BUTIR-BUTIR PENTING
1.
Opening remarks
2.
Apa manajemen kontemporer itu?
3.
Mengapa manajemen kontemporer?
4.
Bagaimana pengetahuan manajemen dibangun?
5.
Contoh
6.
Materi dan jadwal
OPENING REMARKS
BUTIR PENTING KE-1
OPENING REMARK (1)
If you live in the river you should make
friends with the crocodile.
All persons are hypnotized from infancy
by the culture in which they grow up.
The prime task of adult life is
dehypnotization, enlightenment.
OPENING REMARK (2)
The first law of business is the same as
the first law of life: adapt or die.
OPENING REMARK (3)
It’s not the strongest nor most intelligent of the species
that survive; it is the one most adaptable to change.
APA MANAJEMEN KONTEMPORER ITU?
MANAJEMEN KONTEMPORER
•
Manajemen kontemporer adalah pengetahuan
manajemen (management knowledge) yang
dibangun pas (fit) dengan paradigma yang
mencerminkan karakteristik lingkungan bisnis
terkini.
MENGAPA MANAJEMEN KONTEMPORER?
MENGAPA MANAJEMEN KONTEMPORER?
•
Pengetahuan dibangun atas dasar paradigma tertentu.
•
Paradigma ibarat sebuah peta yang menggambarkan
karakteristik lingkungan bisnis yang dimasuki oleh
organisasi
•
Setiap karakteristik lingkungan bisnis menuntut paradigma
yang dengan tepat mencerminkan karakteristik lingkungan
tersebut.
•
Paradigma dipakai sebagai basis untuk mengembangkan
pengetahuan manajemen, agar pengetahuan manajemen
yang dihasilkan dapat digunakan secara efektif dalam
mengelola organisasi untuk memasuki lingkungan bisnis
terkini.
BAGAIMANA PENGETAHUAN MANAJEMEN
DIBANGUN?
RERANGKA PENGEMBANGAN ILMU DAN
PENGETAHUAN
•
Ilmu dan pengetahuan dibangun
bukan melalui cara akumulasi
•
Ilmu dan pengetahuan dibangun
berdasarkan paradigma tertentu
BAGAIMANA ILMU DAN PENGETAHUAN
DIBANGUN?
PARADIGMA
SILENT REVOLUTION
Pengetahuan
Manajemen Paradigma Asumsi tentang Lingkungan Karakteristik Lingkungan Bisnis telah Berubah Radikal Diperlukan Pergeseran Paradigma Revolusi Manajemen
CONTOH
PERKEMBANGAN PESAT PC
CONTOH KE- 1
THE PC
1970s
1980s
1990s
2005
2020s
Unthinkable
Emerging
Ubiquitous
Wireless
Invisible
The revolution of the
empowered individual
ORGANISASI
CONTOH KE-2
ORGANISASI BERJENJANG
Dewan Komisaris Rapat Umum Pemegang Saham DEPARTEMEN DIREKTORAT BAGIAN Direktur Manajer Bagian Manajer Departemen SEKSI Manajer SeksiTALL ORGANIZATION
DIREKSI Dewan Komisaris Rapat Umum Pemegang Saham Direktorat Utama
Direktorat Pelayanan Keuangan dan SDMDirektorat
Dep Medik Depan Keperawatan
Dep Keuangan
dan Akuntansi Pengembangan Dep SDM Dep Umum Dep MIS
DeP Pemasaran Dep Pengembangan Bisnis Bagian Layanan Medik Bagian Medical Professional Bagian Penunjang Medik Bagian Layanan Keperawatan Bagian Nursing Profession al Bagian Penunjang Keperawatan Bagian Pemasaran Bagian Pengembangan Produk Bagian Pembelian & Logistik Bagian Pemeliharaan Gedung dan Ekuipmen Bagian Hukum Bagian Pengembangan Bisnis Bagian Hubungan Masyarakat
Bagian Desain & Pengembangan Sistem Bagian Operasi & Pemeliharaan Sistem Bagian Dokumentasi & Kontrol Bagian Keuangan Bagian Akuntansi Bagian Perpajakan Bagian Personalia Bagian Pengembangan SDM Bagian Perencanaan & Penganggaran ORGANISASI HIRAKHIS FUNGSIONAL
ORGANIZATION
STRUCTURE
Organization as a collection of functional boxes 1. Internal orientation rather market orientation2. Command and control
3. Plan and control
4. Delegation of authority
5. Position-based power
6. Position-based reward
7. Producers take charge
8. Consume huge energy to
manage white spaces
DIREKSI Dewan Komisaris Rapat Umum Pemegang Saham Direktorat Utama
Direktorat Pelayanan Keuangan dan SDMDirektorat
Dep Medik Depan Keperawatan
Dep Keuangan
dan Akuntansi Pengembangan Dep SDM Dep Umum Dep MIS
DeP Pemasaran Dep Pengembangan Bisnis Bagian Layanan Medik Bagian Medical Professional Bagian Penunjang Medik Bagian Layanan Keperawatan Bagian Nursing Profession al Bagian Penunjang Keperawatan Bagian Pemasaran Bagian Pengembangan Produk Bagian Pembelian & Logistik Bagian Pemeliharaan Gedung dan Ekuipmen Bagian Hukum Bagian Pengembangan Bisnis Bagian Hubungan Masyarakat
Bagian Desain & Pengembangan Sistem Bagian Operasi & Pemeliharaan Sistem Bagian Dokumentasi & Kontrol Bagian Keuangan Bagian Akuntansi Bagian Perpajakan Bagian Personalia Bagian Pengembangan SDM Bagian Perencanaan & Penganggaran
CROSS-FUNCTIONAL
ORGANIZATION RS
Organization as a pool of shared competencies and resources
1. Berorientasi ke pasar, bukan ke internal
2. Customers diletakkan
pada peringkat pertama dari keseluruhan
pemangku kepentingan
3. Beroperasi dengan mode:
sense and respond
4. Menuntut pemberdayaan
karyawan
5. Performance-based power
6. Performance-based
reward
7. Customer dilayani dengan
KETERBATASAN STRUKTUR
ORGANISASI HIRAKHIS FUNGSIONAL
KETERBATASAN
MENGAPA ITU MENJADI SUATU KETERBATASAN
PERUBAHAN RADIKAL YANG DIPERLUKAN Setiap fungsi berfokus
ke pencapaian tujuan fungsinya
masing-masing
Tujuan perusahaan untuk menyediakan layanan terbaik bagi
customer terabaikan Cross-functional organization Komunikasi hanya bersifat vertikal sehingga memerlukan waktu lama untuk memberikan layanan kepada customer Layanan kepada customer memerlukan komunikasi horizontal Flatter organization
KETERBATASAN STRUKTUR ORGANISASI
HIRAKHIS FUNGSIONAL
KETERBATASAN
MENGAPA ITU MENJADI SUATU KETERBATASAN
PERUBAHAN RADIKAL YANG DIPERLUKAN
Informasi
dikuasai oleh manajemen puncak
Leadership at the top
menjadikan perusahaan lamban dalam menghadapi kecepatan perubahan lingkungan bisnis. Information sharing memungkinkan karyawan mengambil keputusan berkualitas sehingga
membuat leadership from
everybody Penghargaan didasarkan pada posisi (position-based reward) Tunjangan struktural menyebabkan karyawan dipandang tidak
bernilai tambah dalam menghasilkan produk dan jasa bagi customer
Customer-driven integrated performance management system
Performance-based reward
bagi seluruh personel (manajer dan karyawan)
KETERBATASAN STRUKTUR ORGANISASI HIRAKHIS FUNGSIONAL
KETERBATASAN
MENGAPA ITU MENJADI SUATU KETERBATASAN
PERUBAHAN RADIKAL YANG DIPERLUKAN Manajemen memandang organisasi mereka sebagai independent company Hubungan perusahaan dengan pemasok dan
customer dilaksanakan
secara businesslike
Customer-relationship management
Supply chain management
Organization network Setiap personel direkrut berdasarkan job description yang telah ditetapkan oleh HRD
Setiap orang bekerja sesuai dengan job
description-nya
masing-masing, namun tujuan dan strategi perusahaan tidak terwujud
Perusahaan memerlukan
de-jobbed organization
Perusahaan memerlukan organisasi yang kohesif melalui cascading process
KETERBATASAN STRUKTUR ORGANISASI HIRAKHIS
FUNGSIONAL
KETERBATASAN
MENGAPA ITU MENJADI SUATU KETERBATASAN PERUBAHAN RADIKAL YANG DIPERLUKAN Business process dikelola berbasis fungsi
Proses layanan bagi customer menjadi lambat dan tidak kompleks
Manajer tidak termotivasi untuk melakukan
improvement berkelanjutan
terhadap proses bisnis
Business process dikelola
secara terpadu
Manager bertanggung jawab untuk melakukan
improvement berkelanjutan terhadap business process Pengendalian berlebihan Pengendalian berlebihan
membunuh inisiatif karyawan untuk menciptakan perubahan. Perusahaan memerlukan organisasi berkapabilitas untuk belajar, berkapasistas untuk berubah, dan berakuntabilitas tinggi
KETERBATASAN STRUKTUR ORGANISASI HIRAKHIS
FUNGSIONAL
KETERBATASAN
MENGAPA ITU MENJADI SUATU KETERBATASAN PERUBAHAN RADIKAL YANG DIPERLUKAN Organisasi tersebut didesain untuk mempertahankan status quo Perencanaan berbasis:
creating the future from the past mengakibatkan
perusahaan banyak
kehilangan peluang bisnis masa depan.
Manajemen harus mengubah falsafah
perencanaannya menjadi
creating the future from the future Struktur organisasi tersebut cocok untuk mengelola pekerja otot Teknologi informasi mengubah pekerjaan menjadi knowledge-based works Knowledge-based works menjadikan dominan knowledge workers. Knowledge workers menuntut boundaryless organization dan learning organization
KETERBATASAN STRUKTUR ORGANISASI HIRAKHIS
FUNGSIONAL
KETERBA-TASAN MENGAPA ITU MENJADI SUATU KETERBATASANPERUBAHAN RADIKAL YANG DIPERLUKAN
Manajemen memperlaku-kan karyawan sebagai mesin Hanya manusia yang dapat memiliki visi, inspirasi, kecerdasan, dan keberanian
Manajemen pada dasarnya merupakan pengelolaan manusia sebagai manusia. Manajemen adalah proses internalisasi misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi organisasi menjadi shared
mission, shared vision, shared beliefs, shared values, and shared strategies.
Struktur organisasi tersebut bekerja secara mekanistik seperti mesin Lingkungan bisnis kompetitif dan bergolak membutuhkan organisasi yang bersifat organik
Perusahaan memerlukan alat untuk menerjemahkan mission, vision,
beliefs, values, and strategies
menjadi shared mission, shared vision,
shared beliefs, shared values, and shared strategies.
DAMPAK ERA TI TERHADAP ORGANISASI
Information is shared Shared Database Karyawan Relay doubles the noise and cuts the message in half Direktur Utama DirekturPemasaran Direktur Operasi Direktur Keuangan dan Umum
Bagian Order Getting Bagian Order Filling Bagian Layanan Purna Jual Bagian Produksi Bagian Teknik Bagian Logistik Bagian Keuangan Bagian Akuntansi Bagian SDM dan Umum Bagian Audit Intern Bagian Perencanaan 1 11 12 13 111 112 113 121 122 123 131 132 133 14 15 Direct access
EVOLUSI ORGANISASI
Jumlah
ternak
Luas Tanah
Tangible
Assets
Intangible
Assets
THE AGE OF CAMP FIRE THE AGE OF AGRICULTURE Top-down Hierarchycal Organization THE AGE OF INDUSTRY THE AGE OF THE NETWORK Nomadic Small Groups Steam Engine Bureaucracies, Departmental, Divisional Organization Boundaryless Organization
SIMPLE RULES OF THE 21
ST
CENTURY HEALTHCARE SYSTEM
SIMPLE RULES OF 21
ST
CENTURY
HEALTHCARE
CURRENT APPROACH NEW RULE
Care is based primarily on visits Care is based on continuous healing relationship
Professional autonomy drives variability Care is customized according to patient needs and values
Professional control care The patient is the source of control
Information is a record Knowledge is shared and information flows freely
Decision making is based on training and experience
Decision making is on evidence-based
Do no harm is an individual responsibility Safety is a system property
Secrecy is necessary Transparency is necessary
The system react to needs Needs are anticipated
Cost reduction is sought Waste is continually decreased
Preference is given to professional roles over the system
MISSION ATTRIBUTES
21st Century Healthcare
Care is based on continuous healing relationship
Care is customized according to patient needs and values
Needs are anticipated
The patient is the source of control Knowledge is shared and information flows freely
Cooperation among clinicians is a primary
Decision making is on evidence-based
Safety is a system property Waste is continually decreased Transparency is necessary
Mission Attributes
Aman (safe) adalah usaha untuk menghindarkan pasien dari kecelakaan yang diakibatkan oleh layanan kesehatan yang ditujukan untuk membantu mereka
Efektif adalah penyediaan layanan kesehatan berdasarkan ilmu dan pengetahuan kepada siapa saja yang memerlukannya dan mencegah dari pemberian layanan kesehatan kepada yang tidak memerlukannya (mencegah
underuse atau overuse).
Berpusat ke pasien (patient centered) adalah penyediaan layanan
kesehatan dengan menghormati dan merespons preferensi, kebutuhan, dan nilai-nilai pasien secara individual dan memberikan keyakinan bahwa nilai-nilai pasien memandu semua keputusan klinis.
Tepat waktu adalah pengurangan waktu tunggu dan seringkali penundaan yang berkaibat buruk baik bagi penerima layanan maupun penyedia layanan.
Efisien adalah penghindaran pemborosan, khususnya pemborosan ekuipmen,
supplies, ide, dan energi.
Adil (equitable) adalah penyediaan layanan yang tidak bervariasi dalam mutu
karena karakteristik pribadi seperti jenis kelamin, etnik, lokasi geografik, dan status sosial ekonomi.
IT-BASED HEALTHCARE BUSINESS SYSTEM (IT-BSED
HBS)
Mission
Attributes Requirements
IT-Based Healthcare Business System Applications
Aman Sistem informasi pengetahuan mengenai best clinical and
research evidence. Sumber pengetahuan berasal dari internal maupun eksternal RS
• Healthcare Knowledge Management System
• DSS for healthcare services • Healthcare compliance system
Efektif Sistem informasi sejarah kesehatan, perawatan dan
pengobatan pasien
• E-Medical Record System • Diagnostic & Therapy system • Care Management System
Patient Centered Sistem informasi pasien, meliputi data pribadi, kebiasaan,
preferensi dan nilai-nilai pasien
• CRM System, yang terintegrasi dengan e-medical record
• Patient Management System
Tepat Waktu Jarak, tempat dan internal proses layanan yang tidak sesuai
sering menjadi penghambat tercapainya pelayanan kesehatan yang tepat waktu, sehingga dibutuhkan sistem antrian dan sistem distance care
• Patient Queuing System • Telemedicine system • Billing System
• Enterprise Communication System (Internal & External Hospital)
Efisien Adil
Biaya layanan kesehatan yg cost efektif dihasilkan dari perencanaan bisnis, perencanaan biaya dan capacity management yg efektif
Pasien dengan status ekonomi rendah sering diberikan layanan dibawah standard kualitas, karena organisasi tidak memiliki sistem informasi pengelolaan biaya yg efektif
• Strategic Management System • Business Information System • ABC, ABM dan ABB System
• Enterprise Asset Management & Capacity Management System
APA PRODUK INTI INSTITUSI
LAYANAN KESEHATAN?
A focus on healing relationship emphasizes that the
transfer of trustworthy information is the core product
of health care, not something tacked onto a health
care visit.
Committee on Quality Health Care in America Institute of Medicine
INFORMATION, COMMUNICATION,
AND EDUCATION
•
What information does patient need?
•
What is wrong (diagnosis) or how to stay well?
•
What is likely to happen and how it will affect his
or her life (prognosis)?
•
What can be done to change or manage his or her
prognosis?
MATERI DAN JADWAL
MATERI DAN JADWAL
SESI TOPIK
1 Revolusi Manajemen
2 Emerging Paradigms: Customer Value Mindsets dan Continuous Improvement Mindsets
3 Emerging Paradigms: Opportunity Mindsets, Employee Empowerment Mindsets, and Cross-Functional Mindsets