• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 DESAIN DAN OBJEK PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 DESAIN DAN OBJEK PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

33

1993, kompor buatan Italy, Jerman dan Jepang menjadi bahan penelitian kami, khususnya untuk mempelajari teknologi, desain dan rangka kompor tersebut, sekaligus memproduksi prototype kompor yang diinginkan.

Pendirian pabrik di Cikupa, Tangerang, pada tahun 1994, menyusul satu tahun kemudian, tepatnya pada bulan Agustus 1995, diluncurkan produk komersial pertama yaitu Quantum tipe QGC401 yang berhasil meraih sukses di pasaran. Dilanjutkan tipe – tipe lain, dua tahun berselang, pabrik tersebut sudah mampu memproduksi 5000 unit kompor gas per bulan. Akhir 1997, resesi berdampak pada kemampuan untuk melanjutkan usaha, ditambah, pasar kompor gas menjadi lesu akibat kenaikan harga yang drastis dari produk kompetitor dan daya beli masyarakat menurun.

Berpegang teguh pada komitmen untuk membuat produk yang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau, PT. Aditec Cakrawiyasa berinovasi dengan melakukan re-desain dan mengurangi kemewahan dari kompor gas. Hasilnya, di penghujung 1998, produk terbaru dijual dengan harga Rp. 300.000,- sementara perusahaan lain menjual dengan harga Rp. 900.000,- Masa ini merupakan momentum kenaikan penjualan yang membuat PT. Aditec Cakrawiyasa secara konsisten berinovasi dalam memproduksi kompor dan juga produk home appliances lainnya, diantaranya rice cooker pada tahun 2003, disusul blender pada tahun 2004 dengan masing – masing kapasitas produksi mencapai 10,000 unit per-bulan. Karena inovasi jugalah, PT. Aditec

(2)

34

Cakrawiyasa meraih banyak pencapaian pada tahun – tahun berikutnya, diantaranya berhasil memenangkan tender Pertamina untuk membuat kompor gas konversi pada tahun 2006, dan pada tahun 2007, PT. Aditec Cakrawiyasa berhasil menemukan alat pengefisien pemakaian gas pada kompor gas LPG yang telah didaftarkan pada Agustus 2007 di Direktorat Paten, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Gedung lima lantai di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi pusat seluruh kegiatan pemasaran. Sementara proses produksi dilakukan di pabrik yang terletak di Cikupa dan Jatake, Tangerang. Disamping itu, guna menunjang pemasaran dan layanan purna jual, telah tersedia showroom, service centre dan service point di 32 kantor cabang di Sumatera, Jawa dan Bali dengan dukungan lebih dari 1500 orang karyawan.

Produksi terbaik tersebut, kini dapat dilihat dari produk Quantum yang beragam baik kompor gas, blender dan rice cooker, kesemuanya memiliki desain yang cantik, pemilihan warna yang khas, rangka dan fisik yang kuat serta dukungan spare part dan layanan purna jual.

3.1.2. Bidang Usaha

PT. Aditec Cakrawiyasa telah memproleh sertifikasi ISO 9001 : 2008 dalam bidang Design dan Development, Manufacturing, Marketing, Sales Services dan Distribution, sehingga produk-produk Quantum terjaga kualitasnya.

3.1.3. Visi dan Misi

Visi :

Memuaskan konsumen dengan beragam produk yang bisa dibanggakan karena memiliki nilai kualitas mutu tinggi didukung dengan estetika desain yang menawan serta daya tahan yang kuat dan usia penggunaan yang panjang, namun tetap dengan harga yang kompetitif. Melakukan penelitian, pengembangan dan pengujian yang terbaik untuk terus melahirkan produk inovatif, praktis dan efisien.

(3)

rumah tangga dengan variasi pilihan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomis serta pengenalan merk yang tinggi.

Memanfaatkan kekosongan di pasar dengan meluncurkan produk alternatif yang bisa menjadi pelopor dan memberikan keuntungan bagi konsumen.

3.1.4. Produk

PT. Aditec Cakrawiyasa berfokus pada produk rumah tangga, mulai dari rice cooker, kompor gas, regulator, kipas angin, juicer dan produk rumah tangga lainnya.

(4)

36

Gambar 3.2. Quantum QGC-201 DEP (Kompor Gas)

Gambar 3.3. Quantum QPH-012 (Regulator)

(5)

Gambar 3.5. Quantum QSC-242 (Super Cooker)

Gambar 3.6. Quantum QSF-101 PME (Super Fan)

3.1.5. Quantum ERP

PT. Aditec Cakrawiyasa mengembangkan sendiri sistem ERP yang digunakan. Terdapat 2 (dua) jenis sistem ERP yang digunakan oleh perusahaan tersebut, yaitu Quantum ERP dan Quantum HR. Quantum ERP lebih mencakup pada sisi produksi dan penjualan perusahaan sedangkan Quantum HR lebih mencakup area Human Resource sehingga terdapat perbedaan penggunaan aplikasi dalam sistem ERP disetiap divisi dalam perusahaan. Quantum ERP dan Quantum HR bersifat saling berkaitan dan masih berada dalam satu sistem ERP yang sama. Berikut adalah tampilan sistem Quantum ERP yang sedang berjalan pada perusahaan PT. Aditec Cakrawiyasa.

(6)

38

Gambar 3.7. Quantum ERP (Home)

(7)

Gambar 3.9. Quantum ERP (Bank Balance)

(8)

40

Gambar 3.11. Quantum ERP (Job Order)

(9)

Gambar 3.13. Quantum ERP (Supplier)

(10)

42

3.2. Prosedur Penelitian

3.2.1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dimana metode tersebut memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Gambar 3.15. Langkah-langkah Penelitian Kuantitatif: Survei

Penelitian dimulai dari menentukan latar belakang masalah dan rumusan masalah. Latar belakang masalah yang diambil penulis adalah tentang pengaplikasian sistem ERP yang cukup banyak digunakan oleh berbagai perusahaan manufaktur, sedangkan rumusan masalah yang ditentukan adalah mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi efektifitas ERP dan faktor kinerja user yang dipengaruhi oleh efektifitas ERP. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan berbagai teori untuk memperjelas masalah dan menjawabnya. Contoh teori utama yang terkandung dalam penelitian adalah teori efektifitas sistem informasi dan teori penilaian kinerja. Jawaban terhadap rumusan masalah tersebut dirumuskan sebagai hipotesis, dimana penulis menentukan bahwa efektifitas ERP memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja user. Setelah hipotesis ditentukan, peneliti menentukan populasi dan sampel data yang akan dikumpulkan, juga melakukan pengembangan instrumen dan pengujian instrumen penelitian. Populasi yang ditentukan adalah pengguna sistem ERP pada perusahaan PT. Aditec Cakrawiyasa. Tahap selanjutnya adalah pengembangan instrumen penelitian, dimana peneliti telah menetapkan 2 (dua) variabel penelitian, yaitu variabel independen berupa efektifitas sistem informasi (ERP) dan variabel dependen berupa penilaian kinerja yang dipengaruhi efektifitas sistem informasi (ERP). Instrumen penelitian variabel independen

LB Masalah & Rumusan Masalah Rumusan Hipotesis Landasan Teori Populasi Sampel Pengembangan Instrumen Pengujian Instrumen Pengumpulan Data Analisis Data Simpulan dan Saran

(11)

populasi yang telah ditentukan. Data yang telah diperoleh akan dilanjutkan kedalam tahap uji dan analisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif dan statistik yang diarahkan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Dari hasil analisis data tersebut, diambil kesimpulan yang berisi jawaban singkat atas rumusan masalah dan karena peneliti melakukan penelitian untuk memecahkan masalah, maka peneliti berkewajiban untuk memberikan saran-saran.

3.2.2. Teknik Pengumpulan Data

Peneliti menggunakan 3 (tiga) metode pengumpulan data, yaitu interview (wawancara), Kuesioner (angket), dan Observasi.

Interview

Interview yang dilakukan akan menjelaskan tentang bagaimana perlakuan manajemen terhadap sistem ERP yang ada, proses pelatihan pada sistem ERP, jenis sistem ERP yang digunakan pada perusahaan dan fungsinya.

Interview dilakukan dengan salah satu karyawan pada divisi IT yang bertempatkan di kantor pusat PT. Aditec Cakrawiyasa, Kebon Jeruk. Terdapat 2 sesi interview dengan total pertemuan sebanyak 2 kali. Sesi interview pertama dilakukan dengan harapan bahwa peneliti dapat mengenal lebih jauh tentang sistem ERP yang berjalan pada perusahaan. Sedangkan sesi interview kedua dilakukan dengan harapan bahwa peneliti dapat mengetahui bagaimana proses pengimplementasian sistem ERP yang berjalan dari sisi perlakuan manajemen dan training yang diadakan pada perusahaan.

(12)

44

Tujuan diadakan interview, antara lain :

1. Untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail.

2. Untuk mendapatkan informasi tidak dapat dijabarkan dengan statistika. 3. Sebagai data pendukung dalam penelitian.

Pertanyaan interview dapat dilihat pada lampiran 5.

Observasi

Observasi dilakukan berfokus pada tampilan sistem ERP yang berjalan pada perusahaan. Proses observasi dilakukan di kantor pusat PT. Aditec Cakrawiyasa, Kebon Jeruk. Harapan peneliti atas dilakukannya observasi ini adalah untuk mengerti lebih jauh bagaimana cara mengaplikasikan sistem ERP yang berjalan dalam perusahaan. Peneliti melakukan observasi dengan cara mencoba mengaplikasikan sistem ERP perusahaan yaitu QUANTUM ERP dengan asistensi dari salah satu karyawan divisi IT perusahaan. Proses observasi diawali dengan meminta izin dari pihak perusahaan agar peneliti dapat melihat dan mengaplikasikan sistem ERP yang berjalan tanpa merubah data apapun yang ada didalamnya. Kemudian setelah mendapat izin, peneliti mencoba mengaplikasikan sistem ERP yang berjalan dengan melihat tampilan-tampilan apa saja yang ada dalam sistem tersebut. Dengan asistensi dari salah satu karyawan divisi IT perusahaan, peneliti dapat mengetahui lebih detail tentang modul yang ada dan fungsi-fungsi yang terdapat dalam modul tersebut. Setelah itu peneliti meminta izin agar dapat meng-capture tampilan yang ada pada sistem sebagai bukti pendukung penelitian. Setelah mendapatkan izin, peneliti melakukan proses capture tampilan yang akan dijadikan bukti penelitian.

Kuesioner

Kuesioner yang akan disebar berfokus pada butir-butir pernyataan mengenai efektivitas sistem ERP yang berjalan dalam perusahaan dan tingkat kinerja user yang dipengaruhi oleh penggunaan sistem ERP.

(13)

untuk menjawab jenis sistem ERP apa yang digunakan responden. e. Jabatan, peneliti memberikan 4 pilihan jabatan yaitu direktur,

manager, supervisor, dan staff, namun penulis juga memberikan kebebasan responden untuk menjawab jenis jabatan lain pada bagian lain-lain, sebutkan ….. apabila jabatan responden tidak termasuk dalam pilihan yang telah disediakan peneliti.

f. Jenjang pendidikan, peneliti memberikan 6 pilihan jenjang yaitu SD, SMP, SMA/SMK, S1, S2, dan S3, namun penulis juga memberikan kebebasan responden untuk menjawab jenis pendidikan lain pada bagian lain-lain, sebutkan ….. apabila jenjang pendidikan responden tidak termasuk dalam pilihan yang telah disediakan peneliti

Kuesioner yang digunakan terdiri atas 3 bagian, yaitu:

a. Profile responden, dimana responden mengisi identitas diri berupa jenis kelamin, usia, pengalaman menggunakan ERP, ERP yang digunakan, jabatan, dan jenjang pendidikan.

b. Data efektifitas ERP, terdiri dari 10 dimensi efektifitas sistem dan terdapat 5 butir pernyataan disetiap dimensinya, sehingga total keseluruhan pernyataan pada data efektifitas ERP adalah 50 butir. c. Data penilaian ERP terhadap kinerja, terdiri dari 8 indikator kinerja

dan terdapat 1 sampai 2 butir pernyataan disetiap indikatornya, sehingga total keseluruhan pernyataan pada data penilaian ERP terhadap kinerja adalah 10 butir.

(14)

46

Penilaian kuesioner menggunakan skala likert dimana jawaban sangat setuju diberi poin 5, setuju diberi poin 4, netral diberi poin 3, tidak setuju diberi poin 2, dan sangat tidak setuju diberi poin 1.

Kuesioner disebarkan pada keseluruhan populasi pengguna sistem ERP pada perusahaan PT. Aditec Cakrawiyasa, yaitu 80 orang, terhitung bulan April 2014 sampai dengan Juni 2014. Total kuesioner yang disebarkan adalah 80 buah dan total kuesioner yang kembali juga sebanyak 80 buah.

3.2.3. Teknik Analisis Data

Peneliti menggunakan statistik deskriptif inferensial dan statistik parametrik dalam menganalisis data yang telah diperoleh selama penelitian. Mula-mula data yang telah diperoleh akan diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian apabila data tersebut sudah valid, akan dilanjutkan keproses selanjutnya yaitu uji normalitas dan uji heterokedestisitas, apabila persebaran data sudah normal dan tidak ada unsur heterokedestisitas, data dapat diolah lebih lanjut dengan menggunakan uji korelasi dan uji koefisien determinasi, tahap akhir pengujian adalah uji regresi dan uji t. Data bagian awal berupa profile responden akan disajikan dalam bentuk persentase dan grafik lingkaran sehingga mudah dimengerti dan mudah diidentifikasi jumlah responden dari berbagai kriteria. Kemudian akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas atas setiap instrumen penelitian yaitu data efektifitas sistem dan data kinerja. Setelah kedua instrumen valid dan reliabel, tahap selanjutnya adalah pengujian normalitas kedua instrumen untuk mengetahui apabila persebaran datanya normal atau tidak. Kemudian dilanjutkan ketahap uji selanjutnya yaitu uji heterokedestisitas dengan menggunakan uji gleiser. Setelah instrumen valid, reliabel, normal dan tidak mengandung unsur heterokedestisitas, maka dapat dilanjutkan kedalam tahap pengolahan analisis korelasi-regresi dan pengujian hipotesis, yaitu uji korelasi, koefisien determinasi, uji regresi dan uji t. Dari setiap uji akan diberikan keterangan untuk memudahkan pembaca dalam memahami hasil pengujian yang telah dilakukan.

(15)

Menurut jenis datanya, data yang digunakan merupakan data kuantitatif yaitu kontinuum-interval, data yang telah diperoleh dari kuesioner akan diolah dan disajikan dalam dua format yaitu ilustrasi profil responden berupa grafik dan hasil perhitungan statistika pengolahan data respon atas pernyataan kuesioner dari berbagai uji dan analisa, seperti uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji heterokedestisitas, uji korelasi regresi dan uji t.

Menurut waktu pengumpulannya, data yang digunakan merupakan data cross-section yaitu data yang menunjukan titik waktu tertentu, dalam penelitian ini bulan April sampai Juni tahun 2014.

3.3. Desain Penelitian

3.3.1. Teori Dasar

Terdapat 10 (sepuluh) dimensi dasar yang saling berkaitan dalam pengukuran efektifitas sistem informasi menurut Zaied (2012), yaitu system quality, information quality, service quality, management support, training, users’ involvement, perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention, dan user satisfaction. Dari setiap dimensi dasar tersebut, akan diambil 5 (lima) elemen yang menjadi indikator dasar dari dimensi tersebut. Dimensi pertama adalah kualitas dari sistem yang digunakan, dari kualitas tersebut akan dilihat apakah sistem dapat diandalkan, apakah sistem mudah digunakan, bagaimana kesesuaian sistem dengan kebutuhan kerja, apakah sistem dapat dipercaya dan apakah maintenance dari sistem mudah. Dimensi kedua adalah kualitas dari informasi, dari kualitas tersebut akan dilihat apakah sistem memiliki kelengkapan informasi yang cukup, apakah sistem

(16)

48

mudah dimengerti, apakah sistem aman, apakah sistem tersedia dengan baik, dan bagaimana akurasi dari informasi yang didapat dari sistem tersebut. Dimensi ketiga adalah kualitas dari servis yang diberikan oleh vendor, apakah vendor tersedia dengan baik, apakah vendor dapat diandalkan, apakah vendor memiliki integritas tinggi, apakah vendor berfungsi dengan baik, dan apakah vendor meningkatkan efisiensi pengguna sistem. Dimensi keempat adalah dukungan dari pihak manajemen, akan dilihat bagaimana dukungan dari manajemen terkait penggunaan sistem, apakah manajemen menyediakan sumber daya yang diperlukan, apakah manajemen mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan sistem, apakah manajemen mengapresiasi penggunaan optimal dari sistem dan apakah manajemen menyediakan pengetahuan yang cukup mengenai sistem. Dimensi kelima adalah pelatihan, akan dilihat dari apakah ada pelatihan program aplikasi sistem, apakah pelatihan tersebut jelas bagi pengguna, apakah pengguna mengerti perannya atas sistem, bagaimana kesediaan dari materi pelatihan dan bagaimana dukungan yang ada selama pelatihan berjalan. Dimensi keenam adalah keterlibatan dari pengguna, dapat dilihat dari keterlibatan dari sisi input dan output desain, bagaimana persepsi pengguna atas evaluasi servis, apa nilai yang dirasakan pengguna, dan bagaimana perlakuan pengguna atas sistem yang berjalan. Dimensi ketujuh adalah kegunaan yang dirasakan atas sistem tersebut, dapat dilihat dari performa kerja pengguna, efektivitas kinerja pengguna, produktivitas pengguna, persepsi pengguna atas resiko yang mungkin muncul, dan kepercayaan pengguna atas sistem. Dimensi kedelapan adalah kemudahan penggunaan sistem yang dirasakan, dapat dilihat dari kemudahan sistem untuk dipelajari, kemudahan sistem untuk digunakan, peningkatan efisiensi pribadi pada pengguna, kesederhanaan sistem dan kecocokan sistem dengan pekerjaan pengguna. Dimensi kesembilan adalah niat perilaku dari pengguna, dapat dilihat dari personalisasi pengguna, tingkat interaktif, waktu untuk merespon, penghindaran ketidakpastian dan tingkat keseringan sistem tersebut dikunjungi. Dimensi kesepuluh adalah kepuasan pengguna, dapat dilihat dari tingkat bermanfaatnya sistem tersebut, tingkat pengunjungan kembali pada sistem, personalisasi yang ada, resiko yang dirasakan atas sistem dan kegembiraan pengguna terhadap penggunaan sistem.

(17)

masalah yang timbul dalam pekerjaan. Cooperation merupakan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain. Dependability merupakan kesadaran atas suatu penyelesaian pekerjaan yang harus dilakukan. Initiative merupakan kesadaran dan kemauan untuk memperluas tanggung jawab dalam pekerjaan. Personal qualities merupakan kualitas seorang pekerja yang meliputi kepribadian, kepemimpinan, sikap dalam keseharian dan integritasnya.

3.3.2. Kerangka Berpikir

Gambar 3.16. Kerangka Berpikir

1. Hubungan Efektifitas Sistem Informasi (ERP) dan Kinerja User

Jika sistem ERP yang berjalan dalam perusahaan memiliki efektifitas yang tinggi, maka kinerja user akan meningkat secara signifikan.

3.3.3. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

1. Efektivitas Sistem Informasi (ERP) memiliki pengaruh terhadap Kinerja User.

Efektifitas Sistem Informasi (ERP)

Variabel Independen

Kinerja User

(18)

50

3.3.4. Hipotesis Statistik

H0 → “Efektivitas Sistem Informasi (ERP)” tidak memiliki pengaruh terhadap “Kinerja User”.

H1 → “Efektivitas Sistem Informasi (ERP)” memiliki pengaruh terhadap “Kinerja User”.

Gambar

Gambar 3.1. Quantum QBL-311 PREMIUM (Juicer Set)
Gambar 3.2. Quantum QGC-201 DEP (Kompor Gas)
Gambar 3.5. Quantum QSC-242 (Super Cooker)
Gambar 3.7. Quantum ERP (Home)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Metode penyajian data yang digunakan penulis atas data-data hasil analisis disajikan dalam bentuk diagram dan narasi untuk menjelaskan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT

Jika persepsi kemudahan dalam penggunaan e-money yang dirasakan semakin meningkat maka semakin meningkat pula keinginan dalam menggunakan e-money, sehingga kemudahan

Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data langsung dari sumbernya baik mengenai pandangan atau pendapat maupun fenomena yang dilihat dirasakan dan dialami

Adapun pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan survei, yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil, tapi data yang dipelajari

Dengan hasil yang telah ditemukan dalam penelitiannya yaitu manfaat yang dirasakan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kepercayaan, persepsi biaya, dan persepsi

Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data langsung dari sumbernya baik mengenai pandangan atau pendapat maupun fenomena yang dilihat dirasakan dan dialami

Sistem Informasi akuntansi digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh informasi yang akan digunakan untuk mengambil keputusan dimana keputusan tersebut untuk

Pada pertemuan kedelapan, peneliti mengambil data akhir kepada kedua subjek untuk melihat hasil akhir kemampuan orang tua dalam penanganan temper tantrum dan temper tantrum anak dengan