• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yr<ar tppt+t{i}t{t{ LVLK-Ot t-to1{

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Yr<ar tppt+t{i}t{t{ LVLK-Ot t-to1{"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUMUMAN

H/ASIL

PELAIGANAAN

AUDIT PENIUKAN

KE-4

SERTIFIIGSI PENII.AIAN

nrrrnln

prr,rcHoI.AAN HUIAN PRoDUIGI ESTARI

(PHPL)

Nomor

:

283/A-SERT/V/2019

LPPHPLPTAYAMARUSERTIFIKASImenyampaikanrencanapelaksanaanauditPenilikanKe-4

setifikasi

penilaian

kinerja

PHPL

terhadap

:

IUPHHK-HA

PT

Suka

JaYa

Makmur

SK.

106/Kpts-II/2000, tanggal

29 Desember 2000

Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat

JI. Adisucipto KM 5.3 Sungai Raya, Pontianak, Kalimantan

Barat

Jl.

Balikpapan

RaYa

No. 14, Jakarta

*

171.340 Hektar

22sld30

APril 2019

Hasil pengambilan kePutusan

:

iUpifiK-tiA

pi

sut u 5aya Makmur

terhadap

pemenuhan

standar

penilaian kinerja-PHPL.dengan

nirui ur.r,ir

kinerja

berpredikat

"BAIK',

din

pemenuhan

terhadap

standar

verifikasi

legalitas

[u,r:iUiUe

1UHI,,.

'Dengan

demikian Sertinkat

PHPL

yang

telah

diterbitkan

pada. tanggal

is'l,t.i

ZOrs

dengan

Nomoi :

SPHPL.34/ASERT/LPPHPL-001-IDN, masa berlaku sampai

dengan

14 Mei 2020, dinyatakan

"terpelihara

dan

berlanjut"

Data,

informasi

dan masukan

terkait

dengan

kegiatan

tersebut

di

atas dapat

disampaikan

i..uiu

t"rtufit

dan dilengkapi

data

pendukung, disampaikan kepada

:

LPPHPL

Komple

Telpon

Fax Email

Website

Bogor,20

Mei 2019

LPPHPL PT AYAMARU

SERTIFIKASI

PT AYAMARU

SERTIFIKASI

k

Ruko Braja Mustika B-11,

Jl'

Dr. Sumeru Bogor

0251-8333513, 8333515;

0251-8333593

[email protected]

.avamar usertifika si.co.id

Ir.

Akhmad

Direktur

Tanggal 10 September 2018 Layanan Sertifikasi : E rttrH-co-il

Erd

a.

Nama Auditi

b.

Nomor Izin

c.

Lokasi Site

d.

Alamat Kantor

.

Pusat

.

Cabang

e.

Luas

f.

Pelaksanaan

(2)

:0251{3i135'l

833i!51 5 Fax. 0251€33593

Tanggal 10 September 2018

KEPUTUSAN DIREKTUR LPPHPL

PT

AYAMARU SERTIFIKASI

Nomor

:

OIO/ASERT-PHPL/Kpts/

Pnlk/v/

2019

Tentang

HASIL PENILIKAN KE-4

SERTIFI*'1

P5JIITAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI

lesrenr

(s_pHpL)

TERHADAP

rZIN

USAHA PEMANFAATAN HASrL HUTAN KAYU HUTAN ALAM

trupfix-iel

pr

siJKA

lAyA

MAKMUR YANG

BERLOKAST

Dr

KABUPATEN

KETAPANG PROVTNST

'

KALTMANT-AN

BARAT SELAKU

PEMEGANG SK

IUPHHK'HA

NOMOR : SK'

106/KPTS-II/2ooO

TANGGAL 29

DESEMBER 2OOO SELUAS

*'

L71'34O HEKTAR

Menimbang

:

1.

Bahwa IUPHHK-HA PT Suka

laya

Makmur pada

tanggal

15 Mei

2015.telah

mendapatkan

Sertifikat

Pengelolaan

Hutan

Produksi

Lestari

(S-PHPL)

dengan

nomor

:

SpHpL.34/ASERf/LppHeL-001-IDN masa

berlaku

sampai dengan 14

Mei 2020 dengan nilai

akhir kinerja berpredikat

"Baik";

2. Bahwa berdasarkan pasal

15

ayat (3) butir (a)

Peraturan

Menteri

Lingkungan Hidup dan

KehutananNomor:3o/MenLHK/SetjerIIPHPL'3I312O76tanggal1Maret2015

disebutkan bahwa Sertifikat

Pengelolaan

Hutan

Produksi

Lestari

(S-PHPL)

bagi

pemegangIUPHHK.HAdilakukanpenilikansekurang-kurangnya12(duabelas)bulan

sekali;

3.Bahwaberdasarkanbutir(1)danbutir(2)diatas,IUPHHK-HAPTSuka]ayaMakmur

telah

dilakukan

audit

penililian Ke-4 sesuai dengan

surat

Perjanjian Kerja

(Kontrak)

Nomor

: 286/A5ERT-SJM/PHPVnV2019

tanggal

29 Maret 2019;

4.Bahwaberdasarkanhasilpengambilankeputusan,IUPHHK-HAPTSukaJayaMakmur

dinyatakan

konsisten

terhadap

pemenuhan Standar Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan

produksi

Lestari dengan

niiai

akhir

kinerja

berpredikat

"BAIK"

dan

pemenuhan

terhadap

standar

verifikasi

legalitas kayu

"MEMENUHI";

5.

Bahwa berdasarkan pertimbangan

butir

(4)

diatas, perlu ditetapkan Surat

Keputusan

Direktur

tentang

hasil Penilikan Ke-4 Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi

Lestari

(PHPL)

terhadap

IUPHHK-HA PT Suka Jaya Makmur'

1.

Akreditasi KAN LPPHPL PT AYAMARU SERTIFIKASI

No

LPPHPL-001-IDN;

2.

Keputusan

Menteri

Lingkungan

Hidup dan

Kehutanan N-omor

:

SK

5266/MenLHK-PHPUUHP/HPL.U8l2ol8tanggal14Agustus20lsTentangPenetapanLembagaPenilai

pengelolaan

Hutan

produksi

-Lestari

(LppHpL)

a,n.

PT

Ayamaru sertifikasi

sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP&VI);

3.

Peraturan

Menteri

Lingkungan

Hidup

dan

Kehutanan

Nomor

:

3o/MenLHlqsetje nlPHPL.3l3l2Ol6

tanggal

1

Maret 2016 tentang

Penilaian

Kinerja pengelolaan

Huian produksi

Lestari Dan

verifikasi

Legalitas Kayu Pada Pemegang

Izin,

Hak Pengelolaan

atau

Pada Hutan Hak;

4.

Lampiran 1.1 Peraturan Direktur

Jenderal Pengelolaan

Hutan

Produksi Lestari

Nomor

: p.

rs)pHpuppHg/HpL.3/8/2016

tanggal 31

Agustus

2016 tentang

perubahan

Atas

peraiuran Direktur Jenderal

Pengelolaan

Hutan Produksi

Lestari

Nomor

p.L4lpHpLlsET

I

4/2016 tentang standai penilaian Kinerja

Pengelolaan

Hutan

Produksi

Lestari (PHPL) Pada IUPHHK-HA;

5.

Lampiran 2.1 Peraturan Direktur

Jenderal Pengelolaan

Hutan

Produksi Lestari

Nomor

:

-

p.

rs)pHpt_/ppHH/HpL.3/8/2016

tanggat 31

Agustus

2016 tentang

perubahan

Atas

peraiuran Direktur Jenderal

Pengelolaan

Hutan

Produksi

Lestari

Nomor

P,T4:PHPL|SETl4/20l6tentangStandarVerifikasiLegalitasKayuPadaIUPHHK.HA,

IUPHHK-HTI, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan;

6.

Lampiran 3.1 Peraturan Direktur lenderal

Pengelolaan

Hutan

Produksi Lestari

Nomor

:

p.lsipHpuppHH/ HpL.3l8l2Ot6

tanggal 31

Agustus

2016 tentang

perubahan

Atas

peraiuran Direktur Jenderal

Pengelolaan

;lutan

Produksi

Lestari

Nomor

P,|4lPHPqsETl4/2016tentangPedomanPelaksanaanPenilaianKinerjaPengelolaan

Hutan

Produksi Lestari (PHPL);

Mengingat

LVLX-O1r-lDll

Hal 1 dari 2

Iayanan Sertifikasi :

H:

(3)

Menetapkan KESATU KEDUA KENGA KEEMPAT KELIMA

7.

Lampiran

3.13

Peraturan

Direktur

Jenderal Pengelolaan

Hutan

Produksi Lestari

Nomor

:

p.15/pHpL/ppHH/HpL.3/8/2016

tanggal

31

Agustus

2016 tentang

Perubahan

Atas

peraturan Direktur Jenderal

Pengelolaan

Hutan

Produki

Lestari

Nomor

p.14lpHpL/SEV4t2OL' Pedoman Penyusunan Laporan Penilaian Kinerja

Pengelolaan

Hutan

Produksi Lestari (PHPL);

g.

SNI ISO/IEC L7065:20t2

Penilaian Kesesuaian

-

Persyaratan

Untuk menjadi

Lembaga

Sertifikasi Produk, Proses Dan Jasa;

9.

SNI

ISO

19011-2012 Panduan

Audit

Sistem Manajemen Mutu;

10.

Panduan Mutu

dan

Prosedur PT AYAMARU SERTIFIKASL

MEMUTUSKAN:

:

SURAT

KEPUTUSAN DIREKTUR LPPHPL

PT

AYAMARU SERTIFIKASI TENTANG HASIL

PENILIKAN

KE-4

SERTIFIKASI PENII.AIAN KINERJA PENGELOI.AAN

HUTAN

PRODUKSI

LESTARI (S-PHPL) IUPHHK-HA PT SUKA JAYA MAKMUR.

:

Sertifikat

Pengelolaan

Hutan

Produksi Lestari (S-PHPL) IUPHHK-HA PT Suka Jaya Makmur

yang

telah

diterbitkan pada

tanggal

15

Mei

2015

dengan

nomor

:

bpHpr-.S+/eSERT/LppHpL-Oo1-IDN

masa berlaku sampai dengan

14

Mei 2020

dengan nilai

akhir kinerja

berpredikat'BAIK"

dinyatakan

"terpelihara

dan

berlanjut".

:

Re-Sertifikasi

akan

dilaksanakan

pada

tahun 2020

dengan

mengacu

pada

Standar

penilaian Kinerja

pengetotaan

Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu

yang berlaku.

:

Segala

biaya yang diperlukan untuk

Re-Sertifikasi

dibebankan

IUPHHK-HA PT Suka Jaya

Makmur.

:

IUpHHK-HA

pT

Suka Jaya Makmur berhak menggunakan Sertifikat, Logo PT

Ayamaru Sertifikasi dan Tanda V-Legal.

:

Keputusan

ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa

apabila

dikemudian

hari

ternyata terdapat

kekeliruan akan

diperbaiki

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan

di

:

Bogor Pada

Tanggal

:

15 Mei 2019

AYAMARU SERTIFIKASI

Ir.

Akhmad

Direktur

Hal2dari2

SALINAN keputusan ini disampaikan Kepada

Yth

:

1.

Sekretaris

Direktorat lenderal

Pengelolaan Hutan Produksi Lestari

u.p

Kepala Bagian Program

dan

Pelaporan;

2.

Direktur Usaha

Hutan

Produksi;

Tanggal 10 September 2018

(4)

RESUME

AUDIT PENILIKAN TAHUN KE-4 KINERJA PHPL

IUPHHK-HA PT SUKA JAYA MAKMUR

KABUPATEN KETAPANG DAN KABUPATEN MELAWI

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

(1) Identitas LPPHPL

a. Nama Lembaga

: PT. Ayamaru Sertifikasi

b. Nomor Akreditasi

: LPPHPL-001-IDN,

tanggal 2 September 2010

Re-akreditasi Tanggal 2 September 2018 berlaku s/d

1 September 2022

LVLK-011-IDN

Tanggal 23 November 2012

Re-akreditasi Tanggal 23 November 2016 berlaku s/d

22 November 2020

c. Alamat

: KOMPLEK RUKO BRAJA MUSTIKA B-11 Lantai 1,

JL. Dr. Sumeru, Bogor 16111-INDONESIA

d. Nomor telepon/faks/E-mail : Telp. 0251-8333513, 8333515

Fax. 0251-8333593

Email : [email protected]

Website : www.ayamarusertifikasi.co.id

e. Direktur

: Ir. Akhmad

f. Standar

: 1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Nomor : P.30/MenLHK/ Setjen/PHPL.3/3/2016 tanggal 1

Maret 2016 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan

Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu

Pada Pemegang Izin, Hak Pengelolaan, atau Pada

Hutan Hak.

2. Lampiran 1.1. Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan

Hutan Produksi Lestari Nomor : P.14/PHPL/SET/4/2016

jo

Nomor: P.15/PHPL/PPHH/HPL-3/8/2016 tentang

Standar Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi

Lestari (PHPL) Pada IUPHHK-HT.

3. Lampiran 2.1. Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan

Hutan Produksi Lestari Nomor : P.14/PHPL/SET/4/2016

jo

Nomor: P.15/PHPL/PPHH/HPL-3/8/2016 tentang

Standar Verifikasi Legalitas Kayu Pada IUPHHK-HA,

IUPHHK-HT, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan.

(5)

4. Lampiran 3.1 Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan

Hutan Produksi Lestari Nomor : P.14/PHPL/SET/4/2016

jo

Nomor: P.15/PHPL/PPHH/HPL-3/8/2016 tentang

Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan

Hutan Produksi Lestari.

5. Lampiran 3.13 Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan

Hutan Produksi Lestari Nomor : P.14/PHPL/SET/4/2016

jo

Nomor: P.15/PHPL/PPHH/HPL-3/8/2016 tentang

Pedoman Penyusunan Laporan Penilaian Kinerja

Pengelolaan Hutan Produksi Lestari.

g. Tim Audit

: 1. Burhanudin HS, S. Hut (Lead Auditor/Auditor Prasyarat)

2. Rendi Juliandi Ruhiat, S. Hut (Auditor Produksi)

3. Dadan Darmawan, S.Hut (Auditor Ekologi)

4. Rr. Biki Baju Wendani, S. Hut(Auditor Sosial)

5. Dwi Jatmiko Febrianto , S. Hut (Auditor VLK)

h. Pengambil Keputusan

: Ir. Akhmad

(2) Identitas Auditee

a. Nama IUPHHK-HA

: PT Suka Jaya Makmur

b. Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan kepada PT SJM Unit I

- Nomor

: SK.860/Kpts-II/1999

- Tanggal

: 12 Oktober 1999

- Luas

: ± 95.646 Hektar

Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan pada PT SJM Unit II

- Nomor

: SK.861/Kpts-II/1999

- Tanggal

: 12 Oktober 1999

- Luas

: ± 75.694 Hektar

Keputusan Menteri Kehutanan (merupakan penggabungan 2 (dua) unit pengelolaan, yaitu

PT SJM Unit I dan PT SJM Unit II).

- Nomor

: SK.106/Kpts-II/2000

- Tanggal

: 29 Desember 2000

- Luas dan Lokasi

: ± 171.340 Hektar.

Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Melawi

Provinsi Kalimantan Barat

c. Alamat dan Nomor Telepon

- Pusat

: Jl. Laksda. Adi Sucipto Km.5.3 Sungai Raya,

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Telp. (0561) 721866 ; Fax. (0561) 721583

(6)

- Cabang

: Jl. Balikpapan Raya No.14, Jakarta Pusat 10130

Telp.(021) 63863807 ; Fax.(021) 63863804

d. Pengurus

: 1. Iwan Susanto (Komisaris Utama)

2. Amin Susanto (Komisaris)

3. Jacub Husin (Direktur Utama)

4. Budijuwono Handjaja (Wakil Direktur (Utama)

5. Roesman Nilam (Direktur)

6. Ir. Mufti Al Amin (Direktur)

7. Hadianto (Direktur)

e. Sertifikat PHPL (S-PHPL)

- Nomor

: 34/A-SERT-PHPL/V/2015, dan perubahan Nomor :

SPHPL.34/ASERT/LPPHPL-001-IDN

- Masa berlaku

: Tanggal 15 Mei 2015 sampai dengan 14 Mei 2020

(3) Ringkasan Tahapan

No. Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan

1. Koordinasi dengan Instansi

Kehutanan (Dinas Kehutanan Provinsi dan BPHP)

Pontianak,

Senin, tanggal 22 April 2019

 Tim Auditor melapor ke Dinas Kehutanan

Provinsi Kalimantan Barat dan BPHP Wilayah VIII Pontianak.

 Menjelaskan rencana penilikan tahun ke-4

kinerja PHPL PT Suka Jaya Makmur, Provinsi Kalimantan Barat.

Pontianak,

Selasa, tanggal 30 April 2019

 Tim Auditor melapor ke Dinas Kehutanan

Provinsi Kalimantan Barat dan BPHP Wilayah VIII Pontianak.

 Menjelaskan kegiatan penilikan tahun ke-4

kinerja PHPL PT Suka Jaya Makmur, Provinsi Kalimantan Barat telah selesai.

2. Pertemuan Pembukaan (Opening

Meeting)

Camp Pawan Tengah, Selasa, tanggal 23 April 2019

 Perkenalan Tim Auditor dan penyampaian

rencana pelaksanaan kegiatan penilikan ke-4 kinerja PHPL

 Penjelasan mengenai metodologi yang akan

digunakan dalam penilikan ke-4 kinerja PHPL.

 Penetapan Manajemen Representif dan

Petugas Pendamping Audior oleh PT Suka Jaya Makmur untuk mendampingi Tim Auditor dan penandatanganan Berita Acara Pertemuan Pembukaan (Opening Meeting).

3. Verifikasi Dokumen dan Observasi

Lapangan

Selasa-Sabtu, tanggal 23-27 April 2019

Camp Pawan Tengah,

 Verifikasi dokumen legal dan laporan

pelaksanaan kegiatan di bidang prasyarat, produksi, ekologi, sosial dan VLK.

(7)

No. Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan

Camp Tigal, Camp Pembinaan Hutan, Logpond Kelik/TPK Antara, TPK Hutan, TPN, lokasi desa sampel

 Wawancara dengan karyawan yang

bertanggungjawab atas seluruh kegiatan.

 Melakukan observasi, uji petik di lapangan

(Blok RKT, Logpond/TPK Antara, TPK Hutan, TPN,) serta desa sekitar PT Suka Jaya Makmur (Desa Lubuk Kakap, Kecamatan Hulu Sungai dan Desa Kayong Tuhe, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang)

 Melakukan klarifikasi temuan lapangan

4. Pertemuan Penutupan (Closing

Meeting)

Camp Pawan Tengah, Minggu, tanggal 28 April 2019

 Melengkapi data-data yang belum dipenuhi

oleh auditi

 Penyampaian hasil verifikasi dokumen dan

gambaran kinerja PHPL PT Suka Jaya Makmur

 Penandatangan Berita Acara Pertemuan

Penutup (Closing Meeting) penilikan ke-4 kinerja PHPL.

5. Pengambilan Keputusan Kantor PT Ayamaru

Sertifikasi

Bogor, tanggal 15 Mei 2019

 Berdasarkan laporan hasil audit penilikan

dan pengambilan keputusan diputuskan bahwa PT Suka Jaya Makmur yang berlokasi di Kabupaten Ketapang dan Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, mendapatkan total nilai kinerja akhir sebesar 90,91%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk dan pemenuhan terhadap standar verifikasi legalitas kayu adalah memenuhi.

 Sesuai dengan ketentuan dalam Lampiran

3.1 Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : P.14/PHPL/ SET/4/2016 jo Nomor: P.15/PHPL/PPHH/ HPL-3/8/2016. maka nilai sebesar 90,91% termasuk dalam katagori “BAIK”. Dengan demikian Sertifikat PHPL yang telah diterbitkan pada tanggal 15 Mei 2015 dengan nomor SPHPL.34/ASERT/LPPHPL-001-IDN, dengan masa berlaku dari tanggal 15 Mei 2015 s/d 14 Mei 2020 dinyatakan terpelihara dan berlanjut.

(8)

(4) Resume Hasil Penilikan

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi 1. PRASYARAT

1.1. Kepastian Kawasan Pemegang

IUPHHK-HA BAIK  Terdapat perubahan terkait keberadaan dokumen legalitas usaha berupa dokumen

Nomor Induk Berusaha (NIB) yang mangacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Ketersediaan dokumen legal dan administrasi tata batas dinilai lengkap (Akta Pendirian Perusahaan dan perubahan terakhir serta sudah dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum dan HAM, Nomor Induk Berusaha, Surat Keputusan Izin UPHHK beserta Lampiran Peta. Dokumen administrasi tata batas yang terdiri dari Pedoman Tata Batas, Intsruksi Tata Batas, BA Tata Batas dan Laporan Tata Batas.

 PT SJM belum melaksanakan tata batas temu

gelang. Berdasarkan Laporan TBT.No.LP 59/BPKH.III/SPKH/PLA.1/9/2017, panjang batas areal kerja yang ditata batas adalah 89.636,86 meter. Adapun panjang batas yang belum direalisasikan adalah sepanjang 241.750 meter dari 512,52 Km. Panjang batas tersebut termasuk batas areal kerja yang belum direkonstruksi. Adapun areal yang belum ditata batas adalah sebagai berikut : (a) Batas dengan Desa Lubuk Kakap sepanjang ±47 Km, (b) Batas dengan Areal Penggunaan Lain (APL) sepanjang ±4,3 Km, (c) Penataan batas sendiri trayek I – J sepanjang ±8 Km, dan (d) Batas fungsi dengan Hutan Lindung Bt. Menyumbung trayek g – h sepanjang 7 Km.

 Tidak terdapat konflik batas areal kerja antara

PT SJM dengan pemegang izin lain, seperti PT Sewaka Lahan Sentosa, PT Wana Hijau Pesaguan, PT Wanasokan Hasilindo, PT Alfa Borneo Hutan Lestari dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dan memiliki

kewenangan terhadap batas kawasan dengan fungsi hutan lindung Kerai Kundang, Bt. Jelayang, Batu Tetundung, Hutan Bt. Perai, Bukit Penintin, dan areal penggunaan lain (APL).

 Berdasarkan hasil verifikasi overlay peta kerja

sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.106/KPTS-II/2000 dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.733/Menhut-II/2014, tanggal 2 September 2014, tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Barat, serta penafsiran Citra Landsat 8 OLI Band 654 skala 1:100.000, Path/Row 120/61, tanggal 12 Desember 2017 dan 27 Februari 2017, fungsi kawasan hutan PT SJM terdiri dari HPT seluas 144.034 hektar dan HP seluas 27.306. Tidak terdapat perubahan fungsi kawasan hutan. Atas pertimbangan tersebut, maka pada verifier ini tidak dilakukan verifikasi (Not Applicable).

 Berdasarkan hasil penelusuran dokumen legal

(9)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

kawasan di luar sektor kehutanan perusahaan, wawancara dan observasi di lapangan

menunjukkan bahwa pada areal kerja PT SJM tidak ditemukan penggunaan kawasan di luar sektor kehutanan, baik tambang baik tambang, pembangkit tenaga listrik, minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, serta waduk dan bendungan, jalur kereta api dan

peruntukkan lainnya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2015. Verifier ini tidak dapat diterapkan (Not Applicable).

1.2. Komitmen Pemegang IUPHHK-HA SEDANG  Terdapat pernyataan perusahaan yang

ditandatangani Direktur Utama di Jakarta pada bulan Januari 2015 sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan PHPL. Keberadaan visi dan misi ditemukan juga pada dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode 2015 – 2024. Visi dan misi tujuan perusahaan dinilai telah sesuai dengan kerangka PHPL.

 Terdapat bukti sosialisasi visi dan misi

perusahaan kepada karyawan dalam bentuk berita acara dan daftar hadir. Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2017. Adapun bukti sosialisasi visi dan misi perusahaan kepada masyarakat yang dapat ditunjukkan adalah berita acara yang dilaksanakan di Desa Kayong Hulu (2015), Desa Kayong Utara (2015) dan Desa Lubuk Kakap (2019). Berita acara tersebut dilengkapi dengan daftar hadir peserta sebagai bukti penguat kegiatan. Sosialisasi belum

dilaksanakan kepada seluruh desa binaan dan mengacu pada visi dan misi yang

ditandatangani Direktur Utama di Jakarta pada bulan Januari 2015.

 Terdapat sebagian implementasi visi dan misi

dalam mewujudkan pengelolaan sumberdaya hutan agar tercapainya kelestarian fungsi produksi, tercapainya stabilitas ekosistem hutan berikut komponen-komponennya dalam batas-batas kapasitas produksi hutan

optimum, dan tidak terganggunya sistem ekologi penyangga kehidupan yang dibutuhkan bagi ekosistem serta membuta strategi dalam pengelolaan lingkungan lingkungan guna melindungi flora dan fauna ekosistem unik, dan mengetahui variasi genetik konservasi yang komersial, langka dan terancam punah di dalam kawasan hutan, serta mewujudkan terjaminnya keberlanjutan fungsi pemanfaatan hutan bagi kehidupan masyarakat di dalam dan di sekitar hutan yang bergantung kepada hutan, baik langsung maupun tidak langsung secara berkelanjutan atau lintas generasi. 1.3. Jumlah dan kecukupan tenaga profesional

bidang kehutanan pada seluruh tingkatan untuk mendukung pemanfaatan,

implementasi, penelitian, pendidikan dan latihan

SEDANG  Mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal

PHPL Nomor : P.16/PHPL-IPHH/2015, jumlah GANIS PHPL yang harus tersedia pada areal yang memiliki luas 171.340 hektar adalah 27 orang. Adapun realisasi penggunaan GANIS PHPL adalah 25 orang atau 92,59%. Kualifikasi Ganis PHPL yang belum sesuai ketentuan adalah Ganis PHPL Pemanenan Hasil Hutan (75,00%) dan Ganis PHPL Pembinaan Hutan (87,50%).

(10)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

 Berdasarkan data rencana pendidikan dan

latihan dari Bagian Umum dan Personalia tahun 2018, jumlah personil yang disertakan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan adalah 216 orang, dengan rincian pendidikan dan pelatihan bidang teknik adalah 79 orang, sedangkan non teknik adalah 137 orang. Seluruh jenis pelatihan telah dilaksanakan baik di bidang keteknikan maupun non teknik. Adapun pelatihan di bidang non teknik tahun 2019 direncanakan mulai bulan April atau Mei 2019. Pelatihan di bidang non teknik telah terealisasi 52 orang dari 63 yang direncanakan (82,54%). Jenis pelatihan yang telah

direalisasikan adalah RIL, penyegaran Ganis PKB-R, pelatihan dendrologi dan monitoring populasi, distribusi orang hutan (Pongo Pygmaes Wurmbii, pelatihan damkarhutla.

 Tersedia dokumen ketenagakerjaan mencakup

dokumen-dokumen yang dikaitkan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) seperti : SPK/PKWT/PKWTT, dokumen kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Laporan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), jenjang karir, Laporan GANIS PHPL/e-Monev dan Laporan Tenaga Kerja/Wajib Lapor, Kartu tanda kewenangan Ahli K3, bukti setor BPJS Kesehatan Maret 2019. Auditi tidak dapat menunjukkan bukti setor iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk bulan Januari 2019 s/d Maret 2019.

1.4. Kapasitas dan mekanisme untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan periodik, evaluasi dan penyajian umpan balik mengenai kemajuan pencapaian (kegiatan) IUPHHK-HA

SEDANG  Terdapat revisi struktur organisasi dan job

description (uraian tugas) yang disahkan oleh Direktur Utama pada tanggal 8 Januari 2018 melalui Keputusan Direktur Utama

Nomor:07/SJM/Kpts/Direksi/I/2018.Terdapat kesesuaian antara struktur organisasi dengan dokumen daftar karyawan. Dalam dokumen pelaporan, penyusun atau penandatangan laporan belum sesuai dengan struktur organisasi yang legal, seperti Manager PMDH dan Manager PLHP. Dalam struktur organisasi dan job description belum mencakup

hubungan antara Manager Camp Pawan Tengah dan Manager Camp Tigal. Keberadaan struktur organisasi dan job description dinilai belum seluruhnya memenuhi kerangka PHPL.

 Tersedia perangkat sistem informasi

manajemen yang digunakan dalam rangka pengelolaan hutan produksi lestari. Terdapat Keputusan Direktur Utama Nomor:

05/SJM/Kpts/Direksi/II/2015 tanggal 2 Pebruari 2015, tentang Pembentukan Tim Pengelola Sistem Informasi Manajemen PT Suka Jaya Makmur. Terkait dengan dinamika organisasi, pada tanggal 2 Mei 2017, Pjs. Camp Manager menerbitkan Surat Penunjukan Personil yang bertanggungjawab terhadap Sistem Informasi Manajemen (SIM) dengan Nomor: 0210/SP/AKG/PWN-V/2017.

 Terdapat bidang Satuan Pengawas Internal

(SPI) pada struktur organisasi tingkat pusat. Audit yang dilaksanakan oleh Internal Audit di tingkat pusat memiliki ruang lingkup audit stok

(11)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

kayu dan petty cash. Terdapat penunjukan personil yang bertanggung jawab terhadap bidang SPI, yaitu Hermanto Vanlie, S.Hut. Surat penunjukan diterbitkan oleh Manager Camp melalui keputusan Nomor :

25/SP/AKG/SJM/PWN-II/2019, tanggal 01 Februari 2019. Kegiatan internal audit yang dilakukan melalui review rapat bulanan dan monev kegiatan penebangan dan penyaradan, pembinaan hutan, lingkungan dan penelitian dinilai belum efektif dalam mengontrol semua tahapan kegiatan. Hal ini disebabkan karena kegiatan tersebut belum mencakup penilaian terhadap progres kesesuaian antara realisasi kegiatan di lapangan dengan Rencana Operasional (RO) pada masing-masing bagian, baik volume kegiatan maupun besaran pembiayaan.

 SPI belum dapat menunjukkan hasil evaluasi

terhadap permasalahan yang timbul di lapangan. Dokumen yang ditunjukkan dalam kaitannya dengan keterlaksanaan tindak koreksi berupa review rapat bulanan

sebelumnya. Berdasarkan dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa proses

perbaikan melalui mekanisme review rapat bulanan tidak dilengkapi dengan tata waktu yang jelas, sehingga tidak diketahui penyelesaian dan kendala yang dihadapi di lapangan. Proses keterlaksanaan tindak koreksi dan pencegahan yang berbasis monitoring dan evaluasi dinilai baru sebagian yang terlaksana seperti meredanya

permasalahan penggunaan jalan Sei Kelik – Nanga Tayap, dan pengadaan APD. Tidak tersedia bukti bahwa perbaikan hasil SPI masih dalam proses atau sudah terlaksana keseluruhan.

1.5. Persetujuan atas dasar informasi awal

tanpa paksaan (PADIATAPA) SEDANG  Berdasarkan adminsitrasi wilayah, lokasi RKT 2019 berada di Desa Lubuk Kakap,

Kecamatan Hulu Sungai. Dalam rangka peningkatan pemahaman, keterlibatan, pencatatan proses dan diseminasi isi kandungannya, perusahaan dapat menunjukkan bukti pelaksanaan kegiatan sosialisasi RKT 2019 berupa Berita Acara. Berdasarkan Berita Acara tersebut, masyarakat mendukung kegiatan operasional PT SJM dalam bentuk upacara selamatan RKT 2018. Berita acara ditandatangani oleh para pihak, yaitu Pjs Manager PMDH dan Sosial,

Koordinator PHAU Laman Peruya, Ketua BPD Lubuk Kakap, Demong Adat Lubuk Kakap danTokoh Masyarakat.

 PT Suka Jaya Makmur belum melaksanakan

tata batas temu gelang. Areal yang belum ditata batas adalah sebagai berikut : (a) Batas dengan Desa Lubuk Kakap sepanjang ±47 Km, (b) Batas dengan Areal Penggunaan Lain (APL) sepanjang ±4,3 Km, (c) Penataan batas sendiri trayek I – J sepanjang ±8 Km, dan (d) Batas fungsi dengan Hutan Lindung Bt. Menyumbung pada trayek g – h sepanjang 7 Km. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka proses tata batas belum seluruhnya melalui

(12)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

persetujuan para pihak yang berkepentingan. Tata batas belum disetujui oleh para pihak dan kegiatan tata batas belum sampai pada tahap pelibatan Panitia Tata Batas (PTB) atau Panitia Tata Batas Fungsi (PTBH), dimana

keberadaannya menjadi indikasi adanya persetujuan dalam proses tata batas oleh semua pihak (perusahaan lain, BPKH, pemerintah di tingkat kecamatan dan desa).

 Berdasarkan dokumen Rencana Operasional

PMDH RKT 2019, sasaran kegiatan program PMDH adalah pada desa yang berada dalam areal kerja dan di sekitar areal kerja. Adapun desa-desa yang dimaksud adalah Betenung, Kayong Hulu, Kayong Utara, Tajok Kayong, Beginci Darat, Penyengkuang, Nanga Ora, Nanga Libas, Nanga Tangkit, Kaluing Taja, Lubuk Kakap, dan Sebadak Raya. Terdapat Berita Acara Kesepakatan Auditi dengan Desa Lubuk Kakap, Kecamatan Hulu Sungai Tentang Program PMDH RKT 2019. Ditandatangani oleh para pihak. Kesepakatan program PMDH yang bersifat reguler tersedia dalam Berita Acara Kesediaan Menerima Program PMDH oleh PT SJM. Berita Acara tersebut belum tersedia untuk Desa Tajok Kayong, Beginci Darat, dan Nanga Libas.

 Terdapat penetapan kawasan lindung oleh

direktur melalui Keputusan Direktur Nomor 03/PH/PTK/I/2015, dengan luas seluruhnya 18.872,30 Ha. Kawasan lindung terbagi dalam beberapa jenis kawasan lindung yaitu; lereng ≥40% (6.057,22 Ha), bufferzone hutan lindung (10.916,5 Ha), kawasan

konservasi/penelitian (203,86 Ha), sempadan sungai (649,39 Ha), Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (300 Ha) dan Kawasan Pelestarian Satwa Liar (745,26 Ha). Dalam rangka upaya meminta persetujuan penetapan kawasan lindung, auditi telah melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai kawasan lindung di Desa Lubuk Kakap pada RKT 2019. Berita acara ditandatangani oleh Kepala Desa, Ketua BPD dan Toko Adat pada tanggal 23 Maret 2019. Berdasarkan substansi berita acara belum memuat persetujuan yang dimaksud (penetapan kawasan lindung yang dikelola) secara jelas dari para pihak.

2. PRODUKSI

2.1. Penataan areal kerja jangka panjang

dalam pengelolaan hutan lestari SEDANG  Tersedia dokumen rencana kerja jangka panjang berupa dokumen Rencana Kerja

Usaha pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi (RKUPHHK-HA) Berbasis Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) periode tahun 2015 s/d 2024, yang telah disetujui melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.56/BUHA-2/2014. Dokumen RKU telah menggambarkan areal produksi efektif berdasarkan hasil IHMB, serta tidak terdapat peringatan terkait penyusunan RKUPHHK-HA.

 Terdapat bukti implementasi PAK di lapangan

berupa penandaan batas blok dan petak di lapangan yaitu pada Blok TPTI RKT 2018, 2019

(13)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

dan RKT 2020 dan pada Blok TPTJ RKT 2018 dan 2019, untuk Blok TPTJ RKT 2020 belum

terealisasi. Hasil pemeriksaan kesesuaian Implementasi PAK di lapangan menunjukkan bahwa untuk PAK blok TPTI seluruhnya telah sesuai dengan RKU, namun untuk Blok TPTJ Lokasi Blok TPTJ RKT 2018 dan 2019 berada pada lokasi untuk Blok RKT 2019 dan untuk Blok RKT 2020 belum terdapat implementasinya di lapangan. Dengan demikian implementasi PAK di lapangan, dinilai hanya sebagian (50%) yang sesuai dengan RKU.

 Pada tahun 2018 Auditi telah melaksanakan

kegiatan pemeliharaan batas pada lokasi batas blok dan petak pada lokasi blok RKT 2017 dan pada tahun 2019 pada lokasi batas blok dan petak RKT 2018 TPTI dengan kondisi seluruhnya terlihat dengan jelas, namun pada blok TPTJ belum terealisasi kegiatan pemeliharaan batas blok dan petak sehingga terlihat kurang jelas di lapangan, secara keseluruhan dinilai kondisi batas blok dan petak sebagian besar (87,50%) dapat dikenali dan terlihat jelas di lapangan. 2.2. Tingkat pemanenan lestari untuk setiap

jenis hasil hutan kayu utama dan nir kayu pada setiap tipe ekosistem

BAIK  Auditi memiliki data potensi tegakan untuk tipe

ekosistem yang ada pada areal kerjanya yang seluruhnya merupakan tipe ekosistem hutan tanah kering berupa data potensi tegakan hasil IHMB beserta kelengkapan petanya. Selain itu tersedia juga data potensi hasil pelaksanaan ITSP 3 tahun terakhir yaitu RKT 2017, 2018 dan 2019 Laporan Hasil Crusing untuk RKT 3 tahun terakhir yang seluruhnya memiliki kelengkapan peta pendukung berupa peta komposisi pohon dan topografi dengan skala 1:1.000.

 Tersedia data riap tegakan hasil pengukuran

pada sebagian petak PUP pada areal kerja Auditi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dan sudah dianalisis yaitu pada lokasi PUP Petak KKK 22 yang sudah diukur sampai dengan tahun 2017 dan akan diukur kembali pada tahun 2019. PUP Petak QQ 44 yang dibuat bulan November 2015, sesuai RKU terbaru sudah dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali pengukuran yaitu pada tahun 2015, 2017 dan 2018. Sedangkan untuk PUP Petak QQQ 20 dan PUP blok TPTII RKT 2005 sampai dengan Blok RKT 2013 sampai saat ini belum dilakukan pengukuran lanjutan.

 Terdapat bukti upaya Auditi melakukan analisis

data potensi dan riap tegakan hasil pengukuran secara periodik pada sebagian PUP yang ada pada areal kerjanya yaitu PUP Petak KKK 22 pada tahun 2017 dan PUP Petak QQ 44 pada tahun 2016, 2017 dan 2018, data hasil pengukuran sudah dianalisis serta disampaikan laporannya ke Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Kehutanan Bogor. Data hasil analisis riap tegakan pada PUP belum dimanfaatkan hasilnya untuk menyusun perhitungan JTT, adapun JTT pada dokumen RKT berdasarkan data potensi hasil ITSP.

(14)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

2.3. Pelaksanaan penerapan tahapan sistem silvikultur untuk menjamin regenerasi hutan

BAIK  Tersedia Standar Prosedur Kerja (SPK) untuk

seluruh tahapan kegiatan sistem silvikultur TPTI dan TPTJ, pada tahun 2018 terdapat revisi SPK pada tahapan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan untuk SPK

Penanggulangan Hama dan Penyakit. Hasil pemeriksaan terhadap isi seluruh SPK tahapan kegiatan sistem silvikultur TPTI Dan TPTJ, dinilai isi SPK seluruhnya khususnya pada tahap kegiatan pemanenan belum disesuaikan dan mengacu pada pedoman pelaksanaan atau ketentuan teknis terbaru yang berlaku terkait terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : P.9/ PHPL/ SET/KUM.1/11/2018, tanggal 15 November 2018, tentang Pedoman Penerapan Teknik Pemanenan Berdampak Rendah Reduced Impact Logging/RIL) pada Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam.

 Pada tahun 2018 Terdapat implementasi

seluruh SPK tahapan kegiatan sistem silvikultur TPTI dan pada tahun kegiatan RKT 2019 kegiatan yang saat ini dilaksanakan di lapangan, yaitu tahap kegiatan ITSP, PWH, Pemanenan, Penanaman dan pemeliharaan tanaman pengayaan dan perlindungan dsan pengamanan hutan. Pada tahapan kegiatan sistem silvikultur TPTJ pada RKT 2018 baru dilaksanakan pada sebagian tahapan kegiatan, yaitu : PAK, ITSP dan tebangan naungan yang baru dilaksanakan kembali setelah sebelumnya pada tahun 2017 tidak terdapat pelaksanaan sistem silvikultur TPTJ. Sedangkan pada tahun 2019 pelaksanaan sistem silvikultur TPTJ, saat ini di lapangan baru dilaksanakan pada sebagian tahapan kegiatan, yaitu : penyiapan dan pembuatan jalur tanam dan penanaman tanaman jalur pada lokasi Blok RKT 2018.

 Auditi telah memiliki mekanisme untuk

mengetahui tingkat kecukupan potensi tegakan melalui kegiatan inventarisasi dalam plot ukur monitoring kerusakan vegetasi di areal bekas tebangan tahun 2018, berdasarkan data hasil inventarisasi diketahui pohon yang disisakan (tidak ditebang) dari jenis-jenis komersial pada areal bekas tebangan RKT 2018 sebanyak 67 batang/hektar, dengan demikian dinilai mampu menjamin terjadinya kelestarian pemanenan hasil pada rotasi ke-2 atau masih di atas standarnya yaitu ≥25 batang/hektar.

 Berdasarkan data Laporan Monitoring

Kerusakan vegetasi di areal Bekas Tebangan Tahun 2018 pada bekas tebangan RKT 2018, terdapat ketersediaan permudaan tingkat tiang sebanyak 124 batang tiang /hektar dan jumlah permudaan tingkat pancang sebanyak 1.033 batang pancang /hektar, dinilai mampu menjamin terjadinya kelestarian pemanenan hasil pada pada rotasi ke-3 masih di atas standarnya (≥ 100 batang tiang / hektar atau jumlah kesetaraannya 400 batang pancang / hektar).

(15)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

2.4. Ketersediaan dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pemanfaatan hasil hutan kayu

BAIK  Auditi belum memiliki SOP Reduced Impact

Logging/RIL secara khusus, prosedur Pemanfaatan Hutan Ramah Lingkungan terdapat dalam Standar Prosedur kerja (SPK) tahap kegiatan sistem Silvikultur TPTI dan TPTJ. Selama kurun waktu 1 tahun terakhir menunjukkan belum terdapat revisi sehingga SPK tersebut khususnya pada tahao kegiatan pemanenan belum mengacu pada pedoman teknis terbaru sejak berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : P.9/ PHPL/ SET/ KUM.1/ 11/ 2018, tanggal 15 November 2018, tentang Pedoman Penerapan Teknik Pemanenan Berdampak Rendah Reduced Impact Logging/RIL) pada Areal Izin Usaha

Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam.

 Pada kegiatan pemanenan Blok RKT 2018 dan

2019 terdapat penerapan teknologi ramah lingkungan pada tahap kegiatan pemanenan, yaitu pada tahap kegiatan perencanaan pemanenan, tahap kegiatan pemanenan dan tahap kegiatan pasca pemanenan.

 Tingkat kerusakan tegakan tinggal pada

kegiatan penebangan pada Blok RKT 2018 untuk semua tingkat permudaan (semai 15,98%, pancang 17,56%, tiang 11,42% dan pada tingkat pohon 6,36%) atau dengan rata-rata kerusakan 12,65 atau masih dibawah < 15%.

 Hasil penghitungan dengan uji petik Faktor

Eksploitasi pada kayu realisasi tebangan RKT 2018 diperoleh angka Fe sebesar 0,72 sehingga dinilai angka Fe masih di atas standarnya (Fe > 0,70).

2.5. Realisasi penebangan sesuai dengan rencana kerja penebangan/ pemanenan/ pemanfaatan pada areal kerjanya

BAIK  Tersedia dokumen RKT 2018 dan RKT 2019

secara lengkap yang telah disahkan secara self approval oleh Direktur Utama PT Suka Jaya Makmur. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen RKT menunjukkan bahwa dokumen tersebut disahkan secara self approval oleh Direktur Utama PT Suka Jaya Makmur sesuai dengan ketentuan dan dalam perencanaan tahunan disusun berdasarkan rencana kerja jangka panjang dalam dokumen RKPHHK-HA Berbasis IHMB Periode tahun 2015 s/d 2024.

 Terdapat peta kerja berupa peta lampiran

dokumen RKT 2018 dan 2019 yang menggambarkan areal yang boleh ditebang/dipanen/dimanfaatkan/dipelihara berupa Blok TPTI dan TPTJ RKT 2018 dan 2019 dan areal yang dipelihara berupa tegakan benih dan PUP beserta areal yang ditetapkan sebagian kawasan lindung, berupa : KPPN, KPSL, Bufferzone hutan lindung, areal peka erosi dan sempadan sungai sesuai dengan RKU.

 Terdapat implementasi peta kerja RKT di

lapangan sesuai dengan perkembangan kegiatan RKT 2018 dan RKT 2019 di lapangan pada seluruh batas blok tebangan/ dipanen/ dimanfaatkan yaitu batas blok dan petak RKT

(16)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

2018 dan 2019, pada areal dipelihara berupa penandaan batas tegakan benih dan areal yang ditetapkan sebagai kawasan lindung di lapangan yang berbatasan langsung dengan RKT 2018 dan 2019 yaitu areal sempadan sungai dan Bufferzone hutan lindung.

 Realisasi volume pemanenan total pada RKT

2018 terealisasi 31,28% dari rencana volume pemanenan tahunan sesuai dengan RKT yang disahkan. Sedangkan realisasi volume total tebangan berdasarkan kelompok jenisnya, untuk kelompok jenis meranti mencapai 31,19%. Kelompok jenis rimba campuran tercapai 6,30%, dan untuk kelompok kayu indah belum terdapat realisasi. Hasil

pemeriksaan kesesuian lokasi panen RKT 2018 di lapangan telah sesuai dengan RKT yang disahkan, serta tidak melebihi luas yang direncanakan dalam RKT yang disahkan. 2.6. Kesehatan finansial perusahaan dan

tingkat investasi dan reinves tasi yang memadai dan memenuhi

kebutuhandalam pengelolaan hutan, administrasi, penelitian dan pengemba-ngan, serta peningkatan kemampuan SDM

SEDANG  Pada saat kegiatan penilikan tahun ke-4, Auditi

belum memiliki laporan keuangan untuk tahun 2018, dikarenakan masih dalam proses penyusunan laporan. Kondisi kesehatan finansial perusahaan berdasarkan hasil penghitungan data laporan keuangan PT Suka Jaya Makmur tahun 2017 (belum dipisahkan), menunjukkan kinerja perusahaan dengan rasio Likuiditas 72,62%, Solvabilitas 471,07% dan rentabilitas -51,58 (negatif) dan terdapat catatan Kantor Akuntan Publik terhadap laporan keuangan tahun buku terakhir wajar dengan pengecualian. Namun demikian ketersediaan laporan keuangan belum

dipisahkan dengan unit usaha lainnya sehingga belum dapat menggambarkan kinerja

perusahaan khusus untuk kondisi finansial IUPHHK-HA PT SJM.

 Terdapat realisasi alokasi dana untuk

mendanai seluruh kebutuhan kegiatan pengelolaan hutan PT SJM (unit Logging) tahun 2017, berdasarkan data laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh akuntan publik senilai Rp. 103,9 miliar dan pada tahun 2018 berdasarkan Beban Produksi Logging PT Suka Jaya Makmur untuk tahun yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 (belum diaudit) sebesar 116,6 miliar, dalam penyajiannya laporan keuangan belum disusun sesuai dengan Pedoman Pelaporan Keuangan Pemanfaatan Hutan Produksi (DOLAPKEU-PHP) yang sudah diaudit oleh akuntan publik sehingga tidak dapat memberikan gambaran kecukupan realisasi alokasi dana untuk seluruh pembiayaan dalam memenuhi kebutuhan kelola hutannya, sebagaimana norma dalam standar penilaian.

 Realisasi alokasi dana untuk seluruh bidang

kegiatan pengelolaan hutan tahun 2017 dan 2018 rata-rata kurang proporsional, dimana terdapat perbedaan proporsi antara realisasi pembiayaan tertinggi untuk mendanai kegiatan pemanenan dengan proporsi 49,44% dan proporsi alokasi dana terendah untuk mendanai kegiatan penanaman dengan

(17)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

proporsi 0,60%, dengan perbedaan proporsi sebesar 48,83% (perbedaan >20-50%).

 Realisasi pendanaan untuk kegiatan teknis

kehutanan tahun 2017 dan tahun 2018 berjalan lancar, namun pada sebagian kegiatan belum sesuai dengan tata waktu perencanaan sesuai RKU sedangkan untuk kegiatan pada Blok TPTJ RKT 2017 dan 2018 dihentikan dan hanya melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanaman jalur pada tahun 2016.

 Terdapat realisasi modal yang ditanamkan

(kembali) ke hutan pada tahun 2017 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik untuk kegiatan pembinaan hutan TPTI, dan Pembinaan hutan diluar tahapan TPTI berupa penanaman dan pemeliharaan tanaman tanah kosong dan penanaman kiri kanan jalan dan perlindungan dan pengamanan hutan sebesar Rp. 6,4 miliar dan tahun 2018 Pada tahun 2018 berdasarkan Data Beban Produksi Logging PT Suka Jaya Makmur Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 (Belum Diaudit), sebesar Rp. 5,9 miliar dengan realisasi kegiatan pada tahun 2017 dan 2018 rata-rata mencapai 81,38% (di atas 80 %) dari yang direncanakan.

 Realisasi fisik kegiatan penanaman pembinaan

hutan tahun 2017 dan 2018 pada areal kerja Auditi berupa kegiatan penanaman pembinaan hutan TPTI (Penanaman pengayaan/

rehabilitasi), penanaman diluar tahapan kegiatan sistem silvikultur berupa penanaman tanah kosong / areal non produktif dan penanaman kiri kanan jalan angkutan berdasarkan luas terealisasi 93,13% dengan realisasi bibit tertanam mencapai 94,31% dengan kualitas tegakan berdasarkan hasil uji petik persentase hidup 84,00% dari yang direncanakan.

3. EKOLOGI

3.1. Keberadaan kemantapan dan kondisi kawasan dilindungi pada setiap tipe hutan

BAIK  Luasan kawasan lindung masih mengacu

kepada surat keputusan direktur No. 03/PH/PTK/I/2015 dengan dasar dokumen perencanaan dalam RKUPHHK periode tahun 2015-2024. Kawasan lindung mempunyai luasan seluruhnya 18.872,30 Ha. Areal plasma nutfah (KPPN) dan Kawasan Pelestarian Satwa Liar (KPSL) seluruh arealnya

dialokasikan/berada pada penutupan hutan hutan sekunder (LOA.

 Telah melakukan seluruh kegiatan penandaan

dan pemeliharaan kawasan lindung sesuai dengan kewajibannya dalam penataan

dokumen RKUPHHKberdasarkan

perkembangan blok RKT berjalan atau telah melakukan penandaan kawasan lindung sebesar 100%.

 Berdasarkan peta penafsiran citra satelit 7 ETM

+ Band 542 Skala 1 : 100.000, Path 120 Row 61, sebagian besar kondisi kawasan lindung termasuk dalam katagori berpenutupan hutan, yaitu berada pada penutupan hutan primer

(18)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

dan bekas tebangan (LOA) sebesar 17.332,99 Ha atau setara dengan 91,84%.

 Auditi telah melakukan upaya untuk

mendapatkan pengakuan keberadaan kawasan lindung berupa sosialisasi, namun kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat di dalam bukti dokumentasinya dinilai belum mencukupi bahwa para pihak telah mengakui keberadaan kawasan lindung.

 Telah membuat beberapa dokumen laporan

terkait pengelolaan pada kawasan lindung sesuai perkembangan blok tebangan dan aksesibilitas sesuai hasil tata ruang yang dibuat pada dokumen perencanaan.

3.2. Perlindungan dan pengamanan hutan BAIK  Telah tersedia dan tidak terdapat revisi

terhadap prosedur perlindungan dan pengamanan hutan. Prosedur tersebut memuat tujuan dan ruang lingkup, referensi, penanggung jawab, definisi, prosedur/tahapan dan sistem pelaporan serta telah sesuai dengan potensi gangguan yang terjadi di lapangan.

 Terdapat sarana prasarana terkait kegiatan

perlindungan hutan dan berfungsi dengan baik sesuai tingkat gangguan yang terjadi. Adapun untuk sarana pengandalian kebakaran belum memadai sesuai yang dipersyaratkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.32/MenLHK/Setjen/Kum.1/ 3/2016, seperti kecukupan peralatan personal untuk 3 regu Damkar ataupun peralatan tangan dan mekanis untuk pengendalian ketika terjadinya kebakaran hutan.

 Tenaga pengamanan ataupun regu pemadam

kebakaran, secara jumlah dinilai telah mencukupi ketentuan, namun secara kualifikasi belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan.

 Terdapat implementasi kegiatan perlindungan

hutan berupa upaya preventif dan refresif, seperti monitoring lalu lintas di posko

penjagaan dengan portal, pemasangan papan himbauan, penutupan jalan yang sudah tidak terpakai opesaional, patroli rutin serta penyitaan apabila ditemukan hasil illegal logging ataupun hasil perburuan. 3.3. Pengelolaan dan pemantauan dampak

terhadap tanah dan air akibat pemanfaatan hutan

BAIK  Telah memiliki beberapa prosedur pengelolaan

dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air yang memuat tujuan, ruang lingkup, referensi, penanggung jawab, definisi dan tahapan kegiatan. Prosedur tersebut telah mencakup untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan seluruh dampak terhadap tanah dan air akibat pemanfaatan hutan.

 Tersedia sarana prasarana untuk kegiatan

pengelolaan dan pemantauan dampak akibat pemanfaatan hutan terhadap tanah dan air. Sarana prasarana dinilai cukup dan berfungsi dengan baik.

 Terdapat 6 (enam) orang dengan kualifikasi

(19)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

ditempatkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan terkait pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air, sehingga jumlah dan kualifikasi personal bagian lingkungan telah memadai sesuai ketentuan.

 Tersedia dokumen perencanaan pengelolaan

dampak terhadap tanah dan air tahun 2018 dan 2019. PT SJM masih melakukan pengelolaan lingkungan terhadap tanah dan air, baik secara vegetatif/penanaman ataupun secara teknik sipil sesuai perencanan yang telah dibuat.

 Terdapat rencana pemantauan lingkungan

tahun 2018 dan 2019. Kegiatan yang telah direalisasikan dalam upaya pemantauan adalah pengukuran besaran erosi dengan metoda stick ukur, pemantauan iklim mikro, debit air dan pengukuran kualitas air serta pemantauan limbah B3.

 Terindikasi adanya dampak akibat dari

kegiatan penebangan hutan khususnya pembuatan jalan (PWH). Unit manajemen telah berupaya melakukan pengelolaan dan pemantauan terhadap tanah dan air, baik berupa teknik sipil ataupun vegetatif sesuai ketentuan.

3.4. Identifikasi spesies flora dan fauna yang dilindungi dan/ atau langka

(endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) dan endemik

BAIK  Terdapat revisi pada bagian referensi terhadap

prosedur identifikasi flora dan fauna yang dilindungi dan/atau langka (endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) yang ditandatangani oleh pejabat yang berkompeten. Prosedur memenuhi standar teknis dan dapat dipahami sampai dengan tingkat operasional yang mengacu pada perundangan yang berlaku.

Terdapat kegiatan identifikasi flora dan fauna pada kawasan lindung dan areal efektif produksi. Kegiatan terdokumentasikan dalam bentuk laporan dan telah memilah flora fauna dilindungi. Identifikasi telah mencakup untuk seluruh kelompok jenis, sehingga dinilai telah menggambarkan seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik pada areal konsesi.

3.5. Pengelolaan Flora untuk:

1. Luasan terten tu dari hutan produksi yang tidak terganggu, dan bagian yang tidak rusak.

2. Perlindungan terhadap species flora dilindungi dan/ atau jarang langka dan terancam punah dan endemik

BAIK  Terdapat revisi pada bagian referensi sesuai

peraturan yang berlaku terhadap prosedur pengelolaan flora untuk seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin.

 Terdapat implementasi pengelolaan flora baik

secara habitat ataupun species dan dilakukan seluruhnya sesuai dengan dokumen

perencanaan dan telah mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan atau endemik.

 Terdapat gangguan terhadap flora dilindungi

berupa kegiatan illegal logging kayu jenis dilindungi, dan ada upaya penanggulangan gangguan oleh pemegang izin berupa papan larangan dan himbauan, sosialisasi serta kerjasama dengan masyarakat sekitar.

(20)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

3.6. Pengelolaan Fauna untuk:

1. Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak terganggu, dan bagian yang tidak rusak.

2. Perlindungan terha dap species fauna dilidungi dan/ atau jarang, langka, terancam punah dan endemik

BAIK  Terdapat revisi sesuai peraturan yang berlaku

terhadap prosedur pengelolaan fauna untuk seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin. Prosedur memenuhi standar teknis serta dapat dipahami hingga tingkat operasional.

 Terdapat implementasi kegiatan pengelolaan

terhadap fauna dilindungi/endemik, baik secara habitat ataupun jenis, seluruhnya sesuai dengan arahan dalam dokumen perencanaan, sehingga tingkat pengelolaan telah mencakup untuk seluruh jenis yang dilindungi.

 Terdapat gangguan terhadap fauna dilindungi,

namun untuk kebutuhan sendiri, Perusahaan tetap melakukan kegiatan perlindungan baik secara habitat ataupun jenis dengan cara patroli pegamanan, pengamanan portal, pemasangan papan larangan serta melakukan himbauan kepada masyarakat dan karyawan.

4. SOSIAL

4.1. Kejelasan deliniasi kawasan operasional perusahaan/ pemegang izin dengan kawasan masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat

BAIK  Terdapat dokumen dan laporan terkait

penguasaan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya hutan, identifikasi hak-hak dasar masayarakat serta dokumen perencanaan yaitu : RKUPHHK 2015 -2024, RKTUPHHK 2018 & 2019, Rencana Operasional Kelola Sosial Tahun 2018 & 2019, Dokumen Penilaian Dampak Sosial Tahun 2010, Kajian Dampak Sosial Ekonomi Keberadaan PT. Suka Jaya Makmur terhadap Masyarakat Sekitar Areal Tahun 2018, Data Monografi Desa dan Data Sarana & Prasarana Desa periode tahun 2018, Peta Sebaran Desa 2018, Dokumen terkait informasi wilayah administrasi antar desa yang berada didalam areal konsesi, Profil Tempat Keramat Masyarakat dan petanya, Laporan Monitoring HHBK berupa Karet tahun 2017, Laporan monitoring perkembangan perladangan masyarakat di dalam dan di sekitar areal kerja Tahun 2018 dan Peta sebarannya. Tetapi belum terdapat identifikasi pemanfaatan HHBK serta perburuan satwa oleh masyarakat kondisi terkini secara menyeluruh.

 Tersedia mekanisme pembuatan

batas/rekonstruksi batas kawasan secara partisipatif dan penyelesaian konflik batas kawasan yang legal, jelas dan lengkap yaitu berupa Standar Prosedur Operasional: Pembuatan Batas Partisipatif Kawasan Dalam Areal Konsesi dan Resolusi Konflik

 Tersedia mekanisme terkait pengakuan

hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan masyarakat setempat dalam perencanaan pemanfaatan SDH yang legal, jelas dan lengkap yaitu berupa Standar Prosedur Operasional : Metode Pengumpulan Data, Tahapan Perencanaan Program PMDH, Pelaksanaan Program Kegiatan PMDH/Kelola Sosial, Mekanisme Penyampaian Informasi dan Komunikasi, Monitoring Perladangan

(21)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

Masyarakat, Monitoring Pemanfaatan HHBK oleh Masyarakat, Pemantauan Monografi Desa, Identifikasi Hak dan Kawasan Tradisional, Kajian/Survey Sosial Masyarakat Desa Hutan, dan Penyusunan Dokumen Penlaian Dampak Sosial

 Terdapat sebagian bukti tentang luas dan

batas kawasan perusahaan dengan kawasan kehidupan masyarakat yaitu Tata Batas Areal Kerja, Batas Wilayah Administrasi antar desa didalam wilayah konsesi, keberadaan tempat keramat masyarakat di dalam areal konsesi, desa/pemukiman yang berada

didalam/berbatasan dengan areal konsesi dan perladangan oleh masyarakat di dalam areal konsesi. Belum dilakukan penandaan batas partisipatif secara keseluruhan terhadap areal pemukiman Desa Lubuk Kakap yang

seluruhnya berbatasan dengan areal konsesi dan belum dilakukannya penandaan batas partisipatif terhadap perladangan masyarakat yang berada didalam areal konsesi.

 Terdapat persetujuan atas keberadaan, luas

dan batas areal IUPHHK-HA PT Suka Jaya Makmur dari pemerintah dan perusahaan lain yang berbatasan areal kerjanya namun baru sebagian pernyataan persetujuan dari masyarakat desa di dalam dan disekitar areal kerja dan masih terdapat perladangan didalam areal kerja oleh masyarakat.

4.2. Implementasi tanggung jawab sosial perusahaan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

BAIK  Terdapat dokumen yang menyangkut

tanggungjawab sosial yang lengkap yang terdapat dalam dokumen SK IUPHHK-HA, RKUPHHK periode tahun 2015 s/d 2024, RKTUPHHK Tahun 2018 dan 2019, Rencana Operasional Kegiatan Kelola Sosial Tahun 2018 dan 2019, dan Surat Kesepakatan dengan masyarakat.

 Terdapat dokumen mekanisme pemenuhan

kewajiban sosial pemegang izin terhadap masyarakat yang jelas, lengkap dan legal yaitu Standar Prosedur Operasional Tahapan Perencanaan Program PMDH, Pelaksanaan Program Kegiatan PMDH/Kelola Sosial, Mekanisme Penyampaian Informasi dan Komunikasi, Pertanian Menetap, Penyuluhan, Pengembangan Budidaya Karet dengan Teknik Okulasi, Monitoring Pemanfaatan HHBK oleh Masyarakat, Bantuan Beasiswa Pendidikan, Bantuan Pengadaan Sarana & Prasarana Umum Untuk Masyarakat, Pelayanan Angkutan Bersifat Insidentil, Bantuan BBM, Pemberian Kompensasi Fee Kubikasi Kayu Produksi, dan Bantuan Pengobatan

 Terdapat dokumen/pelaksanaan kegiatan

sosialisasi kepada masyarakat (yang terkena dampak) mengenai hak dan kewajiban pemegang izin terhadap masyarakat dalam mengelola SDH pada Tahun RKT 2018 dan 2019 pada Desa Lubuk Kakap sebagai desa binaan ini serta Sosialisasi kegiatan

PMDH/kesepakatan yang sifatnya rutin kepada desa binaan penunjang yang lain tetapi belum dilakukan terhadap keseluruhan desa binaan

(22)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

yaitu Desa Beginci Darat, Desa Nanga Libas, dan Desa Tajuk Kayong

 PT Suka Jaya Makmur telah merealisasikan

pemenuhan tanggung jawab

sosial/implementasi hak-hak dasar masyarakat tahun 2018 sebesar 83,58 % dan tahun 2019 (s/d Maret) sebesar 11,35 % dari rencana kelola sosial yang telah direncanakan yaitu bidang peningkatan ekonomi, sarana dan prasarana sosial ekonomi, sosial budaya, dan konservasi sumber daya hutan. Tetapi beberapa kegiatan kelola sosial seperti sarana fisik desa (bantuan BBM & Oli dan sarana sosial desa), sarana olah raga desa sebagia tidak dilengkapi dengan bukti-bukti realisasi berita acara serah terima atau bukti lain seperti kwitnsi dll

 Terdapat laporan/dokumen terkait

pelaksanaan tanggungjawab sosial yang lengkap yang yaitu Laporan realisasi kelola sosial Tahun 2018 yang terdapat dalam dokumen RKTUPHHK tahun 2019, Laporan Realisasi PMDH Semester I dan II Tahun 2018 dan bukti-bukti realisasi serta bukti

penyampaian laporan kepada Instansi terkait, dan Laporan Realisasi Kegiatan Kelola Sosial Tahun 2019 (Bulan Januari s/d Maret) dan bukti-bukti realisasi

4.3. Ketersediaan mekanisme dan

implementasi distribusi manfaat yang adil antar para pihak

BAIK  Terdapat data dan informasi tentang

masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat yang terlibat, tergantung,

terpengaruh oleh aktifitas pengelolaan SDH yaitu tenaga kerja lokal, kerjasama perakitan log dengan masyarakat lokal, perladangan oleh masyarakat dalam areal kerja, keberadaan situs budaya, dokumen

kajian/penilaian dampak sosial, sebaran dan wilayah administrasi desa-desa didalam dan di sekitar areal kerja, tetapi data dan informasi masyarakat yang tergantung oleh aktivitas operasional perusahaan tidak lengkap yaitu belum terdapat identifikasi pemanfaatan HHBK serta perburuan satwa oleh masyarakat berdasarkan kondisi terkini secara menyeluruh.

 Terdapat mekanisme peningkatan peran serta

dan aktivitas ekonomi masyarakat hokum adat dan/atau masyarakat setempat yang legal, lengkap, dan jelas, yaitu berupa Standar Prosedur Operasionai : Tahapan Perencanaan Program PMDH, Pelaksanaan Program Kegiatan PMDH/Kelola Sosial, Mekanisme Penyampaian Informasi dan Komunikasi, Pertanian Menetap, Penyuluhan,

Pengembangan Budidaya Karet dengan Teknik Okulasi, Monitoring Pemanfaatan HHBK oleh Masyarakat, dan Pemberian Kompensasi Fee Kubikasi Kayu Produksi.

 Tersedia perencanaan kegiatan kelola sosial

yang berkaitan dengan peningkatan peran serta dan aktifitas ekonomi masyarakat yang lengkap dan jelas yang tercantum dalam dokumen perencanaan : RKUPHHK-HA periode tahun 2015 s/d 2024, RKTUPHHK Tahun 2018 dan 2019, Rencana Operasional Kegiatan

(23)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

Kelola Sosial Tahun 2018 dan 2019, serta Kesepakatan kerjasama dengan

 PT Suka Jaya Makmur telah merealisasikan

kegiatan yang terkait dengan peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat sebesar 83,38 % melalui realisasi kegiatan kelola social berupa : peningkatan ekonomi dan sarana dan prasarana social ekonomi; kemitraan dengan kontraktor lokal; dan penyerapan tenaga kerja lokal

 Terdapat dokumen/laporan terkait

pelaksanaan distribusi manfaat kepada para pihak yaitu kepada masyarakat berupa realisasi kegiatan kelola sosial, perekrutan tenaga kerja lokal, kerjasama dengan

kontraktor lokal (perakitan), dan pemanfaatan HHBK; kepada karyawan berupa jaminan kesejahteraan (BPJS Kesehatan/Jaminan Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek); kepada pemerintah berupa pembayaran DR dan PSDH, PBB, Jamsostek/BPJS

Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan; serta kepada dunia pendidikan berupa Ijin Praktek Kerja Lapang mahasiswa. Tetapi pembayaran Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan dan PBB belum sesuai dengan tata waktu yang berlaku serta belum ada monitoring pemanfaatan HHBK oleh masyarakat kondisi terkini 4.4. Keberadaan mekanisme resolusi konflik

yang handal BAIK  Terdapat mekanisme resolusi konflik berupa Standar Prosedur Operasional: Resolusi Konflik

dan Monitoring Potensi Konflik tetapi belum mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal PHPL Nomor : P.5/PHPL/UHP/PHPL.1/2/2016 tanggal 25 Februari 2016 tentang Pedoman Pemetaan Potensi dan Resolusi Konflik Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil HUtan Kayu (IUPHHK) Dalam Hutan Produksi dan belum ada penyampaian laporan hasil pemetaan potensi dan resolusi konflik kepada instansi terkait secara periodic setiap 6 (enam) bulan sekali.

 Terdapat dokumen peta konflik berupa Matrik

potensi konflik sampai dengan April 2019, Matriks konflik masyarakat di sekitar dan di dalam areal PT Suka Jaya Makmur tahun 2007 s/d 2019, dan peta konflik yang terjadi di dalam dan di sekitar areal dengan skala 1:350.000 tahun 2018, tetapi belum

sepenuhnya mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal PHPL

Nomor:P.5/PHPL/UHP/PHPL.1/2/2016 tanggal 25 Februari 2016 tentang Pedoman Pemetaan Potensi dan Resolusi Konflik pemegang IUPHHK pada hutan produksi dan belum ada penyampaian laporan hasil pemetaan potensi dan resolusi konflik kepada instansi terkait secara periodic setiap 6 (enam) bulan sekalii.

 Terdapat organisasi dan sumberdaya manusia

yang cukup sesuai dengan struktur organisasi perusahaan dan adanya Struktur Organisasi Kelembagaan Resolusi Konflik serta pendanaan yang memadai dilihat dari realisasi dana yang lancar terkait penyelesaian konflik yang pernah terjadi berupa kasus kegiatan RKT 2018 oleh

(24)

No. Kriteria dan Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi

Desa Lubuk Kakap, serta tersedianya Rencana Operasional Kegiatan Kelola Sosial 2018 dan 2019

 PT Suka Jaya Makmur telah berupaya

menyelesaikan konflik yang terjadi pada areal kerjanya, hal tersebut ditunjukkan dengan tersedianya dokumen penyelesaian konflik yang lengkap yang pernah terjadi di areal kerjanya berupa larangan pelaksanaan kegiatan RKT 2018 oleh Desa Lubuk Kakap; Laporan monitoring perkembangan

perladangan masyarakat di dalam dan di sekitar areal kerja; Matrik potensi konflik sampai dengan April 2019; Matriks konflik masyarakat di dalam dan sekitar areal PT. Suka Jaya Makmur tahun 2007 s/d 2019 dilengkapi dengan dokumen proses penyelesaian konflik per kasus konflik serta Peta konflik yang terjadi di dalam dan di sekitar areal

4.5. Perlindungan, Pengembangan dan

Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kerja BAIK  PT Suka Jaya Makmur telah mengimplementasikan seluruh hubungan

industrialnya dengan karyawan meliputi keberadaan dokumen Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Seritat Pekerja Kehutanan PT. Suka Jaya Makmur Camp, Lembaga Kerjasama Bipartit, Strutur Organisasi Perusahaan, Surat Perjanjian Kerja karyawan dan Peraturan Perundang-undangan ketenagakerjaan

 PT. Suka Jaya Makmur telah merealisasikan

seluruh rencana pengembangan kompetensi karyawan dalam bentuk pelatihan untuk karyawan umum dan karyawan bagian teknik baik yang bersifat eksternal maupun internal (In-house Training) pada tahun 2018, sedangkan tahun 2019 tingkat pencapaian realisasi sebesar 82,54 % untuk karyawan umum dan belum ada realisasi untuk karyawan bagian teknik, tetapi masih ada waktu sampai dengan akhir tahun 2019 untuk merealisasikan seluruh rencana pelatihan.

 Terdapat dokumen terkait standar jenjang

karir yaitu dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan terdapat Petunjuk Kerja Jenjang Karir tetapi untuk bagian tertentu (teknik, operator, personalia, mandor survey) serta belum diimplementasikan seluruhnya

 Terdapat dokumen terkait tunjangan

kesejahteraan karyawan yaitu terdapat dalam Perjanjian Kerja Bersama, Surat Keputusan Direktur PH PT. Suka Jaya Makmur tentang Pedoman Pengupahan dan Fasilitas Karyawan Camp PT. Suka Jaya Makmur, dan Surat dari Manager PH Kantor Pontianak kepada Manager Camp Pawan Tengah perihal Upah Minimum karyawan minimal disesuaikan UMSK Kab. Ketapang, serta telah diimplementasikan sebagian karena terdapat keterlambatan pembayaran gaji dan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan karyawan

(25)

(5) Resume Hasil Verifikasi Legalitas Kayu

Prinsip/Kriteria/

Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi P1. Kepastian areal IUPHHK-HA, IUPHHK-HTI, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan

K1.1. Areal unit manajemen hutan terletak di kawasan hutan produksi

1.1.1. Pemegang izin mampu menunjukkan keabsahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dan izin lain yang berada dalam kawasan hutan yang dikelola IUPHHK).

a. Dokumen legal terkait perizinan usaha (SK IUPHHK)

Memenuhi  PT Suka Jaya Makmur dinilai telah memiliki kelengkapan dan keabsahan SK IUPHHK-HA dan dokumen pendukung lainnya seperti lampiran peta areal kerja, akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhir, serta areal hutannya dinilai sesuai dengan peruntukkannya.

b. Bukti pemenuhan kewajiban Iuran Izin Usaha

Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu. (IIUPHHK)

Memenuhi  PT Suka Jaya Makmur memiliki bukti setor atas kewajiban tersebut ke Rekening Bank Mandiri Cabang Jakarta Gedung Pusat Kehutanan atas nama Bendaharawan Penerima Setoran IIUPH dengan jumlah total pembayaran sebesar Rp.17.002.837.500,-.

c. Penggunaan kawasan yang sah di luar kegiatan IUPHHK (jika ada)

-  Tidak terdapat penggunaan kawasan yang sah di luar sektor kehutanan, seperti pertambangan dan perkebunan ataupun pemanfaatan lainnya.

 Verifier ini tidak dapat diterapkan (Not Applicable)

P2. Memenuhi sistem dan prosedur penebangan yang sah

K2.1. Pemegang izin memiliki rencana pe-nebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. 2.1.1. RKUPHHK/ RPKH dan Rencana Kerja Tahunan (RKT/ Bagan Kerja/RTT) disahkan oleh yang berwenang.

a. Dokumen RKUPHHK/ RPKH, RKT/Bagan Kerja/ RTT beserta lampirannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang, meliputi:

 Dokumen RKUPHHK/ RPKH & lampirannya yang disusun berdasarkan IHMB/ risalah hutan dan

dilaksanakan oleh Ganis PHPL Timber Cruising dan/atau Canhut.

 Dokumen RKT/ RTT yang disusun berdasarkan RKU/ RPKH dan disahkan oleh pejabat yang berwenang atau yang disahkan secara self approval

 Peta rencana penataan areal kerja yang dibuat oleh Ganis PHPL Canhut

Memenuhi  Tersedia dokumen RKUPHHK-HA Periode 2015 s/d 2024 yang telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan, RKTUPHHK Tahun 2018 dan RKTUPHHK Tahun 2019 beserta lampiran-lampirannya yang dibuat oleh GANIS PHPL dan telah disahkan secara self approval melalui Keputusan PT Suka Jaya Makmur.

b. Peta areal yang tidak boleh ditebang pada RKT/Bagan Kerja/RTT dan bukti implementasi- nya di lapangan

Memenuhi  Terdapat Peta Kerja RKTUPHHK-HA Tahun 2019, yang telah menggambarkan lokasi areal yang tidak boleh ditebang, yaitu Areal Bufferzone Hutan Lindung Bukit Perai dan sempadan sungai, serta bukti uji petik penandaan yang jelas dilapangan dengan menggunakan poletan warna putih.

c. Penandaan lokasi blok tebangan/ blok RKT/petak RTT yang jelas di peta dan terbukti di lapangan

Memenuhi  Terdapat Peta Tebangan RKTUPHHK-HA Tahun 2018 dan Peta Tebangan RKTUPHHK-HA Tahun 2019 yang disahkan secara self approval oleh Direktur Utama. Dari hasil verifikasi lapangan, posisi blok dan petak tebangan sesuai dengan batas blok dan petak yang tergambar dalam peta tebangan, serta penandaan batas blok dan petak terbukti di lapangan.

Referensi

Dokumen terkait

ceftazidime + amikacin sebagai antibiotik empiris pada pasien keganasan dengan demam neutropenia dapat dipertimbangkan karena pemberian ceftazidime + amikacin memiliki

Dengan ini kami beritahukan bahwa perusahaan Saudara kami undang untuk hadir pada pembuktian. kualifikasi untuk paket pekerjaan

 A A nalisis wacana berfokus pada struktur nalisis wacana berfokus pada struktur alami seperti yang ditemukan dalam.. alami seperti yang

Dengan ini kami umumkan bahwa proses e-Lelang Pemilihan Langsung paket pekerjaan Peningkatan Jalan Patipelong - Patipelong pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Pertambangan Dan

sebuah perancangan interior Desain interior Bali Music Independent Centre untuk.. mendapatkan data yang relatif lengkap dan akurat metode pengumpulan data

Tujuan dari kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini adalah melatih dan menyiapkan mahasiswa dalam rangka menerapkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya

needs to be NPO at least 4 hours and have no contraindication to contrast, ie allergy or renal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi gaya kepemimpinan dan iklim organisasi secara bersama-sama mampu memberikan kontribusi terhadap job crafting pada