• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Orlep Uji Hedonik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Orlep Uji Hedonik"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan

Laporan Praktikum Praktikum Hari/Tanggal Hari/Tanggal : : Jumat/20 Jumat/20 April April 20122012 Analisis

Analisis Organoleptik Organoleptik PJ PJ Dosen Dosen : : Mira Mira Miranti, Miranti, STP, STP, MSi.MSi. Tim

Tim Penyaji Penyaji : : Kelompok Kelompok 8 8 Asisten Asisten : : Ummi Ummi RufaizahRufaizah

UJI PENERIMAAN

UJI PENERIMAAN

[UJI HEDONIK DAN UJI MUTU HEDONIK]

[UJI HEDONIK DAN UJI MUTU HEDONIK]

Kelompok 1/A-P2 Kelompok 1/A-P2

Suci

Suci Rahmadhani Rahmadhani J3E111003J3E111003 Rico

Rico Fernando Fernando Theo Theo J3E111044J3E111044 Tia

Tia Esha Esha Nombiga Nombiga J3E111073J3E111073

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN

PROGRAM DIPLOMA

PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

2012

(2)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Banyak produk baru yang memiliki kesamaan sifat dengan produk yang Banyak produk baru yang memiliki kesamaan sifat dengan produk yang sudah dikenal. Kadang-kadang diantara produk tersebut ingin diketahui mana sudah dikenal. Kadang-kadang diantara produk tersebut ingin diketahui mana yang lebih disukai oleh konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian yang lebih disukai oleh konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian penerimaan konsumen (

penerimaan konsumen ( preference test  preference test ). Yang termasuk ke dalam uji penerimaan). Yang termasuk ke dalam uji penerimaan adalah uji kesukaan (hedonik). Uji penerimaan menyangkut penilaian sifat atau adalah uji kesukaan (hedonik). Uji penerimaan menyangkut penilaian sifat atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenanginya (Sofyan dan kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenanginya (Sofyan dan Herliyani 2011).

Herliyani 2011).

Uji penerimaan tidak dapat untuk meramalkan penerimaan dalam Uji penerimaan tidak dapat untuk meramalkan penerimaan dalam pemasaran. Jadi apabila sudah diperoleh hasil pengujian yang meyakinkan, tidak  pemasaran. Jadi apabila sudah diperoleh hasil pengujian yang meyakinkan, tidak  dapat dipastikan bahwa produk akan laku keras di pasaran, sehingga harus dapat dipastikan bahwa produk akan laku keras di pasaran, sehingga harus digunakan pengujian yang lain dalam tindak lanjutnya, misalnya uji konsumen digunakan pengujian yang lain dalam tindak lanjutnya, misalnya uji konsumen (Sofyan dan Herliyani 2011).

(Sofyan dan Herliyani 2011).

Dalam penganalisisan, skala hedonik ditransformasi menjadi skala Dalam penganalisisan, skala hedonik ditransformasi menjadi skala numerik dengan angka menaik menurut tingkat kesukaan. Dengan data numerik  numerik dengan angka menaik menurut tingkat kesukaan. Dengan data numerik  ini dapat dilakukan analisis statistik.

ini dapat dilakukan analisis statistik. Dengan adanya skala hedonik ini sebenarnyaDengan adanya skala hedonik ini sebenarnya uji hedonik secara tidak langsung juga dapat digunakan untuk mengetahui uji hedonik secara tidak langsung juga dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan. Karena hal ini, maka uji hedonik paling sering diguankan untuk  perbedaan. Karena hal ini, maka uji hedonik paling sering diguankan untuk  menilai komoditi sejenis atau pengembangan produk secara organoleptik (Sofyan menilai komoditi sejenis atau pengembangan produk secara organoleptik (Sofyan dan Herliyani 2011).

dan Herliyani 2011).

Uji penerimaan dalam praktikum ini terdiri dari uji hedonik dan uji mutu Uji penerimaan dalam praktikum ini terdiri dari uji hedonik dan uji mutu hedonik. Adapun uji hedonik dilakukan dengan cara panelis diminta tanggapan hedonik. Adapun uji hedonik dilakukan dengan cara panelis diminta tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap komoditi yang pribadinya tentang kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap komoditi yang dinilai, bahkan tanggapan dengan tingkatan kesukaan atau tingkatan dinilai, bahkan tanggapan dengan tingkatan kesukaan atau tingkatan ketidaksukaannya dalam bentuk skala hedonik. Sedangkan untuk uji mutu ketidaksukaannya dalam bentuk skala hedonik. Sedangkan untuk uji mutu hedonik, kesan mutu hedonik lebih spesifik, yaitu tidak sekedar suka atau tidak  hedonik, kesan mutu hedonik lebih spesifik, yaitu tidak sekedar suka atau tidak  suka tetapi bersifat kesan spesifik dari sifat khas produk, misalnya kesan sepet suka tetapi bersifat kesan spesifik dari sifat khas produk, misalnya kesan sepet tidaknya minuman teh, pulen keras nasi, dan empuk keras dari daging (Sarastani tidaknya minuman teh, pulen keras nasi, dan empuk keras dari daging (Sarastani 2012).

(3)

Uji hedonik merupakan salah satu jenis uji penerimaan atau dalam bahasa Uji hedonik merupakan salah satu jenis uji penerimaan atau dalam bahasa Inggrisnya disebut

Inggrisnya disebut acceptance test acceptance test  atauatau  preferenc preference e test.test. Soekarto (1985)Soekarto (1985) mengatakan bahwa uji hedonik menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat mengatakan bahwa uji hedonik menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenanginya. Menurut atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenanginya. Menurut Rahardjo (1998) bahwa pada uji hedonik, panelis mengemukakan tanggapan Rahardjo (1998) bahwa pada uji hedonik, panelis mengemukakan tanggapan pribadinya yaitu berupa kesan yang berhubungan dengan kesukanan atau pribadinya yaitu berupa kesan yang berhubungan dengan kesukanan atau tanggapan senang atau tidaknya terhada

tanggapan senang atau tidaknya terhadap sifat sp sifat sensori atau kualitas yang dinilai.ensori atau kualitas yang dinilai.

1.2

1.2 TujuanTujuan

Tujuan praktikum ini adalah memperkenalkan dan sekaligus ajang berlatih Tujuan praktikum ini adalah memperkenalkan dan sekaligus ajang berlatih bagi mahasiswa tentang tata cara penyelenggaraan uji penerimaan dan analisis bagi mahasiswa tentang tata cara penyelenggaraan uji penerimaan dan analisis respon ujinya. Di samping itu, sebagai ajang latihan terus menerus mengenal sifat respon ujinya. Di samping itu, sebagai ajang latihan terus menerus mengenal sifat indrawi berbagai contoh uji [produk pangan].

(4)

BAB II

BAB II

METODOLOGI

METODOLOGI

2.1

2.1 Alat dan BahanAlat dan Bahan

Bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah roti tawar dengan tiga Bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah roti tawar dengan tiga merk yang berbeda (

merk yang berbeda ( Holland  Holland BakeryBakery,, Singapore BakerySingapore Bakery, dan, dan  Michelle  Michelle BakeryBakery),), serbuk kasar teh dari tiga merk yang berbeda (Poci, Tong Tji, dan Cap Botol), dan serbuk kasar teh dari tiga merk yang berbeda (Poci, Tong Tji, dan Cap Botol), dan 1 galon air minum. Alat yang digunakan adalah 2 lusin gelas sloki, 1 lusin gelas 1 galon air minum. Alat yang digunakan adalah 2 lusin gelas sloki, 1 lusin gelas besar, sendok kecil, dispenser, 7 gelas volume, 3 pengaduk panjang, saringan teh, besar, sendok kecil, dispenser, 7 gelas volume, 3 pengaduk panjang, saringan teh, dan 2 lusin piring melamin.

dan 2 lusin piring melamin.

2.2

2.2 Prosedur KerjaProsedur Kerja 2.2.1

2.2.1 Persiapan Contoh UjiPersiapan Contoh Uji 2.2.1.1

2.2.1.1 Uji HedonikUji Hedonik

Keterangan : Keterangan :

Nama Roti

Nama Roti KodeKode Aroma

Aroma Rasa Rasa PenampakanPenampakan  Michel

 Michelle bakeryle bakery 601 601 089 089 110110  Holland ba

 Holland bakerykery 147 147 850 850 810810 Singapore bakery

Singapore bakery 205 205 780 780 123123 Roti dipotong

Roti dipotong kecil-kecil dekecil-kecil dengan ngan ukuranukuran yang sama yang sama Disajikan seperti Disajikan seperti dibawah ini dibawah ini  Michel  Michellele  Bakery  Bakery Singapore Singapore  Bakery  Bakery  Holand   Holand   Bakery  Bakery

(5)

Aroma Aroma

2.2.1.2 Uji Mutu Hedonik 2.2.1.2 Uji Mutu Hedonik

Keterangan: Keterangan: Kode

Kode 260 260 : : Teh Teh PociPoci Kode

Kode 046 046 : : Teh Teh Tong Tong TjiTji Kode

Kode 440 440 : : Teh Teh Cap Cap BotolBotol

2.2.2 Penyajian Contoh Uji 2.2.2 Penyajian Contoh Uji

2.2.2.1 Uji Hedonik 2.2.2.1 Uji Hedonik

Penyiapan contoh uji dilakukan dengan memotong-motong Penyiapan contoh uji dilakukan dengan memotong-motong roti tawar dari tiga merk dengan ukuran seragam yang berbentuk  roti tawar dari tiga merk dengan ukuran seragam yang berbentuk  kotak. Kemudian potongan-potongan roti dari tiga merek tersebut kotak. Kemudian potongan-potongan roti dari tiga merek tersebut diletakkan pada piring melamin terpisah dan diberi kode. Contoh diletakkan pada piring melamin terpisah dan diberi kode. Contoh uji siap disajikan.

uji siap disajikan.

601 601 147 147 205205 250 ml air 250 ml air panas + panas + 2 sendok  2 sendok  makan (Teh makan (Teh Tong Tji) Tong Tji) Masak air 750ml Masak air 750ml Tuangkan ke dalam Tuangkan ke dalam 3 gelas 3 gelas 250 ml air 250 ml air panas + panas + 2 sendok  2 sendok  makan (Teh makan (Teh Poci) Poci) 250 ml air 250 ml air panas + panas + 2 sendok  2 sendok  makan (Teh makan (Teh Cap Botol) Cap Botol) 750 750 ml ml 260 260 046 046 440440 Rasa Rasa 089 089 850 850 780780 Penampakan Penampakan 260 260 046 046 440440

(6)

2.2.2.2 Uji Mutu Hedonik 2.2.2.2 Uji Mutu Hedonik

Minuman teh disiapkan dengan cara menyeduh dua sdm Minuman teh disiapkan dengan cara menyeduh dua sdm serbuk teh ke dalam 250 ml air minum panas, dibiarkan terendam serbuk teh ke dalam 250 ml air minum panas, dibiarkan terendam selama sepuluh sampai lima belas menit. Setiap contoh minuman selama sepuluh sampai lima belas menit. Setiap contoh minuman teh disajikan dengan gelas sloki berbeda, sehingga dalam uji mutu teh disajikan dengan gelas sloki berbeda, sehingga dalam uji mutu hedonik ini panelis menghadapi tiga gelas sloki minuman teh dari hedonik ini panelis menghadapi tiga gelas sloki minuman teh dari tiga merk berbeda, dan masing-masing disajikan bersama secara tiga merk berbeda, dan masing-masing disajikan bersama secara acak.

acak.

260

(7)

BAB III

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil 3.1 Hasil

Tabel 1. Rekapitulasi Data Uji Hedonik dan Uji Mutu Hedonik Tabel 1. Rekapitulasi Data Uji Hedonik dan Uji Mutu Hedonik

(8)

Tabel 2. Tabel Hasil Perhitungan Uji Aroma Roti Tawar Tabel 2. Tabel Hasil Perhitungan Uji Aroma Roti Tawar

Tabel 3. Sidik Ragam Uji Hedonik Aroma Roti Tawar Tabel 3. Sidik Ragam Uji Hedonik Aroma Roti Tawar

Sumber Sumber Keragaman

Keragaman db db JK JK KT KT F F hitunghitung

F tabel F tabel 5% 1% 5% 1% Sampel Sampel 2 2 34.39 34.39 17.217.2 5.58**5.58** 3.15 3.15 4.984.98 Panelis Panelis 26 26 38.91 38.91 1.51.5 0.510.51 1.59 1.59 2.032.03 Galat Galat 52 52 80.28 80.28 2.952.95 Total Total 80 80 153.58153.58 **) Berbeda sangat nyata

(9)

Tabel 4. Tabel Hasil Perhitungan Uji Rasa Roti Tawar Tabel 4. Tabel Hasil Perhitungan Uji Rasa Roti Tawar

Tabel 5. Sidik Ragam Uji Hedonik Rasa Roti Tawar Tabel 5. Sidik Ragam Uji Hedonik Rasa Roti Tawar

Sumber Sumber Keragaman

Keragaman db db JK JK KT KT F F hitunghitung

F tabel F tabel 5% 1% 5% 1% Sampel Sampel 2 2 1.21 1.21 0.6050.605 0.700.70 3.15 3.15 4.984.98 Panelis Panelis 26 26 45.21 45.21 1.741.74 2.00*2.00* 1.59 1.59 2.032.03 Galat Galat 52 52 45.46 45.46 0.870.87 Total Total 80 80 91.8891.88 **) Berbeda sangat nyata

(10)

Tabel 6. Tabel Hasil

Tabel 6. Tabel Hasil Perhitungan Uji Penampakan Roti TawarPerhitungan Uji Penampakan Roti Tawar

Tabel 7. Sidik Ragam Uji

Tabel 7. Sidik Ragam Uji Hedonik Penampakan Roti TawarHedonik Penampakan Roti Tawar Sumber

Sumber Keragaman

Keragaman db db JK JK KT KT F F hitunghitung

F table F table 5% 1% 5% 1% Sampel Sampel 2 2 0.96 0.96 0.480.48 0.340.34 3.15 3.15 4.984.98 Panelis Panelis 26 26 23.32 23.32 0.900.90 0.630.63 1.59 1.59 2.032.03 Galat Galat 52 52 73.74 73.74 1.421.42 Total Total 80 80 9898 **) Berbeda sangat nyata

(11)

Tabel 8. Tabel Hasil Perhitungan Uji Rasa Sepet Teh Tabel 8. Tabel Hasil Perhitungan Uji Rasa Sepet Teh

Tabel 9. Sidik Ragam Uji Mutu Hedonik Rasa Sepet Teh Tabel 9. Sidik Ragam Uji Mutu Hedonik Rasa Sepet Teh

Sumber Sumber Keragaman

Keragaman db db JK JK KT KT F F hitunghitung

F table F table 5% 1% 5% 1% Sampel Sampel 2 2 33.06 33.06 16.5316.53 12.72**12.72** 3.15 3.15 4.984.98 Panelis Panelis 26 26 196.54 196.54 7.567.56 5.82**5.82** 1.59 1.59 2.032.03 Galat Galat 52 52 67.61 67.61 1.31.3 Total Total 80 80 297.21297.21 **) Berbeda sangat nyata

(12)

3.2

3.2 PembahasanPembahasan

Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara-cara Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling popular adalah kelompok pengujian pembedaan (

paling popular adalah kelompok pengujian pembedaan ( difference test difference test ) dan) dan kelompok pengujian pemilihan (

kelompok pengujian pemilihan ( prefere preference nce test test ). Di samping kedua kelompok ). Di samping kedua kelompok  pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir ini banyak  penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir ini banyak  digunakan dalam pengawasan mutu (

digunakan dalam pengawasan mutu ( quality controlquality control). Di luar 4 kelompok ). Di luar 4 kelompok  pengujian itu masih ada uji-uji

pengujian itu masih ada uji-uji sensorik lain, termasuk di sini adalah uji sensorik lain, termasuk di sini adalah uji konsumenkonsumen (Soekarto 1985).

(Soekarto 1985).

Kelompok uji penerimaan juga disebut

Kelompok uji penerimaan juga disebut acceptance testsacceptance tests atauatau  preference preference tests

tests. Uji penerimaan menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau. Uji penerimaan menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenangi. Jika pada uji kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenangi. Jika pada uji pembedaan panelis mengemukakan kesan akan adanya perbedaan tanpa disertai pembedaan panelis mengemukakan kesan akan adanya perbedaan tanpa disertai kesan senang atau tidak, maka pada uji penerimaan panelis mengemukakan kesan senang atau tidak, maka pada uji penerimaan panelis mengemukakan tanggapan pribadi

tanggapan pribadi yaitu kesan yang berhubungan dengan kesukaan atau tanggapanyaitu kesan yang berhubungan dengan kesukaan atau tanggapan senang atau tidaknya terhadap sifat sensorik atau kualitas yang dinilai. Jadi, uji senang atau tidaknya terhadap sifat sensorik atau kualitas yang dinilai. Jadi, uji penerimaan lebih subjektif daripada uji

penerimaan lebih subjektif daripada uji pembedaan (Soekarto 1985).pembedaan (Soekarto 1985).

Menurut Soekarto (1985), tanggapan senang atau tidak sangat bersifat Menurut Soekarto (1985), tanggapan senang atau tidak sangat bersifat pribadi. Oleh karena itu, kesan seseorang tak dapat sebagai petunjuk tentang pribadi. Oleh karena itu, kesan seseorang tak dapat sebagai petunjuk tentang penerimaan suatu komoditi. Tujuan uji penerimaan adalah untuk mengetahui penerimaan suatu komoditi. Tujuan uji penerimaan adalah untuk mengetahui apakah suatu komoditi atau sifat sensorik tertentu dapat diterima

apakah suatu komoditi atau sifat sensorik tertentu dapat diterima oleh masyarakat.oleh masyarakat. Oleh karena itu, tanggapan senang atau suka harus pula diperoleh dari Oleh karena itu, tanggapan senang atau suka harus pula diperoleh dari sekelompok orang dapat mewakili pendapat umum atau mewakili suatu populasi sekelompok orang dapat mewakili pendapat umum atau mewakili suatu populasi masyarakat tertentu. Dalam kelompok uji penerimaan ini termasuk uji kesukaan masyarakat tertentu. Dalam kelompok uji penerimaan ini termasuk uji kesukaan (hedonik) dan uji mutu hedonik.

(hedonik) dan uji mutu hedonik.

Salah satu uji sensoris yang sering dilakukan adalah uji kesukaan. Uji Salah satu uji sensoris yang sering dilakukan adalah uji kesukaan. Uji kesukaan pada dasarnya merupakan pengujian yang panelisnya mengemukakan kesukaan pada dasarnya merupakan pengujian yang panelisnya mengemukakan responnya yang berupa senang tidaknya terhadap sifat bahan yang diuji. responnya yang berupa senang tidaknya terhadap sifat bahan yang diuji. Pengujian ini umumnya digunakan untuk mengkaji reaksi konsumen terhadap Pengujian ini umumnya digunakan untuk mengkaji reaksi konsumen terhadap suatu bahan. Oleh karena itu panelis sebaiknya diambil dalam jumlah besar, yang suatu bahan. Oleh karena itu panelis sebaiknya diambil dalam jumlah besar, yang

(13)

mewakili populasi masyarakat tertentu. Skala nilai yang digunakan dapat berupa mewakili populasi masyarakat tertentu. Skala nilai yang digunakan dapat berupa nilai numerik dengan keterangan verbalnya, atau keterangan verbalnya saja nilai numerik dengan keterangan verbalnya, atau keterangan verbalnya saja dengan kolom yang dapat diberi tanda oleh panelis. Skala nilai dapat dinilai dalam dengan kolom yang dapat diberi tanda oleh panelis. Skala nilai dapat dinilai dalam arah vertikal atau horizontal (Kartika 1988).

arah vertikal atau horizontal (Kartika 1988).

Menurut Jellinek (1985) sampel yang digunakan dalam uji hedonik adalah Menurut Jellinek (1985) sampel yang digunakan dalam uji hedonik adalah  jenis

 jenis makanan makanan dengan dengan merk merk yang yang berbeda. berbeda. Cara Cara yang yang paling paling mudah mudah adalahadalah dengan membeli produk-produk yang kompetitif di supermarket. Sampel yang dengan membeli produk-produk yang kompetitif di supermarket. Sampel yang digunakan untuk uji hedonik sebaiknya jangan lebih dari tiga atau empat bagi digunakan untuk uji hedonik sebaiknya jangan lebih dari tiga atau empat bagi sampel pemula.

sampel pemula.

Menurut Soekarto (1985) di samping panelis mengemukakan tanggapan Menurut Soekarto (1985) di samping panelis mengemukakan tanggapan senang, suka atau kebalikannya, mereka juga mengemukakan tingkat senang, suka atau kebalikannya, mereka juga mengemukakan tingkat kesukaan

kesukaannya. Tingkat-tingkat kesukaan ini disebut nya. Tingkat-tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik. Misalnya dalamskala hedonik. Misalnya dalam hal “suka”, dapat mempunyai skala hedonik seperti: amat sangat suka, sangat hal “suka”, dapat mempunyai skala hedonik seperti: amat sangat suka, sangat suka, suka, agak suka. Sebaliknya jika tanggapan itu “tidak suka”, dapa suka, suka, agak suka. Sebaliknya jika tanggapan itu “tidak suka”, dapatt mempunya

mempunyai skala hedonik seperti: i skala hedonik seperti: amat sangat tidak suka, sangat tidak suka, tiamat sangat tidak suka, sangat tidak suka, tidak dak  suka, agak tidak suka. Diantara agak suka dan agak tidak suka kadang-kadang ada suka, agak tidak suka. Diantara agak suka dan agak tidak suka kadang-kadang ada tanggapan yang disebut netral, yaitu bukan suka tetapi juga bukan tidak suka tanggapan yang disebut netral, yaitu bukan suka tetapi juga bukan tidak suka ((neither nor dislikeneither nor dislike).).

Skala hedonik berbeda dengan skala kategori lain dan responnya Skala hedonik berbeda dengan skala kategori lain dan responnya diharapkan tidak monoton dengan bertambah besarnya karakteristik fisik, namun diharapkan tidak monoton dengan bertambah besarnya karakteristik fisik, namun menunjukkan suatu puncak (

menunjukkan suatu puncak ( preferency  preferency maximummaximum) di atas dan rating yang) di atas dan rating yang menurun (Rahardjo 1998).

menurun (Rahardjo 1998).

Pada praktikum ke-8 mengenai Uji Penerimaan tanggal 20 April 2012, Pada praktikum ke-8 mengenai Uji Penerimaan tanggal 20 April 2012, panelis diminta untuk melakukan uji hedonik dan uji mutu hedonik. Adapun uji panelis diminta untuk melakukan uji hedonik dan uji mutu hedonik. Adapun uji hedonik dilakukan dengan cara panelis diminta tanggapan pribadinya tentang hedonik dilakukan dengan cara panelis diminta tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap komoditi yang dinilai, bahkan kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap komoditi yang dinilai, bahkan tanggapan dengan tingkatan kesukaan atau tingkatan ketidaksukaannya dalam tanggapan dengan tingkatan kesukaan atau tingkatan ketidaksukaannya dalam bentuk skala hedonik. Sedangkan untuk uji mutu hedonik, kesan mutu hedonik  bentuk skala hedonik. Sedangkan untuk uji mutu hedonik, kesan mutu hedonik  lebih spesifik, yaitu tidak sekedar suka atau tidak suka tetapi bersifat kesan lebih spesifik, yaitu tidak sekedar suka atau tidak suka tetapi bersifat kesan spesifik dari sifat khas produk, mi

spesifik dari sifat khas produk, misalnya kesan sepet tidaknya minuman teh, pulensalnya kesan sepet tidaknya minuman teh, pulen keras nasi, dan empuk keras dari daging (Sarastani 2012).

(14)

3.2.1

3.2.1 Uji HedonikUji Hedonik

Uji hedonik merupakan salah satu jenis uji penerimaan atau dalam bahasa Uji hedonik merupakan salah satu jenis uji penerimaan atau dalam bahasa Inggrisnya disebut

Inggrisnya disebut acceptance test acceptance test  atauatau  preferenc preference e test.test. Soekarto (1985)Soekarto (1985) mengatakan bahwa uji hedonik menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat mengatakan bahwa uji hedonik menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenanginya. Menurut atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenanginya. Menurut Rahardjo (1998) bahwa pada uji hedonik, panelis mengemukakan tanggapan Rahardjo (1998) bahwa pada uji hedonik, panelis mengemukakan tanggapan pribadinya yaitu berupa kesan yang berhubungan dengan kesukanan atau pribadinya yaitu berupa kesan yang berhubungan dengan kesukanan atau tanggapan senang atau tidaknya terhada

tanggapan senang atau tidaknya terhadap sfat sensori p sfat sensori atau kualitas yang dinilai.atau kualitas yang dinilai. Pada praktikum uji hedonik, panelis disediakan tiga sampel roti tawar Pada praktikum uji hedonik, panelis disediakan tiga sampel roti tawar dengan merk yang berbeda. Kemudian panelis menganalisis ketiga sampel roti dengan merk yang berbeda. Kemudian panelis menganalisis ketiga sampel roti tawar tersebut dan memberikan penilaian terhadap rasa suka atau tawar tersebut dan memberikan penilaian terhadap rasa suka atau ketidaksukaannya dengan menggunakan skala hedonik berupa skala numerik  ketidaksukaannya dengan menggunakan skala hedonik berupa skala numerik  sesuai tingkatan kesukaan.

sesuai tingkatan kesukaan. 3.2.1.1

3.2.1.1 Uji Hedonik Aroma Roti TawarUji Hedonik Aroma Roti Tawar

Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji hedonik terhadap aroma tiga Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji hedonik terhadap aroma tiga produk roti tawar dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji roti produk roti tawar dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji roti tawar dengan kode berbeda yaitu 147, 205, dan 601. Panelis diminta untuk  tawar dengan kode berbeda yaitu 147, 205, dan 601. Panelis diminta untuk  mencium aroma ketiga roti tawar tersebut lalu memberikan penilaian berupa mencium aroma ketiga roti tawar tersebut lalu memberikan penilaian berupa “suka” atau “tidak suka” terhadap

“suka” atau “tidak suka” terhadap aroma ketiga contoh uji roti tawar tersebut padaaroma ketiga contoh uji roti tawar tersebut pada kolom respon form uji.

kolom respon form uji. Adapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaituAdapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaitu sangat suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka sangat suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka [2], dan sangat tidak suka [1].

[2], dan sangat tidak suka [1]. Uji hedonik roti

Uji hedonik roti untuk parameter aroma, berdasarkauntuk parameter aroma, berdasarkan padan pada Tabel 2Tabel 2 panelispanelis menyukai sampel roti 601 (

menyukai sampel roti 601 ( Michelle Ba Michelle Bakerykery) dengan jumlah penilaian 162 dengan) dengan jumlah penilaian 162 dengan rata-rata 6.00, sampel roti 205 (

rata-rata 6.00, sampel roti 205 (Singapore Bakery)Singapore Bakery) dengan jumlah penilaian 138dengan jumlah penilaian 138 dengan rata-rata 5.10, dan sampel roti 147 (

dengan rata-rata 5.10, dan sampel roti 147 ( Holland  Holland BakeryBakery) dengan jumlah) dengan jumlah penilaian 119 dengan rata-rata 4.40. Dari hasil penilaian, dapat dilihat bahwa penilaian 119 dengan rata-rata 4.40. Dari hasil penilaian, dapat dilihat bahwa sampel roti 601 (

sampel roti 601 ( Michelle  Michelle Bakery)Bakery) lebih disukai dibandingkan sampel roti 205lebih disukai dibandingkan sampel roti 205 ((Singapore BakerySingapore Bakery) dan sampel roti 147 () dan sampel roti 147 ( Holland  Holland BakeryBakery) dari segi parameter) dari segi parameter aromanya.

aromanya.

Dalam uji hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis Dalam uji hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis

(15)

sampel roti untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. sampel roti untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah respon skala hedonik aroma, Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah respon skala hedonik aroma, yaitu: sebesar 419 dengan faktor koreksi (FK) 2167.42, jumlah kuadrat total yaitu: sebesar 419 dengan faktor koreksi (FK) 2167.42, jumlah kuadrat total 153.58, jumlah kuadrat sampel 34.39, jumlah kuadrat panelis 38.91, dan jumlah 153.58, jumlah kuadrat sampel 34.39, jumlah kuadrat panelis 38.91, dan jumlah kuadrat galat 80.28.

kuadrat galat 80.28.

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan Tabel 3Tabel 3 Sidik Ragam Uji Hedonik Sidik Ragam Uji Hedonik  Aroma Roti, dapat dilihat bahwa F

Aroma Roti, dapat dilihat bahwa Fhitunghitung sampel memilki nilai 5.58. Jikasampel memilki nilai 5.58. Jika

dibandingkan dengan F

dibandingkan dengan Ftabeltabel, nilai F, nilai Fhitunghitung lebih besar daripada Flebih besar daripada Ftabeltabel 1%, yaitu 4.981%, yaitu 4.98

dan 5%, yaitu 3.15 sehingga F

dan 5%, yaitu 3.15 sehingga Fhitunghitung sampel sampel diberi dua diberi dua bintang bintang (**). (**). SedangkanSedangkan

F

Fhitunghitung panelis memiliki nilai 0.51, Fpanelis memiliki nilai 0.51, Ftabeltabel 1% 2.03, dan F1% 2.03, dan Ftabeltabel 5% 1.59. Jika5% 1.59. Jika

dibandingkan dengan F

dibandingkan dengan Ftabeltabel, , nilai nilai FFhitunghitungpanelis lebih kecil daripada nilai Fpanelis lebih kecil daripada nilai Ftabeltabel1%1%

dan 5% sehingga F

dan 5% sehingga Fhitunghitung panelis tidak diberi tanda panelis tidak diberi tanda bintang.bintang.

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan parameter aroma dikatakan memiliki aroma

parameter aroma dikatakan memiliki aroma yang berbeda sangat nyata dari ketigayang berbeda sangat nyata dari ketiga  jenis

 jenis sampel sampel roti. roti. Namun, Namun, belum belum dapat dapat dikatakan dikatakan bahwa bahwa panelis panelis memilikimemiliki penilaian yang berbeda pada parameter aroma ketiga sampel roti. Untuk  penilaian yang berbeda pada parameter aroma ketiga sampel roti. Untuk  mengetahui aroma mana yang sama atau lebih dari yang lain, diperlukan analisis mengetahui aroma mana yang sama atau lebih dari yang lain, diperlukan analisis lebih lanjut dengan uji Duncan karena F

lebih lanjut dengan uji Duncan karena Fhitunghitung sampel mendapat dua bintang (**).sampel mendapat dua bintang (**).

3.2.1.2

3.2.1.2 Uji Hedonik Rasa Roti TawarUji Hedonik Rasa Roti Tawar

Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji hedonik terhadap rasa tiga Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji hedonik terhadap rasa tiga produk roti tawar dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji roti produk roti tawar dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji roti tawar dengan kode berbeda yaitu 260, 046, dan 440. Panelis diminta untuk  tawar dengan kode berbeda yaitu 260, 046, dan 440. Panelis diminta untuk  mencicipi rasa ketiga roti tawar tersebut lalu

mencicipi rasa ketiga roti tawar tersebut lalu memberikan penilaian berupamemberikan penilaian berupa “suka”“suka” atau “tidak suka” terhadap

atau “tidak suka” terhadap rasa ketiga contoh uji roti tawar tersebut pada kolomrasa ketiga contoh uji roti tawar tersebut pada kolom respon form uji.

respon form uji. Adapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaitu sangatAdapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaitu sangat suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka [2], dan suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka [2], dan sangat tidak suka [1].

sangat tidak suka [1].

Uji hedonik roti untuk parameter rasa, berdasarkan

Uji hedonik roti untuk parameter rasa, berdasarkan Tabel 4Tabel 4 panelispanelis menyukai sampel roti 089 (

menyukai sampel roti 089 ( Michelle Ba Michelle Bakerykery) dengan jumlah penilaian 146 dengan) dengan jumlah penilaian 146 dengan rata-rata 5.40, sampel roti 780 (

rata-rata 5.40, sampel roti 780 (Singapore Bakery)Singapore Bakery) dengan jumlah penilaian 151dengan jumlah penilaian 151 dengan rata-rata 5.60, dan sampel roti 850 (

dengan rata-rata 5.60, dan sampel roti 850 ( Holland  Holland BakeryBakery) dengan jumlah) dengan jumlah penilaian 154 dengan rata-rata 5.70. Dari hasil penilaian, dapat dilihat bahwa penilaian 154 dengan rata-rata 5.70. Dari hasil penilaian, dapat dilihat bahwa

(16)

sampel roti 850 (

sampel roti 850 ( Holland  Holland Bakery)Bakery) lebih disukai dibandingkan sampel roti 780lebih disukai dibandingkan sampel roti 780 ((Singapore BakerySingapore Bakery) dan sampel roti 089 () dan sampel roti 089 ( Michelle  Michelle BakeryBakery) dari segi parameter) dari segi parameter rasanya.

rasanya.

Dalam uji hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis Dalam uji hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis sampel roti untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. sampel roti untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah respon skala hedonik rasa, yaitu: Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah respon skala hedonik rasa, yaitu: sebesar 451 dengan faktor koreksi (FK) 2511.12, jumlah kuadrat total 91.88, sebesar 451 dengan faktor koreksi (FK) 2511.12, jumlah kuadrat total 91.88,  jumlah

 jumlah kuadrat kuadrat sampel sampel 1.21, 1.21, jumlah jumlah kuadrat kuadrat panelis panelis 45.21, 45.21, dan dan jumlah jumlah kuadratkuadrat galat 45.46.

galat 45.46.

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan Tabel 5Tabel 5 Sidik Ragam Uji Hedonik Sidik Ragam Uji Hedonik  Rasa Roti, dapat dilihat bahwa F

Rasa Roti, dapat dilihat bahwa Fhitunghitung sampel memilki nilai 0.70. Jikasampel memilki nilai 0.70. Jika

dibandingkan dengan F

dibandingkan dengan Ftabeltabel, nilai F, nilai Fhitunghitung lebih kecil daripada Flebih kecil daripada Ftabeltabel 1%, yaitu 4.981%, yaitu 4.98

dan 5%, yaitu 3.15 sehingga F

dan 5%, yaitu 3.15 sehingga Fhitunghitung sampel sampel tidak diberi tidak diberi tanda tanda bintang. bintang. SedangkanSedangkan

F

Fhitunghitung panelis memiliki nilai 2.00, Fpanelis memiliki nilai 2.00, Ftabeltabel 1% 2.03, dan F1% 2.03, dan Ftabeltabel 5% 1.59. Jika5% 1.59. Jika

dibandingkan dengan F

dibandingkan dengan Ftabeltabel, , nilai nilai FFhitunghitungpanelis berada di antara Fpanelis berada di antara Ftabeltabel1% dan 5%1% dan 5%

yaitu 1.59

yaitu 1.59 –  – 2.03 sehingga F2.03 sehingga Fhitunghitungpanelis diberi satu bintang (*).panelis diberi satu bintang (*).

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan parameter rasa dikatakan sampel tidak memiliki

parameter rasa dikatakan sampel tidak memiliki rasa yang berbeda sehingga tidak rasa yang berbeda sehingga tidak  perlu dilakukan uji Duncan. Namun, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki perlu dilakukan uji Duncan. Namun, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbeda nyata pada parameter rasa ketiga sampel roti.

penilaian yang berbeda nyata pada parameter rasa ketiga sampel roti. 3.2.1.3 Uji Hedonik Penampakan Roti Tawar

3.2.1.3 Uji Hedonik Penampakan Roti Tawar Pada praktikum ini, dil

Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji hedonik akukan pengujian uji hedonik terhadap penampakanterhadap penampakan tiga produk roti tawar dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji tiga produk roti tawar dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji roti tawar dengan kode berbeda yaitu 110, 123, dan 810. Panelis diminta untuk  roti tawar dengan kode berbeda yaitu 110, 123, dan 810. Panelis diminta untuk  melihat penampakan ketiga roti tawar tersebut lalu memberikan penilaian berupa melihat penampakan ketiga roti tawar tersebut lalu memberikan penilaian berupa “suka” atau “tidak suka” terhadap

“suka” atau “tidak suka” terhadap penampakan ketiga contoh uji roti tawarpenampakan ketiga contoh uji roti tawar tersebut pada kolom respon form uji. Adapun skala hedonik/skala numerik yang tersebut pada kolom respon form uji. Adapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaitu sangat suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka diberikan yaitu sangat suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka [2], dan sangat tidak suka [1].

[3], tidak suka [2], dan sangat tidak suka [1].

Uji hedonik roti untuk parameter penampakan, berdasarkan

Uji hedonik roti untuk parameter penampakan, berdasarkan Tabel 6Tabel 6 panelis menyukai sampel roti 110 (

(17)

dengan rata-rata 5.07, sampel roti 123 (

dengan rata-rata 5.07, sampel roti 123 (Singapore Bakery)Singapore Bakery) dengan jumlahdengan jumlah penilaian 144 dengan rata-rata 5.33, dan sampel roti

penilaian 144 dengan rata-rata 5.33, dan sampel roti 810 (810 ( Holland Bake Holland Bakeryry) dengan) dengan  jumlah

 jumlah penilaian penilaian 142 142 dengan dengan rata-rata rata-rata 5.26. 5.26. Dari Dari hasil hasil penilaian, penilaian, dapat dapat dilihatdilihat bahwa sampel roti 123 (

bahwa sampel roti 123 (Singapore Bakery)Singapore Bakery) lebih disukai dibandingkan sampel rotilebih disukai dibandingkan sampel roti 110 (

110 ( Michell Michelle Bakerye Bakery) dan sampel roti 810 () dan sampel roti 810 ( Holland Bakery Holland Bakery) dari segi parameter) dari segi parameter penampakannya.

penampakannya.

Dalam uji hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis Dalam uji hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis sampel roti untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. sampel roti untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah kuadrat skala hedonik, yaitu: Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah kuadrat skala hedonik, yaitu: sebesar 423 dengan faktor koreksi (FK) 2209, jumlah kuadrat total 98, jumlah sebesar 423 dengan faktor koreksi (FK) 2209, jumlah kuadrat total 98, jumlah kuadrat sampel 0.96, jumlah kuadrat panelis 23.32, dan jumlah kuadrat galat kuadrat sampel 0.96, jumlah kuadrat panelis 23.32, dan jumlah kuadrat galat 73.74.

73.74.

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan Tabel 7Tabel 7 Sidik Ragam Uji Hedonik Sidik Ragam Uji Hedonik  Penampakan Roti, dapat dilihat bahwa F

Penampakan Roti, dapat dilihat bahwa Fhitunghitung sampel memilki nilai 0.34. Jikasampel memilki nilai 0.34. Jika

dibandingkan dengan F

dibandingkan dengan Ftabeltabel, nilai F, nilai Fhitunghitung lebih kecil daripada Flebih kecil daripada Ftabeltabel 1%, yaitu 4.981%, yaitu 4.98

dan 5%, yaitu 3.15 sehingga F

dan 5%, yaitu 3.15 sehingga Fhitunghitung sampel tidak diberi tanda bintang. Sedangkansampel tidak diberi tanda bintang. Sedangkan

F

Fhitunghitung panelis memiliki nilai 0.63, Fpanelis memiliki nilai 0.63, Ftabeltabel 1% 2.03, dan F1% 2.03, dan Ftabeltabel 5% 1.59. Jika5% 1.59. Jika

dibandingkan dengan F

dibandingkan dengan Ftabeltabel, , nilai nilai FFhitunghitungpanelis lebih kecil daripada nilai Fpanelis lebih kecil daripada nilai Ftabeltabel1%1%

dan 5% sehingga F

dan 5% sehingga Fhitunghitung sampel tidak diberi tanda sampel tidak diberi tanda bintang.bintang.

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan parameter penampakan dikatakan sampel tidak memiliki perbedaan penampakan parameter penampakan dikatakan sampel tidak memiliki perbedaan penampakan sehingga tidak perlu dilakukan uji Duncan serta belum dapat dikatakan bahwa sehingga tidak perlu dilakukan uji Duncan serta belum dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbeda pada parameter penampakan ketiga panelis memiliki penilaian yang berbeda pada parameter penampakan ketiga sampel roti.

sampel roti. 3.2.2

3.2.2 Uji Mutu HedonikUji Mutu Hedonik

Uji mutu hedonik adalah pengujian organoleptik dimana panelis Uji mutu hedonik adalah pengujian organoleptik dimana panelis menyatakan kesan pribadi tentang baik atau buruknya (kesan mutu hedonik). menyatakan kesan pribadi tentang baik atau buruknya (kesan mutu hedonik). Kesan mutu hedonik lebih spesifik dari kesan suka atau tidak suka, dan dapat Kesan mutu hedonik lebih spesifik dari kesan suka atau tidak suka, dan dapat bersifat lebih umum

bersifat lebih umum (Susiwi 2009). Faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan(Susiwi 2009). Faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan suatu produk adalah selera dan latar belakang individu yang memberikan suatu produk adalah selera dan latar belakang individu yang memberikan penilaian (Winarno di dalam Paulus 2009).

(18)

Berbeda

Berbeda dengan uji dengan uji hedonik, hedonik, uji mutu heuji mutu hedonik tidak donik tidak menyatakan menyatakan sukasuka atau tidak suka melainkan menyatakan kesan tentang baik atau buruk. Kesan baik  atau tidak suka melainkan menyatakan kesan tentang baik atau buruk. Kesan baik  atau buruk ini disebut kesan mutu hedonik. Oleh karena itu, beberapa ahli atau buruk ini disebut kesan mutu hedonik. Oleh karena itu, beberapa ahli memasukkan uji mutu hedonik kedalam uji hedonik. Kesan mutu hedonik lebih memasukkan uji mutu hedonik kedalam uji hedonik. Kesan mutu hedonik lebih spesifik daripada sekedar kesan suka atau tidak suka. Mutu

spesifik daripada sekedar kesan suka atau tidak suka. Mutu hedonik dapat bersifathedonik dapat bersifat umum, yaitu baik atau buruk dan bersifat spesifik seperti empuk atau keras untuk  umum, yaitu baik atau buruk dan bersifat spesifik seperti empuk atau keras untuk  daging, pulen atau keras untuk nasi, renyah, liat untuk mentimun, dan lain-lain daging, pulen atau keras untuk nasi, renyah, liat untuk mentimun, dan lain-lain (Astridiani 2007).

(Astridiani 2007).

Rentangan skala hedonik berkisar dari penilaian baik sampai ke penilaian Rentangan skala hedonik berkisar dari penilaian baik sampai ke penilaian  jelek. Skala

 jelek. Skala hedonik pada hedonik pada uji uji mutu hedonik mutu hedonik sesuai dengan tinsesuai dengan tingkat mutu gkat mutu hedonik.hedonik. Jumlah tingkat skala juga bervariasi tergantung dari rentangan mutu yang Jumlah tingkat skala juga bervariasi tergantung dari rentangan mutu yang diinginkan dan sensitivitas antar skala. Skala hedonik untuk uji mutu hedonik  diinginkan dan sensitivitas antar skala. Skala hedonik untuk uji mutu hedonik  dapat berarah satu dan berarah dua. Seperti halnya pada uji kesukaan, pada uji dapat berarah satu dan berarah dua. Seperti halnya pada uji kesukaan, pada uji mutu hedonik, data penilaiaan dapat ditransformasi dalam skala numerik dan mutu hedonik, data penilaiaan dapat ditransformasi dalam skala numerik dan selanjutnya dapat dianalisis statistik untuk interprestasinya (Astridiani 2007). selanjutnya dapat dianalisis statistik untuk interprestasinya (Astridiani 2007).

Pada praktikum uji mutu hedonik, panelis disediakan tiga sampel teh Pada praktikum uji mutu hedonik, panelis disediakan tiga sampel teh tawar dengan merk yang berbeda. Kemudian panelis menganalisis ketiga sampel tawar dengan merk yang berbeda. Kemudian panelis menganalisis ketiga sampel teh tersebut dan memberikan penilaian terhadap rasa suka atau ketidaksukaannya teh tersebut dan memberikan penilaian terhadap rasa suka atau ketidaksukaannya dengan menggunakan skala hedonik berupa skala numerik sesuai tingkatan dengan menggunakan skala hedonik berupa skala numerik sesuai tingkatan kesukaan.

kesukaan.

3.2.2.1 Uji Mutu Hedonik Rasa Sepet Teh 3.2.2.1 Uji Mutu Hedonik Rasa Sepet Teh

Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji mutu hedonik terhadap rasa Pada praktikum ini, dilakukan pengujian uji mutu hedonik terhadap rasa sepet produk teh dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji teh sepet produk teh dengan merk berbeda. Panelis disediakan tiga contoh uji teh dengan kode berbeda yaitu 260, 046, dan 440. Panelis diminta untuk mencicipi dengan kode berbeda yaitu 260, 046, dan 440. Panelis diminta untuk mencicipi rasa sepet ketiga teh

rasa sepet ketiga teh tersebut lalu memberikan penilaian berupa “suka” atau “tidak tersebut lalu memberikan penilaian berupa “suka” atau “tidak  suka” terhadap rasa

suka” terhadap rasa sepet ketiga contoh uji teh tersebut pada kolom respon formsepet ketiga contoh uji teh tersebut pada kolom respon form uji. Adapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaitu sangat suka [7], uji. Adapun skala hedonik/skala numerik yang diberikan yaitu sangat suka [7], suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka [2], dan sangat suka [6], agak suka [5], biasa [4], agak tidak suka [3], tidak suka [2], dan sangat tidak suka [1].

tidak suka [1].

Uji mutu hedonik teh untuk parameter rasa sepet, berdasarkan

Uji mutu hedonik teh untuk parameter rasa sepet, berdasarkan Tabel 8Tabel 8 panelis menyukai sampel teh 260 (teh poci) dengan jumlah penilaian kesukaan panelis menyukai sampel teh 260 (teh poci) dengan jumlah penilaian kesukaan 108 dengan rata-rata jumlah penilaian 4.00, sampel teh 046 (tong tji) dengan 108 dengan rata-rata jumlah penilaian 4.00, sampel teh 046 (tong tji) dengan

(19)

 jumlah penilaian kesukaan 70

 jumlah penilaian kesukaan 70 dengan rata-rata jumlah dengan rata-rata jumlah penilaian 2.59, dan sampelpenilaian 2.59, dan sampel teh 440 (teh cap botol) dengan jumlah penilaian kesukaan 73 dengan rata-rata teh 440 (teh cap botol) dengan jumlah penilaian kesukaan 73 dengan rata-rata  jumlah

 jumlah penilaian penilaian 2.70. 2.70. Dari Dari hasil hasil penilaian penilaian menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa sampel sampel teh teh 260260 (teh poci) lebih disukai dibandingkan sampel teh 046 (tong tji) dan 440 (teh cap (teh poci) lebih disukai dibandingkan sampel teh 046 (tong tji) dan 440 (teh cap botol) untuk parameter rasa sepet.

botol) untuk parameter rasa sepet.

Dalam uji mutu hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis Dalam uji mutu hedonik, setelah mengetahui jumlah penilaian panelis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis didapatkan skala numerik analisis sidik ragam dengan jumlah data ketiga jenis sampel teh untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. sampel teh untuk mengetahui nyata atau tidaknya perbedaan antar perlakuan. Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah kuadrat skala hedonik, yaitu: Dari hasil perhitungan, didapat besarnya jumlah kuadrat skala hedonik, yaitu: sebesar 251 dengan faktor koreksi (FK) 777.79, jumlah kuadrat total 297.21, sebesar 251 dengan faktor koreksi (FK) 777.79, jumlah kuadrat total 297.21,  jumlah kuadrat

 jumlah kuadrat sampel 33.06, sampel 33.06, jumlah kuadrat jumlah kuadrat panelis 196.54, panelis 196.54, dan jumlah dan jumlah kuadratkuadrat galat 67.61.

galat 67.61.

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan

Hasil penilaian 27 panelis berdasarkan Tabel 9Tabel 9 Sidik Ragam Uji MutuSidik Ragam Uji Mutu Hedonik Rasa Sepet Teh, dapat dilihat bahwa F

Hedonik Rasa Sepet Teh, dapat dilihat bahwa Fhitunghitung sampel memilki nilai 12,72.sampel memilki nilai 12,72.

Jika dibandingkan dengan F

Jika dibandingkan dengan Ftabeltabel , nilai F, nilai Fhitunghitung lebih besar daripada Flebih besar daripada Ftabeltabel1%, yaitu1%, yaitu

4.98 dan 5%, yaitu 3.15 sehingga F

4.98 dan 5%, yaitu 3.15 sehingga Fhitunghitung sampel diberi dua bintang (**).sampel diberi dua bintang (**).

Sedangkan F

Sedangkan Fhitunghitung panelis memiliki nilai 5.82, Fpanelis memiliki nilai 5.82, Ftabeltabel 1% 2.03, dan F1% 2.03, dan Ftabeltabel 5% 1.59.5% 1.59.

Jika dibandingkan dengan F

Jika dibandingkan dengan Ftabeltabel, , nilai nilai FFhitunghitungpanelis lebih besar daripada nilai Fpanelis lebih besar daripada nilai Ftabeltabel

1% dan 5% sehingga F

1% dan 5% sehingga Fhitunghitung sampel sampel diberi dua diberi dua bintang bintang (**).(**).

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji mutu hedonik dengan Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji mutu hedonik dengan parameter rasa sepet dikatakan memilki rasa sepet

parameter rasa sepet dikatakan memilki rasa sepet yang berbeda sangayang berbeda sangat nyata darit nyata dari ketiga jenis sampel teh. Selain itu, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki ketiga jenis sampel teh. Selain itu, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbeda sangat nyata pada rasa sepet ketiga sampel teh. Untuk  penilaian yang berbeda sangat nyata pada rasa sepet ketiga sampel teh. Untuk  mengetahui rasa sepet mana yang sama atau lebih dari yang lain, diperlukan mengetahui rasa sepet mana yang sama atau lebih dari yang lain, diperlukan analisis lebih lanjut dengan uji Duncan karena F

analisis lebih lanjut dengan uji Duncan karena Fhitunghitung sampel mendapat duasampel mendapat dua

bintang (**). bintang (**).

(20)

BAB IV

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan 4.1 Kesimpulan

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa pada uji hedonik dengan parameter aroma dikatakan memiliki aroma

parameter aroma dikatakan memiliki aroma yang berbeda sangat nyata dari ketigayang berbeda sangat nyata dari ketiga  jenis

 jenis sampel sampel roti roti sehingga sehingga dapat dapat dilakukan dilakukan uji uji Duncan Duncan untuk untuk mengetahui mengetahui aromaaroma mana yang sama dan lebih dari yang lain. Namun, belum dapat dikatakan bahwa mana yang sama dan lebih dari yang lain. Namun, belum dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbeda pada parameter aroma ketiga sampel roti. panelis memiliki penilaian yang berbeda pada parameter aroma ketiga sampel roti. Pada uji hedonik parameter rasa dan penampakan dapat disimpulkan bahwa Pada uji hedonik parameter rasa dan penampakan dapat disimpulkan bahwa sampel tidak memiliki rasa yang berbeda sehingga tidak perlu dilakukan uji sampel tidak memiliki rasa yang berbeda sehingga tidak perlu dilakukan uji Duncan. Namun, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki

Duncan. Namun, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbedapenilaian yang berbeda nyata pada parameter rasa ketiga sampel roti dan belum dapat dikatakan bahwa nyata pada parameter rasa ketiga sampel roti dan belum dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbeda pada parameter penampakan ketiga panelis memiliki penilaian yang berbeda pada parameter penampakan ketiga sampel roti.

sampel roti.

Pada uji mutu hedonik pada sampel teh

Pada uji mutu hedonik pada sampel teh dengan parameter rasa sepet, dapatdengan parameter rasa sepet, dapat dikatakan bahwa ketiga contoh uji teh berbeda sangat nyata dan diperlukan dikatakan bahwa ketiga contoh uji teh berbeda sangat nyata dan diperlukan analisis lebih lanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui rasa sepet mana yang analisis lebih lanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui rasa sepet mana yang sama dan lebih dari yang lain. Selain itu, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki sama dan lebih dari yang lain. Selain itu, dapat dikatakan bahwa panelis memiliki penilaian yang berbeda sangat nyata pada rasa sepet ketiga sampel teh.

penilaian yang berbeda sangat nyata pada rasa sepet ketiga sampel teh.

4.2 Saran 4.2 Saran

Dalam pelaksanaan uji hedonik dan uji mutu hedonik, urutan pengujian Dalam pelaksanaan uji hedonik dan uji mutu hedonik, urutan pengujian sampel roti dan teh harus diperhatikan. Sebaiknya pada pengujian, penyaji sampel roti dan teh harus diperhatikan. Sebaiknya pada pengujian, penyaji menyuruh panelis untuk menilai sampel roti terlebih dahulu daripada sampel teh menyuruh panelis untuk menilai sampel roti terlebih dahulu daripada sampel teh agar rasa sepet yang berasal dari teh tidak menggangu penilaian terhadap sampel agar rasa sepet yang berasal dari teh tidak menggangu penilaian terhadap sampel roti. Selain itu, perlu suasana yang kondusif dan tenang agar panelis lebih relaks roti. Selain itu, perlu suasana yang kondusif dan tenang agar panelis lebih relaks dalam melakukan pengujian. Instruksi pengisian form uji dibuat lebih jelas dalam melakukan pengujian. Instruksi pengisian form uji dibuat lebih jelas sehingga panelis dapat mengerti tujuan yang ingin dicapai dalam pengujian ini. sehingga panelis dapat mengerti tujuan yang ingin dicapai dalam pengujian ini.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Astridiani. 2007.

Astridiani. 2007. Uji kesukaanUji kesukaan.. http://www.scribd.comhttp://www.scribd.com [17 April 2012][17 April 2012]

Jellinek G. 1985.

Jellinek G. 1985.  Evaluas Evaluasi i Sensori Sensori Pangan: Pangan: Teori Teori dan dan Praktek Praktek . Chicester: Ellis. Chicester: Ellis Horwood Ltd.

Horwood Ltd. Kartika B dkk. 1988.

Kartika B dkk. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan PanganPedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta: PAU. Yogyakarta: PAU Pangan dan Gizi, Universitas Gajah Mada.

Pangan dan Gizi, Universitas Gajah Mada.

Paulus R. 2009. Karakteristik mutu bakso sapi dengan penggunaan supernatan Paulus R. 2009. Karakteristik mutu bakso sapi dengan penggunaan supernatan

yang

yang mengandung mengandung antimikroba antimikroba dari dari lactobacillus lactobacillus plantarum plantarum padapada penyimpanan suhu dingin [skripsi]. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut penyimpanan suhu dingin [skripsi]. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Pertanian Bogor. Rahardjo. 1998.

Rahardjo. 1998. Uji InderawiUji Inderawi. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman. Sarastani, Dewi. 2012.

Sarastani, Dewi. 2012. Penuntun Praktikum Analisis Organoleptik Penuntun Praktikum Analisis Organoleptik . Bogor:. Bogor: Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Soekarto, ST. 1985.

Soekarto, ST. 1985. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan HasilPenilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian

Pertanian. Jakarta: Bharata Karya Aksara.. Jakarta: Bharata Karya Aksara. Sofyan dan Herliyani. 2011.

(22)

DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Tabel

Lampiran 1. Tabel Harga Nisbah F Terendah Untuk Menyatakan Beda NyataHarga Nisbah F Terendah Untuk Menyatakan Beda Nyata Pada Tingkat 1%

Pada Tingkat 1%

Lampiran 2. Tabel Harga Nisbah F Terendah Untuk Menyatakan Beda Lampiran 2. Tabel Harga Nisbah F Terendah Untuk Menyatakan Beda Nyata Pada Tingkat 5%

(23)

Lampiran 3. Perhitungan untuk Uji Rasa Roti

Lampiran 3. Perhitungan untuk Uji Rasa Roti TawarTawar

Faktor

Faktor Koreksi Koreksi / / FK FK :: 25112511..1122 8 811 45 451122   JK JK Total Total :: ((861861842842900900))FK FK 9191..8888 JK JK Sampel Sampel :: 11..2211 27 27 )) 1 15544 1 14466 1 15511 (( 22 22 22         FK  FK  JK JK Panelis Panelis :: 4455..2211 3 3 )) 1 188 .... .... 16 16 1 122 (( 22 22 22           FK  FK  JK JK Galat Galat : : 91.8891.88 –  – 45.2145.21 –  – 1.21 = 45.461.21 = 45.46 db db sampel sampel : : 3 3 - - 1 1 = = 22 db db panelis panelis : : 2727 –  – 1 = 261 = 26 db

db total total : : (3 (3 sampel sampel x x 27 27 panelis)panelis) –  – 1 = 801 = 80 db db galat galat : : 8080 –  – 2626 –  – 2 = 522 = 52 KT KT sampel sampel :: 00..605605 2 2 21 21 .. 1 1   KT KT panelis panelis :: 11..7474 26 26 21 21 .. 45 45   KT KT galat galat :: 00..8787 52 52 46 46 .. 45 45   F

F hitung hitung sampel sampel ::

70 70 .. 0 0 87 87 .. 0 0 605 605 .. 0 0     KTGalat  KTGalat  KTSampel KTSampel F

F hitung hitung panelis panelis ::

00 00 .. 2 2 87 87 .. 0 0 74 74 .. 1 1     KTGalat  KTGalat  KTPanelis KTPanelis

Lampiran 4. Perhitungan Uji Mutu Hedonik Rasa

Lampiran 4. Perhitungan Uji Mutu Hedonik Rasa SepetSepet Fk Fk == (( ))      ==     =777,79=777,79 JK JK Total Total == (x(x22)- )- Fk Fk = = 1075-777,79 1075-777,79 = = 297,21297,21 JK JK Sampel Sampel == ((   ))-Fk -Fk = = ((     ))-777,79 -777,79 = = 810,85-777,7810,85-777,799 = 33,06 = 33,06 JK JK Panelis Panelis == ((   )-Fk )-Fk ==     ))-777,79 -777,79 = = 974,33-777,7974,33-777,799 =196,54 =196,54

(24)

JK

JK Galat Galat = = Jk Jk TotalTotal –  – JK SampelJK Sampel –  – JK PanelisJK Panelis = 297,21-33,06-196,54= 67,61

= 297,21-33,06-196,54= 67,61 db

db sampel sampel = = Jumlah Jumlah SampelSampel –  – 1 1 = = 3-1 3-1 = = 22 db

db panelis panelis = = Jumlah Jumlah PanelisPanelis –  – 1 1 = = 27-1 = 27-1 = 2626 db

db galat galat = = db db Sampel Sampel x x db db panelis panelis = = 2 2 x x 26 26 = = 5252 db

db Total Total == db(sampel, db(sampel, Panelis, Panelis, galat) galat) = = 2+26+52 2+26+52 = = 8080 KT

KT Sampel Sampel = = JK JK Sampel Sampel : : db db Sampel Sampel = = 33,06 33,06 : : 2 2 = = 16,5316,53 KT

KT Panelis Panelis = = JK JK Panelis Panelis : : db db Panelis Panelis = = 196,54 196,54 : : 26 26 = = 7,567,56 KT

KT Galat Galat = = JK JK Galat Galat : : db db Galat Galat = = 67,61 67,61 : : 52 52 = = 1,31,3 Fhit.Sampel

Fhit.Sampel = = KT KT Sampel Sampel : KT : KT Galat Galat = = 16,53 16,53 : : 1,3 1,3 = = 12,7212,72 Fhit.panelis

(25)

Gambar

Tabel 1. Rekapitulasi Data Uji Hedonik dan Uji Mutu HedonikTabel 1. Rekapitulasi Data Uji Hedonik dan Uji Mutu Hedonik
Tabel 2. Tabel Hasil Perhitungan Uji Aroma Roti TawarTabel 2. Tabel Hasil Perhitungan Uji Aroma Roti Tawar
Tabel 5. Sidik Ragam Uji Hedonik Rasa Roti TawarTabel 5. Sidik Ragam Uji Hedonik Rasa Roti Tawar
Tabel 6. Tabel Hasil
+2

Referensi

Dokumen terkait

Urutkan warna ketiga sampel dari yang sangat Anda sukai (3) hingga yang kurang Anda sukai (1)... UJI

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mutu dan uji hedonik (warna, aroma, rasa dan tekstur) es krim susu sapi yang ditambahkan pasta ubi jalar

Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis probability bahwa nilai mutu hedonik terbaik terhadap kenampakan ikan teri asap cair yaitu direndam dengan waktu 15

Analisa yang digunakan dalam uji hedonik ini ialah menganalisa tingkat kesukaan dari tiga jenis martabak manis (A, B, dan C) dengan perbedaan komposisi tepung talas

Berdasarkan uji hedonik dari CaOH2 dan NaHCO3 terdapat perlakuan terbaik yaitu A1,5 dan B1,5 karena hasil dari keripik kulit ikan memiliki tingkat kenampakan yang rapi, tekstur yang

Hasil analisis nilai hedonik berdasarkan uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa penambahan gelatin dengan konsentrasi berbeda tidak memberikan pengaruh nyata pada nilai parameter aroma,

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI 5521 Rasa Aspek perbedaan rasa pada ketiga formula dimsum terlihat pada hasil penilaian sensori oleh panelis dengan uji hedonik yang ditampilkan pada

Gambar 2 Nilai rata-rata uji hedonik kenampakan Hasil perhitungan Kruskal-Wallis uji hedonik untuk kenampakan menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi dan lama penggaraman tidak