ISSN: 2597-4726
AQLI
Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah
Jurnal Riset Sains Manajemen
Volume 2, Nomor 2, 2018
Ayu Ika Ningrum
Pengaruh citra merek dan keputusan pembelian terhadap loyalitas merek Hal. 49-58
DOI: 10.5281/zenodo.1409664
Informasi Artikel
Cara sitasi
Ningrum, A. I. (2018). Pengaruh citra merek dan keputusan pembelian terhadap loyalitas merek. Jurnal Riset Sains Manajemen, 2(2), 49-58. Retrieved from http://ejurnal.id/index.php/jsm/article/view/197
Atau,
Ningrum, A. I. (2018). Pengaruh citra merek dan keputusan pembelian terhadap loyalitas merek. Jurnal Riset Sains Manajemen, 2(2), 49-58 DOI: 10.5281/zenodo.1409664
Tautan permanen ke dokumen ini
© LPPI AQLI
Jurnal Riset Sains Manajemen
Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58
PENGARUH CITRA MEREK DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
TERHADAP LOYALITAS MEREK
AYU IKA NINGRUM
Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Email: [email protected]
ABSTRACT
Purposes The purpose of this study is to analyze the effect of brand image on purchasing decisions; the influence of the brand image on brand loyalty; the influence of purchasing decisions on brand loyalty; and the influence of brand image on brand loyalty through purchasing decisions.
Methods The approach of this research is pertained to quantitative research approach, especially correlational research. Research data was collected from 101 responses as a sample of the study. Data analysis used is a technique path analysis which is used to answer research purpose. Findings First, the brand image has a positive and significant influence on the
purchase decision. Second, brand image has a positive and significant influence on brand loyalty. Third, purchase decisions have a positive and significant influence on brand loyalty. Fourth, the brand image of brand loyalty is not mediated purchasing decisions
Keywords Brand image, purchase decision, brand loyalty
PENDAHULUAN
Konsumen saat ini mempunyai pilihan dan alternatif produk yang tidak terbatas, dengan beragam harga, kualitas, kelebihan dan pelayanan. Salah satu bidang industri yang berkembang dengan kemajuan pesat adalah bidang telekomunikasi. Pada titik inilah citra merek sangat penting, karena image mereka terhadap merek adalah hal yang biasanya diingat oleh konsumen. Untuk dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat, maka produsen dituntut lebih memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen terutama pada strategi untuk mempertahankan loyalitas mereknya.
loyalitas merek (Brand Loyalty) merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek (Yunitasari & Yuniawan, 2006). Loyalitas merek lebih menekankan kepada pembelian yang berulang tanpa memiliki rasa benar-benar menyenangi suatu merek tersebut (Maharani, Farida, & Listyorini, 2009). Dalam pandangan yang lain loyalitas merek merupakan sikap positif yang ditunjukkan seorang pelanggan terhadap suatu merek secara konsisten yang sangat dipengaruhi atribut-atribut produk (Shandi, 2011).
Loyalitas pada merek sangat dibutuhkan perusahaan karena loyalitas merek mencerminkan bagaimana seorang pelanggan mungkin tidak akan beralih ke merek lain jika merek tersebut membuat suatu perubahan, baik dalam harga atau dalam unsur-unsur
50
JRSM
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58produk (Krisjati, 2007). Keberadaan konsumen yang loyal pada merek sangat diperlukan agar perusahaan dapat bertahan hidup (Sari, 2015).
Loyalitas merek di dalam penelitian ini adalah menganalisis loyalitas merek konsumen produk smartphone OPPO di Medan. Fakta-fakta di lapangan memperlihatkan bahwa permasalahan-permasalahan loyalitas merek smartphone OPPO adalah sebagian konsumen beranggapan bahwa alat telekomunikasi atau smartphone keluaran China tidak memiliki Brand Image yang tinggi (hasil pengamatan, 27 September 2017). Dalam penelitian-penelitian juga ditemukan permasalahan loyalitas merek smartphone OPPO, antara lain para responden yang merupakan pembeli smartphone OPPO mungkin masih meragukan kualitas dari OPPO. Responden hanya tertarik dengan iklan OPPO yang sangat gencar dan kamera OPPO yang sangat baik (Alfionita, Suharyono, & Yulianto, 2016).
Loyalitas merek bisa tinggi atau rendah karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jika dilihat dari penelitian-penelitian terdahulu, faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas merek adalah kualitas produk, citra merek, dan keputusan pembelian (Tjahjaningsih & Yuliani, 2009). Namun demikian, di dalam penelitian ini diantara sekian banyak faktor tersebut di atas, hanya 2 faktor saja yang penulis pilih untuk dikaji di dalam penelitian ini yakni citra merek dan keputusan pembelian.
Berdasarkan alasan-alasan yang telah penulis kemukakan sebelum ini, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji empat hal: pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian; pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek; pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas merek; dan pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian.
KAJIAN LITERATUR
Loyalitas Merek
Loyalitas merek adalah sikap konsumen terhadap merek, komitmen mereka terhadap merek, dan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian di masa yang akan datang (Rafiq, 2009). Definisi lain dari loyalitas merek adalah pilihan yang dilakukan konsumen untuk membeli merek tertentu dibandingkan merek yang lain dalam satu kategori produk (Susanti, 2011). Loyalitas merek juga bermakna ukuran dari kesetiaan konsumen terhadap merek (Fatimah, 2008).
Loyalitas merek diukur dari indikator-indikator (1) kognitif (2) afektif (3) konatif (Bastian, 2014). Indikator lain dari loyalitas merek adalah (1) behavior measures (2) switch cost (3) satisfaction (4) liking brand (5) commitment (Anjani, 2017). Loyalitas merek juga dapat dilihat dari indikator-indikator (1) memiliki komitmen pada merek tersebut (2) berani membayar lebih pada merek tersebut (3) selalu mengikuti informasi baru mengenai perkembangan dari merek tersebut (4) akan terus menjalin hubungan dengan perusahaan merek tersebut (Kusuma, 2013).
© LPPI AQLI
Jurnal Riset Sains Manajemen
Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58
Loyalitas merek dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam penelitian-penelitian terdahulu, terlihat bahwa yang menjadi faktor loyalitas merek antara lain kualitas produk, citra merek, dan keputusan pembelian (Tjahjaningsih & Yuliani, 2009). Namun demikian, di dalam penelitian ini hanya dua faktor loyalitas merek yang dikaji, yakni faktor “citra merek” (Roostika, 2012) dan faktor “keputusan pembelian” (Bowo, Hoyyi, & Mukid, 2013).
Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalah membeli merek yang paling disukai dari berbagai alternatif yang ada, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian (Hanif & Rachman, 2008). Definisi lain dari keputusan pembelian adalah tahap proses keputusan pembelian oleh konsumen dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian (Hariadi, 2012). Keputusan pembelian juga bermakna pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian (Samuel, Kosasih, & Novia, 2007).
Keputusan pembelian diukur dari indikator-indikator (1) pengiklanan (2) kepopuleran merek (3) kredibilitas merek (Hamidah & Anita, 2013). Indikator lain dari keputusan pembelian adalah (1) kemantapan membeli (2) pertimbangan dalam membeli (3) kesesuaian atribut dengan keinginan dan kebutuhan (Andini, 2012). Keputusan pembelian juga dapat dilihat dari indikator-indikator (1) kemantapan pada sebuah produk (2) kebiasaan dalam membeli produk (3) memberikan rekomendasi kepada orang lain (4) melakukan pembelian ulang (Lembang, 2010).
Penelitian-penelitian terdahulu banyak mengkaji bagaimana kaitan keputusan pembelian dengan loyalitas merek. Dari kesimpulan penelitian mereka terlihat bahwa keputusan pembelian “berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Massie, 2013). Tetapi ada juga kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa keputusan pembelian “tidak berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Rahma, 2007). Namun demikian, penulis berasumsi bahwa keputusan pembelian berpengaruh terhadap loyalitas merek.
Citra Merek
Citra merek adalah kumpulan kesan yang ada di benak konsumen mengenai suatu merek yang dirangkai dari ingatan-ingatan konsumen terhadap merek tersebut (Rizan, Saidani, & Sari, 2012). Defenisi lain dari citra merek adalah sekumpulan asosiasi yang ada dalam ingatan konsumen tentang suatu merek (Andriadi & Untarini, 2013). Citra merek juga bermakna gambaran atau kesan yang ditimbulkan oleh suatu merek dalam benak pelanggan (Musay, 2013).
Citra merek diukur dari indikator-indikator (1) atribut (2) manfaat (3) evaluasi keseluruhan (Ambarini, Qomariah, & Anwar, 2016). Indikator lain dari citra merek adalah (1) kesan profesional (2) kesan modern (3) melayani semua segmen (4) perhatian pada konsumen (Pujadi, 2010). Citra merek juga dapat dilihat dari indikator-indikator (1) atribut (2) keuntungan (3) sikap merek (4) kepribadian merek (Ratri, 2007).
52
JRSM
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58Penelitian-penelitian terdahulu banyak mengkaji bagaimana kaitan citra merek dengan loyalitas merek. Dari kesimpulan penelitian mereka terlihat bahwa citra merek “berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Perdana, 2009). Tetapi ada juga kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa citra merek “tidak berpengaruh” terhadap loyalitas merek (Sulistyawati, 2008). Namun demikian, penulis berasumsi bahwa citra merek berpengaruh terhadap loyalitas merek.
Banyak penelitian-penelitian mengkaji kaitan citra merek dengan keputusan pembelian. Salah satunya adalah citra merek “berpengaruh” terhadap keputusan pembelian (Hessy, 2014). Penelitian lain menunjukkan bahwa citra merek “tidak berpengaruh” terhadap keputusan pembelian (Mayangsari, 2016).
METODE PENELITIAN
Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif, khususnya penelitian korelasional. Penelitian kuantitatif bermakna penelitian yang menggunakan format terstruktur seperti matematika dan statistik (Bahri & Zamzam, 2015). Sementara itu, penelitian korelasional sebagai investigasi sistematik untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel (Danim, 2003).
Waktu penelitian selama 3 bulan pada September 2017 hingga Desember 2017. Objek penelitian ini adalah para konsumen Smartphone OPPO. Untuk mengukur variabel-variabel di dalam penelitian ini digunakan ukuran/indikator sebagai berikut: (1) Citra Merek, indikatornya adalah atribut, manfaat, dan evaluasi keseluruhan (Ambarini, Qomariah, & Anwar, 2016); (2) Keputusan Pembelian, indikatornya adalah) pengiklanan, kepopuleran merek, dan kredibilitas merek (Hamidah & Anita, 2013); dan (3) Loyalitas Merek, indikatornya adalah kognitif, afektif dan konatif (Bastian, 2014).
Penelitian ini menggunakan 101 orang responden sebagai sampel. Sampel berasal dari mahasiswa dan masyarakat umum. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, khususnya jenis accidental sampling. Probability sampling adalahteknik sampel dimana seluruh anggota/elemen populasi memiliki peluang
(probability) yang sama untuk dijadikan sebagai sampel (Juliandi, Irfan, & Manurung, 2014), sedangkan accidental sampling adalah pengambilan sampel yang dilakukan secara subjektif oleh peneliti ditinjau dari sudut kemudahan, tempat pengambilan sampel, dan jumlah sampel yang akan diambil (Budiarto, 2005).
Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, terdiri dari 10 butir pertanyaan (citra merek); 6 butir pertanyaan (keputusan pembelian); dan 6 butir pertanyaan (loyalitas merek). Skala kuesioner tersebut menggunakan skala bertingkat (rating scale), yang artinya skala bertingkat ini menggambarkan suatu nilai tentang suatu objek assesmen berdasarkan pertimbangan (judement) (Yusuf, 2015).
Teknik analisis data di dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis). Analisis jalur bertujuan untuk menguji hubungan sebab akibat berdasarkan pengetahuan,
© LPPI AQLI
Jurnal Riset Sains Manajemen
Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58
perumusan teori dan asumsi, juga dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian serta menafsir hubungan tersebut (Suwandi, 2015).
HASIL DAN DISKUSI
Hasil
Persepsi dari masing-masing konsumen memang beragam terhadap tuntutan kebutuhan
smartphone. Ini memang sangat bergantung pada konsumen, yang akan memanfaatkan semua fasilitas yang ada di smartphone. Untuk kategori produk kaya informasi seperti
smartphone, terdapat beberapa faktor yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli, seperti citra merek serta faktor lainnya.
Untuk penelitian ini, analisis jalur digunakan untuk menganalisis agar penelitian tercapai, antara lain: pengaruh langsung citra merek terhadap keputusan pembelian; pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek; pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap loyalitas merek; termasuk juga pengaruh tidak langsung citra merek terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian.
Tabel 1. Nilai-nilai untuk pengujian hipotesis pengaruh langsung untuk persamaan jalur model pertama (X2=p1X1+1)
Berdasarkan nilai yang ada di dalam Tabel 1, maka nilai persamaan untuk jalur model pertama adalah X2=0,816X1+1.
Tabel 2 memperlihatkan nilai-nilai yang akan digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh langsung dari persamaan jalur model kedua (Y=p2X1+p3X2+2).
Tabel 2. Nilai-nilai untuk pengujian hipotesis pengaruh langsung untuk persamaan jalur model kedua (Y=p2X1+p3X2+2)
Nilai-nilai dari Tabel 2 menjadi dasar untuk menyusun persamaan jalur model kedua adalah Y=0,452X1+0,431X2+2.
54
JRSM
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58Kesimpulan dari hasil pada tabel 1 dan 2 adalah sebagai berikut: (1) pengaruh langsung citra merek terhadap keputusan pembelian adalah positif dan signifikan; (2) pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek adalah positif dan signifikan; (3) pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap loyalitas merek adalah positif dan signifikan. Berikut ini dianalisis pula hipotesis pengaruh tidak langsung. Pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek adalah p2(0,452) dan pengaruh tidak langsung citra merek
terhadap loyalitas merek melalui keputusan pembelian adalah sebesar p1 X p3 (0,816 x
0,431=0,3517). Kondisi semacam ini memberi kesimpulan bahwa pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek tidak dimediasi oleh keputusan pembelian (keputusan pembelian bukan variabel intervening).
Diskusi
Dari pengujian-pengujian sebelumnya, terlihat bagaimana hubungan-hubungan citra merek, keputusan pembelian dan loyalitas merek. Berikut ini didiskusikan mengenai hubungan-hubungan tersebut.
Pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian. Sebuah merek yang memiliki citra yang positif atau disukai dianggap dapat mengurangi resiko pembelian. Hal inilah yang menyebabkan para konsumen sering kali menggunakan brand image sebuah produk sebagai salah satu acuan dalam membuat sebuah keputusan pembelian (Musay, 2013). Dari hasil penelitian yang penulis lakukan kali ini menunjukkan bagaimana citra merek seperti itu dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel citra merek dengan variabel keputusan pembelian. Ini artinya citra merek di kalangan konsumen smartphone OPPO
memberikan hal yang positif kepada mereka. Hal tersebut bisa terjadi disebabkan dengan menggunakan citra merek OPPO maka akan meningkatkan status sosial mereka untuk dimanfaatkan dalam pekerjaan maupun dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat lainnya.
Relavan dengan hal tersebut, hasil penelitian ini terlihat sejalan dengan beberapa teori dan penelitian sebelumnya seperti telah dikaji dalam kajian literatur, antara lain bahwa citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Hessy, 2014).
Kedua, pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek. Apabila konsumen beranggapan bahwa merek tertentu secara fisik berbeda dari merek pesaing, citra merek tersebut akan melekat secara terus menerus sehingga dapat membentuk kesetiaan terhadap merek tertentu yang disebut dengan loyalitas merek (Bastian, 2014).
Dari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel citra merek terhadap variabel loyalitas merek. Hasil yang positif tersebut menunjukkan bahwa dengan citra merek berarti bisa meningkatkan loyalitas merek. Dan hasil yang signifikan seperti itu berarti bahwa citra merek memiliki pengaruh besar dalam menciptakan loyalitas merek. Dengan kata lain, citra merek penting dalam
© LPPI AQLI
Jurnal Riset Sains Manajemen
Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58
meningkatkan loyalitas merek, dan sangat berpengaruh. Dengan demikian, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, yang menyatakan bahwa citra merek berpengaruh terhadap loyalitas merek (Perdana, 2009).
Ketiga, pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas merek. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan variabel keputusan pembelian terhadap loyalitas merek. Ini artinya keputusan pembelian yang didapatkan di citra merek dilakukan dengan baik akan membuat konsumen memiliki komitmen untuk melakukan pembelian berulang terhadap merek tersebut sehingga mencapai loyalitas merek yang tinggi. Oleh karena itu, kesimpulan tersebut relevan dengan literatur yang menyatakan bahwa Keputusan pembelian berpengaruh terhadap loyalitas merek (Massie, 2013).
Keempat, pengaruh citra merek terhadap loyalitas merek yang tidak dimediasi oleh Keputusan pembelian. Hasil penelitian dalam sub-judul sebelumnya memperlihatkan bahwa keputusan pembelian merupakan variabel intervening (mediator) yang mengantarai hubungan citra merek dan loyalitas merek.
Namun hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa keputusan pembelian tidak berperan sebagai variabel intervening (mediator) yang mengantarai hubungan citra merek dan loyalitas merek. Dengan demikian hasil penelitian ini terlihat tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya.
PENUTUP
Kesimpulan penelitian ini merupakan hasil analisis dari bagian sebelumnya, yakni: pengaruh langsung citra merek terhadap keputusan pembelian adalah positif dan signifikan; pengaruh langsung citra merek terhadap loyalitas merek adalah positif dan signifikan; dan pengaruh langsung keputusan pembelian terhadap loyalitas merek adalah positif dan signifikan; dan pengaruh tidak langsung citra merek terhadap loyalitas merek tidak dimediasi atau tidak diperantarai oleh variabel keputusan pembelian.
Dengan hasil yang demikian, saran-saran penulis adalah sebagai berikut: Perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk smartphone OPPO dengan mengadakan berbagai uji desain produk dan fitur-fitur sebelum sampai ke tangan konsumen. Perusahaan juga perlu meningkatkan kualitas pelayanan sesuai harapan konsumen agar konsumen merasa nyaman menggunakan brand dari perusahaan tersebut. Perusahaan diharapkan mampu menjaga pelanggan agar tetap setia dan mendapatkan pelanggan baru dari hasil rekomendasi pelanggan yang lama dan menciptakan peluang untuk menambah profit perusahaan.
56
JRSM
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58 REFERENSIAlfionita, C. M., Suharyono, & Yulianto, E. (2016). Pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembelian: Survei pada pembeli OPPO Smartphone di Counter Handphone MATOS. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 36 (2), 184-185.
Ambarini, N. O., Qomariah, N., & Anwar. (2016). Analisis pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian smartphone merek Samsung di Rudy Cell Komplek Mutiara Cell. Penelitian IPTEKS, 2 (1), 52-54.
Andini, P. (2012). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Mobil Hyundai i20: Studi Kasus pada konsumen Mobil Hyundai i20 di Semarang. Indikator Keputusan Pembelian, 2 (1), 59-61.
Andriadi, A., & Untarini, N. (2013). Pengaruh persepsi kualitas layanan dan citra merek TELKOM FLEXI terhadap niat beli ulang. Ilmu Manajemen, 1 (2), 643-644.
Anjani, A. (2017). Pengaruh brand image dan brand trust terhadap brand loyalty lipstik Revlon: Studi Kasus konsumen lipstik Revlon di Yogyakarta. Indikator Loyalitas Merek , 3 (1), 41-43.
Bahri, S., & Zamzam, F. (2015). Model penelitian kuantitatif berbasis sem-amos.
Yogyakarta: Deepublish.
Bastian, D. A. (2014). Analisa pengaruh citra merek (brand image) dan kepercayaan merek (brand trust) terhadap loyalitas merek (brand loyalty) ADES PT. Ades Alfindo Putra Setia. Manajemen Pemasaran Petra, 2 (1), 3-5.
Bowo, K. A., Hoyyi, A., & Mukid, M. A. (2013). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan kepuasaan konsumen pada Notebook Merek Acer: Studi Kasus Mahasiswa Universitas Diponegoro. Gaussian, 2 (1), 30-32.
Budiarto, E. (2005). Biostatistika. Jakarta: EGC.
Danim, S. (2003). Riset keperawatan: Sejarah dan metodologi. Jakarta: EGC.
Fatimah, S. (2008). Pengaruh kesadaran merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian pelembab Wardah pada konsumen Al Yasini Mart Wonorejo. Loyalitas Merek, 3 (1), 7-9.
Hamidah, S., & Anita, D. (2013). Analisis persepsi citra merek, desain, fitur dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian produk Handphone Samsung berbasis Android: Studi Kasus STIE Pelita Indonesia. Ekonomi, 21 (4), 8-10.
Hanif, A. F., & Rachman, N. (2008). Pengaruh kualitas, harga, citra merek dan desain produk terhadap keputusan pembelian di Distro Indigo Jombang. Riset Manajemen, 3 (1), 3-5.
Hariadi, D. (2012). Pengaruh produk, harga, promosi dan distribusi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Projector Microvision. Ilmu dan Riset Manajemen , 1 (8), 6-8.
Hessy, V. (2014). Analisis pengaruh citra merek, kualitas layanan, dan promosi terhadap keputusan penggunaan jasa: Studi Pada pengguna jasa DHL Global Forwarding Semarang Branch. Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian, 2 (1), 48-49.
Juliandi, A., Irfan, & Manurung, S. (2014). Metodologi penelitian bisnis. Medan: UMSU Press.
Krisjati, W. M. (2007). Evaluasi pengaruh country of origin, merek, dan harga pada pembelian produk susu Import. Kinerja, 11 (1), 67-69.
© LPPI AQLI
Jurnal Riset Sains Manajemen
Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58
Kusuma, G. M. (2013). Pengaruh persepsi kualitas, kepuasaan pelanggan dan loyalitas merek terhadap loyalitas pelanggan mobil MPV Toyota Kijang Innova di Surabaya.
Indikator Loyalitas Merek, 2 (1), 5-7.
Lembang, R. D. (2010). Analisis pengaruh kualitas produk, harga promosi, dan cuaca terhadap keputusan pembelian teh siap minum dalam kemasan merek Teh Botol Sosro: Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi S1 Reguler II Universitas Diponegoro. Indikator Keputusan Pembelian, 3 (1), 17-18.
Maharani, I. N., Farida, N., & Listyorini, S. (2009). Pengaruh komunitas merek terhadap loyalitas merek, melalui nilai pelanggan sebagai variabel intervening pada Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Semarang. Ilmu Administrasi Bisnis, 2 (1), 4-6.
Massie, P. V. (2013). Ekuitas merek pengaruhnya terhadap keputusan pembelian XL Mobile Data Service di Kota Manado. Emba, 1 (4), 147-148.
Mayangsari, P. D. (2016). Pengaruh citra merek dan kualitas produk serta harga terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah pada Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas JEMBER. Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian , 3 (2), 23-25.
Musay, F. P. (2013). Pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian: Survei pada konsumen KFC Kawi Malang. Citra Merek, 3 (2), 3-5.
Perdana, D. D. (2009). Pengaruh citra merek (brand image) dan kepercayaan merek (brand trust) terhadap loyalitas merek (brand loyalty) Maskapai Penerbangan Batavia Air.
Pengaruh Citra Merek, 3 (1), 6-8.
Pujadi, B. (2010). Studi tentang pengaruh citra merek terhadap minat beli melalui sikap terhadap merek: Kasus pada merek pasta gigi Ciptadent di Semarang. Indikator Citra Merek, 3 (2), 54-56.
Rafiq, M. (2009). Pengaruh kepercayaan konsumen pada merek terhadap loyalitas merek.
Optimal, 3 (1), 37-39.
Rahma, E. S. (2007). Analisis pengaruh kualitas layanan dan citra merek terhadap minat beli dan dampaknya pada keputusan pembelian: Studi pada pengguna telepon seluler merek Sony Ericson di Kota Semarang. Keputusan Pembelian, 2 (1), 40-42.
Ratri, L. E. (2007). Hubungan antara citra merek (brand image) operator seluler dengan loyalitas merek (brand loyalty) pada mahasiswa pengguna telepon seluler di Fakultas Ekonomi Reguler Universitas Diponegoro Semarang. Indikator Citra Merek, 2 (1), 70-72.
Rizan, M., Saidani, B., & Sari, Y. (2012). Pengaruh brand image dan brand trust terhadap brand loyalty Teh Botol Sosro. Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), 3 (1), 5-7. Roostika, R. (2012). Citra merek tujuan wisata dan perilaku wisatawan: Yogyakarta sebagai
Daerah tujuan wisata. Manajemen Dan Akuntansi, 1 (1), 45-46.
Samuel, H., Kosasih, A. V., & Novia, H. (2007). Perilaku dan keputusan pembelian konsumen restoran melalui stimulus 50% discount di Surabaya. Manajemen Pemasaran, 2 (2), 75-77.
Sari, M. Y. (2015). Pengaruh kelompok referensi, kepercayaan merek, dan kepuasaan konsumen terhadap loyalitas merek aplikasi pesan instan: Studi pada pengguna aplikasi pesan instan LINE di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Loyalitas Merek, 3 (1), 32-34.
Shandi, A. P. (2011). Analisis dimensi kepercayaan merek terhadap loyalitas merek pengguna kartu Indosat IM3 di Kota Semarang. Loyalitas Merek, 3 (1), 16-18.
58
JRSM
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains Manajemen Vol. 2 No. 2 Hlm. 49-58Sulistyawati, P. (2008). Analisis pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap laptop merek ACER di Kota Semarang. Pengaruh Citra Merek, 2 (1), 15-16.
Susanti, N. A. (2011). Analisis pengaruh kredibilitas endorser dan kreatifitas iklan terhadap efektivitas iklan dan loyalitas merek Sepeda Motor Jupiter Z di Kota Jember. Loyalitas Merek, 3 (2), 35-37.
Suwandi. (2015). Desentralisasi fisikal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, kemiskinan, dan kesejahteraan di Kabupaten/Kota Induk Provinsi Papua. Yogyakarta: Deepublish.
Tjahjaningsih, E., & Yuliani, M. (2009). Analisis kualitas produk dan citra merek dalam mempengaruhi keputusan pembelian dan dampaknya terhadap loyalitas merek HP NOKIA. Tema, 6 (2), 108-109.
Yunitasari, H., & Yuniawan, A. (2006). Analisis pengaruh kesadaran merek, persepsi, kualitas, dan loyalitas merek terhadap nilai pelanggan mobil merek TOYOTA. Studi Manajemen dan Organisasi, 3 (2), 18-20.
Yusuf, A. M. (2015). Asesmen dan evaluasi pendidikan: Pilar penyedia informasi dan kegiatan pengendalian mutu pendidikan. Jakarta: Kencana.