1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan bidang kesejahteraaan sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
pembangunan nasional, yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya dan
pembangunan seluruh masyarakatnya. Sebagai pencerminan dari tujuan nasional yang termaksud
dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang merupakan sumber bagi Negara Kesatuan
Republik Indonesia telah mengamanatkan bahwa salah satu tujuan nasional adalah meningkatkan
kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut di atas,
Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 24 Tahun
2012 tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial.
Pembangunan bidang Kesejahteraan Sosial dilaksanakan melalui usaha-usaha Kesejahteraan
Sosial yang mencakup semua upaya program dan kegiatan yang ditujukan untuk mewujudkan,
membina, memelihara, memulihkan dan mengembangkan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan
bersama sebagai tanggungjawab pemerintah dan masyarakat.
Kehidupan sosial pada saat ini dilandaskan pada kurangnya peranan sosial, pengendalian dan
pengawasan usaha kesejahteraan sosial, kurangnya jaminan sosial dan kurangnya penggalian
sumber kesejahteraan sosial.
Guna mewujudkan sasaran penanganan kehidupan sosial yang dinamis maka program kerja Dinas
Sosial Kota Bandung diarahkan kepada pelaksanaan Pembinaan Partisipasi Sosial Masyarakat,
Rehabilitasi Sosial, Pelayanan Sosial dan Pembinaan terhadap Rawan Sosial.
1.2 Landasan Hukum
Landasan penyusunan Rencana Kerja Dinas Sosial Kota Bandung Tahun 2015 ini adalah :
1. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 34;
2. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak;
3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
5. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1980 tentang Penanggulangan Gelandangan dan
Pengemis;
2
7. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1980 tentang Usaha Kesejahteraan Sosial bagi
Penderita Cacat;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1988 tentang Usaha Kesejahteraan Sosial bagi Anak
yang Bermasalah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian/Lembaga;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara, Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Sosial;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan
pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian, dan
Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah;
18. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 20/HUK/99 tentang Rehabilitasi Sosial Bekas Penyandang
Masalah Tuna Sosial;
19. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 50/HUK/2004 tentang Standarisasi Panti Sosial;
20. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 129/HUK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak;
22. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan
Daerah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak;
23. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintah Daerah
Kota Bandung;
24. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 07 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, serta
3
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun 2009;
25. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 13 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Dinas di
Lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
26. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Daerah
Nomor 09 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota
Bandung Tahun 2009-2013;
27. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan dan
Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial;
28. Peraturan Walikota Bandung No. 475 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Dan Fungsi
Satuan Organisasi pada Dinas Daerah Kota Bandung;
29. Peraturan Walikota Bandung Nomor 004 Tahun 2011 tentang Perubahan ke Lima atas
Peraturan Walikota Bandung Nomor 542 Tahun 2008 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan
Keuangan Daerah.
1.3 Maksud dan Tujuan
1.3.1. Maksud
Penyusunan Rencana Kerja ini dimaksudkan untuk menyusun Rencana Kerja Dinas Sosial Kota
Bandung dalam kurun waktu satu tahun (tahun 2015), dengan memadukan penjabaran RKPD
dengan Renstra SKPD yang memuat rancangan dalam bidang sosial, program prioritas Dinas Sosial
Kota Bandung dan rencana kerja, pendanaan dan perkiraan maju.
1.3.2. Tujuan
Tujuan penyusunan Rencana Kerja Dinas Sosial Kota Bandung tahun 2015 adalah :
1. Menyusun Rencana Kerja Dinas Sosial Kota Bandung tahun 2015 untuk menghasilkan suatu
acuan guna pelaksanaan program dan kegiatan bagi Dinas Sosial Kota Bandung pada Tahun
2015.
2. Menyusun Rencana Kerja tahun 2015 untuk menjadi acuan Penyusunan Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Sosial Kota Bandung tahun 2015
4
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Sosial Kota Bandung Tahun 2015 yakni :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan Renja
SKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik yang
menjelaskan tentang latar belakang, landasan hukum penyusunan, sistematika penulisan,
serta maksud dan tujuan penyusunaan Renja Dinas Sosial Kota Bandung.
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN 2014
Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Dinas Sosial
Kota Bandung Tahun 2014 dan perkiraan capaian tahun 2015, mengacu pada APBD
Tahun 2015 serta dikaitkan dengan dengan pencapaian target Renstra Dinas Sosial Kota
Bandung berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja tahun-tahun
sebelumnya.
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Bab ini menjelaskan tentang telaahan terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran
Renja SKPD, serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 oleh
Dinas Sosial Kota Bandung
BAB IV PENUTUP
Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan rangkuman atas Rencana Kerja Dinas Sosial
Kota Bandung Tahun 2015
5
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2014 dan Capaian Renstra SKPD
Pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka pelayanan bidang kesejahteraan sosial yang
dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung pada tahun 2014 tidak mengalami hambatan yang
berarti hal tersebut dapat terlihat pada pencapaian atas realisasi kinerja dan target rencana yang
sebagian besar terpenuhi, bahkan mayoritas realisasi kinerja melampaui target. Namun demikian
masih terdapat beberapa target sasaran yang masih belum dapat dicapai atau tidak sesuai dengan
target yang telah direncanakan, adapun target yang tidak tercapai pada tahun 2014 yaitu :
a. Pada indikator Pemberdayaan bagi Keluarga Miskin dimana target sasaran dari kegiatan ini ialah
Keluarga Miskin yang memperoleh kegiatan pemberdayaan dengan target sebanyak 15.000 KK
atau 19,05% hanya terealisasi 11.548 KK atau 14,66% yang memperoleh kegiatan
pemberdayaan berupa Program Keluarga Harapan, pelatihan keterampilan, serta bantuan
stimulan pada tahun 2014. Penyebab dari ketidaktercapaian atas target tersebut ialah penetapan
target sasaran dilakukan pada saat sebelum adanya verifikasi terhadap klien penerima manfaat,
namun setelah diverfikasi maka jumlah keluarga penerima manfaat yang layak memperoleh
program pemberdayaan mengalami pengurangan gdari jumlah awal.
b. Pada indikator pemenuhan sebagian kebutuhan dasar penghuni panti asuhan/jompo,dimana
target sasaran dari kegiatan ini ialah sebanyak 3.554 orang hanya terealisasi sebanyak 1.774
orang. Ketidaktercapaian ini dikarenakan jumlah penghuni panti mengalami penurunan
dibandingkan dengan hasil proyeksi, hal ini dikarenakan adanya kebijakan dari Kementerian
Sosial RI untuk mengutamakan pengasuhan dalam keluarga.
Dengan tidak tercapainya kedua target pada kegiatan di atas tentunya berdampak pada capaian
kinerja program Renstra, dimana untuk target kedua kegiatan tersebut juga tidak tercapai. Adapun
langkah-langkah yang ditempuh untuk mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut, yakni :
a. Meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait;
b. Mengoptimalkan proses sosialisasi kepada masyarakat terhadap berbagai pelayanan yang
dilaksanakan kepada masyarakat oleh Dinas Sosial Kota Bandung.
6
Tabel 2.1
Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun 2014
Dinas Sosial Kota Bandung
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan
Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcome)/Kegiatan (output) Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD) Tahun 20014-2018 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d tahun 2012
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2014
Target Program dan
Kegiatan (Renja SKPD
tahun 2015)
Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s/d tahun
berjalan Target Renja SKPD tahun 2014 Realisasi Renja SKPD tahun 2014 Tingkat Realisasi (%) Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan 2015 Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) 1 2 3 4 5 6 7 8=(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) 1 Urusan Wajib 1 13 Sosial 1 13 15
Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS lainnya
Prosentase penanganan keluarga miskin
1 13 15 02 Pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin
Jumlah keluarga miskin yang mengikuti pelatihan keterampilan serta dana pendamping PKH
1.620 KK & 14.554
RTSM 300 KK 300 orang 261 org dan 9 kel 87% 420 KK 10.928 RTSM 100% 1 13 15 02 Pelatihan keterampilan bagi penyandang Masalah Sosial
Jumlah Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) yang mengikuti
bimbingan sosial 1000 orang 100 orang 150 orang 100 orang 67% 200 orang 200 orang 100% 1 13 16 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan
Sosial
Meningkatnya kualitas pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial
1 13 16 02
Pelayanan dan perlindungan sosial hukum bagi korban perdagangan perempuan dan anak
Terselenggaranya pelayanan dan
bimbingan sosial bagi korban traficking 40 orang 40 orang 30 orang 10 orang 34% 40 orang 40 orang 100
1 13 16 03
Pelaksanaan KIE, Konseling dan kampanye sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Tersebarluaskannya informasi kepada masyarakat mengenai
penanggulangan PMKS &
penyelenggaraan kesejahteraan sosial
7
1 13 16 07
Peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana rehabilitasi
sosial bagi PMKS - - - -
1 13 16 08
Penyusunan kebijakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Tersedianya dokumen kebijakan
penyelenggaraan kesejahteraan sosial 25 dokumen
1 Dokumen
Perda 3 dokumen 1 dokumen 30% 5 dokumen 1 dokumen 25
1 13 16 10
Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa
Tersalurkannya barang bantuan bagi korban bencana serta pemulangan
orang terlantar dalam perjalanan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100 1 13 16 12
Kajian Inventarisasi dan Identifikasi Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kota Bandung
Inventarisasi data PMKS - 1 Dokumen Data PMKS - - - -
1 13 17 Program Pembinaan Anak Terlantar Terselenggaranya pembinaan terhadap anak terlantar
1 13 17 02 Pelatihan keterampilan dan belajar Kerja bagi anak terlantar Terselenggaranya pelatihan keterampilan bagi anak terlantar
700 orang
500 orang 150 orang 150 orang 100% 100 orang 100 orang
100 1 13 17 04 Pengembangan bakat dan keterampilan anak terlantar Terselenggaranya kegiatan pengembangan bakat dan
keterampilan bagi anak terlantar 100 orang 100 orang 100 orang 100% 300 orang 300 orang 1 13 17 09 Peningkatan keterampilan tenaga pelatih & pendidikan anak terlantar
Meningkatnya kapasitas para tenaga pembina anak terlantar (Sakti Peksos dan pengurus RPSA) serta
penyebarluasan informasi penanganan ank terlantar
1300 orang - - - - 100 orang 100 orang 100
1 13 18 Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Eks-Trauma
Meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan bagi penyandang cacat
1 13 18 03 Pendidikan dan pelatihan bagi penyandang cacat dan eks-trauma Terselenggaranya kegiatan bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat dan eks trauma
290 orang 60 orang 4560 orang 4560 orang 100% 110 orang 110 orang 100
1 13 18 04 Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks-trauma
Terselenggaranya rangkaian kegiatan dalam rangka hari Disabilitas Internasional (Seminar, Gerak Jalan, Pentas Seni dan Pameran)
8
1 13 18 05 Peningkatan Keterampilan Tenaga Pelatih dan Pendidik Meningkatnya kapasitas tenaga TKSK dan Pekerja Sosial Masyarakat dalam menangani permasalahan
450 orang 155 orang 100 orang 100 orang 100% 90 orang 90 orang 100
1 13 19 Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo Meningkatnya Kualitas Pelayanan pada Panti Asuhan/Jompo
1 13 19 03 Operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pantri asuhan / jompo
Pemberian bantuan opersional kepada
panti asuhan/jompo 60 Panti Sosial 47 Panti Sosial 52 Panti Sosial 52 Panti Sosial 100% 47 panti 47 Panti Sosial 100
1 13 19 04 Pendidikan dan pelatihan bagi penghuni panti asuhan/jompo Terselenggaranya pelatihan keterampilan bagi penghuni panti 1000 orang 50 orang 100 orang 100 orang 100% 100 anak 100 anak 100
1 13 19 07 Pengadaan prasarana panti persinggahan
Penyediaan rumah singgah bagi gelandangan beserta sarana
pendukung 1 unit - - - - 3 unit rumah 3 unit rumah 100
1 13 20
Program Pembinaan Eks-Penyandang Penyakit Sosial (Eks-Narapidana, PSK, Narkoba, dan Penyakit Sosial Lainnya)
Meningkatnya kualitas pelayanan sosial bagi eks-penyandang penyakit sosial
1 13 20 01
Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial
Jumlah gelandangan, Pengemis, WTS, dan Pemulung yang mengikuti
bimbingan sosial 610 orang 60 orang
30 orang WTS,30 org pemulung, 50 org gepeng 30 orang WTS,30 org pemulung, 50 org gepeng 100% 120 orang 120 orang 450
1 13 20 02 Pembangunan Pusat Bimbinga/Konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial
Terbangunnya sarana Puskesos di
Bandung 100% 3 Ha 5 Ha selesai pengurugan 30% 2 bangunan kantor & 1 dokumen DED 2 bangunan kantor
& 1 dokumen DED 80 13 20 03
Pemantauan kemajuan perubahan sikap mental eks penyandang penyakit sosial
Jumlah penjangkauan dalam rangka
penertiban PMKS Jalanan 900 kali 500 orang 600 orang
611 org gepeng, 216
org WTS 100% 156 keg 156 keg 100 1 13 20 04 Pemberdayaan eks-penyandang penyakit sosial
Terselenggaranya bimbingan sosial bagi anak bermasalah dengan
9 1 13 21
Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial
Meningkatnya partisipasi dan pelayanan sosial yang dilaksanakan oleh PSKS
1 13 21 01 Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha Jumlah perusahaan dan tokoh masyarakat yang mengikuti sosialisasi tentang CSR
1000 orang perusahaan 120 250 orang 151 kel & 30 Kec 100% 400 orang 400 orang 100
1 13 21 02
Peningkatan jaringan kerjasama pelaku-pelaku usaha
kesejahteraan sosial masyarakat
Sosialisasi pelaksanaan undian gratis
dan sumbangan sosial 5 keg 50 orang 100% 100% 260% 30 kec 30 kec 100 1 13 21 03 Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial Jumlah SDM kesos yang mengikuti bimbingan teknis 197 orang 151 Kel 30 kec 30 kec 100% (KT,PSM,TKSK, 227 org
orsos) 30 orang KT 100 Pemberdayaan Karang Taruna, Orsos
dan PSM melalui pelatihan manajemen Orsos, pelatihan tingkat dasar bagi PSM dan Karang Taruna
197 orang 210 orang 60 org PSM, 60 org orsos, 30 org TKSK, 450 org/lembaga, 60 org KT 60 org PSM, 60 org orsos, 30 org TKSK, 450 org/lembaga, 60 org KT 100% - - -
1 13 21 05 Penyuluhan Sosial Keliling Jumlah peserta penyuluhan sosial keliling 2250 orang Kecamatan 10 kecamatan 10 10 kel 100% 30 lokasi 30 lokasi 100
1 13 22 Program peningkatan pelayanan lanjut usia Meningkaynya program peningkatan pelayanan lanjut usia
Peningkatan pelayanan sosial lanjut usia luar panti
Terselenggaranya peningkatan
10
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan
Dalam menganalisis kinerja pelayanan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi tentunya
organisasi tersebut memerlukan suatu ukuran yang dijadikan tolok ukur guna mengukur tingkat
capaian kinerja. Dinas Sosial Kota Bandung sebagai penyelenggara pelayanan dalam bidang
kesejahteraan sosial telah memiliki tolok ukur yang jelas yang digunakan dalam mengukur tingkat
capaian kinerja Dinas Sosial Kota Bandung, adapun ukuran yang digunakan ialah Indikator Kinerja
Kunci (IKK) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Capaian kinerja Dinas Sosial
Kota Bandung berdasarkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sebagai berikut :
a. Sarana dan prasarana sosial seperti panti yang ada di Kota Bandung sampai dengan tahun
2014 sebanyak 63 Panti Sosial, yang terdiri atas 5 buah PSTW, 1 buah PRSPC, 9 RPSA, dan
47 buah PSAA;
b. Prosentase penanganan PMKS yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung pada
tahun 2014 sebesar 20,93%, jumlah PMKS yang ditangani pada Tahun 2014 sebanyak 23.144
orang dari jumlah PMKS yang ada di Kota Bandung sebanyak 110.574 orang;.
11
Tabel 2.2
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Sosial Kota Bandung
No Indikator Target SPM Target IKK Target Renstra SKPD Realisasi Capaian Proyeksi Catatan Analisis Th. 2014 Th. 2015 Th. 2016 Th. 2017 Th. 2018 Th. 2014 Th. 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
1 Prosentase penanganan keluarga miskin 19,05% 19,68% 20,32% 20,95% 21,59% 14,66% 16,05% 2 Prosentase cakupan penanganan korban
trafficking, korban bencana dan orang
terlantar dalam perjalanan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
3 Prosentase penanganan anak terlantar
dan anak jalanan 4,77% 4,77% 4,77% 4,77% 4,77% 9,55% 10%
4 Prosentase penanganan penyandang
cacat 6,53% 8,16% 9,79% 11,42% 13,05% 7,67% 8,16%
5 Jumlah penghuni panti yang ditangani 3.554 orang 3.554 orang 3.554 orang 3.554 orang 3.554 orang 1.774 orang 1.800 orang 6 Prosentase gelandangan, pengemis,
WTS, dan korban penyalahgunaan Napza yang ditangani
9,93% 11,91% 13,90% 15,88% 17,87% 35,28% 37% 7 Jumlah Potensi Sumber Kesejahteraan
Sosial (PSKS) yang ikut serta dalam
penanganan masalah sosial 998 PSKS 1.387 PSKS 1.387 PSKS 1.392 PSKS 1.392 PSKS 998 PSKS 1.387 PSKS 8 Prosentase penanganan Lanjut Usia
12
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi
Sebagaimana diuraikan pada pada bagian sebelumnya bahwa tingkat capaian kinerja Dinas Sosial
Kota Bandung pada Tahun 2014 sudah tergolong baik, walaupun apabila dilihat berdasarkan target
Indikator Kinerja Kunci (IKK) masih sangat jauh dari harapan, dimana realisasi dari target tersebut
hanya mencapai angka 20,9%, dimana jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) yang terlayani di Kota Bandung mencapai 20,9%. Tingkat capaian kinerja yang rendah
tersebut disebabkan oleh jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ada di
Kota Bandung sangat besar jumlahnya sedangkan anggaran yang dilimpahkan kepada Dinas
Sosial Kota Bandung tidak sebanding dengan jumlah PMKS yang ada di Kota Bandung.
Untuk target capaian kinerja per tahun dapat tercapai sesuai target sedangkan dilihat dari
pencapaian atas target RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018 masih terdapat 2 (dua) indikator
yang masih belum tercapai yakni untuk kegiatan penanganan keluarga miskin dan pelayanan
terhadap penghuni panti. Namun demikian ketidaktercapaian tersebut pada hakikatnya tidak
mengurangi keberhasilan Dinas Sosial Kota Bandung dalam melaksanakan tugas dan fungsi
penyelenggaraan pelayanan bidang kesejahteraan sosial di Kota Bandung pada Tahun 2014.
Ketercapaian dan ketidaktercapaian atas berbagai target kinerja penyelenggaraan pelayanan
kesejahteraan sosial di Kota Bandung yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung
tentunya tidak terlepas dari berbagai permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh Dinas
Sosial Kota Bandung dalam menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial, adapun
permasalahan dan hambatan yang dihadapi tersebut diantaranya :
a. Sampai dengan saat ini Pemerintah Kota Bandung khususnya Dinas Sosial Kota Bandung
masih belum memiliki panti rehabilitasi atau penampungan sendiri yang digunakan untuk
melayani para PMKS, sehingga sangat bergantung pada daya tampung dari panti sosial dan
rehabilitasi yang dimiliki oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan pihak swasta. Hal ini
menyebabkan ketidakoptimalan penanganan masalah sosial di Kota Bandung, karena daya
tampung panti-panti tersebut pun sangat terbatas.
b. Belum diterapkannya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial Daerah
Kabupaten/Kota sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia
melalui Permensos RI Nomor 129/HUK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Diharapkan apabila SPM Bidang Sosial
telah diterapkan di Kota Bandung maka secara anggaran tentunya dapat meningkatkan
penanganan permasalahan sosial di Kota Bandung.
13
c. Posisi Kota Bandung sebagai ibukota provinsi sekaligus pusat perekonomian Provinsi Jawa
Barat menyebabkan tingkat urbanisasi ke Kota Bandung yang cukup tinggi setiap tahunnya,
sehingga secara tidak langsung hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan jumlah
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Bandung, khususnya
permasalahan PMKS Jalanan (Gelandangan, Pengemis, Anak Jalanan, dan Wanita Tuna
Susila), karena kaum urban tersebut sebagian besar tidak memiliki keterampilan dan
kualifikasi yang cukup untuk masuk ke dunia kerja di Kota Bandung.
d. Penanganan permasalahan sosial yang dilakukan oleh pihak swasta dalam hal yayasan atau
perusahaan melalui program CSR (Corporate Social Responsibilities) masih bersifat parsial
tidak terorganisir dengan baik, sehingga hasilnya pun kurang maksimal.
e. Jumlah SDM pada Dinas Sosial yang kurang memadai, dan sampai dengan saat ini Dinas
Sosial Kota Bandung masih belum memiliki Pejabat Fungsional Pekerja Sosial.
f. Alokasi anggaran APBD untuk penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Bandung yang
belum seimbang apabila dibandingkan dengan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial (PMKS) yang ada di Kota Bandung.
Dengan adanya berbagai hambatan dan permasalahan di atas tentunya sangat berpengaruh pada
tingkat capaian terhadap target Rencana Jangka Menengah Kota Bandung Tahun 2013-2018,
dimana apabila Dinas Sosial Kota Bandung hanya mengandalkan sumber dana APBD Kota
Bandung tentu hasilnya sangat jauh dari harapan. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Sosial
Kota Bandung menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait seperti Dinas Sosial Provinsi
Jawa Barat, Kementerian Sosial RI, Lembaga-lembaga Kesejahteraan Sosial yang ada di Kota
Bandung, Organisasi Sosial, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, dan lain sebagainya.
Dinas Sosial Kota Bandung juga berkeyakinan bahwa penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan
sosial pada masa yang akan datang akan lebih baik, hal tersebut didukung oleh faktor-faktor
berikut :
a. Komitmen Kepala Daerah dalam hal ini Walikota Bandung terhadap penanganan
permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan
masuknya pelayanan sosial sebagai salah satu Misi dari Kota Bandung Tahun 2009-2013 dan
penanganan PMKS merupakan salah satu priortitas daerah.
b. Komitmen dan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Bandung
terhadap penanggulangan permasalahan sosial di Kota Bandung yang sangat tinggi,
diharapkan mampu mendorong alokasi anggaran untuk penyelenggaraan kesejahteraan
sosial di Kota Bandung.
14
c. Dukungan dari para stakeholders (dunia usaha, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Organisasi
Sosial, dll) terkait penanggulangan permasalahan sosial di masyarakat begitu tinggi, hanya
belum terkoordinir dengan baik.
d. Tren alokasi anggaran untuk penyelenggaraan kesejahteraan sosial dari APBD Kota Bandung
yang terus meningkat setiap tahunnya.
e. Saat ini Dinas Sosial Kota Bandung sedang membangun Pusat Pelayanan Kesejahteraan
Sosial yang diperkirakan dapat selesai pada tahun 2015, diharapkan dengan adanya sarana
tersebut dapat mempercepat penyelesaian permasalahan atau meningkatkan kualitas
pelayanan sosial di Kota Bandung.
Permasalahan sosial yang terjadi di Kota Bandung saat ini memang sangat memprihatinkan
terutama permasahan-permasalahan yang sifatnya kasat mata seperti permasalahan PMKS
Jalanan. Penanggulangan PMKS Jalanan ini perlu ditindaklanjuti secara komprehensif, dimana
permasalahan tersebut timbul dikarenakan desakan kebutuhan ekonomi, permasalahan keluarga,
dan lingkungan sekitarnya. Hal ini menyebabkan Dinas Sosial Kota Bandung perlu
memformulasikan program dan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial yang dapat
mengakomodir ketiga permasalahan tersebut.
2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD
Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bandung Tahun 2015 bahwa Dinas
Sosial Kota Bandung bertanggungjawab atas penyelenggaraan salah satu prioritas daerah yakni
penanggulangan kemiskinan dan pengangguran terkait penanganan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Bandung, dimana pada RKPD tersebut telah ditentukan
besaran anggaran Pagu Indikatif untuk Belanja Langsung pada Dinas Sosial Kota Bandung Tahun
2015. Adapun pagu indikatif untuk Belanja Langsung sebesar Rp. 15.549.893.718,42,- (Lima belas
miliyar lima ratus empat puluh sembilan juta delapan ratus sembilan puluh tiga ribu tujuh ratus
delapan belas koma empat puluh dua rupiah), peruntukan Belanja Langsung tersebut ialah untuk
membiayai program dan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial (Urusan Wajib : Sosial)
dan Penyelenggaraan Administrasi Umum (Non-Urusan). Apabila melihat usulan Dinas Sosial Kota
Bandung terkait anggaran yang dibutuhkan guna pencapaian target RPJMD sementara Kota
Bandung Tahun 2015 dan usulan Musrenbang Kota Bandung maka anggaran tersebut cukup
memadai, sehingga diharapkan beberapa target kinerja Dinas Sosial Kota Bandung dapat tercapai
sesuai RPJMD sementara Kota Bandung Tahun 2015.
15
Proses review ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan antara rancangan awal
RKPD dengan kebutuhan Dinas Sosial Kota Bandung terkait pencapaian target kinerja dan tupoksi
Dinas Sosial Kota Bandung pada Tahun 2014. Mengenai perbedaan antara rancangan awal RKPD
dengan analisis kebutuhan Dinas Sosial Kota Bandung dapat dilihat pada tabel berikut :
16
Tabel 2.3
Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2015
Dinas Sosial Kota Bandung
No
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja
Target Capaian
Kinerja
Pagu Indikatif
(Rp) Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja
Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
A Administrasi Umum 3.374.550.000 Administrasi Umum 2.227.000.000
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Dinas Sosial Cakupan pelayan administrasi perkantoran
12 bulan 1.301.073.400 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 760.000.000 Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Dinas Sosial
Terpenuhinya Kebutuhan Jasa Komunikasi, Air dan Listrik
12 bulan 188.071.400
Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
Dinas Sosial
Terpenuhinya kebutuhan jasa komunikasi, air dan listrik
12 bulan 60.000.000
Kegiatan Penyediaan Jasa kebersihan Kantor
Dinas Sosial
Terpenuhinya Kebutuhan Jasa Kebutuhan Kantor
12 bulan 192.709.000 Penyediaan Jasa kebersihan
Dinas Sosial
Terpenuhinya kebutuhan jasa kebutuhan kantor
12 bulan/6 orang 100.000.000 Kegiatan Penyediaan
Alat Tulis Kantor Sosial Dinas Terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor 1 paket 51.700.000 kantor Penyediaan alat tulis Sosial Dinas Terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor 1 paket 47.000.000 Kegiatan Penyediaan
Barang Cetakan dan Penggandaan
Dinas
Sosial Terpenuhinya kebutuhan jasa fotocopy/penggandaan dan barang cetakan
12 bulan
39.600.000 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
Dinas
Sosial Terpenuhinya kebutuhan jasa fotocopy/penggandaan dan barang cetakan
12 bulan 36.000.000 Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Dinas
Sosial Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor 1 paket 487.113.000 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Sosial Dinas Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 1 paket 357.000.000 Kegiatan Penyediaan
Peralatan Rumah Tangga
Dinas
Sosial Tersedianya peralatan rumah tangga 1 paket 44.000.000 Penyediaan peralatan rumah tangga Sosial Dinas Penyediaan peralatan rumah tangga 1 paket 20.000.000 Kegiatan Penyediaan
Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan
Dinas
Sosial Terpenuhinya kebutuhan koran dan buku-buku bacaan
12 bulan
16.500.000 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
Dinas
Sosial Terpenuhinya kebutuhan koran dan buku-buku bacaan
12 bulan 15.000.000 Kegiatan Penyediaan
Makanan dan Minuman Sosial Dinas Terpenuhinya kebutuhan makanan dan minuman bagi tamu dan rapat dinas
12 bulan
55.000.000 Penyediaan makanan dan minuman Sosial Dinas Terpenuhinya kebutuhan makanan dan minuman bagi tamu dan rapat dinas
12 bulan 50.000.000
17 Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah Dinas
Sosial Terpenuhinya rapat-rapat koordinasi dan konsultansi ke luar daerah
12 bulan
226.380.000 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
Dinas
Sosial Terpenuhinya rapat-rapat koordinasi dan konsultansi ke luar daerah 12 bulan 75.000.000 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Dinas Sosial
Cakupan pelayanan sarana dan prasarana aparatur
100% 1.531.277.000 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
1.242.000.000 Pengadaan kendaraan
dinas/operasional Sosial Dinas Tersedianya kendaraan dinas operasional berupa 1 mobil ambulance 1 unit mobil ambulance dan 1 unit minibus
550.000.000 Pengadaan kendaraan dinas/operasional Sosial Dinas Tersedianya kendaraan dinas operasional 1 unit mobil minibus 350.000.000 Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Dinas Sosial Tersedianya sarana pendukung rumah singgah
1 paket 275.000.000 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Dinas Sosial Tersedianya sarana/fasilitas di rumah singgah 1 paket 250.000.000 Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Peralatan Aparatur Dinas
Sosial Tersedianya peralatan kantor 2 paket 398.673.000 Pengadaan Perlengkapan Peralatan Aparatur
Dinas
Sosial Tersedianya peralatan kantor 1 paket 250.000.000 Kegiatan Pemeliharaan
Rutin/Berkala Gedung Kantor
Dinas
Sosial Terpeliharanya gedung kantor bangunan 2 unit 261.404.000 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
Dinas
Sosial Terpeliharanya gedung kantor bangunan 1 unit 200.000.000 Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Dinas Sosial Terpenuhinya kebutuhan BBM, jasa service dan penggantian suku cadang kendaraan dinas 10 unit mobil dan 8 unit motor 550.000.000 Pemeliharaan rutin/berkala Kendaraan dinas/operasional Dinas Sosial Terpenuhinya kebutuhan BBM, jasa service dan suku cadang kendaraan operasional dinas 10 unit mobil dan 8 unit motor 400.000.000 Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor Dinas
Sosial Terpeliharanya peralatan kantor 12 bulan 46.200.000 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor
Dinas
Sosial Terpeliharanya peralatan kantor 12 bulan 42.000.000
3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Dinas Sosial Jumalah pelanggaran pegawai negri sipil
0% 133.441.000 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 180.000.000 Kegiatan Pengadaan
Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya
Dinas Sosial
Tersedianya seragam PDH untuk pegawai
50 stel 39.974.000 Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Dinas Sosial Tersedianya seragam PDH untuk pegawai 50 stel 30.000.000 Kegiatan Pengadaan
Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu
Dinas
Sosial Tersedianya pakaian olahraga, PDH bebas, dan batik untuk pegawai
150 stel 83.467.000 Pengadaan pakaian
khusus hari-hari tertentu Sosial Dinas Tersedianya pakaian olahraga, PDH bebas, dan batik untuk pegawai
150 stel 150.000.000 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur SKPD Dinas Sosial
Presentase pegawai yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya
100% 181.500.000 Program Peningkatan Kapasitas Aparatur
18
Kegiatan Pendidikan dan
Pelatihan Formal Sosial Dinas Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan formal 50 orang 44.000.000 Pendidikan dan pelatihan formal Sosial Dinas Meningkatnya keahlian pegawai 16 orang 40.000.000 Kegiatan Pembinaan
Kinerja Aparatur Sosial Dinas Meningkatnya kinerja pegawai 50 orang 137.500.000 Kegiatan Pembinaan Kinerja Aparatur Sosial Dinas Meningkatnya kinerja aparatur 50 orang 125.000.000
4 Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Dinas
Sosial Tingkat ketepatan menyerahkan laporan kinerja dan keuangan
80% 23.544.800 Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
180.000.000
Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Dinas
Sosial tersusunnya laporan kinerja & Kuangan per bulan, triwulan, dan semester
17 dokumen 173.544.800 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Dinas
Sosial Penyusunan laporan kinerja & Kuangan per bulan, triwulan, dan semester 17 dokumen 120.000.000 Kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun Dinas
Sosial Penyusunan laporan kinerja dan keuangan akhir tahun 2 dokumen 66.000.000 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun Sosial Dinas Penyusunan laporan kinerja dan keuangan akhir tahun 2 dokumen 60.000.000 B Sosial 20.325.450.000 Sosial 28.494.400.000 1 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS lainnya
Kota
Bandung Prosentase penanganan keluarga miskin 19,68% 1.452.000.000 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS lainnya
Kota
Bandung Meningkatnya jumlah keluarga miskin dan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang mandiri
1.320.000.000
Kegiatan Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas dan Pendamping Sosial
Kota
Bandung Jumlah pendamping yang menerima bimbingan sosial dan insentif
76 orang 412.800.000
Kegiatan Pelatihan Keterampilan Berusaha bagi Keluarga Miskin
Kota Bandung
Jumlah keluarga miskin yang mengikuti pelatihan keterampilan serta dana pendamping PKH
300 KK dan 14.554 RTSM
331.870.000 Pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin
Kota Bandung
Penyelenggaran bimbingan sosial dan pemberian bantuan stimulan bagi keluarga miskin berupa bantuan modal usaha UEP-KUBE
270 kk dan 14.554 RTSM
960.000.000
Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Usaha bagi Keluarga Miskin
Kota Bandung
Jumlah keluarga miskin yang menerima bantuan modal usaha
19 Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Penyandang Masalah Sosial Kesejahteraan Sosial Kota
Bandung Jumlah Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) yang mengikuti bimbingan sosial
200 orang 396.000.000 Pelatihan keterampilan bagi penyandang Masalah Sosial
Kota
Bandung Penyelenggaran bimbingan sosial dan pemberian bantuan stimulan bagi PRSE berupa bantuan modal usaha UEP-KUBE
200 orang 360.000.000
Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Kota Bandung
Terlaksananya monitoring dan evaluasi peserta hasil pelatihan 1 kegiatan 11.330.000 2 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Kota
Bandung Prosentase cakupan penanganan korban trafficing, korban bencana dan orang terlantar dalam perjalanan yang ditangani
100% 2.892.660.100 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
Kota
Bandung Meningkatnya kualitas pelayanan dan rehabilitasi
kesejahteraan sosial
1.493.000.000
Kegiatan Pelayanan dan Perlindungan Sosial Hukum bagi Korban Perdagangan Perempuan dan Anak
Kota
Bandung Terselenggaranya pelayanan dan bimbingan sosial bagi korban trafficing
40 orang
165.000.000 Pelayanan dan perlindungan sosial hukum bagi korban perdagangan perempuan dan anak
Kota
Bandung Bimbingan sosial dan pemberian bantuan stimulan bagi korban tindak
kekerasan/trafficking berupa bantuan modal usaha
40 orang 150.000.000
Kegiatan Pelaksanaan KIE, Konseling dan Kampanye Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Kota Bandung Tersebarluasnya informasi kepada masyarakat mengenai penanggulangan PMKS dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial 2 kegiatan 275.000.000 Pelaksanaan KIE, Konseling dan kampanye sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Kota Bandung Penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai penanggulangan PMKS dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial se-Kota Bandung 250.000.000 Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Kota
Bandung Tersedianya dokumen kajian kebijakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial
5 Dokumen 1.149.160.100 Penyusunan kebijakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Kota
Bandung Tersedianya dokumen Renstra 2014-2018 dan Kajian Naskah Akademik Struktur Organisasi Dinas Sosial, serta
Pembahasan Perda PMKS Jalanan, Revisi Perda Penyandang Cacat
5 Dokumen 1.044.691.000
Kegiatan Penanganan Masalah-Masalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa
Kota
Bandung Tersalurkannya barang bantuan bagi korban bencana serta pemulangan orang terlantar dalam perjalanan
100% 753.500.000 Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa
Kota
Bandung Tersalurkannya barang bantuan bagi korban bencana serta pemulangan orang terlantar dalam perjalanan
20 Kegiatan Kajian Inventarisasi dan Identifikasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Kota
Bandung Tersedianya data PMKS dan PSKS yang valid dan akurat 100% 550.000.000
3 Program Pembinaan Anak Terlantar Kota Bandung Prosentase penanganan anak terlantar dan anak jalanan 4,77% 2.816.000.000 Program Pembinaan Anak Terlantar Kota Bandung Terselenggaranya pembinaan terhadap anak terlantar 1.496.400.000 Kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Belajar Kerja bagi Anak Terlantar
Kota
Bandung Terselenggaranya pelatihat keterampilan bagi anak terlantar
150 orang
250.000.000 Pelatihan keterampilan dan belajar Kerja bagi anak terlantar
Kota
Bandung Pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan stimulan bagi anak terlantar 100 orang 275.000.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Penyusunan
Data dan Analisis Permasalahaan Anak Terlantar
Kota
Bandung Tersedia dan tersusunnya database anak terlantar 1 kegiatan 75.000.000 Kegiatan
Pengembangan Bakat dan Keterampilan Anak Terlantar
Kota Bandung
Terselenggaranya kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan bagi anak terlantar
150 orang 1.600.000.000
Pengembangan bakat dan keterampilan anak terlantar
Kota Bandung
Pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan stimulan bagi anak terlantar selama 1 bulan di dalam panti 60 orang 783.400.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Peningkatan Keterampilan Tenaga Pembinaan Anak Terlantar Kota Bandung Meningkatnya kapasitas para tenaga pembina anak terlantar (Sakti Peksos dan Pengurus RPSA) serta penyebarluasan informasi penanganan anak terlantar
300 orang 366.000.000 Peningkatan keterampilan tenaga pembinaan anak terlantar Kota Bandung Meningkatnya kapasitas (pengetahuan dan Wawasan) para tenaga pembina anak terlantar (Sakti Peksos dan Pengurus RPSA) dan penyebarluasan informasi penanganan anak terlantar 100 orang 438.000.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Kota Bandung
Terselenggaranya kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan
1 kegiatan 50.000.000
Kegiatan Pelayanan Sosial bagi Anak Jalanan Melalui Pemberdayaan Orang Tua Anak
Kota
Bandung Pemberdayaan orang tua anak jalanan 100 orang 150.000.000
Kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Sarana dan Prasarana Pelayanan Sosial Anak
Kota
Bandung Pemberian bantuan sarana dan prasarana bagi Rumah Perlindungan Sosial Anak
21
Kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajat Kerja bagi Remaja Putus Sekolah
Kota
Bandung Terselenggaranya kegiatan pelatihan keterampilan dan praktek belajar kerja bagi remaja putus sekolah
50 orang 75.000.000
4 Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Eks-Trauma
Kota
Bandung Prosentase penanganan penyandang cacat 8,16% 874.500.000 Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Eks-Trauma
Kota
Bandung Meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan bagi penyandang cacat
735.000.000
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi
Penyandang Cacat dan Eks-Trauma
Kota Bandung
Terselenggaranya bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat
50 orang 242.000.000 Pendidikan dan pelatihan bagi penyandang cacat dan eks-trauma
Kota Bandung
Pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan stimulan bagi penyandang cacat 60 orang 160.000.000 Kegiatan Pendayagunaan para Penyandang Cacat dan Eks-Trauma
Kota Bandung
Terselenggaranya Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Disabilitas Internasional (Seminar, Gerak Jalan, Pentas Seni dan Pameran)
4 kegiatan 385.000.000
Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks-trauma
Kota Bandung
Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Internasional Penyandang Cacat (Seminar, Pemberian Bantuan, Gerak Jalan, dan Pameran)
4 kegiatan 350.000.000
Kegiatan Peningkatan Keterampilan Tenaga Pelatih dan Pendidik
Kota Bandung
Meningkatnya kapasitas tenaga TKSK dan Pekerja Sosial Masyarakat dalam menangani permasalahan kecacatan 90 orang 247.500.000 Peningkatan Keterampilan Tenaga Pelatih dan Pendidik
Kota Bandung
Pemantapan keahlian tenaga pendidik dan pelatih bagi TKSK dan Pekerja Sosial Masyarakat 100 orang 225.000.000 5 Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo Kota
Bandung Jumlah penghuni Panti yang ditangani 3.554 orang 1.562.000.000 Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo
Kota
Bandung Meningkatnya Kualitas Pelayanan pada Panti Asuhan/Jompo
450.000.000 Kegiatan Operasi dan
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Panti Asuhan / Jompo
Kota
Bandung Pemberian Bantuan Operasional kepada Panti Asuhan/Jompo
10 PSAA dan
5 PSTW 150.000.000 Operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pantri asuhan / jompo
Kota
Bandung Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan pada panti sosial
45 PSAA dan
6 PSTW 200.000.000 Kegiatan Pendidikan dan
pelatihan bagi Penghuni Panti Asuhan/Jompo
Kota
Bandung Terselenggaranya pelatihan keterampilan bagi penghuni panti
200 orang 400.000.000 Pendidikan dan pelatihan bagi penghuni panti asuhan/jompo
Kota
Bandung Meningkatnya keterampilan dan pengetahuan anak dan lansia produktif dalam panti 100 anak dan 50 lansia produktif 250.000.000 Kegiatan Peningkatan Keterampilan Tenaga Pelatih dan Pendidik
Kota
22
Kegiatan Monitoring,
Evaluasi dan Pelapor Bandung Kota Monitoring Pendistribusian bantuan bagi panti sosial 1 kegiatan 50.000.000 Kegiatan Pengadaan
Prasarana Panti Persinggahan
Kota
Bandung Tersedianya sarana Panti Persinggahan 3 unit 892.000.000 Pengadaan Prasarana Panti Persinggahan Bandung Kota Tersedianya Panti Persinggahan (Sewa) 1 unit 910.000.000
6 Program Pembinaan Eks-Penyandang Penyakit Sosial (Eks-Narapidana, PSK, Narkoba, dan Penyakit Sosial Lainnya)
Kota
Bandung Prosentase penanganan Gelandangan, Pengemis, WTS, dan Korban Penyalahgunaan Napza
11,91% 20.002.009.119 Program Pembinaan Eks-Penyandang Penyakit Sosial (Eks-Narapidana, PSK, Narkoba, dan Penyakit Sosial Lainnya)
Kota
Bandung Meningkatnya kualitas pelayanan sosial bagi eks-penyandang penyakit sosial
22.120.000.000
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial
Kota
Bandung Jumlah Gelandangan, Pengemis, WTS, dan Pemulung yang mengikuti bimbingan sosial
140 orang 667.500.000 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial
Kota
Bandung Pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan usaha bagi Wanita Tuna Susila, Gelandangan, Pengemis, dan Pemulung
@ 30 orang 239.985.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Pembangunan Pusat Bimbinga/Konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Kel. Derwati Kec. Rancasari Terbangunnya sarana Puskesos di Bandung 18,75% 17.742.509.119 Pembangunan Pusat Bimbinga/Konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Kota Bandung Terlaksananya pembangunan konstruksi fisik Puskesos 2 bangunan kantor, 2 kompleks pelayanan, dan sarana penunjang 20.000.000.000 Kegiatan Pemantauan Kemajuan Perubahan Sikap Mental Eks Penyandang Penyakit Sosial
Kota Bandung
Jumlah kegiatan
penjangkauan dalam upaya penertiban PMKS Jalanan
180 kali 1.450.000.000 Pemantauan kemajuan perubahan sikap mental eks penyandang penyakit sosial Kota Bandung Penjangkauan dan penyaluran Gelandangan, Pengemis dan Wanita Tuna Susila 800 orang 1.760.015.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Pemberdayaan Eks-Penyandang Penyakit Sosial Kota Bandung Terselenggaranya bimbingan sosial bagi anak bermasalah dengan hukum/korban narkotika 35 orang 132.000.000 Pemberdayaan eks-penyandang penyakit sosial Kota Bandung Pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan stimulan bagi Anak yang Bermasalah dengan Hukum 70 orang 120.000.000 Kegiatan Monitoring,
Evaluasi dan Pelapor Bandung Kota Terselenggaranya monitoring, evaluasi dan pelapor hasil pelaksanaan kegiatan
1 kegiatan 10.000.000
23 7 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Kota
Bandung Jumlah Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial yang ikut serta dalam
penanganan masalah sosial 1.387 PSKS 2.002.000.000 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Kota
Bandung Meningkatnya partisipasi dan pelayanan sosial yang dilaksanakan oleh PSKS
1.700.000.000
Kegiatan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat dan Dunia Usaha
Kota
Bandung Jumlah perusahaan dan tokoh masyarakat yang mengikuti sosialisasi tentang CSR
200 orang 300.000.000 Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha
Kota
Bandung Peningkatan kesadaran dan tanggungjawab sosial dunia usaha terhadap PMKS 500 orang 300.000.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Peningkatan Jaringan Kerjasama Pelaku-Pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kota
Bandung Sosialisasi pelaksanaan undian gratis dan sumbangan sosial
1 kegiatan 75.000.000 Peningkatan jaringan kerjasama pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat
Kota
Bandung Sosialisasi di lapangan tentang implementasi tata cara penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang barang 400 orang 300.000.000 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kota Bandung
Jumlah SDM kesos yang mengikuti bimbingan teknis
197 orang 800.000.000 Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial Kota Bandung Peningkatan peran partisipasi aktif masyarakat dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial 30 Karang Taruna, dan 30 org PSM dan 30 Orsos, 30 org TKSK, dan 77 org Peksos 740.293.050 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Pengembangan Model Kelembagaan Perlindungan Sosial Kota
Bandung Jumlah kajian tentang model kelembagaan perlindungan sosial 1 dokumen 75.000.000 Kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling Kota Bandung
Jumlah peserta penyuluhan sosial keliling 450 orang 352.000.000 Penyuluhan Sosial Keliling Kota Bandung Penyampaian informasi tentang program dan pelayanan Dinas Sosial terhadap Masyarakat 30 lokasi 359.706.950 Program Prioritas Pembangunan bidang Sosial Kegiatan Penertiban dan
Pengawasan Undian dan Sumbangan Sosial
Kota Bandung
Jumlah lokasi pengawasan dan penerbitan undian gratis dan sumbangan sosial
500 lokasi 225.000.000
Kegiatan Pendataan dan Penilaian Pelaksanaan Program Kepedulian Sosial (CSR) Kota Bandung Terinventarisnya data perusahaan yang telah melaksanakan program CSR
30 kecamatan 100.000.000
Kegiatan Jasa Konsultasi Pelaksanaan Undian Gratis Berhadiah dan Sumbangan Sosial
Kota Bandung
Jumlah kegiatan konsultansi tentang penyelenggaraan undian gratis dan sumbangan sosial
24 Program Peningkatan
Pelayanan Lanjut Usia Bandung Kota Prosentase penanganan Lanjut Usia Terlantar 18,03% 125.000.000 Kegiatan Peningkatan
Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar Luar Panti
Kota
Bandung Terselenggaranya pelatihan keterampilan bagi lansia terlantar
100 orang
125.000.000
25
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Di era reformasi birokrasi saat ini, proses perencanaan tidak hanya dilakukan secara top down
akan tetapi juga secara bottom up artinya pihak pemerintah juga harus dapat mengakomodir
usulan dari masyarakat terkait rencana pembangunan daerah melalui proses Musrenbang.
Sehingga dalam menyusun program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota
Bandung pada Tahun 2015 tentunya Dinas Sosial Kota Bandung juga perlu mengakomodir
berbagai usulan dari para stekholders seperti masyarakat selain program dan kegiatan yang telah
dirumuskan oleh Dinas Sosial Kota Bandung terkait rencana pencapaian target RPJMD Kota
Bandung dan Renstra Dinas Sosial Kota Bandung Tahun 20013-2018. Adapun proporsi usulan
masyarakat yang harus diakomodir oleh Dinas Sosial Kota Bandung sebagaimana diatur oleh
Peraturan Daerah Kota Bandung yakni sebesar 30% dari keseluruhan Program dan Kegiatan pada
SKPD.
Usulan dari masyarakat ini diperoleh melalui proses pelaksanaan Musyawarah Rencana
Pembangunan (Musrebang) Tingkat Kecamatan yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung selama bulan Februari dan Maret 2014. Dalam
mengakomodir berbagai usulan dari masyarakat terkait pelayanan kesejahteraan sosial tentunya
Dinas Sosial Kota Bandung perlu memperhatikan keseuaiannya dengan tugas dan fungsi serta
kemampuan secara anggaran dari Dinas Sosial Kota Bandung serta berbagai ketentuan peraturan
perundang-undangan terkait pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial yang dapat dilaksanakan
oleh Dinas Sosial Kota Bandung, hal ini menyebabkan Dinas Sosial Kota Bandung mungkin tidak
dapat mengakomodir seluruh usulan rencana pembangunan kesejahteraan sosial dari masyarakat
untuk Tahun 2015. Mengenai daftar usulan dari para stakeholders (masyarakat) terkait pelayanan
bidang kesejahteraan sosial dapat dilihat pada tabel berikut :
.Tabel 2.4
Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan Tahun 2015
Dinas Sosial Kota Bandung
No. Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Besaran/volume Catatan
1 2 3 4 5 6
1 Program pembinaan panti
asuhan/jompo Kel. Gegerkalong Kec. Sukasari tersalurkannya bantuan bagi anak yatim dan orang tua jompo 40 orang 2 Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial
Kel. Isola Kec.
Sukasari Pelatihan bagi pemuda putus sekolah 20 orang Kec. Andir Pembinaan Karang Taruna 60 orang Kec. Bojongloa Kaler Peningkatan kualitas SDM Karang Taruna 12 kegiatan 3 Program pembinaan para
penyandang cacat dan
Kel. Lebak Siliwangi Kec.
Pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat dan anak
26
trauma Coblong yatim
Kel. Sukaraja Kec.
Cicendo Penyediaan alat bantua gerak bagi penyandang disabilitas 44 orang Pendidikan dan pelatihan
keterampilan bagi keluarga penyandang disabilitas
70 orang
Kel. Pasteur Kec.
Sukajadi Pelatihan bagi Kader RBM 1 kegiatan Kel. Karang Anyar
Kec. Astana Anyar Pemberian bantuan berupa kursi roda bagi penyandang disabilitas
3 unit
Pemberian bantuan berupa alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas
8 unit
Kel. Maleer Kec.
Batununggal Pemberian bantuan kursi roda 15 unit Kel. Cibangkong
Kec. Batununggal
Pemberian bantuan kursi roda 12 unit Kel. Kebon
Gedang Kec. Batununggal
Pemberian sarana usaha produktif bagi penyandang disabilitas
10 orang
Kec. Bojongloa
Kaler Tersalurkannya bantuan berupa kursi roda bagi penyandang cacat
10 unit
Kec. Andir Pelatihan wirausaha bagi
penyandang cacat 60 orang
Kec. Andir Pemberian bantuan kacamata
bagi lanjut usia 60 unit
4 Program pembinaan anak
terlantar Kec. Babakan Ciparay Penyediaan buku-buku bagi anak jalanan 100 orang Kel. Pajajaran
Kec. Cicendo
Pembinaan anak jalanan 1.000 orang 5 Program Pemberdayaan
Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil, dan PMKS lainnya
Kec. Andir Pelatihan usaha produktof bagi Perempuan rawan Sosial Ekonomi
60 orang Kel. Karang Anyar
Kec. Astana Anyar Pemberian bantuan berupa kacamata baca bagi keluarga miskin
25 buah
Kel. Warung Muncang Kec. Bandung Kulon
Pelatihan usaha produktif bagi
keluarga miskin 1 paket
6 Peningkatan kualitas SDM
kesejahteraan sosial Kec. Andir Penyediaan seragam bagi Pekerja Sosial Masyarakat 72 stel Kec. Andir Penyelenggaraan bakti sosial
oleh Pekerja Sosial Masyarakat
110 orang Kel. Pasirluyu Kec.
Regol Pemberian bantuan modal usaha bagi Karang Taruna 3 paket 7 Pemberdayaan Lanjut usia
Terlantar Kec. Astana Anyar Kel. Karang Anyar Pemberian bantuan berupa tongkat jalan kesehatan bagi lanjut usia
1 unit
27
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional
sebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945 dan Undang-undang Nomor 11
Tahun 2009 tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Yang dimaksud dengan
penyelenggaraan kesejahteraan sosial ialah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang
dilakukan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna
memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial,
pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.
Tujuan penyelenggaraan kesejahteraan sosial menurut UU Nomor 11 Tahun 2009 sebagai berikut:
1. Meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas, dan kelangsungan hidup;
2. Memulihkan fungsi sosial dalam rangka mencapai kemandirian;
3. Meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dalam mencegah dan menangani masalah
kesejahteraan sosial;
4. Meningkatkan kemampuan, kepedulian dan tanggungjawab sosial dunia usaha dalam
penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan;
5. Meningkatkan kemampuan dan kepedulian masyarakat dalam penyelenggaraan
kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan; dan
6. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial diprioritaskan kepada mereka yang memiliki kehidupan
yang tidak layak secara kemanusiaan dan memiliki kriteria masalah sosial sebagai berikut :
a. Kemiskinan, yaitu kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan
dalam memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan;
b. Ketelantaran, yaitu pengabaian / penelantaran anak-anak dan orang lanjut usia karena
berbagai sebab atau kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan fisik, psikis, dan sosial secara
wajar yang disebabkan oleh ketidakmampuan sosial ekonomi, dan pengabaian terhadap
tugas dan tanggungjawab;
c. Kecacatan, yaitu hilang/terganggunya fungsi fisik atau kondisi abnormalitas fungsi struktur
anatomi psikologi maupun fisiologis;
d. Keterpencilan, yaitu isolasi alam yang berakibat pada ketertinggalan yang dialami oleh
komunitas adat terpencil atau kondisi kehidupan komunitas sosial budaya lokal yang tinggal
28
pada lokasi yang terisolir secara geografis dan sulit terjangkau serta belum ada kontak
(interaksi) dengan dunia luar;
e. Ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, yaitu merupakan indikasi atas ketidakberhasilan
fungsi sosial seseorang, yakni tergantungnya salah satu atau lebih fungsi yang berkaitan
dengan pemenuhan kebutuhan fisik, emosi, konsep diri dan juga kebutuhan religius,rekereasi
dan pendidikan seseorang atau kondisi penyimpangan atau pelanggaran terhadap nilai dan
norma sosial, moral, dan etika yang berlaku di masyarakat;
f. Korban bencana, yaitu perorangan, keluarga, atau kelompok masyarakat yang menderita baik
secara fisik, mental, maupun sosial ekonomi sebagai akibat dari terjadinya bencana yang
menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas
kehidupannya; dan/atau
g. Korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi, yaitu orang (baik individu, keluarga
atau kelompok) yang mengalami tindak kekerasan, baik dalam bentuk penelantaran,
perlakuan salah, eksploitasi, diskriminasi dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya maupun orang
yang berada dalam situasi yang membahayakan dirinya sehingga menyebabkan fungsi
sosialnya terganggu
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat
meliputi:
a. Rehabilitasi sosial, yaitu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan
seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan
masyarakat.
b. Jaminan sosial, yaitu skema yang melembaga untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat
memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.
c. Pemberdayaan sosial, yaitu semua upaya yang diarahkan untuk menjadikan warga negara
yang mengalami masalah sosial mempunyai daya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan
dasarnya.
d. Perlindungan sosial, yaitu semua upaya yang diarahkan untuk mencegah dan menangani
risiko dari guncangan dan kerentanan sosial
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Sosial Kota Bandung
Dinas Sosial Kota Bandung sebagai organisasi perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi
melaksanakan pelayanan bidang kesejahteraan sosial dalam bentuk penanganan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial sebagaimana tercantum dalam Program Prioritas Daerah Kota
29