• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. KATA PENGANTAR... iii BAB I PENDAHULUAN... 5 BAB II GAMBARAN UMUM BIRO KEUANGAN... 8

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. KATA PENGANTAR... iii BAB I PENDAHULUAN... 5 BAB II GAMBARAN UMUM BIRO KEUANGAN... 8"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

iv DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 5

1.1 Latar Belakang ... 5

1.2 Tujuan ... 6

1.3 Manfaat Aktualisasi ... 7

BAB II GAMBARAN UMUM BIRO KEUANGAN ... 8

2.1 Tugas dan Fungsi Biro Keuangan ... 8

2.2 Struktur Organisasi ... 9

2.3 Visi dan Misi ... 9

BAB III RENCANA AKTUALISASI ... 10

3.1 Kegiatan ... 10

3.2 Tahapan Kegiatan ... 10

3.3 Output ... 12

BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI ... 13

4.1 Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi... 13

4.2 Kontribusi Terhadap Organisasi ... 16

4.3 Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai Organisasi ... 17

4.4 Kontribusi Terhadap Substansi Mata Pelatihan ... 32

4.5 Hambatan/Kendala ... 44 4.6 Penyelesaian Hambatan/Kendala ... 44 BAB V ... 45 PENUTUP ... 45 5.1 Kesimpulan ... 45 5.2 Rekomendasi ... 45 DAFTAR PUSTAKA ... 46 LAMPIRAN 1 ... 47 LAMPIRAN 2 ... 48 LAMPIRAN 3 ... 49

(5)

5 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ASN dituntut mampu melaksanakan reformasi birokrasi sehingga dapat tercapainya Negara Indonesia yang sejahtera seperti yang tertera pada Pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya bentuk pelatihan dan pembinaan ASN dengan penerapan kurikulum yang sesuai peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia No. 25 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS dalam pola diklat prajabatan yang sekarang disebut dengan Latsar. Lalu dalam Latsar tersebut terdapat tugas aktualisasi yang harus dilakukan oleh CPNS, sebagai bagian dari ASN, dengan mengangkat isu permasalahan dari unit organisasi masing masing.

Berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN berfungsi sebagai: 1) Pelaksana kebijakan publik; 2) Pelayan publik; serta 3) Perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan fungsinya, ASN wajib mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi) dalam keseharian kerjanya. Akualisasi nilai dasar oleh CPNS peserta pelatihan dasar akan diwujudkan dalam kegiatan habituasi. Dimana isu untuk kegiatan aktualisasi dipilih berdasarkan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yaitu manajemen ASN, pelayanan publik dan whole of government.

Dalam rangka mendukung fungsi para ASN diatas dan untuk penerapan reformasi birokrasi instansi yang memprioritaskan pemberian pelayanan yang terbaik, lebih cepat, lebih mudah, dan peningkatan kualitas kinerja, perlu adanya sebuah pengendalian internal di dalamnya yang terkait dengan lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern. Biro keuangan Kementerian PUPR merupakan salah satu instansi yang juga dituntut untuk dapat menerapkan adanya sebuah pengendalain intern, sehingga dapat melaksanakan visi, misi, serta tugas dan fungsinya secara baik dan pada akhirnya dapat memberikan output maupun outcome yang di inginkan.

Pada saat ini, berdasarkan data yang diperoleh dari LAKIP biro keuangan tahun 2017, bahwa masih terdapat hal yang harus ditingkatkan di biro keuangan terkait dengan bagaimana lingkungan pengendalian yang baik dan komunikasi informasi yang efektif, serta pemantauan

(6)

6 pengendalian intern yang dilaksanakan oleh pimpinan secara berkelanjutan. Pertama, ditemukan bahwa proses bisnis internal di biro keuangan kurang berjalan dengan baik karena faktor komunikasi dan koordinasi yang masih perlu diperbaiki. Kedua, meskipun telah ada peningkatan Opini dari yang sebelumnya WDP menjadi WTP, namun perbaikan dan pemantauan dalam pengelolaan, penatausahaan dan pelaporan kinerja keuangan di Kementerian PUPR harus tetap diperhatikan untuk mempertahankan Opini WTP Hasil Audit BPK.

Selain kedua hal tersebut, penulis menilai bahwa masih kurangnya pemahaman oleh para pegawai di lingkungan biro keuangan terkait dengan lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil wawancara penulis kepada beberapa pegawai di biro keuangan. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa para pegawai yang dijadikan sampel oleh penulis masih membutuhkan adanya optimalisasi pemahaman terkait lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian. Di akhir sesi wawancara penulis tidak lupa untuk menanyakan apakah perlu dilakukannya optimalisasi terhadap para pegawai terkait unsur unsur tersebut. Dan penulis mendapatkan jawaban bahwa para pegawai menilai sangat perlunya terdapat optimalisasi mengenai hal tersebut.

Melihat permasalahan tersebut, maka penulis berkeinginan untuk membuat rancangan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Pemahaman SPIP Terkait Lingkungan Pengendalian, Komunikasi Informasi, dan Pemantauan Pengendalian Intern di Biro Keuangan.” Rancangan aktualisasi ini diharapkan agar para pegawai di lingkungan biro keuangan dapat lebih memahami tentang bagaimana lingkungan pengendalian intern yang baik, komunikasi informasi yang efektif, serta pemantauan pengendalian intern yang sesuai dengan ketentuan, sehingga dapat tercipta lingkungan organisasi yang telah melaksanakan visi, misi, dan tugas dan fungsinya.

1.2 Tujuan

Tujuan dari kegiatan aktualisasi ini adalah sebagai dasar menerapkan nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi dengan isu yang relevan dan sesuai dengan lingkup kerja dalam hal ini ikut serta dalam meningkatkan pemahaman tentang unsur lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan

(7)

7 pemantaun pengendalian dalam pelaksanaan SPIP di lingkungan biro keuangan Kementerian PUPR.

Adapun tujuan lain pelaksanaan aktualisasi ini adalah :

1. Mampu mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA sehingga memiliki tanggung jawab, ketelitian dan integritas terhadap pekerjaan.

2. Mampu mengimplementasikan tiga fungsi dan kedudukan ASN sehingga bekerja atas dasar penerapan nilai-nilai Pancasila.

3. Mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar organisasi (iProve) sehingga terciptanya lingkungan kerja yang ideal.

4. Mampu berkontribusi untuk mewujudkan visi dan misi biro keuangan kementerian PUPR agar terwujudnya pelayanan publik yang prima dan berkualitas.

5. Meningkatkan pemahaman para pegawai di lingkungan biro keuangan tentang lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantaun pengendalian intern. 6. Mampu membantu meningkatkan nilai maturitas bairo keuangan di tahun selanjutnya.

1.3 Manfaat Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi peserta Latsar dapat menerapkan nilai-nilai dasar ASN sehingga diharapkan terbentuk pribadi ASN yang profesional dan berkarakter.

2. Bagi para pegawai di lingkungan biro keuangan , dapat meningkatkan pemahaman para pegawai mengenai lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian intern.

3. Bagi biro keuangan, pemahaman yang didapat oleh para pegawai mengenai pentingnya unsur unsur pengendalian intern diatas, akan meningkatkan kualitas SDMnya sehingga tercipta lingkungan kerja yang efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan nilai maturitas biro keuangan.

Bagi pribadi penulis, sebagai syarat lulus CPNS Kementerian PUPR, dan untuk menambah ilmu serta pengetahuan penulis dalam hal lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern.

(8)

8 BAB II

GAMBARAN UMUM BIRO KEUANGAN

2.1 Tugas dan Fungsi Biro Keuangan

Berdasarkan Permen PUPR No. 15/PRT/M/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Biro Keuangan adalah salah satu unit eselon II yang berada di lingkungan Sekretariat Jenderal. Tugas dan fungsi Biro Keuangan dilaksanakan oleh 4 (empat) bagian, yaitu Bagian Tata Laksana Keuangan dan Umum, Bagian Pembinaan dan Informasi Pengelolaan Keuangan, Bagian Perbendaharaan, dan Bagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. Setiap bagian mempunyai 3 (tiga) Subbagian yang melaksanakan sebagian tugas dari masing-masing bagian.

Tugas pokok Biro Keuangan berdasarkan Permen tersebut adalah untuk melaksanakan pembinaan dan penyusunan tata laksana keuangan, perbendaharaan, akuntansi, penatausahaan Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Badan Layanan Umum, Laporan Keuangan Kementerian serta penetapan pejabat perbendaharaan satuan kerja.

Adapun untuk melaksanakan tugas tersebut, Biro Keuangan menyelenggarakan beberapa fungsi :

1. pembinaan tata laksana keuangan dan perbendaharaan; 2. pembinaan dan pelaksanaan sistem akuntansi ;

3. pembinaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Badan Layanan Umum; 4. penyusunan tata laksana keuangan dan sistem akuntansi;

5. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pengelolaan keuangan;

6. pembinaan dan penatausahaan penetapan pejabat perbendaharaan satuan kerja; 7. penatausahaan hasil pemeriksaan;

8. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal; 9. penyusunan laporan keuangan Kementerian;

(9)

9

2.2 Struktur Organisasi

2.3 Visi dan Misi

Visi Biro Keuangan :

”Terwujudnya pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang tertib dan taat terhadap perundang-undangan yang berlaku”

Misi Biro Keuangan :

”Meningkatkan kualitas administrasi dan pelayanan informasi bidang keuangan yang transparan dan akuntabel”

(10)

10 BAB III

RENCANA AKTUALISASI

3.1 Kegiatan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan dari “masih diperlukannya peningkatan pemahaman para pegawai di biro keuangan mengenai sistem pengendalian intern pemerintah terkait lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern” untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, antara lain sebagai berikut:

1. Menelaah peraturan tentang SPIP mengenai lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern

2. Mengumpulkan materi untuk dijadikan isi video

3. Penyusunan konsep dan durasi video yang eye catching 4. Proses pengerjaan dan finishing akhir video

5. Mempublikasikan hasil video kepada para pegawai di biro keuangan melalui televisi televisi yang terdapat di biro keuangan

3.2 Tahapan Kegiatan

Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, maka perlu dilakukan penyusunan tahap-tahap kegiatan agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan sesuai yang telah direncanakan. Tahap-tahap yang akan dilakukan antara lain:

1. Menelaah peraturan tentang SPIP mengenai lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern

a. Meminta arahan mentor

b. Mengumpulkan peraturan dan sumber sumber mengenai lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern

c. Memahami dan menelaah peraturan peraturan yang terkait 2. Mengumpulkan materi untuk dijadikan isi video

(11)

11 b. Mengidentifikasi hal yang penting dari unsur unsur SPIP mengenai lingkungan

pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian

c. Membuat keterkaitan hal penting tersebut dengan kondisi yang ada di lingkungan biro keuangan

d. Mulai menemukan materi materi yang akan diinput untuk menjadi isi video 3. Penyusunan konsep dan durasi video yang eye cathcing

a. Meminta arahan dari mentor terkait konsep video b. Menentukan durasi yang cukup untuk menpilkan video

c. Mencari referensi referensi video pembelajaran yang eye cathcing dan tidak membosankan

4. Proses pengerjaan dan finishing akhir video a. Mendiskusikan video kepada mentor

b. Meminta masukan beberapa orang terkait desaign, hasil editan, dan cara penyampaian video

c. Melakukan perbaikan atas masukan masukan d. Melakukan penyelesaian akhir

5. Mempublikasikan hasil video kepada para pegawai di biro keuangan melalui televisi televisi yang terdapat di biro keuangan

a. Meminta izin dengan pejabat berwenang untuk dapat menampilkan hasil video pada setiap televisi yang ada di lingkungan biro keuangan

b. Melakukan konsultasi dengan mentor

c. Mendokumentasikan kegiatan internalisasi tersebut

Adapun di dalam setiap kegiatan dan juga tahapan kegiatan yang dibuat oleh penulis pasti ada kaitannya dengan hampir seluruh nilai substansi pilar-pilar ASN (ANEKA), nilai organisasi (I-PROVE), visi misi organisasi, serta 3 peran dan kedudukan ASN. Substansi ANEKA yang akan dikaitkan dengan rancangan kegiatan adalah:

1. Akuntabilitas; 2. Nasionalisme; 3. Etika Publik; 4. Komitmen Mutu; 5. Anti Korupsi.

(12)

12 1. Integritas

2. Profesionalisme 3. Orientasi Misi 4. Visoner

5. Etika dan Akhlakul Karimah

3 peran dan kedudukan ASN adalah sebagai berikut : 1. Manajemen ASN

2. Pelayan public

3. Whole Of Government

Untuk mengetahui rancangan jadwal kegiatan dapat dilihat pada lampiran 1

3.3 Output

NO KEGIATAN OUTPUT

1 Menelaah peraturan tentang SPIP mengenai lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, dan pemantauan pengendalian intern

Ringkasan peraturan terkait unsur SPIP yang dibahas

2 Mengumpulkan materi untuk dijadikan isi video Materi isi materi

3 Penyusunan konsep dan durasi video yang eye cathcing Kumpulan referensi video pembelajaran dan aplikasi pembuat video animasi

4 Proses pengerjaan dan finishing akhir video Video yang telah selesai

5 Mempublikasikan hasil video kepada para pegawai di biro keuangan melalui televisi televisi yang terdapat di biro keuangan

Dokumentasi atas telah ditayangkannya video kepada para staff di biro keuangan

(13)

13 BAB IV

PELAKSANAAN AKTUALISASI

4.1 Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Setelah menyusun rancangan aktualisasi, saatnya untuk melaksanakan kegiatan yang telah dipresentasikan pada saat seminar pertama tentang rancangan aktualisasi. Pelaksanaan rancangan aktualisasi yang disebut habituasi dilaksanakan sejak tanggal 3 Maret 2019 sampai dengan 22 Maret 2019. Pada timeline perencanaan dan pelaksanaan yang bisa dilihat di lampiran 2, terdapat lima pokok kegiatan. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi selama habituasi di Subbagian Peraturan Keuangan, Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR meliputi ulasan berikut ini:

a) Melakukan penelaahan peraturan mengenai SPIP yang terkait unsur lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian.

Di kegiatan ini penulis mengumpulkan semua peraturan seperti PP, Permen, SE dan sumber lainnya yang kemudian dipilah oleh penulis bagian mana saja yang berkaitan dengan materi yang diangkat. Peraturan peraturan ini bertujuan sebagai pedoman dalam membuat isi materi video, agar video yang ditayangkan memang benar benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan adalah :

1. Meminta arahan mentor

Tahapan ini mulai adanya komunikasi antara penulis dan mentor. Penulis meminta bantuan mentor untuk memberikan referensi referensi peraturan serta sumber materi lainnya yang bisa dijadikan penulis sebagai acuan dan pedoman pembuatan video. 2. Mengumpulkan peraturan peraturan dan sumber lainnya terkait materi yang dibahas

Setelah mendapat arahan dari mentor tentang peraturan dan sumber mana saja yang diperlukan untuk dijadikan acuan, penulis mulai mencari peraturan dan sumber tersebut baik secara online maupun menanyakan langsung kepada pegawai di biro keuangan yang berkutat langsung di hal tersebut.

3. Memahami dan menelaah peraturan peraturan tersebut

Setelah mengumpulkan seluruh peraturan dan sumber terkait, selanjutnya adalah untuk mempelajari peraturan tersebut agar video yang dihasilkan memang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(14)

14 b) Menentukan materi mana saja untuk dijadikan isi video.

Setelah mendapatkan peraturan apa saja yang menyangkut tentang materi yang diangkat, selanjutnya, peraturan tersebut dipilah kembali oleh penulis untuk mendapatkan intisari yang penting untuk dijadikan isi materi dalam video. Karena tidak mungkin peraturan peraturan yang banyak tersebut semuanya dijadikan isi video. Harus memahami mana yang benar benar urgensi untuk dipahami oleh para pegawai yang menonton video. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1. Berkonsultasi dengan mentor

Meminta masukan mentor terkait materi mana saja yang memang harus menjadi intisari yang akan dijadikan isi video

2. Mengidentifikasi hal hal penting dari setiap peraturan dan sumber lainnya terkait dengan materi yang dibahas.

Membaca secara teliti dan membuat highlight mana yang sangat penting untuk disampaikan kepada orang lain terkait masalah yang diangkat.

3. Membuat keterkaitan hal penting dari peraturan dengan kondisi di biro keuangan

Setelah mengetahui apa yang ingin disampaikan di dalam video, harus disesuaikan dahulu terhadap kondisi di biro keuangan. Apakah apa yang disampaikan memanag benar benar suatu hal hal yang urgensi untuk diketahui oleh orang orang di biro keuangan. Agar lebih tepat sasaran.

4. Mulai menemukan kesimpulan isi video

Telah menemukan pokok pokok materi untuk menjadi isi video

c) Penyusunan konsep video yang eye catching dan mudah dipahami serta penentuan durasi video.

Penulis menggunakan aplikasi powtoon untuk konsep pembuatan videonya sendiri, penulis lebih menekankan pada bagaimana contoh penerapan yang nyata sudah terdapat di lingkungan biro keuangan terkait ketiga unsur penting tersebut. Video yang ditayangkan juga ditambahkan dengan animasi animasi menarik sesuai dengan isi materi. Penulis juga merancang background yang eye catching serta menghubungkan background video dengan lambang PUPR yakni perpaduan antara warna kuning dan biru. Backsound yang digunakan oleh penulis juga dipilih yang semenarik mungkin.

(15)

15 Penulis meminta pendapat mentor apakah mentor memiliki konsep video khusu yang memamng ingin ditayangkan

2. Menentukan lama durasi waktu yang pas

Untuk durasi video memakan waktu maksimal 5 menit yang mana durasi ini sudah ditentukan sendiri oleh mentor ketika penulis melakukan konsultasi dengan mentor, menilai agar para pegawai yang menonton video ini tidak merasa bosan jika durasi waktu terlalu lama

3. Mencari referensi referensi video pembelajaran yang menarik

penulis mulai mencari referensi referensi video pembelajaran yang menarik via youtube dan media social lainnya.

d) Proses penyelesaian video

Sebelum melakukan penyelesaian akhir pembuatan video, ada baiknya meminta masukan dari orang orang untuk mendapatkan hasil video yang memang benar benar baik. Masukan masukan dari orang lain terutama dari mentor penulis yang sangat berjasa dalam mereview video sangat membantu dalam proses menyempurnakan hasil video penulis. 1. Mendiskusikan video kepada mentor

Sebelum video diselesaikan, mentor memberi masukan masukan terhadap isi video.mereview mana bagian yang kurang dan mana bagian yang tidak perlu ditampilkan 2. Meminta masukan dari orang lain terkait pemahaman isi, desaign, dan lainnya

Setelah mendapat masukan dari mentor, masukan dari orang lain juga perlu untuk menjadi bahan review penulis.

3. Melakukan perbaikan atas masukan dari mentor dan orang lain

Video diedit kembali demi untuk mendapatkan sebuah video yang benar benar informastif 4. Melakukan penyesaian akhir

Setelah video diedit kembali, dilakukannya finishing video

e) Mempublikasikan hasil video kepada para pegawai biro keuangan melalui televisi televisi yang terdapat dilingkungan biro keuangan.

1. Meminta izin kepada pejabat yang berwenang untuk dapat menggunakan televisi yang ada di biro keuangan untuk menampilkan video

Penulis meminta izin kepada kasubbag TU di biro keuangan, yakni bu Hira. Penulis menyampaikan kapan video akan ditampilkan.

(16)

16 2. Berkonsultasi dengan mentor

Meminta pendapat dari mentor terkait bagaimana mekanisme yang baik ketika penayangan video

3. Penayangan video serta mendokumentasikannya

Penulis penulis mengajak para staff yang ada di biro keuangan untuk menonton video yang ditampilkan di televisi. Kemudian tidak lupa hal ini didokumentasikan oleh penulis sebagai bukti telah tersosialisasinya video pembelajaran yang dibuat oleh penulis.

4.2 Kontribusi Terhadap Organisasi

Pembuatan video pembelajaran ini dinilai dapat meningkatkan pemahaman para pegawai di biro keuangan mengenai sistem pengendalian intern pemerintah terkait unsur lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian intern. Dengan meningkatnya pemahaman para pegawai, diharapkan dapat diimplementasikan kedalam kehidupan organisasi di biro keuangan, dimana para pegawai diharapkan dapat bekerja sesuai dengan contoh perilaku yang menerapkan terlaksananya sistem pengendalian intern yang baik. Bagaimana kegiatan kerja yang baik yang dapat mendukung lingkungan kerja yang baik, komunikasi informasi yang efektif, serta pemantauan pengendalian yang sesuai dengan ketentuan.

Setiap tahapan kegiatan dalam pembuatan video ini merupakan bentuk kontribusi terhadap visi biro keuangan yaitu mewujudkan pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang tertib dan taat terhadap perundang-undangan yang berlaku, yakni ketika seluruh pegawai di biro keuangan telah mengimplementasikan pemahaman tentang apa yang di dapat dari isi video, maka telah terciptanya lingkungan kerja yang baik sehingga pengelolaan administrasi keuangan oleh biro keuangan dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, dengan adanya video ini memiliki kontribusi dalam mewujudkan misi biro keuangan, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan informasi bidang keuangan yang transparan dan akuntabel. Hal ini diwujudkan sesuai dengan salah satu tujuan Biro Keuangan yaitu meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK juga bisa menghasilkan LAKIP biro keuangan yang memberikan penilaian maturitas yang lebih baik lagi.

(17)

17 4.3 Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai Organisasi

Pelaksanaan aktualisasi ini melibatkan penerapan penguatan nilai organisasi. Nilai organisai yang diterapkan yaitu:

1. Integritas.

Integritas adalah menerapkan kesamaan dalam hal berpikir, berucap dan bertindak. Hal ini dapat diterapkan pada setiap kegiatan aktualisasi dengan mengerjakan setiap kegiatan dengan jujur dan sunguh-sungguh.

2. Profesionalisme.

Bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai bentuk profesionalisme. Contoh penerapannya dalam kegiatan aktualisasi ini adalah dengan berhubungan secara professional kepada mentor dan pihak lain yang bersangkutan, serta mengerjakan segalanya sebaik mungkin sebagai bentuk profesionalisme dalam bekerja.

3. Orientasi Misi

Dengan menyelesaikan tugas aktualisasi ini, dapat dikatakan berorientasi kepada misi. Misi yang dimaksud disini adalah baik misi biro keuangan dalam hal peningkatan pelayanan publik.

4. Visioner

Dengan adanya pembuatan video ini diharapkan kedepannya adanya implementasi nyata dari para pegawai di biro keuangan untuk menerapkan contoh tindakan yang sesuai dengan sistem pengendalian intern pemerintah. Penulis berpikir agar kedepannya video ini dapat bermanfaat bagi para pegawai di biro keuangan merupakan bentuk visioner dengan berpandangan ke depan dan bersiap akan tantangan ke depannya.

5. Etika dan Akhlakul Karimah

Dalam berhubungan dengan pihak terkait seperti mentor dan pihak yang diminta menguji coba aplikasi dibutuhkan sikap sopan santun serta beretika akhlakul karimah. Selain itu, menghargai pendapat serta bagaimana cara menerima kritik juga merupakan bentuk penerapan etika akhlakul karimah.

(18)

18

NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN PENGUATAN NILAI

ORGANISASI

KETERANGAN

I Pr O V E

1 Melakukan penelaahan

peraturan mengenai SPIP yang terkait unsur

lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian

1. Meminta arahan mentor V V V V V Melaksanakan arahan mentor,

mengumpulkan berbagai peraturan peraturan dan sumber lainnya serta mempelajari peraturan, memang benar benar dilaksanakan oleh penulis sesuai dengan timeline yang ada. Hal ini menunjukkan adanya integritas saat melaksanakan tahapan kegiatan, dan didukung oleh adanya bukti dokumentasi.

Bersikap profesionalisme ketika meminta pendapat

2. Mengumpulkan peraturan

peraturan dan sumber lainnya terkait materi yang dibahas

V V V V V

3. Memahami dan menelaah

peraturan peraturan tersebut

(19)

19 mentor dan dalam memberikan feedback atas masukan mentor. Adanya sikap profesionalme dalam mengumpulkan

berbagai peraturan yang terkait materi, serta bersikap

profesionalme dalam

mempelajari setiap peraturan dan sumber yang terkait.

Dengan meminta pendapat mentor, mengumpulkan berbagai peraturan, serta mempelajari peraturan yang terkait menunjukkan bahwa penulis ingin mendapatkan hasil video yang baik, hal ini menunjukkan bahwa penulis berorientasi pada misi nya ketika ingin membuat video

(20)

20 ini, yakni video yang

dihasilkan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meminta pendapat mentor terlebih dahulu dan mencari serta memahami peraturan yang terkait dengan materi dilakukan penulis untuk nantinya bisa mendapatkan hasil video yang baik dan sesuai dengan peraturan. Hal ini menunjukkan penulis berpikir visioner untuk dapat menghasilkan video yang memang diinginkan.

Etika publik diterapkan penulis ketika melakukan pertemuan dengan mentor, yakni menjaga kesopanan yang

(21)

21 menggunakan tutur kata yang baik. Ketika mengumpulkan peraturan dan sumber lainnya, penulis juga menerapkan etika publik dengan menjaga

kesopanan ketika meminta sumber sumber yang berkaitan dengan materi kepada pegawai yang memiliki data sumber tersebut

2 Mengumpulkan materi

untuk dijadikan isi video

1. Berkonsultasi dengan mentor V V V V V Berkonsultasi dengan mentor,

mengidentifkasi peraturan, membuat keterkaitannya dengan biro keuangan, serta menyimpulkannya secara bertahap memang

dilaksanakan oleh penulis. Hal ini menunjukkan adanya integritas saat melaksanakan 2. Mengidentifikasi hal hal penting

dari setiap peraturan dan sumber lainnya terkait dengan materi yang dibahas

V V V V

3. Membuat keterkaitan hal penting yang di dapat dengan kondisi di biro keuangan

(22)

22 4. Mulai menemukan kesimpulan isi

video

V V V V tahapan kegiatan, dan

didukung oleh adanya bukti dokumentasi.

Bersikap profesionalisme saat berkomunikasi dengan mentor. Melaksanakan identifikasi, membuat keterkaitannya, serta membuat kesimpulan secara mandiri dan sungguh sungguh menunjukkan sikap

profesionalisme.

Meminta pendapat mentor, mengidentifikasi peraturan, membuat keterkaitannya, serta menyimpulkannya dilakukan penulis untuk berorientasi

(23)

23 pada misi penulis untuk dapat menghasilkan video yang baik.

Melakukan bimbingan dengan mentor, mengidentifikasi peraturan yang ada, membuat keterkaitannya, serta

menyimpulakn peraturan dilakukan penulis untuk dapat mempermudah penulis

kedepannya dalam pembuatan video. Hal ini menunjukkan bahwa penulis bersifat visioner.

Saat berdiskusi dengan mentor dan saat memperhatikan kondisi kerja di biro keuangan, penulis menjaga etika yang

(24)

24 berakhlakul karimah dan sopan santun.

3 Penyusunan konsep video

yang eye catching dan mudah dipahami serta penentuan durasi video

1. Meminta arahan mentor terkait konsep

V V V V V Meminta arahan mentor untuk

menentukan durasi video serta

mencari referensi video

pembelajaran yang menarik

dilakukan penulis dengan

penuh integritas.

Melakukan arahan mentor, menentukan durasi dan konsep video harus dilaksanakan dengan sikap profesionalisme.

Arahan dari mentor yang didapat serta telah menentukan durasi dan konsep video dilakukan untuk mendapatkan video yang memang sesuai 2. Menentukan lama durasi waktu

yang pas

V V V V

3. Mencari referensi referensi video pembelajaran yang menarik

(25)

25 dengan yang direncanakan. Hal ini menunjukkan sikap berorientasi pada misi penulis dalam pembuatan video ini.

Mendapat arahan mentor, telah menentukan durasi serta konsep video dilakukan untuk kedepannya mempercepat proses penyelesaian video kedepannya. Hal ini sesuai dengan tindakan yang visioner.

Ketika berkomunikasi dengan mentor, maka penulis menjaga timgkah laku yang beretika akhlakul karimah.

(26)

26

4 Proses penyelesaian video 1. Mendiskusikan video kepada

mentor

V V V V V Berdiskusi kepada mentor,

meminta masukan orang lain, melakukan perbaikan, serta menyelesaikan video

merupakan tahapan kegiatan yang benar adanya dilakukan dengan sungguh sungguh oleh penulis didukung dengan bukti yang ada. Hal ini menunjukkan adanya integritas dari dalam diri penulis.

Penulis memiliki sikap profesionalisme demi untuk mendapatkan hasil video yang baik dan sesuai dengan apa yang direncanakan, penulis meminta masukan dan pendapat baik dari mentor maupun dari orang lain yang 2. Meminta masukan dari orang lain

terkait pemahaman isi, desaign, dan lainnya

V V V V V

3. Melakukan perbaikan atas masukan dari mentor dan orang lain

V V V V

(27)

27 kemudian penulis melakukan perbaikan atas hasil review tersebut.

Orientasi misi dilakukan oleh

penulis dengan meminta

review dari mentor dan orang orang tentang video yang akan ditayangkan yang kemudian dilakukannya perbaikan atas masukan masukan tersebut. Hal ini dilakukan penulis untuk mendapatkan video yang sesuai dengan misi awal dari penulis

Agar video nantinya memang layak untuk ditayangkan, maka penulis bersikap visioner, yakni sebelum ditayangkannya

(28)

28 video tersebut, penulis meminta review dari mentor dan orang lain dan kemudian melakukan editing kembali terhadap video tersebut.

Ketika memita masukan atas video dengan mentor dan orang lain, penulis

melakukannya dengan sikap yang beretika akhlakul karimah. Yakni dengan menomorsatukan sopan santun.

5 Mempublikasikan hasil

video kepada para pegawai biro keuangan melalui televisi televisi yang

1. Meminta izin kepada pejabat yang

berwenang untuk dapat

menggunakan televisi yang ada di biro keuangan untuk menampilkan video

V V V V V Integritas diterapkan oleh penulis yakni dengan benar benar meminta izin,

berkonsultasi dengan mentor, serta menayangkan video di

(29)

29 terdapat dilingkungan biro

keuangan

2. Berkonsultasi dengan mentor V V V V V biro keuangan. Yang mana hal

ini di dukung dengan adanya dokumentasi.

Bertindak professional ketika meminta izin, berkonsultasi dengan mentor, serta ketika melakukan penayangan video kepada pegawai di biro keuangan.

Ketiga tahapan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan akhir dari orientasi misi penulis, yakni dengan adanya penayangan video di lingkungan biro keuangan.

3. Penayangan video serta

mendokumentasikannya

(30)

30 Dengan adanya penayangan video ini penulis berpikir visioner dengan berharap semoga video yang dibuat penulis dapat meningkatkan pemahaman para pegawai di biro keuangan mengenai SPIP terutama tentang unsur

lingkungan pengendalian, komunikasi infromasi, serta pemantauan pengendalian. Dan semoga pemahaman yang di dapat diimplementasikan oleh para pegawai sehingga biro keuangan merupakan instansi yang telah

menerapkan SPIP yang baik.

Tentu saja ketika meminta izin, berkonsultasi dengan

(31)

31 mentor, serta ketika

menayangkan video, maka penulis harus beretika akhlakul karimah.

(32)

32 4.4 Kontribusi Terhadap Substansi Mata Pelatihan

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan bentuk dari hasil pertanggungjawaban atas suatu amanah yang diberikan. Dalam kegiatan ini, laporan hasil aktualisasi ini merupakan bentuk aktualisasi dari penerapan nilai akuntabilitas. Selain tu, jika rancangan ini dapat dimanfaatkan, diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan di Kementerian PUPR.

2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan bentuk rasa cinta tanah air dengan selalu mengamalkan nilai-nilai luhur budaya Indonesia dalam setiap perilaku hidupnya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tiap tahapnya memiliki bentuk nasionalisme yang berbeda-beda, seperti bermusyawarah dengan mentor dan menghargai pendapat orang lain, memiliki rasa toleransi atas perbedaan pendapat, belajar demi kemajuan bangsa, mempelajari peraturan, serta memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang dikerjakan.

3. Etika Publik

Etika publik pada realisasi kegiatan aktualisasi ini diwujudkan dengan kegiatan yang melibatkan orang lain seperti saat berkonsultasi dan meminta pendapat sebelum video ditayangkan. Berhadapan dengan orang lain dengan penuh sopan santun serta mendengarkan pendapat mereka dan menghargainya merupakan bentuk penerapannya.

4. Komitmen Mutu

Mempertahankan komitmen mutu merupakan salah satu nilai yang harus diterapkan ASN sebagai pelayan publik. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu : efektivitas, efisiensi, kreatif, dan inovatif.

Penerapannya dalam kegiatan aktualisasi ini adalah dengan membuat video pembelajaran mengenai SPIP terkait unsur lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian. Mempelajari peraturan peraturan yang terkait dengan materi video dan meminta pendapat demi menjaga kualitas hasil video untuk mempertahankan mutu dan kualitasnya agar bermanfaat bagi para pegawai di biro keuangan.

5. Anti Korupsi

Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek,

(33)

33 namun dapat berdampak secara jangka panjang. Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan, yakni jujur, peduli, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil

Dalam pelaksanaan kegiatan atualisasi ini banyak kegiatan yang berhubungan dengan penerapan anti korupsi. Penerapannya seperti mematuhi aturan, jujur dalam mengerjakan, bertanggung jawab atas tugas, peduli terhadap pendapat orang lain dan disiplin dalam mengerjakan.

6. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik KKN. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan zaman.

7. Whole of Government (WoG)

Whole of Government (WoG) didefenisikan sebagai adanya sinergi atau koordinasi antar pihak yang satu dan lainnya di dalam suatu pemerintahan yang mana pihak pihak yang dioordinasikan masih terjangkau. Praktek WoG dalam kehidupan nyata dilakukan dengan menyatukan seluruh sector yang terkait dengan pelayanan tehdapa publik.

8. Pelayanan Publik

Sebagai aparatur pemerintahan, ASN mempunyai salah satu oeran yang penting dalam tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Neagar dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelayanan public kepada masyarakat.

(34)

34

NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN KETERKAITAN DENGAN SUBSTANSI

MATA PELATIHAN

KETERANGAN

A N E K A M W P

1 Melakukan penelaahan

peraturan mengenai SPIP yang terkait unsur

lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian

1. Meminta arahan mentor V V V V V V V Mengumpulkan peraturan peraturan

dan sumber lainnya yang akuntabel serta mengelolanya dengan bijaksana sebagai bentuk akuntabilitas

Menanyakan pendapat mentor, merupakan hal dalam menghargai pendapat orang lain, memahami peraturan negara terkait SPIP

merupakan penerapan nasionalisme

Berkonsultasi, meminta saran, dan menerima masukan dari mentor merupakan penerapan etika publik. 2. Mengumpulkan peraturan

peraturan dan sumber lainnya terkait materi yang dibahas

V V V V V V V

3. Memahami dan menelaah peraturan peraturan tersebut

(35)

35 Mengumpulkan peraturan yang terkait dengan materi dan

berkonsultasi dan meminta saran perbaikan serta mempelajari aturan demi mempertahankan komitmen mutu.

Mempelajari peraturan peraturan dan sumber lainnya untuk bertanggung jawab atas kegiatan aktualisasi ini dan jujur mengerjakan tugas sebagai bentuk sikap anti korupsi

Meningkatkan pemahaman dengan mempelajari peraturan dan belajar dari mentor merupakan bentuk manajemen ASN

(36)

36 Berkomunikasi dengan mentor untuk mendapatkan ilmu serta belajar dari peraturan yang berlaku merupakan penerapan whole of government

2 Menentukan materi mana

saja untuk dijadikan isi video

1. Berkonsultasi dengan mentor V V V V V V V Menghasilkan kesimpulan materi

untuk dijadikan isi video dan meninjau langsung keadaan di biro keuangan adalah sebagai bentuk akuntabilitas atas tugas yang diberikan

Melakukan tahapan kegiatan dengan sungguh sungguh demi kemajuan bangsa sebagai bentuk nasionalisme

Berkonsultasi, meminta saran, dan menerima kritik dari mentor serta ketika melihat langsung kondisi para 2. Mengidentifikasi hal hal

penting dari setiap peraturan dan sumber lainnya terkait dengan materi yang dibahas

V V V V V V

3. Membuat keterkaitan hal yang penting dari peraturan dengan kondisi di biro keuangan

V V V V V V V

4. Mulai menemukan kesimpulan materi untuk dijadikan isi video

(37)

37 pegawai di biro keuangan dilakukan dengan menerapkan etika publik

Mengidentifikasi intisari dari peraturan sebaik mungkin dan menanyakan banyak hal dengan mentor lalu menyimpulkannya demi mempertahankan komitmen mutu

Bertanggung jawab atas tugas dan jujur mengerjakan tahapan

aktualisasi serta menerima pendapat mentor sebagai bentuk sikap anti korupsi

Meningkatkan kualitas diri dengan membandingkan peraturan dan

(38)

38 kegiatan asli di lapangan merupakan bentuk manajemen ASN

Berkomunikasi dengan

atasanmmerupakan penerapan whole of government

3 Penyusunan konsep video

yang eye catching dan mudah dipahami serta penentuan durasi video

1. Meminta arahan mentor terkait kosep

V V V V V V Telah menentukan berapa lama

durasi video merupakan bentuk akuntabilitas terhadap hasil dari tahapan kegiatan ini

Menjadikan video pembelajaran hasil orang lain sebagai referensi tanpa membedakan itu hasil video siapa merupakan bentuk nasionalisme

Berkonsultasi dengan mentor dan meminta pendapatnya merupakan penerapan dari etika publik 2. Menentukan durasi video yang

pas

V V V V

3. Mencari referensi referensi video pembelajaran yang menarik

(39)

39 meningkatkan kualitas mutu dengan mencari referensi rancangan video dan durasi video agar tidak

membosankan dan bermanfaat bagi pengguna

Meningkatkan kualitas diri dengan mencari referensi video

pembelajaran lainnya merupakan bentuk manajemen ASN

Meminta pendapat mentor

merupakan penerapan dari Whole of Government

4 Proses penyelesaian video 1. Mendiskusikan video kepada mentor

V V V V V V Melakukan penyelesaian akhir

(40)

40 2. Meminta masukan dari orang

lain terkait pemahaman isi, desaign, dan lainnya

V V V V V V pertanggungjawaban tahapan

kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas

Meminta pendapat mentor dan orang lain serta menghargai pendapat mereka sebagai bentuk nasionalisme

Meminta tanggapan saran serta masukan atas rancangan kepada orang lain dengan sopan santun dan menerapkan etika public

Menilai hal yang perlu diperbaiki dan memastikan bahwa video yang dibuat sudah sesuai dengan apa yang diharapkan sebagai bentuk

komitmen mutu 3. Melakukan perbaikan atas

masukan dari mentor dan orang lain

V V V V V

(41)

41 Meningkatkan kualitas diri dengan mendapat masukan dari orang lain merupakan bentuk manajemen ASN

Berinteraksi dengan orang lain ketika meminta masukan sebagai bentuk whole of government

5 Mempublikasikan hasil

video kepada para pegawai di biro keuangan melalui televisi yang terdapat di biro keuangan

1. Meminta izin kepada pejabat yang berwenang untuk dapat menggunakan televisi yang ada di biro keuangan untuk menampilkan video

V V V V V V V Dengan meminta izin untuk

penayangan video dan pada saat penanyangan video kepada para pegawai merupakan bentuk tanggungjawab terhadap seluruh tahapan kegiatan aktualisasi yang merupakan akuntabilitas penulis terhadap kegiatan aktualisasi

Menghargai pendapat dan masukan merupakan bentuk nasionalisme

2. Berkonsultasi dengan mentor V V V V V V

3. Penayangan video serta mendokumentasikannya

(42)

42 Berkoordinasi dengan mentor, meminta izin kepada pejabat yang berwenang serta pada saat

penayangan video merupakan penerapan tindakan etika public

Terus meminta masukan mentor untuk hasil video yang lebih baik dan berkualitas serta berkomitmen mutu dalam menjaga mutu kualitasnya

Meminta izin dan bertanggung jawab atas penayangan video yang menggunakan sarana televisi di biro keuangan sebagai bentuk sikap anti korupsi

(43)

43 Meningkatkan kualitas diri sebagai bentuk peningkatan kompetensi dalam manajemen ASN

Berhubungan dengan mentor dan menyerahkan hasil rancangan kepada atasan sebagai bentuk whole of government

Menampilkan video yang bermanfaat dan dapat meningkatkan pemahaman para pegawai di biro keuangan sebagai bentuk pelayanan publik

(44)

44 4.5 Hambatan/Kendala

Dalam pelaksanaan atau realisasi rancangan aktualisasi yang telah disusun sebelumnya, penulis menemukan hambatan seperti :

1. Terjadinya kerusakan pada laptop penulis secara mendadak yang mengakibatkan seluruh progress pengerjaan video oleh penulis hilang dan mengharuskan penulis mengulang pekerjaan video yang hampir selesai dikerjakan.

2. Aplikasi powtoon yang digunakan penulis merupakan aplikasi yang penggunaannya secara online, sehingga membutuhkan koneksi internet yang kencang, sedangkan di lingkungan biro keuangan, tidak terdapatnya wifi yang dapat digunakan oleh penulis dalam proses pembuatan video.

3. Aplikasi powtoon yang digunakan oleh penulis merupakan aplikasi powtoon yang tidak berbayar, sehingga terdapat masa berlaku penggunaan yakni selama 3 hari. Hal ini membuat penulis harus menyelesaikan video dengan cepat. Dan karena penulis menggunakan aplikasi powtoon yang gratis, maka terdapat batas pemilihan animasi yang mendukung isi materi video.

4. Durasi maksimal per slide untuk aplikasi ini adalah hanyalah selama 20 detik per slide.

4.6 Penyelesaian Hambatan/Kendala

Dalam menghadapi kendala-kendala yang ditemui, dilakukan strategi alternatif sebagai berikut:

1. Dengan mengejar target penyelesaian video menjadi lebih cepat dan lembur dalam menyelesaikan video yang diulang pembuatannya.

2. Meminjam laptop salah satu pegawai yang sedang tidak terpakai karena hanya dengan memakai koneksi internet secara LAN bisa didapatkan koneksi nternet yang kencang. 3. Dengan login menggunakan akun dari email yang berbeda.

(45)

45 BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil pelaksanaan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :

1. Pelaksanaan aktualisasi di Subbagian Peraturan Keuangan Bagian Tata Laksana Keuangan dan Umum Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR berjalan sesuai rencana 2. Aktualisasi ini membantu untuk meningkatkan pemahaman para pegawai di biro keuangan mengenai SPIP terutama unsur lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian.

3. Aktualisasi ini membantu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terkait unsur lingkungan pengendalian, komunikasi informasi, serta pemantauan pengendalian.

4. Hasil Aktualisasi dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai dasar PNS dalam melaksanakan pekerjaan, meningkatkan pemahaman PNS tentang kedudukan dan perannya, serta dapat memberi dampak positif pada penguatan nilai-nilai organisasi guna mendukung visi dan misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5.2 Rekomendasi

Setelah melaksanakan aktualisasi ini, penulis menyadari banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki. Berikut ini rekomendasi yang penulis berikan agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan lebih baik kedepannya:

1. Agar video ini dapat secara berkala ditayangkan di televisi biro keuangan 2. Video ini juga diharapkan dapat di muculkan di web nya biro keuangan

3. Penggunaan WA Group untuk menyebarkan video ini agar bisa disimpan di hp masing masing pegawai dan dapat dilihat kembali oleh para pegawai di biro keuangan

(46)

46 DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Peraturan Menteri PUPR Nomor 20_PRT_M_2018 tentang Penyelenggaraan Sistem

Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian PUPR

Peraturan Menteri PUPR Nomor 15 /PRT/M/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Utomo, Tri. Widodo W., Basseng, dan Purwana, Bayu. Hikmat. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Habituasi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

(47)

47 LAMPIRAN 1

(48)

48 LAMPIRAN 2

(49)

49 LAMPIRAN 3

(50)

Referensi

Dokumen terkait

berat kering panen biji per tanaman, berat kering oven 100 butir biji, jumlah polong total per tanaman, berat kering oven brangkasan per tanaman, indeksluas

Hasil evaluasi terhadap narasumber pelatihan menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta menyatakan narasumber pelatihan sangat baik, hal itu menggambarkan bahwa narasumber

c) Dalam menerapkan model pembelajaran berbasis  proyek hendaknya sesuai dengan tema dan diawali dengan pengajuan masalah dari siswa atau guru untuk dipecahkan oleh

Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal

Dari hadis diatas rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya , agar menuntut ilmu, terutama sekali adalah ilmu agama kepada orang yang menguasai ilmu tersebut,

Pada multifragmentary complex fracture tidak terdapat kontak antara fragmen proksimal dan distal setelah dilakukan reposisi. Complex spiral fracture terdapat dua atau

Hal ini disebabakan karena unsur hara P pada tanaman tercukupi melalaui akar, sehingga pemupukan melalui daun terlihat pengaruhnya terhapadap tinggi tanaman namun

Hasil penghitungan analisa Gambar 6 diatas menunjukkan persentase pemotongan sapi perah betina umur produktif sebanyak 26 % atau 47 ekor dari total pemotongan 184