BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

139 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mengacu pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Tahun 2017-2022, Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun Rencana Strategis Tahun

2017-2022.

Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset merupakan

dokumen perencanaan yang menggambarkan arah dan pengembangan unit kerja dan

program pelayanan publik yang bersifat strategis dalam jangkauan perubahan kedepan

dalam suatu kerangka kerja pembangunan komprehensif dan sistematis untuk mencapai

tujuan yang diharapkan oleh masyarakat.

Adapun fungsi dari Rencana Strategis ini adalah untuk mengklarifikasikan

secara eksplisit visi dan misi Kepala Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD), kemudian menterjemahkan secara strategis sistematis dan terpadu

kedalam tujuan, strategi, kebijakan dan program prioritas Satuan Kerja Perangkat Daerah

serta tolok ukur pencapaiannya.

Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset melalui proses yang transparan, demokratis, partisipatif.

1.2 Landasan Hukum

a.

Undang-undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa

Jogjakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 3) sebagaimana

telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1955 tentang

Perubahan Undang-Undang Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang

Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

827);Perubahan Undang-Undang Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang

Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

827);

b.

Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

c.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

(2)

d.

Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

e.

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

f.

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa

Yogyakarta

g.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah;

h.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah

i.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014.

j.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua

atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah;

k.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara

Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah;

l.

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2005

tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2005 Nomor 3 Seri E), sebagaimana telah

diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta Nomor 3

Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta Nomor 5 Tahun2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana

Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009

Nomor 3);

m.

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2007

tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007

Nomor 7);

(3)

n.

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2009

tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025

(Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 2);

o.

Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tanggal

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Daerah Istimewa

Yogyakarta.Tahun 2012 – 2017

p.

Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 2014 tentang

Perubahan atas Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun

2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY Tahun

2012-2017.

q.

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 104 Tahun 2014 tentang

Perubahan atas target Pencapaian Sasaran Tahunan, Kebijakan Umum dan program

pembangunan serta Indikator Kinerja Utama Gubernur RPJMD DIY Tahun

2012-2017.

r.

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 118 Tahun 2015 tentang

Perubahan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 104 Tahun

2014 tentang Perubahan atas target Pencapaian Sasaran Tahunan, Kebijakan Umum

dan program pembangunan serta Indikator Kinerja Utama Gubernur RPJMD Tahun

2012-2017.

1.3 Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2017 adalah dokumen perencanaan SKPD untuk

periode lima tahun kedepan memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan dan sasaran

bagi pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2012-2017, yang harus dilaksanakan

secara terpadu, sinergis, harmonis dan berkesinambungan.

2. Tujuan

a) Menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam tujuan dan sasaran yang

akan dicapai selama tahun 2017-2022, yang disertai dengan program prioritas

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta;

b) Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis dalam bentuk

program dan kegiatan beserta kerangka pendanaannya selama lima tahun pada

periode Renstra tahun 2017 sampai dengan 2022;

(4)

c) Sebagai dasar monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan DPPKA

DIY setiap tahun selama periode Renstra.

d) Menjadi tolok ukur dalam pengukuran capain kinerja DPPKA DIY.

e) Menjamin terlaksananya program dan kegiatan dapat dilakukan secara

berjenjang, bertahap dan terstruktur.

1.1. Sistematika

Sistematika penulisan Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Bab II Gambaran Umum DPPKA DIY

Bab III Isu-Isu Setrategis Berdasarkan Tugas Pokok Dan Fungsi

Bab IV

Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Setrategis Dan Kebijakan

Bab V

Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan

Pendanaan Indikatif

(5)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1 Tugas dan Fungsi dan Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun

2008 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset dan Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan

Aset Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset mempunyai tugas : melaksanakan pengelolaan anggaran pendapatan,

anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi keuangan daerah serta

menyiapkan bahan perumusan kebijakan, akuntansi dan pengelolaan barang daerah.

Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana tersebut diatas, DPPKA

mempunyai fungsi :

1. Penyusunan program dibidang pengelolaan anggaran pendapatan, anggaran

belanja, kas daerah, pembinaan administrasi keuangan daerah, akuntansi dan

pengelolaan barang daerah;

2. Perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan anggaran pendapatan, anggaran

belanja, kas daerah, pembinaan administrasi keuangan daerah, akuntansi dan

pengelolaan barang daerah;

3. Penyelenggaraan pengelolaan pendapatan daerah;

4. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

5. Pengelolaan kas daerah;

6. Pelaksanaan pembinaan administrasi keuangan daerah;

7. Penyelenggaran akuntansi dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

8. Penyelenggaraan pengelolaan barang daerah;

9. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan;

10. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan program dinas.

11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan fungsi dan

tugasnya;

Berdasarkan Peraturan Daerah DIY Nomor 6 Tahun 2008, Struktur Organisasi

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset DIY terdiri dari:

1. Kepala Dinas;

2. Sekretariat Dinas;

3. Bidang Anggaran Pendapatan;

4. Bidang Anggaran Belanja;

(6)

5. Bidang Pengelolaan Kas Daerah;

6. Bidang Bina Administrasi Keuangan Daerah;

7. Bidang Akuntansi;

8. Bidang Pengelolaan Barang Daerah;

9. Unit Pelaksana Teknis Dinas;

10. Kelompok Jabatan Fungsional.

Gambar G.II.C.2

Struktur Organisasi DPPKA DIY

KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DINAS

PENDAPATAN,

PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN ASET

SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UPTD

BIDANG ANGGARAN BELANJA BIDANG ANGGARAN PENDAPATAN BIDANG AKUNTANSI SEKSI PAJAK DAERAH SEKSI RETRIBUSI DAN PENDAPATAN LAIN-LAIN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PERIMBANGAN KEUANGAN DAERAH BIDANG PENGELOLAAN KAS DAERAH SEKSI PEREKONOMIAN BIDANG BINA ADMINISTRASI ADMINISTRASI KEUANGAN SEKSI BINA APBD DAN PERHITUNGAN KAB/KOTA SEKSI BINA PENGELOLAAN KEUANGAN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN BIDANG PENGELOLAAN BARANG DAERAH SEKSI ADMINISTRASI BARANG DAERAH SEKSI PENDAYAGUNAAN BARANG DAERAH SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI ADMINISTRASI DANA NON APBD

LAMPIRAN:

PERATURAN DAERAH DIY

NOMOR: 06 Tahun 2008

TANGGAl: 15 Agustus 2008

(7)

Gambar G.II.C.3

Struktur Organisasi UPTD

2.2 Sumberdaya SKPD

Untuk menjalankan tugas dan fungsinya Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset didukung oleh Sumberdaya Manusia sebanyak 261 orang dengan

perincian sebagai berikut.

a. Jumlah pegawai PNS berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 171 orang laki-laki dan

90 orang perempuan.

b. Jumlah pegawai berdasarkan jenis pendidikan terdiri dari 21 orang berpendidikan

Sarjana Strata Dua, 104 orang Sarjana Strata Satu, 15 orang Sarjana

Muda/Diploma, 106 Sekolah Lanjutan Atas, 10 orang Sekolah Lanjutan Pertama

dan 5 orang berpendidikan Sekolah Dasar.

c. Jumlah pegawai berdasarkan Golongan, terdiri dari 1 orang golongan IV/c, 7 orang

golongan IV/b, 9 orang Golongan IV/a, 45 orang golongan III/d, 29 orang

golongan III/c, 88 orng golongan III/b, 40 orang golomgan III/a, 13 orang

golongan II/d, 2 orang golongan II/c, 12 orang golongan II/b, 3 orang golongan

II/a, 4 orang golongan I/d, 3 orang golongan I/c, 2 orang golongan I/b dan 3 orang

golongan I/a.

Kasubbag Tata

Usaha

Kasi Pendaftaran dan

Penetapan

Kasi Pembukuan dan

Penagihan

(8)

Tabel T.II.C.1

Rekapitulasi Jumlah Pegawai DPPKA DIY

Per 31 Maret 2013

GOL LAKI-LAKI JML PEREMPUAN JML JML.TOTAL S2 S1 D3/SM SLTA SLTP SD S2 S1 D3/SM SLTA SLTP SD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 IV/e 0 0 0 IV/d 0 0 0 IV/c 1 1 0 1 IV/b 2 2 6 1 1 7 IV/a 5 1 8 1 1 9 JML.GOL. IV 7 4 0 0 0 0 15 1 1 0 0 0 0 2 17 III/d 3 25 27 4 14 18 45 III/c 1 22 6 20 5 3 1 9 29 III/b 2 11 42 53 3 6 2 24 35 88 III/a 11 1 8 20 13 3 4 20 40 JML.GOL.III 5 58 7 50 120 7 38 8 29 0 0 82 202 II/d 8 8 5 5 13 II/c 1 1 2 0 2 II/b 12 12 0 12 II/a 1 2 3 0 3 JML.GOL.II 0 0 0 21 2 2 25 0 0 0 5 0 0 5 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 I/d 4 4 0 4 I/c 3 3 0 3 I/b 2 2 0 2 I/a 2 2 1 1 3 JML.GOL.I 0 0 0 0 9 2 11 0 0 0 0 0 1 1 12 JML.TOTAL 13 65 7 71 11 4 171 8 39 8 34 0 1 90 261

Sumber : DPPKA Tahun 2013 data diolah

Sedang aset/modal ataupun sarana prasarana yang dimiliki berupa 8

aula/gedung yang digunakan sebagai aktivitas kerja 261 orang pegawai yang didukung

dengan peralatan dan perlengkapan kerja berupa kendaraan dinas operasional roda 6,

roda 4 dan roda 2, berbagai merek, komputer PC, Laptop, UPS,Server, printer, scanner,

dump terminal, AC, telepon, LCD, proyektor, mesin ketik manual, TV, Faximili dan

komputer layanan wajib pajak.

(9)

Tabel T.II.C.3

Barang yang tersedia

No

Jenis Barang

Jumlah

1

2

3

1

Bangunan Gedung

9 unit

2

Bus Satling

4 unit

3

Kendaraan roda empat

24 unit

4

Kendaraan roda dua

28 unit

5

Komputer PC

386 buah

6

Note Book

121 buah

7

UPS

137 buah

8

Server

51 unit

9

Printer

480 unit

10 Scanner

83 unit

11

Dum Terminal

10 unit

12 Air Conditioning

230 buah

13 Pesawat Telepon

25 unit

14 LCD OHP

21 unit

15 LCD Viewer

13 unit

16 LCD Monitor

10 unit

17 Mesin ketik

30 buah

18 Televisi

55 unit

19 Lemari Es

6 unit

20 Faximile

15 unit

21 Monitor

143 unit

22 CPU

63 unit

23 Komputer informasi layanan

3 unit

Sumber : SIPKD Modul Aset 2017 diolah

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Kinerja pelayanan Dinas PPKA DIY dalam rentang waktu 2012-2017 mengalami

beberapa kali revisi indikator dan target kinerja, sejalan dengan evaluasi terhadap

pelaksanaan pembangunan dalam lingkup Pemda DIY yang dilakukan pada tahun 2014

yang menunjukkan adanya beberapa indikator target sasaran yang capaiannya telah

(10)

melampaui target yang ditetapkan sampai dengan akhir RPJMD. Hasil evaluasi tersebut

ditindaklanjuti dengan dilakukannya perubahan terhadap RPJMD dengan diterbitkannya

Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta No. 8 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas

Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta No. 6 Tahun 2013, dan Peraturan Gubernur

Daerah Istimewa Yogyakarta No. 104 tentang Perubahan Target Pencapaian Sasaran

Tahunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Kebijakan Umum dan Program

Pembangunan serta Indikator Kinerja Utama Gubernur dalam RPJMD Tahun 2012-2017.

Sebagai tindak lanjut perubahan RPJMD, Dinas PPKA DIY menyusun Perubahan

Rencana Strategis Dinas PPKA DIY Tahun 2012-2017 yang telah ditetapkan dalam Surat

Keputusan Kepala Dinas PPKA DIY No. 050/00569/SET tentang Perubahan Rencana

Strategis Dinas PPKA DIY Tahun 2012-2017 tanggal 16 Januari 2016. RENSTRA perubahan

disusun untuk memberikan kerangka pada tercapainya visi, misi dan tujuan yang akan

dicapai dalam 2 tahun akhir pelaksanaan RPJMD. Perubahan perlu dilakukan untuk

melakukan rasionalisasi tehadap capaian sasaran Dinas PPKA DIY yang sudah melampaui

target akhir RPJMD

Capaian kinerja pelayanan berdasarkan pelaksanaan Renstra Dinas PPKA DIY dapat

digambarkan sebagai berikut.

(11)

Tabel T.II.C.4A

Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Berdasarkan Renstra

tahun 2012-2017

Daerah Istimewa Yogyakarta

NO

Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 -1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 -13 -14 -15 -16 -17 -18 -7 -19

1

Prosentase kontribusi PAD terhadap

pendapatan daerah 44,34 51,47 51,31 49,18 46,26 47,08 52,62 53,11 - 106,18 102,23 103,51 2 Opini BPK 100 100 n/a n/a n/a 100 100 n/a n/a n/a 100 100 n/a

3

Persentase Ketepata dan keakuratan dalam pengelolaan keuangan daerah

n/a n/a 100 100 100 n/a n/a n/a 100 n/a n/a 100

4

Persentase Deviden BUMD terhadap

jumlah total penyertaan modal BUMD 31,56 26,13 18,34 18,57 19,39 25,34 20,01 18,12 80,29 76,58 98,80

5

Persentase aset daerah yang dapat

dimanfaatkan 11,43 11,57 11,71 n/a n/a 11,53 12,82 13,65 100.87 110,80 116,57

6

Persentase Aset daerah yang dapat

dioptimalkan n/a n/a n/a 54,03 54.46 n/a n/a n/a n/a n/a n/a Sumber : D

PPKA Tahun 2016, data diolah Keterangan :n/a : Not available

(12)

Sesuai dengan Tabel

T.II.C.4A tentang Review Pencapaian Kinerja Pelayanan

DPPKA DIY untuk periode 2012-2017 ditinjau dari sasaran strategis, capaian kinerja

prosentase kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah, persentase capaian rata-rata

selama tahun 2013 dan 2015 adalah 103,97% dan setiap tahun realisasinya melebihi

yang ditargetkan baik Renstra maupun APBD.

Untuk aset pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan, persentase capaian

rata-ratanya sebesar 109.41% dan setiap tahunnya dari tahun 2013 s/d 2015

realisasinya melebihi yang ditargetkan.

Persentase deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD rasio

capaiannya 85.22%, dan setiap tahunnya sejak tahun 2013 s/d 2015 belum tercapai

dikarenakan pencantuman target terlalu tinggi, sementara Opini Pemeriksaan BPK

tahun 2013 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau 100% sedang tahun 2014

opininya juga WTP (100%).

Adapun anggaran dan realisasi pendanaan Pelayanan SKPD Dinas Pendapatan,

pengelolaan keuangan dan Aset Tahun 2013 s/d 2017 adalah sebagaimana tabel

dibawah :

(13)

Tabel T.II.C.5

Anggaran dan realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD DPPKA

Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2013-2017

Uraian

Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi dan Anggaran tahun ke

Rata -rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

2013 2014 2015 2016 (Murni) 2017(usulan 2016) 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 Anggaran Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Pendapatan 2.658.370.090.568,50 3.155.760.939.182,27 3.357.761.886.230,77 3.921.068.617.127,00 4.644.788.348.811,63 2.583.056.763.524,01 3.139.871.880.417,26 3.400.014.811.777,00 Pendapatan Asli Daerah 1.151.006.344.796,50 1.342.290.475.580,27 1.518.860.030.656,77 1.553.180.369.527,00 1.583.422.618.721,63 1.216.102.749.617,01 1.464.604.954.200,26 1.593.110.769.595,00 - Hasil Pajak Derah 1.021.820.720.000,00 1.202.117.342.494,00 1.347.894.743.697,00 1.377.156.182.800,00 1.364.787.317.194,00 1.063.314.117.923,00 1.291.664.420.808,00 1.397.772.209.370,00 - Hasil Retribusi Daerah 35.715.599.098,00 40.682.507.208,00 43.088.502.025,00 36.998.728.297,00 36.132.814.815,00 38.043.014.004,85 44.595.094.779,94 45.811.953.262,71

- Hasil Pengelolan Kekayaan Daerah

yang dipisahkan 40.411.499.191,50 48.063.944.818,32 52.604.081.931,77 57.398.373.585,00

61.166.579.867,44

40.817.517.188,12 48.247.880.493,70 52.502.631.979,68 - Lain - lain PAD yang Sah 53.058.526.507,00 51.426.681.059,95 97.023.974.982,61 81.627.084.845,00 121.335.906.845,19 73.928.100.501,04 80.097.558.118,62 97.023.974.982,61 Dana Perimbangan 964.396.534.022,00 1.064.227.488.649,00 1.021.886.268.197,00 1.768.771.681.000,00 1.474.159.018.690,00 957.561.850.914,00 1.013.811.389.590,00 1.021.886.268.197,00 - Bagi hasil pajak/ bagi hasil bukan pajak 101.565.866.022,00 109.172.328.649,00 62.257.506.197,00 108.902.297.000,00 108.902.297.000,00 94.731.182.914,00 76.756.229.590,00 62.257.506.197,00 - Dana Alokasi Umum 828.334.768.000,00 899.923.550.000,00 920.544.722.000,00 940.835.434.000,00 1.365.255.721.690,00 828.334.768.000,00 899.923.550.000,00 920.544.722.0000,00 - Dana Alokasi Khusus 34.495.900.000,00 37.131.610.000,00 39.084.040.000,00 719.033.950.000,00 0 34.495.900.000,00 37.131.610.000,00 39.084.040.000,00 Lain -lain Pendapatan daerah Yang Sah 542.967.211.750,00 767.242.974.953,00 782.292.989.414,00 599.116.566.600,00 1.587.207.711.400,00 409.392.162.993,00 661.455.536.627,00 785.017.773.985,00 - Pendapatan hibah 8.815.476.250,00 8.969.411.400,0 9.015.333.475,00 10.956.017.600,00 13.373.357.000,00 10.291.886.370,00 8.822.952.137,00 11.740.118.046,00

- Dana darurat 0 0 0 0 0 0 0 0

- Dana bagi hasil pajak dari Provinsi

dan pemerintah lain 0 0 0 0 0 0 0 0

Dana Penyesuaian dan otonomi khusus 534.151.735.500,00 758.273.563.553,00 773.277.655.939,00 518.205.064.166,00 1.573.834.354.400,00 399.100.276.623,00 652.632.584.490,00 773.277.655.939,00 Bantuan keuangan dari Provinsi atau

pemerintah daerah lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0

(14)

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Satuan Kerja Perangkat

Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset DIY untuk 5 tahun

mendatang sebagai berikut:

Tantangan

1. Kurang optimalnya sistem pengawasan pendapatan, kesadaran masyarakat dalam

pemenuhan kewajiban relatif rendah

2. Identifikasi, mengkaji, monitoring potensi sumber-sumber penerimaan asli daerah

3. Keterbatasan

penyediaan

dana

untuk

prioritas

pembangunan

yang

berkesinambungan

4. Belum optimalnya penyediaan instrument penganggaran berbasis kinerja yang

efektif efisien dan akuntabel

5. Akurasi data dan ketepatan waktu pencairan anggaran kegiatan

6. Adanya tanah milik daerah namun bangunan diatasnya terdapat rumah golongan

III yang sudah beralih kepemilikannya

7. Masih adanya aset di SKPD yang belum dioptimalkan

8. Adanya aset pusat yang pengelolaannya oleh daerah, namun belum diserahkan.

9. Kelembagaan BUKP belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang

berlaku

10. Optimalisasi koordinasi dengan kabupaten / kota.

11. Penerapan system akuntansi berbasis accrual

12. Pelaksanaan e-audit dalam pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK

13. Profesionalisme dan kompetensi SDM pengelola keuangan dan aset

14. Pengintegrasian system aplikasi pengelolaan keuangan dan aset.

15. Tuntutan transparansi informasi publik menuju good governance.

Peluang

1. Pajak Kendaraan Bermotor masih merupakan sumber pendapatan yang mempunyai

kontribusi terbesar dalam peningkatan PAD

2. Lokasi pelayanan pajak dan retribusi yang strategis, on-line dan mudah diakses oleh

masyarakat

(15)

4. Sistem informasi pengelolaan keuangan lebih memudahkan dan membantu dalam

perencanaan penganggaran, penatausahaan dan penyusunan laporan keuangan

yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

5. Pengembangan BUMD menjadi lokomotif perekonomian di Daerah Istimewa

Yogyakarta dan menjadi sumber pendapatan asli daerah.

6. Kualitas dan kapabilitas SDM pengelola keuangan dan aset yang masih bisa

dikembangkan.

7. Adanya website sebagai media informasi publik

8. Pertumbuhan ekonomi berakibat bertambahnya kendaraan baru

9. Rencana kenaikan harga BBM

10. Tarif pungutan dalam pengelolaan retribusi daerah dapat disesuaikan dengan

masyarakat di daerah

11. Koordinasi, klarifikasi dan inventarisasi terhadap penggunaan Barang Milik Daerah

12. Badan Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan dan ditingkatkan.

(16)

BAB III

ISU - ISU STRATEGIS

3.1

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta

sebagai salah satu instansi di Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta

mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan anggaran pendapatan, anggaran

belanja, kas daerah, pembinaan administrasi keuangan daerah, akuntansi dan

pengelolaan barang daerah.

Kondisi sekarang

(17)

Tabel T.III.C.6

TARGET APBD TAHUN 2008-2012 DAN REALISASI PENDAPATAN TAHUN 2008 - 2012

URAIAN 2008 2009 2010 2011 2012 TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET

( RENSTRA) REALISASI TARGET (RENSTRA) REALISASI JUMLAH PENDAPATAN 1,161,986,630,223 1,258,609,946,407 1,221,594,240,781 1,286,067,485,169 1,294,889,895,228 1,403,174,023,247 1,376,467,958,628 1,609,761,447,240 1,470,067,779,814 2.171.734.307.663

PENDAPATAN ASLI DAERAH 547,887,175,315 632,872,311,654 596,850,801,653 645,145,551,076 632,661,849,752 768,341,053,125 672,519,546,287 871,963,501,186 718,250,875,434

1.004.063.125.812 Pajak Daerah 486,168,175,841 525,185,354,193 524,567,434,500 541,192,265,770 556,041,480,570 634,710,019,947 591,072,093,846 735,226,105,916 631,264,996,227 871.630.605.393 Retribusi Daerah 33,144,872,640 29,259,898,276 32,935,463,785 34,785,228,681 34,911,591,612 32,836,503,244 37,111,021,884 35,985,658,458 39,634,571,372 34.115.157.619 Hsl Pengelolaan Kekayaan 12,768,526,834 12,481,050,739 14,071,903,368 20,094,713,176 14,916,217,570 26,333,869,885 15,855,939,277 28,961,383,473 16,934,143,148 35.492.532.563

Daerah yang Dipisahkan

Lain - lain Pendapatan Asli 15,805,600,000 65,946,008,447 25,276,000,000 49,073,343,450 74,460,660,049 74,460,660,050 28,480,491,280 71,790,353,339 30,417,164,687 62.824.830.237

Daerah yang Sah

DANA PERIMBANGAN 590,574,676,643 601,802,167,488 618,381,981,128 631,011,121,384 655,484,899,996 626,677,339,122 696,780,448,696 722,339,653,053 744,161,519,207 894.544.324.851 Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil

Bukan Pajak 59,333,281,643 70,560,773,088 61,052,031,128 73,681,173,384 64,715,152,996 87,821,992,122 68,792,207,635 82,037,725,053 73,470,077,754

118.434.888.851

Dana Alokasi Umum 511,773,395,000 511,773,394,400 523,919,950,000 523,919,948,000 555,355,147,000 527,471,247,000 590,342,521,261 620,812,328,000 630,485,812,707 757.056.696.000 Dana Alokasi Khusus 19,468,000,000 19,468,000,000 33,410,000,000 33,410,000,000 35,414,600,000 11,384,100,000 37,645,719,800 19,489,600,000 40,205,628,746 19.052.740.000

LAIN - LAIN PENDAPATAN 23,524,778,265 23,935,467,265 6,361,458,000 9,910,812,710 6,743,145,480 8,155,631,000 7,167,963,645 15,458,293,000 7,655,385,173 266.557.880.000

DAERAH YANG SAH

(18)

Belanja Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersumber

dari Anggaran Pemerintah Daerah DIY dan Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat.

Dalam periode Tahun 2009 – 2012 terdapat beberapa kebijakan penting yang

diambil dalam penganggaran Pemerintah Daerah; Pertama Pengelolaan belanja sejak

proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban harus memperhatikan

aspek efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.

Kedua Belanja harus

diarahkan untuk mendukung kebijakan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan

perbandingan antara masukan dan keluaran (efisiensi). Ketiga Keluaran dari belanja

dimaksud seharusnya dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat (efektifitas). Keempat

alokasi anggaran perlu dilaksanakan secara terbuka berdasarkan skala prioritas dan

kebutuhan (transparansi).

Kelima pengelolaan belanja harus diadministrasikan dan

dipertanggung jawabkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

(akuntabilitas)

Penyerapan belanja Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun

2009 – 2012 secara rata-rata mencapai 90,59%, yang dapat dilihat pada 33tabel

dibawah ini.

TABEL T.III.C.7

Penyerapan Belanja Daerah 2009-2012

TAHUN

ANGGARAN

REALISASI

SERAPAN

2009

1.478.511.498.412

1.327.487.848.943

89,79%

2010

1.483.751.313.695

1.354.594.058.106

91,30%

2011

1.708.874.569.772

1.562.268.734.645

91,42%

2012

2.285.140.075.735

2.053.825.959.467

89,88%

Sumber: LRA Th 2008 -2012

Dari penyerapan sebesar 90,59% diketahui, Belanja Barang dan Jasa merupakan

belanja yang terkecil penyerapannya dari anggaran. Setelah itu Belanja Modal

menempati urutan kedua dalam penyerapan anggaran.

Dengan adanya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, dalam proses

perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan, pengendalian

pencairan anggaran lebih cepat dan efektif.

Pelaporan

keuangan

pemerintah

daerah

merupakan

bentuk

pertanggungjawaban pelaksanaan APBD selama periode satu tahun. Terkait dengan

hal tersebut, opini BPK terhadap pelaporan keuangan pemerintah daerah Daerah

Istimewa Yogyakarta selama 3 tahun (Tahun 2009 s.d. 2011) dapat dilihat pada tabel

berkut:

(19)

Tabel T.III C.8

Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemda DIY

NO

TAHUN

OPINI

KETERANGAN

1

2009

WDP

Aset belum dapat diyakini kewajaranya

2

2010

WTP

Paragraf penjelas berupa aset Dinas

PUESDM yang belum diserahkan

3

2011

WTP

Paragraf penjelas berupa : pencatatan

Dana bergulir belum sesuai SAP dan

belum diberlakukannya penyusutan aset

4

2012

WTP

Tanpa Paragraf Penjelas

5

2013

WTP

Tanpa Paragraf Penjelas

6

2014

WTP

Tanpa Paragraf Penjelas

Sumber : DPPKA, 2016 diolah

Jumlah barang milik daerah yang dapat di inventarisasi s/d tahun 2012 yang

tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Aset adalah 940.401 unit dengan tafsiran

harga Rp.4.727.074.614.964,-.

Barang milik daerah tersebut terdiri dari tanah, alat-alat, bangunan gedung,

jalan, jembatan, hewan ternak dan tanaman maupun konstruksi dalam pengerjaan.

Dari barang milik daerah tersebut, aset tanah yang dapat disertifikatkan sampai

dengan tahun 2012 adalah 41 bidang.

Aset daerah yang dapat dioptimalkan berupa tanah, kendaraan dan bangunan,

baik itu dengan sistem sewa, pinjam pakai maupun Bangun Guna Serah (BGS). Sampai

dengan tahun 2012 Aset tanah Pemda DIY sebanyak 850 bidang yang dapat

dioptimalkan.

Bank BPD adalah bank umum dengan 197 jaringan di DIY, sesuai laporan

keuangannya telah menunjukkan perkembangan yang positif dengan total aset s/d

tahun 2012 sebesar Rp. 5.632 milyar, laba yang dihasilkan Rp. 149.439 milyar

meningkat 68,47% dari tahun sebelumnya.

Modal dasar bank BPD sebesar Rp. 250 milyar dimana sebesar Rp. 127,50 milyar

atau 51% adalah modal pemda. Setoran PAD dari BPD tahun 2012 berupa deviden dan

dana pembangunan sebesar Rp. 31,76 milyar atau 24.90% dari modal disetor.

PT. AMI bergerak dibidang percetakan dan penerbitan, pertambangan,

perdagangan, pariwisata dan rekayasa industri. PT AMI juga bekerjasama dengan

pihak ketiga dengan PT Yogya Indah Sejahtera mengelola Mall Malioboro, PT.

Adicandra Ghraha Misata mengelola Sagan Resto, PT Kaidi Indojaya mengelola

pembangunan pusat perdagangan Jogjatronik dan PT Mirota Batik. Modal PT AMI

(20)

yang disetor Pemda Rp. 15,36 milyar, sampai tahun 2011, namun hingga tahun 2012

belum dapat memberikan kontribusi PAD kepada pemda.

PD. Taru Martani bergerak dibidang usaha prosesing tembakau, dengan tenaga

kerja 255 orang. Pada tahun 2011 modal yang disetor Pemda Rp. 3,4 milyar. Sampai

tahun 2012 kontribusi PAD Rp. 86 juta.

BUKP se DIY sebanyak 75 unit, sampai tahun 2012 dengan modal disetor Pemda

Rp. 17.64 milyar, kontribusi PAD kepada Pemda Rp. 10.12 milyar.

SDM pengelola keuangan dan aset terdiri dari perencana program, Bendahara

penerimaan, bendahara pengeluaran, petugas akuntansi, pengurus dan penyimpan

barang yang ada disetiap SKPD. Jumlah SDM pengelola keuangan dan aset di Pemda

DIY dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel T.III.C.9

SDM Pengelola Keuangan dan Aset Pemda DIY

NO

URAIAN

JUMLAH

1

2

3

1

Perencana Program

70 orang

2

Bendahara penerimaan

30 orang

3

Bendahara pengeluaran

68 orang

4

Petugas akuntansi

67 orang

5

Pengurus barang

117 orang

6

Penyimpan barang

95 orang

Sumber : DPPKA, 2012 diolah

Wajib pajak yang dilayani oleh Kantor Pelayanan Pajak Daerah per hari adalah

4.460 wajib pajak dengan perincian sebagai berikut :

Tabel T.III.C.10

Wajib pajak yang dilayani per hari

No.

KPPD

JUMLAH WP/HARI

1

2

3

1.

KPPD KOTA YOGYAKARTA

850 WP

2.

KPPD BANTUL

1.000 WP

3.

KPPD KULONPROGO

440 WP

4.

KPPG GUNUNGKIDUL

470 WP

5.

KPPD SLEMAN

1.700 WP

(21)

Dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan publik khususnya wajib pajak

pada pendaftaran kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor dan balik nama

kendaraan bermotor serta upaya untuk meningkatkan penerimaan pendapatan asli

daerah, maka dilaksanakan layanan unggulan pada 5 Kantor Pelayanan Pajak

Daerah/Kantor Bersama Samsat di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta dan

pengembangan layanan antara lain :

1. Samsat Pembantu di Sewon Bantul dan Maguwoharjo Sleman.

Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (pengesahan STNK

Tahunan) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

2. Samsat Payment Point

Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (pengesahan STNK

Tahunan) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

yang pelaksanaannya berada pada 1 Kantor Kas dan 5 Cabang Pembantu Bank BPD

DIY, yaitu :

a. Kantor Kas Bank BPD Giwangan Kota Yogyakarta

b. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Piyungan Bantul

c. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Nanggulan Kulon Progo

d. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Karangmojo Gunungkidul

e. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Kalasan Sleman.

f. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Godean Sleman.

3. Samsat Corner.

Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK

Tahunan ) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

yang ditempatkan di Plaza /Mall Ambarukmo.

4. Samsat Drive Thru

Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK

Tahunan ) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

tanpa Wajib Pajak harus turun dari kendaraan, terletak di Samsat Pembantu Sewon

Bantul.

5. Samsat Keliling

Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK

Tahunan ) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

menggunakan 5 unit Bus pada tempat-tempat strategis.

(22)

6. Samsat pada Acara Tertentu.

Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK

Tahunan ) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

pada acara Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) / Pameran Pembangunan di

Kabupaten / Kota.

Dalam memberikan pelayanan publik, KPPD / SAMSAT se DIY telah

memperoleh penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima (CPP) dari Kementerian

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2009 untuk

KPPD Gunungkidul dan KPPD Bantul, sedang KPPD Kota Yogyakarta pada tahun 2012,

dan pengakuan pelayanan dengan Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan kategori

Baik untuk 5 KPPD serta Sertifikasi ISO 9001-2008 sejak tahun 2009.

Untuk mendukung kelancaran tugas dan menjamin tingkat akselerasi dan

akurasi data pada proses pelayanan di KPPD seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta telah

menggunakan sistem pelayanan on-line. Untuk menjamin transparansi pelayanan

publik telah dibangun berbagai fasilitas berbasis teknologi informasi,antara lain:

1. SMS Informasi PKB.

Layanan informasi Pajak Kendaraan Bermotor(PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan

Bermotor (BBNKB) melalui SMS.

2. SMS Informasi Jatuh Tempo.

Layanan informasi jatuh tempo masa Pajak Kendaraan Bermotor yang memberikan

informasi SMS, 7 (tujuh) hari sebelum berakhirnya masa pajak.

Dalam rangka peningkatan pelayanan publik sebagai tindak lanjut tuntutan

masyarakat terhadap mutu pelayanan prima, maka aparatur pemerintah perlu

mempersiapkan diri dengan memperbaiki kinerja pelayanan secara terus menerus dan

berkesinambungan diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana dari tahun ke

tahun.

Potensi

Potensi pendapatan Tahun 2012-2017 bersumber dari Pajak daerah, Retribusi

Daerah dan Lain-lain pendapatan.

Potensi Pendapatan Daerah diukur dan diperoleh berdasarkan Undang-Undang

Nomor 28 Tahun 2009, khusus untuk Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang

sifatnya

closed listed. Hal ini sedikit membatasi gerak di daerah untuk melakukan

(23)

pembaharuan penerimaan khususnya dari pajak dan retribusi karena obyek baru yang

dianggap sebagai potensi pendapatan harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan

pemerintah pusat dan mendapat persetujuan untuk dipungut.

Dengan kondisi yang demikian, maka potensi yang akan digalakkan untuk

beberapa tahun ke depan diarahkan berasal dari sumber Pengelolaan Kekayaan

Daerah yang Dipisahkan, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, komponen dana

perimbangan dan juga komponen dana hibah, maupun dana-dana penyesuaian dari

pusat.

Adapun potensi pendapatan dari pajak daerah adalah sebagai berikut :

1. Pertumbuhan ekonomi sehingga bertambah kendaraan baru (10-12%)

2. Potensi realisasi wajib pajak yang belum mendaftar (40%)

3. Rencana kenaikan harga BBM (PBBKB)

Rata-rata peningkatan kendaraan roda empat sebesar 531 unit kendaraan roda

empat setiap bulan sedang rata-rata peningkatan kendaraan roda dua sebesar 8.949

unit setiap bulan.

Dengan menggunakan model estimasi jumlah kendaraan, diperoleh proyeksi

jumlah kendaraan untuk roda empat, terbesar terdapat di Kabupaten Sleman, diikuti

oleh Kota Yogyakarta sedangkan untuk sepeda motor, proporsi terbesar terdapat di

Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti

harga bahan bakar kendaraan, rata-rata jarak yang ditempuh kendaraan bermotor per

hari, rata-rata jarak yang mampu ditempuh oleh kendaraan per liter bahan bakar yang

digunakan, jumlah kendaraan bermotor, nilai jual kena pajak yang telah di tentukan,

dan tarif pajak.

Potensi jenis bahan bakar yang tinggi adalah premium dan solar karena kedua

jenis BBM ini pula yang memberikan kontribusi yang relatif paling besar terhadap

penerimaan PBBKB. Pertamax dan Pertamax Plus bernilai sangat kecil sehingga dapat

diabaikan. Konsumsi bahan bakar jenis premium diwakili oleh jenis kendaraan roda

dua dan kendaraan roda empat selain jenis truck, pick up, dan bus (B1, B2, C1, C2)

yang dianggap mewakili konsumsi bahan bakar jenis solar.

Untuk mengestimasi potensi jenis pajak dari pajak air permukaan ini

dipergunakan rata-rata pertumbuhan tertimbang sebesar rata-rata 5,58 persen.

Presentase ini digunakan untuk mengestimasi potensi pada tahun mendatang.

Potensi pelayanan kepada wajib pajak adalah sebagai berikut :

(24)

2. Adanya keberlanjutan pengembangan kualitas SDM

3. Komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sedang potensi pendapatan dari retribusi daerah adalah sebagai berikut :

1. Retribusi jasa umum

2. Retribusi jasa usaha

3. Retribusi perijinan tertentu

Ketiga jenis retribusi ini dimungkinkan terjadi penambahan jenis penerimaan disamping

ada revisi terhadap tarif yang menyesuaikan dengan harga pasar.

Nilai proyeksi potensi retribusi dihitung dengan menggunakan dasar

perhitungan nilai potensi moderat dengan rumus sebagai berikut:

Potensi retribusi tahun ini = Potensi tahun lalu (skenario modercit) x Rata-rata

Pertumbuhan Ekonomi

Rata-rata pertumbuhan ekonomi yang digunakan masih sama dengan

perhitungan potensi yaitu sebesar 4% (skenario pesimis), 5% (skenario moderat) dan

6% (skenario optimis). Dengan model perhitungan tersebut terlihat ada kenaikan nilai

potensi retribusi dari tahun ke tahun.

Nilai pertumbuhan yang sama dengan pertumbuhan nilai potensi sebesar 5%

untuk ketiga skeniario. Dilihat dari nilai nominalnya, nilai potensi retribusi untuk

tahun 2017 adalah sebesar Rp 50 miliar (nilai pesimis), Rp 55 miliar (nilai moderat)

atau Rp 60 miliar (nilai optimis).

Selain itu potensi pendapatan dari lain-lain pendapatan yaitu :

1. Optimalisasi aset

Dapat diketahui dari kondisi dan penggunaan saat ini, sehingga apabila

penggunaan belum optimal dapat lebih dioptimalkan

2. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

Potensi pendapatan setiap tahun dari hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan

tidak terlepas dari jumlah penyertaan modal pemerintah daerah kepada BUMD

maupun kepada Swasta.

Untuk Potensi Badan Usaha Milik Daerah, Bank BPD dapat ditingkatkan mejadi

bank devisa, PT AMI menjadi mitra kerja Pemda dalam memberikan kontribusi PAD,

Perusahaan Daerah (PD)Taru Martani dengan badan hukum jelas menjadi Perseroan

Terbatas sebagai mitra kerja pemda memberikan kontribusi PAD yang meningkat

setiap tahunnya, BUKP memberikan kontribusi PAD terhadap Pemda setiap tahun.

(25)

Permasalahan yang dihadapi Dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan Aset

sesuai tugas dan fungsi pelayanan, antara lain sebagai berikut :

1. Data base wajib pajak masih kurang valid karena tidak ada sensus kendaraan

2. Perpanjangan STNK belum sesuai Peraturan POLRI

3. Belum ada kaderisasi SDM

4. Lemahnya indentifikasi potensi retribusi karena keterbatasan kewenangan

pungutan (closed list)

5. Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah, sedangkan proses

perundangan membutuhkan waktu, sehingga antara target dan realisasi terdapat

gap yang tinggi.

6. Belum ada peraturan perundangan tentang pendapatan dari lain-lain pendapatan

yang mengikat sebagai bahan pungutan

7. Jenis dan ragam lain-lain pendapatan sangat banyak sehingga pemilahan juga

harus dikoordinasikan bersama dari pusat hingga kabupaten dan kota.

8. Belum optimalnya penggunaan instrumen ( ASB dan SPM) perencanaan

penganggaran dalam penyusunan anggaran

9. Belum adanya hasil evaluasi SPM sebagai input perencanaan penganggaran tahun

berikutnya.

10. Belum adanya persamaan persepsi dalam pengambilan kebijakan tentang

indikator kinerja dari TAPD terhadap implementasi instrumen perencanaan

penganggaran

11. Tingkat pemahaman penatausahaan keuangan di masing-masing SKPD belum

sama terutama untuk pengajuan SP2D LS

12. Pencairan anggaran tidak sesuai dengan aliran kas sehingga terjadi penumpukan

anggaran di triwulan IV

13. SDM petugas pengelola keuangan daerah perlu ditingkatkan

14. Verifikator SKPD belum optimal dalam pelaksanaan pekerjaan pengelolaan

keuangan secara administrasi maupun pertanggungjawaban pelaksanaan

kegiatan

15. Masih terdapat kesalahan input data dalam SIPKD

16. Jaringan internet yang belum lancar/trouble di SKPD

17. Data kepegawaian yang tidak valid sebagai dasar penghitungan gaji

18. Proses pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan Pemda kedepan juga

dikembangkan melalui elektronik audit (e-audit)hal ini mengharuskan pemda

untuk terus mengembangkan proses pengelolaan keuangan daerah yang

terintegrasi dan berbasis teknologi informasi.

(26)

19. Permasalahan yang timbul dalam penerapan sistem penganggaran berbasis

kinerja adalah sulitnya merumuskan indikator kinerja sebagai alat pendeteksi

tercapainya output dan outcome yang dikehendaki.

20. Terkait dengan Bentuk pemanfaatan aset yang optimal, permasalahan yang

dihadapi adalah belum teridentifikasi asset idle yang terdapat di SKPD/UPTD.

21. Dalam upaya Peningkatan penatausahaan asset, khususnya Pengelolaan BMD

dengan menggunakan SIPKD modul asset, Pengurus dan penyimpan barang

belum terampil dalam mengoperasionalkan aplikasi.

22. Penyusunan RKBMD maupun RKPBMD belum mengacu daftar inventaris barang

sebagai dasar pengalokasian anggaran, perencanaan kebutuhan BMD dan

rencana kebutuhan pemeliharaan BMD belum mengacu standar sarana dan

prasarana

23. Terdapat aset tanah yang belum bersertifikat.

24. Perluasan usaha Badan Usaha Milik Daerah terkendala modal sehingga setoran

minimal, sebagai akibat persaingan dunia perbankan sangat ketat.

25. Perseroan terbatas dan perusahaan daerah mengalami kesulitan likuiditas,

disamping bidang usaha yang dikelola tidak berjalan dengan baik, beban

operasional tinggi, tekanan pasar, ruang gerak usaha dan regulasi dibatasi.

26. Payung hukum Kelembagaan BUKP belum ada bahkan terdapat 6 BUKP belum

sehat.

27. Pemahaman SDM pengelolaan keuangan terhadap regulasi pengelolaan

keuangan belu memadai hal ini disebabkan salah satunya oleh sering terjadi

perubahan regulasi.

28. Penguasaan SDM pengelola keuangan terhadap teknologi informasi khususnya

sistem informasi pengelolaan keuangan daerah masih kurang memadai.

29. Adanya Mutasi PNS SDM pengelola keuangan

30. Sebagian SDM pelayan publik kualifikasinya belum sesuai dengan kebutuhan.

31. Dengan bertambahnya tempat-tempat pelayanan Wajib Pajak menyebabkan

perbandingan kuantitas SDM dengan Wajib Pajak tidak seimbang.

32. Lahan parkir dan ruang tunggu untuk wajib pajak kurang memadai.

Target Pendapatan

(27)

Tabel T.III.C.11

Target Pendapatan 2013-2017

URAIAN

2013

2014

2015

2016

2017

PENDAPATAN

2,822,069,129,115

2,984,169,114,501

3,648,949,719,135

3,930,844,900,784

4,245,609,201,460

PENDAPATAN ASLI DAERAH

1,014,089,544,450

1,130,625,412,406

1,260,733,194,326

1,406,008,528,672

1,568,235,891,221

Pendapatan Pajak Daerah

885,217,610,000

991,443,723,200

1,110,416,969,984

1,243,667,006,382

1,392,907,047,148

Pendapatan Retribusi Daerah

41,436,702,950

44,751,639,186

48,331,770,321

52,198,311,947

56,374,176,902

Pendapatan Hsl Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg

Dipisahkan

36,328,245,281

39,234,504,903

42,373,265,296

45,763,126,519

49,424,176,641

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

51,106,986,219

55,195,545,117

59,611,188,726

64,380,083,824

69,530,490,530

DANA PERIMBANGAN

961,190,992,745

1,033,964,090,885

1,153,790,615,762

1,287,656,390,342

1,437,218,929,927

Dana Bagi Hasil pajak/Bagi Hasil bukan pajak

98,360,324,745

106,229,150,725

114,727,482,783

123,905,681,405

133,818,135,918

Dana Alokasi Umum

828,334,768,000

927,734,940,160

1,039,063,132,979

1,163,750,708,937

1,303,400,794,009

(28)

Dana Alokasi Khusus

34,495,900,000

-

-

-

-

(29)

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH

846,788,591,920

819,579,611,210

1,234,425,909,047

1,237,179,981,771

1,240,154,380,312

Pendapatan Hibah

8,815,476,250

6,216,033,150

6,713,315,802

7,250,381,066

7,830,411,551

Pendapatan Dana Darurat

-

-

-

-

-

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

837,973,115,670

813,363,578,060

1,227,712,593,245

1,229,929,600,704

1,232,323,968,761

Dana Penyesuaian

23,759,082,000

25,659,808,560

27,712,593,245

29,929,600,704

32,323,968,761

Dana BOS Pusat

279,000,000,000

Dana Keistimewaan

535,214,033,670

787,703,769,500

1,200,000,000,000

1,200,000,000,000

1,200,000,000,000

Bantuan Keuangan dari Prov atau Pemda Lainya

-

-

-

-

-

Pendapatan lainnya

-

-

-

-

-

(30)

Tabel T.III.C.11A

Target Pendapatan 2013-2017(Revisi)

URAIAN

2013

2014

2015

2016

2017

PENDAPATAN

2.426.977.437.068,50 2.631.886.220.182,27

2.923.859.413.239,15

3.223.973.736.492,97 3.677.119.653.698,54

PENDAPATAN ASLI DAERAH

1.511.006.344.796,50 1.342.290.475.580,27 1.500.246.634.501,15

1.585.522.856.110,01 1.700.736.088.160,89

Pendapatan Pajak Daerah

1.021.820.720.000,00 1.202.117.342.494,00 1.338.445.127.697,00

1.392.125.172.531,00 1.448.549.095.376,00

Pendapatan Retribusi Daerah

35.715.599.098,00

40.682.507.208,00

43.202.767.094,15

45.879.155.752,34

48.721.345.277,72

Hasil

Pengelolaan

Kekayaan

Daerah

Yg

Dipisahkan

40.411.499.191,50

48.063.944.818,32

58.271.832.110,00

76.751.064.215,00

120.450.719.256,00

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

53.058.526.507,00

51.426.681.059,95

60.326.907.600,00

70.767.463.611,67

83.014.928.251,17

DANA PERIMBANGAN

964.396.534.022,00 1.046.227.488.649,00

1.046.869.045.263,00

1.052.491.796.453,36 1.062.226.827.212,84

Dana Bagi Hasil pajak/Bagi Hasil bukan pajak

101.565.866.022,00

109.172.328.649,00

87.240.283.263,00

69.714.250.103,41

55.709.088.573,56

Dana Alokasi Umum

828.334.768.000,00

899.923.550.000,00

920.544.722.000,00

941.638.414.954,31

963.215.456.378,09

Dana Alokasi Khusus

34.495.900.000,00

37.131.610.000,00

39.084.040.000,00

41.139.131.395,64

43.302.282.261,19

(31)

Pendapatan Hibah

8,815,476,250

8.969.411.400,00

9.015.333.475,00

9.061.490.664,31

9.107.884.171,68

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

302.759.082.000,00

234.398.844.553,00

367.728.400.000,00

576.897.793.265,29

905.045.854.153,13

Sumber : Bidang Anggaran Pendapatan DPPKA DIY Tahun 2015, data diolah

(32)

3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Visi

Daerah Istimewa Yogyakarta Yang Lebih Berkarakter, Berbudaya, Maju, Mandiri

dan Sejahtera Menyongsong Peradaban Baru”

Misi

Misi 3 RPJMD adalah Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik kearah

katalisator yang mampu mengelola pemerintahan secara efisien, efektif mampu

menggerakkan dan mendorong dunia usaha dan masyarakat lebih mandiri.

Tujuan Misi 3.

Mewujudkan pengelolaan pemerintahan secara efektif dan efisien.

Sasaran Misi 3

1. Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat.

2. Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah meningkat.

Program pembangunan daerah berdasarkan sasaran diatas adalah :

a) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah

b) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan

Kebijakan KDH.

Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran diatas arah kebijakan pembangunannya

adalah meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah dari B menjadi A, dan

Mempertahankan Opini Pemeriksaan BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Strategi yang ditetapkan untuk dilakukan adalah :

1. Meningkatkan efektifitas kinerja birokrasi dan layanan publik yang responsif,

transparan dan akuntabel,

2. Meningkatkan profesionalisme pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi

pemanfaatan aset daerah, perbaikan dan peningkatan kinerja BUMD serta

optimalisasi pendapatan daerah.

Strategi diatas sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban oleh Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset.

(33)

3.3 Telaahan Renstra Kementerian / Lembaga dan renstra SKPD terkait DIY, Renstra SKPD

sebelumnya)

Tabel T.III. C.12

Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi terhadap

Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) dan Renstra K/L

No

Indikator Kinerja

Capaian

Sasaran

Renstra SKPD

Provinsi

Sasaran

pada

Renstra

SKPD

Kabupaten/Kota*)

Sasaran pada Renstra Kementerian

Keuangan Republik Indonesia

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1

Prosentase

peningkatan

pendapatan daerah

104%

Tersusunnya rencana keuangan

tahunan pemda

Tingkat pendapatan yang optimal

2

Prosentase

Realisasi

PAD

terhadap target PAD

109%

Tersusunnya rencana keuangan

tahunan pemda

Tingkat

kepatuhan

wajib

pajak,

kepabeanan, dan cukai yang tinggi

3

Prosentase

kontribusi

PAD

terhadap pendapatan daerah

103%

Tersusunnya rencana keuangan

tahunan pemda

Tingkat

kepatuhan

wajib

pajak,

kepabeanan, dan cukai yang tinggi

(34)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

4

Prosentase Realisasi Belanja

terhadap Anggaran Belanja

Daerah

90%

Tersusunnya rencana keuangan

tahunan pemda

Alokasi belanja negara yang tepat sasaran,

tepat waktu, efektif, efisien dan akuntabel

5

Jumlah

Peraturan

tentang

APBD yang ditetapkan

100%

Tersusunnya rencana keuangan

tahunan pemda

Alokasi belanja negara yang tepat sasaran,

tepat waktu, efektif, efisien dan akuntabel

6

Laporan keuangan pemerintah

daerah

100%

Tersedianya

laporan keuangan

yang

relevan,

andal,

dapat

dibandingkan

dan

dapat

dipahami

Peningkatan

transparansi

dan

akuntabilitas

pengelolaan

keuangan

negara

7

Jumlah barang milik daerah

yang dapat diinventarisasi

104%

Terlaksananya penatausahaan aset

sesuai

peraturan

perundang-undangan

Terlaksananya penatausahaan kekayaan

negara yang handal dan akuntabel

8

Jumlah aset tanah Pemda yang

dapat disertifikatkan

90%

Terlaksanya

pengamanan

dan

penanganan sengketa aset

Terwujudnya database nilai kekayaan

negara yang kredibel

9

Persentase Aset Pemda yang

dapat dioptimalkan

113% Terlaksananya pemanfaatan aset

Terwujudnya

pemanfaatan

BMN

berdasarkan prinsip the highest and best

use

10

Rasio Pendapatan BUMD dan

LKM terhadap penyertaan

modal BUMD dan LKM

197% Tersusunnya rencana keuangan

tahunan pemda

Terwujudnya pasar modal dan lembaga

keuangan non bank sebagai sumber

pendanaan yang

mudah diakses, efisien dan kompetitif

11

Rasio PNS yang menguasai

operasional SIPKD

100% Terlaksananya

penatausahaan

keuangan

dan

aset

sesuai

peraturan perundang-undangan

Terciptanya

sistem

perbendaharaan

negara yang modern, handal dan terpadu

3.4 Telaahan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Rencana Tata Ruang Wilayah DIY disusun atas dasar amanat

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Peraturan Menteri PU Nomor: 15/PRT/M/2009

Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi , telah

dituangkan dan ditetapkan melalui Perda No 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata

Ruang Wilayah Provinsi DIY Tahun 2009-2029.

Berdasarkan amanat dari Undang-Undang No. 26 Tahun 2007, Peraturan

Menteri PU Nomor: 16/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata

Ruang Wilayah Kabupaten dan Peraturan Menteri PU Nomor: 17/PRT/M/2009

Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota, Rencana Tata

Ruang Wilayah Provinsi telah ditindaklanjuti oleh Kabupaten/Kota dalam menyusun

Rencana Tata Ruang Wilayahnya. Sehingga Provinsi DIY berikut Kabupaten/Kota nya

telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah

Dalam penyusunannya Rencana Tata Ruang Wilayah DIY juga telah disesuaikan

dengan RTRWN, RTRW Jawa-Bali dan RTRW wilayah berbatasan (Jawa Tengah).

Sebagai tindak lanjut dari Rencana Tata Ruang Wilayah DIY, telah disusun Rencana

Rinci dengan kedalaman 1:5000 khusus pada kawasan strategis, baik kawasan strategis

(35)

nasional, kawasan strategis jawa-bali maupun kawasan strategis provinsi.

3. 5 Penentuan Isu-Isu Strategis

Isu-isu Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset sebagai

berikut berdasarkan gambaran pelayanan SKPD, sasaran jangka menengah pada Renstra

K/L, Renstra SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota, implikasi RTRW dan KLHS bagi pelayanan

SKPD adalah sebagai berikut.

1. Potensi pendapatan dari pajak, retribusi dan lain-lain pendapatan daerah yang syah

untuk meningkatan PAD.

2. Peningkatan Kapasitas pengelolaan keuangan daerah

3. Perbaikan dan peningkatan kinerja BUMD

4. Peningkatan pemanfaatan dan penatausahaan asset

5. Peningkatan kompetensi SDM

(36)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1 VISI DAN MISI SKPD

VISI

Sehubungan dengan adanya Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD) Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah disahkan dengan Peraturan

Daerah Nomor 8/2014 yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Gubernur Nomor

104/2014, khususnya pasal 3 yang berbunyi : Perubahan Target Sasaran Tahunan,

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan, Indikator Kinerja Utama Gubernur, maka

untuk menyesuaikan Perubahan dimaksud Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset melakukan Revisi dan Perbaikan atas

Rencana Strategis Adapun Perbaikan tersebut adalah sebagai berikut :

Visi organisasi berkaitan dengan pandangan kedepan menyangkut kemana

organisasi harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap

eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan

dan Aset adalah “ TERWUJUDNYA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET TERBAIK SE

INDONESIA".

Dari visi yang telah ditetapkan tersebut, yang dimaksud dengan Terwujudnya

Pengelolaan Keuangan dan Aset adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Aset sebagai lembaga / institusi yang mempunyai tugas menghimpun, menghasilkan

pendapatan, mengalokasikan keuangan daerah dan mengelola kekayaan / aset daerah.

Terbaik se Indonesia dimaksudkan adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Keuangan dan Aset menjadi instansi / lembaga / institusi yang mampu bersaing dan

komitmen tinggi dalam mewujudkan kemandirian kemampuan keuangan daerah.

MISI

Misi adalah suatu upaya yang harus diemban atau dilaksanakan oleh seluruh

perangkat organisasi untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan. Misi Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset yaitu :

1. Mengoptimalkan peningkatan pengelolaan pendapatan daerah

2. Mengembangkan kapasitas pengelolaan keuangan daerah

3. Memperbaiki dan meningkatkan kinerja BUMD

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :