BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka lokasi

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka lokasi penelitian akan dilaksanakan pada Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Sedangkan untuk waktu penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu mulai bulan Mei 2012 sampai dengan bulan Juni 2012.

3.2 Desain Penelitian

Desain penelitian ini bersifat deskriptif dan kuantitatif. Penelitian yang bersifat deskriptif bertujuan menguraikan karateristik (sifat-sifat) tentang suatu keadaan pada waktu tertentu. Jenis Penelitian deskriptif menurut Sugiyono (2011) adalah:“Jenis penelitian yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.” Sehingga dengan demikian desain penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2. Desain penelitian 3.3 Variabel Penelitian Tunjangan Kinerja Daerah (X) Kinerja (Y) 43

(2)

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas dan terperinci mengenai operasionalisasi variabel pada penelitian ini, maka peneliti menetapkan operasionalisasi variabel penelitian sebagai berikut :

Variabel Bebas (independent variable) atau Variabel x, yaitu Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Tunjangan Kinerja Daerah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Tunjangan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah provinsi sebagai imbalan atas prestasi kerja dan bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai. Indikator penilaian Tunjangan Kinerja Daerah yang ada pada kantor Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo sesuai dengan Peraturan Gubernur, yaitu mencakup prestasi aksi dan prestasi hasil. Dimana prestasi aksi memiliki bobot 40%, dan prestasi hasil memiliki bobot 60%. Dalam penilaian prestasi aksi faktor yang dinilai adalah:

1. Kepatuhan jam kerja 15%,

Akumulasi kehadiran pegawai dalam melaksanakan tugas dan ketaatan jam kerja. a. Tidak pernah tidak hadir, tidak pernah terlambat, atau tidak pernah pulang cepat. b. Secara komulatif 2-3 kali terlambat/pulang cepat

c. Secara komulatif 4-5 kali terlambat/pulang cepat atau maksimal 2 hari izin atau maksimal 4 hari sakit.

d. Secara komulatif 6-7 kali terlambat atau pulang cepat atau lebih dari dua hari izin atau maksimal 2 hari tidak hadir tanpa pemberitahuan atau 5 hari sakit

2. Ketaatan terhadap peraturan kepegawaian 10%,

Kesanggupan seorang pegawai Negeri sipil untuk menaati segala peraturan perundang-undanganara dan peraturan kedinasan yang berlaku.

(3)

b. Tidak mengikuti kegiatan kenegaraan dan pemerintahan maksimal 2 hari. c. Tidak mengikuti kegiatan kenegaraan dan pemerintahan maksimal 3 hari d. Tidak mengikuti kegiatan kenegaraan dan pemerintahan maksimal 4 hari e. Tidak mengikuti kegiatan kenegaraan dan pemerintahan lebih dari 4 hari 3. Tanggung jawab 10%,

Komitmen yang tinggi seoarang Pegawai Negeri sipil dalam menyeleseikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya.

a. Selalu tepat waktu menjalankan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesabaran, dan tanggung jawab

b. Tidak tepat waktu melaksanakan tugas kedinasan maksamail 2 kali c. Tidak tepat waktu melaksanakan tugas kedinasan maksamail 3 kali d. Tidak tepat waktu melaksanakan tugas kedinasan maksamail 4 kali e. Tidak tepat waktu melaksanakan tugas kedinasan lebih dari 4 kali

4. Kerja sama 5%.

Kemampuan menjalin hubungan kerja yang baik dalam unit kerjanya atau dengan unit kerja yang lain atau dengan pihak yang lain diluar organisasi dalam melaksanakan tugas.

a. Sangat mampu menjalin dan membina hubunngan kerja b. Mampu menjalin dan membina hubungan kerja

c. Cukup mampu menjalin dan membina hubungan kerja d. Kurang mampu menjalin dan membina hubungan kerja e. Tidak mampu menjalin dan membina hubungan kerja

(4)

Kemudian dalam penilaian prestasi hasil faktor yang dinilai adalah : 5. Produktivitas 15%,

Hasil yang dicapai sesuai target yang ditatapkan

a. Sangat produktif, volume hasil kerja yang dicapai melampaui target yang ditetapkan. b. Produktif, volume hasil kerja yang dicapai 91-100% dari target yang ditetapkan. c. Cukup produktif, volume hasil kerja yang dicapai 81-90% dari target yang ditetapkan. d. Kurang produktif, vrolume hasil kerja yang dicapai dibawah 61% dari target yang

ditetapkan.

6. Efektivitas 5%,

Hasil yang dicapai dibandingkan dengan standar kualitas yang diinginkan

a. Efektifitas sangat tinggi yaitu kualitas yang diperoleh lebih baik ( sangat akurat,sangat cermat,sangat rapih)

(Efektifitas lebih dari 1 yaitu 100% benar)

b. Efektifitas tinggi yaitu kualitas yang diperoleh lebih baik (akurat, cermat,rapi) (Efektifitas sama dengan 1 yaitu 90-99% benar)

c. Efektifitas cukup tinggi yaitu kualitas yang diperoleh kurang baik (cukup akurat,cukup cermat,cukup rapih)

(Efektifitas 0.75-0.99 yaitu 80-89%)

d. Efektifitas rendah yaitu kualitas yang diperoleh kurang baik ( kurang akurat, kurang cermat, kurang rapih)

(5)

(Efektifitas 0.50-0.74 yaitu 70-79% benar)

e. Efektifitas sangat rendah yaitu kualitas yang diperoleh tidak baik (tidak akurat,tidak cermat,tidak rapih)

(Efektifitas <0.50 yaitu dibawah 70% benar). 7. Efisiensi 5%,

Hasil pekerjaan dibandingkan dengan sumber daya yang digunakan

a. Efesiensi sangat tinggi, tercapainya hasil pekerjaan dengan penggunaan sumber daya yang lebih rendah dari standart

(Efesiansi lebih dari satu sumber daya yang digunakan kurang dari 100%)

b. Efesiansi tinggi, tercapainya hasil pekerjaan dengan penggunaan sumber daya sesuai standar

(Efisiensi sama dengan 1 yaitu sumber daya yang digunakan 100%)

c. Efesiansi sedang, tercapainya hasil pekerjaan dengan pengunaan sumber daya yang cukup tinggi dari standar

(Efesiansi 0.75-0.99 yaitu sumber daya yang digunakan lebih tinggi sampai 10% dari satndar)

d. Efesiansi kurang, tercapainya hasil pekerjaan dengan penggunaan sumber daya lebih tinggi dari standar

(Efesiansi 0.50-0.74 yaitu sumber daya yang digunakan lebih dari 100% sampai 20% dari standar)

e. Efesiansi rendah , tercapainya hasil pekerjaan dengan penggunaan sumber daya tinggi dari standar (Efesiansi < 0.50 yaitu sumber daya yang digunakan lebih dari 20% dari standar)

(6)

8. Manfaat kinerja 15%,

Hasil pekerjaan memberikan manfaat bagi rekan kerja, unit kerja,masyarakat, dan stakeholder lainnya sesuai dengan tugas dan fungsinya.

a. Sangat baik hasil pekerjaan sangat bermanfaat bagi rekan kerja, unit kerja, masyarakat dan stakeholder lainnya.

b. Baik yaitu hasil pekerjaan bermanfaat bagi rekan kerja, unit kerja, masyarakat, dan stekholder lainnya.

c. Cukup baik yaitu hasil pekerjaancukup bermanfaat badgi rekan kerja , unit kerja, masyarakat dan stekholder lainnya.

d. Kurang baik yaitu hasil pekerjaan kurang bermanfaat bagi rekan kerja,unit kerja, masyarakat dan stekhoder lainnya.

e. Tidak baik yaitu hasil pekerjaan tidak bermanfaat bagi unit kerja, masyarakat, dan stakeholder lainnya.

9. Kecepatan 10% .

Waktu penyelesaian pekerjaan

a. Lebih cepat menyelesaikan pekerjaan dari waktu yang ditetapkan b. Tepat waktu dalam penyelesaian pekerjaan

c. Kadang tidak tepat waktu dari waktu yang ditetapkan dalam menyelesaikan pekerjaan d. Selalu tidak tepat waktu dari waktu yang ditetapkan dalam menyelesaikan pekerjaan e. Pekerjaan tidak selesai

(7)

Variabel Terikat (dependent variable) atau Variabel y, yakni kinerja. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan kinerja adalah hasil kerja pegawai selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misal: standar, target/sasaran/kriteria yang ditentukan dan disepakati bersama. Dalam hal ini penilaian tetap, mempertimbangakan berbagai situasi dan kondisi yang mempengaruhi kinerja. Adapun yang menjadi indikator kinerja menurut Jhon Miners (Sudarmanto, 2009:11) adalah :

1. Kualitas, yaitu tingkat kesalahan, kerusakan, kecermatan. 2. Kualitas, yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan

3. Penggunaan waktu yang dalam bekerja, yaitu tingkat ketidak hadiran, keterlambatan, waktu kerja efektif/jam kerja.

4. Kerja sama dengan orang lain dalam bekerja.

3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, (Sugiyono, 2011: 80). Jadi, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah jumlah keseluruhan subyek yang menjadi obyek penelitian, yang dimaksud subyek disini adalah individu-individu, benda-benda apa saja yang diperlukan dalam penelitian, sedangkan obyek penelitian sesuatu yang akan diteliti.

(8)

Penelitian ini akan dilakukan pada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, sehingga yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang berjumlah 150 orang.

3.4.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2011: 81). Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling, yaitu pengambilan sempel secara acak (random) yang dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer. Adapun teknik penentuan sampelnya, peneliti menggunakan teknik sampling bertujuan atau purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitiannya. Yang dimaksud disini adalah pegawai yang menerima tunjangan kinerja daerah(TKD) khususnya bagian keuangan dan kepegawain yang akan dijadikan sampel yaitu sebanyak 50 orang.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

3.5.1 Observasi yaitu suatu cara pengumpulan data dengan cara mengadakan kunjungan dan pengamatan langsung pada Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Hal ini sudah dilakukan selama penulisan proposal skripsi ini berlangsung.

(9)

diajukan kepada pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan masalah yang akan diteliti.

3.5.3 Wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari informasi secara langsung dari responden yang dianggap berkaitan dengan obyek penelitian.

Untuk menilai tanggapan dari setiap responden, Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Likert (Sugiyono, 2011: 93 ). Skala likert pertama kali dikembangkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932 dalam mengukur sikap masyarakat. Dalam skala ini hanya menggunakan item yang secara pasti baik dan secara pasti buruk. Item yang pasti disenangi, disukai, yang baik, diberi tanda negatif (-). Total skor merupakan penjumlahan skor responsi dari responden yang hasilnya ditafsirkan sebagai posisi responden.

Untuk memudahkan analisis, maka daftar pertanyaan (angket) yang diberikan kepada responden diberi penilaian dengan menyiapkan (lima) pilihan yakni: (1) selalu, (2) sering, (3) kadang-kadang, (4) jarang, (5) tidak pernah. Pemberian skor dimulai dari nilai tertinggi dengan skor 5 (lima), hingga nilai yang paling terendah dengan skor 1 (satu).

3.6 Teknik Analisis Data

Data-data yang diperoleh melalaui teknik angket, selanjutnya diolah dan dianalisis melalui pendekatan kuantitatif, dan secara runtut meliputi:

(10)

Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap item pertanyaan dalam kuesioner penelitian benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk memastikan bahwa setiap item pertanyaan dalam kuesioner penelitian benar-benar tepat mengukur apa yang hendak diukur dalam penelitian ini.

3. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data digunakan untuk memastikan bahwa data yang telah terjaring melalui kuesioner penelitian telah berdistribusi normal, sehingga dapat digunakan dalam tahap analisis selanjutnya.

4. Persamaan Regresi

Persamaan regresi digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara pemberian Tunjangan Kinerja Daerah terhadap kinerja pegawai.

5. Uji Signifikan

Uji signifikan digunakan untuk mengetahui apakah pemberian insentif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai.

6. Uji Koefisien korelasi (r) dan determinasi (r2)

Uji koefisien korelasi dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan atau derajat hubungan variabel x (Tunjangan Kinerja Daerah) terhadap variabel y (kinerja).

7. Uji Signifikan dari koefisien korelasi.

Uji signifikan dari koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat siginifikansi atas koefisien korelasi (r) dan determinasi (r2).

(11)

Untuk kepentingan pengujian hipotesis secara statistik maka hipotesis penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya pada Bab II selanjutnya ditransfer ke dalam hipotesis statistik sebagai berikut :

Ho : ρ = O Tidak terdapat pengaruh antara variabel X (Tunjangan

Kinerja Daerah) dengan variabel Y (Kinerja)

Ha : ρ ≠ O Terdapat pengaruh antara variabel X (Tunjangan Kinerja Daerah)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :