totalperkiraan atau realisasi
dari
pembayaran
retribusipenanam modal
atau
Pembebasan
pembayaranretribusi
Provinsi selama
6(enam) bulan
Bentuk
Dalam Modal
Kemudahan
Penanaman
Penyediaan
data
daninformasi
terkait
dengan peluang usaha;Pengurusan
izin
usahayang cepat;
Pemberian
layanankonsultasi usaha;
4. penyediaan informasi lahan atau lokasi
3
Penyediaan
data
daninformasi
terkait
dengan peluang usaha;Pengurusan izin usaha yang
cepat;
Pemberian layanan
konsultasi usaha;
4.
penyediaaninformasi
lahanatau lokasi
penyediaan
saranaprasarana
2
dan
Penyediaan
data dan
informasiterkait dengan peluang usaha;
Pengurusan
izin
usaha
yangcepat;
Pemberian
layanan
konsultasiusaha;
Pemberian
fasilitasi
promosiinvestasi.
penyediaan
informasi
lahanatau lokasi
penyediaan sarana
danprasarana
3)
Syarat-syarat Pembebasan Pembayaran RetribusiSuatu usaha akan diberikan pembebasan pembayaran
retribusi
sampai masa berlakunya izin berakhir,jika
:1. UsaLranya
mengalami pailit yang dinyatakan dengan putusan pengadilan;2.
Usahanya terkena bencana alam yang menyebabkan kerugian lebih dari 50 % dari totalnilai modal
usahanya,tidak
termasuk tanah;
3.
Usahanya terkena bencana alamyang
menyebabkantidak dapat
menjalankan usahanya selama12
(dua belas)bulan
mulai
saat bencana alam terjadi;4.
Usahanya mengalami relokasi yang disebabkan terkena kegiatanpembangunal
untuk
kepentingal umum
(fasosatau fasum), dengan
mempertahalkal
karyawan sebelumnya, serta jenis usahatidak mengalami
perubahaa.4). Ja a Waktu dan Frekwensi Pemberian Insentif dan Kemudahan Dalam Investasi
Penanam Modal Jangka Waktu dan Frekwensi
Insentif
Investasi
Jangka Waktu dan Frekwensi Kemudahan
Penanaman Modal Bagi Penanam Modal Baru
Diberikan maksimum
4
(Empat) kali
dalam
jangka
waktu
5
Tahun
sejak beroperasi usahanvaDiberikan selama badan usaha beroperasi.
Bagi Penanam Modal Lama
Diberikan maksimum
2
(dua)kali
saatusaha
penanam
modal
mengalamikerugian
dan/atau
mengalami kepailitanDiberikan selama badan usaha beroperasi.
III.
FORMAT LAPORAN.1.
LAPORAN PENGGUNAAN INSENTIF DAN/ATAU KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL1.
1.
Nama Badan UsahaL.2.
Bidang Usaha1.3.
Jumlah Tenaga Kerja Tetap1.4.
Jenis Insentif YangDiperoleh
1.4.1. 1.4.2. 1.4.3.
1.5.
Jenis Kemudahan YangDiperoleh 1.5.1
1.5.2 1.5.3
1.6.
Nitai Omzet Penjualan Sebelum dan Sesudah DiperolehInsentif
1.6.1
.
Ornzet Penjualan/Nilai Transaksi Usaha Sebelum DiberikanInsentif
Rp.1.6.2.
OrnzetPenjualan/Nilai Transaksi Usaha Setelah DiberikanInsentif
Rp'1.7.
Penggunaan Insentif (Beri tanda X pada kolom yang tersedia)1.7.1.
Pembelian bahan baku1.7.2.
Restrukturisasi Mesin Produksi1.7.3.
Peningkatan Kesejahteraan Karyawan1.7.4.
Penambahan Biaya Promosi Produk1.7.5.
Lainnya2.
PENGELOLAAN USAHA2.1.
Bidang Sumberdaya Manusia (SDM)2.Ll
Peningkatan kapasitas karyawan melalui pelatihan tematik2.L.1.1.
Jumlah lnsenul karyawan yang mengikuti pelatihankhusus sebelum memperoleh
2.1.1.2.
Jumlah
lnsenul karyawan yangmengikuti
pelatihankhusus
sesudah memperoleh2.1.2
Peningkatan kapasitas karyawan melalui pelatihan umum2.1.2.1.
Jumlah
lnsentlI karyawan yangmengikuti pelatihan umum
sebelum memperoleh2.1.2.2.
Jumlah
lnsenul karyawan yangmengikuti pelatihan umum
sesudah memperoleh2.2. Bidang Produksi
2.2.1
Volume produksi Sebelum diperolehinsentif
Orang Orang Orang Orang Ton 3l
2.2.2
Volume produksi Sesudah diperolehinsentif
2.3.
Bidang Pemasaran2.3.1
Volume produk yang dipasarkan Sebelum diperolehinsentif
2.3.L.1.
Orientasi pasar dalam 1 Provinsi2.3.1.2.
Orientasi pasarluar Provinsi
2.3.2
Volume produk yang dipasarkan Sesudah diperolehinsentif
2.3.2.1.
Orientasi pasar dalam 1 Provinsi2.3.2.2.
Orientasi pasarluar Provinsi
3.
RENCANA KEGIATAN USAHA3.1. Target produksi dan penjualan produk 3
tahun
kedepannya setelah diperolehinsentif
Tahun
VolumeProduksi
Volume Penjualan1
2
3
3.2.
Bidang usaha lainnya (diversifikasi) yang akan dikerjakan setelah memperolehinsentif
3.2.I.
Bidang Perdagangan (sebutkan)3,2.2.
Bidang Jasa (sebutkan)3.2.3
Bidang Pengolahan (sebutkan)Ton Ton Ton Ton Ton 32
3.3.
Peningkatan kapasitas mesin/peralatan produk setelah diperoleh insentif (beri tanda X)3.3.
1.
Melalui Perbaikan Mesin/Peralatan3.3.2
Melalui Penggantian Sebagian Mesin f Peralatan ProduksiAslinya
KEP UM,
Pembina U Muda (IV/C) NIP. 19590227 198003 1 004
GUBERNUR SUMATERA UTARA,
ttd
GATOT PUJO NUGROHO
Salin
aa