PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dilaksanakan pertama kali oleh Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006. Pola ini direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis berdasarkan tema yang digali dari potensi masyarakat, dirumuskan, dan dilaksanakan bersama masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memacu kemampuan masyarakat dalam pengembangan diri dan wilayah sehingga kesejahteraannya meningkat.
Universitas Slamet Riyadi melaksanakan KKN PPM pertama kali pada tahun 2012 dan yang ke delapan tahun 2019. Dan pada tahun 2020 ini mengalami perubahan bentuk KKN menjadi KKN “Bali Ndeso” Cegah Covid-19, yang merupakan bentuk penegasan loyalitas dan soliditas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Slamet Riyadi.
Perkembangan negara saat ini dengan adanya bencana Pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya Physical/ Social Distancing berdampak pada upaya yang harus dilakukan dengan melakukan perubahan model KKN yang akan dijalankan.
Salah satu perubahannya adalah KKN yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim) maka pada KKN saat ini dilakukan dengan secara mandiri (individu), KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LP2M (berbasis desa binaan) maka saat ini ditentukan sendiri mahasiswa berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) atau dapat memilih lokasi diluar domisili dengan alasan tertentu misal tidak ada mobilisasi atau pergerakan lokasi yang keluar dari kaidah protokoler di masa Pandemi Covid-19. Perubahan model KKN ini tentunya tidak lepas dari kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial yang meminimalisir adanya aktifitas yang melibatkan banyak orang serta dengan adanya pergerakan mahasiswa dari tempat (domisilinya) saat ini.
Konsekuensi dari perubahan model KKN ini harapannya tidak menghilangkan nilai kebermanfaatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat oleh karena itu meskipun dilakukan mandiri (individu) serta ada sekian pembatasan namun kegiatan mahasiswa hendaknya masih dalam kerangka bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam masa Pandemi Covid-19 yang berlaku nasional saat ini.
Kebijakan pembatasan sosial berimplikasi lahirnya kebijakan agar para mahasiswa untuk belajar mandiri dirumah. Hal ini menimbulkan persoalan kesiapan mahasiswa dan kampus yang memiliki kemampuan tidak seragam dalam merespon kebijakan ini berdampak pada penuruan kualitas pendidikan. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan dan sinergi yang dapat dilakukan dalam upaya mengatasi dampak tersebut.
Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam masa pandemi Covid-19 ini dituntut untuk menggerakkan sumber dayanya salah satunya melalui mahasiswa KKN dalam memunculkan Inovasi Teknologi maupun Informasi serta ide untuk bisa bersama sama dalam mengatasi Covid-19 dalam KKN “Bali Ndeso” Cegah Covid-19 ini.
Mengacu pada kondisi tersebut dan tuntutan untuk menyesuaikan melalui perubahan Program KKN, maka mahasiswa diberikan opsi untuk menentukan sendiri program yang akan dilakukan dengan pilihan opsi Program KKN
Semua program yang dikonsep mahasiswa hendaknya mengikuti protokol dan aturan pemerintah dalam masa physical/ social distancing dimana meminimalisir aktifitas pertemuan fisik, atau kegiatan dijalankan dengan mengikuti standart protokol kesehatan. LP2M UNISRI akan menerbitkan Pedoman dan Protokol selama KKN, serta menyiapkan infrastruktur sistem aplikasi untuk pembekalan, pemantauan mahasiswa dan bahkan pelatihan masyarakat secara online. Program KKN tetap menggunakan durasi waktu 40 hari dengan mengikuti pedoman yang akan disusun dan ditetapkan.
B. MAKSUD DAN TUJUAN KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
1. Mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat.
2. Membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari secara langsung yang sesuai dengan teori sehingga memberi manfaat bagi masyarakat.
3. Membekali mahasiswa kemampuan pendekatan masyarakat dan membentuk sikap serta perilaku untuk senantiasa peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
4. Memberi pengalaman belajar mahasiswa dalam kehidupan masyarakat dan mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa tentang pencegahan penyebaran Covid-19.
5. Melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan.
6. Membantu pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya mencapai kesejahteraan.
7. Membantu Pemerintah dalam mengurangi dampak Covid-19.
C. MASYARAKAT SASARAN PROGRAM KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
1. Masyarakat Umum
Masyarakat yang tidak terkena dampak sosial ekonomi oleh adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).
2. Masyarakat yang terkena dampak sosial adanya PHK
Masyarakat yang berada di lokasi tempat Mahasiswa berada saat ini yang rentan serangan Covid-19.
D. TEMA KEGIATAN YANG DAPAT DILAKUKAN DI KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
1. Aspek Kesehatan
a. Penyuluhan, pendampingan program-program kesehatan masyarakat dengan kebiasaan baru dan protokol kesehatan yang ketat.
b. Pengembangan alat-alat yang menunjang upaya preventif (masker produk UMKM, inovasi wastafel portable, hand sanitizer, dll).
2. Aspek Pariwisata
a. Melakukan pelatihan pada pelaku wisata, pendampingan pengembangan wisata format baru sesuai dengan protokol kesehatan (penyediaan fasilitas kebersihan, upaya jaga jarak, dll).
b. Desain atraksi dan kegiatan wisata yang bisa dilakukan dalam kelompok kecil dan skala keluarga.
c. Pembatasan dan pemberlakukan protokol kesehatan dalam bepergian antar wilayah di dalam dan luar negeri akan cenderung meningkatkan kunjungan wisata lokal.
3. Aspek Pendidikan
a. Pelatihan optimalisasi pemanfaatan teknologi daring untuk pengajaran bagi siswa dan guru.
b. Pelatihan desain penyusunan konten kreatif, edukatif pagi para pendidik dalam rangka pencegahan Covid-19.
c. Pendampingan dan pelatihan pengelolaan perangkat teknologi dalam pembelajaran daring (operasionalisasi peralatan video, audio visual, dll).
4. Aspek Ekonomi
a. Pelatihan dan pendampingan optimalisasi bisnis rumahan. b. Pelatihan desain marketing online.
c. Pelatihan dan penyuluhan produk higienis, produk halal. d. Pelatihan pengemasan, branding, dll.
5. Aspek ketahanan pangan
a. Pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk olahan. b. Pemetaan evaluasi lahan pertanian.
c. Identifikasi produk-produk unggulan daerah.
d. Pelatihan pemanfaatan lahan tidur, pekarangan, hidroponik.
e. Pendampingan pengembangan agro industri berbasis komunitas, dll.
6. Aspek Teknologi
a. Pelatihan dan pemahaman konten positif, etika dan norma dalam pemanfaatan media sosial.
b. Pelatihan pemahaman teknologi dan penggunaan perangkat teknologi dalam bidang usaha di level komunitas, dll.
E. PELAKSANAN KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
Mahasiswa melengkapi berkas persyaratan antara lain :
1. Pakta Integritas (untuk taat melaksanakan perilaku aman thd Covid-19) dapat diunduh di laman aam.unisri.ac.id.
2. Pernyataan Status Kesehatan (Surat Keterangan Sehat). 3. Log Book Harian Kegiatan (Buku Kerja): terlampir.
F. BENTUK KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
1. Diskusi dengan tidak mengumpulkan lebih dari 10 orang dengan protokol kesehatan yang ketat.
2. Praktek membuat TTG (Teknologi Tepat Guna) sesuai kebutuhan.
3. Focus group discussion dengan tema menggugah kesadaran dan perilaku sehat menghindari penyebaran Covid-19.
4. Metode lain yang dapat digunakan untuk komunikasi dua arah.
G. PENETAPAN JENIS KEGIATAN MAHASISWA DI KKN "BALI NDESO” CEGAH COVID-19
1. Jumlah dan jenis kegiatan KKN: ditetapkan secara proporsional sesuai yang mampu dilakukan oleh mahasiswa berdasar kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan kompetensi lulusan mahasiswa di masing-masing Prodi.
2. Melakukan konsultasi dan perijinan pada pemuka masyarakat di masing-masing lokasi tinggal mahasiswa (form terlampir).
3. Menyampaikan berbagai bentuk bantuan/ kegiatan kepada masyarakat bersama masyarakat lain atau dilakukan mandiri maupun sponsor.
4. Melakukan semua kegiatan dengan dokumentasi pada BUKU KERJA/ logbook dan bukti foto/ video pelaksanaan.
5. Mengupload bukti dokumentasi foto dan video ke Instagram dengan kode nama akun: KKN_UNISRI_2020_GrupBimbingan...
(contoh: KKN_UNISRI_2020_10 → untuk grup bimbingan/ kelompok 10) Nama kegiatan: #(hashtag sesuai judul kegiatan)
H. PROSEDUR KOORDINASI BIMBINGAN DENGAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN (DPL)
1. Koordinator wilayah membuat WA Group yang berisi semua anggota grup bimbingan dan mengundang DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) untuk bergabung dalam WA Group.
2. Komunikasi bimbingan dapat dilakukan secara daring melalui: a. WA Group.
b. Google Classroom yang dikoordinir oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dengan menggunakan kode kelas yang sudah ditentukan. c. Video Conference melalui: Zoom meeting, Webex, Google Meet,
Microsoft Team, dll.
3. Setiap grup bimbingan akan dimonitor oleh Panitia dan Pimpinan Universitas. 4. Mahasiswa dan DPL akan mendapatkan bantuan pembiayan pulsa/ paket
data.
I. EXPO PRODUK/ KEGIATAN UNGGULAN
1. Dilakukan secara terbatas di daerah masing-masing (maksimal 10 orang) dengan tetap melakukan protokoler kesehatan.
2. Dilakukan secara daring/ virtual pada media sosial Instagram/ Facebook/ Youtube dengan minimal mendapatkan 100 like dengan hashtag: #KKNUNISRI2020 #(hashtag sesuai judul kegiatan).