ICASERD WORKING PAPER No.38
Teks penuh
Dokumen terkait
Yogyakarta, dengan menggunakan data tahun 2001 wilayah yang termasuk kategori memiliki resiko tinggi untuk terjadinya rawan pangan adalah Kabupaten Gunungkidul dan
(2004) seperti berikut : (1) Diversifikasi konsumsi pangan pokok, protein hewani, protein nabati, vitamin, mineral dan serat menuju pangan yang beranekaragam
Secara umum dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelaksanaan program UPJA tidak didasari dengan persiapan matang, baik dalam hal sumberdaya manusia pengelolanya, kesesuaian
1) Pemertahanan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan, pengendalian perkembangan kegiatan budidaya pada kawasan pertanian pangan berkelanjutan terutama di sisi kiri dan
Badan Ketahanan Pangan terus melakukan upaya untuk mendorong diversifikasi pangan antara lain melalui: (1) Pengembangan produk melalui peran industri pengolahan untuk
Kendala-kendala meliputi angka kecukupan gizi, kebiasaan pangan, dan alokasi pendapatan untuk pa-ngan. Model ini ingin memenuhi 9 sasaran yakni: 1) Konsumsi pangan perhari
Ciri-ciri sebagian besar usahatani Indonesia adalah (1) merupakan usaha keluarga skala kecil sehingga volume produksi per usahatani sangat kecil, (2) usaha tani dikelola
(2) Perbaikan gizi mikro sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui penyuluhan, diversifikasi konsumsi pangan, suplementasi dan fortifikasi yang